Anda di halaman 1dari 2

MODE VIBRASIONAL

Pada suatu sampel molekul diatomik atau triatomik, dimungkinkan terjadi deduksi (pengurangan) bilangan dan jenis vibrasi meskipun vibrasi ini akan menyebabkan absorpsi. Sedangkan pada molekul yang kompleks yang mengandung beberapa tipe atom dan ikatan, banyaknya kemungkinan vibrasi yang terjadi menyebabkan spektrum inframerah sulit untuk dianalisis. Bilangan dari banyaknya kemungkinan vibrasi dari suatu molekul poliatom dapat dihitung sebagai berikut. Tiga koordinat diperlukan untuk menentukan lokasi titik di suatu tempat; untuk menetapkan titik N diperlukan tiga set koordinat, sehingga totalnya 3N. Setiap koordinat berkorespondensi terhadap satu derajat kebebasan untuk satu atom dalam suatu molekul poliatomik. Oleh sebab itu, sebuah molekul yang memiliki N atom dapat dikatakan memiliki derajat kebebasan sebanyak 3N. Dalam menentukan pergerakan dari suatu molekul ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu: 1. Pergerakan molekul melewati ruang (gerakan translasional terhadap pusat gravitasi) 2. Pergerakan rotasional molekul mengelilingi pusat gravitasinya 3. Pergerakan dari setiap atom relatif terhadap atom lainnya (vibrasi individu atom) Pengertian dari gerakan translasional memerlukan tiga koordinat dan menggunakan tiga derajat kebebasan. Tiga derajat kebebasan yang lain diperlukan untuk menjelaskan rotasi molekul secara keseluruhan. Yang tersisa, derajat kebebasan (3N-6) terlibat dalam pergerakan inter-atom dan karenanya dapat menunjukkan jumlah (angka/bilangan) kemungkinan vibrasi dalam molekul. Molekul linear merupakan kasus yang khusus, dengan pengertian letaknya atom hanya satu dalam garis lurus. Rotasi pada ikatan axis tidak mungkin terjadi dan dua derajat kebebasan cukup untuk menjelaskan pergerakan rotasinya. Jadi bilangan vibrasi untuk molekul linear adalah (3N-5). Baik bilangan vibrasi (3N-6) atau (3N-5) disebut dengan mode normal.

Untuk setiap mode normal vibrasi, terjadi hubungan energi potensial seperti yang diperlihatkan gambar 8.3b dengan garis penuh.

Aturan seleksi yang sama telah dijelaskan sebelumnya berlaku untuk masing-masing. Dengan catatan, sejauh vibrasi mendekati sifat harmonik, perbedaan antara energi level dari vibrasi yang diberikan adalah sama, yaitu puncak absorpsi tunggal harus nampak untuk setiap vibrasi yang melibatkan perubahan dipole. Pada kenyataannya bilangan untuk mode normal tidak selalu berkorespondensi secara tepat dengan bilangan puncak absorbsi yang diamati. Bilangan puncak selalu lebih kecil karena: 1. Simetri molekul menyebabkan tidak terjadinya perubahan dipole dari vibrasi partikular 2. 3. 4. Energi dari dua atau lebih vibrasi adalah sama atau hampir sama Intensitas absorpsi sangat rendah sehingga tidak terdeteksi Energi vibrasi berada pada daerah diluar range dari instrumen.