Anda di halaman 1dari 40

Kerangka Hukum Digital Signature Dalam Electronic Commerce

Arrianto Mukti Wibowo, S.Kom (amwibowo@excite.com, amwibowo@caplin.cs.ui.ac.id) Fak. Ilmu Komputer UI Edmon Makarim, SH, S.Kom (emakarim@sisindosat.co.id) Fak. Hukum UI Hendra uri!tiawan (hendrayuristiawan@mailcity.com) " Fak. Hukum UI Mu#ammad Aulia (auliaadnan@usa.net) " Fak. Hukum UI Erwin Sundoro (krupuk@pacific.net.id) " Fak. Hukum UI $en% Helena " Fak. Hukum UI $eo Fara%tod% " Fak. Hukum UI &atri'ia (ab% K. " Fak. Hukum UI Juni 1999

Penelitian dilaksanakan dari Agustus 1998 sampai Juni 1999, didanai oleh Dewan Riset Nasional melalui Riset Unggulan Terpadu, Bat h !", #er$udul %Aplikasi Teknologi &ekuriti Digital%, tahun 1998'1999, (ang dilaksanakan oleh )rup Riset Digital &e urit( * +le troni ,ommer e, -akultas "lmu .omputer Uni/ersitas "ndonesia0 1akalah ini pernah dipresentasikan di hadapan 1as(arakat Telekomunikasi "ndonesia pada #ulan Juni 1999 di Pusat "lmu .omputer Uni/ersitas "ndonesia, Depok, Jawa Barat0

Daftar Isi
1. Pendahuluan * 1.1. E-Commerce (Perniagaan Elektronik) * 1.2. Digital Signature * 1.3. Pengertian Hukum Dan Pembidangannya * 2. Kerangka Kajian * 3. Aspek Hukum Publik/Pidana * 3.1. Subjek Hukum Pidana * 3.2. Pembidangan Hukum Pidana ndone!ia * 4. Aspek Hukum Perikatan * ".1. Certi#ication $ut%ority (C$) * 5. Aspek Kontrak Perdagangan Internasional * &.1. 'ontrak Perdagangan nterna!ional (!ecara umum) berda!arkan ()CS * *

&.2. 'ontrak berda!arkan ()C +,$- model la. on Electronic Commerce * &.3. *( DEC (*eneral (!age #or nternational Digitally En!ured Commerce) dari CC * &.". ()C +,$-/ Dra#t on Electronic Signature * &.&. Penegakan %ukum (en#orcement) bagi tran!ak!i interna!ional * . Aspek Hukum !entang Pembuktian "A#ara$ * 0.1. Pembuktian dalam Peradilan ( ndone!ia) * 0.2. Pembuktian di luar 1adan Peradilan !elain $lternati2e Di!3ute ,e!olution ($D,) * 0.3. $lat dan barang bukti * %. Aspek Asuransi &'(ommer#e * 4.1. Penda%uluan * 4.2. -a3angan $!uran!i * 4.3. Prin!i3-Prin!i3 Da!ar $!uran!i * 4.". ,e!iko !ebagai 5byek $!uran!i * 4.&. Perlunya 3erdagangan melalui nternet dia!uran!ikan * 4.0. 'edudukan $!uran!i 3erdagangan melalui nternet dalam '(HD * 4.4. Prin!i3-Prin!i3 dalam $!uran!i Perdagangan melalui nternet * 4.6. ,e!iko Perdagangan 7elalui nternet !ebagai obyek $!uran!i * 4.8. Pemba%a!an $!uran!i * ). Aspek Hukum Perlindungan Konsumen * 6.1. Pengertian 'on!umen * 6.2. Hak-Hak 'on!umen * 6.3. $!3ek Perlindungan kon!umen dalam Penggunaan Digital Signature * 6.". 'e!im3ulan * *. Keberlakuan Hukum Hak Atas Keka+aan Intelektual * 8.1. Paten * 8.2. Co3yrig%t! and )eig%bouring ,ig%t! * 8.3. +rademark * 1,. Kesimpulan *

1. Pendahuluan
&emakin kon/ergenn(a perkem#angan Teknologi "n2ormasi dan Telekomunikasi dewasa ini, telah mengaki#atkan semakin #eragamn(a pula aneka $asa3$asa 42eatures5 2asilitas telekomunikasi (ang ada, serta semakin anggihn(a produk3produk teknologi in2ormasi (ang mampu mengintegrasikan semua media in2ormasi0 Ditengah glo#alisasi komunikasi (ang semakin

terpadu 4glo#al ommuni ation network5 dengan semakin populern(a "nternet seakan telah mem#uat dunia semakin men iut 4shrinking the world5 dan semakin memudarkan #atas3#atas negara #erikut kedaulatan dan tatananan mas(arakatn(a0 "ronisn(a, dinamika mas(arakat "ndonesia (ang masih #aru tum#uh dan #erkem#ang se#agai mas(arakat industri dan mas(arakat "n2ormasi, seolah masih tampak prematur untuk mengiringi perkem#angan teknologi terse#ut0 Pola dinamika mas(arakat "ndonesia seakan masih #ergerak tak #eraturan ditengah keinginan untuk mere2ormasi semua #idang kehidupann(a ketim#ang suatu pemikiran (ang handal untuk merumuskan suatu ke#i$akan ataupun pengaturan (ang tepat untuk itu0 1eskipun mas(arakat telah #an(ak menggunakan produk3produk teknologi in2ormasi dan $asa telekomunikasi dalam kehidupann(a, namun #angsa "ndonesia se ara garis #esar masih mera#a3ra#a dalam men ari suatu ke#i$akan pu#lik dalam mem#angun suatu in2rastruktur (ang handal 4National "n2ormation "n2rastru ture5 dalam menghadapi in2rastruktur in2ormasi glo#al 4)lo#al "n2ormation "n2rastru ture50 .omputer se#agai alat #antu manusia dengan didukung perkem#angan teknologi in2ormasi telah mem#antu akses ke dalam $aringan $aringan pu#lik 4pu#li network5 dalam melakukan pemindahan data dan in2ormasi0 Dengan kemampuan komputer dan akses (ang semakin #erkem#ang maka transaksi perniagaan pun dilakukan di dalam $aringan komunikasi terse#ut0 Jaringan pu#lik mempun(ai keunggulan di#andingkan dengan $aringan pri/at dengan adan(a e2isiensi #ia(a dan waktu0 &esuai dengan !i)at *arin+an publik %an+ muda# untuk diak!e! ole# !etiap oran+ men$adikan hal ini se#agai kelema#an #agi $aringan itu0 1engenai hal ini akan di#ahas le#ih lan$ut dalam tulisan ini0

1.1 E-Commerce (Perniagaan Elektronik)


+le troni ,ommer e 4Perniagaan +lektronik5, se#agai #agian dari +le troni Business 4#isnis (ang dilakukan dengan menggunakan ele troni transmission, oleh para ahli dan pelaku #isnis di o#a dirumuskan de2inisin(a dari terminologi +3,ommer e 4Perniagaan +lektronik50 &e ara umum e3 ommer e dapat dide2inisikan se#agai segala #entuk transaksi perdagangan'perniagaan #arang atau $asa 4trade o2 goods and ser/i e5 dengan menggunakan media elektronik0 Jelas, selain dari (ang telah dise#utkan di atas, #ahwa kegiatan perniagaan terse#ut merupakan #agian dari kegiatan #isnis0 .esimpulan6 %e"'ommer'e i! a part o) e"bu!ine!!%0 1edia elektronik (ang di#i arakan di dalam tulisan ini untuk sementara han(a di2okuskan dalam hal penggunaan media internet, mengingat penggunaan media internet (ang saat ini paling populer digunakan oleh #an(ak orang, selain merupakan hal (ang #isa dikategorikan se#agai hal (ang sedang 7#ooming80 Perlu digaris#awahi, dengan adan(a perkem#angan teknologi di masa mendatang, ter#uka kemungkinan adan(a penggunaan media $aringan lain selain internet dalam e3 ommer e0 Jadi pemikiran kita $angan han(a terpaku pada penggunaan media internet #elaka0 Penggunaan internet dipilih oleh ke#an(akan orang sekarang ini karena kemudahan3kemudahan (ang dimiliki oleh $aringan internet6

1. "nternet se#agai $aringan pu#lik (ang sangat #esar 4huge'widespread network5, la(akn(a
(ang dimiliki suatu $aringan pu#lik elektronik, (aitu murah, epat dan kemudahan akses0

2. 1enggunakan ele troni data se#agai media pen(ampaian pesan'data sehingga dapat
dilakukan pengiriman dan penerimaan in2ormasi se ara mudah dan ringkas, #aik dalam #entuk data elektronik analog maupun digital0 Dari apa (ang telah diuraikan di atas, dengan kata lain9 di dalam e3 ommer e, para pihak (ang melakukan kegiatan perdagangan'perniagaan han(a #erhu#ungan melalui suatu $aringan pu#lik 4pu#li network5 (ang dalam perkem#angan terakhir menggunakan media internet0 Telah dikemukakan di #agian awal tulisan, #ahwa koneksi ke dalam $aringan internet se#agai $aringan pu#lik merupakan koneksi (ang tidak aman0 :al ini menim#ulkan konsekuensi #ahwa +3 ommer e (ang dilakukan dengan koneksi ke internet adalah merupakan #entuk transaksi #eresiko tinggi (ang dilakukan di media (ang tidak aman0

.elemahan (ang dimiliki oleh internet se#agai $aringan pu#lik (ang tidak aman ini telah dapat diminimalisasi dengan adan(a penerapan teknologi pen(andian in2ormasi 4,r(pthograph(50 +le troni data transmission dalam e3 ommer e disekuritisasi dengan melakukan proses enkripsi 4dengan rumus algoritma5 sehingga men$adi ipher'lo ked data (ang han(a #isa di#a a'di#uka dengan melakukan proses re/ersal (aitu proses dekripsi se#elumn(a telah #an(ak diterapkan dengan adan(a sistem sekuriti seperti &&;, -irewall, ds#0 Perlu diperhatikan #ahwa, kelemahan hakiki dari open network (ang telah dikemukakan terse#ut semestin(a dapat diantisipasi atau diminimalisasi dengan adan(a sistem pengamanan $aringan (ang $uga menggunakan kriptogra2i terhadap data dengan menggunakan sistem pengamanan dengan Digital &ignature0

1.2. Digital Signature


Digital &ignature adalah suatu sistem pengamanan (ang menggunakan publi' ke% 'r%pto+rap#% !%!tem, atau se ara umum pengertiann(a adalah 6 A data ,alue +enerated b% publi' ke% al+orit#m ba!ed on t#e 'ontent! o) a lo'k data and a pri,ate ke%, %ieldin+ !o indi,iduali-ed 'r%pto '#e'k!um0 Tu$uan dari suatu tandatangan dalam suatu dokumen adalah untuk memastikan otentisitas dari dokumen terse#ut0 &uatu digital signature se#enarn(a adalah #ukan suatu tanda tangan seperti (ang kita kenal selama ini, ia menggunakan ara (ang #er#eda untuk menandai suatu dokumen sehingga dokumen atau data sehingga ia tidak han(a mengidenti2ikasi dari pengirim, namuni ia $uga memastikan keutuhan dari dokumen terse#ut tidak #eru#ah selama proses transmisi0 &uatu digital signature didasarkan dari isi dari pesan itu sendiri0 Bedasarkan se$arahn(a, penggunaan digital signature #erawal dari penggunaan teknik kriptogra2i (ang digunakan untuk mengamankan in2ormasi (ang hendak ditransmisikan'disampaikan kepada orang (ang lain (ang sudah digunakan se$ak ratusan tahun (ang lalu0 Dalam suatu kriptogra2i suatu pesan dienkripsi 4en r(pt5 dengan menggunakan suatu kun i 4ke(50 :asil dari enkripsi ini adalah #erupa hiperte<t terse#ut kemudian ditransmisikan'diserahkan kepada tu$uan (ang dikehendakin(a0 ,hiperte<t terse#ut kemudian di#uka'didekripsi 4de r(pt5 dengan suatu kun i untuk mendapatkan in2ormasi (ang telah enkripsi terse#ut0 Terdapat dua ma am ara dalam melakukan enkripsi (aitu dengan menggunakan kriptogra2i simetris 4s(metri r(pthograph('se ret ke( r(pthograph(5 dan kriptogra2i simetris 4as(metri r(pthograph(5 (ang kemudian le#ih dikenal se#agai pu#li ke( r(pthograph(0 Se'ret ke% 'r%pt#o+ra)i atau (ang dikenal se#agai kriptogra2i simetris, menggunakan kun i (ang sama dalam melakukan enkripsi dan dekripsi terhadap suatu pesan 4message5, disini pengirim dan penerima menggunakan kun i (ang sama sehingga mereka harus men$aga kerahasian 4se ret5 terhadap ku i terse#ut0 &alah satu algoritma (ang terkenal dalam kriptogra2i simetris ini adalah Data +n r(ption standard 4D+&50

)am#ar 1 6 kriptogra2i simetris

Pu#li ke( r(pthograph(, atau dikenal $uga se#agai kriptogra2i simetris, menggunakan dua kun i 4ke(5 6 satu kun i digunakan untuk melakukan enkripsi terhadap suatu pesan 4messages5 dan kun i (ang lain digunakan untuk melakukan dekripsi terhadap pesan terse#ut0 .edua kun i terse#ut mempun(ai hu#ungan se ara matematis sehingga suatu pesan (ang dienkripsi dengan suatu kun i han(a dapat didekripsi dengan kun i pasangann(a0 &eorang pengguna mempun(ai dua #uah kun i, (aitu se#uah kun i pri/at 4pri/at ke(5 dan $uga se#uah kun i pu#lik 4pu#li ke(50 Pengguna 4user5 terse#ut kemudian mendistri#usikan'men(e#arluaskan kun i pu#lik milikn(a0 .arena terdapat hu#ungan antara kedua kunsi terse#ut, pengguna dan seseorang (ang menerima kun i pu#lik akan merasa (akin #ahwa suatu data (ang diteriman(a dan telah #erhasil didekripsi han(a dapat #erasal dari pengguna (ang mempun(ai kun i pri/at0 .epastian

'ke(akinan ini han(a ada selama kun i pri/at ini tidak diketahui oleh orang lain0 .edua kun i ini #erasal atau di iptakan sendiri oleh penggunan(a0 &alah satu algoritma (ang ter#aik (ang dikenal selama ini adalah R&A 4dinamakan sesuai dengan nama pen iptan(a Ri/est, &hamir, Adleman50

)am#ar = 6 kriptogra2i dengan menggunakan kun i pu#lik

Pada saat dua orang hendak saling #erkomunikasi atau saling #ertukar data'pesan se ara aman, mereka kemudian saling mengirimkan salah satu kun i (ang dipun(ain(a, (aitu kun i pu#likn(a0 &edangkan mereka men(impan kun i pri2at se#agai pasangan dari kun i pu#lik (ang didistri#usikann(a0 .arena data'pesan ini han(a dapat dienkripsi dan dekripsi dengan menggunakan kun i pasangann(a maka data ini dapat dapat ditransmisikan dengan aman melalui $aringan (ang relati2 tidak aman 4melalui internet50 ,ontoh dari penggunaan kriptogra2i ini adalah $ika Bo# hendak mentransmisikan suatu data'pesan rahasian kepada Ali e maka ia akan melakuakn enkripsi data terse#ut dengan menggunakan kun i pu#lik Ali e0 &elama Ali e (akin #ahwa tidak ada seorang pun (ang mengetahui kun i pri2atn(a, maka mereka dapat merasa (akin #ahwa (ang dapat mem#a a pesan terse#ut han(alah Ali e0 Dalam Digital signature suatu data'pesan akan dienkripsi dengan menggunakan kun i simetris (ang di iptakan se ara a ak 4randoml( generated s(mmetri ke(50 .un i ini kemudian akan dienkripsi dengan menggunakan kun i pu#lik dari alon penerima pesan0 :asil dari enkripsi ini kemudian dikenal'dise#ut se#agai %digital en/elope% (ang kemudian akan dikirimkan #ersama pesan'data (ang telah dienkripsi0 &etelah menerima digital en/elope penerima kemudian akan mem#uka'mendekripsi dengan menggunakkan kun i kun i pri2atn(a0 :asil (ang ia dapatkan dari dekripsi terse#ut adalah se#uah kun i simetris (ang dapat digunakann(a untuk mem#uka data'pesan terse#ut0 .om#inasi antara digital signature dengan message digest men(e#a#kan seorang pengguna dapat %menandatangani se ara digital% 4digitall( sign5 suatu data'pesan0 1aksud dari menandatangani se ara digital adalah mem#erikan suatu iri khas terhadap suatu pesan0 1essage digest adalah suatu #esaran 4/alue5 (ang #erasal dari suatu data'pesan (ang memiliki si2at (ang unik (ang menandai #ahwa pesan terse#ut mempun(ai suatu #esaran tertentu0 1essages digest di iptakan dengan melakukan enkripsi terhadap suatu data dengan menggunakan menggunakan kriptogra2i satu arah 4one wa( r(pthograph(5, (aitu suatu tehnik kriptogra2i (ang terhadapn(a tidak dapat dilakukan proses pem#alikan 4re/ersed50 Pada saat message digests dienkripsi dengan menggunakan kun i pri/at dari pengirim dan %ditam#ahkan% kepada data'pesan (ang asli maka hasil (ang didapat adalah digital signature dari pesan terse#ut0 Penerima dari digital signature akan dapat memper a(ai #ahwa data'pesan #enar #erasal pengirim0 Dan karena apa#ila terdapat peru#ahan suatu data'pesan akan men(e#a#kan akan meru#ah message digests dengan suatu ara (ang tidak dapat diprediksi 4in unpredi ti#le wa(5 maka penerima akan merasa (akin #ahwa data'pesan terse#ut tidak pernah diu#ah setelah message digest di iptakan0 &e#elum kedua #elah pihak 4pengirim'penerima5 hendak melakukan komunikasi diantaran(a dengan menggunakan kriptogra2i kun i pu#lik, masing3masing pihak harus merasa (akin akan ke#eraan mereka0 1ereka kemudian akan melakukan otenti2ikasi terhadap ke#eradaan masing3 masing pihak0 Agar mereka dapat melakukan otenti2ikasi terhadap ke#eradaan mereka masing3 msing maka mereka menun$uk pihak ketiga (ang akan mem#erikan otenti2ikasi terhadap kun i pu#lik mereka0 Pihak ketiga ini kita kenal se#agai ,erti2i ation Authorith(0 ,erti2i ation authorith( ini kemudian akan mem#erikan suatu serti2ikat 4 erti2i ate5 (ang #erisi identitas dari pengguna 4misaln(a Ali e5, serti2ikat ini ditandatangani se ara digital oleh ,erti2i ation authorit( terse#ut0 "si dari serti2ikat terse#ut selain identitas ia $uga #erisi kun i pu#lik dari pemilikn(a0

,ontoh dari penggunaan digital signature adalah se#agai #erikut, Ali e akan mem#uat message digest dari data'pesan (ang hendak ia kirimkan0 .emudian messages digest terse#ut dienkripsi dengan menggunakan kun i pri/at (ang ia pun(ai, hasil (ang didapat adalah digital signature dari adata terse#ut0 "a kemudian mentransmisikan data dan digital signature itu kepada Bo#0 Bo# pada saat menerima pesan itu akan melihat messages digest dari pesan dan kemudian ia akan mem#andingkan hasiln(a dengan hasil dari digital signature0 Apa#ila hasil (ang didapat dari keduann(a dalah sama maka Bo# akan merasa (akin #ahwa pesan (ang telah ditandatangani oleh Ali e dengan menggunakan kun i pri/atn(a adalah tidak pernah #eru#ah se$ak di#uat0 &elan$utn(a, diagram di#awah ini akan menun$ukan #agaimana suatu proses enkripsi #er$alan apa#ila Ali e ingin menandatangani suatu pesan dan mengirimkann(a kepada Bo#0

)am#ar > 6 en r(ption summar(

)am#ar > menun$ukan proses kriptogra2i (ang ter$adi dalam digital signature, langkah3langkah dalam melakukan enkripsi ini adalah se#agai #erikut6 No 1

Penjelasan
Ali e men$alankan 4runs5 data (ang hendak ia kirimkan, melalui algoritma satu arah 4one wa( algorithm5 sehingga ia mendapat suatu nilai 4/alue5 (ang unik dari data terse#ut0 Nilai ini dise#ut message digest0 Nilai adalah sema am sidik $ari #agi data terse#ut dan akan digunakan dalam proses (ang le#ih lan$ut untuk meneliti keutuhan 4integrit(5 dari data terse#ut0 Ali e kemudian melakukan enkripsi terhadap messages digest terse#ut dengan menggunakan kun i pri2atn(a sehingga ia akan mendapatkan digital signature dari data terse#ut0 .emudian, Ali e mem#uat 4generates5 suatu kun i simetris se ara a ak 4random5 dan menggunakan kun i itu melakukan enkripsi terhadap data (ang hendak ia kirimkan, tandatangan 4signature5 milikn(a, dan salinan dari serti2ikat digitaln(a (ang #erisi kun i pu#likn(a0 Untuk mendekripsi data terse#ut Bo# mem#utuhkan salinan dari kun i simetris terse#ut0

>

Ali e harus memiliki terle#ih dahulu serti2ikat milik Bo#, serti2ikat ini #erisi salinan 4 op(5 dari kun i pu#lik milik Bo#0 Untuk men$amin keamanan transmisi dari kun i simetris maka kunsi terse#ut dienkripsi dengan menggunakan kun i pu#lik milik Bo#0 .un i (ang telah dienkripsi (ang dikenal se#agai amplop digital 4digital en/elope5 akan dikirimkan #ersama3sama dengan data (ang telah dienkripsi0 Ali e kemudian akan mengirimkan data 4message5 terse#ut (ang #erisi data (ang telah dienkripsi dengan kun i simetris, tandatangan dan serti2ikat digital, serta kun i simetris (ang telah dienkripsi dengan kun i asimetris 4digital en/elope50 Bo# menerima pesan4messages5 dari Ali e terse#ut dan kemudian mendekripsi amplop digital dengan kun i pri2at (ang dipun(ain(a, ia kemudian akan mendapatkan kun i asimetris0 Bo# kemudian menggunakan kun i simetris terse#ut untuk mendekripsi data itu 4propert( des r(ption5, tandatangan Ali e, dan serti2ikat milikn(a0 "a kemudian mendekripsi digital signature milik Ali e dengan menggunakan kun i pu#lik milik Ali e, (ang didapat Bo# dari serti2ikat milik Ali e0 Dari dekripsi ini akan didapatkan message digest dari data terse#ut0 Bo# kemudian memproses 4run5 data itu dengan menggunakan algoritma satu arah (ang sama (ang digunakan Ali e untuk message digest0 Akhirn(a Bo# akan mem#andingkan antara message digest (ang didapatkann(a dari proses dekripsi diatas dengan message digest (ang didapatkan dari digital signature milik Ali e0 .alau hasil (ang didapat dari per#andingan itu adalah sama maka, Bo# dapat merasa (akin #ahwa data terse#ut tidak pernah dirusak 4altered5 selama proses transmisi dan data itu ditandatangani dengan menggunakan kun i pri/at milik Ali e0 .alau hasil dari per#andingan itu adalah tidak sama, maka data terse#ut pastilah telah diu#ah atau dipalsukan setelah ditandatangani0

B 8

9 1C

,atatan6 &uatu tanda tan+an di+ital (.i+ital Si+nature) akan men(e#a#kan data elektronik (ang dikirimkan melalui open network terse#ut men$adi ter$amin6

Authenticity (Ensured)
Dengan mem#erikan digital signature pada data elektronik (ang dikirimkan maka akan dapat ditun$ukkan darimana data elektronis terse#ut sesungguhn(a #erasal0 Ter$aminn(a integritas pesan terse#ut #isa ter$adi karena ke#eradaan dari Digital ,erti2i ate0 Digital ,erti2i ate diperoleh atas dasar aplikasi kepada ,er2i ation Authorit( oleh user'su#s ri#er0 digital erti2i ate #erisi in2ormasi mengenai pengguna antara lain6

1. identitas 2. kewenangan 3. kedudukan hukum 4. status dari user


Digital erti2i ate ini memiliki #er#agai tingkatan'le,el, tingkatan dari digital erti2i ate ini menentukan #erapa #esar kewenangan (ang dimiliki oleh pengguna 0 ontoh dari kewenangan ataau kwali2ikasi ini adalah apa#ila suatu perusahan hendak melakukan per#uatan hukum, maka

pihak (ang #erwenang mewakili perusahaan terse#ut adalah direksi 0 Jadi apa#ila suatu perusahaan hendak melakukan suatu per#uatan hukum maka Digital erti2i ate (ang dipergunakan adalah digital erti2i ate (ang dipun(ai oleh direksi perusahaan terse#ut0 Dengan ke#eradaan dari digital erti2i ate ini maka pihak ketiga (ang #erhu#ungan dengan pemegang digital erti2i ate terse#ut dapat merasa (akin #ahwa suatu pesan'massages adalah #enar #erasal dari useer terse#ut0

Integrity
"ntegritas'inte+rit% #erhu#ungan dengan masalah keutuhan dari suatu data (ang dikirimkan0 &eorang penerima pesan'data dapat merasa (akin apakah pesan (ang diteriman(a sama dengan pesan (ang dikirimkan0 "a dapat merasa (akin #ahwa data terse#ut pernah dimodi2ikasi atau diu#ah selama proses pengiriman atau pen(impanan0 Penggunaan digital signature (ang diaplikasikan pada pesan'data elektronik (ang dikirimkan dapat men$amin #ahwa pesan'data elektronik terse#ut tidak mengalami suatu peru#ahan atau modi2ikasi oleh pihak (ang tidak #erwenang0 Jaminan authenti it( ini dapat dilihat dari adan(a hash 2un tion dalam sistem digital signature, dimana penerima data 4re ipient5 dapat melakukan pem#andingan hash /alue0 Apa#ila hash /alue3n(a sama dan sesuai, maka data terse#ut #enar3 #enar otentik, tidak pernah ter$adi suatu tindakan (ang si2atn(a meru#ah 4modi2(5 dari data terse#ut pada saat proses pengiriman, sehingga ter$amin authenti it(3n(a0 &e#alikn(a apa#ila hash /alue3n(a #er#eda, maka patut di urigai dan langsung dapat disimpulkan #ahwa re ipient menerima data (ang telah dimodi2ikasi0

Non-Repudiation (Tidak dapat disangkal keberadaannya)


Non repudiation' tidak dapat disangkaln(a ke#eradaan suatu pesan #erhu#ungan dengan orang (ang mengirimkan pesan terse#ut0 Pengirim pesan tidak dapat men(angkal #ahwa ia telah mengirimkan suatu pesan apa#ila ia sudah mengirimkan suatu pesan0 "a $uga tidak dapat men(angkal isi dari suatu pesan #e#eda dengan apa (ang ia kirimkan apa#ila ia telah mengirim pesan terse#ut0 Non repudiation adalah hal (ang sangat penting #agi e3 ommer e apa#ila suatu transaksi dilakukan melalui suatu $aringan internet, kontrak elektronik 4ele troni ontra ts5, ataupun transaksi pem#a(aran0 Non repudiation ini tim#ul dari ke#eradaan digital signature (ang menggunakan enkripsi asimetris 4as(mmetri en r(ption50 +nkripsi asimetris ini meli#atkan ke#eradaan dari kun i pri2at dan kun i pu#lik0 &uatu pesan (ang telah dienkripsi dengan menggunakan kun i pri2at maka ia han(a dapat di#uka'dekripsi dengan menggunakan kun i pu#lik dari pengirim0 Jadi apa#ila terdapat suatu pesan (ang telah dienkripsi oleh pengirim dengan menggunakan kun i pri2atn(a maka ia tidak dapat men(angkal ke#eradaan pesan terse#ut karena ter#ukti #ahwa pesan terse#ut dapat didekripsi dengan kun i pu#lik pengirim0 .eutuhan dari pesan terse#ut dapat dilihat dari ke#eradaan hash 2un tion dari pesan terse#ut, dengan atatan #ahwa data (ang telah di3sign akan dimasukkan kedalam digital en/elope

Con identiality
Pesan dalam #entuk data elektronik (ang dikirimkan terse#ut #ersi2at rahasia' on2idential, sehingga tidak semua orang dapat mengetahui isi data elektronik (ang telah di3sign dan dimasukkan dalam digital en/elope0 .e#eradaan digital en/elope (ang termasuk #agian (ang integral dari digital signature men(e#a#kan suatu pesan (ang telah dienkripsi han(a dapat di#uka oleh orang (ang #erhak0 Tingkat kerahasiaan dari suatu pesan (ang telah dienkripsi ini, tergantung dari pan$ang kun i'ke( (ang dipakai untuk melakukan enkripsi0 Pada saat ini standar pan$ang kun i (ang digunakan adalah se#esar 1=8 #it0 Pengamanan data dalam e3 ommer e dengan metode kriptogra2i melalui skema digital signature terse#ut se ara teknis sudah dapat diterima dan diterapkan, namun apa#ila kita #ahas dari sudut pandang ilmu hukum tern(ata masih kurang mendapatkan perhatian0 .urangn(a perhatian dari ilmu hukum dapat dimengerti karena, khususn(a di "ndonesia, penggunaan komputer se#agai alat komunikasi melalui $aringan internet #aru dikenal semen$ak tahun 199?0 Dengan demikian

pengamanan $aringan internet dengan metode digital signature di "ndonesia tentu masih merupakan hal (ang #aru #agi kalangan pengguna komputer0

1.3. Pengertian Hukum Dan Pembidangannya


Dalaupun hukum mempun(a de2inisi (ang sangat luas, namun tampakn(a semua orang dengan mudahn(a mengatakan #ahwa hukum adalah suatu peraturan perundang3undangan, sehingga $ika #elum ada undang3undang tentang sesuatu hal maka dikatakan #elum ada hukumn(a0 Pemahaman seperti ini se#enarn(a adalah tidak tepat, mengingat #ahwa hukum #erasal dari norma3norma (ang telah ada dan #erlaku dimas(arakat, sehingga tidak dapat dikatakan terhadap setiap sesuatu hal (ang #aru (ang #elum ada undang3undangn(a dikatakan #elum ada hukumn(a0 "ronisn(a, peranan hukum se#agai alat pem#aharuan mas(arakat seringkali terkesan masih linear pendekatann(a sehingga seakan masih terlam#at dalam mengakomodir perkem#angan kon/ergensi teknologi in2ormasi dan telekomunikasi0 Pem#enahan sistematika hukum nasional ditengah arus re2ormasi sekarang ini diharapkan dapat le#ih #ersi2at multi disipliner, demikian pula haln(a dengan para teknolog dan para ekonom diharapkan tidak lagi terlalu hau/inisme dalam mem#angun negara ini0 .onsistensi untuk melakukan pendekatan !o'io"te'#ni'al" bu!ine!! per!pe'ti,e se ara konsekuen tentun(a akan le#ih mensinergiskan semua 2aktor32aktor (ang ada dalam mewu$udkan tatanan in2rastruktur in2ormasi (ang #aik dimasa depan0 &ementara itu, se ara garis #esar diketahui #ahwa dengan melihat 6 4i5 Pri#adi (ang melakukan hu#ungan hukum9 4ii5 Tu$uan hukum ,dan9 4iii5 .epentingan3kepentingan (ang diatur, maka dikenal dua pem#idangan hukum #esar, (aitu9

1. :ukum pu#lik dan9 2. :ukum pri/at'perdata0


Pengertian dari keduan(a menurut !an Apeldoorn adalah6 %:ukum pu#lik mengatur kepentingan umum sedangkan hukum perdata mengatur kepentingan khusus%9 atau dengan kata lain6 %:ukum pu#lik itu dihu#ungkan dengan aturan dimana terdapat unsur ampur tangan penguasa, sedangkan hukum pri/at #erisikan hu#ungan pri#adi%0 a0 :ukum Pri/at :ukum pri/at adalah hukum (ang mengatur tentang hal3hal (ang #erisikan hu#ungan pri#adi antara pihak3pihak (ang terli#at dalam per#uatan hukum0 #0 :ukum Pu#lik :ukum pu#lik itu dihu#ungkan dengan aturan dimana terdapat unsur ampur tangan penguasa atau pemerintah, atau dengan kata lain mengatur hu#ungan antara mas(arakat'penguasa'pu#lik dengan pelaku per#uatan hukum0 Dengan tetap #erdasarkan pada kedua pem#idangan ruang lingkup hukum terse#ut, $uga dikenal #e#erapa pem#idangan hukum (ang mengka$i dan mengatur sesuatu permasalahan se ara le#ih spesi2ik, se#agai ontoh 6 :ukum tentang :ak 1ilik "ntelektual 4"ntele tual Propert( Rights5, :ukum Asuransi, :ukum Perlindungan .onsumen masih #an(ak lagi #idang hukum lainn(a0 Be#erapa #idang hukum terse#ut akan melakukan pem#ahasan dan pengka$ian terhadap penerapan Digital &ignature se#agai suatu metode sekuritisasi $aringan internet0 Pem#ahasan serta pengka$ian dilakukan dengan sudut pandang dari masing3masing #idang hukum terse#ut0

2. Kerangka Kajian

3.

s!ek Hukum Pu"lik#Pidana

3.1 Subjek Hukum Pidana


.ita# Undang3undang :ukum Pidana mengenal su#$ek hukum (aitu orang 4Pri#adi .odrati50 Tim#ul pemahaman #aru mengenai su#$ek hukum pidana ini (ang diawali dengan pemikiran terhadap suatu perkumpulan orang (ang melakukan kegiatan hukum0 &u#$ek hukum ini dikenal se#agai Badan :ukum 4Pri#adi :ukum5, sehingga dengan demikian mun ul permasalahan apakah #isa suatu #adan hukum dia$ukan se#agai pelaku tindak pidana E Pandangan hukum pidana (ang tidak menghendaki #ahwa #adan hukum dapat men$adi su#$ek hukum pidana tidak lagi digunakan0 Pada Undang3undang tentang .egiatan &u#/ersi2 4UU0No011'PNP&'Tahun 19A>5 #adan hukum dapat di$adikan se#agai su#$ek hukum pidana0 Akan tetapi dalam hal menerima sanksi pidana, sanksi pidana (ang dapat di$atuhkan padan(a han(a #erupa denda sedangkan #ila terdapat $uga sanksi kurungan atau pen$ara maka (ang meneriman(a adalah orang (ang men$adi pengurus (ang mewakili #adan hukum terse#ut dalam #ertindak hukum0

3.2. Pembidangan Hukum Pidana ndone!ia


:ukum pidana "ndonesia di#agi men$adi = #idang (aitu 6 a0 :ukum Pidana 1ateriil :ukum pidana materiil #erisi tentang ketentuan3ketentuan pidana #erupa sanksi3 sanksi pidanan(a0 #0 :ukum Pidana -ormil':ukum A ara Pidana :ukum pidana 2ormil merupakan ketentuan3ketentuan #agaimana pelaksanaan proses pemeriksaan terhadap suatu tindak pidana0 Proses itu dimulai dari Pen(elidikan, Pen(idikan dan Pemeriksaan di Pengadilan0

!"#"a" $%&%' PI(ANA 'ATERII)


"uang #ingku$ Peri!ti%a Pidana Dalam pem#ahasan penerapan hukum pidana dikaitkan dengan penggunaan Digital &ignature perlu untuk diketahui terle#ih dahulu #ahwa di dalam doktrin hukum pidana "ndonesia, untuk dapat digolongkan se#agai suatu per#uatan pidana maka suatu per#uatan itu haruslah masuk ke dalam ruanglingkup pidana0 :ukum pidana materiil mempun(ai ruang lingkup pada apa (ang dise#ut PERI*TI+A PI(ANA (,*TRA-.AAR$EI(,)0 Peristiwa Pidana ini mempun(ai unsur3 unsur, se#agai #erikut6 10 &ikap tindak atau perikelakuan manusia0 Peristiwa pidana merupakan suatu sikap tindak atau perikelakuan manusia0 :al ini dikaitkan dengan pengertian #ahwa (ang men$adi su#$ek hukum pidana adalah manusia se#agai pri#adi kodrati0 =0 1asuk lingkup laku perumusan kaedah hukum pidana, (ang dikaitkan dengan A!a! $e+alita! 4Pasal 1 a(at 1 .ita# Undang3Undang :ukum Pidana 4.U:P55 (ang pengertiann(a 6 %Tiada suatu per#uatan (ang dapat dipidana selain telah ada kekuatan ketentuan perundang3 undangan pidana (ang mendahuluin(a%0 >0 1elanggar hukum9 ke uali #ila ada dasar pem#enar0 ?0 Didasarkan pada kesalahan9 ke uali #ila ada dasar peniadaan kesalahan0 &!a! #egalita! (Pa!al 1 ayat 1 'itab (ndang-(ndang Hukum Pidana) Asas legalitas ter antum di dalam Pasal 1 a(at 1 .U:P (ang dirumuskan dalam #ahasa latin #er#un(i 6 )*ullum delictum nulla $oena !ine $rae+ia legi $oenali), #ila diartikan ke dalam #ahasa "ndonesia adalah 6 ),idak ada delik- tidak ada $idana tan$a ketentuan $idana yang menda.uluiya), atau dengan kalimat sederhana 6 ),iada !uatu $erbuatan yang da$at di$idana !elain tela. ada kekuatan ketentuan $erundang-undangan $idana yang menda.uluinya). Dengan demikian kita tidak dapat men$atuhkan suatu pidana terhadap suatu per#uatan (ang #elum ditetapkan suatu peraturan perundang3undangan se#agai suatu tindak pidana0 Fleh karena kegiatan komunikasi dan transaksi dengan media internet di "ndonesia masih merupakan hal (ang #aru dan #elum diatur se ara khusus dalam suatu peraturan perundang3undangan tentang hal ini maka hal ini dapat menim#ulkan keraguan di dalam penggunaann(a0 Akan tetapi untuk adan(a kepastian hukum dan perlindungan hukum pada penggunaan digital signature ini maka dapat dilakukan suatu u!a#a Interpreta!i Ek!tenti) (ang merupakan pemikiran se ara meluas serta ter#atas dari peraturan perundang3undang (ang #erlaku positi2 (ang dapat dikaitkan dengan penggunaan digital signature serta u!a.a analogi terhadap hukum positi2 (ang ada untuk digunakan norma3norma hukumn(a #agi penerapan digital signature0 Usaha interpretasi ekstenti2 (ang dilakukan tidak han(a se#atas pada peraturan3peraturan (ang ada di dalam .ita# Undang3undang :ukum Pidana sa$a akan tetapi $uga terhadap hukum3hukum positi2 (ang #erlaku di "ndonesia (ang mempun(ai aspek pidana0 Adapun mengenai ontoh3 ontoh terhadap "nterpretasi +kstenti2 dalam hukum pidana, antara lain adalah se#agai #erikut 6 10 Data komputer se#agai #arang "nterpretasi ekstenti2 ini #erawal dari pena2siran ektensi2 dari kasus pen urian listrik dimana ada pendapat #ahwa tenaga listrik adalah #arang dengan alasan 6 a0 ;istrik itu tidak dapat dipisahkan se ara sendiri3sendiri0 #0 +nergi listrik dapat diangkut dan dikumpulkan0 0 +nergi listrik mempun(ai nilai karena untuk mem#angkitkan energi listrik memerlukan #ia(a dan usaha dan dapat dipakai sendiri maupun dapat dipakai orang lain0

Fleh karena itu data komputer (ang dapat $uga dikuasai, dapat dialihkan, dapat digandakan dan mempun(ai harga'nilai se ara hu#ungan ekonomi sehingga dapat pula dipandang se#agai #enda'#arang0 =0 &URAT 4Dari pasal =A> .U:P tentang mem#uat surat palsu dan memalsukan surat5

a. &egala surat #aik (ang ditulis dengan tangan, di etak maupun ditulis memakai
mesin ketik dan lain3lainn(a0

b. &urat (ang dipalsu itu harus suatu surat (ang6 o o o o


dapat menim#ulkan suatu per$an$ian0 dapat mener#itkan suatu pem#e#asan utang0 dapat mener#itkan suatu hak0 suatu surat (ang #oleh dipergunakan se#agai suatu keterangan #agi sesuatu per#uatan atau peristiwa0

Dengan pena2siran (ang diperluas dari pengertian (ang ada dalam pasal3pasal terse#ut, maka serti2ikat digital (ang diter#itkan oleh ,0A dapat digolongkan ke dalam pengertian surat se#agaimana terse#ut di atas0 /atatan0 1emalsu tanda tangan masuk ke dalam pengertian memalsu surat dalam pasal =A> .U:P ini, sehingga #ila suatu hari nanti tanda tangan digital dapat dipalsukan maka pasal ini dapat dipergunakan untuk melakukan penuntutan0 Si/at 0ela%an Hukum &i2at melawan hukum ini perlu mendapatkan perhatian karena dalam kehidupan sehari3hari terdapat per#uatan3pr#uatan (ang se#enarn(a adalah melawan hukum tetapi tidak mendapatkan sanksi, se#agai ontoh penahanan oleh pihak kepolisian (ang pada hakekatn(a adalah perampasan kemerdekaan orang lain0 &elain itu perlu dilakukan pem#ahasan dalam hal ini #erkaitan dengan asas legalitas serta kewa$i#an hakim untuk tidak menolak suatu perkara dengan alasan #elum ada hukumn(a terutama #agi penerapan digital signature (ang #elum mempun(a hukum (ang se ara khusus mengaturn(a0 Untuk itu perlu adan(a suatu persamaan persepsi tentang si2at melawan hukum #agi penerapan digital signature0 1elawan hukum se ara doktriner diartikan se#agai suatu per#uatan (ang dilakukan dengan melanggar .ukum tertuli! 4&e#agai ontoh Undang3undang5 dan .ukum tidak tertuli! 4&e#agai ontoh :ukum adat5,tanpa adan(a dasar pem#enar (ang dapat meniadakan sanksi terhadap per#uatan pidana terse#ut0 &ehingga dengan demikian tepat kiran(a diadakan usaha interpretasi ekstensti2 di dalam hal untuk mengantisipasi tidak adan(a hukum #agi per#uatan3 per#uatan pidana dalam penerapan digital signature0 ,eori #ocu! Delicti (,eori tentang ,em$at ,erjadinya Perbuatan Pidana) :ukum pidana materiil mengenal adan(a teori ;o us Deli ti (ang terdiri dari #e#erapa teori pendukung0 Teori ;o us Deli ti ini dipergunakan untuk hal3hal se#agai #erikut 10 1enentukan #erlakun(a undang3undang pidana nasional #agi per#uatan pidana terse#ut0 =0 1enentukan kompetensi relati2 4.ewenangan untuk mengadili5 #agi hakim (ang mengadili perkara ini0 Teori3teori pendukung Teori ;o us Deli ti 6 10 Teori Per#uatan 1ateriil0 1enurut teori ini (ang men$adi ;o us Deli ti 4tempat ter$adin(a per#uatan pidana5 adalah tempat di mana pelaku melakukan perbuatan (ang dapat menim#ulkan per#uatan pidana (ang #ersangkutan0 =0 Teori Alat Gang Dipergunakan

Teori ini men(atakan #ahwa (ang men$adi lo us deli ti adalah tempat dimana alat (ang dipergunakan untuk melakukan per#uatan pidana itu #erada0 >0 Teori Aki#at0 1enurut teori ini (ang men$adi lo us deli ti adalah tempat keberadaan akibat dari per#uatan pidana itu0 "lustrasi "ma$iner mengenai Teori ;o us Deli ti 6 1r0H (ang #erada di &ura#a(a menga$ukan permohonan pener#itan serti2ikat digital kepada ,0A0 lokal "ndonesia (ang #erada di Jakarta &elatan0 Tern(ata untuk memperoleh serti2ikat digital itu dia mem#erikan keterangan (ang tidak #enar (ang dikirimkan melalui komputer (ang dimilikin(a di &ura#a(a0 ,0A lokal "ndonesia mengetahuin(a dan melaporkann(a kepada polisi se#agai tindak pidana penipuan, apa#ila kasus terse#ut sampai di pengadilan, pengadilan manakah (ang #erwenang untuk mengadilin(a E / .erdasarkan Teori Perbuatan 'ateriil Pengadilan Negeri (ang #erwenang untuk memeriksa dan mengadilin(a adalah Pengadilan Negeri &ura#a(a karena 1r0H melakukan per#uatann(a di dalam daerah Jurisdiksi Pengadilan Negeri &ura#a(a0 / .erdasarkan Teori Alat yang (ipergunakan Pengadilan Negeri &ura#a(a adalah (ang #erwenang untuk memeriksa dan mengadili karena alat (ang digunakan #erada di daerah $urisdiksi Pengadilan Negeri &ura#a(a0 / .erdasarkan Teori Akibat Pengadilan Negeri Jakarta &elatan (ang #erwenang untuk memeriksa dan mengadili, karena aki#at dari per#uatan terse#ut (aitu keterangan (ang tidak #enar mempun(ai aki#at di Jakarta &elatan0

Passi0e Attack and Acti0e Attack


Per#uatan3per#uatan hukum di dalam #idang digital signature algorithms (ang dapat digolongkan ke dalam ruang lingkup hukum pidana, karena adan(a kepentingan pu#lik (ang disentuh, terdiri dari6 &erangan terhadap algoritma kriptogra2i (ang digunakan di dalam protokol0 &erangan terhadap teknik kriptogra2i (ang digunakan untuk mengimplementasikan algoritma dan kriptogra2i0 &erangan terhadap protokol itu sendiri0 Permasalahan (ang sering men$adi pem#ahasan adalah serangan terhadap protokol0 Pada umumn(a, serangan terhadap protokol ini dapat di#agi men$adi dua $enis, (aitu 6 10 &erangan Pasi2 4Passi/e Atta k50 Dise#ut se#agai serangan pasi2 karena serangan terse#ut tidak #erdampak pada protokol (ang diserang0 =0 &erangan Akti2 4A ti/e Atta k50 &erangan (ang dilakukan #erdampak pada protokol (ang diserang0 &erangan akti2 terse#ut dapat #erupa 6 Pen(erang #erpura3pura men$adi orang lain 4misaln(a 6 seolah3olah men$adi orang (ang #erwenang di dalam protokol itu50 1en(isipkan in2ormasi (ang #aru ke dalam protokol0 1enghilangkan'menghapus data (ang ada di dalam protokol0 1engu#ah in2ormasi (ang ada0

1enginterupsi komunikasi (ang terselenggara0 Terhadap serangan akti2, penuntutann(a se#agai suatu per#uatan pidana relati2 tidak sesulit penuntutan terhadap serangan pasi2 se#agai suatu per#uatan pidana0 :al ini dise#a#kan pada serangan akti2 #e#an kekuatan pem#uktian dapat dilihat pada adan(a kerusakan atau adan(a peru#ahan terhadap protokol pem#entuk'pen3generate dari digital signature0 Peradilan pidana (ang dilakukan dengan adan(a alat #ukti dan #arang #ukti di#e#ankan pada upa(a untuk mem#uktikan #ahwa #enar3#enar per#uatan pidana terse#ut dilakukan oleh tersangka0 &erangan pasi2 (ang si2atn(a tidak men(e#a#kan kerusakan terhadap protokol, agak sulit untuk din(atakan se#agai suatu per#uatan pidana0 Pada serangan pasi2 ini #oleh dikatakan tidak terdapat suatu kerugian se ara teknis pada protokol (ang diaki#atkan serangan ini0 &alah satu kegiatan (ang dapat digolongkan se#agai serangan pasi2 adalah pengamatan'pen(adapan 4ea/esdropping5 terhadap protokol (ang mengenerate atau (ang men$adi tempat terlaksanan(a digital signature, dari kegiatan pengamatan itu ea/esdropper memperoleh keuntungan3 keuntungan #erupa in2ormasi'data (ang melalui protokol itu0 Tidak ada sesuatu hal (ang #eru#ah dalam protokol itu dan $uga se ara materi'2inansial tidak ada suatu kerugian, dari sudut pandang hukum apa#ila pengamatan itu han(a #erupa pengamatan sa$a hal terse#ut tidak dapat dikategorikan se#agai suatu per#uatan pidana0 Akan tetapi dari sudut pandang ilmu kriptogra2i hal terse#ut dianggap se#agai suatu gangguan0 Fleh karena itu ilmu hukum memperluas pengka$iann(a dengan memasukkan adan(a in2ormasi'keuntungan'ad/antage (ang didapat oleh ea/esdropper se ara illegal atau melawan hukum, penulis mengkategorikan se#agai melawan hukum dengan alasan #ahwa pelaku %men(entuh% protokol itu dengan tidak melalui prosedur #agi protokol terse#ut, (ang memungkinkan per#uatan itu digolongkan se#agai suatu per#uatan pidana0 Akan men$adi permasalahan #ila pelaku han(a melakukan pengamatan sa$a sama haln(a dengan seseorang (ang mengamati suatu lukisan tanpa men(entuhn(a0 Dari sudut pandang ilmu kriptogra2i pengamatan ini $uga digolongkan se#agai suatu serangan pasi20 &ehingga untuk mem#erikan perlindungan hukum terhadap protokol dari serangan sema am ini, terhadap serangan ini dapat kita lakukan usaha interpretasi ekstenti2 dari pengertian pen(adapan0 Pada dra2t RUU tentang Telekomunikasi pada pasal ?C (ang mengatur tentang kewa$i#an #agi pen(elenggara telekomunikasi untuk men$aga in2ormasi (ang dikirim serta diterima melalui $aringan in2ormasi (ang diselelnggarakann(a0 &elain itu pada pasal ?1 diatur mengenai larangan melakukan kegiatan pen(adapan dan pen(e#ar luasan in2ormasi (ang diperoleh0 Peraturan terse#ut dike ualikan #agi kepentingan pen(idikan serta #agi kepentingan pertahanan dan keamanan negara0 Perusakan dan pe1alsuan terhadap digital signature" Digital signature se#agai suatu metode sekuritisasi utaman(a dalam penggunaan $aringan pu#lik se#agai sarana perpindahan data, hingga saat di#uatn(a penulisan ini merupakan salah satu metode (ang aman0 Dikatakan aman karena digital signature ter#entuk dari suatu rangkaian algoritma (ang sangat sulit untuk dirusak, kalaupun ingin merusak satu kun i algoritma sa$a di#utuhkan waktu (ang sangat lama0 &e#agai ontoh, se ara teknis9 &uatu r(ptos(stem (ang menggunakan kun i sepan$ang 1=B3#it, #agi seorang r(ptanal(st mem#utuhkan waktu A #ulan untuk mem#o#oln(a0 .alau kun i diganti dengan kun i sepan$ang 1=83#it, han(a ditam#ahkan 1 #it sa$a, diperlukan waktu selama 1= #ulan untuk #isa mem#o#oln(a0 Akan tetapi untuk tindak pidana pemalsuan (ang dapat ter$adi adalah pada so2ware pe3generate digital signature, sedangkan mengenai hal ini #erkaitan dengan ke$ahatan terhadap :ak 1ilik "nteletual 4"ntele tual Propert( Rights50 Fleh karena itu penulis men(arankan apa#ila nanti akan di#entuk suatu regulasi mengenai hak milik intelektual terutama pada #idang Digital &ignature Algorithm ini, perlu untuk ditam#ahkan tentang ketentuan pidana di dalamn(a0

!"#"b" $%&%' PI(ANA -2R'I)

:ukum pidana di dalam #idang pem#uktian mengenal adan(a Alat Bukti dan Barang Bukti, dimana keduan(a dipergunakan di dalam persidangan untuk mem#uktikan tindak pidana (ang didakwakan terhadap terdakwa0 &lat 1ukti. Alat #ukti (ang sah untuk dia$ukan di depan persidangan, seperti (ang diatur Pasal 18? .ita# Undang3Undang :ukum Pidana adalah 6 a0 .eterangan saksi9 #0 .eterangan ahli9 0 &urat9 d0 Petun$uk9 e0 .eterangan terdakwa0 1arang 1ukti. Benda3#enda (ang dapat digolongkan se#agai #arang #ukti adalah6 Benda3#enda (ang dipergunakan untuk melakukan tindak pidana0 Benda3#enda (ang dipergunakan untuk mem#antu tindak pidana0 Benda3#enda (ang merupakan hasil tindak pidana0 Penyidikan &eperti (ang telah di$elaskan pada #agian awal tulisan ini #ahwa ilmu hukum pidana "ndonesia telah mengakui #ahwa data komputer dapat dianggap se#agai #enda dengan melalui usaha "nterpretasi ekstenti20 &ehingga dengan demikian data3data komputer (ang dari suatu tindak pidana terhadap digital algorithms dapat dia$ukan se#agai #arang #ukti, walaupun untuk itu, menurut pendapat penulis, masih di#utuhkan adan(a suatu Berita A ara Pemeriksaan 4BAP5 se ara digital (ang dapat melengkapi Berita A ara Pemeriksaan se ara &aper"ba!ed. Pengumpulan alat3alat #ukti serta #arang3#arang #ukti (ang dilakukan pada tahap pen(idikan dapat dilakukan oleh pihak kepolisian atau pihak pen(idik pegawai negeri sipil (ang ditentukan oleh undang3undang tentang penerapan digital signature0 Terhadap usaha3usaha (ang menghalangi proses pen(idikan (ang dilakukan aparat pen(idik dapat dikenakan sanksi pidana0

$.

s!ek Hukum Perikatan

Dalam perspekti2 hukum, suatu perikatan adalah suatu hu#ungan hukum antara su#(ek hukum dimana satu pihak #erkewa$i#an atas suatu prestasi sedangkan pihak (ang lain #erhak atas prestasi terse#ut0 Berdasarkan pasal 1=>> .U:Perdt0, adan(a suatu perikatan adalah lahir karena suatu per$an$ian atau karena suatu undang3undang0 &elan$utn(a, dalam pasal 1>=C .U:Perdt0 di$elaskan #ahwa s(arat3s(arat sah3n(a suatu per$an$ian adalah meliputi &(arat &u#(ekti2 dan &(arat F#(ekti20 &(arat &u#(ekti2 meliputi adan(a 415 .esepakatan, dan 4=5 .e akapan 4#ersikap tindak dalam hukum5 untuk mem#uat suatu perikatan0 &edangkan s(arat o#(ekti2, adalah meliputi 4>5 suatu hal (ang tertentu 4o#(ekn(a harus $elas5, dan 4?5 merupakan suatu kausa (ang halal 4tidak #ertentangan dengan undang3undang, kesusilaan dan keterti#an umum50 Berkenaan dengan s(arat su#(ekti2 terse#ut, diketahui #ahwa su#(ek hukum (ang terli#at dalam sistem sekuriti (ang menggunakan digital signature, antara lain 6 10 Pemegang Digital ,erti2i ate =0 ,erti2i ation Autorithies se#agai issuer dari Digital ,erti2i ate

2.1. Certi/ication &ut.ority (C&)


,0A #erkedudukan se#agai pihak ketiga (ang diper a(a untuk mem#erikan kepastian'pengesahan terhadap identitas dari seseorang'pelanggan 4klien ,0A0 terse#ut50 &elain itu ,0A0 $uga mengesahkan pasangan kun i pu#lik dan kun i pri/at milik orang terse#ut0 Proses serti2ikasi untuk mendapatkan pengesahan dari ,0A0 dapat di#agi men$adi > tahap 6

1. Pelanggan'su#s ri#er mem#uat sendiri pasangan kun i pri/at dan kun i pu#likn(a
dengan menggunakan so2tware (ang ada di dalam komputern(a

2. 1enun$ukan #ukti3#ukti identitas dirin(a sesuai dengan (ang dis(aratkan ,0A0 3. 1em#uktikan #ahwa dia mempun(ai kun i pri/at (ang dapat dipasangkan dengan kun i
pu#lik tanpa harus memperlihatkan kun i pri/atn(a0 Tahapan3tahapan terse#ut tidak mutlak harus seperti di atas, akan tetapi tergantung pada ketentuan3ketentuan (ang telah ditetapkan oleh ,0A0 itu sendiri0 :al ini #erkaitan dengan le/el'tingkatan dari serti2ikat (ang diter#itkann(a dan le/el'tingkatan ini #erkaitan $uga dengan #esarn(a kewenangan (ang diperoleh pelanggan'%&u#s ri#er% #erdasarkan serti2ikat (ang didapatkann(a0 &emakin #esar kewenangann(a (ang diperoleh dari suatu Digital ,erti2i ate (ang diter#itkan oleh ,0A0 semakin tinggi pula le/el serti2ikat (ang diperoleh serta semakin ketat pula pers(aratan (ang ditetapkan oleh ,0A0 &e#agai ontoh9 untuk mendapatkan suatu serti2ikat (ang mempun(ai le/el kewenangan (ang ukup tinggi, terkadang ,0A0 #ahkan memerlukan kehadiran se ara 2isik si %su#s ri#er% sehingga ,0A0 dapat memperoleh kepastian pihak (ang akan memperoleh serti2ikat terse#ut0 &etelah pers(aratan3pers(aratan terse#ut diu$i kea#sahann(a maka ,0A0 mener#itkan serti2ikat pengesahan 4dapat #er#entuk hard3 op( maupun so2t3 op(50 &e#elum diumumkan se ara luas %su#s ri#er% terle#ih dahulu mempun(ai hak untuk melihat apakah in2ormasi3in2ormasi (ang ada pada serti2ikat terse#ut telah sesuai atau #elum0 Apa#ila in2ormasi3in2ormasi terse#ut telah sesuai maka su#s ri#er dapat mengumumkan serti2ikat terse#ut se ara luas atau tindakan terse#ut dapat diwakilkan kepada ,0A0 atau suatu #adan lain (ang #erwenang untuk itu 4suatu lem#aga notariat50 &elain untuk memenuhi si2at integrit( dan authenti it( dari serti2ikat terse#ut, ,0A0 akan mem#u#uhkan digital signature milikn(a pada serti2ikat terse#ut0 "n2ormasi3in2ormasi (ang terdapat di dalam serti2ikat terse#ut diantaran(a dapat #erupa 6

1. "dentitas ,0A0 (ang mener#itkann(a0 2. Pemegang'pemilik'su#s ri#er dari serti2ikat terse#ut0 3. Batas waktu ke#erlakuan serti2ikat terse#ut0 4. .un i pu#lik dari pemilik serti2ikat0
&etelah serti2ikat terse#ut diumumkan maka pihak3pihak lain dapat melakukan transaksi, trans2er pesan dan #er#agai kegiatan dengan media internet se ara aman dengan pihak pemilik serti2ikat0

-ungsi C"A"
-ungsi32ungsi ,0A (ang telah kita #i arakan di atas dapat kita golongkan se#agai #erikut 6

1. 1em#entuk hierarki #agi penandatanganan digital0 2. 1engumumkan peraturan3peraturan mengenai pener#itan serti2ikat0 3. 1enerima dan memeriksa penda2taran (ang dia$ukan0
&elain itu, pihak3pihak (ang terli#at dalam e3 ommer e tidak han(a dilihat pada statusn(a se#agai pihak, melainkan $uga dengan melihat kedudukann(a dalam perikatan, (aitu se#agai #erikut6 10 Pen$ual 4mer hant5 =0 Pem#eli 4#u(er5

>0 ,erti2i ation Authorit( 4,A5 &elan$utn(a, ada $uga para pihak (ang andiln(a tidak kalah penting, (aitu 6 ?0 A ount "ssuer 4pener#it rekening ontoh6 kartu kredit5 @0 Jaringan pem#a(aran 4 ontohn(a !isa dan 1aster ard dalam !'#eme &+T5 A0 "nternet &er/i e Pro/ider 4"&P5 B0 "nternet Ba k#ones

%. s!ek Kontrak Perdagangan Internasional


3.1. 'ontrak Perdagangan nterna!ional (!ecara umum) berda!arkan (*CS 4
.ontrak perdagangan internasional se ara umum 4#ukan dalam konteks e"'ommer'e5 diatur dalam United 1ation! in /ontra't! )or International Sale o) (ood! 4UN,"&)5 198C dan 198A0 "ndonesia #elum merati2ikasi untuk UN,"&) tahun 198C, meskipun demikian kon/ensi ini patut kita pertim#angkan se#agai plat2orm #agi kon/ensi $ual #eli internasional (ang #aru0 .on/ensi ini mengatur masalah3masalah kontraktual (ang #erhu#ungan dengan kontrak $ual #eli internasional0 .on/ensi ini se#enarn(a han(a mengatur masalah $ual #eli antara bu!ine!! to bu!ine!! 4B=B5, sedangkan e"'ommer'e (ang kita #ahas disini adalah hu#ungan #isnis antara 2u!ine!! to /on!umer 4B=,5 dan $uga bu!ine!! to bu!ine!! tetapi didalam kon/ensi terse#ut terdapat #e#erapa prinsip (ang dapat di adopsi dalam makalah ini0 .onsepsi (ang #isa diam#il dari kon/ensi ini antara lain adalah6 10 Bahwa kontrak tidak harus dalam #entuk tertulis 4 in writin+ )rom5, tetapi kontrak terse#ut #isa sa$a #er#entuk lain #ahkan han(a #erdasarkan saksi0 Berdasarkan aturan terse#ut suatu kontrak dapat $uga dalam #entuk data elektronik 4misaln(a dalam 2ormat data 2orm (ang di3sign dengan di+ital !i+nature5 tapi didalam UN,"&) ini #elum diatur se ara spesi2ik mengenai di+ital !i+nature0 Berdasarkan hal terse#ut diatas maka suatu kontrak $ual3#eli se ara internasional (ang menggunakan di+ital !i+nature #erdasarkan hukum internasional se ara hukum mengikat 4 le+all% bindin+5 atau mempun(ai kekuatan hukum0 1engenai sahn(a suatu kontrak (ang #er#entuk di+ital !i+nature ini se#aikn(a diatur dalam perundang3undangan tersendiri seperti seperti haln(a (ang dilakukan di Amerika4negara #agian Utah, ,ali2ornia5, 1ala(sia, &ingapura0 =0 ,"&) men akup materi pem#entukan kontrak se ara internasional (ang #ertu$uan meniadakan keperluan menun$ukkan hukum negara tertentu dalam kontrak perdagangan internasional serta untuk memudahkan para pihak dalam hal ter$adi kon2lik antar sistem hukum 0 ,"&) #erlaku terhadap kontrak untuk pe$ualan #arang (ang di#uat diantara pihak (ang tempat dagangn(a #erada di negara (ang #erlainan pasal 4141550 Dengan demikian (ang menentukan adalah tempat perdagangann(a dan #ukan kewaarganegaran(a0 Dalam konteks digital signature tempat kedudukan dari 1er hant (ang adalah kedudukan hukum (ang ter antum di digital erti2i ate milikn(a0 &uatu kontrak (ang di#uat #erdasarkan ,"&) 4misaln(a #erupa digital signature5 atau (ang tunduk kepada ,"&) harus dita2sirkan #erdasarkan prinsip3prinsip (ang ter antum dalam ,"&) dan kalau ,"&) #elum menentukan, #erdasarkan kaaidah3kaidah hukum perdata internasional0 Disamping itu, ,"&) menerima ke#iasaan dagang serta ke#iasaan antara para pihak se#agai dasar pena2siran ketentuan kontrak0 &eperti haln(a dalam hukum kontrak "ndonesia, itikad #aik di$adikan prinsip utama dalam penaa2siran utama dalam pena2siran ketentuan dan pelaksanaan kontrak0 Berdasarkan hal3hal terse#ut diatas maka hendakn(a setiap #entuk kontrak perdagangan internasional dengan menggunakan digital signature selain didasarkan pada peraturan (ang

mengatur se ara spesi2ik mengatur tentang digital signature $uga didasarkan pada UN,"&) karena ,"&) #an(ak dipakai oleh negara3negara di dunia0 >0 &aat ter#entukn(a kontrak, "ni men(angkut kapan ter$adin(a kesepakatan terutama apa#ila kesepakatan ini ter$adi tanpa kehadiran para peserta'pihak0 Transaksi di internet kita analogikan se#agai transaksi (ang dialukan tanpa kehadiran para pelaku di satu tampat 4 beetwen ab!ent per!on50 ,"&) mem#erikan kepastian di dunia perdagangan internasional mengenai saat ter$aadin(a suatu kontrak0 kepastian ini akan mem#erikan dalam e3 ommer e tanpa adan(a kepastian ini, pertukaran antara suatu digital signature akan sulit menim#ulkan hak dan kewa$i#an (ang diakui oleh hukum kontrak0 +3mail meskipun si2atn(a menghu#ungkan para pihak dengan hampir seketika tetapi tetap sa$a ter$adi kelam#atan4 dela%5 dalam masalah transmisin(a0 Juga harus dipertim#angkan adan(a sistem (ang tidak #eker$a se ara sempurna sehingga suatu o))er'a''eptan'e tidak dapat diterima se ara seketika0 .ontrak $ual3#eli dianggap sudah ada setelah adan(a kesepakatan (ang datang dari kedua#elah pihak4lihat diatas ara melakukan o))er50

2 er
&aat ter$adin(a penawaran adalah suatu keadaan dimana salah satu pihak menawarkan untuk #er#uat sesuatu atau untuk mem#erikan'men(erahkan 4!uppl%5 sesuatu0 Penawaran ini mempun(ai kekuatan hukum (ang mengikat 4le+all% bindin+5 apa#ila sudah disetu$ui oleh pihak (ang lain0

2 er3In0itation to treat
&uatu o))er harus di#edakan dengan in,itation to treat, o))er adalah suatu keadaan dimana apa#ila sudah mendapat persetu$uan dari o))eree maka ia mempun(ai kekuatan hukum (ang mengikat0 &edangkan in,itation to treat adalah undangan'a$akan #agi pihak (ang lain untuk melakukan penawaran0 &uatu penawaran men$adi e2ekti2 pada saat o))er itu sampai pada o))eree, istilah sampai ini kita akan menga u pada arti le 1@ Un itral model law on e"'ommer'e 199A0 3))er ter$adi pada saat suatu data4di+ital !i+nature5 memasuki suatu sistem in2ormasi diluar kontrol si pem#uat o))er0 3))er ini meskipun si2atn(a irre,o'able 4tidak dapat di#atalkan5 tapi masih dapat di#atalkan 4wit#drawn5 apa#ila pem#atalan itu sampai ke o))eree pada saat (ang sama dengan o))er itu0 &aat diteriman(a suatu o))er ditentukan se#agai #erikut9 kalau penerima 4addre!ee5 mempun(ai designated in2ormation s(stem (ang dipergunakan untuk menerima data3data terse#ut 4o))er5, maka o))er itu sampai pada saat9 Pada saat .i+ital !i+nature itu memasuki de!i+nated in)ormation !%!tem terse#ut0 .alau di+ital !i+nature itu dikirimkan ke suatu In)ormation !%!tem (ang tidak mempun(ai de!i+nated in)ormation !%!tem (ang se ara khusus digunakan untuk menerima o))er terse#ut, maka saatn(a adalah pada saat diterima oleh addre!ee0 Apa#ila addre!!e tidak mempun(ai de!i+nated in)ormation !%!tem, o))er terse#ut diterima pada saat di+ital !i+nature itu masuk ke In)ormation S%!tem dari addre!ee0

$uku1 1ana yang berlaku bagi kontrak tersebut 4


Apa#ila dikemudian hari tim#ul suatu sengketa mengenai kontrak terse#ut, maka pentinglah untuk diketahui hukum mana 4hukum dari negara (ang mana5 (ang akan di#erlakukan #agi kontrak terse#ut0 &uatu kontrak 4dalam 2ormat di+ital !i+nature5 (ang #agus akan men$elaskan se ara eksplisit hukum mana (ang #erlaku #agi kontrak itu, tetapi kadangkala pilihan hukum ini tidak di antumkan0 &e ara umum dalam menetukan hukum mana (ang akan #erlaku adalah #erdasarkan prinsip (uridiksi negara manakah (ang memiliki hu#ungan (ang terdekat dan mempun(ai hu#ungan (ang erat dengan kontrak terse#ut0 Tempat dimana ter$adin(a suatu kontrak adalah suatu hal (ang patut dipertim#angkan dalam penentuan hukum mana (ang #erlaku #agi kontrak terse#ut, meskipun hal ini #ukanlah suatu 2aktor (ang penting0 &uatu kontrak (ang di#uat dengan menggunakan sarana telekomunikasi (ang (ang #ersi2at instan'seketika dapat dianggap #erada di#awah (urisdiksi dari tempat dimana o))eror menerima a''eptan'e0

&edangkan #ila diterapkan prinsip postal a eptan e, maka tempat ter$adin(a a''eptan'e adalah tempat dimana a''eptan'e terse#ut dikirimkan (ang akan menetukan hukum mana (ang #erlaku #agi kontrak terse#ut0 Untuk men egah ketidakpastian hukum mana (ang akan #erlaku #agi suatu kontrak maka dalam mem#uat suatu kontrak #aik itu #erupa o))er atau a''eptan'e para pihak hendakn(a men$elaskan dimana, kapan dianggap kontrak itu ter$adi dan hukum mana (ang akan #erlaku #agi kontrak terse#ut0

3.2. 'ontrak berda!arkan (*C ,"&# model la% on Electronic Commerce


1odel law ini mengatur tentang e3 ommer e se ara umum, mulai dari de2inisi3de2inisi (ang dipakai, #entuk dokumen3dokumen (ang dipakai dalam e3 ommer e, kea#sahan kontrak, saat ter$adin(a kontrak selain itu model law ini mengatur $uga tentang arriage o2 goods0 Pendekatan (ang diam#il dalam model law ini adalah #ahwa suatu in2ormasi tidak dapat dikatakan tidak mempun(ai kekuatan hukum, tidak mempun(ai kekuatan hukum, karena in2ormasi itu #er#entuk data me!!a+e0 Berdasarkan pendekatan diatas maka suatu data messaages apapun #entuk atau 2ormatn(a tidak dapat dikatakan tidak mempuna(ai kekuatan hukum han(a karena ia #er#entuk suatu data messages0 Pendekatan ini akan menim#ulkan suatu kepastian dikemudian hari apa#ila terdapat suatu #entuk'2ormat data messages dalam #entuk(ang #aru0 Pendekatan ini $uga akan men(e#a#kan suatu kontrak'per$an$ian (ang di#uat dengan digital signature mempun(ai kekuatan hukum0 &edangkan apa#ila dalam suatu perundang3undangan terdapat pers(aratan #ahwa harus dalam #entuk tertulis, maka pers(aratan ini dapat di apai, selama in2ormasi'data terse#ut dapat dilihat'diakses0 Apa#ila suatu perundang3 undangan menghendaki adan(a suatu tandatangan se#agai tanda sahn(a suatu dokumen maka hal ini dapat di apai dengan ara6 terdapat suatu metode (ang digunakan untuk mengidenti2ikasi ke#eradaan seseorang dan $uga dapat mengindikasikan didalam dokumen terse#ut telah mendapat persetu$uan dari orang terse#ut0 #ahwa metode terse#ut diatas dapat diper a(a'dapat dipertanggung$awa#kan sehingga data terse#ut dapat dengan aman dise#arluaskan0 Pendekatan terse#ut diatas si2atn(a adalah sangat luas'tidak $elas0 1etode Digital signature adalah salah satu ara (ang dapat mensiasati ke#utuhan adan(a suatu tandatangan dalam se#uah dokumen0

3.3. 4( DEC (4eneral (!age /or nternational Digitally En!ured Commerce) dari CC
)U"D+, adalah suatu panduan (ang di#uat oleh "nternational ,ham#er o2 ,ommer e #agi penggunaan suatu metode (ang akan men$amin 4ensured5 ke#eradaan suatu dokumen'data elektronis dalam penggunaann(a dalam dunia internasional0 Panduan ini menggunakan terminologi en!ured untuk mem#edakann(a dengan terminologi !i+n dalam hal panandatanganan 4sign in'signature5 terhadap suatu dokumen0 )U"D+, ini dimaksudkan untuk menun$ang perkem#angan dari e3 ommer e dengan mem#erikan kepastian #agi penerapan adan(a tandatangan dalam suatu dokumen elektronis0 Panduan ini akan men$elaskan #er#agai terminologi'istilah (ang ada didalam UN,"TRA; model law on e3 ommer e seperti apakah se#enarn(a maksud dari penandatangan suatu data messages se ara elektronis 4ele troni all( signed 1essages50 1aksud dari penandatanganan disini adalah #ukan dilakukan se ara 2isik, tetapi mem#utuhkan suatu perangkat elektronik0 Terminologi dari ele troni all( signed (ang dipakai dalam )U"D+, ini adalah penggunaan teknik enkripsi dengan menggunakan kun i pu#lik (ang le#ih dikenal se#agai digital signature0 Penggunaan digital signature ini akan mem#erikan kepastian akan keamanan, keutuhan dari data messages (ang digunakan dalam e3 ommer e0 -aktor keamanan dan keutuhan dari suatu

data messages adalah suatu hal (ang sangat menentukan dalam menun$ang perkem#angan e3 ommer e0 +3 ommer e (ang dilakukan melalui media internet (ang merupakan suatu $aringan pu#lik akan mem#erikan #er#agai ketidakpastian #agi para penggunaan(a0 Dengan adan(a suatu panduan mengenai #agaimana suatu data messages dapat di$amin keamanan dan keutuhan melalui ara digital signature0

3.2. (*C ,"&#- Dra/t on Electronic Signature


Dra2t ini #erisi #agaimana suatu data messages dapat ditandatangani se ara elektronis0 &e#enarn(a terminologi +le troni &ignature (ang dipakai dalam dra2t ini adalah sama dengan digiatl signnature, namun pihak UN,"TRA; memilih terminologi ini mungkin karena medium (ang dipakai dalam menandatangani suatu data messages adalah se ara elektronik0 Berdasarkan aturan3aturan (ang #erlaku se ara internasional seperti dise#ut diatas, maka ke#eradaan digital signature 4dan #er#agai ma am istilah lain (ang se#enarn(a mempun(ai maksud (ang sama5 dalam kontrak perdagangan internasional adalah hampir men$adi sema am standar #agi perdagangan internasional dimasa (ang akan datang0 .e#eradaan digital signature pada saat ini dalam penggunaann(a se#agai salah satu #entuk kontrak perdagangan internsional telah mempun(ai kekuatan hukum0 "a se ara hukum mengikat 4legall( #inding5, meskipun #elum ada kon/ensi (ang mengaturn(a se ara tersendiri0

3.3. Penegakan .ukum (en orce1ent) bagi tran!ak!i interna!ional


1asalah penegakan hukum 4en)or'ement5 #agi pen(elesaian suatu sengketa adalah suatu hal (ang sangat penting diperhatikan dalam suatu sengketa (ang mempun(ai aspek internasional0 Terdapat kemungkinan suatu putusan dari suatu pengadilan di suatu negara tidak dapat ditegakkan'di#erlakukan 4en2or e5 di negara (ang lain0 :al ini dise#a#kan adan(a masalah kedaulatan suatu negara dimana suatu putusan pengadilan asing pada prinsipn(a tidak dapat di eksekusi apa#ila eksekusi #erada di luar (urisdiksi negara terse#ut0 Permasalahan terse#ut diatas dapat diantisipasi dengan memilih lem#aga ar#itrase se#agai pilihan 2orum pen(elesaian sengketa #agi suatu kontrak internasional0 Pilihan ar#itrase se#agai 2orum pen(elesaian sengketa akan mem#awa kepastian hukum #agi para pihak apa#ila ter$adi sengketa0 .arena terhadap putusan ar#itrase ini dapat dilakukan en2or ement dinegara (ang lain, sehingga akan mem#awa ketenangan #agi para pihak0 Terhadap putusan ar#iter (ang #erada diluar (urisdiksi suatu negara' ar#itrase asing dapat dilakukan en2or ement pasal = kon/ensi United 1ation! /on,ention on t#e 4e'o+niton and en)or'ement Arbiral Award (t#e 1ew ork /on,ention). :al3hal (ang patut diperhatikan disini adalah 6 Public $olicy .e#i$aksanaan suatu negara (ang #erkaitan dengan kepentingan umum 4 publi' poli'%5 misaln(a hal3hal (ang #erhu#ungan dengan masalah hukum pu#lik tidak dapat diselesaikan melalui ar#itrase0 :al ini dise#a#kan karena hal terse#ut adalah termasuk kewenangan dari negara itu untuk mengatur warga negaran(a0 1elihat ruang lingkup e"'ommer'e (ang sangat luas maka terdapat kemungkinan terdapat #er#agai /ariasi (ang mempun(ai hu#ungan dengan publi' poli'%, misaln(a apa#ila pemerintah men$adi /erti)i'ation Aut#orit%0 S.rink%ra$ licen!e! 5contract! Apa#ila suatu per$an$ian di#uat dalam #entuk !#rinkwrap li'en!e!5'ontra't maka akan menim#ulkan #er#agai kesulitan0 .esulitan itu antara lain apakah per$an$ian itu dapat dikategorikan se#agai per$an$ian (ang 2airE0 &eorang konsumen tinggal menekan %tom#ol% setu$u4 I a+ree5 #erdasarkan terms and onditons (ang telah di#erikan oleh seorang pedagang0 .ontrak (ang termasuk kategori ini dapat sa$a tidak dianggap se#agai memenuhi asas kesepakatan 4pa'ta !unt !er,anda5 karena pihak konsumen han(a mengklik tanda I a''ept tanpa mempun(ai pilihan (ang lain0 .riteria apakah suatu per$an$ian itu 2air atau tidak ini tergantung dari masing3 masing negara, sehingga terdapat suatu kemungkinan #ahwa kontrak terse#ut termasuk per$an$ian (ang tidak masuk per$an$ian (ang dapat diselesaikan melalui ar#itrase0

1entuk kontrak Apa#ila suatu kontrak hendak menun$uk lem#aga ar#itrase se#agai pilihan 2orumn(a maka kontrak terse#ut tinggal men antumkan klausula ar#itrase se#agai pilihan 2orumn(a dengan memuat kata3kata #ahwa kontrak ini akan diselesaikan melalui ar#itrase0 Dengan pen antuman pilihan 2orum terse#ut maka se ara otomatis apa#ila terdapat suatu sengketa men(angkut kotrak itu akan diselesaikan melalui 2orum ar#itrase0 Para pihak pada saat pem#uatan kontrak mungkin lalai dalam men antumkan klausula ar#itrase se#agai pilihan 2orumn(a, mereka tetap sa$a dapat memilih ar#itrase se#agai pilihan 2orumn(a 4&a'tum de 'ompromitendo5 #erdasarkan kesepakatan kedua #elah pihak0 En/orcement Berdasarkan .eppres No0 >1 tahun 1981 tentang rati2ikasi atas kon/ensi New Gork (ang men(angkut en2or ement atas putusan ar#itrase asing, maka suatu putusan ar#itrase asing dapat di#erlakukan di "ndonesia, 1ahkamah Agung pun sudah mengeluarkan Perma No0 1 tahun 199C mengenai tata ara melakukan eksekusi terhadap putusan ar#itrase asing0

&. s!ek Hukum 'entang Pem"uktian ( cara)


:ukum Pem#uktian 4(ang ter antum dalam #uku keempat dari BD 4Burgerli$k Det#oek5'.ita# Undang3Undang :ukum Perdata5, mengandung segala aturan3aturan pokok pem#uktian dalam perdata0 Pem#uktian dalam BD semata3mata han(a #erhu#ungan dengan perkara sa$a0 Ada #e#erapa de2inisi (ang dikemukakan oleh para ahli hukum (ang dapat di$adikan a uan0 1enurut Pitlo, Pem#uktian adalah suatu ara (ang dilakukan oleh suatu pihak atas 2akta dan hak (ang #erhu#ungan dengan kepentingann(a0 1enurut &u#ekti (ang dimaksudkan dengan 7mem#uktikan8 adalah me(akinkan hakim tentang ke#enaran dalil atau dalil3dalil (ang dikemukakan dalam suatu persengketaan0 Ada per#edaan antara #ukti dalam ilmu pasti dengan #ukti dalam hukum0 Bukti dalam ilmu pasti menetapkan ke#enaran terhadap semua orang, sedangkan #ukti dalam suatu 4perkara5 hukum han(a menetapkan ke#enaran terhadap pihak3pihak (ang #erperkara dan pengganti3 penggantin(a menurut hukum0 .enapa diperlukan adan(a pem#uktianE Pem#uktian dilakukan atas guna untuk senantiasa menetapkan akan adan(a suatu 2akta, atau mendalilkan suatu peristiwa0 Dapat kita lihat pula pada Pasal 1A> :"R 4=8> R)B5 (ang mengatur perihal pem#uktian6 %&etiap orang (ang mendalilkan #ahwa ia mempun(ai suatu hak, atau guna meneguhkan hakn(a sendiri maupun mem#antah hak orang lain, menun$uk pada suatu peristiwa diwa$i#kan mem#uktikan adan(a hak atau peristiwa terse#ut0% Dari Pasal terse#ut dapat kita simpulkan #ahwa dalam pem#uktian tidak han(a dalil peristiwa sa$a dapat di#uktikan, tetapi $uga akan adan(a suatu hak0 Dengan melakukan pem#uktian maka akan dapat dilakukan suatu pem#enaran'pen(angkalan terhadap suatu dalil (ang dikemukakan oleh para pihak (ang terli#at dalam perkara0

6.1. Pembuktian dalam Peradilan ( ndone!ia)


&uatu pem#uktian laIimn(a #aru dilakukan apa#ila ada suatu perselisihan0 &uatu perselisihan diselesaikan di #adan peradilan "ndonesia, apa#ila telah disepakati oleh kedua #elah pihak atau telah ada di dalam suatu kontrak (ang di dalamn(a terdapat suatu klausul (ang men(e#utkan #ahwa setiap perselisihan (ang tim#ul akan diselesaikan menurut hukum "ndonesia dan diselenggarakan di Peradilan "ndonesia0 Di dalam #adan peradilan di "ndonesia, dikenal suatu hukum a ara (ang 2ungsin(a mengatur hal3 hal (ang diselenggarakan di dalam proses peradilan0 Di dalam hal ini, hukum positi2 4hukum (ang

#erlaku saat ini5 (ang ada adalah :"R 4:erIien "nlands Reglement5 atau (ang dikenal dengan se#utan R"B 4Reglemen "ndonesia (ang diperBaharui5, (aitu undang3undang (ang termuat dalam &taats#laad 19?1 No0??0 1ungkin terpikir oleh awam, inilah (ang sering didengungkan oleh para ahli hukum di "ndonesia, mengenai produk hukum Belanda (ang masih #erlaku sampai sekarang ini0 :al ini #enar adan(a, se#agaimana adan(a kekosongan hukum dan ke#erlakuan dari :"R ini, $uga han(a diatur dalam UU Darurat0 .en(ataan inilah (ang harus kita hadapi #ersama, mengingat se#agai produk lama maka #esar pula kemungkinan dimana kita han(a menemui peraturan hukum (ang mengatur mengenai hal3hal (ang si2atn(a tidak atau #elum up to date, apalagi dalam hal ini kita mem#i arakan mengenai kegiatan sehu#ungan dengan e3 ommer e dengan penggunaan Digital &ignature, sesuatu (ang #aru dan #elum terpikirkan oleh pem#entuk undang3undang ini pada waktu di#uatn(a0 &e#agaimana diatur dalam 1A? :"R 4=8> RB)5 dan 19C> BD, han(a dikenal @ 4lima5 ma am alat #ukti (ang dapat dihadirkan di persidangan khususn(a dalam a ara perdata, di antaran(a6

1. Bukti tulisan 2. Bukti dengan saksi 3. Persangkaan3persangkaan 4. Pengakuan !. &umpah


&edangkan khusus dalam a ara pidana, dikenal adan(a #arang #ukti dan alat #ukti0 Dalam doktrin ilmu hukum pidana, #arang #ukti dapat dikategorikan dalam tiga antara lain6 #arang (ang digunakan untuk melakukan per#uatan pidana, #arang (ang digunakan untuk mem#antu ter$adin(a per#uatan pidana dan #arang (ang men$adi hasil per#uatan pidana0 &edangkan alat #ukti dalam a ara pidana 4Pasal 18? .U:AP5 dengan alat #ukti dalam a ara perdata se ara umum adalah sama0 Digital &ignature se#agai suatu data elektronik di dalam hal ini mempun(ai masalah apa#ila dia$ukan se#agai alat #ukti di dalam #era ara di Badan Peradilan "ndonesia0 Digital &ignature (ang digunakan dalam transaksi e3 ommer e se ara keseluruhan adalah merupakan paperless, #ahkan s riptless transa tion0 &esuai apa (ang diatur dalam pasal terse#ut, maka dalam hal ini #erarti #ukti3#ukti #erupa data elektronik (ang dia$ukan akan dianggap tidak mempun(ai kekuatan hukum pem#uktian0 .emungkinan $uga #esar, terhadap ditolakn(a hal ini se#agai alat #ukti oleh hakim maupun pihak lawan0 :ukum A ara (ang ada dan #erlaku sekarang 4hukum a ara positi25 dalam hal ini perlu ditin$au ulang untuk adan(a kemungkinan dilakukann(a suatu re/isi, mengingat adan(a ke#utuhan (ang mendesak ini0 1asalah e3 ommer e sudah ada di depan mata dan adan(a kemungkinan mun uln(a suatu kasus perselisihan'dispute tinggal menunggu waktu sa$a0 Apa#ila hal ini ter$adi maka akan dapat diduga mun uln(a permasalahan pem#uktian (ang kompleks0 :al3hal (ang telah dise#utkan di atas han(alah merupakan se#agian dari keseluruhan permasalahan0 Re/isi hukum a ara positi2 se#agai tu$uan $angka pan$ang tentu sa$a mem#utuhkan waktu (ang tidak singkat karena mem#utuhkan perumusan terle#ih dulu, #elum termasuk tahapan pem#entukan undang3undang di #adan legislati20 1en(ikapi hal ini tentu sa$a kita perlu melakukan tindakan antisipati2 dan perlu diam#il langkah3langkah (ang si2atn(a mem#erikan solusi terhadap kemungkinan adan(a kasus di #idang ini0 Gang perlu dilakukan dalam waktu singkat adalah mem#erikan suatu pemahaman kepada seluruh mas(arakat khususn(a kepada para pelaku hukum mengenai permasalahan pem#uktian (ang mungkin tim#ul terse#ut0 :akim se#agai pemutus suatu perkara tentu sa$a mendapatkan perhatian ter#esar dalam hal ini0 :akim dengan di#ekali pengetahuan (ang ukup mengenai skema perniagaan elektronik 4e3

ommer e5 seharusn(a memahami, setidakn(a mengetahui, #agaimana proses transaksi (ang n(aris se ara keseluruhan adalah non3paper #ased, #ahkan s riptlessJ :akim nantin(a diharapkan peranann(a, apa#ila menghadapi kasus (ang #erkenaan dengan e3 ommer e dengan menggunakan digital signature, untuk dapat mengam#il langkah3langkah (ang dianggap perlu0 Dalam menerima perkara, tidak #oleh seorang hakim menolakn(a dengan alasan #elum ada ketentuan hukum (ang mengaturn(a, se#agaimana diatur dalam Pasal == AB 4Algemeine /an Bepalingen50 Untuk inilah hakim dituntut untuk melakukan interpretasi terhadap suatu ge$ala hukum dan peraturan perundang3undangan (ang sudah ada0 Pena2siran 4interpretasi5 (ang dapat dilakukan oleh hakim maupun ahli hukum antara lain dapat melalui interpretasi analogis maupun interpretasi ekstenti20 "nterpretasi analogis dapat dilakukan apa#ila #elum ada suatu peraturan hukum (ang mengatur mengenai data elektronik'digital, terutama dalam hal ini (ang #erkaitan dengan digital signature, #elum ada0 Jadi hakim dapat mengam#il norma3norma (ang ada di mas(arakat untuk melakukan interpretasi analogis0 "nterpretasi ekstenti2 dapat dilakukan apa#ila telah ada peraturan hukumn(a, tetapi tidak se ara langsung mengatur0 "nterpretasi (ang perlu dilakukan hakim dalam hal pem#uktian adalah melakukan perluasan makna tertulis se#agai alat #ukti0 De2inisi &urat di#erikan oleh para ahli hukum pem#uat BD, (aitu pem#awa tanda tangan #a aan (ang #erarti, (ang menter$emahkan suatu isi pikiran0 Atas #ahan apa di antumkann(a tanda #a aan ini, adalah tidak penting 4P"T;F, dalam #uku Bewi$s en !er$aring naar het Nederlands Burgerli$k Det#oek50 Jadi tidak memandang ditulisn(a di atas lem#aran kertas, di atas #ungkus sigaret, maupun di atas #uah semangka, tetap merupakan surat0 Dalam permasalahan (ang kita hadapi ini #erkaitan dengan penggunaan data elektronik se#agai media pen(ampaian pesan0 Bisakah kita analogikan hal terse#ut dalam penulisan surat di atas media elektronikE :al ini akan kita lihat le#ih lan$ut nantin(a0 Di dalam Pasal 19C? BD dikenal pem#agian kategori 7tertulis8 se#agai #erikut6 Ftentik #awah tangan Tetapi hal ini diatur lagi dalam Pasal 19C@319=C dalam .ita# Undang3Undang (ang sama, (aitu6 Akta Bukan Akta Terdapat keran uan mengenai hal ini, kenapa sampai ada dua pem#agian ketentuan hukum (ang #er#eda mengenai kuali2ikasi tertulisE &a(a akan mengam#il teori (ang dikemukakan oleh Pitlo, &ar$ana :ukum Belanda, (ang mengam#il $alan tengah, (aitu mengga#ungkan unsur dan mengelompokkann(a sesuai urutan kekuatann(a6 Akta Ftentik Akta Bawah Tangan Bukan Akta Dalam persidangan, untuk dapat mempun(ai kekuatan pem#uktian (ang penuh, maka sela(akn(a dalam menga$ukan suatu 2akta, pihak (ang menga$ukan 2akta terse#ut sudah sela(akn(a menga$ukan alat #ukti &urat Akta Ftentik0 &uatu Digital &ignature sudah seharusn(a mempun(ai kekuatan pem#uktian (ang sama se#agaimana &urat Akta Ftentik0 Dalam hal e3 ommer e, tidak ada alat #ukti lain (ang dapat digunakan selain data elektronik'digital (ang ditransmisikan kedua #elah pihak (ang melakukan perdagangan0 Adapun saksi, persangkaan, pengakuan dan sumpah, kesemuan(a itu adalah tidak mungkin dapat dia$ukan se#agai alat #ukti karena tidak #isa didapatkan dari suatu transaksi e3 ommer e0 &elain

itu, apa#ila disamakan se#agai tulisan, apalagi akta otentik, kekuatan pem#uktiann(a sempurna, dalam arti #ahwa ia sudah tidak memerlukan suatu penam#ahan pem#uktian0 Akta otentik $uga mengikat, dalam arti #ahwa apa (ang ditulis dalam akta terse#ut harus diper a(a oleh hakim, (aitu harus dianggap se#agai #enar, selama ketidak#enarann(a tidak di#uktikan0 Ada tiga ma am kekuatan dari suatu akta otentik, (aitu6 1em#uktikan antara para pihak, #ahwa mereka sudah menerangkan apa (ang ditulis dalam akta terse#ut 4pem#uktian 2ormal5 1em#uktikan antara para pihak (ang #ersangkutan, #ahwa sungguh3sungguh peristiwa (ang dise#utkan di sini telah ter$adi 4pem#uktian mengikat5 1em#uktikan tidak sa$a antara para pihak (ang #ersangkutan tetapi $uga terhadap pihak ketiga, #ahwa pada tanggal terse#ut dalam akta, kedua #elah pihak terse#ut telah menghadap di muka pegawai umum dan menerangkan apa (ang ditulis dalam akta terse#ut0 4pem#uktian keluar5 &e#elum mengulas mengenai kekuatan pem#uktian (ang sama terse#ut, kita tin$au terle#ih dahulu mengenai surat otentik0 Dikatakan se#agai suatu akta'surat otentik apa#ila mengandung unsur3unsur se#agai #erikut ini se#agaimana diatur dalam Pasal 19C@ BD6 Akta otentik adalah akta (ang di#uat menurut #entuk Undang3Undang oleh dan dihadapan seorang pegawai umum (ang #erwenang di tempat itu0 Dapat disarikan di luar de2inisi se#agai #erikut6 #entukn(a tertulis, di#uat oleh atau dihadapan pe$a#at'pegawai umum (ang #erwenang0 Pe$a#at (ang dimaksudkan di sini adalah orang (ang #erwenang karena atas dasar $a#atann(a (ang diangkat oleh negara, ontohn(a pro2esi notaris atau PPAT 4Pe$a#at Pem#uat Akta Tanah50 Jadi apa#ila kita hendak menga$ukan suatu digital signature se#agai sesuatu (ang di3atta h pada suatu pesan untuk men$adikann(a #erkekuatan hukum (ang sama dengan surat akta otentik, maka ada permasalahan (ang harus dipe ahkan0 Pertama, aspek tertulis0 .edua, di#uat oleh atau di hadapan pe$a#at negara (ang #erwenang'pegawai umum0 Agar dapat diklasi2ikasikan dalam #entuk tertulis, ada #e#erapa ara (ang dapat dilakukan, salah satun(a (ang laIim dilakukan adalah mem#uat suatu printout op( dari pesan (ang masih #er#entuk elektronik terse#ut0 1asalahn(a han(a terletak pada tidak adan(a satu peraturan hukum pun di "ndonesia (ang mengatur mengenai pengu#ahan dari #entuk data elektronis ke #entuk printout0 Gang sudah ada aturann(a $ustru ke#alikann(a (aitu dari #entuk n(ata tertulis ke #entuk data elektronis, diatur dalam UU Dokumentasi Perusahaan pada Ba# """ Pengalihan #entuk Dokumen Perusahaan dan ;egalisasi dari Pasal 1= sampai dengan Pasal 1A0 .enapa hal ini men$adi penting dan dikemukakan, karena #ila ter$adi suatu peru#ahan #entuk dari suatu dokumen'pesan, maka harus dapat di#uktikan #ahwa peru#ahan #entuk terse#ut tidak meru#ah isi dari dokumen'pesan (ang diu#ah #entukn(a itu0 .onsekuensi hukumn(a, kekuatan pem#uktian dari #entuk u#ahan terse#ut harus sama sesuai kekuatan pem#uktian dari #entuk asaln(a0 .etentuan (ang ada dalam pasal3pasal terse#ut men(e#utkan, #ahwa suatu #entuk tertulis n(ata 4dalam hal ini segala tulisan (ang di#uat #erkenaan dengan kegiatan perusahaan5 dapat diu#ah ke #entuk lain 4 ontohn(a mikro2ilm atau ,D5 setelah se#elumn(a dilakukan suatu /eri2ikasi dan legalisasi (ang dalam hal ini dilakukan oleh pimpinan perusahaan atau pe$a#at (ang ditun$uk di lingkungan perusahaan dengan di#uatkan suatu #erita a ara0 &etelah ada /eri2ikasi dan legalisasi #ahwa kedua #entuk dokumen terse#ut isin(a sama se ara keseluruhan maka se#agaimana dise#utkan dalam Pasal 1@ a(at 415 maka media hasil trans2ormasi terse#ut dan atau hasil etakn(a merupakan alat #ukti (ang sah0

6.2. Pembuktian di luar 1adan Peradilan !elain &lternati+e Di!$ute "e!olution (&D")
Ber#i ara ADR 4Alternati/e Dispute Resolution5 maka ke#an(akan orang langsung #erasosiasi kepada terminologi Ar#itrase0 1engenai hal ini tidaklah sepenuhn(a #enar, mengingat dalam ADR dikenal adan(a empat ma am pen(elesaian sengketa termasuk negosiasi, mediasi,

konsiliasi, dan ar#itrase0 Tetapi dalam ka$ian kali ini han(a akan di#ahas mengenai ar#itrase, karena adan(a kesamaan dengan proses pem#uktian dalam #adan peradilan #iasa0 Pen(elesaian dispute melalui 2orum Ar#itrase, dimana Ar#itrase #erwenang mengeluarkan suatu putusan terhadap suatu perkara apa#ila telah ada kesepakatan antara kedua #elah pihak (ang #ersengketa #ahwa mereka men(erahkan pemutusan sengketa terse#ut kepada ar#iter0 .esepakatan terse#ut harus #er#entuk suatu per$an$ian tersendiri, artin(a suatu per$an$ian (ang khusus diadakan untuk keperluan terse#ut, atau suatu klausula ar#itrase0 Putusan suatu #adan ar#itrase diam#il #erdasarkan suara ter#an(ak, (aitu #erdasarkan suara para ar#iter (ang ditun$uk0 Terhadap kuali2ikasi alat #ukti dalam ar#itrase, tidak ada masalah, karena para ar#iter tidak mem#atasi han(a (ang terdapat dalam :"R0 Terhadap putusan ar#iter (ang #erada diluar (urisdiksi suatu negara'ar#itrase asing dapat dilakukan en2or ement pasal = kon/ensi United 1ation! /on,ention on t#e 4e'o+niton and en)or'ement Arbiral Award (t#e 1ew ork /on,ention). Di "ndonesia #erlaku .eppres No0 >1 tahun 1981 tentang rati2ikasi atas kon/ensi New Gork (ang mengatur en2or ement putusan ar#itrase asing0 Dengan #erlakun(a .eppres ini maka suatu putusan ar#itrase asing dapat di#erlakukan di "ndonesia0 Bahkan 1ahkamah Agung telah mengeluarkan Perma No0 1 tahun 199C mengenai tata ara melakukan eksekusi terhadap putusan ar#itrase asing0

6.3. &lat dan barang bukti


Apa#ila terdapat perkara, khususn(a perkara perdata, maka untuk mengam#il dan melegalisasi dokumen (ang akan di$adikan se#agai #arang #ukti (ang #erada di negara lain, dapat digunakan ,on/ention on the Taking +/iden e A#road in ,i/il ,ommer ial 1aters 419A850 Di dalam kon/ensi ini $uga diatur ara mengenai kesaksian apa#ila saksi #erada di negara (ang #erlainan0 .on/ensi ini diselenggarakan di Den haag4The :ague5 =A Fkto#er 19A80 ,on/ention on the &er/i e A#road o2 Judi ial and +<tra$udi ial Do uments in ,i/il or ,ommer ial 1atters 419A@5 mengatur mengenai ara melakukan panggilan3panggilan dalam perkara perdata apa#ila ada pihak (ang #erada di luar negeri atau melakukan pem#eritahuan #agi para pihak $ika mereka di luar negeri0

*.

s!ek

suransi E+Commerce

Dalam penulisan ini akan di#ahas mengenai kemungkinan asuransi perdagangan melalui internet dan kemungkinan penerapann(a di "ndonesia0 Penulisan ini di2okuskan pada perdagangan (ang menggunakan kun i3kun i kriptogra2is dan menggunakan sistem pem#a(aran &e ure +le troni Transa tion0 Adapun latar #elakang pemilihan &+T se#agai ontoh kasus transaksi e3 ommer e #ar#asis tanda tangan digital adalah karena &+T merupakan protokol transaksi perdagangan pertama (ang diakui se#agai de2a to oleh dunia transaksi elektronik0 &alah satu se#a#n(a adalah karena (ang mengeluarkan standar protokol &+T adalah !isa dan 1aster ard (ang memiliki pangsa pasar kartu kredit (ang sangat #esar di dunia0 .e enderungan dalam +3 ,ommer e $uga mengarah pada penggunaan &+T dikarenakan kele#ihann(a (ang tahan terhadap #er#agai serangan0 Penulis ukup (akin &+T maupun deri/asin(a akan #an(ak digunakan dalam e3 ommer e0

7.1. Penda.uluan
Asuransi menurut Pasal =?A .ita# Undang3Undang :ukum Dagang atau Det#oek /an .oophandel men(e#utkan6 Asuransi atau pertanggungan adalah suatu per$an$ian, dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima suatu premi, untuk mem#erikan penggantian kepadan(a karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan (ang diharapkan, (ang mungin akan dideritan(a karena suatu peristiwa (ang tak tertentu0

Berdasarkan de2inisi terse#ut terlihat adan(a unsur3unsur dari asuransi, (aitu6 Penanggung dan Tertanggung se#agai para pihak0 Premi, (aitu se$umlah uang (ang harus di#a(ar Tertanggung kepada Penanggung Peristiwa tertentu, (aitu peristiwa (ang #elum tentu ter$adi0 )anti rugi, per$an$ian asuransi memang diadakan untuk mem#erikan ganti rugi, namun ganti rugi han(a dikenal dalam Asuransi .erugian0 Dalam Asuransi Jiwa tidak dikenal ganti rugi, karena kehilangan n(awa seseorang tidak dapat dianggap se#agai suatu kerugian, tetapi merupakan suatu musi#ah (ang pasti ter$adi, han(a sa$a waktun(a tidak diketahui0 .eempat unsur diatas adalah unsur mutlak dalam asuransi, tanpa salah satu unsur diatas tidak dapat dise#ut se#agai Per$an$ian Asuransi0 Asuransi se#agai kegiatan ekonomi agak sukar untuk dide2inisikan se ara tepat0 &etiap penulis mem#erikan de2inisin(a sendiri3sendiri, walaupun maksud dan tu$uann(a sama, (aitu ara atau alat pemindahan resiko0 Apa#ila di masa datang ada kerugian3kerugian (ang diderita seseorang aki#at resiko (ang dihadapin(a, maka kerugian terse#ut dapat dialihkann(a kepada orang lain0 &e#agaimana diketahui, dalam tiap usaha dan tindakan (ang kita lakukan terdapat #erma am3 ma am resiko (ang selalu dapat menghalangi usaha dan tindakan (ang sedang atau akan kita lakukan0 Dalam kegiatan ekonomi se ara keseluruhan, asuransi memegang peranan penting, karena disamping mem#erikan perlindungan terhadap kemungkinan3kemungkinan kerugian (ang akan ter$adi, asuransi mem#erikan dorongan (ang #esar sekali ke arah perkem#angan ekonomi lainn(a0

7.2. #a$angan &!uran!i


;apangan asuransi di "ndonesia, menurut pasal =?B .ita# Undang3Undang :ukum Dagang #er#un(i se#agai #erikut6 &ertan++un+an itu antara lain dapat men+enai ba#a%a kebakaran, ba#a%a %an+ men+an'am #a!il"#a!il pertanian %an+ belum dipaneni, *iwa !atu atau beberapa oran+, ba#a%a laut dan perbudakan, ba#a%a %an+ men+an'am pen+an+kutan di daratan, di !un+ai, dan di perairan darat. Asuransi menurut pasal ini dapat ter#agi men$adi6

1. Asuransi .erugian 4& hade !erIekering5, dimana Penanggung #er$an$i akan mengganti
kerugian tertentu (ang diderita tertanggung0

2. Asuransi se$umlah Uang 4&ommen !erIekering5, dimana Penanggung #er$an$i akan


mem#a(ar uang (ang $umlahn(a sudah ditentukan se#elumn(a tanpa disandarkan pada suatu kerugian tertentu0 Persamaannn(a adalah, #ahwa kedua $enis asuransi ini merupakan persetu$uan untung3 untungan0 Gaitu Penanggung #er$an$i memenuhi prestasi keuangan apa#ila suatu peristiwa ter$adi0 Per#edaann(a, pada Asuransi .erugian ganti rugi (ang di#a(arkan penanggung se#esar kerugian (ang diderita0 Pada Asuransi &e$umlah uang, (ang di#a(arkan Penaggung adalah se$umlah (ang sudah di$an$ikan se#elummn(a, dan tidak didasarkan kerugian (ang diderita0 Usaha asuransi pada saat ini dapat di#agi ke dalam #e#erapa a#ang (ang #erdiri sendiri0 Gang paling umum dari semua pem#agian ini adalah antara asuransi swasta dan asuransi pemerintah6

5" Asuransi *6asta


&e ara tradisional, asuransi swasta ter#agi ke dalam tiga kelompok (aitu6 asuransi $iwa, asuransi ke#akaran dan laut, dan asuransi ke elakaan dan $aminan 4 asulalit( * suret(50 Pada umumn(a

satu perusahaan asuransi han(a memperoleh iIin usaha untuk satu kelas asuransi sa$a0 Jadi perusahan asuransi $iwa tidak #oleh mengusahakan asuransi harta0 asuransi ke#akaran dan laut tidak #oleh #ergerak dalam lapangan asuransi (ang termasuk asuransi ke elakaan dan $aminan0 Bagitu pula asuransi ke elakan dan $aminan tidak #oleh memasuki usaha (ang termasuk ke dalam #idang asuransi ke#akaran dan laut0 ;apangan asuransi $iwa meliputi antara lain asuransi $iwa, asuransi kesehatan, annuitet0 ;apangan asuransi ke#akaran dan laut meliputi antara lain6 asuransi ke#akaran, 4termasuk #adai, ledakan, huru3hara dan keri#utan mas(arakat, kerusakan oleh kapal ter#ang atau kendaraan59 /andalisme dan ke$ahatan9 kerusakan air9 ke#o oran pipa pen(iram9 gempa #umi9 asuransi laut 4muatan, #adan kapal, dan sewa kapal59 dan kerusakan 2isik kapal ter#ang dan mo#il0 Bidang asuransi ke elakaan dan $aminan antara lain adalah asuransi tanggung $awa# umum, kompensasi para peker$a, tanggung $awa# mo#il, pen urian dan ke#ongkaran, asuransi kesetiaan, $aminan, asuransi kredit, asuransi ternak, dan asuransi kesehatan0 Dengan kema$uan perasuransian, maka sekarang #isnis asuransi swasta dapat diklasi2ikasikan men$adi dua a#ang utama (aitu asuransi $iwa dan asuransi harta0

#" Asuransi Pe1erintah


Asuransi pemerintah terdiri dari asuransi sukarela dan asuransi wa$i#0 Asuransi sukarela meliputi antara lain asuransi panen, asuransi deposito, asuransi ta#ungan dan pin$aman, dan asuransi hipotik serta asuransi pin$aman untuk per#aikan harta tetap0 Asuransi wa$i# aadalah asuransi (ang mengharuskan mas(arakat memasukin(a dan #iasa dise#ut asuransi sosial atau asuransi kese$ahteraan sosial0 Asuransi ini mem#erikan tanggungan pada peserta (ang meninggal dan peserta itu sendiri karena a at atau pensiun0 Ada pula asuransi kompensasi para peker$a (ang diharuskan #agi ma$ikan3ma$ikan0 Asuransi sosial ini meliputi pula asuransi pengangguran0 Asuransi sosial di "ndonesia diadakan #erdasarkan Peraturan Pemerintah No0 >> tahun 19BB dan Undang3undang .e elakaan Tahun 19?B0 Pelaksanaann(a adalah Perum astek 4Perusahaan Umum Asuransi &osial Tenaga .er$a5 dan Perum Taspen 4Perusahaan Umum Ta#ungan Aduransi Pegawai Negeri50 Dengan Undang3Undang No0 >> tahun 19A? Pemerintah indonesia mengadakan Dana Pertanggungan Da$i# .e elakaan0 Undang3Undang ini mewa$i#kan setiap penumpang kendaraan #ermotor umumtra(ek luar kota mem#a(ar iuran setiap kali per$alanan 0 Undang3 Undang ini dilaksanakan dengan Peraturan Pemerintah No0 1B tahun 19A@0 &elan$utn(a dikeluarkan pula Undang3Undang No0 >? tahun 19A? mengenai dana .e elakaan ;alu ;intas (ang dilaksanakan dengan PP No0 18 tahun 19A@0 .edua undang3undang dan peraturan pemerintah ini dilaksanakan oleh Perum Jasa Rahar$a0

7.3. Prin!i$-Prin!i$ Da!ar &!uran!i


Prinsip Inde1nitas
Tu$uan orang mengasuransikan adalah untuk mendapatkan ganti kerugian apa#ila ter$adi kerusakan atas #arang (ang diasuransikan0 )anti kerugian ini pada dasarn(a setinggi3tinggin(a adalah se#esar kerugian (ang sungguh3sungguh diderita oleh tertanggung0

Prinsip &epentingan yang dapat diasuransikan


&eseorang han(a #oleh dan #erhak untuk mengasuransikan suatu o#(ek apa#ila ia mempun(ai kepentingan terhadap #arang termaksud0 Apa#ila ia tidak mempun(ai kepentingan terhadap #arang termaksud, tindakann(a dapat dianggap se#agai penipuan atau spekulasi dan oleh karenan(a tidak sah0

Prinsip %t1ost 7ood -aith


1engingat tidak semua #arang (ang diasuransikan dapat diperikasa le#ih dahulu se#elum penetupan asuransi dilakukan, maka unsur keper a(aan memegang peranan (ang sangat penting dalam asuransi0

Prinsip *ubrogasi
Gaitu hak tuntut kepada pihak ketiga #erpindah dari tertanggung kepada penanggung dengan diselesaikann(a klaim tertanggung oleh penanggung0 Prisip ini sangat erat kaitann(a dengan prisip indemnitas termaksud di atas0

7.2. "e!iko !ebagai 8byek &!uran!i


Resiko adalah ketidakpastian mengenai kerugian0 De2inisi ini memuat dua konsep (aitu ketidakpastian dan kerugian0 Dalaupun kedua konsep ini penting dalam asuransin resiko itu sendiri adalah ketidakpastian dan #ukan merupakan kerugian, karena #isa ter$adi resiko terse#ut menim#ulkan keuntungan0 Tidak semua resiko dapat disuransikan, karena harus dipenuhin(a #e#erapa s(arat tertentu6

1. 1assal dan homogen0 2. .erugian (ang dise#a#kan oleh #en ana itu harus tertentu0 3. Ter$adin(a kerugian dalam kasus indi/idual haruslah #ersi2at ke#etulan atau tidak
disenga$a0

4. .ela(akan ekonomis0 !. Pro#a#ilitas dapat diperhitungkan0

7.3. Perlunya $erdagangan melalui nternet dia!uran!ikan


Perdagangan melalui "nternet 4P1"5 seperti di$elaskan se#elumn(a memiliki #an(ak resiko0 Resiko3resiko terse#ut adalah6 pen(adapan, penipuan, penggandaan in2ormasi transaksi, pen urian in2ormasi rahasia, dan se#again(a0 Dalam P1" (ang meman2aatkan kriptogra2i, ke$ahatan terse#ut dapat dilakukan dengan #e#erapa ara, diantaran(a adalah pem#o#olan kun i dan pen urian kun i0 Pem#o#olan kun i (aitu dimana si pem#o#ol memakai #er#agai ara untuk menemukan kun i (ang sama dengan (ang asli0 ,ara pem#o#olan (ang paling umum digunakan adalah (ang dikenal dengan istilah brute )or'e atta'k, se#agaimana telah di$elaskan se#elumn(a, si pelaku men o#a #er#agai kemungkinan hingga akhirn(a ia menemukan kun i (ang o ok0 Pen urian kun i, adalah dimana si pelaku menemukan kun i (ang asli dan menggunakann(a, sehingga ia dapat #ertindak se#agai pemilik (ang asli0 Pen urian seperti ini dikenal dengan istilah man in t#e middle atta'k0 Perdagangan melalui "nternet merupakan salah satu kegiatan ekonomi0 Para pelakun(a tentu tidak ingin mengalami resiko kerugian di kemudian hari0 Jika ia tidak ingin menanggung resiko terse#ut, ia harus mengalihkann(a kepada orang lain0 ;em#aga (ang paling o ok dalam hal ini adalah asuransi se#agai alat pemindahan resiko0 .arena itu $ika para pelaku tidak ingin menanggung kerugian ia akan mengalihkan resiko terse#ut kepada lem#aga asuransi0 :al (ang sama se#aikn(a diterapkan pula dalam P1"0 Dari hasil sur/e( terlihat animo mas(arakat untuk melakukan P1" meningkat dengan pesat dari waktu ke waktu0 .e enderungan mas(arakat ini tentun(a akan le#ih tinggi apa#ila P1" didukung protokol3protokol transaksi elektronik (ang aman0 &e ure +le troni Transa tion (ang menggunakan kriptogra2i dalam pengamanann(a adalah sistem perdagangan "nternet (ang relati2 paling aman dari serangan3serangan (ang mungkin dilakukan dalam "nternet, antara lain pem#o#olan kun i dan pen urian kun i0 Pem#o#olan kun i mungkin sa$a ter$adi0 Besar ke iln(a kemungkinan ini ditentukan oleh pan$angn(a kun i0 &emakin pan$ang kun i makin semakin sulit pula untuk mem#o#oln(a0 :al ini digam#arkan dalam ta#el #erikut6 Tabel 8"5

Perkiraan +aktu 9ang (ibutuhkan %ntuk 'e1bobol &unci (engan $arga Tertentu Pada Tahun 5::; Pan$ang .un i 4#it5 Asimetris 4R&A5 &imetris 4D+&5 K1CC,CCC K1,CCC,CCC K1C,CCC,CCC K1CC,CCC,CCC 3 ?C = detik C,= detik C,C= detik = ms >8? @A >@ $am >,@ $am =1 menit = menit @1= A? 1 tahun >B hari ? hari 9 $am BA8 8C BC CCC tahun B CCC tahun BCC tahun BC tahun 1B9= 11= 1CL1? tahun 1CL1> tahun 1CL1= tahun 1CL11 tahun =>C? 1=8 1CL19 tahun 1CL18 tahun 1CL1B tahun 1CL1A tahun

Data terse#ut merupakan penghitungan pada tahun 199@ dengan menggunakan hardware khusus untuk men$e#ol kun i simetris D+&0 &edangkan kun i asimetris dalam kolom (ang sama menun$ukkan pan$ang kun i asimetris (ang memiliki kekuatan (ang sama dengan kun i simetrisn(a0 Jadi untuk mem#o#ol kun i asimetris @1=3#it mem#utuhkan waktu komputasi (ang kurang le#ih sama untuk mem#o#ol kun i simetris sepan$ang A?3#it0 Dengan asumsi kemampuan komputer men$adi #erlipat ganda setiap 18 #ulan dengan harga (ang sama, maka pada tahun 1999 estimasi terse#ut akan men$adi6 Tabel 8"# Perkiraan +aktu 9ang (ibutuhkan %ntuk 'e1bobol &unci (engan $arga Tertentu Pada Tahun 5::: Pan$ang .un i 4#it5 Asimetris 4R&A5 &imetris 4D+&5 K1CC,CCC K1,CCC,CCC K1C,CCC,CCC K1CC,CCC,CCC 3 ?C C,=@ detik =@ ms =,@ ms C,=@ ms >8? @A ?,? $am =@ menit =,A menit = menit @1= A? 1,@ #ulan ?,@ hari 1= $am 1,1 $am BA8 8C 1C CCC tahun 1 CCC tahun 1CC tahun 1C tahun 1B9= 11= 1CL1> tahun 1CL1= tahun 1CL11 tahun 1CL1C tahun =>C? 1=8 1CL18 tahun 1CL1B tahun 1CL1A tahun 1CL1@ tahun

Berdasarkan data di atas terlihat #ahwa resiko pem#o#olan kun i3kun i kriptogra2is, semakin tinggi se$alan dengan per$alanan waktu0 &elain diperlukann(a protokol3protokol transaksi (ang aman dari pen urian dan pem#o#olan, lem#aga asuransi diharapkan dapat mengantisipasi kerugian (ang mungkin ter$adi di kemudian hari0 Titik rawan (ang lain adalah mun uln(a teknologi komputer #aru (ang MmelanggarM 1ooreMs ;aw, sehingga dengan teknologi komputer #aru itu, ke epatan komputer meningkat #erlipat3lipat

se ara signi2ikan0 Aki#atn(a serti2ikat digital (ang harusn(a #erlaku le#ih lama, akan kadaluarsa le#ih epat karena dapat di#o#ol dengan mudah0

7.6. 'edudukan &!uran!i $erdagangan melalui nternet dalam '(HD


Dalam &+T para pihak (ang terli#at antara lain6

1. Pem#eli 4 ardholder5, dalam lingkup perdagangan elektronik, Pem#eli #erhu#ungan


dengan Pen$ual lewat komputer pri#adi 4personal omputer50 Pem#eli menggunakan pem#a(aran dengan kartu (ang dikeluarkan oleh "ssuer0 &e ure +le troni Transa tion 4&+T5 men$amin hu#ungan (ang dilakukan antara Pem#eli dengan Pen$ual, men(angkut pula data nasa#ah, merupakan hal (ang dirahasiakan0

2. "ssuer, adalah lem#aga keuangan dimana Pem#eli men$adi nasa#ahn(a, dan


mener#itkan kartu pem#a(aran0 "ssuer men$amin pem#a(aran atas transaksi (ang disetu$ui (ang menggunakan kartu pem#a(aran sesuai dengan merek (ang tertera pada kartu dan peraturan setempat0

3. Pen$ual

41er hant5, adalah (ang menawarkan #arang untuk di$ual atau men(elengarakan $asa dengan im#alan pem#a(aran0 Di dalam &+T, Pen$ual dapat men(arankan Pem#eli untuk melakukan transaksi dengan aman0 Pen$ual (ang menerima pem#a(aran dengan kartu harus memiliki hu#ungan dengan A Nuirer0 memproses atorisasi kartu pem#a(aran dan pem#a(aran3pem#a(aran0

4. A Nuirer, adalah lem#aga keuangan dimana 1er hant men$adi nasa#ahn(a dan !. Pa(ment gatewa(, adalah sarana (ang dioperasikan oleh A Nuirer atau pihak ketiga (ang
ditun$uk untuk memproses pesan3pesan pem#a(aran pen$ual, termasuk instruksi pem#a(aran pen$ual0 1enurut penulis terdapat satu pihak lagi (ang dalam &+T, (aitu6

". Ftoritas &erti2ikat 4,erti2i ate Authorit(5, (aitu lem#aga (ang diper a(a, dan
mengeluarkan serti2ikat3 serti2ikat dan ditandatangani olehn(a0 Pem#eli 4 ardholder5 han(a memiliki sepasang kun i asimetrik (ang dipergunakan untuk mem#uat'memeriksa tanda tangan, serta mem#uat'mem#uka amplop digital0 Artin(a kalau kun i pri/at pem#eli ter uri atau di#o#ol orang lain, maka sang pen uri dapat meniru tanda tangan pem#eli dan mem#uka amplop digital untuk pem#eli0 Pen$ual 4mer hant5, ger#ang pem#a(aran 4pa(ment gatewa(5, issuer, aNuirer dan otoritas serti2ikat masing3masing memiliki dua pasang kun i asimetrik0 &epasang kun i dipergunakan untuk melakukan pem#uatan'pemeriksaan tanda tangan dan pasangan kun i asimetris (ang lain dipergunakan untuk mem#uat'mem#uka amplop digital0 Dari hal ini terlihat #ahwa Pem#eli memiliki resiko le#ih tinggi daripada Pen$ual, karena kun i untuk menandatangani sama dengan kun i untuk mem#uka surat0 &ehingga $ika ada pihak (ang dapat mem#o#ol atau men uri kun i dapat #ertidak untuk menandatangani surat sekaligus untuk mem#uka surat0 Dalaupun dalam hal ini tidak #erarti #ahwa Pem#eli le#ih #esar %kepentingann(a% di#andingkan Pen$ual0 1enurut pasal =?A .U:D asuransi adalah suatu per$an$ian, dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima suatu premi, untuk mem#erikan penggantian kepadan(a karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan (ang diharapkan, (ang mungkin akan dideritan(a karena suatu peristiwa (ang tak tertentu0 Dari ketentuan pasal ini terlihat #ahwa para pihak (ang terli#at adalah Penanggung dan Tertanggung0 Penanggung adalah pihak (ang men$amin0 Tertanggung adalah pihak (ang mengalihkan resikon(a dan mem#a(ar premi0

Gang men$adi pertan(aan, adalah siapa (ang akan men$adi pihak tertanggung dan #agaimana #entuk darui asuransin(a0 Dalam kaitann(a dengan &+T, maka para pihak (ang #erkepentingan dan mem#a(ar premi akan dise#ut se#agai Tertanggung dan pihak asuransi se#agai Penanggung0 Dalam hal ini pula (ang dika$i adalah pihak Penanggung dan Tertanggung, dengan kun i3kun i kriptogra2is se#agai o#(ek asuransi0 Artin(a tidak dika$i kedudukan para pihak apakah se#agai Pen$ual, Pem#eli, A Nuirer, dan sa#again(a0 Jika (ang men$adi tertanggung adalah pihak3pihak (ang tertera pada poin 13@ tentun(a asuransi (ang ter$adi #isa men$adi tumpang tindih, dan melanggar prinsip indemnitas asuransi0 Penulis #erpendapat #ahwa pihak (ang men$adi tertanggung adalah ,A 4 'erti)i'ate aut#orit% ' otoritas serti2ikat5 se#agai lem#aga (ang diper a(a0 Dan #entuk asuransi (ang dilakukan #isa #er#entuk seperti asuransi sosial (ang ditetapkan pemerintah0 &ehingga tiap pihak (ang menggunakan kun i3kun i kriptogra2is sudah diasuransikan kepentingann(a terse#ut0

7.7. Prin!i$-Prin!i$ dalam &!uran!i Perdagangan melalui nternet


5" Prinsip Inde1nitas
)anti rugi (ang dapat diterima oleh tertanggung han(a se#esar kerugian (ang diderita0 Artin(a apa#ila tertanggung mengalami ke#o#olan kun i, maka (ang diperhitungkan dan di#a(arkan han(a se#esar kerugian (ang diderita aki#at ke#o#olan itu0 :al ini sesuai dengan tu$uan asuransi untuk mendapatkan ganti kerugian, aki#at suatu musi#ah (ang tidak dapat ia tanggung sendiri, dan #ukan untuk mendapat keuntungan darin(a0

#" Prinsip kepentingan yang dapat diasuransikan


&i Tertanggung harus memiliki kepentingan atas o#(ek (ang diasuransikan0 &eseorang han(a #oleh dan #erhak untuk mengasuransikan suatu o#(ek apa#ila ia mempun(ai kepentingan terhadap #arang termaksud0 Dalam hal ini o#(ek (ang dimaksud adalah kun i3kun i kriptogra2is, #aik kun i simetrik atau kun i asimetrik dari kemungkinan di#o#ol0

!" Prinsip %t1ost 7ood -aith


Bahwa adan(a itikad #aik dari pihak tertangung dalam mengasuransikan o#(ekn(a0 1aksud dari itikad #aik dalam hal ini adalah ke$u$uran dari pihak Tertanggung dalam mengasuransikan o#(ekn(a dan tidak men(em#un(ikan suatu hal (ang sepatutn(a di#eritahukan pada Penanggung0 1isaln(a, kun i (ang diasuransikan oleh tertanggung tidak diketahui se#elumn(a #ahwa kun i terse#ut telah di#o#ol0

8" Prinsip subrogasi"


Bahwa tertanggung (ang telah menerima ganti rugi dari Penanggung tidak #isa menuntut pada pihak ketiga0 .arena hak terse#ut telah #eralih pada Penanggung0 :al ini erat kaitann(a dengan prinsip indemnitas (ang diterangkan di atas0 1isaln(a Tertanggung (ang ke#o#olan kun in(a sudah menerima pem#a(aran dari Penanggung, ia tidak #isa menuntut ganti rugi lagi dari orang (ang mem#o#ol0 karena (ang #erhak menuntut setelah itu adalah Penanggung0

7.9. "e!iko Perdagangan 0elalui nternet !ebagai obyek &!uran!i


5" 'assal dan $o1ogen
.un i3kun i kriptogra2is (ang akan diasuransikan tentun(a tidak #er$umlah satu unit sa$a0 .arena perusahaan asuransi tidak mungkin han(a menanggung satu tertanggung sa$a0 :arus terdapat se$umlah #esar unit kriptogra2is (ang akan diasuransikan0 Bahkan memang dalam transaksi &+T terdapat #an(ak pihak3pihak (ang #erkepentingan dan dapat mengasuransikan kepentingann(a itu0

#" &erugian tertentu

Umumn(a perusahaan asuransi #er$an$i akan mem#a(ar kerugian tertentu, (ang dise#a#kan hal tertentu, pada waktu tertentu0 Dalam hal ini $angka waktu kadaluarsa dari serti2ikat (ang dikeluarkan ,A dapat di$adikan dasar $angka waktu asuransi0

!" &erugian yang terjadi bersi at kebetulan


Bahwa kerugian (ang ter$adi itu ter$adi tanpa adan(a unsur kesenga$aan dari pihak (ang #erkepentingan0 1isaln(a pemegang kun i tidak se ara senga$a men(e#arluaskan kun i pri/atn(a (ang #elum diproteksi dengan password0 "dealn(a Tertanggung tidak #oleh memiliki kontrol atau pengaruh terhadap ke$adian (ang ingin diasuransikan itu0 .un i kriptogra2is memenuhi kriteria ini0 .e uali $ika kun i pri/at tidak digenerate oleh pem#eli namun sudah terdapat di dalam smart ard maka pem#uat smart ard memiliki kontrol terhadap o#(ek terse#ut apa#ila ia se#agai pihak Tertanggung0

8" &elayakan ekono1is


Untuk la(akn(a suatu asuransi se ara ekonomis, maka kerugian(ang mungkin ter$adi haruslah ukup #esar #agi tertanggung, sedangkan #ia(a asuransi tidak terlalu tinggi di#andingkan dengan kemungkinan kerugian terse#ut0 .e#o#olan (ang ter$adi tentun(a akan mengaki#atkan kerugian (ang #esar #agi Tertanggung #aik se ara 2iansial maupun pri/a (, namun resiko kun i itu untuk di#o#ol ke il maka premin(a tentu sangat rendah0 &eperti telah di$elaskan se#elumn(a, asuransi (ang ideal adalah asuransi (ang kemungkinan kerugian (ang #esar namun pro#a#ilitasn(a rendah0 hal (ang sama $uga ter$adi dalam kriptogra2i (ang #isa menim#ulkan kerugian (ang #esar #agi tertanggung namun kemungkinan kun i kriptogra2is terse#ut $e#ol relati2 ke il0

;" Probabilitas dapat diperhitungkan


Pro#a#ilitas dalam perdagangan melalui "nternet dapat diperhitungkan melalui kemungkinan $e#oln(a dari pan$ang pendekn(a kun i (ang digunakan0 .emungkinan $e#oln(a kun i kriptogra2is seperti ditampilkan dalam ta#el ?0= di atas #isa di$adikan a uan kemungkinan $e#oln(a kun i kriptogra2is dengan memperhitungkan perkem#angan teknologi 4hukum 1oore50

7.:. Pemba.a!an &!uran!i


Penulis #erpendapat #ahwa, $ika (ang men$adi pihak Tertanggung adalah Pem#eli, Pen$ual, A Nuirer atau pun "ssuer, maka hal ini akan sangat merepotkan0 Dimana masing3masing pihak mengasuransikan masing3masing kepentingann(a itu0 1enurut pemikiran penulis alangkah #aikn(a apa#ila (ang men$adi pihak tertanggung adalah ,A0 Ftoritas &erti2ikat dalam hal ini adalah lem#aga keper a(aan, sehingga sudah sela(akn(a pela(anan $asa (ang diselenggarakann(a $uga diper a(a tidak mengandung kelemahan0 Dengan diasuransikann(a kun i3kun i maka pengguna $asa akan merasa aman apa#ila di kemudian hari tern(ata terhadap kelemahan dari kun i, #aik dikarenakan pem#o#olan maupun pen urian0 &eperti diketahui serti2ikat (ang dilkeluarkan oleh ,A #er#eda3#eda, semakin tinggi le/el serti2ikat, maka semakin pula kepentingan (ang terdapat di dalamn(a0 .arena itu sudah sewa$arn(a pula premi (ang akan di#a(arkan $uga le#ih tinggi0 Adapun #entuk dari asuransi (ang akan di$alankan seperti haln(a asuransi sosial, dimana adan(a kewa$i#an (ang ditetapkan pemerintah5 untuk mengasuransikan0 Root Ftoritas &erti2ikat se#agai tulang punggung dari pertahanan sert2ikat digital (ang #erisi kun i pu#lik, harus diaudit oleh lem#aga audit independen untuk sistem komputern(a0 :al ini penting, apakah Root ,A terse#ut memenuhi standard operasi (ang ditentukan 4&tandard Fperating Pro edures ' &FP50 Jika tidak, terdapat kemungkinan, ada pihak3pihak tertentu (ang meman2aatkan kelemahan ini untuk kepentingan dirin(a0

Pada #e#erapa kasus tertentu, pasangan kun i pu#lik dan pri/at tidak di#uat oleh su#s ri#er'user, melainkan oleh ke( distri#ution enter 4.D,50 Jadi selain user, .D, $uga men(impan kun i pri/at user terse#ut0 Alasann(a adalah agar kalau user kehilangan kun i pri/atn(a, maka .D, tinggal mengirimkan kem#ali kun i pri/at kepada user melalui saluran (ang aman 4#ukan lewat open network50 Dalam kasus ini, sistem komputer dan &FP di .D, harus #enar3#enar aman sekuritin(a, karena merupakan titik rentan0 .e#o#olan pada .D, dapat merupakan #en ana #agi seluruh su#s ri#ern(a'user0 Perlu diperhatikan #ahwa .D, tidak harus merupakan otoritas serit2ikat 4,A50 Dalam transaksi elektronik #er#asis tanda tangan digital melalui "nternet atau transaksi elektronik o223line, smart ard sangat mem#antu meningkatkan pengamanan transakasi0 Dengan adan(a smart ard dapat di$amin han(a pemegang kartu 4smart ard5 itu sa$a (ang dapat melakukan transaksi0 :al ini dise#a#kan karena kun i pri/at dan seluruh komputasi kriptogra2is (ang menggunakan kun i pri/at han(a dapat dilakukan di dalam smart ard terse#ut0 Tidak seperti umumn(a dimana user mem#uat'mengenerate sendiri pasangan kun i pu#lik3pri/atn(a, ada $enis smart ard (ang kun i pu#lik3pri/atn(a tidak dihasilkan'digenerate oleh user 4 ardholder50 .un i pu#lik3pri/atn(a sudah ada di dalam smart ard terse#ut saat 2a#rikasi0 .arena kun i pri/at (ang disimpan dalam hard disk diproteksi dengan password, maka praktek penggunaan password (ang #aik, harus dilakukan oleh user0 User tidak #oleh menggunakan password (ang mudah dite#ak, tidak #oleh memin$amkan password ke orang lain, serta tidak #oleh menuliskan password sem#arangan di atas kertas0 Pada penggunakan smart ard, kun i pri/at diproteksi dengan P"N0 .alau user hendak menggunakan smart ard, user harus memasukkan P"N0 .alau user salah memasukkan P"N tiga kali, maka smart ard akan mengun i dirin(a sendiri dan tidak #isa dipergunakan se#elum di#uka kem#ali dengan ara3 ara tertentu oleh ard enter (ang mengeluarkan smart ard terse#ut0 &aat user mengenerate pasangan kun i pu#lik3pri/atn(a sendiri, tentu user menggunakan so2tware khusus0 Ada kalan(a user menggunakan program3program 2reeware dan shareware (ang didownload lewat "nternet0 Bisa sa$a, saat program terse#ut mengenerate kun i pu#lik3 pri/at, kun i pri/atn(a dikirimkan pula oleh program Mmala iousM 4$ahat5 terse#ut ke node "nternet tertentu0 Jadi se#enarn(a dalam kasus ini ter$adi pen urian kun i pri/at0 .eterangan di atas merupakan pen$elasan dari titik3titik rentan (ang ada0 Titik 3titik rentan ini mennun$ukkan resiko (ang mungkin ada dan ter$adi untuk kun i3kun i kriptogra2is0 Dikaitkan dengan prinsip3prinsip asuransi dan s(arat dari o#(ek asuransi maka, terdapat kesimpulan resiko3resiko kun i kriptogra2is dapat diasuransikan0

,.

s!ek Hukum Perlindungan Konsumen

9.1. Pengertian 'on!umen


Terdapat #er#agai pengertian mengenai konsumen walaupun tidak terdapat per#edaan (ang men olok antara satu pendapat dengan pendapat lainn(a0 .onsumen se#agai peng3"ndonesia3an istilah asing 4"nggris5 (aitu 'on!umer, se ara har2iah dalam kamus3kamus diartikan se#agai %seseorang atau sesuatu perusahaan (ang mem#eli #arang tertentu atau menggunakan $asa tertentu%9 atau %sesuatu atau seseorang (ang mengunakan suatu persediaan atau se$umlah #arang%0 ada $uga (ang mengartikan % setiap orang (ang menggunakan #arang atau $asa%0 Dari pengertian diatas terlihat #ahwa ada pem#edaan antar konsumen se#agai orang alami atau pri#adi kodrati dengan konsumen se#agai perusahan atau #adan hukum pem#edaan ini penting untuk mem#edakan apakah konsumen terse#ut menggunakan #arang terse#ut untuk dirin(a sendiri atau untuk tu$uan komersial 4di$ual, diproduksi lagi50

Ban(ak negara se ara tegas menetapkan siapa (ang dise#ut se#agai konsumen dalam perundang3undangann(a, konsumen di#atasi se#agai %setiap orang (ang mem#eli #arang (ang disepakati, #aik men(angkut harga dan ara3 ara pem#a(arann(a, tetapi tidak termasuk mereka (ang mendapatkan #arang untuk di$ual kem#ali atau lain3lain keperluan komersial 4,onsumer prote tion A t No0 A8 o2 198A Pasal B huru2 ,50 Peran is mende2inisikan konsumen se#agai9 6A pri,at per!on u!in+ +ood! and !er,i'e! )or pri,at end!%0 &ementara &pan(ol menganut de2inisi konsumen se#agai #erikut6 %An% indi,idual or 'ompan% w#o i! t#e ultimate bu%er or u!er o) per!onal or real propert% , produ't! , !er,i'e!, or a'ti,itie!, re+ardle!! o) w#eter t#e !eller, !upplier or produ'er i! a publi' or pri,ate entit%, a'tin+ alone or 'olle'ti,el%6. &elain itu dalam ran angan akademik Undang3undang tentang .onsumen oleh Tim Peneliti U" dalam .etentuan Umum Pasal 19 Dalam Undang3undang ini (ang dimaksud dengan 6 .onsumen adalah setiap orang atau keluarga (ang mendapatkan #arang untuk dipakai dan tidak untuk dipakai dan tidak untuk diperdagangkan0 Tim Peneliti U" tidak mem#atasi konsumen dalam hu#ungan dengan didapatkann(a #arang (aitu dalam hal ini tidak perlu ada hu#ungan $ual #eli0 1isaln(a seorang kepala keluarga (ang mem#eli #arang untuk dinikmati oleh seluruh anggota keluarga, maka anggota keluarga (ang memakai walau tidak mem#eli langsung $uga merupakan kategori konsumen0 Berdasarkan Undang3Undang No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan .onsumen (ang mulai #erlaku satu #ulan se$ak penggggundangann(a, (aitu =C April 19990 Pasal 1 #utir = mende2inisikan konsumen se#agai O %&etiap orang pemakai #arang dan'atau $asa (ang tersedia dalam mas(arakat, #aik #agi kepentingaan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun mahluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan0% De2inisi ini sesuai dengan pengertian #ahhwa konsumen adalah end u!er ' pengguna terakhir, tanpa si konsumen merupakan pem#eli dari #arannng dan'atau $asaterse#ut0 :ukum konsumen #elum dikenal se#agaimana kita mengenal a#ang hukum pidana, hukum perdata, hukum adaministrasi, hukum internasional, hukum adat dan #er#agai a#ang hukum lainn(a0 Dalam hal ini $uga #elum ada kesepakatan hukum konsumen terletak dalam a#ang hukum (ang mana00 :al ini dikarenakan ka$ian masalah hukum konsumen terse#ar dalam #er#agai lingkungan hukum antara lain perdata, pidana, administrasi, dan kon/ensi internasional0 Pro20 1o htar .usumaatmad$a, mem#erikan #atasan hukum konsumen (aitu6 Ke!eluru#an kaida#"kaida# dan a!a!"a!a! %an+ men+atur #ubun+an dan ma!ala# anatara berba+ai pi#ak berkaitan den+an den+an baran+ dan atau *a!a kon!umen !atu !ama lain, di dalam per+aulan #idup. :ukum perlindungan konsumen merupakan #agian dari hukum konsumen dan menemukan kaidah hukum konsumen dalam #er#agai peraturan perundangan (ang #erlaku di "ndonesia tidaklah mudah, hal ini dikarenakan tidak dipakain(a istilah konsumen dalam peraturan perundan3undangangan terse#ut walaupun ditemukan se#agian dari su#(ek3su#(ek hukum (ang memenuhi kriteria konsumen0 &e#elum di#erlakukann(a UU No0 8 tahun 1999 terdapat #er#agi peraturan perundang3undangan (ang #erhu#ungan dengan perlindungan konsumen0 Peraturan Prundang3undangan ini memang tidak se ara langsung mengenai perlindungan konsumen, namun se ara tidak langsung dimaksudkan $uga untuk melindungi konsumen Peraturan (ang dimaksud antara lain6 10 .eputusan 1enteri Perindustrian No0 B=B' 1' &.' 1=' 1981 tentang Da$i# Pem#erian Tanda 4;a#el5 Pada .ain Batik Tulis, .ain Batik .om#inasi 4Tulis dan ,ap5, dan Tekstil (ang Di etak 4printed5 dengan 1oti2 4Disain5 Batik0 =0 Peraturan Pemerintah No0 B Tahun 19B> tentang Pengawasan Atas Peredaran, Pen(impanan dan Penggunaan Pestisida 4;em#aran Negara

Repu#lik "ndonesia, selan$utn(a disingkat dengan ;N R", No0 => tahun 19B>5 tentang Pengawasan Atas Peredaran, Pen(impanan, dan Penggunaan Pestisida0 >0 .eputusan 1enteri Perindustrian No0 =B' 1' &. ' 1' 198? tentang &(arat3 s(arat dan i$in Pengolahan .em#ali Pelumas Bekas dan Pen a#utan semua "$in Usaha "ndustri Pengolahan .em#ali Pelumas Bekas0 ?0 Peraturan Pemerintah No0 =' 198@ 4;N R" No0 ? tahun 198@ dan Tam#ahan ;em#aran Negara Repu#lik "ndonesia No0 >=8>05 tentang Da$i# dan Pem#e#anan Untuk Ditera dan atau Ditera Ulang &erta &(arat3s(arat Bagi Alat3 alat Ukur, Takar, Tim#ang dan Perlengkapann(a0 @0 Undang3Undang tentang Pokok .esehatan No0 9' 19AC 4;N R" No0 1>1 tahun 19AC dan T;N R" No0 =CA850 A0 Peraturan 1enteri .esehatan No0 B9' 19B8 tentang ;a#el dan Perikllanan0 B0 Peraturan 1enteri .esehatan No0 B9' 19B8 tentang Produksi Dan Peredaran 1akanan (ang melarang periklanan (ang men(esatkan, menga aukan, atau menim#ulkan pena2siran salah atas produk (ang diklankan0 Dengan di#erlakukann(a UU No 8 Tahun 1999 maka UU terse#ut merupakan ketentuan positi2 (ang khusus mengatur perlindungan konsumen0

9.2. Hak-Hak 'on!umen


Jika kita mem#i arakan tentang perlindungan konsumen hal itu tidak lain adalah $uga mem#i arakan hak3hak konsumen0 Presiden 1erika &erikat J0 -0 .enned( dalam pesann(a kepada ,ongress pada tanggal 1@ 1aret 19A= dengan $udul A Spe'ial Me!!a+e o) &rote'tion t#e /on!umer Intere!t, men$a#arkan empat hak konsumen se#agai #erikut6 7. t#e ri+#t to !a)et% 8. t#e ri+#t to '#oo!e 9. t#e ri+#t to be in)ormed :. t#e ri+#t to be #eard Di "ndonesia Ga(asan ;em#aga .onsumen "ndonesia 4G;."5 merumuskan hak3hak konsumen se#agai #erikut6 10 hak keamanan dan keselamatan =0 hak mendapatkan in2ormasi (ang $elas >0 hak memilih ?0 hak untuk didengar pendapatn(a dan keluhann(a @0 hak atas lingkungan hidup &elan$utn(a Tim Peneliti U" dalam ran angan akademikn(a merumuskan hak3hak konsumen se#agai #erikut6 10 hak atas keamanan =0 hak untuk memilih >0 hak atas in2ormasi ?0 hak untuk didengar @0 hak untuk mendapatkan #arang sesuai dengan nilai tukar (ang di#erikann(a A0 hak untuk mendapatkan upa(a pen(elesaian hukum (ang patut0 :ak3hak konsumen menurut UU No 8 tahun 1999 , dalam Pasal ? se#agai #erikut6

:ak atas ken(amanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi #arang dan'atau $asa0 :ak untuk memilih #arang dan'atau $asa serta mendapatkan #arang dan'atau $asa terse#ut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta $aminan (ang di$an$ikan0 :ak atas in2ormasi (ang #enar, $elas dan $u$ur mengenai kondisi dan $aminan #arang dan'atau $asa0 :ak untuk didengar pendapat dan keluhann(a atas #arang dan'atau $asa (ang digunakan0 :ak untuk mendapatkan ad/okasi, perlindungan, dan upa(a pen(elesaian sengketa perlindungan konsumen se ara patut :ak untuk mendapat pem#inaan dan pendidikan konsumen0 :ak untuk diperlakukan atau dila(ani se ara #enar dan $u$ur serta tidak diskriminati2 :ak untuk mendapat kompensasi, ganti rugi dan ' atau penggantian, apa#ila #arang dan'atau $asa (ang diterima tidak sesuai dengan per$an$ian atau tidak se#agaimana mestin(a0 :ak3hak (ang diatur dalam ketentuan peraturan perundang3undangan lainn(a0 &elain itu terdapat $uga kewa$i#an dari konsumen (ang tertera dalam pasal @ UU no 8 tahun 19990 Penulis dalam hal ini le#ih enderung memakai kaedah %etis% P0A0P0A 4 &ri,a'%, A''ura'%, &ropert%, A''e!!ibilit%5 dalam merumuskan hak3hak konsumen0 Artin(a hak3hak konsumen meliputi pri,a'%, a''ura'%, propert%, dan a''e!!ibilit%. Perumusan hak3hak dari konsumen tiada lain adalah 4$uga5 untuk merumuskan kewa$i#an dari produsen atau pen(elenggara $asa0 .husus dalam penulisan ini kewa$i#an dari produsen adalah men$amin pri,a'%, a''ura'%, propert%, dan a''e!!ibilit% konsumen di atas0

9.3. &!$ek Perlindungan kon!umen dalam Penggunaan (igital *ignature


Dalam pengguanaan Digital &ignature kita mengenal adan(a dua pihak, (aitu6 7. /erti)i'ate Aut#orit% (/A) 8. Sub!'riber :u#ungan ini menun$ukkan kaitan antara ,A se#agai pen(elenggara $asa dan su#s ri#er se#agai konsumen0 &e#agai pen(elenggara $asa, ,A harus men$amin hak3hak su#ss ri#er antara lain6

5" Pri0acy
Termaktu# dalam pasal ? #utir 1 UU NF 8 tahun 19990 ,ontoh6 .etika su#s ri#er meng%appl(% kepada ,A, su#s akan dimintai keterangan mengenai identitasn(a, #esar ke iln(a keakuratan dari identitas terse#ut tergantung dari $enis tingkatan serti2ikat terse#ut0 &emakin tinggi tingkat serti2ikat maka semakin akurat pula identitas se#enarn(a dari su#s ri#er0 Namun dalam hal ini (ang perlu diperhatikan adalah ,A se#agai pen%i data #erkewa$i#an men$aga kerahasiaan identitas su#s dari pihak (ang tidak #erkepentingan0 ,A han(a #oleh mengkon2irm #ahwa serti2ikat (ang dimiliki oleh su#s adalah #enar dan diakui oleh ,A0 Di #e#erapa negara ma$u data pribadi mendapat perlindungan dalam undang3undang 4data prote'tion a't50 Di dalam Undang3Undang (ang #ersangkutan ter antum prinsip perlindungan data 4.ata &rote'tion &rin'iple!5 (ang harus ditaati oleh orang3orang (ang men(impan atau memproses in2ormasi dengan mempergunakan komputer (ang men(angkut kehidupan orang3 orang0 Biro3#iro komputer (ang men(ediakan $asa pela(anan #agi mereka (ang hendak

memproses in2ormasi $uga sama dikontrol dan harus melakukan penda2taran menurut undang3 undang terse#ut0 "ndi/idu3indi/idu, (ang in2ormasi dirin(a disimpan pada komputer, di#eri hak3 hak untuk akses dan hak untuk memperoleh atatan3 atatan pem#etulan dan penghapusan in2ormasi (ang tidak #enar0 1ereka itu pun dapat menga$ukan pengaduan kepada Data Prote tion Registrar 4(ang daingkat #erdasarkan undang3undang5 aapa#ila mereka tidak merasa puas terhadap ara orang atau organisasi (ang mengumpulkan in2ormasi dan, menurut keadaan3 keadaan tertentu, indi/idu3indi/idu memiliki hak atas ganti kerugian0 Pelanggaran terhadap prinsip3prinsip perlindungan data dapat men(e#a#kan tanggung $awa# pidana, adapun prinsip3prinsip terse#ut antara lain6

1. "n2ormasi (ang dimuat dalam data pri#adi harus diperoleh, dan data pri#adi itu
harus diproses, se ara $u$ur dan sah0

2. Data pri#adi harus dipegang han(a untuk satu tu$uan atau le#ih (ang spesi2ik
dan sah0

3. Data pri#adi (ang dikuasai untuk satu tu$uan dan tu$uan3tu$uan tidak #oleh
digunakan atau dise#arluaskan dengan melalui suatu dengan tu$uan atau tu$uan3tu$uan terse#ut0 ara (ang tidak sesuai

4. Data pri#adi (ang dikuasai untuk keperluan suatu tu$uan atau tu$uan3tu$uan harus
la(ak, rele/an dan tidak terlalu luas dalam kaitann(a dengan tu$uan atau tu$uan3 tu$uan terse#ut

!. Data pri#adi harus akurat dan, $ika diperlukan, selalu up"to date. ". Data pri#adi (ang dikuasai untuk keperluan suatu tu$uan atau tu$uan3tu$uan tidak
#oleh dikuasai terlalu lama dari waktu (ang diperlukan untuk kepentingan tu$uan atau tu$uan3tu$uan terse#ut0

#. Tindakan3tindakan pengamanan (ang memadai harus diam#il untuk menghadapi


akses se ara tidak sah, atau pengu#ahan, pen(e#arluasan atau pengrusakan data pri#adi serta menghadapi kerugian tidak terduga atau data pri#adi0

$. &eorang indi/idu akan di#erikan hak untuk6


a0 Dalam $angka waktu (ang wa$ar dan tanpa kelam#atan serta tanpa #ia(a6

o o

Di#eri pen$elasan oleh pihak pengguna data tentang apakah pihakn(a menguasai data pri#adi di mana indi/idu (ang #ersangkutan men$adi su#(ek data9 dan Untuk akses pada suatu data demikian (ang dikuasai oleh pihak pengguana data0

#0 Jika dipandang perlu, melakukan per#aikan atau penghapusan data0 Prinsip (ang terakhir #erkaitan dengan pengamanan dan an aman terhadap hal ini ada dua $enis6 415 pengamanan dari akses tidak sah, dan 4=5 #erkaitan dengan 'op%"'op% ba'k up0 pusat3pusat data (ang #erisi data pri#adi0 1asih #erkaitan dengan masalah $aminan pri/a ( dalam kaitann(a dengan kun i pri/at, adalah harus adan(a $aminan #ahwa ,A tidak #erusaha men ari pasangan kun i pu#lik dari sus#s ri#er0 ,A mempun(ai peluang (ang #esar untuk #isa menemukan kun i pasangan dari su#s ri#er karena ,A mempun(ai komputer (ang le#ih anggih untuk menemukann(a0 &elain itu harus ada $aminan #ahwa pen ipta kartu (ang #erisikan kun i pri/at $uga tidak akan men(e#arluaskan atau pun menggandakann(a0 :al ini sangat logis sekali karena pem#uat kartu selain mengetahui kun i pu#lik $uga mengetahui kun i pri/atn(a karena ia adalah pen iptan(a0 Untuk men$amin hal ini perlu adan(a suatu notar( s(srem (ang men$amin hal terse#ut0

#" Accuracy
Termaktu# dalam pasal ? #utir =,>, dan 8 UU No 8 tahun 19990 Dalam prinsip ini terkandung pengertian %ketepatan% antara apa (ang diminta dengan apa (ang didapatkan0 Bahwa apa (ang didapat oleh su#s sesuai dengan apa (ang ia minta #erdasarkan in2ormasi (ang diteriman(a0 .etepatan in2ormasi 4in2ormasi (ang #enar tanpa tipuan5 $uga merupakan prinsip a ura (0 &e#agai ontoh6 su#s (ang meminta le/el tertentu dari serti2ikat se#aikn(a tidak di#erikan le/el (ang le#ih rendah atau le#ih tinggi0 ,A $uga #erkewa$i#an mem#eritahukan segala keterangan (ang #erkaitan dengan penawaran maupun permintaan (ang dia$ukan0 &e ara tidak langsung su#s #erhak untuk mendapatkan ,A (ang #erlisensi artin(a ketika su#s mengakses ke ,A, terdapat praduga #ahwa ,A adalah ,A (ang sah dan #erlisensi dan su#s harus dilindungi dari pen(impangan ,A (ang gadungan0

!" Property
Termaktu# dalam pasal ? #uutir 8 UU No 8 tahun 19990 &u#s harus dilindungi hak milikn(a dari segala pen(impangan (ang mungkin ter$adi aki#at masukn(a su#s ke dalam sistem ini0 Artin(a su#s #erhak dilindungi dari segala #entuk pen(adapan, penggandaan, dan pen urian0 Jika hal ini ter$adi maka ,A #erkewa$i#an mengganti kerugian (ang diderita0

8" Accessibility
Termaktu# dalam pasal ? #utir?, @, A,dan B UU No 8 tahun 19990 Bahwa setiap pri#adi #erhak medapat perlakuan (ang sama dalam hal untuk mengakses dan in2ormasi0 Artin(a tiap su#s #isa masuk ke dalam sistem ini $ika memenuhi pers(aratan, dan ia #isa mempergunakan sistem ini tanpa adan(a ham#atan0 Dan su#s $uga #erhak untuk didengar pendapat dan keluhann(a0

9.2. 'e!im$ulan
:ak3hak konsumen untuk ter apain(a perlindungan konsumen sudah ter antum atau dituangkan dalam #entuk Undang3Undang, (aitu UU No 8 tahun 19990 1aka artin(a hak3hak terse#ut sudah diakui ke#eradaann(a dan memiliki kepastian hukumn(a (ang diatur dalam Undang3Undang positi20 Upa(a hukum (ang dilakukan oleh konsumen (ang merasa dirugikan #isa menggunakan pasal3 pasal dalam UU No 8 tahun 1999 ini0 Dalam kaitann(a dengan penggunaan digital signature , ,A dalam kedudukan (ang le#ih kuat harus #isa men$amin hak3hak konsumen0 Terutama dalam per$an$ian adhesi antara ,A dan su#s ri#er0 Per$an$ian dia$ukan se#aikn(a tidak han(a #erat se#elah, sehingga su#s ri#er tidak mempun(ai posisi penawaran 4#argaining power50 Untuk menutup resiko atas produk3produk (ang a at ,A dapat mengasuransikan resiko terse#ut0 :al ini untuk mengurangi #e#an (ang harus ditanggung oleh ,A apa#ila suatu saat ada konsimen 4su#s ri#er5 (ang menuntut ,A karena merasa dirugikan0

-. Ke"erlakuan Hukum Hak Intelektual


:.1. Paten

tas Keka.aan

a. Dasar :ukum 6 UU No0A Tahun 1989 dire/isi dengan UU No01> Tahun 199B b. Dewasa ini, telah disadari #ahwa suatu program komputer semestin(a dapat
dilindungi dengan paten, mengingat esensi dari suatu program komputer adalah suatu ino/asi terhadap proses itu sendiri0 4 ontoh9 algoritma untuk en r(ption

seperti0 R&A, dll050 Untuk menim#ulkan suatu keadaan (ang menun$ang ke#eradaan e3 ommer e, perlu dilakukan amandemen terhadap per$an$ian tentang paten (ang sudah ada sekarang ini, atau mem#uat suatu per$an$ian (ang #aru (ang #erisi antara lain6

o o

Adan(a suatu perlindungan terhadap terhadap pemegang paten terhadap penggunaan paten (ang dipun(ain(a tanpa seiIinn(a0 1en iptakan suatu standar internasional untuk menentukan kea#asahan suatu klaim terhadap paten0

:.2 Co$yrig.t! and *eig.bouring "ig.t!


a. UU No0A Tahun 198= diu#ah dengan UU No0B Tahun 198B, terakhir diu#ah
dengan UU No01= Tahun 199B

b. Untuk mem#erikan perlindungan terhadap ,op( rights and Neigh#ouring Rights


kepada para pengguna 4user5 maka setiap negara (ang sudah ikut dalam D"PF harus men(empurnakan perundang3undangann(a sehingga diharapkan ter ipta suatu standar (ang #erlaku se ara internasional0 Be#erapa hal (ang harus disempurnakan, empat di antaran(a adalah 6

i. ii. iii. i%.

:ak ekslusi26 #agaimana seseorang pemegang suatu hak akan dapat merasa (akin mendapat perlindungan se ara hukum atas segala hak (ang dipun(ain(a dalam ruang lingkup ele troni ommer e0 Pengam#ilan tanpa dasar hak6 apakah (ang harus dilakukan untuk men(ediakan suatu perlindungan hukum (ang ukup untuk melindungi materi hak ipta (ang terdapat dalam ruang lingkup e3 ommer e0 Bagaimana men(ikapi adan(a suatu pertan(aan akan kewa$i#an dari pen(edia $asa0 Pem#atasan dan penge ualian terhadap perlindungan apakah (ang ukup mem2asilitasi ele troni ommer e0

:.3 ,rademark
a. UU No019 Tahun 199= diu#ah dengan UU No01? tahun 199B b. Penggunain domain name, semestin(a tidak merupakan permasalahan karena
merupakan adress sa$a0 Jadi semestin(a dapat dilihat pada iktikad #aik pihak (ang ingin menda2tarkan domain name terse#ut0 1engingat pengaturan tentang suatu merek dagang #iasan(a se ara nasional akupann(a, akan ada suatu potensi kon2lik apa#ila terdapat suatu merek dagang dimiliki oleh pihak (ang #erkedudukan di negara (ang #er#eda atau mempun(ai pengaturan (ang #er#eda0

1/. KESI0P12 3
Berdasarkan dari apa (ang telah dikemukakan, dapat kita simpulkan dan usulkan hal3hal se#agai #erikut terutama dari #idang hukum dan regulasi6 10 Bahwa "ndonesia se ara mental masih #elum siap sedangkan di lain sisi, hal ini si2atn(a sangat urgent0 .enapa hal ini dikemukakan, karena $u$ur sa$a, kalangan mas(arakat "ndonesia (ang selama ini telah melakukan kegiatan dalam ruang lingkup ele troni ommer e, setidak3 tidakn(a (ang mengetahui atau on ern mengenai masalah ini han(a ter#atas pada kalangan (ang selama ini akra# dengan internet 4walaupun telah dise#utkan se#elumn(a kemungkinan e3 ommer e di luar internet50 &edangkan kalangan ini han(alah se#agian ke il dari mas(arakat0

&elain karena pengguna komputer 4(ang se ara tidak langsung #erpengaruh5 masih sedikit0 Dengan perkataan lain, mas(arakat "ndonesia harus segera men(iapkan diri menghadapi masalah ini sesegera mungkin, mengingat negara lain sudah men(iapkan diri dalam mensikapi perdagangan se ara elektronis, dengan adan(a kemudahan3kemudahan (ang di#awan(a0 =0 Perlu dipikirkan adan(a sosialisasi e3 ommer e kepada seluruh mas(arakat "ndonesia >0 Belum siapn(a #e#erapa peraturan hukum "ndonesia Telah dikemukakan, prinsip (ang kita pegang haruslah %Trans2orm the 1edium, not the "nstrument%0 .egiatan3kegiatan dalam e3 ommer e se ara general masih dapat dikategorikan se#agai tindakan perdagangan'peniagaan #iasa, walaupun terdapatn(a hal3hal (ang signi2ikan (ang mem#edakann(a seperti media elektronik (ang menggantikan paper3#ased transa tion0 Dapat dikatakan #e#erapa peraturan hukum (ang telah ada sekarang ini sudah dapat men ukupi, #aik dengan ara melakukan pena2siran se ara analogis terhadap tindakan (ang ada dalam e3 ommer e 4terhadap aturan (ang #elum ada5 maupun melakukan pena2siran ekstenti2 dengan ara mem#erlakukan peraturan hukum pada hal3hal (ang se ara esensi adalah sama 4 ontohn(a6 listrik dan data elektronik50 Dalam hal3hal (ang khusus, sangat perlu di#uat peraturan hukum #aru, seperti adan(a pengaturan khusus di #idang Digital &ignature se#agai pengamanan e3 ommer e, karena dalam #idang ini tidak dapat dilakukan pena2siran untuk menghindarkan kesalahpengertian mengenai esensi dari Digital &ignature0 Perlu diperhatikan le#ih lan$ut #ahwa perangkat hukum di "ndonesia khususn(a hukum perdata pada dasarn(a telah mampu men$angkau permasalahan3permasalahan (ang tim#ul0 :ukum perdata ini se ara umum0 4se 0general6 norma sdh mampu, tetapi kita msaih #utuh pengraturan (ang le#ih spesi2ik tuk men$amin kepastian hukum #agi setiap per#uatan hukum perdata khususn(a di #idang e om0 ?0 Untuk sementara, menghadapi kekosongan hukum di "ndonesia, diperlukan peran hakim dan para aparat penegak hukum termasuk penasehat hukum, dan kepolisian serta ke$aksaan0 :akim sesuai dengan ketentuan Pasal == Algemene Bepalingen, dilarang menolak untuk mengadili suatu perkara (ang #elum ada pengaturan hukumn(a0 :akim $uga dituntut untuk melakukan re ht/inding 4penemuan hukum5 selain melakukan pena2siran analogis maupun pena2siran ekstenti2 (ang telah dikemukakan di atas0 Peran dari para konsultan hukum (ang mewakili pihak (ang melakukan suatu per#uatan hukum di #idang e om sangat #esar0 Untuk sementara, (ang dilakukan mereka adalah men ari norma3 norma @0 Perlu di#entuk suatu tim khusus di #idang hukum'regulasi e3 ommer e sesegera mungkin0 Tim khusus ini perlu segera di#entuk untuk mempersiapkan peraturan hukum di #idang e3 ommer e khususn(a Digital &ignature0 .edudukan tim ini di #awah #e#erapa departemen, seperti &ekretariat Negara, Departemen Perdagangan dan "ndustri, Departemen .ehakiman, Departemen #idang Telekomunikasi, dan #e#erapa Departemen lainn(a (ang #erkaitan erat dengan masalah ini0 Tim khusus ini dapat #eker$a se ara inter departemen sehingga segala permasalahan dapat di akup se ara luas0

&ote' (alaysia sudah membuat )i*ital +i*nature ,ct dari tahun 199#. +in*apura -auh sebelumnya.