Anda di halaman 1dari 4

PERNAFASAN HEWAN DAN TUMBUHAN

Diajukan untuk memenuhi laporan praktikum mata pelajaran Biologi. Guru :

Kelompok I Di susun oleh : 1. 2. 3. 4. Irwan Suswanto Novia Rahmah Maulani Sahab Ruri Anggraeni Tomy Pasi Oktava Kelas : XI IPA 1

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI (SMA N) 1 SUMBER KABUPATEN CIREBON 2014

PERNAFASAN HEWAN DAN TUMBUHAN


I. Tujuan 1. Membuktikan bahwa pernapasan pada serangga membutuhkan Oksigen. 2. Melihat faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah kebutuhan oksigen pada serangga pada saat bernafas. 3. Menghitung rata-rata pernafasan pada serangga ml per menit. Dasar Teori Respirasi atau oksidasi glukosa secara lengkap merupakan proses pembentukan energy yang utama untuk kebanyakan sel. Pada waktu glukosa dipecah dalam suatu rangkaian reaksi enzimatis, beberapa energy dibebaskan dan diubah menjadi bentuk ikatan phosphate bertenaga tinggi (ATP)dan sebagian lagi hilang sebagai panas. Proses keseluruhan dari respirasi merupakan reaksi oksidasi reduksi, yaitu senyawa dioksidasi menjadi CO2sedangkan O2 yang diserap direduksi membentuk H2O. pati, fruktan, sukrosa, atau gula lainnya, lemak, asam organic, protein dapat bertindak sebagai substrat respirasi. Respirasi umum glukosa, dapat ditulis sebagai berikut: C6H12O6 + 6O2 6CO2 + 6H2O + energy (ATP + panas) Respirasi merupakan rangkaian dari 50 atau lebih reaksi komponen, masing-masing dikatalisis oleh enzim yang berbeda. Respirasi merupakan oksidasi yang berlangsung di medium air, dengan pH mendekati netral, dan pada suhu sedang. Respirasi merupakan reaksi oksidasi senyawa organic yang menghasilkan energy yang digunakan untuk aktivitas sel dalam bentuk ATP atau senyawa berenergi tinggi lainnya. Lebih lanjut, sejalan dengan berlanngsungnya pemecahan, kerangka karbon antara disediakan untuk menghasilkan berbagai produk esensial lainnya. Berdasarkan kebutuhan terhadap oksigen respirasi dibedakan menjadi dua macam, yaitu: 1. Respirasi aerob Yang menggunakan O2 sebagai terminal electron akseptor (respirasi yang memerlukan

II.

2. Respirasi anaerob Yang tidak memerlukan oksigen tetapi asam organic sebagai electron akseptor (respirasi yang

III.

Alat dan Bahan 1. Respirometer sederhana 2. Timbangan 3. Belalang atau jangkrik (2 ekor) 4. Touge (kecambah kacang hijau) 3 buah 5. Kristal NaOH/KOH 6. Aquades

7. Kapas/Tissue 8. Pipet atau Sirink IV. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. V. Langkah Kerja Timbang serangga dan tanaman kecambah kacang hijau Ambil kapas, masukkan ke dalam tabung respirometer dan beri 5 ml KOH/NaOH Masukkan kain kasa dalam tabung tersebut dan letakkan diatas kapas Kemudian masukkan serangga ke dalam tabung respirometer dengan posisi tabung ditidurkan Tutup respirometer dengan pipa berskala Teteskan larutan safranin pada pipa berkala Tunggu setelah 5 menit safranin tidak pada posisi nol Baca skalanya pada tiap menit. Lakukan percobaan yang sama pada kecambah. Hasil Pengamatan Berat hewan/tumbuhan (gr) 0,67 g jangkrik 1 g touge Perpindahan/kedudukan eosin (menit) 2 menit (1) 0,15 0.04 2 menit (2) 0,19 0.09 2 menit (3) 0,23 0.12 2 menit (4) 0,26 016

dan biarkan sebentar (sekitar 3 menit)

No 1 2 VI.

Pembahasan Dari data yang diambil melalui uji coba dengan respirometer sederhana. Mengukur kecepatan respirasi tumbuhan dan hewan dengan larutan berwarna . Data diambil dengan cara mengamati kedudukan larutan warna pada skala respirometer tiap menit.Hal ini dipastikan karena larutan warna yang bergerak tersebut disebabkan oleh aktivitas kecambah ataupun belalang dan KOH. Peran KOH adalah menyerap H2O hasil respirasi, karena KOH bersifat hidrofil (hydrofilic) maka H2O hasil dari respirasi akan diserap oleh KOH. Maka dari itu KOH dilapisi tissue agar sifat kaustik dari KOH tidak terlalu berefek pada makhluk hidup yang ada di dalam tabung ketika melakukan ekspirasi, CO2 dari sisa metabolisme kecambah atau belalang akan diikat oleh KOH menjadi K2CO3 dan H2O. 2KOH + CO2 K2CO3 + H2O Dimana CO2memiliki volume terbesar karena merupakan gas. Sedangkan K2CO3sendiri berbentuk padat. Akibatnya, volume CO2 dalam tabung kaca berisi kecambah atau belalang akan terus berkurang karena CO2 diikat menjadi K2CO3. Volume udara yang berkurang akan menyebabkan adanya tekanan negatif yang menyebabkan larutan larutan berwarna bergerak menuju tabung kaca yang berisi belalang. Sehingga semakin banyak udara yang dibutuhkan maka semakin cepat laju respirasinya, maka larutan berwarna juga akan lebih cepat bergerak ke arah tabung.

VII.

Kesimpulan KOH / NaOH berfungsi sebagai peningkat suhu agar respirasi terpicu menjadi cepat. Selain itu KOH juga berfungsi sebagai pengikat CO2. Kristal KOH/NaOH dapat mengikat CO2karena bersifat hidroskopis. Reaksi antara KOH dengan CO2, sebagai berikut:
(i)

KOH + CO2 KHCO3 KHCO3 + KOH K2CO3 + H2O

(ii)

Respirasi dipengaruhi oleh massa tubuh, suhu dan jenis hewan/tumbuhan. Pada proses respirasi menghasilkan karbondioksida (CO2), uap air (H2O) dan sejumlah energi. VIII. Daftar Pustaka http://rheeaputri.blogspot.com/2012/11/laporan-praktikum-biologi-respirasi.html?m=1