Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PENDAHULUAN PRAKTIKUM GERONTIK Pengkajian Kekuatan Otot Oleh Amelia Eka Putri, 1006672106

A. Pengkajian Kekuatan Otot Jenis pengkajian kekuatan otot yang sering digunakan adalah Manual Muscle Testing (MMT) yang merupakan salah satu bentuk pemeriksaan kekuatan yang mengukur kemampuan klien menggerakkan tubuhnya selama dites melawan gravitasi, serta melakukan rentang pergerakan sendi yang sesuai untuk melawan tahanan yang diberikan oleh pemeriksa (Klein, 2007). Pengukuran dilakukan menggunakan skala klasik, yaitu rentang nilai 0 - 5. Menurut Hislop & Montgomery (1995), tujuan dari pengkajian kekuatan otot ini adalah untuk mengetahui kemampuan kontraksi otot secara volunteer. Hasil pengkajian kekuatan otot dapat digunakan untuk menentukan intervensi yang akan diberikan, misalnya pemilihan alat bantu ataupun jenis terapi yang sesuai (Priharjo, 2006). B. Indikasi 1. Lansia secara umum 2. Lansia yang mengalami masalah atau gangguan mobilisasi 3. Lansia yang mengalami masalah atau gangguan neurologis C. Kontra Indikasi 1. Fraktur 2. Inflamasi pada otot, tulang, atau sendi 3. Keluhan nyeri D. Alat dan Bahan Pulpen dan kertas pengkajian (untuk mencatat hasil) E. Langkah Perawatan Berikut merupan prosedur manual muscle testing (Hislop & Montgomery, 1995; Priharjo, 2006): 1. 2. 3. Ucapkan salam dan perkenalkan diri. Pastikam nama lansia. Berikan penjelasan tujuan tindakan yang akan dilakukan.

4.

Posisikan lansia pada posisi yang mudah diobservasi dan memungkinkan adanya kontraksi otot. Pastikan lansia merasa nyaman.

5. 6. 7.

Kondisikan agar pakaian lansia tidak mengganggu pergerakan. Berikan penjelasan dan contohkan gerakan yang harus dilakukan oleh lansia. Pandu lansia untuk melakukan gerakan rentang pergerakan sendi dan melawan gravitasi, sambil perawat memberikan tahanan ke arah yang berlawanan.

8.

Minta lansia memberikan perlawanan terhadap tahanan yang diberikan perawat. Instrusksikan agar lansia tidak menahan napas. Otot ekstrimitas atas

Otot bahu

Otot pergelangan tangan

Otot siku

Otot jari-jari tangan

Otot ekstrimitas bawah

Otot pinggul

Otot pergelangan kaki

Otot lutut 9.

Otot jari-jari kaki

Selesaikan terlebih dahulu untuk mengkaji kekuatan otot pada sisi yang sama, kemudian sisi yang berlawanan.

10. Kaji pergerakan yang dilakukan lansia. 11. Catat hasil pengkajian. Kriteria hasil pengkajian menurut Berman dkk (2009) adalah sebagai berikut: Nilai 0 1 2 3 4 Kriteria zero trace poor fair (50%) good (75%) Penjelasan Kontrakasi otot tidak dapat dipalpasi. Tidak ada gerakan sendi, namun kontraksi otot dapat dipalpasi. Luas gerak sendi penuh tanpa melawan gravitasi. Luas gerak sendi penuh dan melawan gravitasi tanpa tahanan. Luas gerak sendi penuh, melawan gravitasi, dan melawan tahanan sedang. 5 normal (100%) Luas gerak sendi penuh, melawan gravitasi, dan melawan tahanan maksimal.

Penulisan nilai hasil pengkajian: tangan kanan (jari)-(pergelangan tangan)-(siku)-(bahu) tangan kiri (bahu)-(siku)-(pergelangan tangan)-(jari)

kaki kanan (jari)-(pergelangan kaki)-(lutut)-(pinggul)

kaki kiri (pinggul)-(lutut)-(pergelangan kaki)-(jari)

Sumber Pustaka: Berman, et.al. (2009). Buku ajar praktik keperawatan klinis Kozier & Erb (ed. ke-5, penerjemah Eny Meiliya, Esty Wahyuningsih, Devi Yulianti). Jakarta: EGC. Hislop, H., & Montgomery, J. (1995). Daniels and Worthingham's muscle testing: Techniques of manual examination (6th ed.). Philadelphia: W.B. Saunders Company. Klein, L.J. (2007). Fundamentals of hand therapy: Clinical reasoning and treatment guidelines for common diagnoses of upper extremity (Cynthia Cooper Ed.). Missouri: Mosby Elsevier. Priharjo, R. (2006). Pengkajian fisik keperawatan. Jakarta: EGC.