Anda di halaman 1dari 6

BAB III

METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH


3.1 Diagram Alir Metodologi Penelitian
MULAI
IDENTIFIKASI
PERMASALAHAN
PERUMUSAN MASALAH
PERUMUSAN TUJUAN
STUDI LITERATUR
PENGOLAHAN DATA
LOADING QC
EKSPLORASI
SOFTWARE PC-DMIS
ALTERNATIF SOLUSI
PEMECAHAN PERMASALAHAN
PEMBUATAN PROGRAM CMM
A
PEMBUATAN PROGRAM
PENGUKURAN DENGAN
UG/OPEN GRIP
TRIAL PROGRAM
OK??
ANALISA KELAYAKAN
PROYEK SECARA TEKNIS
PENULISAN SKRIPSI
PROJECT
LAYAK?
PROJECT
LAYAK?
SELESAI
TRIAL IMPORT FILE
MENGGUNAKAN IGES
YES
NO
YES
YES
NO
NO
OK??
PENGUMPULAN DATA
ANALISA KELAYAKAN
SECARA EKONOMIS
A
NO
YES

Gambar 3.1 Diagram alir metodologi penelitian

33
3.2 Identifikasi Permasalahan
Permasalahan yang diperoleh berasal dari data loading serta dari data Problem
Identification and Corective Action (PICA) di seksi Quality Control, kemudian dari
data loading selama satu tahun dibuatkan diagram pareto untuk mengetahui loading
terbesar dan penyebabnya. Sehingga diketahui penyebab permasalahan proses
pengukuran mold yang cukup lama.

3.3 Perumusan Masalah
Proses pengukuran mold yang memerlukan waktu cukup lama, menyebabkan
proses pengukuran mold baru dilaksanakan apabila ada temuan masalah pada saat
proses matching antar part hasil trial. Proses trial mold tidak semuanya dilakukan di
DMD Pulogadung, tetapi sebagian dilakukan di bagian produksi yang ada di Sunter,
Pegangsaan atau bahkan Cikarang hal ini dikarenakan keterbatasan jumlah mesin
injection molding juga kapasitas tonase mesin yang terbatas. Jarak antara bagian
produksi dan DMD cukup jauh, sehingga apabila terjadi permasalahan, maka
diperlukan proses pembuatan counter-measure yang cukup lama untuk mengetahui
dan memastikan mold yang mengalami penyimpangan ukuran.
Penyebab proses pengukuran yang lama adalah proses pembuatan program
pengukuran CMM yang memakan waktu cukup lama hal tersebut disebabkan karena
proses untuk memasukan point dan vektor yang dilakukan oleh operator CMM masih
dilakukan secara manual.

34
3.4 Perumusan Tujuan
Tujuan dilakukan Penelitian ini adalah :
1. Mendapatkan alternatif solusi yang dapat mengatasi permasalahan
pembuatan proram CMM yang lama.
2. Mendapatkan alternatif solusi yang paling optimal untuk mengatasi
permasalahan pembuatan proram CMM yang lama melalui analisa
kelayakan secara teknis dan financial.

3.5 Studi Literatur dan Pengumpulan Data
Data diperoleh dengan cara :
1. Studi literatur melalui buku-buku referensi, diktat kuliah, catatan kuliah,
jurnal dan media lain yang berhubungan dengan improvement process dan
analisa kelayakan proyek.
2. Melakukan pengamatan terhadap kondisi proses pengukuran mold pada saat
ini untuk mendapatkan gambaran awal kondisi aktual.
3. Melakukan trial pengukuran mold dengan mesin CMM menggunakan
program yang telah dibuat pada Ug/Open GRIP.
4. Melakukan diskusi dan tanya jawab dengan pihak-pihak terkait baik di
Universitas Bina Nusantara dalam hal ini dosen yang berkaitan, PT. Astra
Honda Motor, dan pihak lain yang berkompeten dalam hal Operasional
CMM, proses Quality Control dan analisa kelayakan proyek.

35
3.6 Pengolahan Data
Data permasalahan diperoleh dari data aktivitas seksi Quality Control selama satu
tahun, kemudian dari data aktivitas tersebut dibuatkan paretonya untuk mengetahui
permasalahan yang ada dibagian Quality Control dan seberapa besar pengaruh
permasalahan yang akan di bahas terhadap total permasalahan yang terjadi di bagian
Quality Control. Sehingga dari awal didapatkan gambaran berapa persen masalah
yang akan berkurang apabila diselesaikan permasalahan ini.

3.7 Eksplorasi Software PC-Dmis
Setelah diketahui bahwa permasalahannya adalah proses pengukuran yang lama
yang diakibatkan oleh proses pembuatan program pengukuran CMM yang lama hal
ini dikarenakn proses untuk memasukan point dan vektor yang dilakukan oleh
operator CMM masih dilakukan secara manual, kemudian dilakukan eksplorasi
optimalisasi penggunaan software PC-Dmis untuk mencari tahu atau mempelajari
kemampuan apa saja yang tersedia pada feature PC-Dmis yang bisa dipergunakan
untuk efisiensi waktu proses pembuatan program CMM.
Maka dari hasil Study, alternatif yang bisa dilakukan untuk mengatasi proses
pembuatan program pengukuran CMM adalah dengan meng-import file secara
langsung ke PC-Dmis.



36
3.8 Alternatif Solusi
Alternatif yang mungkin untuk menyelesaikan permasalahan pembuatan program
pengukuran CMM yang lama adalah :
1. Convert file dari UG NX CAD *.prt menjadi extention file IGES, STEP203,
STEP204, dan DXF/DWG.
2. Mengembangkan form check point yang sudah ada menjadi sebuah file yang
bisa diterima oleh PC-Dmis, yaitu dengan cara membuat file XYZIJK
dengan menggunakan bahasa pemrograman yang dimiliki oleh UG NX CAD
yaitu bahasa pemograman UG/Open GRIP.

3.9 Trial Import File Menggunakan IGES atau STEP
Tahapan pertama dalam ujicoba import file ke PC-Dmis adalah dengan cara
meng-convert terlebih dahulu file CAD *.prt menjadi file dengan extention *.igs atau
*.stp, karena Unigraphics CAD mempunyai kemampuan untuk export langsung
kedua jenis file tersebut, tetapi pada saat kedua jenis file tersebut di-import ke PC-
Dmis ditemuai beberapa kendala, sehingga alternatif ini belum dapat diaplikasi untuk
saat ini.

3.10 Pembuatan Program dengan UG/Open GRIP
Setelah diketahui bahwa export 3D part ke PC-Dmis secara langsung memiliki
banyak kendala dan kekurangan, maka alternatif selanjutnya adalah melakukan
37
pengembangan program create point yang sudah ada dengan menggunakan bahasa
pemograman UG/Open GRIP dalam bentuk XYZIJK File.

3.11 Trial
Trial dilakukan sebagai simulasi agar program yang dibuat benar-benar dapat di
apalikasikan dalam kondisi actual proses pengukuran dengan menggunakan mesin
CMM.

3.12 Analisa Kelayakan Teknis
Dalam analisa kelayakan teknis hal yang akan dibahas untuk mengetahui apakah
aktivitas ini layak atau tidak antara lain :
1. Perbandingan proses pengukuran sebelum dan sesudah improvement
2. Loading pengerjaan mold
3. Perbandingan waktu pengerjaan pengukuran part

3.13 Analisa Kelayakan Biaya
Perhitungan analisa kelayakan biaya terdiri dari :
1. Perhitugan tarif pengukuran
2. Perhitungan total saving