Anda di halaman 1dari 12

Buku Resep Makanan Daerah Kabupaten Karanganyar, Sragen dan Surakarta Jawa Tengah

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Teknologi Pengolahan Pangan Lokal

1. 2. 3. 4. 5.

oleh : Ertriani Anindya M. Heni Prahesti Illafi Radinal F. Rahayu Wahyuningtyas Ambar Ismaya

(121710101007) (121710101018) (121710101026) (121710101035) (121710101038)

TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS JEMBER 2014


0

Bab 1. Makanan Khas Daerah Karanganyar

1.1 Grubi atau Sarang Balam Grubi atau Sarang Balam merupakan salah satu cemilan

tradisional nusantara yang memiliki cita rasa khas. Rasa khasnya yang berasal dari gula nira (gula aren) ini memberikan rasa manis dan gurih terhadap ubi jalar yang merupakan bahan dasarnya.

Alat : Baskom Wajan Pisau Parutan Pengaduk Bahan : 1,5 kg ubi, kupas kulitnya, rendam air 200 gr gula merah, sisir halus 125 gula pasir 1,5 lt air + 2 sdt garam 100 ml minyak goreng

Cara Membuat :

Serut ubi kayu, langsung di atas air garam. Pilih serutan kecil. Biarkan terendam sekitar 30 menit. Tiriskan.

Panaskan minyak dengan api sedang saja. Masukkan ubi serut. Aduk-aduk rata hingga agak kering.

Masukkan gula merah dan gula pasir. Aduk-aduk hingga semua gula larut. Teruskan mengaduk beberapa saat hingga gula terasa lebih lengket. Matikan api.

Selagi hangat, ambil sesendok sayur ubi, tekan lembut dengan sendok hingga agak membentuk, letakkan di atas kertas roti. Biarkan dingin. Grubi akan mengeras saat dingin. Sajikan dalam stoples.

1.2 Keripik jagung Keripik jagung adalah keripik yang terbuat dari olahan jagungyang dibuat tipis kemudian digoreng

hingga renyah dengan tambahan aneka bumbu. Biasanya rasanya

adalah asin dengan aroma bawang yang gurih.

Alat : Panci Penggiling jagung basah Pembuat lembaran adonan Pengering Wajan Baskom

Bahan : Jagung
2

Kapur Sirih 50 gram Minyak goreng Garam 50 gram Jagung 1 kg Bawang putih 30-50 buah Merica halus 3-5 gram Minyak goreng sdm

Cara Membuat : 1. Pembuatan larutan kapur Untuk membuat 10 liter larutan kapur dilakukandengan menambahhkan 50 gram kapur sirih ke dalam 10 liter. Setelah itu dilakukan pengadukan sampai semua kapur larut. Kedalam larutan kapur juga ditambahkan garam 50 gram, dan minyak goreng 1 sendok. Penambahan minyak goreng bertujuan untuk mencari terbentuknya busa yang berlebihan pada saat perebusan jagung. 2. Perebusan di dalam larutan kapur Biji jagung direbus di dalam larutan kapur selama 2 2,5 jam. Setiap 1 kg jagung membutuhkan sampai 10 liter larutan kapur. 3. Perendaman dengan larutan kapur Setelah perebusan, jagung dibiarkan terendam di dalam larutan kapur selama 16 24 jam. Selama rendaman dilakukan pengadukan beberapa kali. 4. Pencucian Setelah perendaman jagung ditiriskan dan dicuci berulang-ulang (5-7 kali) dengan air bersih untuk menghilangkan sisa kapur. Setelah bersih, biji ditiriskan. 5. Pembumbuan Jagung yang telah ditiriskan ditambah dengan bawang putih, dan merica halus. Setiap 1 kg jagung dibumbui dengan 30 50 bawang putih, dan 3-5 gr merica yang telah dihaluskan terlebih dahulu.
3

6. Penggilingan Jagung yang telah dibumbui digiling sampai diperoleh adonan yang halus dan rata. 7. Pencetakan Adonan Adonan ditipiskan sehingga membentuk lembaran tipis (2 m). Penipisan dapat dilakukan dengan menggunakan ampia atau dengan menggiling adonan dengan botol diatas meja yang dilapisi plastik. Lembaran tipis adonan dipotong-potong dengan ukuran 1 3 cm berbentuk persegi. 8. Pengeringan Keripik basah jagung dijemur sampai kering, atau dikeringkan dengan alat pengering sampai kadar air di bawah 8%. Keripik yang telah kering akan berbunyi jika dipatahkan, hasil yang diperoleh disebut keripik mentah jagung. 9. Penggorengan Keripik mentah jagung digoreng dengan minyak panas (suhu 170 c) selama 10 15 detik. 10. Pengemasan Keripik jagung yang telah digoreng dikemas di dalam kantong plastik atau di dalam kotak kaleng yang tertutup rapat.

Bab 2. Makanan Khas Daerah Sragen

2.1 Gatot Gatot merupakan gaplek yang sudah berwarna hitam. Gatot terbuat dari sisa proses pembuatan tiwul yang kurang bagus. Pengeringan yang tidak tidak warnanya sempurna menjadi

menyebabkan hitam.

Bahan: Ubi kayu yang baik (masih segar) dijadikan gaplek Kelapa parut Gula merah Alat: Ember Pisau Tikar Kompor Dandang Baskom

Cara Membuat Gaplek : 1. Pisahkan singkong dari batangnya, kupas kemudian cuci hingga bersih 2. Potong singkong yang terlalu panjang 3. Jemur singkong yang telah bersih dibawah sinar matahari selama 1-2 hari. Diharpkan dapat memperkecil tingkat keracunan karena jamur 4. Jemur lagi sampai kering dan dapat disimpan sebagai gaplek
5

Cara Membuat Gatot : 1. Singkong diolah menjadi gaplek 2. Gaplek yang kehitaman direndam dalam waktu semalaman. 3. Air rendamannya dibuang. 4. Gaplek hitamnya kemudian dicuci bersih dan dipotong kecil-kecil. 5. Gaplek hitam lunak yang sudah dicuil-cuil itu kemudian ditanak, seperti menanak nasi 2 jam. 6. Tambahkan parutan kelapa atau dicampur dengan gula merah.

2.2 Garang Asem Ayam Garang makanan Asem merupakan khas Jawa

tradisional

Tengah didominasi oleh rasa asam dan pedas.Garang asem biasa

disajikan sebagai lauk pendamping nasi, ditambah dengan tusukan ayam asam manis, tempe goreng, dan perkedel.

Alat : Kuali Kompor Baskom Uleg-uleg Bahan : 1 kg sayap ayam 15 siung bawang merah 8 siung bawang putih 6 buah kemiri 2 ruas lengkuas

5 lembar daun salam Belimbing wuluh (dipotong kecil-kecil) Cabe rawit Garam, gula secukupnya 350 ml air

Cara Membuat : 1. Bawang merah, bawang putih dan kemiri dihaluskan. 2. Panaskan air dikuali. 3. Masukkan bumbu yang dihaluskan kemudian tambahkan lengkuas, daun salam serta garam dan gula secukupnya. 4. Setelah air mendidih matikan kompor. 5. Siapkan daun untuk membungkus. 6. Masukkan ayam, bagian atasnya taburi potongan belimbing wuluh dan cabe rawit sesuai selera lalu disiram dengan bumbu yang sudah diolah selanjutnya dibungkus, dikukus sekitar 45 menit (untuk ayam biasa) dan ayam kampung sekitar 1,5 jam.

Bab 3. Makanan Khas Daerah Surakarta

3.1 Ampyang Ampyang adalah makanan tradisional yang terbuat dari kacang tanah dan diberi gula jawa. Ampyang biasanya memiliki rasa manis dan gurih.

Alat: Tampah Wajan Kompor Pengaduk Bahan : 150 gram kacang tanah yang kualitas baik 125 gram gula merah, disisir 75 gram gula pasir 75 ml air 1 sendok makan air jahe parut Kertas roti untuk alasnya Cara Membuat : 1. Siapkan nampan/tampah lebar, alasi dengan kertas roti untuk mencetak ampyang.

2. Lelehkan gula merah dan air di dalam sebuah wajan. 3. Setelah mencair masukkan air jahe dan kacang tanah. Aduk cepat sampai rata. 4. Selagi panas ambil menggunakan sendok makan dan letakkan sesendok demi sesendok diatas kertas roti. Lakukan secara cepat supaya tidak keburu mengeras. 5. Dinginkan sampai kering dan keras. 6. Setelah dingin lepaskan dari kertasnya dan simpan dalam toples. 3.2 Nasi Timlo Nasi Timlo merupakan hidangan berkuah bening yang terdiri atas sosis ayam yang dipotong-potong, telor ayam pindang dan irisan hati serta ampela ayam. Menu ini

disantap dengan nasi putih yang ditaburi bawang goreng.

Alat : Wadah Uleg-uleg Kompor Wajan Panci Bahan: 250 gram fillet ayam, rebus, suwir-suwir 2 siung bawang putih, haluskan 3 butir bawang merah, haluskan
9

3 sdm kecap manis 1/4 sdt garam Telur pindang: 4 butir telur rebus, kupas ml air 1 genggam kulit bawang merah/bawang putih 5 lembar daun salam 10 lembar daun jambu biji (jambu klutuk) 1 sdm garam

Kuah: 3 sdm minyak goreng, untuk menumis 4 siung bawang putih, memarkan, cincang halus 1 batang daung bawang, iris halus 1 batang serai, memarkan 2 lembar daun jeruk purut ml kaldu ayam 1 sdt merica bubuk 1.5 sdt garam

Pelengkap: 5 buah hati ayam, rebus dengan bawang dan garam, potong-potong 5 buah sosis solo, potong-potong

Cara Membuat: Ayam timlo : 1. Tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum. 2. Masukkan ayam suwir, tambahkan kecap dan garam. 3. Tuangi dengan sedikit air, masak hingga bumbu meresap dan air menyusut, kemudian angkat.

10

Telur pindang : 1. Rebus air bersama semua bumbu hingga mendidih. 2. Masukkan telur rebus, didihkan kembali. 3. Angkat, diamkan beberapa saat hingga warna kulit telur berubah kecokelatan. Tiriskan. Kuah : Panaskan minyak goreng. Tumis bawang putih, daun bawang, serai, dan daun jeruk hingga harum. Masukkan tumisan bumbu, merica, dan garam ke dalam kaldu ayam. Rebus hingga mendidih. Angkat Letakkan ayam suwir, telur pindang, hati ayam, dan potongan sosis solo didalam mangkuk. Siram dengan kuah panas. Sajikan bersama nasi putih hangat yang ditaburi bawang merah goreng.

11