Anda di halaman 1dari 24

Penelitian Orange Wine 2010

ABSTRAK
Pada makalah ini akan dibahas tentang pembuatan minuman wine yang tidak memerlukan buah anggur sebagai bahan dasarnya. Komponen buah anggur digantikan oleh buah-buah lain yang lebih mudah ditemukan serta lebih murah. Pada dasarnya wine dibuat dari fermentasi sari buahbuahan(gula) yang dilakukan oleh bakteri dari genus Saccharomyces, misal Saccharomyces cerevisiae, Saccharomyces boullardii, dan Saccharomyces uvarum. Bakteri ini menguraikan gula dalam buah menjadi zat yang lebih sederhana(glukosa), lalu zat ini akan diubah kembali menjadi alcohol dan CO2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua jenis buah yang memiliki gula dapat diubah menjadi wine melalui metode dan langkah-langkah yang tepat.

SMA Trinitas X1

Page 1

Penelitian Orange Wine 2010

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ABSTRAK DAFTAR ISI.. BAB 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah.. 1.2. Perumusan Masalah.. 1.3. Tinjauan Pustaka 1.3.1. Definisi Wine dari Anggur 1.3.1.1. Jenis jenis Wine Anggur 1.3.1.2. Komposisi Wine dari Anggur. 1.3.1.3. Cara pembuatan Wine.. 1.3.2. Definisi Orange Wine. 1.3.2.1. Komposisi Orange Wine. 1.4. Ruang Lingkup Pembahasan dan Batasan. 1.5. Tujuan Penulisan. 1.6. Manfaat Penulisan. BAB 2. METODE PENELITIAN 2.1. 2.2. 2.3. 2.4. ALAT DAN BAHAN. .PROSEDUR KERJA. Pengamatan.. Kesimpulan.

BAB 3. PENUTUP. LAMPIRAN. SUMBER REFERENSI.

SMA Trinitas X1

Page 2

Penelitian Orange Wine 2010

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Seiring dengan perkembangan zaman dan juga era globalisasi, semakin banyak orang yang menjadi pencandu minuman berakohol. Di satu sisi, Minuman berakohol itu memiliki efek positif, di antaranya menghangatkan tubuh, membangun kekebalan tubuh dan

menutrisi kepala bila dikonsumsi dalam dosis/takaran yang tidak berlebihan . Tetapi di sisi lain, minuman ini juga memiliki efek samping negatif, di antaranya penurunan fungsi otak, penurunan fungsi kesadaran, mabuk, hingga mengakibatkan kematian jika terlalu banyak dikonsumsi. Hal ini mengakibatkan banyak produsen minuman berakohol mengalami

peningkatan produksi untuk menyesuaikan dengan permintaan pasar. Hal ini sejalan dengan teori ekonomi. Semakin tinggi jumlah permintaan, harga barang akan semakin tinggi. Oleh karena itu, harga minuman-minuman beralkohol semakin mahal dari waktu ke waktu, dalam konteks ini adalah Wine. Sebab itu saat ini sangat dibutuhkan bahan-bahan baru yang dapat dibuat menjadi Wine yang murah dan lebih sehat.Oleh karena itu, saat ini beberapa orang sudah bahan lain untuk membuat wine ini, seperti pisang,mangga,

menggunakan

jeruk,strawberry,nanas,belimbing dan buah-buah lainnya. Salah satu contohnya yaitu buah jeruk. Jeruk adalah salah satu buah-buahan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat, selain rasanya yang manis, tampilannya menarik juga memiliki berbagai macam manfaat bagi tubuh. Selain kaya vitamin dan mineral, jeruk juga mengandung serat makanan yang esensial (sangat dibutuhkan tetapi tidak dapat dibuat oleh tubuh) bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuh normal. Masyarakat banyak mengkonsumsi jeruk karena harganya yang relatif terjangkau juga mudah didapat dimana-mana. Jeruk yang memiliki tampilan yang segar dan rasa yang manis akan menjadi pilihan yang paling utama. Terdapat dua macam jeruk ditinjau dari produksinya yaitu jeruk lokal dan jeruk import. Jeruk import kebanyakan menjadi pilihan konsumen karena tampilannya yang SMA Trinitas X1 Page 3

Penelitian Orange Wine 2010


menarik dibanding jeruk lokal. Tetapi sebenarnya jeruk lokal memiliki rasa yang lebih manis. Kebanyakan jeruk yang dibeli masyarakat adalah jeruk impor mungkin karena masyarakat ingin menikmati rasa yang lebih enak dari jeruk lokal, biasanya rasa manis yang dicari oleh para konsumen. Rasa manis dari jeruk ini dipengaruhi oleh kadungan gula alami yang terkandung di dalammnya.

Sebagai standart sukrosa


Fruktosa Sukrosa Glokosa Galaktosa Maltosa Laktosa

100
173 100 74 32 32 16

Namun, banyak hal yang tidak pernah diduga sebelumnya yaitu dengan memberikan sesuatu yang baru yang belum pernah dilakukan, dengan membuat wine dari jeruk limbah. Jeruk limbah terinspirasi oleh keadaan sekitar di sekolah yang berada di dekat pasar. Jeruk pertokoan adalah hal yang biasa. Namun, jeruk limbah adalah sesuatu yang harus dicoba. Selain itu, cara ini pun dapat membantu mengendalikan lingkungan dengan nama lain mendaur ulang bahan organic menjadi sesuatu hal yang berguna untuk di masa depan, baim dalam hal lingkungan, ekonomi maupun kesehatan.

1.2.

Perumusan Masalah
BAGAIMANA MEMANFAATKAN LIMBAH JERUK UNTUK MEMBUAT WINE?

SMA Trinitas X1

Page 4

Penelitian Orange Wine 2010

1.3. 1.3.1.

Tinjauan Pustaka Definisi Wine dari Anggur


Wine (minuman Anggur) pada dasarnya merupakan minuman hasil fermentasi buah-buahan. Tetapi sebagian besar masyarakat di negara-negara lain menetapkan secara ketat difinisiWine, yang merupakan minuman hasil fermentasi sari buah anggur. Minuman anggur yang dibuat dari buah-buahan lain selain buah anggur fruit wine. Hanya varitas anggur tertentu yang dapat menghasilkan minuman anggur bermutu tinggi, hanya beberapa negara saja di antara negara-negara penghasil angur yang sekaligus mempunyai industriwine yang penting dan terkenal. Faktor yang paling menentukan dalam produksi wine adalah iklim dimana buah anggur tumbuh. Karena keadaan tanah dan iklimnya yang sesuai, beberapa wilayah di dunia menghasilkan buah anggur yang bermutu baik untuk memproduksi wine, yaitu wilayah Bordeau dan Burgundy di Perancis, Rhineland di Jerman, Tokay di Hongaria, California dan beberapa wilayah di Spanyol, Switzerland dan Italy. Karakteristik dan mutuwine ditentukan oleh komposisi bahan baku, proses fermentasi, dan perubahan-perubahan yang terjadi baik alami atau disengaja dalam periode setelah fermentasi selesai.

1.3.1.1.

Jenis jenis Wine Anggur


Red Wine adalah wine yang dibuat dari anggur merah (red grapes). Beberapa jenis anggur merah yang terkenal di kalangan peminum wine di Indonesia adalah merlot, cabernet sauvignon, syrah/shiraz, dan pinot noir.

White Wine adalah wine yang dibuat dari anggur putih (white grape). Beberapa jenis anggur hijau yang terkenal di kalangan peminum wine di Indonesia adalah chardonnay, sauvignon blanc, semillon, riesling, dan chenin blanc.

Rose Wine adalah wine yang berwarna merah muda atau merah jambu yang dibuat dari anggur merah namun dengan proses ekstraksi warna yang lebih singkat dibandingkan dengan proses pembuatan Red Wine. Di daerah

SMA Trinitas X1

Page 5

Penelitian Orange Wine 2010


Champagne, kata Rose Wine mengacu pada campuran antara White Wine dan Red Wine.

Sparkling Wine adalah wine yang mengandung cukup banyak gelembung karbon dioksida di dalamnya. Sparkling Wine yang paling terkenal adalah Champagne dari Prancis. Hanya Sparkling Wine yang dibuat dari anggur yang tumbuh di desa Champagne dan diproduksi di desa Champagne yang boleh disebut dan diberi label Champagne.

Sweet Wine adalah wine yang masih banyak mengandung gula sisa hasil fermentasi (residual sugar) sehingga membuat rasanya menjadi manis.

Fortified Wine adalah wine yang mengandung alkohol lebih tinggi dibandingkan dengan wine biasa (antara 15% hingga 20.5%). Kadar alkohol yang tinggi ini adalah hasil dari penambahan spirit pada proses pembuatannya.

1.3.1.2.

Komposisi Wine dari Anggur


Buah anggur yang telah dihancurkan disebut musts, yang terdiri dari 85-95

persen sari buah, 5-12 persen kulit dan 0-4 persen biji. Komposisi musts adalah seperti pada tabel 1 dibawah ini. Mineral (0.3-0.5) Sumber : Amucine et al (1980) Glukosa dan fruktosa merupakan karbohidrat utama adalah musts . Rasio kedua jenis gula ini adalah musts dari buah yang matang penuh biasanya adalah 1. Tetapi beberapa peneliti mengemukakan bahwa rasio glukosa/fruktosa bervariasi tergantung pada varitas, yaitu antara .17 1.45 atau 0.85-1.04 untuk buah matang dan antara 0.53 0.76 untuk buah ranum. Jadi selama proses pematangan buah anggur rasio glukosa/fruktosa mengalami penurunan. Sedangkan sukrosa sedikit mengalami kenaikan. Rasio glukosa/fruktosa ini sangat penting bagi industriwine. Karena tingkat kemanisan fruktosa hampir dua kali glukosa, maka untuk menghasilkan sweet tabel wine lebih disukai varietas buah anggur dengan kandungan fruktosa yang tinggi. Disamping itu supaya kandungan fruktosa dalamwine tetap tinggi, lebih disukai galur khamir yang lambat memfermentasi fruktosa. SMA Trinitas X1 Page 6

Penelitian Orange Wine 2010


Kandungan pektin buah anggur matang bervariasi antara 0.02-0.6 persen, termasuk -bahan yang mengendap oleh alkohol seperti gum dan araban. Asam-asam organik utama dalam buah anggur adalah asam L (+) tartarat dan L (-) malat. Keasaman total di hitung sebagai asam tartarat bervariasi tergantung pada musim dan varitas, yaitu antara 0.3-1.5 gram per 100 ml. Musta buah anggur dengan kandungan asam tartarat yang tinggi mempunyai pH yang lebih rendah, karena asam tartarat merupakan asam yang relative kuat. Rasio tartarat/malat bervariasi antara 0.75-6.1 Kandungan nitrogen total dalam musts bervaraisi antar 100-2000 mg/L, biasanya sekitar 600 mg/L. Dari jumlah tersebut, 100-400 mg/L merupakan amino nitrogen.

Komposisi Gizi
Pada label botol wine biasanya dicantumkan nama daerah asal pembuatan dan tahun pembuatan. Daerah asal pembuatan menentukan jenis buah anggur yang digunakan. Semakin tua umur suatu wine, kualitas wine yang dihasilkan juga semakin baik. Hal itu disebabkan semakin lama penyimpanan, anggur akan terus mengalami proses fermentasi. Kandungan alkohol pada wine berkisar 14-20 persen. Dilihat dari komposisi gizinya, wine termasuk minuman yang mempunyai kandungan gizi yang cukup baik. Kandungan energi pada wine sangat bervariasi, tergantung jenisnya, yaitu antara 50-160 kkal/100 g. Energi pada wine umumnya berasal dari karbohidrat, terutama gula. Wine tidak mengandung lemak sama sekali, sehingga jangan khawatir menjadi gemuk akibat konsumsi wine dalam jumlah wajar setiap hari. Kandungan mineral yang cukup berarti pada wine adalah: kalium (antara 80 112 mg/100 g), kalsium, fosfor, magnesium, besi, seng, tembaga, mangan, dan selenium. Kandungan natrium pada wine umumnya rendah, kecuali pada cooking wine.

SMA Trinitas X1

Page 7

Penelitian Orange Wine 2010


Cooking wine sebaiknya tidak digunakan untuk masakan bagi penderita hipertensi karena kandungan natriumnya yang cukup tinggi, yaitu 626 mg per 100 g. Kadar vitamin pada wine umumnya terdapat dalam jumlah yang sangat rendah, bahkan tidak mengandung vitamin C sama sekali.

1.3.1.3.

Cara pembuatan Wine


Pada pembuatan wine tedapat tahapan-tahapan proses:

1. Penghancuran dan Perlakuan Anggur Sebelum Fermentasi


Proses pertama kali yang dilakukan adalah menghancurkan anggur. Untuk wine putih kulit dari anggur dihilangkan, sedangkan wine merah dihancurkan beserta kulitnya. Setelah itu dilakukan pendinginan pada suhu 5 10o C dalam waktu 24 48 jam dengan bantuan enzim pectolitic untuk menghancurkan material anggur.

2. Fermentasi Alkohol
Secara tradisional fermantasi dari anggur dilakukan di dalam tangki kayu yang besar atau tangki beton, tetapi kebanyakan wine modern sekarang menggunakan tangki stainless steel yang canggih dengan fasilitas pengontrol suhu, alat pembersih dan lainnya. Anggur putih secara umum difermentasi pada suhu 10-18 derajat celcius untuk 7-14 hari atau lebih, sedangkan Anggur merah difermentasi antara 7 hari dengan suhu antara 2030oC. Pada fermentasi ini yeast yang digunakan yaitu saccharomyces cerevisiae yang diinokulasi dalam jus dengan populasi 106-107 cells/ml.

3. Fermentasi Malolactic
Fermentasi ini terjadi alami 2 sampai 3 minggu setelah fermentasi alkohol selesai, dan berakhir 2 sampai 4 minggu Reaksi ini mengubah dekarboksilasi L-malic acid menjadi L-lactic acid dengan menurunkan kadar keasaman wine dan menaikkan pH antara 0,3 sampai 0,5. Penurunan kadar keasaman dengan fermentasi ini membuat wine lebih lembut, rasa yang

SMA Trinitas X1

Page 8

Penelitian Orange Wine 2010


matang dan rasa yang lebih menarik. Tidak semua jenis wine memerlukan proses fermentasi malolactic.

4. Proses setelah fermentasi (penyimpanan)


Kebanyakan wine putih tidak disimpan dalam jangka waktu yang lama setelah fermentasi alkohol atau fermentasi malolactic selesai. Pada wine merah yang sudah tua antara 1 sampai 2 tahun disimpan dalam tangki kayu (biasanya kayu oak). Selama ini, reaksi kimia ini memberikan kontribusi pada perkembangan rasa antara wine dan ekstrak komponen dari tangki kayu. Poin yang penting untuk mengontrol selama penyimpanan dan penuaan adalah pengeluaran oksigen dan penambahan dari sulfur dioksida ke level bebas antara 20 sampai 25 g/ml. Sebelum pengemasan, wine mungkin disimpan di tempat yang bersuhu dingin antara 5-10oC untuk mengendapkan kotoran.

5. Citarasa wine
Wine memiliki cita rasa tersendiri yang berasal dari anggur dan proses operasinya yang termasuk fermentasi alkohol, fermentasi malolactic dan penuaan. Kontribusi anggur dari banyak komponen yang mudah menguap (misal terpenes) itu memberikan wine variasi rasa. white wine

SMA Trinitas X1

Page 9

Penelitian Orange Wine 2010


Red wine

1.3.2.

Definisi Orange Wine


Jeruk telah lama dikenal sebagai buah dengan rasa segar dan kaya akan gizi. Selain kaya vitamin dan mineral, jeruk juga mengandung serat makanan yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuh, tetapi tidak dapat diproduksi di dalamnya. Senyawa non-gizi yang dikandung dalam jeruk juga membantu menurunkan risiko terkena beberapa jenis penyakit kronis seperti kardiovaskuler, kanker, dan katarak. Sayangnya, selama ini jeruk terlanjur terkenal hanya sebagai sumber vitamin C. Padahal, buah bulat ini juga mengandung sederetan zat gizi lainnya meliputi: karbohidrat (zat gula dan serat makanan), potasium, folat, kalsium, thiamin, niacin, vitamin B6, fosfor, magnesium, tembaga, riboflavin, asam pantotenat, dan senyawa fitokimia. Keunggulan lainnya, jeruk tidak mengandung sodium, lemak, dan kolesterol. Kandungan kalorinya pun rendah sehingga tidak akan membangkitkan kekhawatiran bagi mereka yang berupaya menurunkan berat badan. Sebuah jeruk segar berukuran sedang hanya mengandung 60-80 kilo kalori. Karbohidrat dalam jeruk merupakan karbohidrat sederhana, yaitu fruktosa, glukosa, dan sukrosa. Kandungan karbohidrat kompleksnya berupa polisakarida nonpati (secara umum dikenal sebagai serat makanan) yang baik untuk kesehatan. Serat makanan ini akan mengikat zat gizi yang larut dalam air pada suatu gel-matriks, sehingga dapat memperlambat proses pengosongan lambung, pencernaan, dan penyerapan. Keadaan ini akan memperpanjang rasa kenyang dan menurunkan laju

SMA Trinitas X1

Page 10

Penelitian Orange Wine 2010


penyerapan glukosa, sehingga dapat membantu mencegah lonjakan kadar gula darah. Serat makanan juga membantu menurunkan kadar kolesterol dalam plasma. Dengan mengonsumsi sebuah jeruk ukuran sedang, serat makanannya kira-kira 3 gram. Kadar ini dapat memberikan kontribusi cukup berarti bagi pemenuhan kebutuhan serat bagi tubuh yang disarankan sekitar 25 gram per hari. Makanan Apel Anggur Jeruk Pisang Strawberry Jeruk Tomat nanas Air (%)
84

Serat (gr) 2.3 2.2 1.8 2.7 2.2 2.4 1.4 1.2

Lemak (gr) 0 0 0 0 0 0,16 0 0

Protein (gr) 0.4 0.6 1.0 1.2 0.7 1.23 0.9 0.4

Gula (gr) 11.8 15.5 10.6 20.4 5.1 12,25 1.9 12.0

83 87 76 91 113,64 97 84

Bahan yang utama diperlukan dalam pembuatan wine adalah buah (jika buahnya anggur disebut wine saja, jika buah lain misal pisang maka disebut wine pisang dan sebagainya tergantung nama buah). Selain buah diperlukan juga peralatan (fermentor) dan mikroorganisme yaitu khamir, dan nutrisi tanbahan. Pada dasarnya hampir semua buah dapat dibuat wine terutama yang mengandung gula. Bila gula pada buah tadi kurang maka sering ditambahkan gula. Dapat pula dari bahan yang kaya pati misalnya beras ketan, maka pati ada beras ini harus dipecah terlebih dahulu misal menggunakan ragi tape dijadikan tape atau dihidrolisis dengan asam maupun enzim. Contoh produk yang berasal dari beras ketan melalui fermentasi ada adalah brem bali, sedang yang melalui hidrolisis adalah bio-etanol. Buah yang baik untuk digunakan dalam pembuatan wine apabila mengandung asamasam seperti asam tartart, malat dan sitrat. Asam tartart adalah antioksidan dan menghasilkan rasa asam. Asam malat juga dikenal sebagai asam buah terutama pada apel. Asam sitrat adalah pengawet alami dan juga memberi rasa asam. Sebab itu, buah Jeruk menjadi salah satu buah yang dapat dibuat menjadi Wine alami. Buah jeruk merupakan sumber vitamin C yang berguna untuk kesehatan manusia. Kandungan vitamin C sangat beragam antarvarietas, tetapi berkisar antara 27-49 mg/100 g SMA Trinitas X1 Page 11

Penelitian Orange Wine 2010


daging buah. Sari buah jeruk mengandung 40-70 mg vitamin C per 100 ml, tergantung pada jenisnya. Makin tua buah jeruk, biasanya makin berkurang kandungan vitamin C-nya, tetapi semakin manis rasanya. Vitamin C terdapat pada sari buah, daging, dan kulit. Seperempat bagian dari total kandungan vitamin C buah jeruk terdapat di dalam sari buahnya. Betakaroten (provitamin A), yang membentuk vitamin A banyak terdapat di dalam kulit dan sari buah jeruk. Vitamin C berperan dalam proses penyerapan zat besi nonorganik (zat besi dan makanan nonhewani) sehingga dapat mencegah dan membantu penyembuhan anemia (lesu darah). Vitamin C juga memiliki kemampuan sebagai antioksidan, yang dapat membantu mencegah kerusakan sel akibat aktivitas molekul radikal bebas. Secara signifikan, hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa asupan vitamin C yang tinggi dari makanan, termasuk dari jeruk, dapat mencegah kenaikan LDL teroksidasi. Kadar LDL teroksidasi tinggi merupakan faktor utama berkembangnya penyakit jantung. Vitamin C dalam buah-buahan, termasuk jeruk, secara ilmiah telah terbukti mampu melindungi tubuh terhadap serangan kanker. Hasil penelitian epidemiologi menunjukkan bahwa konsumsi buah-buahan (salah satunya jeruk) dan sayuran yang tinggi, memiliki efek perlindungan terhadap kanker yang lebih baik dibandingkan dengan konsumsi vitamin C dalam bentuk tablet atau suplemen lainnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Wine dari Buah Jeruk akan memiliki kandungan nutrisi dan manfaat yang lebih sehat daripada wine biasa.

1.3.2.1 Komposisi Orange Wine


Komposisi gizi jeruk manis per 100 gram adalah: energi 45 kkal; protein 0,9 g; lemak 0,2 g; karbohidrat 11,2 g; fosfor 23 mg; kalsium 33 mg; besi 0,4 mg; vitamin A 190 IU; vitamin B1 0,08 mg, vitamin C 49 mg, serta air 87,2 g Kandungan air buah jeruk tergantung pada lokasi penanamannya, sinar matahari, temperatur, kelembaban, dan lain- lain. Tanaman jeruk yang ditanam di daerah yang cukup air, daging buah dan kulitnya akan lebih banyak mengandung air dan mineral dibandingkan dengan yang ditanam di daerah kering. Karbohidrat dalam jeruk merupakan karbohidrat sederhana, yaitu fruktosa, glukosa, dan sukrosa. Dengan meningkatnya umur buah, kandungan gulanya SMA Trinitas X1 Page 12

Penelitian Orange Wine 2010


bertambah, tetapi kandungan asamnya berkurang. Buah jeruk manis yang langsung terkena sinar matahari akan mengandung gula lebih banyak, demikian juga kandungan vitamin C nya. Karbohidrat kompleksnya berupa polisakarida nonpati (secara umum dikenal sebagai serat pangan) yang baik untuk kesehatan. Serat pangan (dietary fiber) di dalam tubuh akan mengikat zat gizi pada suatu gel matriks, sehingga dapat memperlambat proses pengosongan lambung serta proses pencernaan dan penyerapan. Keadaan itu akan memperpanjang rasa kenyang dan menurunkan laju penyerapan glukosa, sehingga dapat membantu mencegah lonjakan kadar gula darah. Kandungan asam sitrat cukup banyak pada buah yang masih muda, tetapi akan berkurang setelah buah masak. Kandungan asam sitrat jeruk manis valencia yang telah masak akan berkurang sampai dua pertiga bagian. Cairan buah jeruk

manis mengandung asam malat 1,4-1,8 mg per liter.

Derajat kemanisan

SMA Trinitas X1

Page 13

Penelitian Orange Wine 2010

1.4.

Ruang Lingkup Pembahasan dan Batasan


Pada makalah ini, akan dibahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan wine, cara

pembuatannya dan tidak ada pembahasan tentang minuma beralkohol yang memiliki kandunga berbahaya. Hal yang dibahas pada makalah ini hanyalah seputar tentang wine yang kami buat yang memiliki kandungan tidak berbahaya dan berguna bagi kehidupan manusia, baik untuk kalangan atas maupun kalangan yang sederhana.

1.5.

Tujuan Penulisan
Tujuan makalah ini dibuat untuk : Mencari alternatif pembuatan wine yang berasal dari buah lain Mengetahui kandungan yang berada dalam wine yang berasal dari buah lain Mencoba suatu usaha entrepreneur yang baru

1.6.

Manfaat Penulisan
Manfaat makalah ini untuk : Memberitahu kepada masyarakat tentang seluk beluk wine Memberitahu cara pembuatan sederhana wine yang bisa dibuat dari buah lain Menambah wawasan untuk masyarakat Mengendalikan lingkungan

SMA Trinitas X1

Page 14

Penelitian Orange Wine 2010

BAB 2 METODE PENELITIAN


2.1. ALAT DAN BAHAN
Ragi roti (Saccharomyces cerviseae) Buah jeruk limbah Kertas pH Blender Kain penyaring Botol fermentasi lengkap dengan tutup dan pipa U Botol steril dengan tutup Thermometer Panci enamel Pisau Talenan Kapas Corong

2.2. PROSEDUR KERJA


1. Disiapkan buah yang berasal dari limbah.Dibersihkan, dipanaskan dan disterilkan dengan suhu 1000C dalam waktu 15 menit. 2. Ditambahkan air sebanyak 40% dari berat buah, diaduk dengan sebagian air lalu disaring melalui kain penyaring. Ampas dalam kain penyaring diperas, diaduk dengan air yang disisakan tadi dan disaring kembali. 3. Diatur pH dari saringan menjadi 4,5. Bila pH kurang dari 4 ditambahkan NaHCO3 dan bila lebih dari 5 ditambahkan asam sitrat.

SMA Trinitas X1

Page 15

Penelitian Orange Wine 2010 4. Larutan sari buah dipasteurisasikan pada suhu 70 80 C selama 30 menit, lalu didinginkan dan secara aseptik dipindahkan ke dalam botol fermentasi yang bersih. 5. Ditambahkan ragi roti (Saccharomyces cereciseae) sebanyak 1 gram untuk 1 liter sari buah. Botol fermentasi disumbat dengan karet/gabus berpipa U dan ujung pipa dimasukkan ke dalam air. 6. Dibiarkan pada suhu kamar selama 15 hari. Fermentasi berlangsung bila timbul gas CO2 yang terlihat dalam air berupa gelembung udara. Fermentasi akan berlangsung terus sampai gula dalam sari buah habis. 7. Apabila fermentasi telah selesai, larutan sari buah yang telah difermentasi disaring dengan menggunakan corong yang dilapisi kapas bersih. Anggur muda ini disimpan beberapa lama pada suhu rendah untuk mendapatkan rasa dan aroma yang lebih baik. Untuk memperoleh rasa manis dapat ditambahkan gula pasir sebanyak 10% (100 gr per liter) anggur. Sebagai pengawet dapat ditambahkan 300 mg natrium benzoat untuk tiap liter anggur. 8. Anggur disimpan dalam botol steril dan ditutup rapat.

2.3. PENGAMATAN

Hari ke1

Deskripsi
-Mengeluarkan gelembung CO2 dan H2O. -Mulai timbul endapan sari-sari buah jeruk yang terpisah dengan air nya.

Gambar

SMA Trinitas X1

Page 16

Penelitian Orange Wine 2010


2 -Endapan mulai menebal -Mengeluarkan gelembung C02 dan H2O.

-Endapan mulai menebal -Mengeluarkan gelembung C02 dan H2O.

-Endapan mulai menebal -Mengeluarkan gelembung C02 dan H2O.

-Endapan mulai menebal -Mengeluarkan gelembung C02 dan H2O.

SMA Trinitas X1

Page 17

Penelitian Orange Wine 2010


6 -Endapan mulai menebal -Mengeluarkan gelembung C02 dan H2O.

-Endapan mulai menebal -Mengeluarkan gelembung C02 dan H2O.

-Endapan mulai menebal -Mengeluarkan gelembung C02 dan H2O.

-Endapan mulai menebal -Mengeluarkan gelembung C02 dan H2O.

SMA Trinitas X1

Page 18

Penelitian Orange Wine 2010


10 -Endapan mulai menebal -Mengeluarkan gelembung C02 dan H2O.

11

-Endapan mulai menebal -Mengeluarkan gelembung C02 dan H2O.

12

-Endapan mulai menebal -Air jeruk sudah mulai bening -Mengeluarkan gelembung C02 dan H2O.

13

-Endapan mulai menebal -Air jeruk sudah mulai bening -Mengeluarkan gelembung C02 dan H2O.

SMA Trinitas X1

Page 19

Penelitian Orange Wine 2010


14 -Endapan mulai menebal -Air jeruk sudah mulai bening -Mengeluarkan gelembung C02 dan H2O.

15

-Endapan mulai menebal -Air jeruk sudah mulai bening -Mengeluarkan gelembung C02 dan H2O.

2.4. KESIMPULAN
Cara membuat wine dari anggur limbah yaitu :

1. Disiapkan buah yang berasal dari limbah.Dibersihkan, dipanaskan dan disterilkan dengan suhu 1000C dalam waktu 15 menit. 2. Ditambahkan air sebanyak 40% dari berat buah, diaduk dengan sebagian air lalu disaring melalui kain penyaring. Ampas dalam kain penyaring diperas, diaduk dengan air yang disisakan tadi dan disaring kembali. 3. Diatur pH dari saringan menjadi 4,5. Bila pH kurang dari 4 ditambahkan NaHCO3 dan bila lebih dari 5 ditambahkan asam sitrat.

SMA Trinitas X1

Page 20

Penelitian Orange Wine 2010 4. Larutan sari buah dipasteurisasikan pada suhu 70 80 C selama 30 menit, lalu didinginkan dan secara aseptik dipindahkan ke dalam botol fermentasi yang bersih. 5. Ditambahkan ragi roti (Saccharomyces cereciseae) sebanyak 1 gram untuk 1 liter sari buah. Botol fermentasi disumbat dengan karet/gabus berpipa U dan ujung pipa dimasukkan ke dalam air. 6. Dibiarkan pada suhu kamar selama 15 hari. Fermentasi berlangsung bila timbul gas CO2 yang terlihat dalam air berupa gelembung udara. Fermentasi akan berlangsung terus sampai gula dalam sari buah habis. 7. Apabila fermentasi telah selesai, larutan sari buah yang telah difermentasi disaring dengan menggunakan corong yang dilapisi kapas bersih. Anggur muda ini disimpan beberapa lama pada suhu rendah untuk mendapatkan rasa dan aroma yang lebih baik. Untuk memperoleh rasa manis dapat ditambahkan gula pasir sebanyak 10% (100 gr per liter) anggur. Sebagai pengawet dapat ditambahkan 300 mg natrium benzoat untuk tiap liter anggur. 8. Anggur disimpan dalam botol steril dan ditutup rapat.
Setelah fermentasi, jeruk mulai berasa alcohol.

Setelah difermentasi dan kemudian disaring menggunakan kapas

SMA Trinitas X1

Page 21

Penelitian Orange Wine 2010

BAB 3 PENUTUP
Demikian makalah tentang pembuatan wine dari buah jeruk ini kami buat, tentunya masih banyak hal yang kurang baik yang tertulis di sini, karena terbatasnya sumber-sumber yang berkaitan dengan pokok permasalahan. Untuk itu penulis memohon maaf bila ada hal-hal atau tulisan yang kurang baik. Semoga makalah ini berguna bagi masyarakat yang tertarik untuk menggunakan isi dan penelitian ini menjadi sesuatu yang berguna bagi khalayak luas.

SMA Trinitas X1

Page 22

Penelitian Orange Wine 2010

LAMPIRAN

Pensterilan 1

pensterilan 2

Sesudah disterilkan

Setelah difermentasi dan kemudian disaring menggunakan kapas bersih

SMA Trinitas X1

Page 23

Penelitian Orange Wine 2010

SUMBER REFERENSI
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.unctad .org/infocomm/anglais/orange/uses.htm

http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.weheal ny.org/healthinfo/dietaryfiber/fibercontentchart.html

http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://nutrition.abo ut.com/od/fruitsandvegetables/p/oranges.htm

http://www.ikatanapotekerindonesia.net/artikel-a-konten/intermezzo/1396-winedan-buah-anggur.html

http://www.scribd.com/doc/24465023/Makalah-Wine#

http://wapedia.mobi/id/Anggur_%28minuman%29

SMA Trinitas X1

Page 24

Anda mungkin juga menyukai