Anda di halaman 1dari 15

yang biasa dipakai oleh para bidan atau sekolah-sekolah kebidanan biasanya merupakan alat-alat kesehatan yang sudah

terperinci dan termasuk ke dalam paket kebidanan. Tetapi berbeda dengan Bidan Kit BKKBN. Di bawah ini merupaka Alat-alat kebidann beserta fungsinya.

1. Thermometer Thermometer digunakan untuk mengukur suhu tubuh. Namun, ada 2 jenis thermometer yaitu Thermometer Digital dan Thermometer Air Raksa

2. Stetoskop Stetoskop adalah alat yang digunakan untuk Mendeteksi/Mendengar detak jantung atau bunyi nafas

3. Tensimeter atau Sphygmomanometer Tensimeter atau Sphygmomanometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur denyut atau curah jantung kita dalam memompa darah keseluruh tubuh. Ada 3 Jenis tensimeter yaitu tensimeter jarum, tensimeter raksa dan tensimeter digital

4. Funduscope Funduscope adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi/mendengarkan denyut jantung janin. Alat ini fungsi hampir sama dengan Stetoskop

5. Gunting Episiotomi Gunting Episiotomi adalah instrument yang digunakan untuk menggunting bagian perineum terutama jika perineum Ibu yang melahirkan kaku. Perineum adalah daerah antara kedua belah paha yang dibatasi oleh vulva dan anus

6. Klem Sebelumnya ada berbagai macam jenis Klem. Berdasarkan gambar di samping merupakan Klem Tampon Uterus. Tetapi fungsi dari klem secara umum adalah alat yang digunakan untuk menjepit tali pusar.

7. Gunting Tali Pusar Gunting Tali Pusar adalah alat yang digunakan untuk menggunting tali pusar bayi

8. Bengkok Bengkok adalah alat yang berbentuk bengkok tetapi bahannya seperti waskom. Alat ini digunakan sebagai tempat alat-alat yang sudah terpakai saat menolong persalinan/merawat luka atau aktifitas kebidanan lainnya.

9. Bak Instrument Bak Instrument adalah alat yang digunakan sebagai tempat alat-alat yang digunakan untuk menolong persalinan/merawat luka atau aktifitas kebidanan lainnya.

10. USG USG adalah kepanjangan dari Ultrasonography yang artinya adalah alat yang prinsip dasarnya menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi yang tidak dapat didengar oleh telinga kita. Dengan alat USG ini sekarang pemeriksaan organorgan tubuh dapat dilakukan dengan aman (tidak ada Efek radiasi). Jadi kesimpulannya apabila pemeriksaan kehamilan seminggu sekali menggunakan alat USG ini sama sekali tidak ada efeknya negatifnya kepada bayi yang dikandung.

11. Doppler Doppler adalah alat yang digunakan untuk mendengarkan denyut jantung Janin. Alat ini menggunakan sistem elektrik atau LCD.

12. Suction Pump Suction Pump adalah alat yang digunakan untuk Menghisap lendir (Dahak) pada rongga mulut untuk mencegah penyumbatan pada rongga pernapasan. Daya hisap alat ini dapat diatur sesuai dengan kebutuhan.

13. Catheter/Kateter Catheter/Kateter adalah alat yang digunakan untuk membantu mengeluarkan urine

14. Nalpuder Hecting Nalpuder Hecting adalah alat yang digunakan untuk membantu proses menjahit luka dan juga untuk menjepit benang

15. Benang Cat Gut Benang Cat Gut adalah benang yang digunakan untuk menjahit luka

16. Baby Scale Baby Scale adalah alat yang digunakan untuk menimbang/mendeteksi berat badan bayi

17. HB Sahli (Haemometer) HB Sahli (Haemometer) adalah alat yang digunakan untuk mengukur kadar hemoglobin dalam darah

18. Sarung Tangan (Handscoon) Sarung Tangan (Handscoon) adalah sarung tangan yang digunakan untuk melindungi petugas kesehatan pada saat bekerja

19. Pinset Anatomi Pinset Anatomi adalah alat yang digunakan untuk membantu proses menjahit luka dan menjepit kassa sewaktu menekan luka, menjepit jaringan yang tipis dan lunak.

20. Setengah Kocher Setengah Kocher adalah alat yang digunakan untuk memecahkan/melubangi selaput ketuban jika belum pecah.

21. Jarum Hecting Jarum Hecting adalah jarum yang digunakan untuk membantu proses manjahit luka pada tubuh.

Apa yang dimaksud dengan Doppler janin dan bagaimana cara kerjanya

inShare digg

Apa Doppler janin? Sebuah Doppler janin adalah jenis non-invasif perangkat pemantauan untuk Bayi sebelum pengiriman. Ini adalah perangkat yang dirancang khusus untuk memantau janin denyut jantung ( DJJ .) Jantung janin Tingkat penilaian adalah cara yang efektif dan berguna digunakan untuk mengevaluasi kondisi janin dengan mengidentifikasi pola-pola DJJ. Saat ini ada beberapa cara untuk memantau denyut jantung dari janin sebelum kelahiran. Pemantauan janin elektronik adalah salah satu dari mereka. Perangkat ini biasanya

digunakan dalam persalinan dan mampu mengukur DJJ dan terus catatan itu dalam bentuk grafik. Tipe lain dari pemantauan janin dengan bantuan dari jenis khusus stetoskop untuk mengukur detak jantung bayi s. Jenis fetoscope biasanya digunakan setelah sekitar 30 minggu Kehamilan. Pemantauan janin internal DJJ merupakan prosedur invasif. Perlu elektroda melekat pada kulit kepala spiral bayi s untuk merekam dan menghitung denyut jantung janin. Sebuah USG Doppler genggam jantung janin jalan lain untuk mendeteksi detak jantung janin. Perangkat kecil yang memanfaatkan Prinsip Efek Doppler untuk merekam dan mengukur DJJ melalui cara non-invasif eksternal. Jantung janin Doppler bekerja dengan cara memancarkan dan menerima gelombang ultrasound terus menerus dan kemudian memancarkan pergeseran frekuensi dan panjang gelombang. Apa jenis probe Doppler dilengkapi dengan? Setiap Doppler ultrasonik dilengkapi dengan 3MHz atau probe 2MHz. Probe tahan air. Probe frekuensi yang lebih tinggi akan menghasilkan panjang gelombang lebih pendek daripada frekuensi yang lebih rendah. Hasil jutaan tes membuktikan bahwa 3MHz bekerja lebih baik daripada satu frekuensi yang lebih rendah selama kehamilan. Hanya dalam beberapa kasus khusus untuk ibu hamil kelebihan berat badan, pemeriksaan 2MHz bekerja lebih baik dari satu frekuensi yang lebih tinggi. Bagaimana cara kerja Fetal Doppler? Bayi ultrasonik Doppler memberikan ibu hamil metode yang aman untuk mendengarkan detak jantung janin. Penggunaan alat seperti itu nyaman dan nyaman. Apa yang wanita hamil perlu lakukan adalah hanya berbaring dan mengekspos perut mereka. Sebuah jumlah tertentu dari gel ultrasonik sangat diperlukan untuk menjadi gemuk pada probe. Fungsi gel adalah untuk melindungi probe dan mengurangi statis dan suara muncul selama melakukan ujian. Biasanya, denyut jantung janin dapat dideteksi dari 8-12 minggu wanita hamil. Para Dopplers janin dapat mendeteksi suara ibu dan suara plasenta, yang datang suara aliran darah dari ibu hamil. Kisaran normal rata-rata FHR adalah antara 120BPM180BPM. Dan itu sa fenomena yang normal bahwa denyut jantung janin dapat mencapai setinggi 190. Data dapat bervariasi dalam kisaran yang wajar. Perhitungan bayi s denyut jantung mudah. Pengguna dapat mengatur dan menghitung interval waktu dan kemudian kalikan jumlah itu untuk mendapatkan hasil akhir. Sekarang, lebih dan lebih banyak orang tua mengharapkan yang memilih untuk menyewa atau membeli FDA disetujui USG Doppler dapat diandalkan untuk pemantauan janin rumah dan referensi. Untuk pertanyaan lebih lanjut dan kekhawatiran tentang perangkat ini, silakan berkonsultasi Kesehatan Anda sendiri penyedia layanan. Disclaimer:

Informasi pada website ini bertujuan untuk menyediakan pelanggan dengan pengetahuan yang relevan tentang produk kami. Dalam situasi apapun harus informasi digunakan untuk tujuan terapeutik. Pelanggan harus berkonsultasi dengan dokter mereka untuk penggunaan yang benar dari informasi dan produk. ClinicalGuard.com tidak bertanggung jawab atas segala kerugian atau kecelakaan yang disebabkan oleh penggunaan informasi di situs ini.

CARDIOTOCOGRAPHY adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur DJJ pada saat kontraksi maupun tidak. Jadi bila doppler hanya menghasilkan DJJ maka pada CTG kontraksi ibu juga terekam dan kemudian dilihat perubahan DJJ pada saat kontraksi dan diluar kontraksi. Bila terdapat perlambatan maka itu menandakan adanya gawat janin akibat fungsi plasenta yang sudah tidak baik.

Cara pengukuran CTG hampir sama dengan doppler hanya pada CTG yang ditempelkan 2 alat yang satu untuk mendeteksi DJJ yang satu untuk mendeteksi kontraksi, alat ini ditempelkan selama kurang lebih 10-15 menit PENGERTIAN UMUM CARDIOTOCOGRAPHY (CTG) Suatu alat untuk mengetahui kesejahteraan janin di dalam rahim, dengan merekam pola denyut jantung janin dan hubungannya dengan gerakan janin atau kontraksi rahim.

Pemeriksaan CTG penting dilakukan pada setiap ibu hamil untuk pemantauan kondisi janin terutama dalam keadaan:

Kehamilan dengan komplikasi (darah tinggi, kencing manis, tiroid, penyakit infeksi kronis, dll) Kehamilan dengan berat badan janin rendah (Intra Uterine Growth Retriction) Oligohidramnion (air ketuban sedikit sekali) Polihidramnion (air ketuban berlebih)

Pemeriksaan CTG:

- Sebaiknya dilakukan 2 jam setelah makan. - Waktu pemeriksaan selama 20 menit,

Selama pemeriksaan posisi ibu berbaring nyaman dan tak menyakitkan ibu maupun

bayi. Bila ditemukan kelainan maka pemantauan dilanjutkan dan dapat segera diberikan

pertolongan yang sesuai. - Konsultasi langsung dengan dokter kandungan

Mekanisme pengaturan DJJ : (normal 120-160dpm) SSSimpatis, yang bekerja pada miokardium, dmn dengan obat (beta adrenergik) akn merang/ meningkatkan kekuatan otot jantung, frek & curah jantung. SSParaS, sebagian besar dipeng o/ N.Vagus yang basal dr batang otak. Bekerja pd nodul SA dan AV serta neuron. Rang/ Nvagus (ex asetilkolin) akan menurunkan kerja jantung, frek & curah jantung, sedangkan hambatan pd Nvagus (ex atropin) akn meningkatkan kerja, frek & curah jantung. Baroreseptor, letaknya diarkus aorta dan sinus karotid, dimana saat tekanan tinggi pd daerah tersebut, maka reseptor-reseptornya akan merang/ nvagus untuk menurunkan kerja, frek dan cjantung Kemoreseptor yang terletak di aorta dan badan karotid (bagian perifer) serta di batang otak (sentral), dimana berf/ dalam pengaturan kadar CO2 dan O2 pd darah dan cairan otak. Pd saat O2 turun dan CO2 naik, maka reseptor sentral akn mengakibatkan takhikardi sehingga aliran darah bnyk dan O2 meningkat pd darah & cairan otak

SSPusat, berfungsi mengatur variabilitas DJJ. Pd keadaan tidur dimana aktivitas otak tidak ada, maka variabilitas menurun. St hormonal, pd keadaan stress (asfiksia) maka adrenal mengeluarkna epi&norepi untuk meningkatkan kerja, frek dan cjantung. Karakterisitik DJJ : Basa fetal hearth rate, yakni baseline dan variabilitas disaat tidak ada gerakan dan kontraksi ut. Reactivity, merupakan perubahan pola DJJ saat ada gerakan dan kontraksi. Baseline Rate Normal 120-160dpm, ada juga yang membuat 120-150 dpm. Takhikardi jika djj > 160dpm, dan bradikardi jika djj < 120dpm. Takhikardi dapat terjadi pada keadaan : (Hipoksia janin (ringan / kronik), Kehamilan preterm (<30 minggu), Infeksi ibu atau janin, Ibu febris atau gelisah, Ibu hipertiroid, Takhiaritmia janin, Obat-obatan (mis. Atropin, Betamimetik.). Variabilitas DJJ suatu gbrn osilasi yg tdk teratur yg tampak pd rekaman djj, dan merupakan hasil dr interaksi antara s.simpatis (kardioakselerator) dg s.para (kardiodeselerator). pd keadaan hipoksia variabilitas akan menurun sampai menghilang. Dibedakan atas dua : variabilitas jangkla pendek dan jangka panjang. Jangka panjang dibedakan lagi : normal (6-25dpm), berkurang (2-5dpm), menghilang (<2dpm) dan saltatory (>25dpm). Perubahan periodik djj suatu pubahan pola djj yg bhub dg kontraksi & gerakan janin (akselerasi dan deselerasi) Indikasi CTG : Hipertensi, DMG, gerak janin kurang, riw. obstetri jelek, PRM, postterm, oligohidramnion, polihidramnion, gamelli, iugr, ibu dg psakit penyerta, kehamilan dg anemia.

Persalinan Dengan Vacum Ekstraksi I. Definisi Ekstraksi Vacum adalah suatu persalinan buatan, janin dilahirkan dengan ekstraksi tenaga negatif (vacum) di kepalanya. ( Kapita Selekta Kedokteran Jilid 1

; 331 ) Ekstraksi Vacum adalah tindakan obstetrik yang bertujuan untuk mempercepat kala pengeluaran dengan sinergi tenaga mengejan ibu dan ekstraksi pada bayi. ( Maternal dan Neonatal ; 495 ) Ekstraksi Vacum adalah suatu persalinan buatan dengan prinsip anatara kepala janin dan alat penarik mengikuti gerakan alat vacum ekstraktor. ( Sarwono ; Ilmu Kebidanan ; 831 ) Ekstraksi Vacum adalah suatu tindakan obstetrik yang bertujuan untuk mempercepat persalinan pada keadaan tertentu dengan menggunakan vacum ekstraktor. ( Standar Pelayanan Kebidanan ; 60 ) II. Indikasi Ibu : memperpendek persalinan kala II, penyakit jantung kompensata, penyakit paru fibrotik. Janin : adanya gawat janin Waktu : persalinan kala II lama. III. Kontra Indikasi Ibu : ruptur uteri membakat, ibu tidak boleh mengejan, panggul sempit. Janin : letak lintang, presentasi muka, presentasi bokong, preterm, kepala menyusul. IV. Syarat Syarat Vacum - Pembukaan lengkap atau hampir lengkap. - Presentasi kepala - Cukup bulan ( tidak prematur ) - Tidak ada kesempitan panggul. - Anak hidup dan tidak gawat janin. - Penurunan H III / IV ( dasar panggul ). - Kontraksi baik.

- Ibu kooperatif dan masih mampu untuk mengejan. - Ketuban sudah pecah / dipecahkan. V. Persiapan Tindakan - Persiapkan ibu dalam posisi litotomi. - Kosongkan kandung kemih dan rektum - Bersihkan vulva dan perineum dengan antiseptik - Beri infus bila diperlukan - Siapkan alat-alat yang diperlukan.

VI. Teknik Ekstraksi Lakukan pemeriksaan dalam untuk mengetahui posisi kepala, apakah ubun-ubun kecil terletak di depan atau kepala, kanan/kiri depan, kanan/kiri belakang untuk menentukan letak denominator. Lakukan episiotomi primer dengan anestesi lokal sebelum mangkuk dipasang pada primigravida. Sedangkan pada multipara, episiotomi dilakukan tergantung pada keadaan perineum. Dapat dilakukan episiotomi primer atau sekunder (saat kepala hampir lahir dan perineum sudah meregang) atau tanpa episiotomi. Lakukan pemeriksaan dalam ulang dengan perhatian khusus pada pembukaan, sifat serviks dan vagina, turunnya kepala janin dan posisinya. Pilih mangkuk yang akan dipakai. Pada pembukaan serviks lengkap, biasanya dipakai mangkuk nomor 5. Masukkan mangkuk ke dalam vagina, mula-mula dalam posisi agak miring, dipasang di bagian terendah kepala, menjauhi ubun-ubun besar. Pada presentasi belakang kepala, pasang mangkuk pada oksiput atau sedekat-dekatnya. Jika letak oksiput tidak jelas atau pada presentasi lain, pasang mangkuk dekat sakrum ibu. Dengan satu atau dua jari tangan, periksa sekitar mangkuk apakah ada jaringan serviks atau vagina yang terjepit. Lakukan penghisapan dengan pompa penghisap dengan tenaga 0,2 kg/ cm2, tunggu selama 2 menit. Lalu naikkan tekanan 0.2 kg/cm2 tiap 2 menit sampai sesuai tenaga vakum yang diperlukan, yaitu 0,7 samapi 0,8 kg/cm2. Sebelum mengadakan traksi, lakukan pemeriksaan dalam ulang, apakah ada bagian lain jalan lahir yang ikut terjepit.

Bersamaan dengan timbulnya his, ibu diminta mengejan. Tarik mangkuk sesuai arah sumbu panggul dan mengikuti putaran paksi dalam. Ibu jari dan jari telunjuk tangan kiri menahan mangkuk agar selalu dalam posisi yang benar, sedang tangan kanan menarik pemegang. Traksi dilakukan secara intermiten bersamaan dengan his. Jika his berhenti traksi juga dihentikan. Lahirkan kepala janin dengan menarik mangkuk ke atas sehingga kepala melakukan gerakan defleksi dengan suboksiput sebagai hipomoklion, sementara tangan kiri penolong menahan perineum. Setelah kepala lahir, pentil dibuka, lalu mangkuk dilepas. Lama tarikan sebaliknya tidak lebih dari 20 menit, maksimum 40 menit. VII. TIPS - Jangan memutar kepala bayi dengan cara memutar mangkok. Putaran kepala bayi akan terjadi sambil traksi. - Tarikan pertama menentukan arah tarikan. - Jangan lakukan tarikan di antara his. - Jika tidak ada gawat janin, tarikan terkendali dapat dilakukan maksimum 30 menit. VIII. Kegagalan Ekstraksi vacum dianggap gagal jika : - Kepala tidak turun pada tarikan. - Jika tarikan sudah tiga kali dan kepala bayi belum turun, atau tarikan sudah 30 menit, - Mangkok lepas pada tarikan pada tekanan maksimum. Setiap aplikasi vacum harus dianggap sebagai ekstraksi vacum percobaan. Jangan lanjutkan jika tidak terdapat penurunan kepala pada setiap tarikan. IX. Penyebab Kegagalan o Tenaga vacum terlalu rendah o Tekanan negatif dibuat terlalu cepat. o Selaput ketuban melekat. o Bagian jalan lahir terjepit. o Koordinasi tangan kurang baik. o Traksi terlalu kuat. o Cacat alat, dan o Disproporsi sefalopelvik yang sebelumnya tak diketahui. X. Komplikasi - Ibu : Perdarahan akibat atonia uteri / trauma. Trauma jalan lahir Infeksi - Janin : Aberasi dan laserasi kulit kepala. Sefalhematoma, akan hilang dalam 3 4 minggu. Nekrosis kulit kepala Perdarahan intrakranial sangat jarang Jaundice. Fraktur klavikula Kerusakan N.VI dan VII.

Pemeriksaan Kesejahteraan Janin dengan Alat Canggih

Pemeriksaan Kesejahteraan Janin dengan Alat Canggih Jika pemeliharaan janin dalam rahim secara tradisional, dilakukan dengan usaha yang bersifat turun-temurun dan sesuai dengan adat kebiasaan masyarakat, maka kini telah dikembangkan alat-alat canggih untuk melakukan pemeriksaan kesejahteraan janin dalam rahim.

Bangsa Indonesia dengan kebudayaan yang tinggi, harus bangga karena telah menyumbangkan konsep "catur sanak" empat saudara janin (bayi) dalam kandungan yang berjasa besar dalam kehidupan sampai lahir ke dunia. Konsep catur sanak, ternyata dapat dijabarkan dalam tatanan ilmiah obstetri karena fungsinya masih sangat penting sehingga janin dapat tumbuh-kembang dalam rahim dengan sempurna. Bila salah satu dari "catur sanak" tidak berfungsi sempurna, akan menimbulkan berbagai akibat buruk terhadap tumbuh-kembang janin dalam rahim.

Untuk melakukan penilaian terhadap kesejahteraan janin dalam rahim menggunakan alat-alat canggih. Penilaian dilakukan terhadap fungsi masingmasing catur sanak itu. Diantara alat-alat canggih kebidanan yang banyak dipergunakan dan perlu diketahui oleh masyarakan manfaatnya diuraikan dibawah ini.