Anda di halaman 1dari 28

Perubahan Seksual Pada Lansia

A.

Defenisi Masa Usia Lanjut ( Late Adulthood) Masa usia lanjut merupakan periode penutup dalam rentang hidup seseorang, yaitu suatu periode dimana seseorang telah beranjak jauh dari periode terdahulu yang lebih menyenangkan atau beranjak dari waktu yang penuh dengan manfaat. Lanjut usia merupakan istilah tahap akhir dari proses penuaan. Dalam mendefinisikan batasan penduduk lanjut usia menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional ada tiga aspek yang perlu dipertimbangkan yaitu aspek biologi, aspek ekonomi dan aspek sosial BKKBN !""#$. %ecara biologis penduduk lanjut usia adalah penduduk yang mengalami proses penuaan secara terus menerus, yang ditandai dengan menyrunnya daya tahan fisik yaitu semakin rentannya terhadap serangan penyakit yang dapat menyebabkan kematian. &al ini disebabkan terjadinya perubahan dalam struktur dan fungsi sel, jaringan, serta sistem organ. %ecara ekonomi, penduduk usia lanjut lebih dipandang sebagai beban dari pada sebagai sumber daya. Banyak orang beranggapan bahwa kehidupan masa tua tidak lagi memberikan banyak manfaat, bahkan ada yang sampai beranggapan bahwa kehidupan masatua, seringkali

dipersepsikan secara negatif sebagai beban keluarga dan masyarakat. Dari aspek sosial, penduduk lanjut usia merupakan satu kelompok sosial sendiri. Di negara barat, penduduk lanjut usia menduduki strata sosial di bawah kaum muda. &al ini terlihat dari keterlibatan mereka terhadap sumber daya ekonomi, pengaruh terhadap

pengambilan keputuan serta luasnya hubungan sosial yang semakin menurun. Menurut Bernice Neugarten !"'#$ masa tua adalah suatu masa dimana orang dapat merasa puas dengan keberhasilannya. (etapi bagi orang lain, periode ini adalah permulaan kemunduran. )sia tua dipandang sebagai masa kemunduran, masa kelemahan manusiawi dan sosial sangat tersebar luas dewasa ini. *andangan ini tidak memperhitungkan bahwa kelompok lanjut usia bukanlah kelompok orang yang homogen . )sia tua dialami dengan cara yang berbeda+beda. ,da orang berusia lanjut yang mampu melihat arti penting usia tua dalam konteks eksistensi manusia, yaitu sebagai masa hidup yang memberi mereka kesempatan+kesempatan untuk tumbuh berkembang dan bertekad berbakti . ,da juga lanjut usia yang memandang usia tua dengan sikap+sikap yang berkisar antara kepasrahan yang pasif dan pemberontakan , penolakan, dan keputusasaan. Lansia ini menjadi terkunci dalam diri mereka sendiri dan dengan demikian semakin cepat proses kemerosotan jasmani dan mental mereka sendiri. Disamping itu untuk mendefinisikan lanjut usia dapat ditinjau dari pendekatan kronologis. Menurut %upardjo !"#-$ usia kronologis merupakan usia seseorang ditinjau dari hitungan umur dalam angka. Dari berbagai aspek pengelompokan lanjut usia yang paling mudah digunakan adalah usia kronologis, karena batasan usia ini mudah untuk diimplementasikan, karenainformasi tentang usia hampir selalu tersedia pada berbagai sumber datakependudukan.

.rganisasi Kesehatan Dunia /&.$ menggolongkan lanjut usia menjadi 0 yaitu usia pertengahan middle age$ 01 2 1" tahun, lanjut usia elderly$ '3 +40 tahun, lanjut usia tua old$ 41 2 "3 tahun dan usia sangat tua 5ery old$ diatas "3 tahun. %edangkan menurut *rayitno dalam ,ryo -33-$ mengatakan bahwa setiap orang yang berhubungan dengan lanjut usia adalah orang yang berusia 1' tahun keatas, tidak mempunyai penghasilan dan tidak berdaya mencari nafkah untuk keperluan pokok bagi kehidupannya sehari+hari. %aparinah !"#6$ berpendapat bahwa pada usia 11 sampai '1 tahun merupakan kelompok umur yang mencapai tahap praenisium, pada tahap ini akan mengalami berbagai penurunan daya tahantubuh7kesehatan dan berbagai tekanan psikologis. Dengan demikian akan timbul perubahan+perubahan dalam hidupnya. Demikian juga batasan lanjut usia yang tercantum dalam )ndang+)ndang No. 0 (ahun !"'1 tentang pemberian bantuan penghidupan orang jompo, bahwa yang berhak mendapatkan bantuan adalah mereka yang berusia 1' tahun keatas. Dengan demikian dalam undang 2 undang tersebut menyakatakan bahwa lanjut usia adalah yang berumur 1' tahun ke atas. Namun demikian masih terdapat perbedaan dalam menetapkan batasan usia seseorang untuk dapat dikelompokkan ke dalam penduduk lanjut usia.

B.

Perubahan-Perubahan Fisik Dan Psikis Yan !erjadi Pada Masa Usia Lanjut *erubahan+perubahan yang umum terlihat pada masa usia lanjut adalah ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis tertentu. Baik pria maupun wanita, pada usia lanjut mereka akan melakukan penyesuaian diri agar mereka tampak siap dan sesuai dengan masa usia lanjut tersebut secara baik ataupun tidak baik. ,kan tetapi hasil yang diperoleh dari penyesuaian tersebut cenderung menuju dan membawa penyesuaian diri yang tidak baik dari pada yang baik,

terutama adalah terjadinya kemunduran fisik dan mental yang berlangsung secara perlahan dan bertahap.

".

Perubahan Fisik Pada Masa Usia Lanjut Dengan bertambahnya usia, secara umum kekuatan dan kualitas fisik juga fungsinya mulai terjadi penurunan. *enurunan ini bisa berlangsung secara perlahan bahkan bisa terjadi secara cepat tergantung dari kebiasaan hidup pada masa usia muda. Beberapa perubahan gangguan fisik yang timbul adalah sebagai berikut 8

a.

*erubahan pada kulit Kulit wajah, leher, lengan dan tangan menjadi lebih kerung dan keriput, kulit di bagian bawah mata membentuk seperti kantung dan lingkaran hitamdibagian ini menjadi lebih permanen dan jelas, warna merah kebiruan sering muncul disekitar lutut dan di tengah tengkuk.

b.

*erubahan otot *ada umumnya otot orang berusia madya menjadi lembek danmengendur di sekitar dagu, lengan bagian atas, dan perut.

c.

*erubahan pada persendian Masalah pada persendian terutama pada bagian tungkai dan lengan yang membuat mereka menjadi agak sulit berjalan.

d.

*erubahan pada gigi 9igi menjadi kering, patah, dan tanggal sehingga kadang+kadang memakai gigi palsu.

e.

*erubahan pada mata

Mata terlihat kurang bersinar dan cenderung mengeluarkan kotoran yang menumpuk di susdut mata, kebanyakan menderita presbiop atau kesulitanmelihat jarak jauh, menurunnya akomodasi karena menurunnya elastisitas mata f. *erubahan pada telinga :ungsi pendengaran sudah mulai menurun, sehingga tidak sedikit yang mempergunakan alat bantu pendengaran. g. *erubahan pada sistem pernafasan Nafas menjadi lebih pendek dan sering tersengal+sengal, hal ini akibat terjadinya penurunan kapasitas total paru+paru, residu 5olume paru dan konsumsi oksigen basal, ini akan menurunkan fleksibilitas dan elastisitas dari paru.

%elain ganggunan fisik yang bisa terlihat secara langsung, dengan bertambahnyausia sering pula disertai dengan perubahan+perubahan akibat penyakit kronis, obat+obatyang diminum akibat operasi yang menyiksa kesusahan secara fisik dan psikologis. Beberapa gangguan fisik pada bagian dalam tersebut seperti 8 a. *erubahan pada sistem syaraf otak )mumnya mengalami penurunan ukuran, berat,dan fungsi contohnya kortek serebri mangalami atropi. b. *erubahan pada sistem cardio5ascular (erjadi penurunan elastisitas dari pembuluhdarah jantung dan menurunnya kardiak out put. c. *enyakit kronis

Misal diabetes melistus DM$, penyakit cardio5askuler, hipertensi,gagal ginjal, kanker, dan masalah yang berhubungan dengan persendian dan syaraf. d. Beberapa operasi %eperti prostatectomy, histrectomy, dan mastectomy.&asil penelitian menunjukkan timbulnya masalah prostatectomy meliputi gagal ereksimencapai !- ; sampai timbulnya masalah tidak tercapainya ejakulasi sebesar -0 ;,kanker prostate dan operasi prostad hilangnya libido, gagal ereksi, 5olume ejakulasi$. e. *erubahan pada sistem ginjal, kandung kencing, dan ureter Mengalami penurunanefisiensi, jumlah sel dalam ginjal mengalami penurunan menyebabkan gangguan pengeluaran toksin dan air dari tubuh.

#.

Perubahan Psikis Pada Masa Usia Lanjut 9angguan psikologis paling umum yang berpengaruh pada orang tua adalah timbulnya depresi, dimensia, dan mengigau. &al ini lebih sering diakibatkan oleh perasaan sudah tua, sudah pikun, dan secara fisik sudah tidak menarik bagi pasangan. *erubahan akibat depresi dan dimensia bahkan sering mengganggu prilaku seksual termasuk gangguankhayal yang dikaitkan dengan kecemburuan phatologis.%ecara umum beberapa gangguan psikologis yang timbul adalah 8

a. b. c.

Kecemasan angietas$ Depresi <asa bersalah guilty feeling$

d.

Masalah perkawinan atau juga akibat dari rasa takut akan gagal dalam berhubungan seksual. Khusus pada perempuan, ada beberapa gangguan yang sangat berpengaruh besar terhadap sisi kewanitaannya seperti 8

!$ -$ 6$ 0$ 1$ '$ 4$

*enurunan sekresi estrogen setelah menopause &ilangnya kelenturan7elastisitas jaringan payudara =er5iks yang menyusut ukurannya Dinding 5agina atropi ukurannya memendek Berkurangnya pelumas 5agina Matinya steroid seks secara tidak langsung mempengaruhi akti5itas seks *erubahan ageing meliputi penipisan bulu kemaluan, penyusutan bibir kemaluan, penipisan selaput lendir 5agina dan kelemahan otot perineal. ,da prinsip perkembangan yang dinamakan multidirectional, dimana beberapa komponen menunjukkan pertumbuhan dan komponen lainnya malah menurun, lansia akan semakin arif, tapi menurun dalam tugas yang membutuhkan kecepatan memproses informasi, misalnya lansia baru mempelajari komputer. Disamping itu ada beberapa gangguan mental yang paling umum yang berpengaruh pada orang tua adalah depresi, dimensia dan menggigau prilaku seksual mungkin berubahsecara signifikan pada depresi dan dimensia.

$.

Masalah Seksual Pada Masa Usia Lanjut %ejalan dengan bertambahnya usia, masalah seksual merupakan masalah yang tidak kalah pentingnya bagi pasangan usia lanjut. Masalah ini meliputi ketakutan akan berkurangnya atau bahkan tidak berfungsinya organ se> secara normal sampai ketakutan akan kemampuan secara psikis untuk bisa berhubungan se>. Disfungsi seksual dapat diartikan sebagai

suatu keadaan dimana yang meliputi berkurangnya respon erotis terhadap orgasme, ejakulasi prematur, dan sakit pada alat kelamin sewaktu masturbasi. Disfungsi seksual merupakan masalah yang umum dialami oleh kelompok usia lanjut, baik pria maupun wanita. Banyak kelompk usia lanjut yang merasa terganggu dengan disfungsi seksual yang dialaminya. Di pihak lain, mereka mengalami hambatan psikis untuk berupaya mengatasi masalah itu. &ambatan psikis antara lain muncul karena sikap masyarakat yang menganggap tidak layak lagi pada usia lanjut mempermasalahkan fungsi seksual. *adahal sebagai manusia seksual, walaupun berusia lanjut, wajar saja mereka mempermasalahkan keluhan seksual yang meraka rasakan mengganggu. Masalah seksual memang dapat dialami oleh siapa saja dari kelompok usia manapun, dan mereka sangat memerlukan penganganan. ,le>ander dan ,llison mengatakan bahwa pada dasarnya perubahan fisiologik yang terjadi pada akti5itas seksual pada usia lanjut biasanya berlangsung secara bertahap dan menunjukkan status dasar dari aspek 5askular, hormonal dan neurologiknya. *erubahan fisiologik akti5itas seksual akibat proses penuaan bila ditinjau dari pembagian tahapan seksual menurut Kaplan adalah berikut ini 8 !. :ase desire Dipengaruhi oleh penyakit, masalah hubungan dengan pasangan, harapan kultural, kesemasan akan kemampuan seks. &asrat pada lansia wanita mungkin menurun seiring makin lanjutnya usia, tetapi bias ber5ariasi. ?nter5al untuk meningkatkan hasrat seksual pada lansia pria meningkat serta testoteron menurun secara bertahap sejak usia 11 tahun akan mempengaruhi libido. -. :ase arousal

Lansia wanita

pembesaran payudara berkurang@ terjadi penurunan flushing, elastisitas dinding

5agina, lubrikasi 5agina dan peregangan otot+otot@ iritasi uretra dankandung kemih. Lansia pria 8 ereksi membutuhkan waktu lebih lama, dan kurang begitu kuat@ penurunan

produksi sperma sejak usia 03 tahun akibat penurunan testoteron@ ele5asitestis ke perineum lebih lambat. 6. Lansia wanita :ase orgasmic 8 tanggapan orgasme kurang intens disertai lebih sedikit konstraksi kemampuan

mendapatkan orgasme multipel berkurang. Lansia pria 8 kemampuan mengontrol ejakulasi membaik@ kekuatan dan jumlah konstraksi

otot berkurang@ 5olume ejakulat menurun. 0. :ase pasca orgasmic Mungkin terdapat periode refrakter dimana pembangkitan gairah sampai timbulnya faseorgasme berikutnya lebih sukar terjadi. Disfungsi seksual pada lansia tidak hanya disebabkan oleh perubahan fisiologik saja,terdapat banyak penyebab lainnya seperti8 !. *enyebab iatrogenic

(ingkah laku buruk beberapa klinisi, dokter, suster dan orang lain yang mungkin membuat adekuat konseling tentang efek prosedur operasi terhadap fungsi seksual. -. *enyebab biologik dan kasus medis

&ampir semua kondisi kronis melemahkan baik itu berhubungan langsung atau tidak dengan seks dan system reproduksi mungkin memacu disfungsi seksual psikogenik. Beberapa masalag umum yangs sering timbul dalam gangguan seksual pada lansia adalah sebagai berikut 8 a. 9angguan hasrat

b. c. d. e. f. g.

(ahap pemanasan .rgasme <asa nyeri %akit fisik .bat dan alkohol 9angguan yang tidak khusus Beberapa hal yang dapat menyebabkan masalah kehidupan seksual antara lain 8 !. ?nfark miokard

Mungkin mempunyai efek yang kecil pada fungsi seksual. Banyak pasien segan untuk terlibat dalam hubungan seksual karena takut menyebabkan infark. -. *asca stroke

Masalah seksual mungkin timbul setelah perawatan di rumah sakit karena pasien mengalami an>ietas akibat perubahan gambaran diri, hilangnya kapasitas, takut akan kehilangan cinta atau dukungan relasi serta pekerjaan atau rasa bersalah dan malu atassituasi. *ola seksual termasuk kuantitas dan kualitas akti5itas seksual sebelum stroke sangat penting untuk diketahui sebelum nasehat spesifik tentang akti5itas seksual ditawarkan. Karena sistem saraf otonomik jarang mengalami kerusakan pada stroke, maka responseksual mungkin tidak terpengaruh. Libido biasanya tidak terpengaruh secara langsung. Aika terjadi hemiplegi permanentmaka diperlukan penyesuaian pada akti5itas seksual. *erubahan penglihatan mungkin membatasi pengenalan orang atau benda+benda, dalam beberapa kasus, pasien dan pasangannya mungkin perlu belajar untuk menggunakan area yang tidak mengalamikerusakan. Kelemahan motorik dapat menimbulkan kesulitan mekanik, namun dapat diatasi dengan bantuan fisik atau

tehnik BbercintaC alternatif. Kehilangan kemampuan bicara mungkin memerlukan sistem non+ 5erbal untuk berkomunikasi. 6. Kanker

Masalah seksual tidak terbatas pada kanker yang mengenai organ+organ seksual. Baik operasi maupun pengobatan mengubah citra diri dan dapat menyebabkan disfungsi seksual kekuatan dan libido$ untuk sementara waktu saja, walaupun tidak ada kerusakan saraf. 0. Diabetes mellitus

Diabetes menyebabkan arteriosklerosis dan pada banyak kasus menyebabkan neuropatiautonomik. &al ini mungkin menyebabkan disfungsi ereksi dan disfungsi 5asokonstriksiyang memberikan kontribusi untuk terjadinya disfungsi seksual. 1. ,rthritis

Beberapa posisi bersenggama adalah menyakitkan dan kelemahan atau kontraktur fleksi mungkin mengganggu apabila distimulasi secara memadai. Nyeri dan kaku mungkin berkurang dengan pemanasan, latihan, analgetik sebelum akti5itas seksual. '. <okok dan alkohol

*engkonsumsian alkohol dan rokok tembakau mengurangi fungsi seksual, khususnya bilaterjadi kerusakan hepar yang akan mempengaruhi metabolisme testoteron. Merokok jugamungkin mengurangi 5asokongesti respon seksual dan mempengaruhi kemampuan untuk mengalami kenikmatan. 4. *enyakit paru obstruktif kronik

*ada penyakit paru obstruktif kronik, libido mungkin terpengaruh karena adanya kelelahan umum, kebutuhan pernafasan selama akti5itas seksual mungkin dapat menyebabkan dispnoe, yang mungkin dapat membahayakan jiwa.

#.

.bat+obatan

Beberapa obat+obatan dapat menyebabkan terjadinya disfungsi seksual, antara lain beberapa obat anti hipertensi, estrogen, anti psikotik, sedatif, dan lain+lain.

D.

Perubahan Seksualitas Pada Pria Lansia %eiring proses penuaan, kemampuan seksualitasi juga akan mengalami penurunan. Kemampuan untuk mempertahankan seks yang aktif sampai usia lanjut bergantung hanya pada beberapa faktor yaitu kesehatan fisik dan mental, dan eksistensi yang aktif serta pasangan yang menarik. *erubahan perilaku sekspada pria yang memasuki masa tua meliputi berkurangnya respon erotis terhadap orgasme, ejakulasi premature, dan sakit pada alat kelamin sewaktu masturbasi.

Beberapa perubahan masalah seksualitas yang terjadi pada pria lansia adalah 8 !. *roduksi testoteron menurun secara bertahap. *enurunan ini mungkin juga akan menurunkan hasrat dan kesejahteraan . (estis menjadi lebih kecil dan kurang produktif. (ubular testis akan menebal dan berdegenerasi. *erubahan ini akan menurunkan proses spermatogenesis, dengan penurunan jumlah sperma tetapi tidak mempengaruhi kemampuan untuk membuahi o5um. -. Kelenjar prostat biasanya membesar, di mana hipertrofi prostate jinak terjadi pada 13; pria diatas usia 03 tahun dan "3; pria diatas usia #3 tahun. Dan hipertrofi prostat jinak ini memerlukan terapi. 6. <espon seksual terutama fase penggairahan, menjadi lambat dan ereksi yang sempurna mungkin juga tertunda. Dle5asi testis dan 5asokongesti kantung skrotum berkurang, mengurangi

intensitas dan durasi tekanan pada otot sadar dan tak sadar serta ereksi mungkin kurang kaku dan bergantung pada sudut dibandingkan pada usia yang lebih muda. Dan juga dibutuhkan stimulasi alat kelamin secara langsung untuk menimbulkan respon. *endataran fase penggairahan akan berlanjut untuk periode yang lebih lama sebelum mencapai osrgasme dan biasanya pengeluaran pre+ejakulasi berkurang bahkan tidak terjadi. 0. :ase orgasme, lebih singkat dengan ejakulasi yang tanpa disadari. ?ntensitas sensasi orgasmemenjadi berkurang dan tekanan ejakulasi serta jumlah cairan sperma berkurang. Kebocoran cairan ejakulasi tanpa adanya sensasi ejakulasi yang kadang+kadang dirasakan pada lansia priadisebut sebagai ejakulasi dini atau prematur dan merupakan akibat dari kurangnya pengontrolanyang berhubungan dengan miotonia dan 5asokongesti, serta masa refrakter memanjang padalansia pria. Dreksi fisik frekuensinya berkurang termasuk selama tidur. 1. *enurunan tonus otot menyebabkan spasme pada organ genital eksternal yang tidak biasa. :rekuensi kontaksi sfingter ani selama orgasme menurun. '. Kemampuan ereksi kembali setelah ejakulasi semakin panjang, pada umumnya !sampai 0# jam setelah ejakulasi. ?ni berbeda pada orang muda yang hanya membutuhkan beberapa menit saja. 4. Dreksi pagi hari morning erection$ juga semakin jarang terjadi. hal ini tampaknya berhubungan dengan semakin menurunnya potensi seksual. .leh karena itu, jarang atau seringnya ereksi pada pagi hari dapat menjadi ukuran yang dapat dipercaya tentang potensiseksual pada seorang pria. *enelitian Kinsey, dkk menemukan bahwa frekuensi ereksi pagi rata+rata -,31 perminggu pada usia 6!+61 tahun dan hal ini menurun pada usia 43 tahun menjadi 3,13 perminggu. Meski demikian, berdasarkan penelitian, banyak golongan lansia tetap

menjalankan akti5itas seksual sampai usia yang cukup lanjut, dan akti5itas tersebut hanyadibatasi oleh status kesehatan.

%.

Perubahan Seksualitas &anita Lansia *erubahan+*erubahan :isiologis pada /anita berkaitan dengan bertambahnya usia 8

!. -. 6. 0. 1. '. 4.

*enurunan %ekresi estrogen setelah menopause &ilangnya kelenturan7elastisitas jaringan payudara =er5iks yang menyusut ukurannya Dinding 5agina atropi ukurannya memendek Berkurangnya pelumas 5agina Matinya steroid seks secara tidak ?angsung mempengaruhi akti5itas seks *erubahan BageingC meliputi penipisan bulu kemaluan, penyusutan bibir kemaluan, penipisan selaput lendir 5agina dan kelemahan utot perinael

F.

'a(batan Akti)itas Seksual Pada Usia Lanjut *ada usia lanjut terdapat berbagai hambatan untuk melakukan akti5itas seksual yang dapat dibagi menjadi hambatan eksternal yang datang dari lingkungan dan hambatan internal yang terutama berasal dari subyek lansianya sendiri. &ambatan eksternal biasanya berupa pandangan sosial ,yang mengaggap bahwa akti5itas sosial tidak layak. *ada lansia yang berada diinstitusi, misalnya di panti wreda hambatan terutama adalah karena peraturan dan ketiadaan pri5asi di institusi tersebut. &ambatan internal psikologik seringkali sulit dipisahkan secara jelas degan hambatan eksternal.

.bat+obatan yang sering diberikan pada penderita usia lanjut dengan patologi multipel juga sering menyebabkan berbagai gangguan fungsi seksual pada usia lanjut.

*. ". a.

Masalah Seksual Yan !erjadi Pada Lansia +(,otensi atau Disfun si %reksi Pada Pria Lansia Defenisi impotensi atau disfungsi ereksi pada pria lansia ?mpotensi atau Disfungsi Dreksi DD$ adalah ketidakmampuan secara konsisten untuk mencapai dan7 atau mempertahankan ereksi sedemikian rupa sehingga mencapai akti5itas seksual yang memuaskan Einik, !""#$. %ecara umum impotensia dibedakan menjadi impotensia coendi ketidakmampuan untuk melakukan hubungan seksual$, impotensia erigendi tidak mampu ber+ereksi$ dan impotensia generandi tidak mampu menghasilkan keturunan$. *re5alensi DD sekitar 1-; pada pria di antara 03+43 tahun dan bahkan lebih besar pada pria yang lebih tua. )ntuk timbul ereksi diperlukan adanya rangsangan yang bisa berasal dari rangsangan psikologik fantasi, bayangan erotik$, olfaktorik bau+bauan$ dan rangsangan sentuh atau rabaan. <angsangan tersebut melalui jalur kortiko+talamikus, limbik maupun talamo+retikularis dan sebaliknya kemudian akan diteruskan ke susunan saraf otonom parasimpatis$ akan menyebabkan 5asodilatasi korpus ka5ernosa penis. %etelah akti5itas seksual terjadi, saraf simpatis akan membantu terjadinya ejakulasi. Dari gambaran tersebut dapat disimpulkan bahwa proses ereksi menyangkut berbagai fungsi diantaranyasaraf, 5ascular, hormonal, psikologik dan kimiawi

b.

Dtiologi impotensi atau disfungsi ereksi pada pria lansia

%ecara garis besar DD dapat dibagi menjadi - bagian besar sebagai berikut8

!$

DD organik, sebagai akibat gangguan akibat gangguan endokrin, neurogenik,5askuler aterosklerosis atau fibrosis$. DD endokrinologik biasanya berupa sindroma ,D,M ,ndrogen Deficiencyin the ,ging Male$, yang merupakan hipogonadisme pada lansia. DD tipe ini disebabkan oleh gangguan testicular baik primer maupun sekunder. %elain itu juga dapat disebabkan oleh penyakit yang menyebabkan hiperprolaktinemia, hipertiroid, hipotiroid dan =ushingFs disease. DD neurogenik dapat disebabkan oleh gangguan jalur impuls terjadinya ereksi. Lesi dilobus temporalis sebagai akibat trauma atau multiple scelrosisstroke, gangguan atau rusaknya jalur asupan sensorik misalnya pada polineuropati diabetik, tabes dorsalis atau penyakit ganglia radiks dorsalis medulla spinalis, juga pada gangguan ner5us erigentes akibat pasca prostatektomi total atau operasi rektosigmoid. DD 5askuler merupakan DD yang paling sering pada lansia yang mungkin berhubungan erat dengan pre5alensi penyakit aterosklerosis yang tinggi pada lansia. 9angguan aliran darah arteri ke korpus ka5ernosus seperti bekuan darah, aterosklerosis atau hilangnya kelenturan dinding pembuluh darah dapat menyebabkan DD. %elain itu DD bisa terjadi pada penyakit Leriche, yaitu obstruksi di pangkal bifurkasio a. iliaka di daerah a.abdominalis. %erta penyakit *eyronie mengakibatkan pengisian darah tidak sempurna yang akan menyebabkan DD.

-$

DD psikogenik, sebelum ini selalu dikatakan sebagai penyebab utama DD, namun menurut penelitian hal ini tidak benar. Austru penyebab utama DD pada lansia gangguan organik, walaupun faktor psikogenik ikut memegang peranan. DD jenis ini yang berpotensi re5ersible potensial biasanya yang disebabkan oleh kecemasan, depresi, rasa bersalah, masalah perkawinan atau juga akibat dari rasa takut akan gagal dalam hubungan seksual. ,da pendapat yang mengatakan bahwa impotensi merupakan

akibat masturbasi yang dahulu atau karena terlalu sering ejakulasi atau sebaliknya karena terlalu lama menahan dan tidak disalurkan hasrat seks+nya itu. Namun penelitian membuktikan bahwa ejakulasi atau tidak ejakulasi dalam waktu yang lama tidak langsung mengganggu kesehatan. Masters dan Aohnson mengatakan bahwa ereksi dan ejakulasi tidak dapat dipelajari karena hal ini terjadi secara reflektoris. %elain yang telah disebutkan diatas, sekitar -1; DD disebabkan oleh obat+obatan terutama obat antihipertensi <eserpin, G blocker, guanethidin, antipsikotik, antidepresan, lithium, hipnotik sedati5e, dan hormon+hormon seperti estrogen dan progesteron.

c.

Diagnosa impotensia atau disfungsi ereksi pada pria lansia ,da kemungkinan para lansia yang mengalami disfungsi ereksi akan mencari

pertolongan pada dokter, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memberikan perasaan nyaman pada pasien dengan menjelaskan bahwa disfungsi ereksi merupakan hal biasa yang dialami oleh para lansia pria dan berusaha mencarikan solusi yang efektif hingga hal ini akan menenangkan diri pasien. %etiap pasien memiliki pri5asi, oleh karena itu perlu ditanyakan apakah pasien ingin mendiskusikan hal ini dengan atau tanpa pasangannya, namun cara yang terbaik bersama pasangan. Karena pandangan serta dukungan dari pasangan seksual mereka sangat berharga dan dapat mengembalikankepercayaan diri pasien untuk kembali memulai lagi fungsi seksualnya dan secara tidak langsung dapat membantu mengatasi masalah disfungsi ereksi.%elain dari segi psikologis perlu juga digali apakah disfungsi ereksi yang terjadi murni disfungsi ereksi psikogenik atau ada penyakit lain yang menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi. Bila terdapat penyakit atau kelainan yang mendasari terjadinya disfungsi ereksi maka perlu ditangani penyakit serta kelainan yang mendasarinya. *eninjauan terhadap obat+obatan yang selama ini dikonsumsi

oleh pasien juga perlu diperhatikan. %elain dari anamnesa perlu juga diadakan suatu pemeriksaan fisik untuk mengetahui ada tidaknya disfungsi ereksi8 !$ ,pakah ada tanda+tanda penyakit 5askuler, seperti arteri femoral dan perifer berkurang atau terdengar bruit. -$ 6$ ,dakah perubahan kulit, turgor menurun mengakibatkan kulit menjadi kurang elastis. ,dakah perubahan neuropati otonom simpatis dan parasimpatis$ seperti adanya reflek bulbo ka5ernosus dan kremaster. 0$ 1$ ,dakah gejala hipotensi ortostatik. ,dakah gejala neuropati perifer seperti DM, alkoholisme, kekurangan 5itamin B!, dan lain+lain. '$ *emeriksaan genitalia, adanya atrofi testis atau dan plak pada peyronieFs disease. *eyronieFs disease adalah keadaan dimana terjadi kelainan anatomis penis, berupa tumbuhnya jaringan ikat atau plak yang tidak biasa pada jaringan penis sehingga aliran darah dalam badan ka5ernosa penis terganggu untuk mencapai ereksi. 4$ #$ *emeriksaan rektal untuk melihat prostate. *emeriksaan laboratorium untuk diperlukan untuk menentukan adanya kondisi medis penyerta, faktor resiko 5askular atau endokrin yang abnormal. "$ *emeriksaan hormone testoteron dan prolaktin.

d. !$

(erapi impotensi atau disfungsi ereksi pada pria lansia *hosphodiesterase+1 *DD1$ inhibitor merupakan terapi pilihan utama untuk disfungsi

ereksi. .bat ini berpotensi untuk mendorong terjadinya ereksi karena menghambat *DD1.

Namun obat ini menjadi kontra indikasi pada pasien yang mendapat terapi nitrogliserin atau golongan nitrat lainnya karena menyebabkan tekanan darah turun drastis. -$ %alah satu obat yang sangat popular untuk mengatasi DD adalah sildenafil sitrat Eiagra$. .bat ini bekerja dengan mempertahankan 5asodilatasi corpora ka5ernosa, tetapi obat ini hanya bisa diberikan bila keadaan 5askuler penis masih intak. %eperti *DD1 obat ini juga menjadikontraindikasi pada pemakaian obat+obatan golongan nitrat karena dapat menyebabkanhipotensi bahkan syok Einik, !""#$ 6$ &<( hormon replacement therapy$ diindikasikan pada pria dengan hipogonadal. *engobatan yang aman dan efektif dengan injeksi intra muscular jangka panjang, namun transdermal testosteron gel. (estosteron oral sebaiknya dihidari karena kemungkinan toksik hepatik pada penggunaan jangka lama. %emua pria yang menggunakan terapi testosterone replacement perlu mendapatkan pemeriksaan rectal digital dan *%, test sedikitnya ! tahun sekali. *emberian testoteron dapat menyebabkan beberapa efek samping, antara lain 8 *ada laki 2 laki 8 testis mengecil, produksi sperma berkurang, pembesaran prostat

da wanita 0$

8 klitoris membesar, tumbuh rambut di bagian muka dan 5olume suara membesar =ara lain seperti alat 5akum maupun protesa. ,lat 5akum meningkatkan pembesaran penis dengan membuat keadaan 5akum yang menarik darah ke dalam penis. *rotesa pada penis mungkin membantu ketika cara lainti dak berhasil. *embedahan re5askularisasi penis relatif bersifat eksperimental dan belumada kesuksesan yang tinggi.

#. a.

Andro,ause Pada Pria Lansia Definisi ,ndropause pada pria lansia

,ndropause berasal dari kata B,ndro H kejantananC dan Bpause H istirahatC. ,ndropause dapat diartikan sebagai perubahan akibat proses menua pada sistem reproduksi pria mungkin di dalamnya termasuk perubahan pada jaringan testis, produksi sperma dan fungsi ereksi. ,da yang memberi istilah andropause sebagai klimakterium laki+laki yang berarti seorang laki+laki sedang berada pada tingkat kritis fase kehidupannya, dimana terjadi perubahan fisik, hormon, dan psikis serta penurunan akti5itas seksual. *erubahan+perubahan ini biasanya terjadi secara bertahap. (ingkah laku, stress psikologik alkohol, trauma, ataupun operasi, medikasi, kegemukan dan infeksi dapatmemberikan kontribusi pada onset terjadinya andropause ini. b. Dtiologi andropause pada pria lansia Mulai usia 63 tahun, kadar testosterone dalam tubuh menurun kurang lebih !3; setiap dekadenya. *ada saat yang sama %e> Biding &ormone 9lobulin %&B9$ meningkat. %&B9 ini akan menangkap banyak testosterone yang bersirkulasi dan membuat testosterone tidak tersedia untuk digunakan pada jaringan tubuh khususnya untuk terjadinya perilaku seksual yang normal dan terjadinya ereksi.

c.

9ejala dan efek yang ditimbulkan ,ndropause berhubungan erat dengan kadar testosterone yang rendah. Beberapa gejala yang timbul seperti 8

I I I I I

Depresi Kelelahan ?ritabilitas Libido menurun %akit dan nyeri

I I I I I d.

Berkeringat dan flushing *enurunan performa seksual atau disfungsi ereksi %ulit berkonsentrasi *elupa ?nsomnia (erapi (erapi yang dapat diberikan pada andropause yaitu dengan testosterone replacement therapy baik secara injeksi maupun oral.

-.

.li(akteriu( Pada &anita Lansia Klimakterium merupakan masa peralihan antara masa reproduksi dan masa senium. Berlangsung ' tahun sebelum menopouse dan berakhir '+4 tahun setelah menopause. (anda+tanda Klimakterium adalah8

a. b. c. d. e.

Menstruasi tidak lancar atau tidak teratur &aid banyak ataupun sangat sedikit %akit kepala terus menerus Berkeringat Neuralgia 9ejala *sikologis pada masa klimakterimum 8

a. b. c. d.

Kemurungan Mudah tersinggung7 mudah marah Mudah curiga ?nsomia

e. f. g. h.

(ertekan Kesepian (idak sabar (egang dan cemas %yndrome Menopouse pada masa klimakterimum 8

a. b. c. d. e. f. g.

Berhentinya menstruasi, makin jarang dan makin sedikit Mengalami atropi pada sistem reprosuksi *enampilana kewanitaan menurun Keadaan fisik kurang nyaman Kemerah+merahan pada leher, dahi, bagian atas dada, berkeringat, pusing dan iritasi *erubahan berat badan *erubahan kepribadian *erubahan Kejiwaan pada masa klimakterimum

a. b. c. d. e. f. g.

Merasa tua (idak menarik lagi <asa tertekan karena takut menjadi tua Mudah tersinggung Mudah kaget (akut tidak dapat memenuhi kebutuhan seksual suami <asa takut karena suami menyeleweng 9angguan psikologis pada masa klimakterium pada wanita lansia

a. I

Ketakutan Ketergantungan fisik dan ekonomi

I I I b. I I I I c. I I I I

%akit+sakitan yang kronis Kesepian Kebosanan karena tidak diperlukan *erubahan mental Kurang mampu belajar yang baru (erlalu berhati+hati dalam mengungkapkan alasan Berkurangnya kreatifitas Berkurangnya rasa humor 9angguan mental Kemarahan dan rasa tidak senang yang kuat Kecemasan yang tidak berobyektif %edih dan pesimis <asa sakit yang tidak berpenyebab

/. a.

Meno,ause Pada &anita Lansia Definisi Menopause Menopause merupakan masa yang pasti dihadapi dalam perjalanan hidup seorang perempuan dan suatu prose salami sejalan dengan bertambahnya usia. %eorang wanita yang sudah menopause akan mengalami berkentinya haid. :ase ini terjadi karena ia tidak lagi menghasilkan esterogen yang cukup untuk mempertahankan jaringan yang responsi5e dalam suatu cara yang fisiologi.

b.

Dtiologi menopause

,kibat dari kadar hormon esterogen, progerseteron dan hormon o5arium yang berkurang akan menyebabkan perubahan fisik, psikologis dan seksual yang menurun wanita pasca menopause &ackerJMoore, -33!$. %eseorang disebut menopause jika tidak lagi menstruasi selama !bulan atausatu tahun. Menopause umumnya terjadi ketika perempuan memasuki usia 0# hingga 1- tahun <achmawati, -33'$. Menurut ,ndra -334$, efek berkurangnya hormon estrogen mengakibatkan penipisan pada dinding 5agina, pembuluh darah kapiler di bawah permukaan kulit juga a kan terlihat. ,khirnya, karena epitel 5agina menjadi atrofi dan tidak adanya darah kapiler berakibat permukaan 5agina menjadi pucat. %elain itu, rugae+rugae kerut$ 5agina akan jauh berkurang yang mengakibatkan permukaannya menjadi licin, akibatnya sering sekali wanita mengeluhkan dispareunia nyeri sewaktu senggama$, sehingga malas berhubungan seksual. c. 9ajala dan efek menopause Menopause dianggap sebagai masyarakat sebagai awal dari kemunduran fungsi kewanitaan secara keseluruhan, bahkan ada yang menganggap menopause sebagai bencana di usia senja. Banyak perempuan menopause merasa menjadi tua, yang diasosiasikan dengan ketidakmenarikan dan kehilangan hasrat seksual <achmawati, -33'$. ,da empat kemungkinan mengapa para suami enggan berhubungan seksual lagi dengan istrinya yaitu tidak tertarik lagi, ada anggapan salah bahwa menopause berarti padamnya dorongan seksual, kesulitan berhubungan intim akibat perlendiran 5agina kurang, dan penolakan istri karena merasa sakit saat berhubungan *angkahila, !""#$. *erubahan yang terjadi pada organ tubuh wanita menopause disebabkan oleh bertambahnya usia dan juga faktor fisik, faktor psikis dapat mempengaruhi kehidupan mereka. 9ejala psikologis yang menonjol ketika menopause adalah mudah tersinggung, sukar tidur, tertekan, gugup, kesepian, tidak sabar, cemas,

depresi, dan merasa kehilangan daya tarik fisik dan seksual, sehingga ia takut ditinggalkan suaminya *urwoastuti, -33#$. d. !$ -$ 6$ 0$ )paya pencegahan tergadap keluhan7masalah menopause yang dapat dilakukan *emeriksaan alat kelamin *ap smear *erabaan payudara *enggunaan bahan makanan yang mengandung fito+estrogen seperti kedelai tahu, tempe, kecap$, papaya dan semanggi merah 1$ '$ *enggunaan bahan makanan sumber kalsium Menghindari makanan yang banyak mengandung lemak, kopi dan alkohol.

0.

Seniu( Pada &anita Lansia Kaitu masa sesudah pasca menopause. Ditandai dengan telah tercapainya keseimbangan baru dalam kehidupan wanita, sehingga tidak ada lagi gangguan 5egetati5e maupun psikis.

'.

U,a1a Men atasi Per(asalahan Seksual Pada Lansia )ntuk mengatasi beberapa gangguan baik fisik maupun psikis termasuk masalah seksual diperlukan penanganan yang serius dan terpadu. *roses penanganan ini memerlukan waktu yang cukup lama tergantung dari keluhan dan kerjasama antara pasien dengan konselor. Dari ketiga gangguan tersebut, masalah seksual merupakan masalah yang penangannya memerlukan kesabaran dan kehati+hatian, karena pada beberapa masyarakat ?ndonesia terutama masyarakat pedesaan membicarakan masalah seksual adalah masalah yang tabu.

Manajemen yang dilakukan tenaga kesehatan untuk mengatasi gangguan seksual pada lansia adalah sebagai berikut 8 !. ,namnesa <iwayat %eks. 9unakan bahasa yang saling menguntungkan dan memuaskan -. 6. 0. 1. 9unakan pertanyaan campuran antara terbuka dan teutup Mendapatkan gambaran yang akurat tentang apa yang sebenarnya salah )raikan dengan panjang lebar permasalahanya Dapatkan latar belakang medis mencakup daftar lengkap tentang obat obatan yang dikonsumsi oieh pasien. *emeriksaan sebaiknya dilakukan dihadapan pasangannya. ,namnese harus rinci, meliputi awitan, jenis maupun itensitas gangguan yang dirasakan. Auga anamneses tentang gangguan sistemik maupun organik yang dirasakan. *enelaahan tentang gangguan psikologik, kognitif harus dilakukan. Auga anamneses tentang obat+obatan. *emeriksaan fisik meliputi head to toe. *emeriksaan tambahan yang dilakukan meliputi keadaan jantungm hati, ginjal dan paru+ paru. %tatus endokrin dan metabolik meliputi keadaan gula darah, status giLi dan status hormonal tertentu. ,pabila keluhan mengenai disfungsi ereksi pada pria, pemeriksaan khas juga meliputi pemeriksaan dengan snap gauge atau nocturnal peniletumescence testing &adi+Martono, !""'$.

*ria Beberapa perubahan yang terjadi pada lansia pria adalah 8 a. *roduksi testoteron menurun secara bertahap. *enurunan ini mungkin juga akan menurunkan hasrat dan kesejahteraan . (estis menjadi lebih kecil dan kurang produktif . (ubular testis akan menebal dan berdegenerasi. *erubahan ini akan menurunkan proses spermatogenesis, dengan penurunan jumlah sperma tetapi tidak mempengaruhi kemampuan untuk membuahi o5um. b. Kelenjar prostat biasanya membesar. &ipertrofi prostate jinak terjadi pada 13; pria diatas usia 03 tahun dan "3; pria diatas usia #3 tahun. &ipertrofi prostat jinak ini memerlukan terapi lebih lanjut. c. <espon seksual terutama fase penggairahan desire$, menjadi lambat dan ereksi yang sempurna mungkin juga tertunda. Dle5asi testis dan 5asokongesti kantung skrotum berkurang, mengurangi intensitas dan durasi tekanan pada otot sadar dan tak sadar serta ereksi mungkin kurang kaku dan bergantung pada sudut dibandingkan pada usia yang lebih muda. Dan juga dibutuhkan stimulasi alat kelamin secara langsung untuk untuk menimbulkan respon. *endataran fase penggairahan akan berlanjut untuk periode yang lebih lama sebelum mencapai osrgasme dan biasanya pengeluaran pre+ ejakulasi berkurang bahkan tidak terjadi. d. :ase orgasme, lebih singkat dengan ejakulasi yang tanpa disadari.

?ntensitas sensasi orgasme menjadi berkurang dan tekanan ejakulasi serta jumlah cairan sperma berkurang. Kebocoran cairan ejakulasi tanpa adanya sensasi ejakulasi yang kadang+kadang dirasakan pada lansia pria disebut sebagai ejakulasi dini atau prematur dan merupakan akibat dari kurangnya pengontrolan yang berhubungan dengan miotonia dan 5asokongesti, serta masa

refrakter memanjang pada lansia pria. Dreksi fisik frekuensinya berkurang termasuk selama tidur. e. *enurunan tonus otot menyebabkan spasme pada organ genital eksterna yang tidak biasa. :rekuensi kontraksi sfingter ani selama orgasme menurun. f. Kemampuan ereksi kembali setelah ejakulasi semakin panjang, pada umumnya !- sampai 0# jam setelah ejakulasi. ?ni berbeda pada orang muda yang hanya membutuhkan beberapa menit saja. g. Dreksi pagi hari morning erection$ semakin jarang terjadi.

&al ini tampaknya berhubungan dengan semakin menurunnya potensi seksual. .leh karena itu, jarang atau seringnya ereksi pada pagi hari dapat menjadi ukuran yang dapat dipercaya tentang potensi seksual pada seorang pria. *enelitian Kinsey, dkk menemukan bahwa frekuensi ereksi pagi rata+rata -,31 perminggu pada usia 6!+61 tahun dan hal ini menurun pada usia 43 tahun menjadi 3,13 perminggu. Masalah+masalah seksual lain yang sering pula terjadi pada lansia pria diantaranya8 I I I Disfungsi Dreksi ?mpotensia$ Male &ypogonadism ,ndropause