Anda di halaman 1dari 4

Uji 1........

Keberadaan gugus karboksil dalam suatu senyawa dapat diidentifikasi dengan mereaksikannya dengan natrium bikarbonat (NaHCO3), dimana dari reaksi ini akan dihasilkan gas CO2. Reaksi yang terjadi dari reaksi antara karboksil dengan natrium bikarbonat adalah sebagai berikut: RCOOH + NaHCO3 RCOO-Na+ + H2O + CO2(g) H+

Untuk mengetahui reaksi ini telah berlangsung, maka dapat diamati dari gelembung gas (CO2) yang dihasilkan.

Asam karboksilat bereaksi dengan natrium bikarbonat (Na+HCO3-) menghasilkan natrium karboksilat dan asam karbonat (H2CO3). Asam karbonat tidak stabil dan membentuk gas karbon dioksida dan air. Alkohol dan kebanyakan fenol tidak membentuk garam bila ditambah NaHCO3 karena mereka kurang asam dibandingkan asam karbonat

atrium bikarbonat merupakan senyawa amphoter yang agak bersifat alkali: HCO3- + H2O H2CO3 + OH Natrium bikarbonat dapat digunakan sebagai mencuci untuk menghapus apapun yang berasam. Reaksi dari sodium bikarbonat dan asam mengahsilkang garam dan asam karbonat, yang mudah terurai menjadi karbon dioksida dan air: NaHCO3 + HCl NaCl + H2CO3 H2CO3 H2O + CO2 (gas) Reaksi dari sodium bikarbonat dan asam cuka: NaHCO3 + CH3COOH CH3COONa + H2O + CO2 (gas) Natrium bikarbonat bereaksi dengan basa : NaHCO3 + NaOH Na2CO3 + H2O

A. STRUKTUR DAN IKATAN DALAM ASAM KARBOKSILAT

Atom karbon karbonil dalam gugusan karboksil adalah sp2 hibrida. Setiap atom oksigen mempunyai dua pasang elektron sunyi. Atom-atom oksigen ini bersifat elektonegatif dibandingkan karbonil-karbonil dan hidrogen hidroksil. Jadi, gugusan karboksil polar. Karena polaritas dari ikatan O-H dan karena ion karboksilat (RCO2-) adalah resonansi stabil, asam karboksilat dapat kehilangan proton menjadi basa kuat atau basa agak kuat.
B. SIFAT-SIFAT FISIK DARI ASAM KARBOKSILAT

Suatu molekul asam karboksilat mengandung gugusan OH dan dengan sendirinya dapat membentuk ikatan hidrogen dengan air. Karena adanya ikatan hidrogen, maka asam karboksilat yang mengandung satu sampai empat atom karbon dapat bercampur dengan air. Asam karboksilat yang mempunyai atom karbon lebih banyak kebanyakan larut sebagian. Asam karboksilat juga membentuk ikatan hidrogen dengan molekul asam karboksliat lainya dimana terjadi dua ikatan hidrogen antara dua gugusan karboksil. Dalam larutan yang yang tidak mempunyai ikatan hidrogen, sam karboksilat berada sebagai sepasang molekul yang bergabung, disebut dimer.

Uji 2.... Apabila turunan tersebut dipanaskan dalam larutan asam atau basa, maka atom yang elektronegatif dapat pecah dari atom karbonilnya. Bila pemecahan dilakukan dalam larutan asam, bagian karbonil dari turunan asam diubah menjadi suatu asam karboksilat. Bila reaksi dilakukan dalam larutan basa maka bagian karbonil membentuk ion karbokslilat. Ion karboksilat ini berubah menjadi asam karboksilat dengan jalan mengasamkan.

Uji 2........ Reaksi ini berlangsung lambat dan dapat balik (reversibel). Mekanisme yang terjadi dari pembentukan ester terjadi 5 tahap. 1. Langkah proses protonisasi. Karena protonasi menambahkan muatan positif ke gugusan karbonil, reaktivitas gugusan ini terhadap nukleofil lemah (pada reaksi ini, alkohol) bertambah. 2. Langkah kedua dalam mekanisme adalah adisi dari alkohol nukleofilik ke gugusan karbonil. Hasil dari langkah ini mengandung gugussan -OR. 3. Langkah ketiga, hilangnya proton dari gugus -OR.

4.

Langkah keempat protonasi salah satu gugus -OH untuk membentuk gugus hidroksil terprotanasi, -OH2+. 5. Langkah kelima adalah hilangnya gugusan hidroksil terprotanasi sebagai gugusan yang terbaik yang meninggalkan yaitu H2O. 6. Terbantuk ester

Hasil dari langkah kelima adalah ester terprotonasi, yang kehilangan protonnya. pada langkah keenam menghasilkan ester. Semua langkah protonisasi dan deprotonisasi dalam deretan adalah kesetimbangan asam basa yang biasa terjadi dalam keadaan asam.

Uji 2..... Selain dilakukan uji dengan natrium bikarbonat, identifikasi gugus karboksil juga dapat dilakukan dengan tes esterifikasi(pembentukan ester) dari senyawa karboksil. Suatu ester asam karboksil ialah suatu senyawa yang mengandung gugus CO2R, dimana R dapat berupa aril ataupun alkil. Suatu ester dapat dibentuk dengan reaksi langsung antara asam karboksilat dengan suatu alcohol. Dalam reaksi esterifikasi ini dibutuhkan katalis asam dengan pemanasan. Reaksi esterifikasi yang terjadi adalah: RCOOH + ROH RCOOR + H2O

Keberadaan gugus ester dari proses esterifikasi asam karboksilat dapat diketahui dari bau harum seperti buah yang ditimbulkannya. Pengujian terhadap gugus ester dilakukan dengan mengunakan pereaksi larutan jenuh hidroksilamin hidroklorida, KOH, larutan FeCl3 dan larutan HCl. Keberadaan ester diketahui apabila terjadi perubahan warna yakni menjadi merah anggur. Uji 2..... Penambahan asam sulfat ini berfungsi sebagai katalis asam dan juga berfungsi sebagai sumber proton untuk terjadinya protonasi terhadap atom oksigen pada gugus karbonil. Uji 2..... Bau khas ester seringkali tertutupi atau terganggu oleh bau asam karboksilat.

Uji 3..... Pada prosedur B yang digunakan adalah asam karboksilat yaitu HCOOH dan CH3COOH, kedua asam ini masing-masing ditambahkan NaOH 1 M, tujuan dari penambahan ini adalah untuk menetralisasi asam karboksilat seperti kita ketahui bahwa asam karboksilat dapat dinetralisasi oleh basa yang menghasilkan garam dan air.

Uji 2.... Pada percobaan ketiga ini kami melakukan percobaan tentang reaksi esterifikasi. Langkah pertama kami menyiapkan 2 ml larutan CH3COOH glasial laludimasukkan dalam tabung reaksi setelah itu ditambahkan 2 ml etanol 96%. Penambahan etanol berfungsi untuk pembentukan reaksi esterifikasi dari pencampuran alkohol dengan asam karboksilat. Setelah itu ditambahkan H2SO4 pekat dengan hati hati melalui dinding tabung reaksi. Penambahan asam sulfat pekat ini berfungsi sebagai katalisator untuk mempercepat reaksi esterifikasi, namun asam sulfat pekat tidak ikut bereaksi. Setelah ditambahkan asam sulfat lalu dipanaskan didalam penangas air dan ditutup rapat. Pemanasan dilakukan untuk mempercepat reaksi yang berlangsung untuk mendapatkan asam asetat warna larutan bening, setelah dipanaskan ternyata menghasilkan bau menyengat. Melalui percobaan ini dapat diketahui bahwa asam asetat yang paling tidak bereaksi. Reaksi yang terjadi pada etanol 96% menimbulkan bauseperti balon atau karet yang menyengat. Hal ini disebabkan etanol 96% terdapat 4% air, yang berfungsi sebagai pengikat air, sehingga ketika dilarutkan menghasilkan bau yang menyengat.