Anda di halaman 1dari 19

PEMETAAN TOPOGRAFI

Kelompok 10 Yuli Aditya Putri Irrel Andriesta M Hangga Putra -115120017 -115129927 -115120036

Rasyid Bisatya S
Suhardiyono Egi Fatahillah Hidayat Radit widyatmoko

-115120037
-115120038 -115120056 -115120070

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Peta adalah penyajian informasi spasial permukaan/bawah permukaan bumi dalam skala tertentu dan digambarkan di atas bidang datar melalui system proyeksi.

Penyajian informasi yang dimaksud dalam ekskursi kali ini adalah menyajikan informasi ketinggian daerah Piyungan berupa Peta Topografi.

Maksud dan Tujuan


Maksud dari praktikum ini adalah memahami konsep dasar alat, proses pengolahan data mentah hingga pembuatan peta topografi secara manual maupun dengan bantuan software.
Tujuan dari praktikum ini adalah dapat mengaplikasikan cara kerja alat untuk pengambilan data dengan benar, mengolah data mentah, membuat peta topografi, peta sistem azimuth, peta sistem koordinat dan mengintrepetasikan peta yang telah dibuat.

Batasan Masalah
Batasan masalah pada acara praktikum ini adalah memperoleh serta mengolah data mentah yang telah didapat dari lapangan dan membuat peta topografi secara manual dengan menggunakan metode interpolasi maupun bantuan Software.

Dasar Teori
Konsep Dasar Alat

SD VA

Tr

D Ta

Unsur-unsur Peta
Relief Drainage ( Pola Pengaliran ) Skala 1. Skala Fraksi 2. Skala Verbal 3. Skala Grafis Orientasi Peta 1. Arah Utara magnetic

2. Arah Utara sebenarnya


Judul Peta

Garis Kontur
Adalah garis yang menghubungkan nilai yang sama. Beberapa sifat garis kontur yang harus diketahui adalah sebagai berikut : Garis kontur merupakan garis yang menutup Nilai garis kontur di hitung dari ketinggian muka air laut rata-rata sebagai nilai nol Garis kontur tidah dapat berpotongan Garik kontur tidak bercabang

Interval Kontur : adalah jarak vertical antar garis kontur yang satu dengan yang lain secara berurutan

Kontur Indeks : adalah garis yang di cetak lebih tebal dari garis kontur yang lain, dan mungkin bisa kelipatan tertentu dari beberapa garis kontur yang lain

Metode Interpolasi
Ada 4 cara dalam perhitungannya yaitu :
Bila titik ketinggian di sesuaikan dengan interval kontur, maka rumus yang digunakan adalah X= IK (T2-T1) Bila titik ketinggian tidak sesuai dengan batas atas maka rumus yang di gunakan yaitu : a = (T2-Ta) (T2-T1) xY X= IK (Ta-T1) xY x Y

Bila titik yang tidak bersesuaian dengan batas bawah,maka rumusnya :

b=

(Tb-T1)
(T2-T1)

xY

X=

IK
(T2-Tb)

x (Y-b)

Bila titik ketinggiannya tidak bersesuaian sama sekali maka dapat dicari dengan rumus : a = (T2-Ta) (T2-T1) X= IK (Ta-Tb) x (Y-(a+b)) xY b = (Tb-T1) (T2-T1) xY

Metode Gridding
Triangulation with Linear Interpolation

Metodologi Penelitian
Waktu dan Tempat Praktikum dilaksanakan pada hari Minggu, 01 Desember 2013. Praktikum ini berlangsung selama 3,5 Jam dari pukul 14.00 sampai dengan pukul 18.30 WIB. pada acara tersebut praktikan melakukan Pengambilan data lapangan di Dusun Kabregan, desa Srimulyo, kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Kavling 10, Provinsi D.I.Yogyakarta.

Design Survey

Alat dan perlengkapan

Diagram Alir Pengambilan Data


MULAI

Persiapan Alat

Mendirikan Statif

Sentring Alat

Set-Up Instrument

Setting JOB

Pengukuran Data Titik Polygon

Pengukuran Data Titik Detil

Packing Alat

SELESAI

III.5. Diagram Alir Pengelolahan Data

Diagram Alir Pengolahan Data


MULAI

SOFTWARE

MANUAL MANUAL

MEMBUAT POLIGON AZIMUTH

MEMBUAT POLIGON KOORDINAT

SURFER
PLOTING TITIK DETIL

MENGINTERPOLASI

MENARIK GARIS KONTUR

PETA TOPOGRAFI

SELESAI

Hasil dan Pembahasan


Peta poligon sistem Azimuth dan koordinat kavling 10 dibuat dengan skala 1 : 75. BM 27 yang mempunyai nilai X sebesar 440691,20 ; nilai Y sebesar 9133339,30 dan nilai Z sebesar 99,60 terletak di sebelah utara, sedangkan BM 28 mempunyai nilai X sebesar 440695,18 ; nilai Y sebesar 9133297,21 dan nilai Z sebesar 105,86 berada di sebelah selatan dan BM yang terakhir yaitu BM 29 dengan nilai X sebesar 440667,18; nilai Y sebesar 9133323,45 dan nilai Z sebesar 108,30 yang terletak di barat daya. peta poligon dusun Srimulyo dibuat dengan skala 1 : 500. Terdiri dari 10 poligon dengan 29 BM yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Dengan daerah pemetaan yang paling luas dimiliki oleh poligon 1 dan daerah pemetaan yang paling sempit dimiliki oleh poligon 10.

Peta topografi kavling manual dibuat dengan skala 1 ; 150 dengan bentuk lahan berupa lereng bukit dengan ketinggian tertinggi sebesar 116,11 sedangkan ketinggian terendahnya sebesar 94,36. Pada peta topografi ini terdapat daerah dengan garis kontur lebih rapat dibandingkan daerah lainnya, daerah ini terletak di sebelah barat dari ketinggian 109 hingga 113 dan terdapat daerah agak landai dengan ketinggian sekitar 108,28. Peta topografi kavling software dibuat dengan menggunakan software Surfer dengan dan memiliki bentuk lahan berupa lereng bukit dengan ketinggian tertinggi sebesar 116,11 sedangkan ketinggian terendahnya sebesar 94,36. Pada peta topografi ini terdapat daerah dengan garis kontur lebih rapat dibandingkan daerah lainnya, daerah ini terletak di sebelah barat dari ketinggian 109 hingga 113 dan terdapat daerah agak landai dengan ketinggian sekitar 108,28. Perbedaan peta topografi kavling software dengan manual yaitu dengan penggunaan software dapat meminimalisir human error, lebih cepat dalam pengerjaannya, dan lebih rapi.

Kesimpulan
Dari hasil pembuatan semua peta baik secara manual maupun software dapat diambil kesimpulan bahwa pada peta poligon kavling 10 didapat 3 BM sedangkan pada peta poligon semua kavling terdapat 10 BM yang saling berhubungan. Memiliki bentuk lahan berupa lereng bukit dengan ketinggian tertinggi sebesar 116,11 sedangkan ketinggian terendahnya sebesar 94,36. Pada peta topografi ini terdapat daerah dengan garis kontur lebih rapat dibandingkan daerah lainnya, daerah ini terletak di sebelah barat dari ketinggian 109 hingga 113 dan terdapat daerah agak landai dengan ketinggian sekitar 108,28. BM 27 yang mempunyai nilai X sebesar 440691,20 ; nilai Y sebesar 9133339,30 dan nilai Z sebesar 99,60 terletak di sebelah utara, sedangkan BM 28 mempunyai nilai X sebesar 440695,18 ; nilai Y sebesar 9133297,21 dan nilai Z sebesar 105,86 berada di sebelah selatan dan BM yang terakhir yaitu BM 29 dengan nilai X sebesar 440667,18; nilai Y sebesar 9133323,45 dan nilai Z sebesar 108,30 yang terletak di barat daya Perbedaan peta topografi kavling software dengan manual yaitu dengan penggunaan software dapat meminimalisir human error, lebih cepat dalam pengerjaannya, dan lebih rapi.