Anda di halaman 1dari 8

PENGOLAHAN BAMBU LAMINASI

OLEH: ARIF MAULANA A BAYU RESKI P M. GALANG ROSYANDI KHAIRUL AL IKHLAL LUKMAN NUL HAKIM

PENGANTAR
Bambu adalah jenis material yang bisa dijadikan sebagai pengganti kayu, namun sayang sekali bentuk bambu yang berongga membuat bahan ini tidak bisa menjalankan fungsinya secara lebih maksimal. Jika dibutuhkan untuk membuat komponen yang kecil, bambu masih bisa jadi andalan. Jika komponen berbentuk papan yang lebar, dan agak luas, dapat dibuat dengan teknologi bambu laminasi.

TEKNOLOGI PEMBUATAN BAMBU LAMINASI


Teknologi ini dibuat karena ada beberapa masalah dengan berkurangnya persediaan kayu yang saat sekarang ini semakin menipis. Maka diciptakanlah inovasi pengganti kayu yaitu dengan teknologi pembuatan bambu laminasi. Jika bambu selama ini berbentuk bundar dan didalamnya ada rongga atau lubang yang cukup besar, namun bambu laminasi ini punya bentuk seperti apan kayu, bahkan ukurannya bisa dibuat lebih lebar dari papan triplek plywood atau material lain yang sejenis.

Proses Pembuatan bambu laminasi


1. 2. 3. 4. 5.

6.

Bambu yang masih utuh dibelah menjadi banyak bagian. Bambu direndam dalam larutan pengawet. Bambu dikeringkan hingga kadar air tertentu. Dihaluskan dengan cara dipukul menggunakan alat tertentu hingga berubah menjadi seperti serat. Serat tersebut dicampur dengan bahan lain seperti resin, lem, serta beberapa macam perekat atau zat pengeras. Lalu ditekan dengan menggunakan mesin, maka jadilah bambu laminasi yang bentuknya hampir sama dengan papan atau triplek.

Data Pengujian Bambu Laminasi

Kelebihan dan Kekurangan


Kelebihannya: 1. Pertumbuhan bambu sangat cepat dan dapat tumbuh pada berbagai lahan, sehingga ketersediaan bahan baku terjamin. 2. Bila dibandingkan dengan kayu, justru daya tekannya lebih bagus. 3. Tidak mudah patah atau pecah seperti triplek dan plywood. 4. Bambu laminasi bisa juga digunakan sebagai bahan untuk membuat konstruksi kayu, meski bukan merupakan konstruksi utama.

Kekurangan : 1. Di indonesia, produk ini hanya diproduksi dalam jumlah yang terbatas, sesuai dengan pesanan. 2. Belum dibuat secara masal, karena masih banyak pembuat yang menyediakan hanya berdasarkan order yang masuk saja.

SEKIAN

TERIMA KASIH