Anda di halaman 1dari 9

TUGAS TERSTRUKTUR MATA KULIAH ENTOMOLOGI PERTANIAN

Nama NIM KELAS

: Tiara Eka Ariestantia : 115040200111130 :A

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIBERSITS BRAWIJAYA MALANG 2014

1. Klasifikasi Colembola

Ekorpegas (Collembola) termasuk binatang sangat kecil karena mempunyai ukuran panjang tubuh 0,1 9 mm. Hewan berkaki enam (Hexapoda) ini tidak bersayap, mempunyai antena, Entognathous (mulut, seperti mandibulae dan maxillae, terletak dalam kantong gnathal). Di Indonesia Collembola belum banyak dikenal karena ukurannya yang sangat kecil dan perannya yang tidak dapat dirasakan secara langsung oleh manusia. Di samping ukurannya yang kecil, binatang ini juga mempunyai tubuh lunak dibandingkan kerabat Arthropoda lainnya. Dalam bahasa Indonesia baku Collembola disebut juga sebagai ekorpegas atau springtail. Disebut ekorpegas karena di ujung Abdomen terdapat organ yang mirip ekor yang berfungsi sebagai organ gerak dengan cara kerja seperti pegas.

Kerajaan: Animalia Filum: Artropoda Subfilum: Hexapoda Kelas: Entognatha Subkelas: Collembola (Anonymous a, 2014)

2. Macam-macam vektor penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan Vektor penyakit pada manusia

Kebanyakan demam serius pada manusia disebabkan oleh mikroorganisme yang dibawa serangga, kata Encyclopdia Britannica. Orang-orang pada umumnya menggunakan istilah serangga tidak hanya untuk serangga sejatimakhluk berkaki enam seperti lalat, kutu, nyamuk, kutu pengisap, dan kumbangtetapi juga untuk makhluk berkaki delapan seperti tungau dan caplak. Para ilmuwan mendaftarkan semua ini di bawah kategori yang lebih luas, yakni artropodadivisi terbesar dalam dunia seranggayang mencakup sekurang-kurangnya sejuta spesies yang dikenal.

Lalat Ada dua cara utama bagaimana serangga berfungsi sebagai vektorpenular penyakit.

Yang pertama adalah dengan penularan mekanis. Sebagaimana manusia dapat membawa tanah ke dalam rumah lewat sepatu yang kotor, lalat rumah bisa membawa jutaan mikroorganisme pada kaki mereka yang, dalam dosis yang cukup besar, dapat menyebabkan penyakit, kata Encyclopdia Britannica. Misalnya, lalat dapat membawa zat pencemar dari tinja dan meneruskannya ketika mereka hinggap di atas makanan atau minuman kita. Dengan cara inilah manusia tertular penyakit yang melemahkan dan mematikan seperti tifoid, disentri, dan bahkan kolera. Lalat juga turut menyebarkan trakomapenyebab utama kebutaan di dunia ini. Trakoma dapat membutakan orang dengan melukai korneabagian bening dari mata di depan iris. Di seluas dunia, sekitar 500.000.000 orang menderita bala ini.
Kecoak Kecoak, yang tumbuh pesat di kotoran, juga diduga menularkan penyakit secara mekanis.

Selain itu, para pakar mengaitkan peningkatan tajam penyakit asma belum lama ini, khususnya di kalangan anak-anak, dengan alergi terhadap kecoa. Misalnya, bayangkanlah Ashley, gadis berusia 15 tahun yang telah bermalam-malam berjuang untuk bernapas karena asma. Pada saat dokter hendak memeriksa paru-parunya, seekor kecoa jatuh dari baju Ashley dan lari menyeberangi meja periksa
Nyamuk Dari semua penyakit yang ditularkan serangga, nyamuk adalah ancaman yang terbesar, menyebarkan malaria, demam berdarah, dan demam kuning, yang semuanya bertanggung jawab

atas beberapa juta kematian dan ratusan juta kasus [penyakit menular] setiap tahun. Sekurang kurangnya 40 persen penduduk dunia berisiko tertular malaria, dan sekitar 40 persen berisiko tertular demam berdarah. Di banyak tempat, seseorang dapat tertular kedua-duanya.
Beberapa serangga lain sebagai vector penyakit pada manusia : a. Ordo Dipthera yaitu nyamuk dan lalat Nyamuk anopheles sebagai vektor malaria Nyamuk aedes sebagai vektor penyakit demam berdarah Lalat tse-tse sebagai vektor penyakit tidur

b. Ordo Siphonaptera yaitu pinjal Pinjal tikus sebagai vektor penyakit pes

c. Ordo Anophera yaitu kutu kepala Kutu kepala sebagai vektor penyakit demam bolak-balik dan typhus exantyematicus.

Vektor penyakit pada hewan

Vektor penyakit pada tumbuhan PYMV hanya dapat ditularkan oleh serangga vektor (Planococcus citri, P. minor dan Ferrisia virgata serta Diconocoris distanti) (BALFAS dan MUSTIKA, 2005; LOCKHART et al ., 1997; BHAT et al., 2003; DE SILVA, 2002).

CMV ditularkan melalui cara mekanik dan serangga vektor Aphis gossypii (DE SILVA, 2002). eknik penularan penyakit ini dengan menggunakan kutu putih, Planococcusdan F. virgata,

(Balfas, dkk. 2007)

3. Macam-macam SERANGGA AIR (Aquatic Insect) Serangga air merupakan 3-5 % dari keseluruhan spesies serangga, tetapi memiliki sistem taksonomi yang sangat beragam. Serangga air merupakan kelompok arthropoda yang sebagian hidupnya berada di kolom air. Serangga air merupakan indikator yang baik bagi kualitas air selama mereka memiliki variasi level toleransi kerusakan lingkungan. Beberapa dari mereka sensitif pada polusi sedangkan yang lain dapat hidup dan berkembang biak air yang terganggu dan sangat terkena polusi (Popoola dan A. Otalekor, 2011). Beberapa ordo serangga seperti Ephemeroptera, Odonata, Plecoptera, Megaloptera, Neuroptera, Coleoptera, Diptera, Lepidoptera, Trichoptera, Hemiptera, Orthoptera, dan Hymenoptera merupakan serangga yang sebagian dari siklus hidupnya tinggal di air. Habitat air tawar dari mulai genangan, sungai, danau dapat dijadikan rumah bagi beragam spesies serangga air. Hampir tidak ada atau tidak ditemukan serangga yang berasosiasi dengan lingkungan laut. Keragaman serangga di daerah lentic water cenderung untuk meningkatkan jumlah nutrisi. Air yang kaya nutrisi diketahui pada daerah eutrophic dan daerah yang sedikit nutrisi disebut oligotrophic. Serangga air paling banyak ditemukan di zona litoral. Ini merupakan daerah dangkal dimana cahaya dapat menembus sampai dasar. Serangga air penting untuk beberapa alasan. Pada industri pemancingan banyak pancingan yang didesain mirip dengan serangga air. Serangga air sangat penting dalam urutan rantai makanan. Mereka mengonsumsi invertebrata air lain, ikan kecil, tanaman air, alga, detritus, dan zat yang busuk. Serangga air juga merupakan sumber makanan dari burung, ikan, reptil, dan amfibi. Beberapa serangga air dari ordo diptera seperti nyamuk, agas ( gnats), blackflies, biting midges

menggigit binatang peliharaan, manusia dan hewan lain. Beberapa diptera seperti nyamuk juga sebgai perantara penakit yaitu malaria, encephalitis, dan penakit demam kuning. Odonata dewasa dapat mengurangi populasi nyamuk dewasa dan kumbang air serta beberapa serangga air dan membantu mengurangi populasi nyamuk dengan memangsa larva mereka. a. Orde Plecoptera Stoneflies Stoneflies merupakan exopterygotes dan hemimetabolous. Hampir semua naiads dari Plecoptera adalah tinggal di air. Ada sekitar 500 spesies stoneflies yang ditemukan di Amerika utara. Stonefly naiads memiliki panjang 5-35 mm. Mereka ditemukan di dalam air dingin lotic, dan beberapa ditemukan di danau dingin dengan banyak aksi gelombang. Naiads memiliki antena relatif panjang dan dua cerci panjang. Mereka mirip stoneflies dewasa hanya mereka tidak memiliki sayap. Stonefly dibagi menjadi dua yaitu Systellognatha yang bersifat karnivora, dan Euholognatha, yang memiliki mulut untuk memakan detritus, daun sampah, dan ganggang. b. Ordo Ephemeroptera Mayflies Ephemeroptera merupakan exopterigotes dan hemimetabolous. Mayflies seluruhnya adalah serangga air seperti naiads. Naiads hidup sampai dengan satu tahun di bawah air, tetapi ketika dewasa biasanya hanya hidup selama satu hari atau beberapa hari saja. Mayflies adalah satu-satunya serangga yang mengalami molting setelah sayapnya tumbuh. Fase ini disebut subimago. Ada lebih dari 600 spesies mayflies di amerika utara. Naiads biasanya memiliki panjang 3-20 mm (tidak termasuk ekor), hanya beberapa spesies yang bisa berukuran 30 mm atau lebih. Naiads memiliki mata lebar, antena pendek multiarticulate,dan mandibulate mouthparts.Abdomen biasanya di akhiri dengan tiga ekor yang memanjang. Kebanyakan naiad hidup dengan memakan vegetasi yang telah membusuk dan detritus. Hanya sedikit spesies yang yang bersifat karnivora. c. Ordo Odonata Capung dan Damslflies Odonata merupakan hemimetabolous exopterygotes. Ordo Ordonata terdiri dari dua subordo yaitu Anisoptera (capung) dan Zygoptera (damselflies). Ada sekitar 450 spesies di Amerika utara. Semua odonata adalah predator baik pada saat larva maupun saat dewasa. Naiads memiliki panjang 10-60 mm. Odonata naiads ditemukan di banyak habitat air tawar tapi umumnya ditemukan di kolam, rawa, danau, dan area dangkal dengan air mengalir.

d. Ordo Hemiptera Hemiptera merupakan exopterygotes hemimetabolous. Semua Hemiptera air masuk pada subordo Heteroptera. Ada sekitar 300 spesies Hemiptera di Amerika Utara yang beradaptasi untuk hidup di dalam atau di atas air. Berbeda dengan sebagian serangga air, baik tahap dewasa dan immature berhubungan dengan air, dan mereka berbagi habitat yang sama serta memiliki bentuk tubuh yang sama. Kebanyakan Hemiptera air ditemukan di perairan lentic, tetapi sedikit yang ditemukan dalam lotic perairan. Beberapa spesies ditemukan di payau, intertidal, dan laut. Semua Hemiptera air adalah predator atau scavenger. Semua Hemiptera air aeropneustic.

e. Orde Megaloptera - Fishflies, Dobsonflies, dan Alderflies Megaloptera merupakan endopterygotes holometabolous. Megaloptera hidup di air hanya pada saat tahap larva. Ada sekitar 300 spesies di seluruh dunia yang didistribusikan terutama di daerah beriklim sedang, megaloptera ini hanya sekitar 50 spesies yang ditemukan di Amerika Utara. Serangga-serangga yang paling melimpah di daerah sejuk, syngai yang berarus, dan biasanya ditemukan di bawah batu. Larva, umumnya disebut hellgrammites, dengan panjang 10-90 mm.

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous A, 2014. Ekor pegas. http://caves.or.id/arsip/glossary/ekorpegas diakses 22 februari 2014

Balfas, dkk. 2007. JURNAL LITTRI VOL. 13 NO. 4, DESEMBER 2007 : 136 - 141 (online) diakses 22 Februari 2014 Daniharisma. 2014. Penyakit parasit pada ternak. http://daniharismana-

berbagi.blogspot.com/2012/10/start-of-pusatklik.html diakses 22 februari 2014 Jana et al. 2007. Diversity and community structure of aquatic insects in a pond in Midnapore town, West Bengal, India. 30(2), hlm. 283-287. Popoola and A. Otalekor. 2011. Analysis of Aquatic Insects Communities of Awba Reservoir and
its Physico-Chemical Properties. Department of Zoology, University of Ibadan, Oyo State, Nigeria

Smith, Geoff. 2005. Diversity and Adaptations of the Aquatic Insects. 20 hlm.
Shahabudin et al. 2005. Penelitian Biodiversitas Serangga di Indonesia: Kumbang Tinja (Coleoptera: Scarabaeidae) dan Peran Ekosistemnya. Vol 6. Nomor 2. Hlm 141-146