Anda di halaman 1dari 3

Hari Kiamat Menurut Perspektif Geologi (Tugas Remedial Agama Bab I)

Bumi ini terbentuk oleh semacam gas panas (nebula). Gas itu semakin lama semakin dingin dalam waktu jutaan tahun sehingga membeku dan menjadi padat seperti saat ini. Namun, dalam perut bumi masih tersimpan gas-gas panas yang menurut sifatnya berkembang dan mendesak ke arah luar, dan bumi tidak meletus karena ada tekanan dari luar (atmosfir) dan dari dalam bumi seimbang. Tetapi, setiap benda panas lama-lama akan menjadi dingin, demikian juga gas yang ada di perut bumi lama-lama akan cair, beku, dan tekanannya berkurang bahkan lenyap sama sekali. Peristiwa itu akan menyebabkan bumi ini pecah oleh atmosfir dari luar sehingga isinya pun terpencar berhamburan sebagaimana telah dijelaskan pada Surat Al

Zalzalah dalam kitab suci Al Quran. Aktifitas geologis ekstrim seperti banjir basalt, yang disebabkan kerak bumi terbuka menyebabkan atmosfir bumi diliputi sulfur yang mencegah masuknya sinar matahari sekaligus meracuni lautan. Banjir ini yang menyebabkan kepunahan massal di bumi 250 juta tahun yang lalu. Berikut ini adalah skenario terburuk dari kehancuran dunia, di antaranya memang ada yang masih diperdebatkan dan diragukan oleh para ahli. Namun, semua itu tetap penting sebagai bahan kesadaran kita bahwa kita tinggal di tempat yang sebenarnya sudah sangat rapuh dan akan selalu mengalami proses penuaan. 1. Dunia berubah jadi es: Para ahli meneliti bahwa ternyata ada siklus pembekuan dunia yang berlangsung setiap 13.000 tahun sekali. Hal ini diawali dengan perubahan iklim dan suhu yang sangat drastis. Cuaca berubah dengan sangat ekstrim di mana negara-negara yang sebelumnya tidak pernah bersalju, tiba-tiba turun salju. 2. Ledakan sinar Gamma Ray Burst

Sinar Gamma adalah ledakan dengan kekuatan terdahsyat yang sudah diketahui di alam semesta saat ini, dan pengetahuan yang dipahami ilmuwan atas hal ini masih sangat terbatas. Ilmuwan mendapati bahwa sinar Gamma yang berasal dari galaksi luar yang jauh, adalah energi yang dilepaskan kembali setelah hancurnya dua bintang tetap, energi pancarannya sangat kuat dan tak dapat diduga, kurang lebih seribu kali lipatnya matahari. Sebelum perubahan besar ini terjadi, manusia sama sekali tidak dapat mengamati perubahan sesudahnya sehingga dengan demikian juga tidak tahu bagaimana cara mengantisipasinya. Jika terjadi, maka meski berada di tempat sejauh seribu tahun cahaya, dan meski pada malam yang biasanya cerah di sebuah tempat yang jauhnya tidak dapat kita saksikan, ia juga akan terang secara tiba-tiba seperti matahari, kemudian melepaskan energi yang besar, dan menyinari bumi dengan pancarannya. 3. Meteor Di ruang angkasa terdapat banyak batu meteor yang setiap saat menghantam planet yang mereka lewati. Jika sebuah meteor menghantam bumi, yang terjadi adalah ledakan nuklir yang sedikitnya menghancurkan satu provinsi. Berates-ratus tahun yang lalu, penghuni bumi (dinosaurus dan sejenisnya) punah setelah dunia dihantam meteor. Pada tahun 1991, para ahli menemukan Cenote Ring, sebuah kawah di daerah Meksiko dekat Yucatan. Kawah itu merupakan bukti bahwa meteor itulah yang menghantam bumi dan

memusnahkan para dinosaurus di masa itu. 4. Planet X Pertengahan 1990, para ahli Amerika menemukan sebuah planet baru yang mereka sebut sebagai Planet X. Mereka menamai planet itu sebagai Ot tawa Object (sebagian menyebutnya Vulcan atau Transpluto). Orang Rusia menamainya Nibiru atau Marduk (planet iblis). Tadinya planet itu merupakan planet ke-11 dari tata surya kita. Ukurannya sama besar seperti bumi dan berwarna coklat. Namun, para ahli menemukan fakta yang mengerikan: planet

itu ternyata selalu mengorbit mendekati matahari setiap 3.600 tahun. Pada saat itu Planet X akan berada dekat dengan bumi, mengganggu gravitasi dan kondisi bumi. Lebih buruknya lagi, planet itu akan bertabrakan dengan bumi. 5. Zaman Nabi Nuh Jika tidak bias berenang, sekarang waktu yang tepat untuk belajar. Karena diperkirakan tahun 2050 es Kutub Utara akan habis mencair. Para ahli menemukan bahwa permukaan air laut telah mengalami ketinggian yang cukup drastis beberapa tahun belakangan ini disebabkan oleh mencairnya es di Kutub Utara dan Kutub Selatan akibat Global Warming. Dan tanpa kita sadari nanti, seluruh tanah di muka bumi ini akan tenggelam sedalam 80 meter di bawah laut. Jika diibaratkan, kejadian ini seperti kisah bahtera Nabi Nuh.

Sumber: http://adilesmana.wordpress.com/2010/11/01/skenario-kiamat-pandangan-dari-sudut-ilmupengetahuan/

Nadya Athira XII IS 1 / 18

Anda mungkin juga menyukai