Anda di halaman 1dari 3

Konsep Kreativiti Kreativiti diperlukan dalam kehidupanseharian. Ia menjana idea yang bolehdimanfaatkan untuk tujuan komersial.

Cyndi Kaplan menyatakan kreativitidigunakan untuk menghasilkan danmengembangkan produk, perkhidmatan,pasaran, pembungkusan, promosi,pengiklanan dan penyelesaiaan masalah. Pemikiran kreatif digunakan untukmenerbitkan kemungkinan baru dari segi ideadan penyelesaian masalah. Makna Kreativiti: Secara umum maknakreativiti yang konkrit tidak dapatdikemukakan. Mengikut Sidney W. Tiedt (1961) dalambukunya Creativity memberi makna sebagai:suatu hasil cipta yang baru dan asli, sesuatuyang memperlihatkan hubungan yang baru, juga penggunaan imaginasi danpenerokaan. Pelajar psikologi di California StateUniversity, Northridge, memberi pendapat: Kreativiti ialah kebolehan menggunaimaginasi, insight, intelek, & perasaan untukmenggerak sesuatu idea daripada keadaansekarang kepada satu keadaan alternatif yang belum pernah diterokai (Creativity is the ability to use imagination,insight and intellect-as well as feeling andemotion-to move an idea from its presentstate to an alternate, previously unexploredstate). Satu proses pemikiran berlainan daripadaorang lain satu cara unik untuk membuatsesuatu (Creativity is a thinking process thatis different from that of other people -aunique way of doing things). Kebolehan minda mengambil pelbagaicebisan maklumat melalui pelbagai aktivitiotak & melahirkan satu entiti baru (Creativityis the ability of the mind to take various bits of information from different modes of brainactivity and build a new entity as a wholeexpression of the self).

Ciri-ciri individu yang kreatif Munandar (1999a) menyatakan bahwa ciri individu yang kreatif menurut para ahli psikologi antara lain adalah bebas dalam berpikir, mempunyai daya imajinasi, bersifat ingin tahu, ingin mencari pengalaman baru, mempunyai inisiatif, bebas berpendapat, mempunyai minat luas, percaya pada diri sendiri, tidak mau menerima pendapat begitu saja, cukup mandiri dan tidak pernah bosan. Lebih lanjut Munandar (1999a) menjelaskan ciri-ciri pribadi kreatif meliputi ciri-ciri aptitude dan non-aptitude. Ciri-ciri aptitude yaitu ciri yang berhubungan dengan kognisi atau proses berpikir : a. Keterampilan berpikir lancar, yaitu kemampuan mencetuskan banyak gagasan, jawaban, penyelesaian masalah, atau pertanyaan. b. Keterampilan berpikir luwes, yaitu kemampuan menghasilkan gagasan, jawaban, atau pertanyaan yang bervariasi, serta dapat melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda. c. Keterampilan berpikir orisinal, yaitu kemampuan melahirkan ungkapan yang baru, unik, dan asli. d. Keterampilan memperinci (mengelaborasi), yaitu kemampuan mengembangkan, memperkaya, atau memperinci detil-detil dari suatu gagasan sehingga menjadi lebih menarik. e. Keterampilan menilai (mengevaluasi), yaitu kemampuan menentukan penilaian sendiri dan menentukan apakah suatu pertanyaan, suatu rencana, atau suatu tindakan itu bijaksana atau tidak Ciri-ciri non-aptitude yaitu ciri-ciri yang lebih berkaitan dengan sikap atau perasaan, motivasi atau dorongan dari dalam untuk berbuat sesuatu : a) Rasa ingin tahu; b) Bersifat imajinatif; c) Merasa tertantang oleh kemajemukan; d) Berani mengambil risiko; e) Sifat menghargai. Sund (dalam Nursito, 2000) menyatakan bahwa individu dengan potensi kreatif memiliki ciri-ciri yaitu (a) mempunyai hasrat ingin tahu, bersikap terhadap pengalaman baru, (b) panjang akal, (c) keinginan untuk menemukan dan meneliti, (d) cenderung lebih suka melakukan tugas yang lebih berat dan sulit, (e) berpikir fleksibel, bergairah, aktif dan berdedikasi dalam tugas, (f) menanggapi pertanyaan dan mempunyai kebiasaan untuk memberikan jawaban lebih banyak. Berdasarkan uraian sebelumnya dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri individu yang kreatif adalah bebas dalam berpikir dan bertindak, mempunyai daya imajinasi,

bersifat ingin tahu, ingin mencari pengalaman baru, mempunyai minat yang luas, mempunyai inisiatif, bebas berpendapat, tidak pernah bosan, dan merasa tertantang oleh kemajemukan.

Kreativiti dalam Seni Visual Pendidikan berkait rapat dengan kreativiti dan pemikiran kreatif. Pendidikan Seni dalam Kurukulum Bersepadu Sekolah Menengah, bermaksud seni tampak yang bertujuan melahirkan warganegara berbudaya, khususnya individu yang kreatif, berpengetahuan dalam bidang seni, mempunyai kemahiran mencipta dan peka terhadap ciri estetik.

Kurikulum Pendidikan Seni melibatkan perasaan estetik, daya kreatif pelajar melalui penjanaan daya intuisi, persepsi dan konsepsi, juga boleh mewujudkan rasa kepuasan dan kesedaran terhadap bakat serta kemampuan diri pelajar. Pelajar yang mengikuti program Pendidikan Seni akan menjadi lebih peka dan perasa, bersikap sederhana dan mampu mengamalkan pertimbangan kesenian dan kesempurnaan dalam mengendalikan kehidupan. Pendidikan Seni juga mampu meningkatkan kualiti berfikir . Pengetahuan dan kemahiran Pendidikan Seni melalui penjanaan idea, penerokaan unsur, inkuiri, integrasi maklumat serta idea, pengolahan simbol nyata atau abstrak dan melihat sesuatu dari pelbagai perspektif, menjanjikan satu peningkatan kualiti berfikir serta bertindak secara rasional dan fleksibel.

Pendidikan Seni merupakan satu disiplin yang merentas kurikulum dan boleh dikatakan sebagai asas kepada mata pelajaran lain. Pelajar yang didedahkan dengan Pendidikan Seni berasa lebih senang dan yakin apabila berdepan dengan tugasan dalam mata pelajaran lain terutamanya yang melibatkan kemahiran berfikir secara kreatif dan kritis. Kefahaman menerusi visual tentunya lebih mudah daripada penghafalan fakta menerusi catatan berjela. Peta minda yang digrafikkan secara mudah lebih berkesan untuk menyatakan sesuatu konsep atau penerangan yang sukar. Prinsip dalam Pendidikan Seni berupaya memenuhi tuntutan dalam masalah ini.