Anda di halaman 1dari 111

SKRIPSI

PENGARUH FITUR PRODUK, HARGA, JARINGAN DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KARTU PRABAYAR AS PADA MAHASISWA MANAJEMEN ANGKATAN 2011-2013 UNIVERSITAS HALU OLEO

OLEH:

WAODE MARATUN SHALEHA STB.B1B1 10 009

PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS HALU OLEO KENDARI 2014

PERNYATAAN KEASLIAN PENULISAN

Yang bertandatangan di bawah ini : Nama NIM Jurusan Fakultas : WAODE MARATUN SHALEHA : B1B1 10 009 : Manajemen : Ekonomi

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi yang saya tulis ini benarbenar merupakan karya saya sendiri. Apabila dikemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan skripsi ini hasi ljiplakan,maka saya bersedia menerima sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Kendari,

Februari 2014

Yang membuatpernyataan,

WAODE MARATUN SHALEHA NIM. B1B1 10 009

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi :Waode Maratun Shaleha, B1B1 10 009, telah diperiksa dan disetujui oleh pembimbing untuk diajukan pada Panitia Ujian Skripsi.

Kendari,

Februari 2014

Pembimbing,

Dr. Sudirman Zaid, SE.,M.Si, NIP.197308282000031001

Dr.Endro Sukotjo,SE.,M.Si. NIP.19620129 199802 1 001

Mengetahui,

KetuaJurusanKetua Pogram Studi ManajemenManajemen

Dr. Sujono, SE., M.Si. NIP. 19650409 199203 1 001

Sinarwati, SE. MSi. NIP.19781015 200501 2 003

HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi Oleh :Waode Maratun Shaleha,ini telah di pertahankan di depan dewan penguji pada tanggal 21 Januari 2014 berdasarkan SK. Dekan No: 249/

UN29.2/PP/2014

DewanPenguji

Dr. H. Rahmad Madjid SE.,M.Si NIP. 19611123 198902 1 001

(Ketua)

Juharsah, SE. M.Si NIP. 19750401 200501 1 001

(Sekretaris)

Dr. Sudirman Zaid, SE.,M.Si, NIP. 197308282000031001

(Anggota)

Dr. Endro Sukotjo SE.,M.Si NIP. 19620129 198802 1 001

(Anggota)

Dr. Ibnu Hajar,SE.,M.Si NIP.19540419 198503 1 001

(Anggota)

Mengetahui/Mengesahkan KetuaJurusanManajemen

Dr. Sujono, SE., MS NIP. 19650409 199203 1 001

ABSTRAK Wd. Maratun Shaleha (B1B1 10 009), Pengaruh Fitur Produk, Harga, Jaringan dan Promosi terhadap Keputusan Pembelian atas produk Telkomsel merek As. Skripsi, Jurusan Manajemen, Universitas Halu Oleo. Pembimbing : 1. Sudirman Zaid 2. Endro sukotjo Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fitur produk, harga, jaringan dan promosi terhadap keputusan pembelian. Populasi dalam penelitian ini yaitu Mahasiswa S1 Program Studi Manajemen, Universitas Halu Oleo Kendari tahun angkatan 2011-2013. Sampel yang ditetapkan sebanyak 60 responden yang menggunakan kartu merek As. Penelitian ini menggunakan tehnik accidental sampling dan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil analisis data menunjukan bahwa secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan variabel fitur produk (X1), harga (X2), jaringan (X3), dan promosi (X4) terhadap keputusan pembelian (Y) atas produk Telkomsel merek As. Dan secara parsial variabel fitur produk( tsig 0,599 > 0.05) tidak memiliki hubungan dan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan harga (tsig 0,032 < 0,05), jaringan (tsig 0,000 < 0,05), dan promosi (tsig 0,000 < 0,05) memiliki hubungan dan pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen atas produk Telkomsel merek As. Kata Kunci : fitur produk, harga, jaringan, promosi, keputusan pembelian

vi

ABSTRACK Wd. Maratun Shaleha (B1B1 10 009), The Affect of Product Feature, Price, Network and promotion on Purchase Decision of Telkomsels Product Brand As. Paper, Management Major, Halu Oleo University, Counselor : 1. Sudirman Zaid 2. Endro Sukotjo The study aims to discover affect of product feature, price, network, and promotion on purchase decision. The population is the student majoring in Management, Halu Oleo University Kendari generation year of 2011-2013. The specified number of samples in this research is 60 people as the respondents who use As cellphone card. This study used accidental sampling technique and multiple linear regression analysis. Based on the result of data analysis showed that simultaneously there is a significant affect of product feature (X1), price (X2), network (X3), and promotion (X4) on purchase Decision (Y) of Telkomsels product brand As. And partially, the product feature (tsig 0,599 > 0.05)is dont have relationship and significant affect on purchase decision. Meanwhile price (tsig 0,032 < 0,05),promotion (tsig 0,000 < 0,05), and network (tsig 0,000 < 0,05)have a significant affect and relationship on purchase decision of Telkomsels product brand As. Key Word : feature product, price, network, promotion, purchase decision

vii

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb Dengan mengucapkan Alhamdulillahirobbilalamin, puji syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan judul Pengaruh Fitur Produk, Harga, Jaringan dan Promosi terhadap Keputusan Pembelian Kartu Prabayar As pada Mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2011-2013 Universitas Halu Oleo Kendari. Penulis menyadari bahwa terselesaikannya penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bantuan, bimbingan, petunjuk dan saran dari semua pihak. Oleh karena itu, penulis ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Dr. Sudirman Zaid, SE., M.Si., selaku pembimbing I dan bapak Dr. Endro Sukotjo, SE., M.Si,. selaku pembimbing II yang penuh dengan kesabaran memberikan arahan, nasehat, meluangkan waktunya dan membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini, semoga Allah SWT melimpahkan Rahmat-Nya kepada bapak beserta keluarga. Amin. Pada kesempatan ini pula, penulis ingin menyampaikan rasa hormat dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Bapak Prof. Dr. Ir. Usman Rianse,MS., selaku Rektor Universitas Halu Oleo 2. Bapak Prof. Dr. H. Syarief, SE, MS., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Halu Oleo. 3. Ibu Sinarwati, SE.,M.Si selaku Ketua Program Studi Manajemen Universitas Halu Oleo 4. Bapak Dr. Sujono, SE., M.Si., selaku Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Halu Oleo.

viii

5. Bapak La Ode Asfahyadin, SE., MM, selaku Sekretaris Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Halu Oleo 6. Bapak Dr. Sudirman Zaid, SE,. M.Si, selaku Pembimbing Akademik, terima kasih atas bimbingannya 7. Bapak Dr. H. Rahmad Majid, SE.,M.Si, Bapak Dr. H. Ibnu Hajar, SE., M.Si, dan Bapak Juharsa, SE., M.Si selaku penguji penulis. Terima kasih atas waktu yang telah diberikan, pengarahan dan saran yang bermanfaat dalam penyusunan skripsi ini. 8. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi khususnya dosen Program Studi Manajemen yang telah sabar dan ikhlas mendidik, membimbing serta membina penulis selama mengikuti perkuliahan di Fakultas Ekonomi. 9. Seluruh karyawan dan Staf Akademik Fakultas Ekonomi khususnya Jurusan Manajemen Universitas Halu Oleo, atas bantuannya selama ini, in preparing what I need (ibu Mira, ibu Rita, ibu Erni, Ka Ucang, Ka Rul) 10. Kedua orangtua saya tercinta, Drs La Ode Nsawuro dan Aminu terima kasih atas kasih sayang, doa dan perhatian yang tak ternilai. Thank you so much for your support, I love you. 11. Adik penulis ( Zulkifli dan Hasman Makful) Thank you so much for all the support and love in my life. Dan juga buat semua keluarga, khususnya Tante Ifa, Tante Tini, Tante Udu, Tante Era, Tante Min, Wani, Iin, Nurul, Lina, Rahma terima kasih atas bantuan, dan doanya, alot of thanks for them 12. Kepada semua sahabatku, khususnya Stillio (Arman, Yayat, Dana, Mirna, Nesti, Kiki, Ika, dan Jana) sebagai sumber motivasi saya. Thank you for your understanding all these time and always being there for me, Saranghae

ix

13. Sahabat jiwaku Diana, Jumi, Putri, Indry, Debi, Apry, Iye, Berna thank you for your support, im really thankful i have them. 14. Big thanks to my Blue, my Black, a cup Nestcafe yang sudah setia menemani saya dalam penyusunan skripsi ini, tanpa kalian saya bagaikan butiran pasir. 15. Teman-teman seperjuangan Linda, Ikrar, teman-teman Stillio, anak pemasaran seluruh teman-teman manajemen angkatan 2010. 16. Seluruh pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini yang tidak dapat disebut satu per satu. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kesalahn dalam penulisan skripsi ini, oleh karena itu penulis menghargai semua saran dan masukan yang membangun demi penyempurnaan skripsi ini. Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi siapapun yang membacanya. Wassalammualaikum Wr.Wb

Kendari,

Januari 2014

Wd. Maratun Shaleha

DAFTAR ISI Halaman HALAMAN DEPAN .................................................................................................. HALAMAN JUDUL................................................................................................... HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ...................................................... HALAMAN PENGESAHAN .................................................................................... PERNYATAAN KEASLIAN PENULISAN ............................................................ ABSTRAK ................................................................................................................. ABSTRACK ................................................................................................................ KATA PENGANTAR ............................................................................................... DAFTAR ISI ............................................................................................................ DAFTAR TABEL ....................................................................................................... DAFTAR GAMBAR .................................................................................................. DAFTAR SKEMA...................................................................................................... BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ................................................................................. 1.2. Rumusan Masalah ............................................................................ 1.3. Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian ....................................... 1.4. Ruang Lingkup ................................................................................ TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Peneliti Terdahulu ............................................................................ 2.2 Pengertian Pemasaran ...................................................................... 2.3 Konsep Manajemen Pemasaran ....................................................... 2.4 Kualitas Produk................................................................................ 2.4.1 Dimensi Kualitas Produk ....................................................... 2.5 Teknologi Komunikasi .................................................................... 2.5.1 Arsitektur Jaringan Komunikasi Seluler ............................... 2.5.2 Peralatan Teknologi Komunikasi .......................................... 2.6 Perilaku Konsumen .......................................................................... 2.7 Keputusan Pembelian....................................................................... 2.7.1 Komponen Keputusan Pembelian ......................................... 2.7.2 Proses Pengambilan Keputusan Pembelian........................... 2.3.3 Pengambilan Keputusan Dalam Pembelian........................... 2.8 Kerangka Konseptual....................................................................... 2.9 Hipotesis .......................................................................................... i ii iii iv v vi vii viii xi xiii xiv xv

1 9 10 11

BAB II.

12 14 14 19 21 22 24 25 27 29 29 31 34 35 36

BAB III. METODELOGI PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian ............................................................................... 3.2. Populasi dan Sampel ........................................................................ 3.2.1. Populasi ................................................................................. 3.2.2. Sampel ................................................................................... 3.3. Sumber Data..................................................................................... xi

37 37 37 37 38

3.4. 3.5. 3.6.

3.7.

3.8. BAB IV

3.3.1. Data Primer..... 3.3.2. Data Sekunder ........................................................................ Teknik Pengumpulan Data............................................................... Alat Analisis..................................................................................... Uji Validitas dan Reliabilitas ........................................................... 3.6.1. Uji Validitas .......................................................................... 3.6.2. Uji reliabilitas ........................................................................ Uji Hipotesis .................................................................................... 3.7.1 Uji Secara Simultan................................................................. 3.7.2 Uji Secara Parsial .................................................................... Definisi Operasional Variabel..........................................................

38 38 39 40 41 41 42 43 43 43 43

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum PT. Telkomsel .................................................... 4.1.1 Sejarah Singkat ....................................................................... 4.1.2 Tujuan, Visi dan Misi.............................................................. 4.1.3 Struktur Organisasi ................................................................. 4.2 Deskripsi Karakteristik Responden.................................................. 4.2.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur.......................... 4.2.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ............ 4.2.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Pakai Produk.... 4.3 Deskripsi Hasil Pengukuran Variabel Penelitian ............................. 4.3.1 Fitur Produk (X1).................................................................... 4.3.2 Harga (X2) .............................................................................. 4.3.3 Jaringan (X3) .......................................................................... 4.3.4 Promosi (X4)........................................................................... 4.3.5 Keputusan Pembelian (Y) ....................................................... 4.4 Hasil Analisis dan Pengujian Hipotesis ........................................... 4.4.1 Hasil Pengujian Model Regresi Secara Simultan ................... 4.4.2 Hasil Pengujian Model Regresi Secara Parsial ....................... 4.5 Pengujian Hipotesis ......................................................................... 4.6 Pembahasan Hasil Penelitian ........................................................... 4.6.1 Pengaruh Simultan .................................................................. 4.6.2 Pengaruh Parsial...................................................................... 4.7 Keterbatasan Penelitian....................................................................

46 46 48 49 53 53 54 54 55 56 57 59 60 62 64 64 67 68 69 69 70 76

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ...................................................................................... 77 5.2 Saran ................................................................................................ 78

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

xii

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 1.2 1.3 3.1 3.2 4.1 4.2 4.3 4.4 4.5 4.6 4.7 4.8 4.9 4.10

Halaman 4 4 5 41 42 47 53 54 55 56 57 59 60 62 65

Pelanggan Operator Seluler Tahun 2012............................................................. Produk Kartu Seluler Perusahaan Operator GSM di Indonesia .......................... Komposisi Pelanggan Telkomsel Tahun 2012 .................................................... Rekapitulasi Hasil Uji Validitas Penelitian ......................................................... Rekapitulasi Hasil Uji Reliabilitas Instrument .................................................... Komposisi Pemegang Saham PT. Telkomsel...................................................... Karakteristik Responden Berdasarkan Umur ...................................................... Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin......................................... Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Pakai Produk ................................ Distribusi Jawaban Responden Terhadap Fitur Produk (X1).............................. Distribusi Jawaban Responden Terhadap Harga (X2) ........................................ Distribusi Jawaban Responden Terhadap Jaringan (X3)..................................... Distribusi Jawaban Responden Terhadap Promosi (X4)..................................... Distribusi Jawaban Responden Terhadap Keputusan Pembelian (Y) ................. Rekapitulasi Hasil Analisis Regresi Linear Berganda.........................................

xiii

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Halaman

2.1 Arsitektur Jaringan Seluler.. 25

xiv

DAFTAR SKEMA

Skema 2.1 2.2 4.1

Halaman

Proses Pengambilan Keputusan Pembelian......................................................... 31 Kerangka Konseptual .......................................................................................... 35 Struktur Organisasi PT. Telkomsel ..................................................................... 50

xv

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dengan perkembangan teknologi dan informasi serta pertumbuhan dan penyebaran penduduk yang sangat pesat sekarang ini, sangatlah memberikan dampak pada segala aspek kehidupan manusia, salah satunya adalah akan adanya tuntutan untuk berkomunikasi dengan lancar dalam menyampaikan informasi. Komunikasi adalah merupakan dasar interaksi antar manusia dan dapat terjadi pada siapa saja baik antara dosen dengan mahasiswa, orang tua, dengan anak, pimpinan dengan bawahan, teman dan lain sebagainya. Dengan hubunganya sebagai makhluk sosial, terkandung suatu maksud bahwa manusia bagaimana pun juga tidak terlepas dari individu yang lain. Secara kodrat manusia akan selalu hidup bersama-sama dalam berbagai bentuk komunikasi dan situasi yang mempengaruhinya. Mengingat betapa pentingnya sebuah informasi dalam aspek kehidupan manusia, maka komunikasipun akhirnya menjadi bagian yang sangat penting dalam melengkapi kehidupan manusia. Pada era sekarang ini komunikasi tidak cukup hanya dengan komunikasi langsung (Face to face). Sebagian besar bentuk komunikasi sudah dilakukan dengan cara tidak langsung melalui media/alat komunikasi, salah satunya adalah dengan telepon seluler (handphone). Kehadiran telepon seluler berawal hanyalah sebagai pengganti telepon tetap (Fixed Line) seperti telepon rumah dan kantor, tapi kini handphone sudah berkembang menjadi gadget multifungsi yang wajib di bawa kemanapun. Kelebihan dari telepon seluler adalah dapat dibawa ke mana-

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

mana (portabel, mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel, wireless), yang mana dalam hal ini orang bisa melakukan hubungan telekomunikasi dengan menggunakan gelombang

elektromagnetik sebagai pengganti kabel. Telepon seluler pun bukan barang mewah lagi yang dulunya hanya bisa dinikmati kelompok tertentu, sekarang semua orang dengan mudah mendapatkan dan mengakses untuk dapat menggunakannya untuk berbagai keperluan, baik untuk urusan bisnis, keluarga, pendidikan ataupun keperluan lainya. Apalagi dengan perkembangannya sekarang ini telepon seluler sudah dilengkapi dengan fitur-fitur yang lebih lengkap dan canggih seperti fitur-fitur multimedia yang ada di komputer yang menjadikannya bukan hanya berfungsi untuk berkomunikasi, tapi sudah menjadikanya perangkat yang canggih dan pintar tentunya ini akan memudahkan konsumen dalam memenuhi berbagai kepentingan dan kebutuhanya. Lahirnya bermacam-macam kartu seluler atau kartu SIM (Subricider Identity Module) mempunyai korelasi yang sangat kuat terhadap perkembangan telepon seluler (handphone) dan kebutuhan masyarakat yang selalu ingin Going mobile. Dengan adanya tuntutan seperti itu membuat para perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang telekomunikasi berlomba-lomba mengeluarkan SIM (subicider identity modul) yang berbasis teknologi GSM. Dengan

perkembangannya sekarang ini khususnya di Indonesia sekarang ini terdapat dua jenis teknologi sistem telekomunikasi seluler yang disediakan penyedia layanan telekomunikasi yang bisa dipakai masyarakat dalam berkomunikasi yaitu (Global Sistem for Mobile Communication) GSM dan (Code Division Multiple Access)

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

CDMA. GSM adalah merupakan sistem teknologi digital yang digunakan dalam komunikasi mobile yang sudah lama beroperasi di Indonesia. Sedangkan CDMA merupakan sistem teknologi yang digunakan dalam berkomunikasi fixed (disambungkan dengan kabel) maupun mobile yang beroperasi setelah GSM. Walaupun kehadiran CDMA memberikan pengaruh yang cukup bersaing terhadap GSM karena keunggulan dalam kejernihan suara, kecepatan transfer data dan tarif yang lebih murah dibanding GSM, akan tetapi yang paling dominan digunakan masyarakat sekarang ini adalah GSM (Global Sistem for mobile communication) karena kemudahannya dalam penggunaan, dan daerah pengguna yang luas. Pada perkembangannya saat ini banyak kita temui jenis operator yang mewarnai jaringan telekomunikasi seluler yang berbasis GSM terutama yang ada di Indonesia yakni Telkomsel, Indosat, PT.Exelcomindo Pratama (XL), Axis, fren, smart dan lain sebagainya. Tiga diantaranya merupakan penguasa pasar saat ini yaitu Telkomsel, Indosat dan Exelcomindo. Persaingan antar operator pun semakin ketat sekarang ini, karena semua operator berusaha dalam meraih pasar dan keuntungan dari para pelanggannya. Ditengah sengitnya persaingan operator kartu seluler saat ini, berbagai starategi dilakukan perusahaan untuk menarik perhatian konsumen dan mempertahankan pelanggannya, mulai dari persaingan tarif harga, jaringan, persaingan akan layanan, hingga persaingan iklan di televisi. Perkembangan bisnis operator seluler yang begitu pesat di Indonesia tidak lepas dari jumlah penduduk di Indonesia yang besar. Jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa, maka potensi pasar kartu seluler di Indonesia masih terbentang luas. Asosiasi Telekomunikasi seluler Indonesia (ATSI) memprediksi

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

bahwa empat tahun ke depan jumlah konsumen seluler di Indonesia diperkirakan akan mencapai 233 juta. Tabel 1.1 Pelanggan Operator Seluler tahun 2012 di Indonesia Jenis Operator Perusahaan Produk GSM PT. Telkomsel PT. Indosat PT. Excelcomindo PT. Telekomunikasi Indonesia PT. Natrindo PT. Mobile dan Telecom PT. Bakrie Telecom Simpati, As,Halo IM3,Mentari,Matrix Bebas,Jempol,X-plore Flexi Lipotel Fren dan Hepi Esia

CDMA

Pelangg an (juta) 125 58,5 45,8 13,49 5 3 10.6

Perkembangan perusahaan operator CDMA di Indonesia juga tidak dapat dipandang sebelah mata. Beberapa operator CDMA seperti PT. Telkom dengan Telkom Flexi, PT. Natrindo dengan Lipotel, PT. Mobile-8 dengan Fren dan PT. Bakrie Telkom dengan Esia siap bersaing dengan perusahaan operator GSM karena bagaimanapun tarif CDMA lebih murah. Persaingan antara sesama operator GSM berjalan sangat ketat. Masing-masing perusahaan menawarkan berbagai macam produk kartu seluler baik yang bersifat prabayar maupun pascabayar berbagai keunggulan baik fitur dalam kartu sendiri maupun dalam tarif. Pada Tabel 1.2 akan disajikan produk kartu seluler yang dikeluarkan oleh ketiga operator perusahaan GSM di atas. Tabel 1.2 Produk Kartu Seluler Perusahaan Operator GSM di Indonesia No Nama Perusahaan Produk Jenis 1 PT. Telkomsel Simpati Prabayar As, Prabayar Halo. Pasca bayar 2 PT. Indosat Im3 Mentari Matrix Prabayar Prabayar Pasca Bayar

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

Bebas Prabayar Jempol Prabayar X-plor Pasca Bayar Sumber : wiki/Daftar_produk_telekomunikasi_di_Indonesia Banyaknya kartu GSM yang di pasaran berarti memberikan keleluasan

PT. Excelcomindo

bagi konsumen untuk memilih merek yang sesuai dengan keinginannya. Sehinggga banyak dari konsumen yang sering berganti operator ataupun memiliki beberapa layanan dari beberapa operator tersebut, dengan tujuan agar mendapatkan kemudahan dalam berkomunikasi, mendapatkan tarif yang murah dan layanan yang ditawarkan karena setiap operator tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Bagi para konsumen, apa yang mereka inginkan tentunya selalu ingin dipuaskan terhadap suatu produk atau jasa yang mereka beli dan mereka gunakan. Oleh kerena itu setiap perusahaan harus selalu berorientasi pada keinginan konsumen agar dapat mempertahankan hidup perusahaan dengan cara menetapkan strategi yang baik dan kompetitif khususnya marketing mix (4P) produk, harga, tempat dan promosi, sehingga apa yang mereka tawarkan bisa diterima dan dibeli konsumen. Tabel 1.3 Komposisi Pelanggan Telkomsel tahun 2012 No Nama Produk Pelanggan (Juta) Persentase (%) 1 Kartu Simpati 60 48 2 As 57,5 46 3 Halo 2,2 6 Sumber: Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia, 2012 PT.Telkomsel atau biasa dikenal dengan sebutan Telkomsel merupakan salah satu perusahaan operator telekomunikasi seluler tertua dan terbesar di Indonesia yang memfokuskan pada penyediaan sarana komunikasi berbasis teknologi satelit. Telkomsel juga merupakan operator telekomunikasi seluler
5

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

GSM pertama di Indonesia dengan layanan pascabayar dan prabayar. Sebagai perusahaan telekomunikasi yang telah lama beroperasi Indonesia Telkomsel hampir menguasai 70% pangsa pasar di Indonesia dengan jumlah pelanggan lebih dari 100 juta pelanggan pada tahun 2012 (www.telkomsel.co.id) terbanyak dari pesaing-pesaingnya. Ini disebabkan Telkomsel memiliki jaringan yang sudah menjangkau seluruh provinsi, kabupaten dan seluruh wilayah kecamatan di Indonesia yang mana lebih luas dibandingkan pesaingnya. Kualitas jaringan yang ditawarkan Telkomsel merupakan standar dunia, dimana tingkat

keterhubungannya mencapai 98,66% kenyamanan koneksi juga didukung akses jaringan Dual-Band GSM 900, 1800, plus 3G (WCDMA/HSDPA). Selain itu dari layanannya Telkomsel memiliki, layanan transfer pulsa, internasional roaming, layanan dunia 3G, NSP, Telkomsel call me, Telkomsel Flash, mobile banking, mobile wallet T-Cash, BlackBerry Internet Service, Telkomsel SMS me, call waiting,call forwarding, SMS, MMS dan GPRS dan ribuan konten layanan lainnya. Guna menunjang kebutuhan dan kepuasan konsumenya. Telkomsel juga memiliki sarana penyaluran guna mempermudah pelangganya mendapatkan layanannya seperti: berupa Call Center, GraPARI, GeraiHALO, KiosHALO, Outlet Dealer, dan M-Kios. Dari segi promosi Telkomsel melakukan promosi melalui media cetak dan media elektronik. Unsur bauran pemasaran lainya yang sering digunakan dalam persaingan bisnis telekomunikasi saat ini adalah promosi. Promosi merupakan salah satu unsur bauran pemasaran yang berfungsi dalam menginformasikan suatu produk dan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Dalam memasarkan

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

produknya Telkomsel menggunakan Advertising dan Sales Promotion. Periklanan (advertising) yaitu bentuk promosi non personal dengan menggunakan berbagai media yang ditujukan untuk merangsang pembelian. Periklanan dilakukan melalui media cetak baik koran, majalah, tabloid, maupun melalui media elektronik seperti televisi, radio, dan internet (website Telkomsel : www.telkomsel.co.id). Promosi penjualan (sales promotion) merupakan rangsangan langsung yang ditujukan kepada konsumen untuk melakukan pembelian secara lebih cepat. Promosi penjualan yang dilakukan telkomsel adalah berupa iklan kartu As yang ada di media cetak dan elektronik, promosi kartu As di pameran dan event (sponsor). Telkomsel ini digunakan untuk mendukung produknya seperti: GSM KartuHalo (pascabayar), GSM Simpati (prabayar), GSM Kartu As (prabayar), Telkomsel Flash (internet), Kartu Facebook dan lain-lainnya. Dari semua produk tersebut, jelas bertujuan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya berkomunikasi. Tapi dalam hal ini pembahasan akan difokuskan pada kartu prabayar As. Selain itu harga yang ditawarkan oleh kartu As juga relatif murah, dan harganya mudah dijangkau oleh mahasiswa sebagai pengguna, harga kartu perdana GSM As yang sangat terjangkau. Kartu GSM As menawarkan harga kartu perdana yang sangat terjangkau dimulai dari harga Rp 2.000 sampai dengan Rp 12.000, isi ulang pulsa voucher dan elektrik yang sangat bervariasi (banyak pilihan) Rp 6.500 sampai dengan Rp 7000 untuk pulsa Rp 5000, Rp 11.500 dan Rp 12.000 untuk pulsa Rp 10.000, Rp 25.000 dan Rp 26.000 untuk pulsa Rp

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

25.000, Rp 50.000 dan Rp 52.000 untuk pulsa Rp 50.000 dan Rp 100.000 dan Rp 102.000 untuk pulsa Rp 100.00, dan tarif yang hemat. Dimana tarif yang ditawarkan oleh kartu As untuk sms Rp 150, menelpon Rp50/detik ,mms Rp 500 dan internet Rp 1/kb. Kartu prabayar As diposisikan oleh Telkomsel pada peluncuranya tahun 2004 sebagai kartu seluler GSM yang memberi kualitas terbaik dengan harga terjangkau dibandingkan produk - produk sebelumnya serta dilengkapi dengan layanan andal yang didasarkan pada pemenuhan keinginan konsumen. Adapun jika dibandingkan antara Kartu As dengan produk operator GSM lainya perbedaan yang kompetitif terletak pada segi kualitas produk dan layanannya. Kartu As memiliki kualitas jaringan Telkomsel yang mana tidak bisa ditemukan di operator GSM lainya. Dengan kualitas jaringan dimilikinya konsumen tidak harus mengganti kartu seluler yang disebabkan hilangnya koneksi jaringan, konsumen bisa menggunakan Kartu As dimana saja dan kapan saja. Selain itu dari segi inovasi layanannya Kartu As juga menawarkan paket-paket menarik yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggannya. Sehingga konsumen bisa menikmati penggunaan Kartu As dengan tarif yang terjangkau dengan jangkauan yang luas. Diferensiasi produk inilah yang menjadi keunggulan Kartu As. Walaupun harga keseluruhan yang ditawarkan Kartu As belum lebih murah dibandingkan dengan GSM operator lainya (selalu bersaing) baik itu harga kartu perdana maupun tarif. Keputusan konsumen dalam melakukan pembelian akan dipengaruhi oleh beberapa faktor yang datang dari suatu unit usaha yang mana bisa dikendalikan oleh unit usaha itu sendiri. Sebagai unit usaha yang ingin mempertahankan

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

kelangsungan hidupnya, perusahaan harus mengetahui apa yang menjadi daya tarik konsumen membeli produk kartu As, dengan mengetahui apa yang menyebabkan konsumen membeli, maka perusahaan dapat menentukan dan menyusun strategi yang kompetitif, sehingga perusahaan dapat menarik lebih banyak konsumen dan mempertahankan konsumennya. Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh dari fitur produk, harga, jaringan, dan promosi yang ditawarkan oleh para pemasar kartu GSM As untuk mempengaruhi keputusan pembelian terhadap kartu prabayar As khususnya di kalangan mahasiswa yang mana merupakan salah satu kelompok pengguna kartu GSM As. Mengingat kartu GSM As juga bukan satu-satunya kartu GSM di Indonesia. Untuk itu penulis melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Fitur Produk, Harga, Jaringan, dan Promosi terhadap Keputusan Pembelian Kartu Prabayar As pada Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Halu Oleo angkatan 2011-2013. 1.2 Rumusan Masalah 1. Apakah fitur produk, harga, Promosi, dan Jaringan secara simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian kartu prabayar As ? 2. Apakah fitur produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian kartu prabayar As ? 3. Apakah harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian kartu prabayar As ? 4. Apakah jaringan berpengaruh terhadap keputusan pembelian kartu prabayar As ?

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

5. Apakah promosi berpengaruh terhadap keputusan pembelian kartu prabayar As ? 1.3 Tujuan dan manfaat Penelitian 1. Tujuan penelitian : a. Untuk mengetahui apakah fitur produk, harga, promosi, dan jaringan secara simultan berpengaruh terhadap keputusan

pembelian kartu prabayar As. b. Untuk mengetahui apakah fitur produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian kartu prabayar As. c. Untuk mengetahui apakah harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian kartu prabayar As. d. Untuk mengetahui apakah jaringan berpengaruh terhadap

keputusan pembelian kartu prabayar As. e. Untuk mengetahui apakah promosi berpengaruh terhadap

keputusan pembelian kartu prabayar As. 2. Manfaat penelitian : a. Bagi perusahaan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan masukan yang berguna bagi Telkomsel sebagai bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan yang berkaitan dengan peningkatan pemasaran produknya. b. Bagi pihak lain, dapat sebagai bahan referensi yang nantinya dapat memberikan perbandingan dalam mengadakan penelitian pada masa yang akan datang.

10

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

c. Bagi penulis, merupakan suatu kesempatan untuk menerapkan teori-teori dan literatur yang penulis peroleh dari bangku kuliah, kemudian memperluas wawasan penulis tentang keputusan pembelian konsumen. 1.4 Ruang Lingkup Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah pengaruh fitur produk, harga, jaringan, dan promosi terhadap keputusan pembelian kartu prabayar As. Pada penelitian ini terdiri dari 5 variabel yaitu variabel independen (X) yang diukur melalui fitur produk (X1), harga (X2), jaringan (X3) , dan promosi (X4) serta variabel dependen (Y) adalah variabel yang diukur melalui Keputusan Pembelian kartu prabayar As pada Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Halu Oleo angkatan 2011-2013.

11

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Peneliti Terdahulu Sugiyanti (2013) Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan

Membeli Kartu Perdana Produk Telkomsel di Samarinda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang terdiri dari produk, harga, tempat, dan promosi terhadap keputusan membeli kartu perdana produk Telkomsel di Samarinda serta mencari variabel mana yang paling berpengaruh. Hasil Pengujian dengan Uji t diketahui bahwa variabel harga merupakan variabel yang paling signifikan pengaruhnya terhadap keputusan membeli kartu perdana produk Telkomsel di Samarinda. Khoirul Aziz Husyairi (2006) Analisis Keputusan Konsumen Dalam Keputusan Pembelian Kartu simPATI (Studi Kasus Mahasiswa S1 Institut Pertanian Bogor). Tujuan penelitian ini adalah : (1) Mengidentifikasi karakteristik mahasiswa S1 sebagai konsumen kartu simPATI di IPB, (2) Menganalisis proses keputusan pembelian yang dilakukan oleh mahasiswa S1 sebagai konsumen kartu simPATI di IPB, (3) Mengidentifikasi atribut dominan yang dimiliki kartu simPATI, dan (4) Menganalisis sikap dan keputusan mahasiswa S1 sebagai konsumen kartu simPATI di IPB. Dalam melakukan keputusan pembelian, responden melalui tahap pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan evalusi pasca pembelian. Atribut sinyal dan jaringan merupakan atribut paling dominan dengan kinerja

12

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

paling baik dengan nilai tingkat kepentingan tertinggi (4,64) dan tingkat kepuasan tertinggi pula (4,28). Faktor yang paling mempengaruhi responden dalam pengambilan keputusan pembelian adalah sinyal dan jaringan dengan nilai communality 0,768. Sikap dan keputusan responden sebagai konsumen kartu simPATI di IPB tergolong biasa, sehingga Telkomsel harus terus memperbaiki kinerja atribut-atribut kartu simPATI, terutama atribut bonus dan hadiah, karena merupakan atribut dengan kinerja paling buruk (2,80). Titin Purnamasari (2011) tentang Analisis Faktor-faktor yang

Mempengaruhi Keputusan Konsumen Dalam Memilih Kartu GSM XL pada PT exelcomindo Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk menge tahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih kartu GSM XL Pada PT Exelcomindo Makassar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor marketing mix yang meliputi kualitas, harga, saluran distribusi dan promosi secara simultan atau bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan konsumen dalam memilih kartu GSM XL. Kurnia Wati (2005) tentang Pengaruh Fitur produk dan harga terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pada Simcard XL di Kota Padang. Tujuan penelitian ini adalah (1). Menganalisis pengaruh fitur terhadap keputusan pembelian konsumen pada kartu XL di kota padang (2). Menganalisis pengaruh harga terhadap keputusan pembelian konsumen pada kartu XL di kota padang. Hasil penelitian menunjukan (1) Fitur Produk tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen pada kartu XL di kota padang (2) Harga

13

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen pada kartu XL di kota padang. 2.2 Pengertian Pemasaran Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan pokok yang dilakukan oleh pengusaha dalam usahanya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya untuk berkembang dan mendapatkan laba. Kotler (2002:12) mengemukakan bahwa pemasaran adalah suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan secara bebas mempertahankan produk yang bernilai dengan pihak lain. Swasta dan Irawan (1990) pengertian pemasaran adalah sustu sistem keseluruhan dari kegiatan kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga mempromosikan dan mendistribusikan barang atau jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun potensial. Pengertian pemasaran dari pendapat diatas menerangkan bahwa

kegiatan pemasaran mencakup ruang lingkup kegiatan yang sangat luas yang dimulai dari menetukan kebutuhan konsumen dan diakhiri dengan kepuasan konsumen. Dengan kata lain kegiatan pemasaran bermula dan berakhir pada konsumen. 2.3 Konsep Manajemen Pemasaran Kotler (2005:13) mengemukakan bahwa Manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi serta

14

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi. Swastha dan Irawan (2003:7) mengatakan bahwa Manajemen pemasaran adalah penganalisaan, pelaksanaan, dan pengawasan Program-progam yang ditujukan untuk mengadakan pertukaran dengan pasar maksud untuk mencapai tujuan organisasi. Berdasarkan beberapa definisi diatas maka dapat disimpulkan bahwa Manajemen Pemasaran adalah seluruh kegiatan pemasaran perusahaan yang terdiri dari planning, organizing, actuating, dan controlling guna mencapai tujuan perusahaan. Dengan adanya Manajemen Pemasaran maka perusahaan dapat yang dituju dengan

menentukan strategi apa yang akan dilakukan dalam mencapai tujuan tersebut. Strategi merupakan suatu rencana yang diutamakan untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam pemasaran dikenal dengan istilah Marketing Mix yaitu strategi mencampur kegiatan marketing, agar dicari kombinasi maksimal sehingga mendatangkan hasil paling memuaskan (Alma:2005). Ada 4 komponen yang tercakup dalam kegiatan marketing mix ini dengan sebutan 4P yang akan dijelaskan sebagai berikut: a. Produk (Product) Produk merupakan titik pusat dari kegiatan pemasaran karena produk merupakan hasil dari suatu perusahaan yang dapat ditawarkan ke pasar untuk di konsumsi dan merupakan alat dari suatu perusahaan untuk mencapai tujuan dari perusahaannya. Suatu produk harus memiliki keunggulan dari produk-produk

15

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

yang lain baik dari segi kualitas, desain, bentuk, ukuran, kemasan, pelayanan, garansi, dan rasa agar dapat menarik minat konsumen untuk mencoba dan membeli produk tersebut. Menurut Assauri (2007:200) Produk adalah sesuatu yang ditawarkan kepada pasar untuk mendapat perhatian, dimilki, digunakan atau dikonsumsi yang meliputi barang secara fisik, jasa, kepribadian, tempat, organisasi dan gagasan atau buah pikiran. Dalam produk ini terkandung fungsi produk tersebut, yang sering dinyatakan sebagai produk plus (pelayanan) seperti: mutu/kualitas, penampilan (fiturs), pilihan yang ada (option), gaya (style), merek (brand names), pengemasan (packaging), ukuran (size), jenis (produk lines), macam (product items), jaminan (warranties), dan pelayanan (service). Menurut Kotler & Amstrong, (2004:346) produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan. Secara konseptual produk adalah pemahaman subyektif dari produsen atas sesuatu yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan kegiatan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli pasar. Selain itu produk dapat pula didefinisikan sebagai promosi konsumen yang dijabarkan oleh produsen melalui hasil produksinya. Produk dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian.

16

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

b.

Harga Menurut Assauri (2007:223) Harga adalah merupakan satu-satunya unsur

marketing mix yang menghasilkan penerimaan penjualan, sedangkan unsur lainya hanya unsur biaya saja. Menurut Suharno dan Sutarso (2009:20) harga adalah sejumlah uang yang digunakan untuk mendapatkan barang atau jasa. Harga memiliki berbagai ragam istilah, tergantung pada jenis produknya apa. Yang terpenting bagi pelanggan dalam kaitan dengan harga adalah, bagaimana harga mencerminkan biaya pelanggan. c. Promosi (promotion) Dalam mengelola suatu sistem komunikasi pemasaran memerlukan suatu rancangan strategi dan program-program penjualan yang efektif dan efisien. Promosi penjualan merupakan unsur kunci dalam kampanye perusahaan dan promosi yang paling baik adalah promosi yan dilakukan oleh pelanggan yang puas. Dengan demikian, promosi perlu ditangani secara cermat karena masalahnya bukan hanya menyangkut pada bagaimana berkomunikasi dengan pelanggan akan tetapi juga menyangkut seberapa besar biaya yang dikeluarkan untuk biaya ini yang tentunya harus disesuaikan pada kondisi dan kemampuan perusahan. Sutojo (2001) mengemukakan promosi adalah memberi tahu dan mengingatkan konsumen akan keberadaan suatu barang atau jasa tersebut dipasar dan manfaatnya. Kotler dan Amstrong (2001) promosi didefinisikan sebagai komunikasi dari para pemasar yang mengiformasikan, membujuk, dan mengingatkan calon

17

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

pembeli suatu produk dalam rangka mempengaruhi pendapat mereka atau memperoleh suatu respon. Menurut Suharno dan Sutarso (2009:21) promosi adalah aktivitas komunikasi pemasaran mengenai produk dan mempersuasi pasar sasaran untuk membelinya. Aktivitas promosi banyak menyangkut bagaimana

mengkomunikasikan dan mempersuasi pelanggan. Upaya ini dapat dijalankan dengan berbagai bentuk baik periklanan, promosi penjualan, penjualan pribadi maupun kehumasan. Yang terpenting dari kegiatan ini adalah bagaimana bisa berkomunikasi dengan pasar sasaran. d. Tempat/distribusi (place) Tempat sering dikaitkan dengan distribusi terhadap produk yang bersangkutan. Menurut Kotler dan Amstrong (2004:350) pengertian saluran distribusi atau saluran pemasaran merupakan kumpulan organisasi saling tergantung yang terlibat dalam proses menyediakan produk atau jasa agar dipakai atau dikonsumsi oleh konsumen atau pengguna distribusi. Menurut Suharno dan Sutarso (2009:21) distribusi adalah usaha-usaha pemasar untuk menjamin ketersediaan produk bagi pasar sasaran pada saat dibutuhkan. Pemasar perlu menjamin bahwa produk yang ditawarkan akan tersedia pada saat konsumen membutuhkan dimanapun, kapanpun dan berapapun. Aktivitas terpenting dari distribusi dalam menjaga kemudahan dan kenyamanan dalam memperoleh produk yang diinginkan pasar sasaran. Saluran distribusi adalah sekumpulan pihak yang saling bergantung yang terlibat dalam proses mendistribusikan produk dan jasa, sehingga siap digunakan atau dikonsumsi oleh

18

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

konsumen atau pengguna bisnis. Saluran distribusi terdiri dari pihak-pihak perusahaan, penyalur, agen, dan retail, hingga kepada konsumen. Fungsi saluran distribusi secara umum memiliki fungsi untuk memindahkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Pemindahan tersebut akan membantu mengurangi perbedaan waktu, tempat dan kepemilikan yang memisahkan barang dan jasa dari mereka yang akan mempergunakanya. Dengan perkembangannya sekarang ini saluran distribusi telah berkembang multi tugas seperti: infomasi, promosi, kontak, penyesuaian, negosiasi, peran lain (menyimpan, pengiriman, pembiayaan, dan penanggungan resiko). 2.4 Kualitas Produk Berbicara soal produk maka yang perlu diperhatikan adalah kualitas produk, menurut American Sociaty for Quality, kualitas adalah the totality of feature and characteristic of a product or service that bears on its ability to satisfy given needs, artinya keseluruhan ciri dan karakter-karakter dari sebuah produk atau jasa yang menunjukan kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang tersirat. Definisi ini merupakan pengertian kualitas yang berpusat pada konsumen sehingga dapat dikatakan bahwa seorang penjual telah memberikan kualitas bila produk atau pelayanan penjual telah memenuhi atau melebihi harapan konsumen. Kualitas produk merupakan pemahaman bahwa produk yang ditawarkan oleh penjual mempunyai nilai jual lebih yang tidak dimiliki oleh perusahaan pesaing. Oleh karena itu perusahaan berusaha memfokuskan pada kualitas produk dan membandingkan nya dengan produk yang ditawarkan perusahaan pesaing.

19

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

Menurut Kotler dan Armstrong (2004.p283) arti dari kualitas produk adalah kemampuan sebuah produk dalam memperagakan fungsinya, hal itu termaksud keseluruhan durabilitas, reliabilitas, ketepatan, kemudahan

pengoperasian, dan reparasi produk juga atribut produk lainnya. Kualitas produk merupakan hal penting yang harus diusahakan oleh setiap perusahaan jika ingin yang dihasilkan dapat bersaing di pasar untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. kualitas produk merupakan keseluruhan ciri serta sifat barang dan jasa yang berpengaruh pada kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan yang dinyatakan maupun yang tersirat (Philip Kotler (1992 : 55 ). Menurut Feingenbaum (1992:6) kualitas produk merupakan keseluruhan gabungan karakteristik produk dari pemasaran, rekayasa, pembikinan dan pemeliharaan yang membuat produk yang digunakan memenuhi harapan harapan pelanggan. Jadi kualitas produk adalah sejumlah atribut atau sifat sifat yang dideskripkan di dalam produk ( barang dan jasa) dan digunakan untuk memenuhi harapan harapan pelanggan. Kualitas merupakan faktor yang terdapat dalam suatu produk yang menyebabkan produk tersebut bernilai sesuai dengan maksud untuk apa produk itu diproduksi. Kualitas ditentukan oleh sekumpulan kegunaan (bundle of utilities). Fungsinya termasuk di dalam daya tahan, ketidak tergantungan pada produk atau komponen lain, eksklusivitas, kenyamanan, wujud luar (warna, bentuk, pembungkusan, dan sebagainya) dan harga yang ditentukan oleh biaya produk. (Handoko, 1990 : 25 )

20

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

Menurut Mullins, Orville, Larreche, dan Boyd (2005,p422) apabila perusahaan ingin mempertahankan keunggulan kompetitifnya dalam pasar, perusahaan harus mengerti aspek dimensi apa saja yang digunakan oleh konsumen untuk membedakan produk yang dijual perusahaan tersebut dengan produk pesaing. 2.4.1 Dimensi kualitas produk tersebut terdiri dari 1. Performance (kinerja) berhubungan dengan karakteristik operasi dasar dari sebuah produk 2. Durability (daya tahan), yang berarti berapa lama atau umur produk yang bersangkutan bertahan sebelum produktersebut harus diganti. 3. Conformance to specification (kesesuaian dengan spesifikasi) yaitu sejauh mana karakteristik operasi dasar dari sebuah produk memenuhi spesifikasi tertentu dari konsumen atau tidak ditemukannya cacat pada produk. 4. Feature (fitur), adalah karakteristik produk yang dirancang untuk menyempurnakan fungsi produk atau menambah ketertarikan konsumen terhadap produk. 5. Reliability (reliabilitas) adalah probabilitas bahwa produk akan bekerja dengan memuaskan atau tidak dalam periode waktu tertentu. 6. Aesthetics (estetika) berhubungan dengan bagaimana penampilan produk bisa dilihat dari tampak, rasa, bau, dan bentuk dari produk. 7. Perceived Quality (kesan kualitas), sering dibilang merupakan hasil dari penggunaan pengukuran yang dilakukan secara tidak langsung karena

21

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

terdapat kemungkinan bahwa konsumen tidak mengerti atau kekurangan informasi atas produk yang bersangkutan. Jadi, persepsi konsumen terhadap produk didapat dari harga, merek, periklanan, reputasi, dan Negara asal. Menurut Amstrong dan Kotler (2007 : 206) Fitur produk adalah alat persaingan untuk membedakan produk perusahaan terhadap produk sejenis yang menjadi pesaingnya. Berperan menambah manfaat utama sebuah produk. Dengan demikian fitur juga biasa berfungsi membedakan sebuah produk dengan produk sejenis, tergantung sejauh mana fitur yang ditawarkan dapat memenuhi harapan konsumen dan dapat menjadi penentu menangnya suatu produk dalam persaingan (M. Taufik Amir 2007:145). 2.5 Teknologi Komunikasi Teknologi komunikasi pada hakikatnya adalah penyaluran informasi dari satu tempat ke tempat lain melalui perangkat telekomunikasi (kawat, radio atau perangkat elektromagnetik lainnya). Informasi tersebut dapat berbentuk suara (telepon), tulisan dan gambar (telegraf), data (komputer), dan sebagainya. Teknologi komunikasi merupakan teknologi yang cepat berkembang, seiring dengan berkembangnya industri elektronika dan komputer. Trend teknologi ini semakin kearah teknologi wireless (tanpa kabel). Hassan (1999) mengemukakan teknologi komunikasi cenderung

memungkinkan terjadinya transformasi berskala luas dalam kehidupan manusia. Transformasi tersebut telah memunculkan perubahan dalam berbagai pola hubungan antar manusia (patterns of human communication), yang pada

22

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

hakikatnya adalah interaksi antar pribadi (interpersonal relations). Pertemuan tatap muka (face to face) secara berhadapan dapat dilaksanakan dalam jarak yang sangat jauh melalui tahap citra (image to image). Bentuk-bentuk teknologi komunikasi menurut Kadir dan Triwahyuni (2003) mencakup telepon, radio, dan televisi. Bentuk-bentuk teknologi komunikasi ditampilkan dalam tingkat antarpesona, kelompok, organisasional, dan public. Pada tingkat kelompok yaitu konferensi telepon, telekomunikasi komputer, dan surat elektronik. Pada tingkat organisasional yaitu intercom, konferensi telepon, surat elektronik, manajemen dengan bantuan computer, sistem informasi, dan faksimili. Sedangkan pada tingkat public yaitu televisi, radio, film, videotape, videodisk, TV kabel, satelit langsung, video dengan teks, teleteks, dan sitem informasi digital. Tentu hal-hal tersebut dapat terwujud dengan adanya jaringan (network), jaringan (network) adalah suatu penghubung satu titik atau komponen dengan titik lainnya sehingga dapat terhubung dan terkoneksi antara satu dan lainnya, sehingga dapat melakukan pertukaran informasi atau data. Jaringan telepon di Indonesia pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu jaringan tetap dan jaringan bergerak. Jaringan tetap dapat dinikmati melalui telepon rumah atau kantor yang biasa menggunakan kabel. Jaringan tetap di Indonesia meliputi jaringan telepon local,SLI, SLJJ dan tertutup. Sedangkan jaringan bergerak meliputi satelit,telepon seluler, dan radio trunking. Kedua jaringan ini yang dipergunakan diseluruh dunia untuk membantu proses komunikasi.

23

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

2.5.1 Arsitektur Jaringan Seluler Arsitektur jaringan seluler terdiri dari : 1. Mobile Station (MS) Mobile Station (MS) adalah perangkat yang mengirim dan menerima signal radio. MS dapat berupa mobile handset atau Personal Digital Assistant (PDA). MS terdiri dari Mobile Equipment (ME) dan Subscriber Identity Module (SIM). ME berisi transceiver radio, display dan Digital Signal Processor. SIM digunakan agar network dapat mengenali user. 2. Base transceiver Station (BTS) Base transceiver Station (BTS) berfungsi sebagai interface komunikasi semua MS yang aktif dan berada dalam coverage area BTS tersebut. Di dalamnya termasuk modulasi signal, demodulasi, equalize signal dan error coding. Beberapa BTS terhubung pada satu Base Station Controller (BSC). Satu BTS biasanya mampu menghandle 20-40 komunikasi serentak. 3. Base Station Controller (BSC) BSC berfungsi mengontrol beberapa BTS. BSC menangani alokasi saluran radio, frekuensi administrasi, daya dan pengukuran sinyal dari MS, dan pergerakan dari BTS ke BTS yang lain (jika kedua BTS dikendalikan oleh BSC yang sama). Sebuah BSC juga berfungsi sebagai funneler. Yakni mengurangi jumlah koneksi ke Mobile Switching Center (MSC) dan memungkinkan untuk koneksi berkapasitas tinggi ke MSC.

24

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

4. Mobile Switvhing Centres (MSC) MSC merupakan jantung dari GSM. MSC menangani panggilan routing, call setup, dan fungsi switching dasar. MSC menangani banyak BSC dan juga interface dengan MSC yang lain dan register. MSC juga menangani INTER-BSC handoffs serta koordinat dengan MSC lain untuk inter-MSC handoffs.

Gambar 2.1 Arsitektur jaringan seluler 2.5.2 Peralatan Teknologi Komunikasi 1. Handphone atau Telepon Selular Alat komunikasi bergerak untuk mengirim data suara. Telepon seluler menggunakan gelombang elektromagnet sebagai media penghantar. Kelebihan telepon seluler dibanding telepon biasa adalah sifatnya yang

25

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

mudah dibawa. Di Indonesia, ada dua jenis jaringan telepon seluler, yaitu jaringan GSM dan jaringan CDMA. 2. Faximile Alat untuk mengirim dan menerima dokumen melalui jalur telepon. Cara kerja faximile mirip dengan mesin fotokopi atau scanner, hanya saja outputnya keluar di tempat yang diinginkan. Tentu saja, pengirim dan penerima harus sama-sama memiliki mesin faximile agar dapat mengirim informasi. 3. Telegraph Telegraf adalah sistem komunikasi yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dengan menggunakan isyarat listrik dalam bentuk kode morse. Peralatan komunikasi ini digunakan untuk mengirim sandi melalui jaringan telepone. 4. Pager Pager (biasanya disebut sebagai beeper) adalah salah satu media penerima pesan yang portable, yang terbentuk dari perpaduan dari perkembangan teknologi komunikasi dan teknologi informasi, dan merupakan simple personal telecommunication device yang berguna untuk menerima pesan singkat. Secara sedarhana pager bekerja berdasar prinsip kode signal radio yang ditransmisikan melalui suatu provider (Penyedia jasa layanan) atau bisa disebut juga secara singkat bahwa pager adalah alat yang digunakan untuk menghubungi seseorang melalui jaringan tertentu, dimana operatornya adalah melalui manusia.

26

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

5. Walky Talky Peralatan komunikasi antara dua orang menggunakan pesawat khusus (HT) tanpa kabel menggunakan gelombang 11 meter atau 2 meter. Komunikasi alat ini tidak memerlukan biaya atau tarif, namun konunikasinya secara bergantian dan dapat didengarkan oleh orang lain pada gelombang yang sama. 2.6 Perilaku Konsumen Untuk dapat memahami tentang perilaku konsumen maka perlu diketahui secara jelas pengertian perilaku konsumen itu sendiri. Pengertian perilaku

konsumen menurut beberapa ahli yang dikutip Prasetijo (2004) : 1. James F. Angel dan Roger D. Blackwell (1994:3) mengemukakan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat untuk

mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan ini . 2. David L Loudon dan Albert J. Della Bitta (1984:6) mengemukakan bahwa perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai proses pengambilan keputusan dan aktivitas individu secara fisik yang dilibatkan dalam proses mengevaluasi, memperoleh, menggunakan atau dapat mempergunakan barang-barang dan jasa. 3. Sciffman dan Kanuk (2000) mengemukakan bahwa perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai proses yang dilalui oleh seseorang dalam mencari,

27

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan bertindak pasca konsumsi produk dan jasa maupun ide yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhannya. Berdasarkan pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu , kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang-barang atau jasa ekonomis yang dapat dipengaruhi lingkungan. Sukirno (2006) mengemukakan bahwa tingkah laku konsumen dapat dibedakan dalam dua macam pendekatan, yaitu pendekatan nilai guna (utility) kardinal dan pendekatan nilai guna ordinal. Dalam pendekatan nilai guna dapat dianggap manfaat atau kenikmatan yang diperoleh seorang konsumen dapat dinyatakan secara kuantitatif. Dalam pendekatan nilai guna ordinal, manfaat atau kenikmatan yang diperoleh masyarakat dari mengkonsumsikan barang-barang tidak dikuantifiser. Tingkah laku seorang konsumen untuk memilih barang-barang yang akan memaksimumkan kepuasannya ditujukan dengan bantuan kurva kepuasan yang sama, yaitu kurva yang menggambarkan gabungan barang yang akan memberikan nilai guna (kepuasan) yang sama. Untuk menciptakan kepuasan pelanggan, perusahaan harus menciptakan dan mengelola suatu sistem untuk memperoleh pelanggan yang lebih banyak dan mampu untuk mempertahankan pelangganya. Kepuasan pelanggan diartikan sebagai kesesuaian antara harapan dengan kondisi layanan yang disajikan oleh perusahaan, karena jika pelanggan merasa/memiliki tingkat kepuasan yang baik, maka persepsi pelanggan terbentuk menjadi persepsi positif dan begitu sebaliknya.

28

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

2.7

Keputusan Pembelian

2.7.1 Komponen Keputusan Pembelian Keputusan pembelian adalah suatu kegiatan membeli sejumlah barang dan jasa, yang dipilih berdasarkan informasi yang didapat tentang produk, dan segera disaat kebutuhan dan keinginan muncul, dan keinginan ini menjadi informasi untuk pembelian selanjutnya. Keputusan untuk membeli yang diambil oleh pembeli atau sebenarnya merupakan kumpulan dari sejumlah keputusan. Setiap keputusan membeli mempunyai suatu struktur sebanyak tujuh komponen. Komponen tersebut menurut Swastha DH dan Irawan (2005:118) adalah : 1. Keputusan tentang jenis produk Konsumen dapat mengambil keputusan untuk membeli sebuah produk atau menggunakan uangnya untuk tujuan lain. Dalam hal ini perusahaan harus memusatkan perhatiannya kepada orang-orang yang berminat membeli sebuah produk serta alternatif lain yang mereka pertimbangkan. 2. Keputusan tentang produk Konsumen dapat mengambil keputusan untuk membeli bentuk produk tertentu. Keputusan tersebut menyangkut bentuk ukuran, mutu, corak dan sebagainya. Dalam hal ini perusahaan harus melakukan riset pemasaran untuk mengetahui kesukaan konsumen tentang produk bersangkutan agar dapat memaksimumkan daya tarik mereknya.

29

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

3.

Keputusan tentang merek Konsumen harus mengambil keputusan tentang merek mana yang akan dibeli. Setiap merek mempunyai perbedaan-perbedaan tersendiri. Dalam hal ini perusahaan harus mengetahui bagaimana konsumen memilih sebuah merek.

4.

Keputusan tentang jumlah produk konsumen dapat mengambil keputusan tentang seberapa banyak produk yang akan dibelinya pada suatu saat. Dalam hal ini perusahaan harus mempersiapkan banyaknya produk sesuai dengan keinginan yang berbedabeda dari para pembeli.

5.

Keputusan tentang penjualannya Konsumen harus mengambil keputusan tentang seberapa banyak produk yang akan dibelinya pada suatu saat. Dalam hal ini perusahaan harus mempersiapkan banyaknya produk sesuai dengan keinginan yang berbedabeda dari para pembeli.

6.

Keputusan tentang waktu pembelian Konsumen dapat mengambil keputusan tentang kapan ia harus melakukan pembelian. Oleh karena itu perusahaan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam waktu pembelian.

7.

Keputusan tentang cara pembayarannya Konsumen harus mengambil keputusan tentang metode pembayaran produk yang dibeli, apakah secara tunai atau dengan cicilan. Keputusan tersebut akan mempengaruhi keputusan penjual dan jumlah pembelian.

30

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

2.7.2 Proses Pengambilan Keputusan Pembelian Kotler dan Keller (2007a:214) menjelaskan bahwa proses pengambilan keputusan merupakan proses psikologis dasar yang memainkan peranan penting dalam memahami bagaimana konsumen secara actual mengambil keputusan pembelian. Proses pengambilan keputusan diawali dengan adanya kebutuhan yang berusaha untuk dipenuhi. Pemenuhan kebutuhan ini terkait dengan beberapa alternatif sehingga perlu dilakukan evaluasi yang bertujuan untuk memperoleh alternatif terbaik dari promosi konsumen. Di dalam proses membandingkan ini konsumen memerlukan informasi yang jumlah dan tingkat kepentingannya tergantung dari kebutuhan konsumen serta situasi yang dihadapinya. Keputusan pembelian akan dilakukan dengan menggunakan kaidah menyeimbangkan sisi positif dengan sisi negatif suatu merek ataupun mencari solusi terbaik dari perspektif konsumen yang setelah konsumsi akan dievaluasi kembali. Proses pembelian yang spesifik terdiri dari urutan kejadian sebagai berikut: Pengenalan masalah kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan keputusan pasca pembelian. Proses keputusan pembelian bisa di lihat pada skema di bawah ini: Pengenalan Masalah Pencarian Informasi Evaluasi Alternatif Keputusan Pembelian Keputusan Pasca Pembelian

Skema2.1 : Proses Pengambilan Keputusan Pembelian (Sumber: Kotler, 2004:204)

31

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

a.

Pengenalan Masalah Kotler (2004), berpendapat bahwa proses pembelian dimulai saat pembeli

mengenali sebuah masalah atau kebutuhan. Kebutuhan tersebut dapat dicetuskan oleh rangsangan internal atau eksternal. Rangsangan internal, yakni dorongan yang muncul dari diri dalam pribadi pembeli, sedangkan rangsangan eksternal adalah dorongan yang muncul dari pengaruh luar pembeli. Pemasar perlu mengidentifikasi mengumpulkan keadaan informasi yang dari memicu sejumlah kebutuhan konsumen, tertentu. pemasar Dengan dapat

mengidentifikasi rangsangan yang paling sering membangkitkan minat akan suatu kategori produk. Pemasar kemudian dapat mengembangkan strategi pemasaran yang memicu minat konsumen. b. Pencarian Informasi Sumarwan (2002), pencarian informasi mulai dilakukan ketika konsumen memandang bahwa kebutuhan tersebut bisa dipenuhi dengan membeli dan mengkonsumsi suatu produk. Konsumen akan mencari informasi yang tersimpan di dalam ingatannya (pencarian internal) dan mencari informasi dari luar (pencarian eksternal). Proses pencarian informasi secara internal dari memori konsumen dilakukan dua langkah. Langkah pertama konsumen akan berusaha mengingat semua produk dan merek. Langkah kedua konsumen akan berfokus kepada produk dan merek yang sangat dikenalnya. c. Evaluasi Alternatif Engel, et al. (1994), berpendapat bahwa pada tahap ini konsumen mengevaluasi pilihan berkenaan dengan manfaat yang diharapkan dan

32

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

menyempitkan pilihan hingga alternatif yang dipilih. Evaluasi alternatif adalah proses mengevaluasi pilihan produk dan merek, dan memilihnya sesuai dengan yang diinginkan konsumen. Pada proses evaluasi alternatif, konsumen membandingkan berbagai pilihan yang dapat memecahkan masalah yang dihadapinya (Sumarwan, 2002). d. Keputusan Pembelian Pada tahap evaluasi, konsumen membentuk preferensi terhadap merekmerek yang terdapat pada perangkat pilihan. Konsumen juga membentuk tujuan membeli untuk merek yang paling disukai. Walaupun demikian, ada dua faktor yang dapat mempengaruhi tujuan membeli dan keputusan pembelian konsumen. Faktor yang pertama adalah sikap orang lain, faktor ini tergantung pada dua hal (1). Intensitas sikap negatif orang lain tersebut terhadap altenatif pilhan konsumen dan (2). Motivasi konsumen untuk menuruti keinginan orang lain tersebut. e. Keputusan Pasca Pembelian Produk yang dilakukan konsumen akan mengalami beberapa tingkat kepuasan atau ketidakpuasan. Konsumen tersebut juga akan terlibat dalam tindakan-tindakan sesudah pembelian dan penggunaan produk yang akan menarik minat pemasar. Pekerjaan pemasar tidak akan berakhir pada saat suatu produk dibeli, tetapi akan terus berlangsung hingga periode sesudah pembelian. Keputusan Pasca Pembelian informasi konsumen dapat dikelompokan menjadi empat (Kotler, 2002), yaitu: 1. Sumber pribadi 2. Sumber komersial : Keluarga, teman, tetangga, kenalan : Iklan, wiraniaga, penyalur, kemasan

33

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

3. Sumber umum 4. Sumber pengalaman

:Media massa, organisasi dan konsumen : Penanganan, pemeriksaan, penggunaan produk

2.7.3 Pengambilan Keputusan Dalam Pembelian Keputusan membeli atau tidak suatu produk, lebih-lebih yang berdampak untuk orang banyak, maka memerlukan banyak orang yang ikut campur dalam proses pengambilan keputusan. Secara umum ada lima peranan yang dapat dilakukan oleh seseorang dalam melakukan pembelian (Kotle,2005:221) yaitu : 1. Pencetus (Initiator) Seseorang yang pertama kali mengusulkan gagasan untuk membeli suatu produk/jasa. 2. Pemberi pengaruh (Influencer) Seseorang yang pandangan atau sarannya mempengaruhi keputusan pembelian 3. Pengambil keputusan (Decision Maker) Seseorang yang mengambil keputusan untuk setiap komponen keputusan pembeli, apakah membeli, tidak membeli, bagaimana membeli, dan dimana akan dibeli. 4. Pembeli (Buyer) Orang yang melakukan pembelian sesungguhya. 5. Pemakai (User) Seseorang yang mengkonsumsi atau menggunakan produk atau jasa yang bersangkutan.

34

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

2.8

Kerangka Konseptual Kerangka konseptual merupakan pondasi utama dimana sepenuhnya

proyek penelitian itu ditujukan, hal ini merupakan jaringan hubungan antar variabel yang secara logis diterangkan, dikembangkan, dan diealaborasi dari perumusan masalah yang telah di identifikasi melalui wawancara, observasi, dan survey literature. Sedangkan hubungan antara variabel bebas dan terikat merupakan hubungan kausal (sebab-akibat), dan model hubungannya adalah variabel penyebab sebagai variabel bebas dan variabel akibat sebagai variabel terikat, sehingga yang akan diuji adalah bagaimana pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Secara teori variabel bebas yang terdiri dari fitur produk, harga, jaringan, promosi ditingkatkan maka akan meningkatkan keputusan pembelian. Hubungan antara variabel bebas dan terikat dapat digambarkan sebagai berikut : Fitur Produk (X1)

Harga (X2) Keputusan Pembelian kartu prabayar As (Y) Jaringan (X3)

Promosi (X4) 2.2 Kerangka Konseptual

35

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

2.9

Hipotesis Berdasarkan perumusan masalah dan kerangka konseptual yang telah

diberikan, maka peneliti merumuskan hipotesis sebagai berikut : 1. Fitur produk, harga, jaringan dan promosi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian kartu prabayar As. 2. Fitur produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian kartu prabayar As. 3. Harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian kartu prabayar As. 4. Jaringan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian kartu prabayar As. 5. Promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian kartu prabayar As.

36

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

BAB III METODELOGI PENELITIAN

3.1

Objek Penelitian Adapun yang menjadi objek penelitian ini adalah konsumen yang

Menggunakan produk kartu prabayar As pada Program Studi Manajemen Universitas Halu Oleo angkatan 2011-2013. 3.2 Populasi dan sampel

3.2.1 Populasi Populasi adalah keseluruhan dari karakteristik atau unit hasil pengukuran yang menjadi obyek penelitian (Riduwan dan Lestari,1997:3) . Populasinya dalam penelitian ini adalah mahasiswa S-1 Program Studi Manajemen Universitas Halu Oleo angkatan 2011-2013 pengguna kartu Telkomsel prabayar As. Jumlah keseluruhan mahasiswa S1 Program Studi Manajemen Universitas Halu Oleo angkatan 2011-2013 berjumlah 377 orang . Dengan pengguna kartu prabayar As yang bersifat infinite (tidak diketahui). 3.2.2 Sampel Sampel adalah suatu himpunan bagian dari unit populasi (Kuncoro 2003:103). Kriteria sampel ini adalah Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Halu Oleo angkatan 2011-2013 khusunya yang menggunakan kartu prabayar As. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Accidental Sampling. Teknik Accidental Sampling adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan

37

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data (Sugiyono,2013:85). Sehingga dalam penelitian ini memperoleh sampel sebanyak 60 orang, karena jumlah tersebut sudah termaksuk dalam sampel besar, selain itu juga didasarkan oleh penentuan jumlah sampel yang dikembangkan oleh Roscoe dalam Sugiyono (2005:102) yang menyatakan bahwa ukuran sampel yang layak dalam penelitian adalah antara 30 s/d 500 orang. 3.3 Sumber Data

3.3.1 Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumber data yang disimpulkan secara khusus dan berhubungan langsung dengan masalah yang diteliti (Couper dan Emory,1995). Dalam penelitian ini data primer dapat berupa hasil jawaban hasil responden atas kuesioner yang diajukan. Data primer ini selanjutnya akan diajukan sebagai data input untuk penelitian hipotesis. Dalam penelitian ini data primer bersumber dari wawancara, penyebaran kuesioner dan observasi secara langsung kepada individu atau perseorangan. 3.3.2 Data Sekunder Data sekunder adalah data yang bukan diusahakan sendiri

pengumpulannya oleh peneliti (Supranto 1997). Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini berupa Studi kepustakaan, literatur literatur yang berkaitan dengan permasalahan, dan informasi dokumentasi lain yang dapat diambil melalui sistem on-line (internet).

38

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

3.4

Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah :

1.

Kuesioner (Angket) Dalam melakukan penelitian, data yang dikumpulkan akan digunakan

untuk memecahkan masalah yang ada sehingga data-data tersebut harus benar benar dipercaya dan akurat. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melalui metode kuesioner yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi kuesioner atau seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden (sugiyono,2001). Dengan menggunakan skala ukur likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap,pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono,2013:93). Dalam penelitian, fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut dengan variabel penelitian. Dengan skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrument yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan. Jawaban setiap instrumen yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai dengan negatif, yang dapat berupa kata-kata antara lain: 1= Sangat tidak setuju 2= Tidak setuju 3= netral 4= setuju 5= sangat setuju

39

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

2.

Wawancara Penelitian dilakukan dengan mengadakan wawancara secara langsung

kepada konsumen untuk memperjelas hasil jawaban dari kuesioner yang telah diisi oleh konsumen dilokasi penelitian. 3.5 Alat Analisis Analisis regresi pada dasarnya adalah Studi mengenai ketergantungan variabel dependen (variabel terikat) dengan satu atau lebih variabel independen (variabel bebas). Adapun tujuan dari kedua variabel tersebut adalah untuk mengetahui bagaimana pola variabel independen dapat diprediksi melalui variabel independen (Supardi 2013). Analisis regresi linear berganda dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel independen (fitur produk, harga, jaringan dan promosi) terhadap variabel dependen (keputusan pembelian kartu prabayar As). Metode analisis data yang digunakan adalah berganda. Dengan rumus regresi sebagai berikut : Y= a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + e Dimana : Y a b1.b2..b3..b4..b5 X1 X2 : keputusan pembelian : konstanta : koefiensi regresi : fitur produk : harga metode regresi linear

40

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

X3 X4 e 3.6

: jaringan : promosi : standar error

Uji Validitas dan Reliabilitas

3.6.1 Uji Validitas Uji validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukan tingkat kevalidan dan kesahsian suatu instrument (Arkunto,2002). Instrument dikatakan valid jika dapat mengukur apa yang dapat diukur atau mengukur apa yang diinginkan dengan tepat (J.Supranto,1997). Dalam pengujian validitas, instrument dihitung dengan menghitung koefisien kolerasi antar skor item dengan skor totalnya dengan taraf signifikan < 0,05 dengan rumus Kolerasi product Moment Person. Kemudian menurut Cronbach (dalam Azwar,2001:158) koefisien yang

memuaskan minimal 0,03. Pengujian pada instrument ini menggunakan Program SPSS (Statistikal Product and Service Solution). Uji validitas dengan menggunakan metode korelasi product moment person, dengan kriteria jika r yang diperoleh 0,30 maka taraf kepercayaan 95% maka instrument (kuesioner) yang diuji cobakan dikatakan valid. Tabel 3.1 Rekapitulasi Hasil Uji Validitas Penelitian Variabel Penelitian Item Koefisien Korelasi (r) Keterangan Fitur Produk (X1) X1.1 0,878 Valid X1.2 0,914 Valid X1.3 0,831 Valid Harga (X2) X2.1 0,695 Valid X2.2 0,674 Valid X2.3 0,666 Valid Jaringan (X3) X3.1 0,889 Valid X3.2 0,839 Valid X3.3 0,682 Valid
41

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

Promosi (X4)

X4.1 X4.2 X4.3 Keputusan Pembelian (Y) Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Sumber : Data primer diolah, 2013

0,839 0,875 0,905 0,918 0,541 0,780 0,853 0,918

Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

Tabel 3.1 menunjukan bahwa semua item yang mengukur masingmasing variabel indikator menghasilkan angka koefisien validitas yang lebih dari 0,3 (r 0,30). Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa instrument pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid. 3.6.2 Uji Reliabilitas Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur reliable atau handal tidaknya kuesioner yang merupakan indikator dari variabel. Suatu kuesioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisteen atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali,2005). Nilai reliabilitas variabel ditunjukan oleh koefisien Cronbach Alpha. Suatu variabel dikatakan reliabel apabila koefisien cronbach apha > 0,60 (Nunnally,1997). Tabel 3.2 Rekapitulasi Hasil Uji Reliabilitas Instrument Variabel Cronbachs Alpha Fitur Produk (X1) 0,846 Harga (X2) 0,673 Jaringan (X3) 0,730 Promosi (X4) 0,841 Keputusan Pembelian (Y) 0,863 Sumber: Data primer diolah,2013 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel

42

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

Berdasarkan tabel 3.2 tersebut dapat disimpulkan bahwa semua item indikator yang digunakan untuk mengukur masing-masing variabel memiliki angka koefisien yang lebih besar dari 0,60. Karena itu instrument yang digunakan dalam mengumpulkan data dapat dinyatakan reliabel pada taraf kepercayaan 95%. 3.7 Uji Hipotesis

3.7.1 Uji Secara Simultan Uji akurasi model dengan F (koefisien determinasi) dilakukan untuk mengukur variasi perubahan atau besarnya kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat. Jika Fsig < 0.05 maka ada pengaruh nyata variabel bebas ada pengaruh nyata variabel bebas terhadap variabel terikat. 3.7.2 Uji Secara Parsial Uji signifikan parsial (Uji-t) menunjukan seberapa besar pengaruh variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat, dengan syarat, apabila tsig< 0.05 maka variabel bebas tersebut berpengaruh nyata terhadap variabel terikat. berpengaruh nyata terhadap variabel terikat. 3.8 Definisi Operasional Variabel Definisi operasional variabel adalah suatu definisi yang diberikan pada suatu variabel dengan memberikan arti atau menspesifikasikan kegiatan atau membenarkan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur variabel tersebut (Sugiyono,2004). Demikian pula sebaliknya apabila tsig> 0.05 maka variabel bebas tersebut tidak

terhadap variabel terikat. Demikian pula sebaliknya, jika Fsig > 0.05 maka tidak

43

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

a. Fitur produk kartu As (X1), merupakan alat pesaing yang membedakan suatu produk perusahaan dengan perusahaan lain. Variabel ini diukur dengan menggunakan indikator : 1. Kelengkapan fitur kartu As 2. Kemudahan menggunakan fitur kartu As 3. Kesesuaian fitur kartu As dengan kebutuhan b. Harga kartu As (X2), adalah penilaian konsumen tentang tingkat harga jual kartu, harga jual voucher dan biaya yang dikeluarkan oleh pelanggan dalam menggunakan kartu prabayar As. Variabel ini diukur dengan menggunakan indikator : 1. Harga kartu perdana GSM As sangat terjangkau 2. Harga isi ulang pulsa voucher dan elektrik sangat bervariasi 3. Tarifyang hemat c. Jaringan kartu As (X3), adalah suatu penghubung satu titik atau komponen dengan titik lainnya sehingga dapat terhubung dan terkoneksi antara satu dan lainnya, sehingga dapat melakukan pertukaran informasi atau data. Variabel ini diukur dengan menggunakan indikator : 1. Kecepatan internet 2. Jangkauannya tersebar dipelosok-pelosok kota 3. Jangkauan kartu As yang kuat d. Promosi (X4), suatu usaha dimana yang dilakukan oleh pihak kartu GSM As agar konsumen mengenal, mengerti, terbujuk, tertarik untuk membeli kartu GSM As. Adapun indikator yang terkait :

44

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

1. Iklan Kartu As yang ada di media cetak dan elektronik 2. Infomasi tentang Kartu As dari penjual 3. Promosi Kartu As di pameran dan event (sponsor). e. Keputusan Pembelian (Y) merupakan suatu pilihan konsumen untuk melakukan pembelian Kartu As sebagai salah satu produk GSM, dengan indikator sebagai berikut : 1. Identifikasi kebutuhan 2. Pencarian informasi 3. Evaluasi alternatif 4. Keputusan membeli 5. Perilaku pasca pembelian

45

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum PT. Telkomsel

4.1.1 Sejarah Singkat PT. Telkomsel resmi didirikan pada tanggal 26 Mei 1995. PT. Telkomsel bergerak dalam bidang telekomunikasi untuk sistem telepon selular dengan teknologi GSM (Global Sistem for Mobile communications) yang terkenal di seluruh dunia dan merupakan perusahaan yang pertama kali

mempergunakannnya di Indonesia. Telkomsel sesuai dengan komitmennya sebagai operator telepon selular tingkat dunia yang selalu memunculkan inovasi-inovasi baru seperti : kartuHALO (pasca bayar), SimPATI (pra bayar), Kartu AS, serta memberikan feature-feature baru seperti : Call Waiting, Call Holding, Three Party, Fax, Data, Caller ID dll. Pada tahun ini juga Telkomsel semakin mengembangkan sayapnya ke manca negara. Jika di tanah air, hampir semua kabupaten telah terliput dengan kualitas yang baik, maka ke manca negara pun kartuHALO telah semakin kuat dengan dapat dipergunakannya roaming international di 37 negara dan 50 operator dan jumlah tersebut akan terus berkembang. Komposisi pemegang saham Telkomsel pada awal berdirinya adalah raksasa penyelenggara telekomunikasi domestik PT. Telkom (43%),

perusahaan pemimpin telekomunikasi internasinal PT. Indosat (35%), anak perusahaan publik rakasasa telekomunikasi Belanda KPN PTT Telecom

46

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

Netherlands (17%) dan Setdco Megacell Asia, perusahaan lokal yang dimotori pengusaha terkemuka Indonesia Setiawan Djody (5%). Tabel 4.1. Komposisi Pemegang Saham PT Telkomsel Nama Perusahaan Telkom SingTel Jumlah Komposisi (%) 65 35 100

Pada akhir 2001 , SingTEL Mobile membeli saham telkomsel dari KPN Royal Dutch Telecom of Netherlands (17,28%) dan Setdco Megacell Asia (5%). Pertengahan 2002 SingTel Mobile membeli saham tambahan dari telkom sebesar 12,72% sehingga total saham yang di miliki SingTel di telkomsel adalah 35%. Telkomsel sesuai dengan komitmennya sebagai operator telepon seluler tingkat dunia yang selalu memunculkan inovasi-inovasi baru seperti: kartuHalo (pasca bayar), SimPATI (pra bayar) Kartu As (pra bayar), serta selalu berusaha melakukan inovasi-inovasi salah satunya dengan memberikan feature-feature baru. Saat ini Telkomsel juga semakin mengembangkan sayapnya ke manca Negara. Jika di tanah air, hamper semua kabupaten telah terliput dengan kualitas yang baik, maka ke manca Negara pun kartuHALO telah semakin kuat dengan dapat dipergunakannya roaming international di 37 negara dan 50 operator dan jumlah tersebut akan terus berkembang. Telkomsel menyediakan jaringan GSM dual band 900/1800MHZ dan lebih dari 288 jaringan roaming internasional di lebih dari 82 negara di dunia.

47

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

4.1.2 Tujuan, Visi, dan Misi Tujuan perusahaan ini adalah melalui Program cybercell, Telkomsel bertekad untuk menjadi operator kelas dunia sehingga mencapai status operator GSM Indonesia yang berstandar internasional dengan menggabungkan pelayanan handal dan profesionalisme, teknologi, pengelolaan usaha dan pemasaran yang efisien. Adapun tujuan lain dari perusahaan ini adalah : 1. Telkomsel bertekad untuk melayani 32 propinsi di tanah air dengan memberikan keutamaan pada wilayah cakupan (Coverage), kapasitas

penyambungan (Capacity), biaya (Cost), mutu jaringan (Quality) dan pelayanan (Service). 2. Menjadikan telepon seluler sebagai kebutuhan umum yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat sehingga bukan hanya golongan tertentu saja yang dapat menggunakan dan mengambil manfaatnya. Mendukung sepenuhnya perkembangan nasional dan ekonomi Indonesia dengan menyediakan pelayanan telekomunikasi bermutu tinggi dan efisien. Visi Penyedia layanan mobile lifestyle terbaik di Indonesia (The best mobile lifestyle provider in region).

48

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

Misi Memberikan pelayanan dan solusi komunikasi yang sesuai dengan harapan customer, memberikan nilai tambahan kepada para stakeholder dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi bangsa. 4.1.3 Struktur Organisasi Didalam berusaha untuk mencapai suatu tujuan akan memerlukan suatu kerja sama antara orang-orang yang terkait didalamnya , sehingga orang yang terlibat didalam tujuan ini memegang peranan penting demi tercapainya tujuan yang telah direncanakan, apalagi jika hal tersebut dilakukan dalam dunia bisnis, jelas sekali bahwa kerja sama yang dilakukan harus lebih terencana, untuk mencapai tujuan kerja sama ini biasanya dilakukan dalam suatu wadah yang dalam masyarakat dikenal dengan nama organisasi. Dalam pencapaian tujuan kita melihat bahwa unsur manusia yang mempunyai peranan yang penting sekali dalam rangka melaksanakan aktivitasnya guna mencapai suatu kerja sama yang baik. Adapun struktur organisasi PT Telkomsel adalah struktur organisasi garis atau lini. Tipe organisasi yang hanya mengenal satu pimpinan, dimana wewenang mengalir dari pimpinan kepada bawahan melalui garis lurus, sedangkan bawahan bertanggung jawab langsung kepada atasan sesuai dengan bidangnya masingmasing. Untuk lebih jelasnya, akan digambarkan struktur organisasi pada PT. Telkomsel berikut ini :

49

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO Skema 4.1 Struktur Organisasi PT. Telkomsel

Manager

Technical Departement

General Service

Human resources & general affair departement

Finance Departement

Sales & Distribution Departement

IT Operation Technical Support Technical Operation

Production

HR Operation

Accounting & Budgeting Treatury, taxatin

Prepaid Sales

Customer Service

General Affair

Postpaid Sales

50

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

Berdasarkan dari skema 4.1 yang menunjukkan struktur organisasi PT. Telkomsel maka berikut ini uraian tugas dari masing-masing jabatan: Manager, tugas dan tanggung jawabnya: a. Pemimpin tertinggi di perusahaan yang menetapkan langkah-langkah pokok dalam melaksanakan kebijakan dan saran-saran perusahaan. b. Menyetujui dan menandatangani surat-surat penting yang berkenaan dengan perusahaan. c. Bertanggung jawab atas semua kegiatan operasional perusahaan serta kontinuitas kegiatan perusahaan. Technical Departement, tugas dan tanggung jawabnya meliputi pekerjaan yang dilakukan di bidang konstruksi, network operational dan maintenance yang terbagi atas pekerjaan building maintenance. General Service & Production Departement, meliputi pekerjaan dalam bidang printing dan hantaran tagihan. Human resources & General Affair Departement : a. Bertanggung jawab atas seluruh kegiatan administrasi guna menunjang kontinuitas operasional perusahaan. b. Bertanggung jawab atas kegiatan yang berhubungan dengan SDM dalam perusahaan. Finance Departement, bertanggung jawab atas semua aktivitas perusahaan Sales & Distribution Departement, tugas dan tanggung jawabnya meliputi kegiatan penjualan dan pelayanan produk-produk telkomsel.

51

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

Technical Support, mengerjakan pekerjaan yang berkaitan dengan Technical Support Assistant (TSA), Operational & Maintenance Center (OMC). Technic Operation, mengerjakan pekerjaan yang berkaitan dengan

maintenance site, maintenance genset, maintenance spare part, kasuistik power dan backup power. IT Operation, memelihara system jaringan dan optimalisasi perangkat IT/server yang ada pada Telkomsel. Production, tugas dan tanggung jawabnya adalah printing dan hantaran tagihan. Service, tugasnya dalam pengadaan pekerjaan outsourcing untuk Telkomsel seperti security atau tenaga kerja lainnya. HR Operation, tugas dan tanggung jawabnya adalah payroll (penggajian dan lembur), nonpayroll (tunjangan, bantuan social, bantuan kesehatan, jamsostek, THR, dan insentif), rekrutmen (penerimaan karyawan), dan development (mutasi, rotasi, dan demosi) dan legalitas. General Affair, tugas dan tanggung jawabnya : a. Inventory yang terdiri dari inventory card meliputi pulsa electric dan voucher dan inventory noncard meliputi alat tulis kantor. b. Pengadaan atau purchasing. Accounting & Budgeting, menjaga cash flow dan neraca di tiap-tiap unit Telkomsel branch. Treasury & Taxation, mengatur pengeluaran dan faktur pajak. AR Management, melakukan penagihan piutang dari Telkomsel.

52

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

Prepaid Sales, meliputi penjualan kartu, serta tagihan kartu HALO. Postpaid Sales, menyediakan pelayanan kepada pelanggan Telkomsel. 4.2 Deskripsi Karakteristis Responden Dari hasil penyebaran kuesioner penelitian sebanyak 60 orang yang tertuju pada mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Halu Oleo tahun angkatan 2011-2013, deskripsi karakteristik responden yang dimaksud dalam penelitian ini meliputi : umur (age), jenis kelamin (gender) dan masa pakai kartu prabayar As. 4.2.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Umur merupakan faktor psikologis yang membedakan manusia dalam berfikir dan berperilaku dalam menanggapi segala bentuk kondisi. Dengan kata lain umur seseorang dapat berpengaruh terhadap pengambilan keputusan dalam bertindak. Pengambilan karakteristik dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengguna kartu prabayar As berdasarkan umur. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel: 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Umur (Tahun) Responden (Orang) Persentase (%) 17 9 15 18 21 35 19 15 25 20 15 25 Jumlah Sumber : data primer yang diolah, 2013 Berdasarkan tabel 4.2 diatas menunjukan bahwa sebanyak 21 responden (35%) berada pada umur 18 tahun. Menyusul responden umur 19 dan 20 tahun sebanyak 15responden (25%). Sedangkan responden yang berumur 17 tahun 60 100

No 1 2 3 4

53

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

sebanyak 9 responden (15%). Jadi mayoritas responden yang menggunakan kartu merek As yaitu responden yang berumur 18 tahun sebanyak 21 responden atau 35%. 4.2.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Berdasarkan jenis kelamin, maka responden dalam penelitian ini diklasifikasikan sebagai berikut : Tabel: 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Responden (orang) Persentase (%) 1 Laki-laki 21 35 2 Perempuan 39 65 Jumlah 60 100 Sumber: data primer, diolah tahun2013 Berdasarkan tabel diatas, dapat disimpulkan responden berjenis kelamin perempuan lebih banyak dibandingkan jenis kelamin laki-laki. Dimana jumlah responden perempuan berjumlah 39 orang (65%) dari jumlah responden yang ada, sedangkan sisanya yaitu responden berjenis kelamin laki-laki yang berjumlah 21 orang (35%). Jadi mayoritas responden yang menggunakan kartu merek As yaitu responden yang memiliki jenis kelamin perempuan sebanyak 39 orang atau 65%. 4.2.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Pakai Kartu Prabayar As Karakteristik responden berdasarkan masa pakai produk merek As dimaksudkan untuk mengetahui sudah berapa lama responden (konsumen) menggunakan produk tersebut. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari tabel berikut :

54

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

Tabel: 4.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Pakai Kartu Prabaya As No Masa Pakai (tahun) Responden (orang) Persentase (%) 1 1-3 24 40 2 3-5 21 35 3 5> 15 25 Jumlah 60 100 Sumber :Data primer diolah,2013 Berdasarkan pada tabel 4.4 diatas menunjukan bahwa dari 60 orang

responden yang menggunakan kartu As, sebanyak 24 responden (40%) yang telah menggunakan kartu As selama 1-3 tahun, 21 responden (35%) selama 3-5 tahun, dan sisanya sebanyak 15 responden (25%) yang telah menggunakan kartu As selama lebih dari 5 tahun. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengguna kartu merek As dalam penelitian ini didominasi oleh para konsumen kartu As yang telah menggunakannya selama 1-3 tahun sebanyak 24 responden (40%). Hal ini

disebabkan karena fitur produk, harga, jaringan, dan promosi yang ditawarkan kartu As memudahkan konsumen untuk menggunakannya, sehingga konsumen kartu prabayar As loyal terhadap kartu As tersebut dan tidak berpindah ke kartu GSM-GSM lainnya. 4.3 Deskripsi Hasil Pengukuran Variabel Penelitian Untuk menggambarkan persepsi responden atas item-item pernyataan yang diajukan digunakan nilai rata-rata. Dimana dalam penelitian ini terdapat 60 responden yang digunakan dalam penelitian, sedangkan variabel yang dikemukakan ada 5 (lima) variabel yang terdiri atas 4 (empat) variabel bebas (X) dan 1 (satu) variabel terikat (Y), dimana variabel bebas (X) yang terdiri atas Fitur Produk (X1), Harga (X2), Jaringan (X3), Promosi (X4), sedangkan variabel terikat (Y) yaitu Keputusan Pembelian.
55

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

4.3.1 Fitur Produk (X1) Pengukuran fitur produk (X) dilakukan dengan 3 (tiga) indikator, yakni kelengkapan fitur kartu As (X1.1), kemudahan menggunakan fitur kartu As (X1.2), Kesesuaian fitur kartu As dengan kebutuhan (X1.3). Indikator dari fitur produk diuraikan sebagai berikut : Tabel 4.5 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Fitur Produk (X1) Item Jawaban Responden Jumlah Mean No Indikator Responden STS TS N S SS 1 X1.1 0 0 15 29 16 60 4,02 2 X1.2 0 0 14 32 14 60 4 3 X1.3 0 0 8 29 23 60 4,25 Skor Rata-Rata 4,09 Sumber : Data primer diolah, 2013 Tabel 4.5 diatas menunjukan pada item pernyataan X1.1 kelengkapan fitur kartu As skor rata-ratanya sebesar 4,02, artinya kelengkapan fitur kartu As benarbenar memberi manfaat bagi konsumennya. Dapat dilihat pada tabel diatas, sebanyak 16 responden (27%) sangat setuju, 29 responden (48%) setuju, dan 15 responden (25%) menjawab netral. Jadi dari 60 responden rata-rata setuju bahwa kelengkapan fitur kartu As memberikan manfaat bagi konsumennya. Pada item pernyataan X1.2 kemudahan menggunakan fitur kartu As skor rata-ratanya sebesar 4, artinya konsumen benar-benar merasakan kemudahan dalam menggunakan fitur kartu As, dapat dilihat pada tabel diatas dimana, sebanyak 14 responden (23,3%) sangat setuju, 32 responden (53,4%) setuju, dan 14 responden (23,3%) netral atas pernyataan tersebut. jadi dari 60 responden ratarata setuju bahwa kemudahan menggunakan fitur kartu As memberikan kemudahan bagi konsumennya.

56

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

Pada item pernyataan X1.3 kesesuaian fitur kartu As dengan kebutuhan skor rata-ratanya sebesar 4,25, artinya konsumen benar-benar merasakan kesesuaian fitur kartu As dengan kebutuhannya, dapat dilihat pada tabel diatas dimana, sebanyak 23 responden (38,3%) sangat setuju, 29 responden (48,3%) setuju, 8 responden (13,3%) menjawab netral. Jadi dari 60 responden rata-rata setuju bahwa fitur kartu As sesuai dengan kebutuhannya. Jadi dapat disimpulkan bahwa rata-rata konsumen kartu As merasa bahwa kelengkapan fitur produk kartu As, kemudahan menggunakan fitur karu As, serta kesesuaian fitur kartu As dengan kebutuhan memberikan manfaat bagi konsumennya dalam menggunakan fitur-fitur tersebut kapan saja dan dimana saja 4.3.2 Harga (X2) Pengukuran harga (X2) dilakukan dengan 3 (tiga) indikator, yakni harga kartu perdana GSM As sangat terjangkau (X2.1), harga isi ulang pulsa voucher dan elektrik sangat bervariasi (X2.2) dan tarif yang hemat (X2.3) . Indikator dari harga diuraikan sebagai berikut : Tabel 4.6 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Harga (X2) Item Jawaban Responden Jumlah No Indikator Responden STS TS N S SS 1 X2.1 0 0 7 35 18 60 2 X2.2 0 0 4 29 27 60 3 X2.3 0 0 8 33 19 60 Skor Rata-Rata Sumber : Data primer diolah, 2013

Mean 4,18 4,38 4,2 4,25

Tabel 4.6 diatas menunjukan pada item pernyataan X2.1 harga kartu perdana GSM As sangat terjangkau skor rata-ratanya sebesar 4,18, artinya harga kartu GSM As memiliki harga yang sangat terjangkau sehingga dapat

mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Dapat dilihat pada tabel diatas,


57

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

sebanyak 18 responden (30%) sangat setuju, 35 responden (58,3%) setuju, dan 7 responden (11,7%) menjawab netral. Jadi dari 60 responden rata-rata setuju bahwa harga kartu perdana GSM As sangat terjangkau. Pada item pernyataan X2.2 harga isi ulang pulsa voucher dan elektrik sangat bervariasi skor rata-ratanya sebesar 4,38 artinya konsumen bebar-benar merasakan bahwa harga isi ulang pulsa voucher dan elektrik sangat bervariasi, dapat dilihat pada tabel diatas dimana, sebanyak 27 responden (45%) sangat setuju, 29 responden (48,3%) setuju, dan 4 responden (6,7%) netral atas pernyataan tersebut. jadi dari 60 responden rata-rata setuju bahwa harga isi ulang pulsa voucher dan elektrik sangat bervariasi Pada item pernyataan X2.3 tarif yang hemat dengan kebutuhan skor rataratanya sebesar 4,2 , artinya karu As memiliki tarif yang hemat, dapat dilihat pada tabel diatas dimana, sebanyak 19 responden (31,7%) sangat setuju, 33 responden (55%) setuju, 8 responden (13,3%) menjawab netral. Jadi dari 60 responden rata-rata setuju bahwa tarif yang hemat sangat mempengaruhi dalam keputusan pembelian kartu As.. Jadi dapat disimpulkan bahwa rata-rata konsumen kartu prabayar As, melakukan keputusan pembelian melihat dari segi harga yang ditawarkan kartu As yang terdiri dari harga kartu perdana As yang sangat terjangkau, harga isi ulang pulsa voucher dan elektrik yang bervariasi, serta tarif yang hemat.

58

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

4.3.3 Jaringan (X3) Pengukuran jaringan (X3) dilakukan dengan 3 (tiga) indikator, yakni kecepatan internet (X3.1), jangkauannya tersebar dipelosok-pelosok kota (X3.2), dan jangkauan kartu As yang kuat (X3.3). Indikator dari jaringan diuraikan sebagai berikut : Tabel 4.7 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Jaringan (X3) Item Jawaban Responden Jumlah No Indikator Responden STS TS N S SS 1 X3.1 0 0 13 29 18 60 2 X3.2 0 0 7 35 18 60 3 X3.3 0 0 4 29 27 60 Skor Rata-Rata Sumber : Data primer diolah, 2013

Mean 4,1 4,18 4,4 4,2

diatas menunjukkan bahwa pada item pernyataan X3.1 kecepatan internet rata-rata skornya sebesar 4,1, artinya konsumen menganggap bahwa kartu As memiliki kecepatan internet. Dapat dilihat pada table diatas, sebanyak 18 responden (30%) sangat setuju, 29 responden (48,3%) menjawab setuju, dan 13 responden (21,7) menjawab netral atas pernyataan tersebut. Jadi dari 60 responden rata-rata setuju bahwa kartu As memiliki kecepatan dalam mengakses internet. Pada item pernyataan X3.2 jangkauannya tersebar dipelosok-pelosok kota rata-rata skornya sebesar 4,18 artinya konsumen menganggap bahwa kartu As memiliki jangkauan yang sudah tersebar dipelosok-pelosok kota. Dapat dilihat pada tabel, sebanyak 18 responden (30%) menjawab sangat setuju, 35 responden (58,3%) menjawab setuju, dan 7 responden (11,7%) menjawab netral atas pernyataan tersebut. Dari 60 responden rata-rata setuju bahwa jangkauan kartu As sudah tersebar dipelosok-pelosok kota.

59

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

Pada item pernyataan X3.3 jangkauan kartu As yang kuat rata-rata skornya sebanyak 4,4 artinya konsumen menganggap bahwa kartu As memiliki jangkauan yang kuat. Dapat dilihat pada tabel, sebanyak 27 responden (45%) menjawab sangat setuju, 29 responden (48,3%) menjawab setuju, dan 4 responden (6,7%) menjawab netral atas pernyataan tersebut. Dari 60 responden rata-rata setuju bahwa jangkauan kartu As sangat kuat. Jadi dapat disimpulkan bahwa rata-rata konsumen dalam melakukan keputusan pembelian kartu As, melihat pada kecepatan internet, yang dapat memudahkan konsumen dalam mengakses internet. Jangkauannya yang sudah tersebar dipelosok-pelosok kota serta jangkauan kartu As yang kuat untuk memudahkan berkomunikasi. 4.3.4 Promosi (X4) Pengukuran promosi (X4) dilakukan dengan 3 (tiga) indikator, yakni iklan kartu As yang ada dimedia cetak dan elektronik (X4.1), informasi kartu As dari penjual (X4.2), dan promosi kartu As di pameran dan event/sponsor (X4.3). Indikator dari promosi diuraikan sebagai berikut : Tabel 4.8 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Promosi (X4) Item Jawaban Responden Jumlah No Indikator Responden STS TS N S SS 1 X3.1 0 0 8 19 33 60 2 X3.2 0 0 13 18 29 60 3 X3.3 0 0 7 35 18 60 Skor Rata-Rata Sumber : Data primer diolah, 2013

Mean 4,2 4,08 4,2 4,2

Pada tabel 4.8 menunjukan bahwa pada pernyataan X4.1 iklan kartu As yang ada di media cetak dan elektronik nilai rata-ratanya sebesar 4,2 artinya konsumen menganggap bahwa kartu As memiliki iklan dimedia cetak dan
60

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

elektronik, dapat dilihat pada tabel, dimana 33 responden (55%) menjawab sangat setuju, 19 rsponden (31,7) menjawab setuju, dan 8 responden (13,3%) menjawab netral atas pernyataan tersebut. Dari 60 responden rata-rata sangat setuju dengan iklan kartu As yang ada di media cetak dan elektronik. Pada pernyataan X4.2 informasi kartu As dari penjual nilai rata-ratanya sebesar 4,08 artinya konsumen mendapatkan informasi tentang kartu As dari penjual, baik itu informasi tentang tarif terbaru hingga konten-konten terbaru kartu As, yang dapat dilihat pada tabel, dimana 29 responden (48,3%) menjawab sangat setuju, 18 responden (30%) menjawab setuju, dan 13 responden (21,7%) menjawab netral. dari 60 responden rata-rata sangat setuju dengan informasi kartu As yang didapatkan dari penjual. Selanjutnya pada pernyataan X4.3 promosi kartu As di pameran dan event (sponsor) nilai rata-rata sebesar 4,2, artinya kartu As turut serta dalam mempromosikan produknya melalui pameran ataupun event (sponsor) dapat dilihat pada tabel, dimana 18 responden (30%) sangat setuju, 35 responden (58,3%) setuju, dan 7 responden (11,7) menjawab netral. Dari 60 responden ratarata setuju dengan promosi yang dilakukan kartu As melalui pameran dan event (sponsor). Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar konsumen dalam melakukan keputusan pembelian kartu As melihat dari promosi-promosi yang dilakukan kartu As melalui media cetak dan elektronik, informasi tentang kartu As dari penjual, serta promosi kartu As di pameran dan event (sponsor).

61

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

4.3.5 Keputusan Pembelian (Y) Pengukuran keputusan pembelian (Y) dilakukan dengan 5 (lima) indikator, yakni keputusan membeli kartu prabayar As karena saudara sangat

membutuhkannya (Y1), anda sangat aktif dalam mencari informasi tentang konten-konten maupun layanan terbaru kartu prabayar As (Y2), anda sangat teliti dalam mengevaluasi dan mempertimbangkan manfaat untuk membeli kartu prabayar As (Y3), anda sangat teliti memutuskan untuk membeli kartu prabayar As setelah mempertimbangkan kebutuhan, mengumpilkan informasi, dan melakukan evaluasi (Y4), dan anda puas dengan manfaat serta layanan yang ditawarkan kartu prabayar As (Y5). Indikator dari keputusan pembelian diuraikan sebagai berikut : Tabel 4.9 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Keputusan Pembelian (Y) Item Jawaban Responden Jumlah Mean No Indikator Responden STS TS N S SS 1 Y1 0 0 7 35 18 60 4,2 2 Y2 0 0 3 29 28 60 4,4 3 Y3 0 0 14 33 13 60 4,2 4 Y4 0 0 13 29 18 60 4,1 5 Y5 0 0 7 35 18 60 4,2 Skor Rata-Rata 4,2 Sumber : Data primer diolah, 2013

Pada tabel 4.9 menunjukan pernyataan Y1 keputusan membeli kartu prabayar As karena saudara sangat membutuhkannya, dengan rata-rata sebesar 4,2, artinya konsumen melakukan keputusan pembelian kartu As karena mereka sangat membutuhkannya. Dapat dilihat pada tabel, dimana 18 responden (30%) menjawab sangat setuju, 35 responden (58,3%) menjawab setuju, dan7 responden

62

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

(11,7%) menjawab netral. Sehingga dari 60 responden rata-rata setuju dengan keputusan membeli kartu As karena konsumen sangat membutuhkannya. Pada pernyataan Y2 anda sangat aktif dalam mencari informasi tentang konten-konten maupun layanan terbaru kartu prabayar As dengan rata-rata 4,4, artinya konsumen selalu mencari informasi terbaru tentang konten ataupun layanan terbaru kartu As, yang dapat dilihat pada tabel diatas, dimana 28 responden (46,7%) sangat setuju, 29 responden (48,3) setuju, dan 3 responden (5%) menjawab netral. Sehingga dari 60 responden rata-rata setuju bahwa konsumen sangat aktif dalam mencari informasi tentang konten ataupun layanan terbaru kartu As. Pada pernyataan Y3 anda sangat teliti dalam mengevaluasi dan mempertimbangkan manfaat untuk membeli kartu prabayar As dengan rata-rata 4,2, artinya bahwa konsumen sangat teliti daam mengevaluasi serta

mempertimbangkan manfaat apa yang akan didapatkannya dalam membeli kartu prabayar As, yang dapat dilihat pada tabel diatas dimana 13 responden (21,7%) menjawab sangat setuju, 33 responden (55%) menjawab setuju, dan 14 responden (23,3) responden menjawab netral. Dari 60 responden rata-rata menjawab setuju bahwa konsumen sangat teliti dan mempertimbangkan manfaat dari kartu As dalam melakukan keputusan pembeliannya. Pada pernyataan Y4 anda sangat teliti dalam memutuskan untuk membeli kartu prabayar As setelah mempertimbangkan kebutuhan, mengumpulkan informasi, dan melakukan evaluasi dengan rata-rata 4,1, artinya bahwa konsumen sebelum melakukan keputusan pembelian, konsumen terlebih dahulu

63

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

mempertimbangkan kebutuhannya apakah dia mebutuhkan kartu As tersebut atau tidak. Mengumpulkan informasi, dengan mencari informasi tentang kontenkonten maupun layanan kartu As yang terbaru, apakah konten maupun layanan tersebut sesuai dengan kebutuhan konsumen atau tidak. dan melakukan evaluasi, dengan mempertimbangkan manfaat apa yang akan didapatkan dalam

menggunakan kartu prabayar As, yang dapat dilihat pada tabel diatas dimana, 18 responden (30%) sangat setuju, 29 respnden (48,3%) setuju, dan 13 responden (21,7%) menjawab netral. Dari 60 responden menjawab setuju bahwa dengan mempertimbangkan kebutuhan, mengumpulkan informasi, dan melakukan evaluasi dapat mempengaruhi dalam keputusan pembelian kartu prabayar As. Dan pernyataan Y5 anda puas dengan manfaat, serta layanan yang ditawarkan kartu prabayar As dengan rata-rata 4,2, artinya bahwa setelah melakukan pembelian konsumen akan merasa puas dengan manfaat serta layanan yang ditawarkan kartu prabayar As. Dapat dilihat pada tabel diatas, dimana 18 responden (30%) menjawab sangat setuju, 35 responden (58,3%) menjawab setuju, dan 7 responden (11,7) menjawab netral. Sehingga dari 60 responden rata-rata setuju bahwa mereka puas dengan manfaat serta layanan yang ditawarkan kartu prabayar As. 4.4 Hasil Analisis dan Pengujian Hipotesis

4.4.1 Hasil pengujian model regresi secara simultan Untuk membuktikan hipotesis penelitian yang diajuakan dalam penelitian ini, digunakan metode regresi linear berganda dengan hasil analisis sebagai berikut :

64

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

Tabel 4.10 Rekapitulasi Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Keputusan Koefisien Regresi Variabel Bebas t signifikan Terhadap (b) Hipotesis Fitur Produk (X1), 0,011 0,599 Ditolak Harga (X2), 0,072 0,032 Diterima Jaringan (X3), 0,353 0,000 Diterima Promosi (X4) 0,598 0,000 Diterima Konstanta (a) 0,912 dengan tsignifikan 0.042 R 0,991 N = 60 R Square 0,982 = 0,05 F hitung 768.133 F sig 0,000 Standar error 0,35532 Sumber :Hasil perhitungan Berdasarkan hasil-hasil perhitungan seperti pada tabel 4.11 tersebut maka dapat dikemukakan penjelasan sebagai berikut : 1. Nilai F0,05 = 768.133 dengan nilai signifikan Fsig = 0,000 yang berarti bahwa (Fsig > 0,05) maka secara statistik variabel fitur produk (X1) yang meliputi kelengkapan fitur kartu As (X1.1), kemudahan menggunakan fitur kartu As (X1.2), dan kesesuaian fitur kartu As dengan kebutuhan (X1.3). Variabel harga (X2) yang meliputi harga kartu perdana GSM As sangat terjangkau (X2.1), harga isi ulang pulsa voucher dan elektrik sangat bervariasi (X2.2), dan tarif yang hemat (X2.3). Variabel jaringan (X3) yang terdiri dari kecepatan internet (X3.1), jangkauannya tersebar dipelosok-pelosok kota (X3.2), dan jangkauan kartu As yang kuat (X3.3). Dan Variabel promosi (X4) yang terdiri dari iklan karu As yang ada di media cetak dan elektronik (X4.1), informasi tentang kartu As dari penjual (X4.2), dan promosi kartu As di pameran dan event (X4.3). Pada taraf

65

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

kepercayaan 95%.Secara simultan (bersama) berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). 2. Nilai R2 (R-Square) sebesar 0,982 menunjukan besaran pengaruh variabel X1 (fitur produk), X2 (harga), X3 (jaringan), dan X4 (promosi) terhadap variabel Y (keputusan pembelian) yaitu sebesar 98,2% sehingga sisanya sebesar 1,8% dijelaskan diluar model penelitian. 3. Nilai R (angka koefisien korelasi) sebesar 0,991 menunjukan bahwa keeratan hubungan antara variabel X1 (fitur produk), X2 (harga), X3 (jaringan), dan X4 (promosi) terhadap variabel Y (keputusan pembelian) yaitu sebesar 99,1%. Hubungan ini secara statistik tergolong sangat kuat, sebagaimana yang dikemukakan oleh Sugiono (1999:216) bahwa hubungan yang tergolong kuat adalah sebesar 0,60-0,79 sedangkan yang tergolong sangat kuat sebesar 0,80-1,000. Oleh karena itu, model regresi yang dihasilkan dapat dikatakan sebagai model yang Fit atau dapat menjadi model penduga yang baik dalam menjelaskan fitur

produk,harga,jaringan dan promosi terhadap keputusan pembelian konsumen atas produk Telkomsel kartu As. Atas dasar ini, maka model regresi yang dihasilkan sebagai model penjelas pengaruh fitur produk, harga, jaringan dan promosi terhadap keputusan pembelian konsumen atas produk Telkomsel merek As dapat dinyatakan sebagai berikut : Y= a+b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + e Y= 0,011X1 + 0,072X2 + 0,353X3 + 0,598X4 Dimana : Y = keputusan pembelian
66

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

X1 X2 X3 X4 b1 b2 b3 b4 4.4.2

= fitur produk = harga = jaringan = promosi = 0,011 = 0,072 = 0.353 = 0, 598

Hasil pengujian model regresi secara parsial Hasil analisis regresi yang diringkas seperti pada tabel 4.10 dapat di

interpretasikan sebagai berikut : 1. Signifikan pengaruh variabel X1 (fitur produk) terhadap Y (keputusan pembelian) diperoleh nilai t hitung (t0,05= 529) dengan nilai signifikansi sebesar tsig = 0,599 yang berarti lebih besar dari nilai =0,05 (tsig = 0,599>0,05). Karena itu, fitur produk (X1) secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). Sehingga hipotesis yang diajukan ditolak. 2. Signifikansi pengaruh variabel X2 (harga) terhadap Y (keputusan pembelian) diperoleh nilai t hitung (t0,05 = 2.200) dengan nilai signifikansi sebesar tsig = 0,032 yang berarti lebih kecil dari nilai = 0,05 (tsig = 0,032 < 0,05). Karena itu, harga (X2), secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). Sehingga hipotesis yang diajukan diterima. 3. Signifikansi pengaruh variabel X3 (jaringan) terhadap Y (keputusan pembelian) terhadap Y (keputusan pembelian) diperoleh nilai t hitung ((t0,05 = 7.361) dengan nilai signifikansi sebesat tsig = 0,000 yang berarti lebih kecil

67

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

dari nilai = 0,05 (tsig = 0,000 < 0,05). Karena itu, jaringan (X3), secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). Sehingga hipotesis yang diajukan diterima. 4. Signifikansi pengaruh variabel X4 (promosi) diperoleh nilai t hitung ((t0,05 = 14.845) dengan nilai signifikansi sebesar tsig = 0,000 yang berarti lebih kecil dari nilai = 0,05 (tsig = 0,000 < 0,05). Karena itu, promosi (X4), secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). Sehingga hipotesis yang diajukan diterima. 4.5.2 Pengujian Hipotesis Hipotesis penelitian yang perlu diuji adalah fitur produk (X1) yang meliputi kelengkapan fitur kartu As (X1.1), kemudahan menggunakan fitur kartu As (X1.2), dan kesesuaian fitur kartu As dengan kebutuhan (X1.3). Harga (X2) yang meliputi harga kartu perdana GSM As sangat terjangkau (X2.1), harga isi ulang pulsa voucher dan elektrik sangat bervariasi (X2.2), dan tarif yang hemat (X2.3). jaringan (X3) yang terdiri dari kecepatan internet (X3.1), jangkauannya tersebar dipelosok-pelosok kota (X3.2), dan jangkauan kartu As yang kuat (X3.3). Dan Promosi (X4) yang terdiri dari iklan karu As yang ada di media cetak dan elektronik (X4.1), informasi tentang kartu As dari penjual (X4.2), dan promosi kartu As di pameran dan event (X4.3). berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian (Y) atas produk Telkomsel merek As. Hasil uji simultan dengan menggunakan nilai Fhitung pada taraf =0,05 sebesar 768.133 (F0,05 = 768.133), dan nilai Fsig sebesar 0,000 (Fsig = 0,000) berarti Fsig < 0,05. Karena itu, secara keseluruhan atau secara bersama-sama variabel fitur produk(X1), harga(X2),

68

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

jaringan(X3), dan promosi (X4) berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian (Y) atas produk Telkomsel merek As. Atas dasar ini, maka hipotesis penelitian yang diajukan sebelumnya dapat diterima karena terbukti kebenarannya. 4.6 Pembahasan Hasil Penelitian

4.6.1 Pengaruh Simultan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data mengindikasikan bahwa variabel fitur produk (X1), harga (X2), jaringan (X3), dan promosi (X4) memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). Dengan kata lain, adalah fitur produk (X1) yang meliputi kelengkapan fitur kartu As (X1.1), kemudahan menggunakan fitur kartu As (X1.2), dan kesesuaian fitur kartu As dengan kebutuhan (X1.3). Harga (X2) yang meliputi harga kartu perdana GSM As sangat terjangkau (X2.1), harga isi ulang pulsa voucher dan elektrik sangat bervariasi (X2.2), dan tarif yang hemat (X2.3). Jaringan (X3) yang terdiri dari kecepatan internet (X3.1), jangkauannya tersebar dipelosok-pelosok kota (X3.2), dan jangkauan kartu As yang kuat (X3.3). Dan promosi (X4) yang terdiri dari iklan karu As yang ada di media cetak dan elektronik (X4.1), informasi tentang kartu As dari penjual (X4.2), dan promosi kartu As di pameran dan event (X4.3), memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian (Y) dapat menjadi prediktor penting bagi keputusan pembelian konsumen. Fenomena tersebut dipertegas pula dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,982. Angka ini mengindikasikan bahwa terjadinya variasi keputusan pembelian (Y) dapat dijelaskan oleh fitur produk,harga, jaringan, dan promosi. Dengan kata lain, bahwa pengaruh langsung secara simultan dari ke empat

69

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

variabel fitur produk, harga, jaringan dan promosi, tersebut terhadap keputusan pembelian (Y) adalah sebesar 98,2%. Selain itu, tingkat keeratan hubungan secara simultan dari ke empat variabel fitur produk, harga, jaringan dan promosi adalah sebesar 0,991 atau 99,1%. Angka ini mengindekasikan bahwa variabel fitur produk, harga, promosi, dan jaringan dengan keputusan pembelian sebesar 99,1%. Dimana tingkat keeratan hubungan sebesar 99,1% tersebut dapat dikatakan sangat kuat (Sugiono,1999:216). Dengan demikian, secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa fitur produk, harga, promosi, dan jaringan dapat berpengaruh kuat dan positif terhadap keputusan pembelian konsumen, khususnya pada produk Telkomsel merek As. 4.6.2 Pengaruh Parsial 1. Pengaruh Fitur Produk (X1) Terhadap Keputusan Pembelian (Y) Fitur produk merupakan alat pesaing untuk membedakan produk perusahaan terhadap produk sejenis yang menjadi pesaingnya, fitur produk berperan menambah manfaat utama sebuah produk, walaupun Kartu GSM As memiliki beberapa kelebihan dan manfaat dari segi produknya untuk memenuhi kebutuhan konsumennya, tetapi kelengkapan fitur kartu As, kemudahan menggunakan fitur kartu As, dan kesesuaian fitur kartu As dengan kebutuhan, tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2011-2013 Universitas Halu Oleo Kendari. Hal ini disebabkan karena sebagian besar mahasiswa tidak terlalu membutuhkan fitur-fitur yang diberikan oleh kartu prabayar As, karena

70

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

mahasiswa menilai bahwa fitur produk yang ditawarkan kartu As itu tidak terlalu sesuai dengan kebutuhan mereka seperti international roaming, layanan dunia 3G, NSP, mobile banking, mobile wallet T-Cash,call waiting,call forwarding,dan lain sebagainnya. Berdasarkan hasil wawancara bahwa konsumen tidak memilih fitur produk karena konsumen tidak terlalu mementingkan fitur produk dari kartu As itu sendiri, mereka berpikir bahwa fitur produk yang ditawarkan kartu prabayar As tidak sesuai dengan kebutuhan mereka, seperti international roaming, layanan dunia 3G, NSP, mobile banking, mobile wallet T-Cash,call waiting,call forwarding,mereka menganggap fitur-fitur tersebut hanya untuk pelaku bisnis untuk memudahkan usahanya, sedangkan untuk mahasiswa selaku konsumen mereka lebih melihat harga, promosi, dan melakukan keputusan pembelian. Hal ini menunjukan bahwa fitur produk dari hasil penelitian ini mendukung penelitian-penelitian terdahulu salah satunya adalah penelitian dari Kurnia Wati (2005) yang menyatakan bahwa fitur produk tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Penelitiannya menunjukkan bahwa keputusan pembelian konsumen pada Simcard XL di kota Padang tidak terlalu memperhatikan fitur-fitur yang ditawarkan simcard XL, tetapi konsumen lebih memperhatikan harga dari produk itu sendiri. 2. Pengaruh Harga (X2) terhadap Keputusan Pembelian Harga (X2) berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian (Y). Ini disebabkan karna Kartu GSM As menawarkan harga kartu perdana yang sangat jaringan dari kartu As dalam

71

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

terjangkau dimulai dari harga Rp 2.000 sampai dengan Rp 12.000, isi ulang pulsa voucher dan elektrik yang sangat bervariasi (banyak pilihan) Rp 6.500 sampai dengan Rp 7000 untuk pulsa Rp 5000, Rp 11.500 dan Rp 12.000 untuk pulsa Rp 10.000, Rp 25.000 dan Rp 26.000 untuk pulsa Rp 25.000, Rp 50.000 dan Rp 52.000 untuk pulsa Rp 50.000 dan Rp 100.000 dan Rp 102.000 untuk pulsa Rp 100.00, dan tarif yang hemat, dimana tarif yang ditawarkan oleh kartu As itu untuk sms Rp 150, menelpon Rp50/detik ,mms Rp 500 dan internet Rp 1/kb, jadi konsumen memilih menggunakan kartu prabayar As karena harga yang ditawarkan kartu As itu murah dan mudah dijangkau oleh konsumen, khususnya mahasiswa. Dan berdasarkan hasil wawancara, mengapa konsumen memilih kartu prabyar As adalah karena sebagian besar mahasiswa manajemen, melihat dari segi harga, bahwa harga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi konsumen untuk melakukan keputusan pembelian, karena harga yang ditawarkan kartu As itu sendiri murah dan mudah dijangkau oleh kalangan mahasiswa. Hasil penelitian ini mendukung penelitian-penelitian terdahulu, salah satunya adalah penelitian dari Sugiyanti (2013) yang menyatakan bahwa harga merupakan variabel yang paling signifikan pengaruhnya terhadap keputusan pembelian. Hasil penelitiannya menunjukan bahwa persepsi harga mempengaruhi pelanggan atas keputusan pembelian terhadap kartu perdana produk Telkomsel.

72

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

3.

Pengaruh Jaringan (X3) terhadap Keputusan Pembelian (Y) Jaringan (X3) berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian (Y)

kartu prabayar As pada mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 20112013 Universitas Halu Oleo Kendari. Hal ini menunjukan bahwa pengaruh jaringan yang terdiri dari kecepatan internet, jangkauannya tersebar dipelosok-pelosok kota, dan jangkauan kartu As yang kuat, mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2011-2013 Universitas Halu Oleo Kendari. Hal ini disebabkan karena kualitas jaringan yang ditawarkan kartu As merupakan standar dunia, dimana tingkat keterhubungannya mencapai 98,66% selain itu kenyamanan koneksi juga didukung akses jaringan Dual-Band GSM 900,1800, plus 3G(WCDMA/HSDPA). Jaringan termaksud kedalam bagian produk, karena jaringan merupakan salah satu kualitas produk dari kartu prabayar As, dimana jaringan yang digunakan kartu prabayar As ini merupakan jaringan berstandar dunia dibandingkan dengan kartu prabaya-prabayar yang lain. jaringan yang terdapat dalam kartu prabayar As ini yang menyebabkan produk tersebut bernilai sesuai dengan maksud untuk apa produk itu diproduksi. Dan berdasarkan hasil wawancara, mengapa konsumen memilih kartu prabayar As karena , sebagian besar mahasiswa manajemen melakukan keputusan pembelian terhadap kartu prabayar As melihat dari jaringan yang ditawarkan oleh kartu As itu sendiri, dimana jaringan yang dimiliki oleh kartu As sudah tersebar dipelosok-pelosok kota, sehingga memudahkan berkomunikasi dengan keluarga atau saudara yang tinggal di kampung ataupun di luar kota serta memudahkan

73

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

untuk mengakses internet, jaringan menjadi pertimbangan utama karena responden


menginginkan manfaat dari kartu As adalah sebagai sarana untuk mempermudah komunikasi dan mengakses internet yang cepat.

Hasil penelitian ini mendukung penelitian-penelitian terdahulu, salah satunya adalah penelitian dari Khoirul Aziz Husyairi (2006) yang menyatakan bahwa faktor yang paling mempengaruhi dalam pengambilan keputusan pembelian adalah jaringan. Hasil penelitiannya menunjukan bahwa persepsi

jaringan mempengaruhi pelanggan atas keputusan pembelian terhadap kartu Simpati agar memudahkan berkomunikasi dan mengaskses internet yang lebih cepat. 4. Pengaruh Promosi (X4) terhadap Keputusan Pembelian (Y) Promosi (X4) berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian (Y) kartu prabayar As pada mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2011-203 Universitas Halu Oleo Kendari, hal ini dikarenakan promosi yang dilakukan kartu prabayar As melalui media cetak dan elektronik sehingga kartu prabayar As dengan mudah dikenali oleh masyarakat. Informasi kartu As melalui penjual, dengan informasi kartu As yang diberikan oleh penjual sehingga memudahkan konsumen untuk mengetahui konten-konten terbaru dari kartu As tersebut. Dan promosi kartu As di pameran dan event (sponsor) produk Telkomsel, khususnya kartu prabayar As yang sering melakukan promosi melalui ikut serta dalam pameran atau event, salah satunya adalah TSC (Telkomsel School Community) sasaran dari promosi yang dilakukan Telkomsel melalui TSC adalah pelajar,

74

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

diamana Telkomsel menawarkan produk-produknya perpaket, dari paket SMS, menelpon, hingga internet. Berdasarkan hasil wawancara, Konsumen memilih kartu prabayar As karena sebagian besar konsumen dalam melakukan keputusan pembelian terhadap kartu As, mereka juga melihat dari segi promosi, dimana promosi yang diberikannya berupa, paket hemat dan gratis telepon,SMS/MMS, internet, dengan promosi yang diberikan oleh kartu As tersebut sehingga konsumen melakukan keputusan pembelian terhadap produk kartu As itu sendiri, karena promosipromosi yang ditawarkan kartu As tersebut memudahkan konsumen dalam

menggunakan produk kartu As itu sendiri. Selain itu sebagian besar konsumen ingin puas dengan hanya satu produk saja, disini lah kartu As berperan dalam memuaskan konsumennya. Hal ini menunjukan bahwa pengaruh promosi yang terdiri dari iklan kartu As yang ada di media cetak dan elektronik, informasi tentang kartu As dari penjual, dan promosi kartu As di pameran dan event, mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2011-2013 Universitas Halu Oleo Kendari. Hasil penelitian ini mendukung penelitian-penelitian terdahulu, salah satunya adalah penelitian dari Titin Purnamasari (2011) yang menyatakan bahwa promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Hasil

penelitiannya menunjukan bahwa promosi mempengaruhi pelanggan atas keputusan konsumen dalam memilih kartu GSM XL.

75

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

4.7

Keterbatasan Penelitian Hasil penelitian ini belum sepenuhnya dapat menjawab semua

permasalahan yang terkait dengan Manajemen pemasaran terutama berkaitan dengan variabel penelitian, yakni faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan peneliti dalam mengamati faktorfaktor lain diluar variabel yang dimasukkan dalam penelitian.

76

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dalam penelitian ini tentang pengaruh fitur produk, harga, jaringan dan promosi terhadap keputusan pembelian. Dapat ditarik kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Fitur produk, harga, jaringan dan promosi terdapat pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian kartu prabayar As pada mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2011-2013 Universitas Halu Oleo Kendari. Karena itu hipotesis yang penulis ajukan diterima. 2. Fitur produk tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian kartu prabayar As pada mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2011-2013 Universitas Halu Oleo Kendari. Karena itu hipotesis yang penulis ajukan ditolak. 3. Harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian kartu prabayar As pada mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2011-2013 Universitas Halu Oleo Kendari. Karena itu hipotesis yang penulis ajukan diterima. 4. Jaringan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian kartu prabayar As pada mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2011-2013 Universitas Halu Oleo Kendari. Karena itu hipotesis yang penulis ajukan diterima.

77

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

5. Promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian kartu prabayar As pada mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2011-2013 Universitas Halu Oleo Kendari. Karena itu hipotesis yang penulis ajukan diterima. 5.2 Saran Berdasarkan hasil dan kesimpulan dalam penelitian ini maka penulis mengajukan saran sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan dan peneliti yang akan datang, sebagai berikut : 1. Diharapkan dilakukan penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan fitur produk, harga, jaringan, promosi dan keputusan pembelian konsumen. Karena ada banyak hal yang dapat digali lagi pada variabel yang diteliti, sehingga akan memberikan masukan bagi pihak-pihak lain yang berkepentingan dan dapat memberikan masukan bagi PT. Telkomsel. 2. Perlunya manajemen pemasaran perusahaan untuk secara terus menerus mempertahankan fitur produk dengan selalu mengembangkan fitur-fitur produk dari kartu As itu sendiri agar konsumen yang menggunakan kartu As merasa puas akan manfaat fitur yang ditawarkan kartu As kepada konsumennya, perusahaan tetap mempertahankan harga produknya, dimana harga pulsa elektrik voucher, tarif sms,menelpon sudah termaksud dalam harga yang relatif murah dan mudah dijangkau, khususnya bagi mahasiswa.. Selanjutnya perusahaan harus tetap mempertahankan jaringan yang dimiliki dari kartu As itu sendiri, dan perusahaan pun perlu meningkatkan strategistrategi dalam promosi yang dilakukan perusahaan dengan menampilkan iklan

78

Skripsi Wa Ode Maratun Shaleha B1B1 10 009 FEKON UHO

melalui media cetak maupun elektronik dan ikut serta pada pameran dan event, secara tepat agar lebih menarik perhatian konsumen. 3. Bagi peneliti selanjutnya, untuk memperoleh penjelasan yang lebih konferensif tentang pengaruh fitur produk, harga, jaringan, dan promosi, maka dalam penelitian berikutnya disarankan agar dapat mengembangkan variabel yang lain dan lebih memperluas lagi dari penelitian sebelumnya baik variabel maupun objek sampel yang diteliti.

79

DAFTAR PUSTAKA Alma, Buchari. 2005. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Alfabeta; Bandung Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia, 2012 Assauri, Sofjan. 2007. Manajemen Pemasaran, Cetakan Kedelapan Edisi Satu PT. Raja Grafindo Pusada; Jakarta. Hassan, Fuad. Teknologi dan Dampak penggunaanya: Tantangan Dalam Laju Teknologi. Orasi Ilmiah dies Natalis Institut Pertanian Bogor sepuluh November ke-39. Surabaya, 11 November 1999. Kadir, Abdul & Terra CH Triwahyuni. Pengenalan Teknologi Informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi Yogyakarta, 2003. Kurnia Wati. 2005 Pengaruh Fitur produk dan harga terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pada Simcard XL di Kota Padang. Khoirul. Aziz Husyairi. 2006, Analisis Keputusan Konsumen Dalam Keputusan Pembelian Kartu Simpati Studi pada Mahasiswa S1 Institut Pertanian Bogor. Kotler, Philip. 2002. Manajemen Pemasaran, edisi kesepuluh. Edisi Bahasa Indonesia. PT Prenhallindo; Jakarta. __________ 2004. Manajemen Pemasaran (Terjemahan). PT Prenhallindo; Jakarta. __________ and Amstrong. 2001. Manajemen Pemasaran. Erlangga; Jakarta. and Amstrong. 2004. Prinsip-prinsip Pemasaran Jilid II. Jakarta: Erlangga. __________ and Keller,Kevin L. 2007a, Manajemen Pemasaran (Jilid 1), cetakan Kedua, Indeks; Jakarta __________. 2005. Manajemen Pemasaran. Alih Bahasa Molan (jilid 2), indeks; Jakarta __________and G. Amstrong. 1997. Dasar-Dasar Pemasaran (Terjemahan, Jilid I). PT Prenhallindo; Jakarta. Pasaribu, E. A. 2005. Analisis Tingkat Kepuasan Pelanggan Terhadap Penggunaan Kartu simPATI, Skripsi pada Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor; Bogor. Peter,J .Paul dan Jerry C.Olson. 2000. Consumer Behaviour.Jilid 2. Alih Bahasa Damos Sihombing. Jakarta; Erlangga. Riduwan dan Lestari. 1997. Statistika. CV. Alfabeta; Bandung.

Setiadi, N. J. 2003. Keputusan Konsumen : Konsep dan Implikasi Untuk Penelitian Pemasaran. Renada Media; Jakarta Sugiyanti, 2003. Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Membeli Kartu Perdana Produk Telkomsel di Samarinda; Samarinda Sugiyono. 2001. Metodelogi Penelitian Bisnis,Alfabeta; Bandung _______. 2005. Metode Penelitian Bisnis Cetakan kedelapan. CV Alfabeta; Bandung _______. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. CV Alfabeta; Bandung Suharno, dan Yudi Sutarso. 2009. Marketing in Practice, Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman; Samarinda. Sukirno,Sadono. 2006. Pengantar Teori Mikro Ekonomi, PT. Raja Grafindo; Jakarta Sumarwan, U. 2002. Keputusan Konsumen Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Ghalia Indonesia; Jakarta. ___________. 2003. Keputusan Konsumen : Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. PT Ghalia Indonesia; Bogor. Sunarto. 2004. Siapa Bilang Skripsi/Thesis itu sulit. Jilid 1, PT. Elex Media Komputindo; Jakarta. Supardi. 2013. Aplikasi Statistik Dalam Penelitian Edisi Revisi Konsep Statistika yang Lebih Komperhensif. Change Publication; Jakarta Selatan Supranto.J. 1997. Statistik : Teori dan Aplikasi. Erlangga; Jakarta Sutojo,Siwanto. 2001. Menyusun strategi harga. Damar Media Pustaka; Jakarta Swasta, Busu Irawan,1990. Azas Azas Marketing (cetakan ketujuh). Liberty Yogyakarta; Yogyakarta ________________. 2005. Manajemen Pemasaran Modern. Liberty; Yogyakarta Titin. Purnamasari. 2011, Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen Dalam Memilih Kartu GSM XL pada PT Excelcomindo Makassar. Makassar www.telekom.com www.telkomsel.co.id

L A M P I R A N

Lampiran 1 Kuesioner Penelitian JUDUL : PENGARUH FITUR PRODUK,HARGA,JARINGAN,DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KARTU PRABAYAR AS PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI MANAJEMEN ANGKATAN 2011-2013 UNIVERSITAS HALU OLEO

A. Petunjuk Pengisian Kuesioner a. Mohon dengan hormat bantuan dan kesediaan anda untuk menjawab seluruh pertanyaan yang ada. b. Beri tanda silang (X) pada salah satu pilihan jawaban yang paling sesuai dengan keadaan sebenarnya. c. Ada lima alternative jawaban berdasarkan skala Likert, yaitu : a. Sangat setuju (5) b. Setuju (4) c. Netral (3) d. Tidak setuju (2) e. Sangat tidak setuju (1) B. Karakteristik Responden a. Umur :. tahun b. Jenis Kelamin : laki-laki/perempuan c. Sudah berapa lama Anda memakai kartu As: 1-3 tahun 3-5 tahun 5 tahun keatas

C. Pertanyaan Pertanyaan berikut ini berkaitan dengan variabel yang berpengaruh terhadap pembelian kartu prabayar As. Jawablah pernyataan dibawah ini dengan memberi tanda () pada kolom yang tersedia. No A 1 2 Pernyataan Fitur Produk (X1) kelengkapan fitur kartu As Kemudahan menggunakan fitur kartu As Kesesuaian fitur kartu As dengan kebutuhan 1 2 3 4 5

1 = Sangat Tidak Setuju, 2 = Tidak Setuju, 3 = Netral, 4 = setuju, 5 = Sangat Setuju 5 Pernyataan 1 2 3 4 Harga (X2) Harga kartu perdana GSM As sangat terjangkau 2 Harga isi ulang pulsa voucher dan elektrik sangat bervariasi 3 Tarifyang hemat 1 = Sangat Tidak Setuju, 2 = Tidak Setuju, 3 = Netral, 4 = setuju, 5 = Sangat Setuju No B 1 No C 1 2 3 Pernyataan Jaringan (X4) Kecepatan internet Jangkauannya tersebar dipelosok-pelosok kota Jangkauan kartu As yang kuat 1 2 3 4 5

1 = Sangat Tidak Setuju, 2 = Tidak Setuju, 3 = Netral, 4 = setuju, 5 = Sangat Setuju

No D 1

Pernyataan Promosi (X3) Iklan Kartu As yang ada di media cetak dan elektronik Infomasi tentang Kartu As dari penjual

Promosi Kartu As di pameran dan event (sponsor). 1 = Sangat Tidak Setuju, 2 = Tidak Setuju, 3 = Netral, 4 = setuju, 5 = Sangat Setuju

No E 1

Pernyataan 1 2 Keputusan Pembelian kartu prabayar As (Y) Identifikasi Kebutuhan Keputusan membeli kartu prabayar As karena saudara sangat membutuhkannya. Pencarian Informasi Anda sangat aktif dalam mencari informasi tentang konten-konten maupun layanan terbaru kartu prabayar As. Evaluasi Alternatif Anda sangat teliti dalam mengavaluasi dan mempertimbangkan manfaat untuk membeli kartu prabayar As. Keputusan Pembelian Anda sangat teliti dalam memutuskan untuk membeli kartu prabayar As setelah mempertimbangkan

kebutuhan,mengumpulkan informasi dan melakukan evaluasi. 5 Perilaku Pasca Pembelian Anda puas dengan manfaat, serta layanan yang ditawarkan kartu prabayar As. 1 = Sangat Tidak Setuju, 2 = Tidak Setuju, 3 = Netral, 4 = setuju, 5 = Sangat Setuju

Lampiran 2 Mapping Riset Penelitian


No 1 Nama/Tahun/Judul Tujuan Penelitian Hasil penelitian Persamaan Perbedaan

Sugiyanti (2013) Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Membeli Kartu Perdana Produk Telkomsel di Samarinda.

untuk mengetahui dan menganalisis faktorfaktor yang terdiri dari produk, harga, tempat, dan promosi terhadap keputusan membeli kartu perdana produk Telkomsel di Samarinda serta mencari variabel mana yang paling berpengaruh. (1) Mengidentifikasi karakteristik mahasiswa S1 sebagai konsumen kartu simPATI di IPB, (2) Menganalisis proses keputusan pembelian yang dilakukan oleh mahasiswa S1 sebagai konsumen kartu simPATI di IPB, (3) Mengidentifikasi atribut dominan yang dimiliki kartu simPATI, dan (4) Menganalisis sikap dan

Hasil Pengujian dengan Uji t diketahui bahwa variabel harga merupakan variabel yang paling signifikan pengaruhnya terhadap keputusan membeli kartu perdana produk Telkomsel di Samarinda. Faktor yang paling mempengaruhi responden dalam pengambilan keputusan pembelian adalah sinyal dan jaringan dengan nilai communality 0,768. Sikap dan keputusan responden sebagai konsumen kartu simPATI di IPB tergolong biasa, sehingga Telkomsel

Sama-sama menggunakan variabel Harga dan Uji-t terhadap pembelian kartu Telkomsel.

Terletak pada objek masing masing peneliti, dimana saya meneliti tentang kartu As sedangkan peneliti terdahulu Sugiyanti (2013) objek penelitiannya adalah produk kartu telkomsel secara keseluruhan.

Khoirul Aziz Husyairi (2006) Analisis Perilaku Konsumen Dalam Keputusan Pembelian Kartu simPATI (Studi Kasus Mahasiswa S1 Institut Pertanian Bogor).

Dalam melakukan keputusan pembelian, responden melalui tahap pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan evalusi pasca pembelian. (1) sama sama menggunakan

Terletak pada objek masing masing peneliti, dimana saya meneliti tentang kartu As sedangkan peneliti terdahulu Khirul Azis Hisyairi (2006) objek penelitiannya adalah produk kartu Simpati.

keputusan mahasiswa S1 sebagai konsumen kartu simPATI di IPB.

Titin Purnamasari (2011) tentang Analisis Faktorfaktor yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen Dalam Memilih Kartu GSM XL pada PT exelcomindo Makassar.

untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih kartu GSM XL Pada PT Exelcomindo Makassar.

Kurnia Wati (2005) tentang Pengaruh Fitur produk dan harga terhadap Keputusan Pembelian Konsumen

(1). Menganalisis pengaruh fitur terhadap keputusan pembelian konsumen pada kartu XL di kota padang (2).

harus terus variable atribut memperbaiki kinerja jaringan terhadap atribut-atribut kartu objek penelitian. simPATI, terutama atribut bonus dan hadiah, karena merupakan atribut dengan kinerja paling buruk (2,80). Hasil penelitian ini (1) Sama sama Terdapat pada variabel nya menunjukkan bahwa menggunakan dimana peneliti terdahulu faktor-faktor model penelitian Tititn Purnamasari (2011) marketing mix yang dengan kuesioner menggunakan variabel meliputi kualitas, dan wawancara. (2) marketing Mix yang terdiri harga, saluran sama sama dari Kualitas, harga, saluran distribusi dan promosi menggunakan distribusi, dan promosi. secara simultan atau metode analisis Sedangkan saya sendiri bersama-sama linear berganda. menggunakan variabel fitur mempunyai pengaruh produk,harga,jaringan,dan yang signifikan promosi. terhadap keputusan konsumen dalam memilih kartu GSM XL. (1) Fitur produk tidak Sama-sama Terletak pada objek masing berpengaruh menggunakan masing peneliti, dimana saya signifikan terhadap variabel fitur meneliti tentang kartu As keputusan pembelian produk, promosi, sedangkan peneliti terdahulu konsumen pada kartu dan keputusan Kurnia Wati (2005) objek

pada Simcard XL di Menganalisis pengaruh Kota Padang. harga terhadap keputusan pembelian konsumen pada kartu XL di kota padang.

XL di kota padang (2) harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen pada kartu XL di kota padang.

pembelian

penelitiannya adalah produk kartu XL di Padang.

Lampiran 3 : Rekapitulasi Data Hasil Penelitian Nomor Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 Variabel Independen Fitur Produk (X1) Harga (X2) Jaringan (X3) Promosi (X4) X1.1 X1.2 X1.3 X1 X2.1 X2.2 X2.3 X2 X3.1 X3.2 X3.3 X3 X4.1 X4.2 X4.3 X4 3 3 3 9 3 3 3 9 3 3 3 9 3 3 3 9 4 4 4 12 4 4 3 11 4 4 4 12 3 4 4 11 4 4 5 13 4 5 4 14 4 4 5 13 4 4 4 12 5 5 5 15 5 5 4 15 5 5 5 15 4 5 5 14 3 4 3 10 4 3 3 9 3 4 3 10 3 3 4 10 4 4 3 11 4 3 4 11 4 4 3 11 4 4 4 12 3 4 5 12 4 5 4 12 3 4 5 12 4 3 4 11 3 4 4 11 4 4 4 11 3 4 4 11 4 3 4 11 3 4 5 12 4 5 4 13 3 4 5 12 4 3 4 11 4 4 4 12 4 4 4 13 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 13 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 5 13 4 5 4 14 4 4 5 13 4 4 4 12 3 3 4 10 3 4 3 12 3 3 4 10 3 3 3 9 3 3 4 10 3 4 3 11 3 3 4 10 3 3 3 9 5 5 5 15 5 5 5 15 5 5 5 15 5 5 5 15 3 3 5 11 3 5 5 12 3 3 5 11 5 3 3 11 3 3 5 11 3 5 3 12 3 3 5 11 3 3 3 9 5 5 5 15 5 5 5 15 5 5 5 15 5 5 5 15 4 4 4 12 4 4 4 11 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 12 5 5 5 15 5 5 5 15 5 5 5 15 5 5 5 15 4 4 4 12 4 4 4 13 4 4 4 12 4 4 4 12 5 5 5 15 5 5 5 14 5 5 5 15 5 5 5 15 4 4 5 13 4 5 4 13 4 4 5 13 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 12 5 4 5 14 4 5 4 13 5 4 5 14 4 5 4 13 3 3 3 9 5 4 5 14 4 5 4 13 5 4 5 14 3 4 4 11 4 5 4 13 5 4 5 14 4 5 4 13 4 4 4 12 4 5 3 12 5 4 5 14 3 5 4 12 4 5 5 14 4 4 4 10 3 4 4 11 4 3 4 11 3 3 4 10 4 4 5 13 4 4 4 12 5 4 4 13 4 4 4 12 4 4 5 13 4 4 4 12 5 4 4 13 4 3 4 11 5 5 4 14 3 5 5 13 4 3 5 12 4 3 4 11 5 5 5 15 5 5 5 15 5 5 5 15 4 3 4 11 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 11 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 12 5 5 5 15 5 5 5 15 5 5 5 15 4 4 4 12 4 4 5 13 4 4 4 12 5 4 4 13 3 3 3 9 4 5 4 13 5 4 5 14 4 5 4 13 3 3 3 9 5 5 5 15 5 5 5 15 5 5 5 15 5 5 5 15 5 4 5 14 4 5 4 13 5 4 5 14 5 3 3 11 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 12 3 3 3 9 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 12 5 5 5 15 3 5 3 11 3 3 5 11 3 3 3 9 4 4 4 12 4 4 5 13 4 4 4 12 5 4 4 13 4 4 4 12 4 4 4 13 4 4 4 12 4 4 4 12 5 5 5 15 4 4 4 11 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 12 3 4 4 12 3 3 4 10 4 3 3 10 5 5 5 15 4 5 4 14 4 4 5 13 4 4 4 12 4 4 4 12 5 5 5 14 5 5 5 15 5 5 5 15 5 5 5 15 5 5 5 13 5 5 5 15 5 5 5 15 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 12 5 4 4 13 4 5 4 13 4 4 5 13 5 5 5 15 5 5 5 15 5 5 5 15 5 5 5 15 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 12 5 4 5 14 5 5 4 14 5 5 5 15 4 5 5 14 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 12 5 5 5 15 5 3 5 12 5 5 3 13 5 5 5 15 5 5 5 15 5 5 5 15 5 5 5 15 5 5 5 15 Variabel dependen Keputusan Pembelian Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Y 3 3 3 3 3 15 4 4 3 4 4 19 4 5 4 4 4 21 5 5 4 5 5 24 4 3 3 3 4 17 4 5 4 4 4 21 4 5 4 3 4 20 4 4 4 3 4 19 4 5 4 3 4 20 4 4 4 4 4 20 4 4 4 4 4 20 4 5 4 4 4 21 3 4 3 3 3 16 3 4 3 3 3 16 5 5 5 5 5 25 3 5 5 3 3 19 3 5 3 3 3 17 5 5 5 5 5 25 4 4 4 4 4 20 4 4 4 4 4 20 5 5 5 5 5 25 4 4 4 4 4 20 5 5 5 5 5 25 4 5 4 4 4 21 4 4 4 4 4 20 4 4 4 4 4 20 4 5 4 5 4 22 5 4 5 4 5 23 4 5 4 5 4 22 4 5 3 5 4 21 4 4 4 3 4 19 4 4 5 4 4 21 4 4 5 4 4 21 5 5 4 3 5 22 5 5 5 5 5 25 4 4 4 4 4 20 4 4 4 4 4 20 5 5 5 5 5 25 4 4 5 4 4 21 4 5 4 5 4 22 5 5 5 5 5 25 5 4 5 4 5 23 4 4 4 4 4 20 4 4 4 4 4 20 3 5 3 3 3 17 4 4 5 4 4 21 4 4 4 4 4 20 4 4 4 4 4 20 3 4 4 3 3 17 4 5 4 4 4 21 5 5 5 5 5 25 5 5 5 5 5 25 4 4 4 4 4 20 5 4 4 4 5 22 5 5 5 5 5 25 4 4 4 4 4 20 5 5 4 5 5 24 4 4 4 4 4 20 5 3 5 5 5 23 5 5 5 5 5 25

A. UJI VALIDITAS 1. UJI VALIDITAS INSTRUMENT FITUR PRODUK (X1)


Correlations X1.1 X1.1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X1.2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X1.3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 60 .747(**) .000 60 .542(**) .000 60 .878(**) .000 60 .652(**) .000 60 .914(**) .000 60 60 .831(**) .000 60 60 1 X1.2 .747(**) .000 60 1 X1.3 .542(**) .000 60 .652(**) .000 60 1 X1 .878(**) .000 60 .914(**) .000 60 .831(**) .000 60 1

60 ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). 2.

UJI VALIDITAS INSTRUMENT HARGA (X2)


Correlations X2.1 X2.2 1 60 .300(*) .020 60 .667(**) .000 60 .695(**) .000 60 60 .246 .058 60 .674(**) .000 60 60 .666(**) .000 60 60 .300(*) .020 60 1 X2.3 .667(**) .000 60 .246 .058 60 1 X2 .695(**) .000 60 .674(**) .000 60 .666(**) .000 60 1

X2.1

Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N

X2.2

Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N

X2.3

Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N

X2

Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N

* Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

3.

UJI VALIDITAS INSTRUMENT JARINGAN (X3)


Correlations X3.1 X3.2 1 60 .720(**) .000 60 .387(**) .002 60 .889(**) .000 60 .300(*) .020 60 .839(**) .000 60 60 .682(**) .000 60 60 .720(**) .000 60 1 X3.3 .387(**) .002 60 .300(*) .020 60 1 X3 .889(**) .000 60 .839(**) .000 60 .682(**) .000 60 1

X3.1

Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N

X3.2

Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N

X3.3

Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N

X3

Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N

60 ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). * Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

4. UJI VALIDITAS INSTRUMENT PROMOSI (X4)


Correlations X4.1 X4.1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X4.2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X4.3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N X4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 60 .546(**) .000 60 .667(**) .000 60 .839(**) .000 60 60 .720(**) .000 60 .875(**) .000 60 60 .905(**) .000 60 60 1 X4.2 .546(**) .000 60 1 X4.3 .667(**) .000 60 .720(**) .000 60 1 X4 .839(**) .000 60 .875(**) .000 60 .905(**) .000 60 1

** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

5. UJI VALIDITAS INSTRUMENT KEPUTUSAN PEMBELIAN (Y)


Correlations Y1 Y1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Y2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Y3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Y4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Y5 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Y Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 60 .295(*) .022 60 .667(**) .000 60 .720(**) .000 60 1.000(**) .000 60 .918(**) .000 60 .239 .066 60 .395(**) .002 60 .295(*) .022 60 .541(**) .000 60 60 .546(**) .000 60 .667(**) .000 60 .780(**) .000 60 60 .720(**) .000 60 .853(**) .000 60 60 .918(**) .000 60 60 1 Y2 .295(*) .022 60 1 Y3 .667(**) .000 60 .239 .066 60 1 Y4 .720(**) .000 60 .395(**) .002 60 .546(**) .000 60 1 Y5 1.000(**) .000 60 .295(*) .022 60 .667(**) .000 60 .720(**) .000 60 1 Y .918(**) .000 60 .541(**) .000 60 .780(**) .000 60 .853(**) .000 60 .918(**) .000 60 1

60 * Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). ** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

B. UJI RELIABILITAS 1. UJI RELIABILITAS INSTRUMENT FITUR PRODUK (X1)


Case Processing Summary N Cases Valid Excluded( a) Total 60 0 60 % 100.0 .0 100.0

a Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha .846

N of Items 3

2. UJI RELIABILITAS INSTRUMENT HARGA (X2)


Case Processing Summary N Cases Valid Excluded( a) Total 60 0 60 % 100.0 .0 100.0

a Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha .673

N of Items 3

3. UJI RELIABILITAS INSTRUMENT JARINGAN (X3)


Case Processing Summary N Cases Valid Excluded( a) Total 60 0 % 100.0 .0

60 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha .730

N of Items 3

4. UJI RELIABILITAS INSTRUMENT PROMOSI (X4)


Case Processing Summary N Cases Valid Excluded( a) Total 60 0 60 % 100.0 .0 100.0

a Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha .841

N of Items 3

5. UJI RELIABILITAS INSTRUMENT KEPUTUSAN PEMBELIAN (Y)


Case Processing Summary N Cases Valid Excluded( a) Total 60 0 % 100.0 .0

60 100.0 a Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha .863

N of Items 5

C. UJI REGRESI LINEAR BERGANDA


Descriptive Statistics Mean Y X1 X2 X3 X4 21.0500 12.2667 12.7333 12.6500 12.4500 Std. Deviation 2.58696 1.83069 1.48286 1.58194 1.74108 N 60 60 60 60 60 Correlations Y 1.000 .448 .830 .953 .973 . .000 .000 .000 .000 60 60 60 60 60 X1 .448 1.000 .358 .466 .414 .000 . .003 .000 .001 60 60 60 60 60 X2 .830 .358 1.000 .834 .769 .000 .003 . .000 .000 60 60 60 60 60 X3 .953 .466 .834 1.000 .895 .000 .000 .000 . .000 60 60 60 60 60 X4 .973 .414 .769 .895 1.000 .000 .001 .000 .000 . 60 60 60 60 60

Pearson Correlation

Y X1 X2 X3 X4

Sig. (1-tailed)

Y X1 X2 X3 X4

Y X1 X2 X3 X4

Variables Entered/Removed(b) Variables Entered X4, X1, X2, X3(a) Variables Removed .

Model 1

Method Enter

a All requested variables entered. b Dependent Variable: Y

Model Summary(b) DurbinWatson Sig. F Change .000 1.487

Change Statistics Model 1 R .991(a) R Square .982 Adjusted R Square .981 Std. Error of the Estimate .35532 R Square Change .982 F Change 768.133 df1 4 df2 55

a Predictors: (Constant), X4, X1, X2, X3 b Dependent Variable: Y ANOVA(b) Sum of Squares Regression Residual Total 387.906 6.944 394.850

Model 1

df 4 55 59

Mean Square 96.977 .126

F 768.133

Sig. .000(a)

a Predictors: (Constant), X4, X1, X2, X3 b Dependent Variable: Y Coefficients(a) Unstandardized Coefficients Model 1 B (Constant) X1 X2 X3 X4 .912 .015 .125 .577 .888 a Dependent Variable: Y Std. Error .439 .029 .057 .078 .060 Standardized Coefficients Beta .011 .072 .353 .598 t 2.078 .529 2.200 7.361 14.845 Sig. .042 .599 .032 .000 .000

Residuals Statistics(a) Minimum Predicted Value Residual Std. Predicted Value Std. Residual a Dependent Variable: Y 15.3626 -.46690 -2.218 -1.314 Maximum 24.9962 1.53784 1.539 4.328 Mean 21.0500 .00000 .000 .000 Std. Deviation 2.56411 .34306 1.000 .966 N 60 60 60 60