Anda di halaman 1dari 5

TUGAS AGAMA KATOLIK

NARKOBA (JENIS, EFEK, GEJALA, DAN PENANGGULANGANNYA)

OLEH: NAMA: ESTER VIANNEY ODO KELAS: XI IPA 1

SMA NEGERI 1 KUPANG MEI, 2012

EKSTASI Ekstasi atau Inex (Methylene Dioxy Meth Amphetamine / MDMA) memiliki struktur kimia dan pengaruh yang mirip dengan amfetamin dan halusinogen. Ekstasi biasanya berbentuk tablet berwarna dengan disain yang berbeda-beda. Ekstasi bisa juga berbentuk bubuk atau kapsul. Seperti kebanyakan obat terlarang, tidak ada kontrol yang mengatur kekuatan dan kemurnian salah satu jenis narkoba ini. Bahkan tidak ada jaminan bahwa sebutir ekstasi sepenuhnya berisi ekstasi. Seringkali ekstasi dicampur dengan bahan-bahan berbahaya lainnya. Nama-nama lain: Dolphin, Black Heart, Gober, Circle K, dan lain-lain. Nama : Kancing, XTC, Inex, Adam, Hug-Drug, Essence, Disco, Biscuits, Venus, Yupie, Butterfly, Elektrix, Gober, Beladin Bentuk : Pil, serbuk, kapsul. Cara Pakai : Diminum dengan air atau yang lain Efek : - Mulut kering, gigi berkerut-kerut - Banyak berkeringat dingin, nafsu makan kurang - Badan tak terkendali geraknya (triping) - Denyut jantung, nadi bertambah - Tekanan darah naik - Rasa percaya diri tinggi - Keintiman bertambah

Gejala putus obat : - Rasa letih, malas - Mudah tersinggung, emosi labil - Sulit tidur, mimpi buruk jika tidur - Depresi, mata kabur Bahaya : - Paranoid (rasa takut berlebihan, curiga yang berlebihan) - Pemakaian yang lama akan menjadikan pemakai bisa linglung - Merusak syaraf otak - Pucat kurang darah - Kurus kurang gizi - Penyakit Parkinson

Pengaruh langsung pemakaian ekstasi : - Perasaan gembira yang meluap-luap. - Perasaan nyaman. - Rasa mual. - Berkeringat & dehidrasi (kehilangan cairan tubuh). - Meningkatnya kedekatan dengan orang lain. - Percaya diri meningkat dan rasa malu berkurang. - Rahang mengencang dan gigi bergemeletuk. - Paranoia, kebingungan. - Meningkatnya kecepatan denyut jantung, suhu tubuh dan tekanan darah. - Pingsan, jatuh atau kejang-kejang (serangan tiba-tiba). Pengaruh jangka panjang pemakaian ekstasi Sedikit yang diketahui tentang pengaruh jangka panjang dari pemakaian ekstasi, tetapi kemungkinan kerusakan mental dan psikologis sangat tinggi. Berikut adalah pengaruh jangka panjang yang telah diketahui : - Ekstasi merusak otak dan memperlemah daya ingat. - Ekstasi merusak mekanisme di dalam otak yang mengatur daya belajar dan berpikir dengan cepat. - Ada bukti bahwa obat ini dapat menyebabkan kerusakan jantung dan hati. - Pemakai teratur telah mengakui adanya depresi berat dan telah ada kasus-kasus gangguan kejiwaan. - Ada bukti bahwa orang dapat menjadi kecanduan ekstasi secara psikologis. Pemakai mengakui kesulitan mereka untuk berhenti atau mengurangi pemakaian. -Seks dan Penyakit Menular Seksual (PMS). -Pengaruh-pengaruh ekstasi dapat membuat seseorang bertingkah laku yang membahayakan, atau menempatkan dirinya ke dalam keadaan tidak berdaya. Hal ini dapat mengarah pada pemerkosaan, hubungan seks yang tidak diinginkan, - kehamilan dan penyakit-penyakit seperti AIDS atau Hepatitis C. - Kematian. Telah diketahui bahwa kematian akibat ekstasi dapat terjadi sebagai akibat dari tiga keadaan yang berbeda : 1. Pengaruh stimulasi yang mengakibatkan serangan jantung atau pendarahan otak. 2. Kombinasi penggunaan ekstasi dengan dengan aktivitas menari akan menyebabkan naiknya temperatur suhu badan pada tingkat yang berbahaya. Karena biasanya ekstasi diminum di klub-klub malam atau diskotik, maka resiko kematian karena panas yang berlebihan (hyperthermia) akan meningkat. 3. Walau bukan karena akibat langsung dari ekstasi, kematian dapat terjadi karena banyaknya air yang diminum akibat temperatur suhu badan yang tinggi sehingga terjadi dilutional hyponatremia (keadaan dimana otak kelebihan cairan). Selain bahaya overdosis dan gejala putus obat yang telah disebutkan diatas, dapat pula terjadi: komplikasi medik dapat terjadi akibat: o penggunaan jarum suntik yang telah digunakan bergantian (infeksi HIV/Aids, radang pembuluh darah dan tulang, jantung, bahkan infeksi

o akibat pelarutnya, menyebabkan dalam darah mengakibatkan kerusakan, buta, dll o akibat pertolongan yang salah sehingga pengguna pingsan, radang paru terhisap ke dalam paru. o akibat cara hidup yang tidak sehat, penyakit kulit, gigi, kurang gizi/ anemia Gangguan mental emosional; emosi tak acuh Memburuknya kehidupan sosial: ketergantungan menyebabkan meningkatnya kebutuhan mengakibatkan tindak kriminal; berbohong, mencuri, menyebabkan prestasi menurun, keluarga memburuk, disamping obatnya menyingkirkan rasa malu hingga hilang dan etika.

PENANGGULANGAN NARKOBA Tidak semua pecandu berkeinginan untuk pulih atau berhenti memakai narkoba. Sama halnya dengan penyakit sosial lainnya, seperti pelacuran, penyalahgunaan narkoba sulit untuk diberantas habis akan tetapi bukan hal yang mustahil untuk diberantas. Program pengurangan suplai (suply reduction) dan pengurangan kebutuhan akan penggunaan narkoba seperti pendidikan pencegahan, terapi, rehabilitasi dan perbaikan ekonomi serta kehidupan sosial, akan berhasil walaupun membutuhkan waktu yang panjang. Pengurangan dampak buruk adalah program untuk mengurangi akibat dari penyalahgunaan narkoba, terutama pengguna jarum suntik. Tujuan jangka pendek adalah mencegah meluasnya penularan penyakit HIV diantara para pecandu narkoba. Agar upaya untuk berhenti memakai narkoba dan pemulihannya tidak menjadi sia-sia. Urutan prioritas cara mencegah dampak buruk pada pengguna narkoba terutama dengan jarum suntik adalah sebagai berikut :

Mendorong pecandu untuk berhenti memakai narkoba jenis apapun (abstinensia total); Mengupayakan semaksimal mungkin agar pecandu tidak menggunakan jarum suntik; Jika tetap menggunakan jarum suntik, gunakan jarum suntik yang steril

Program Pengurangan dampak buruk dapat diumpamakan dengan kewajiban memakai sabuk pengaman dalam mobil. Pemakaian sabuk pengaman tidak mencegah terjadinya kecelakaan mobil, tetapi bila menggunakan sabuk pengaman akan dapat mengurangi resiko yang paling buruk, seperti kematian atau cacat permanen. Peran orang tua (keluarga) dan lingkungan dalam menanggulangi bahaya narkoba sangat penting sedapat mungkin untuk menggalang masyarakat untuk menyadari akan bahaya narkoba, dan mencegah lingkungan sekitar agar tidak merebaknya narkoba.