Anda di halaman 1dari 12

Indah Ramadhani M.A 030.07.

116

Merupakan

tindakan untuk melahirkan bayi paraabdominal dengan membuka dinding uterus dengan cara mengiris dinding perut dan dinding uterus.

Klasik / Corporal
Insisi memanjang pada dinding anterior rahin

Transperitoneal profunda
Insisi pada segmen bawah rahim (paling sering)

Caesarian histerektomi
SC diikuti histerektomi supravaginal

Ekstraperitoneal
Cavum peritonei tidak dibuka

Indikasi : 1. Perdarahan hebat karena atonia uteri 2. Plasenta inkreta, perkreta 3. Infeksi intrauterin yang berat

Plasenta previa totalis Panggul sempit :


Conjugata vera < 8,5 cm bila anak hidup Conjugata vera 6 cm bila anak mati Conjugata vera 6,5 10 cm dengan partus percobaan gagal

Sudah pernah SC dua kali Letak lintang Tumor yang menghalangi jalan lahir Pada kehamilan sesudah operasi vaginal (misal : operasi fistel) Ibu menderita herpes genitalis Ada indikasi mengakhiri persalinan dimana syarat pervaginam tidak terpenuhi, atau cara pervaginam gagal.

Hb

> 10gr% Puasa 6 jam Sedia darah Antibiotik profilaksis Laboratorium rutin, tes faal hati, ginjal EKG (bila umur < 35 tahun) Lavemen

Keuntungan
Teknik relatif lebih mudah Cepat lahirkan bayi ( penting untuk foetal distress)

Kerugian
Penyembuhan jaringan parut kurang baik Resiko infeksi lebih besar Resiko perdarahan lebih banyak Banyak perlekatan jaringan sehingga : SC berikutnya lebih sulit Gangguan kontraksi uterus pada partus berikutnya Kemungkinan ruptur uteri lebih besar

1.

Persiapan alat :
1. Baju dan sarung tangan steril 2. Topi dan alas kaki, masker 3. Duk steril (5) 4. Suction pump (1) 5. Scalpel (1) 6. Pinset chirurgis (2) 7. Klem bengkok / pean (6) 8. Rake retractor (1) 9. Abdominal retractor (1) 10.Ovarium clamp (1) 11.Needle holder (2) 12. Spatula abdominal (1) 13.Jarum jaringan, kulit 14.Duk clamp (6) 15.Arterial clamp (6) 16.Gunting bedah (1) 17.Miculitz (4) 18.Benang sihide, catgut 19.Tampon 20.Korentang steril 21.Gaas, darm gaas

2.

3. 4.

5. 6.

Insisi perut pada linea mediana dibawah pusat sepanjang 15 cm Irisan diperdalam sampai peritoneum terbuka Pasang spekulum perut, eksplorasi. Tampak uterus gravid aterm Pasang darm gaas untuk lindungi peritoneum Insisi korpus uteri pada garis median lokal sampai batas atas plica vesicouterina. Dibuat lubang kecil pada selaput ketuban untuk menghisap air ketuban, kemudian lubang dilebarkan dan janin dilahirkan dengan tarikan pada kaki. Potong tali pusat

7. 8. 9.

10. 11.

Injeksi metergin 1 ampul intramural Plasenta dilhairkan secara manual / tarikan ringan Uterus dikeluarkan dari cavum abdomen, jahit silang dan over hichting dalam 2 3 lapis. Reperitonelisasi Pendarahan dirawat. Dinding abdomen dijahit lapis demi lapis.

Keuntungan
Penyembuhan jaringan perut lebih baik Perdarahan sedikit Resiko infeksi lebih sedikit Perlengketan lebih sedikit Kemungkinan ruptur klasik

Kerugian
Teknik lebih sulit Kemungkinan trauma vesica urinaria

1. 2.

3. 4.

5.

6.

Persiapan alat sama dengan SC cara klasik Penderita terlentang, desinfeksi pada abdomen dan sekitarnya Tutup duk steril Insisi dinding perut 10 cm di lonea mediana mulai tepi atas simfisis sampai bawah pusat, diperdalam sampai peritoneum terbuka Pasang spekulum perut, eksplorasi, tampak uterus sebesar hamil aterm Pisahkan plica vesikouterina

7.

8.

9.
10. 11.

12. 13. 14.

Pasang spekulum abdomen, insisi segmen bawah rahim semiluner 20 cm, perdalam secara tajam / tumpul. Pecah selaput ketuban, anak dilahirkan dengan (ektraksi kaki, mengait kepala) potong tali pusat. Injeksi metergin 1 ampul intramuskular Plasenta dilahirkan secara manual / tarikan ringan Uterus dikeluarkan dari cavum abdomen, segmen bawah rahim dijahit silang 2 lapis Reperitonelisasi Eksplorasi, pendarahan dirawat Dinding abdomen dijahit lapis demi lapis