Anda di halaman 1dari 7

Negara Agraris kok Impor Beras Oleh : Arie Setiawan Indonesia di kenal sebagai negara agraris karena sebagian

besar penduduknya bekerja sebagai petani. Hal tersebut di dukung dengan kondisi alam Indonesia yang subur dan musim tanam yang memadai. Seperti diketahui, negara kita hanya memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Artinya para petani memiliki waktu ber o ok tanam lebih lama dibandingkan dengan negara!negara yang terletak di daerah dekat sumbu bumi dengan " musim. Berbi ara tentang agraris, mungkin sudah dapat di tebak apa yang semua orang pikirkan. #a, sumber daya alam meliputi pertanian, perkebunan, peternakan, pertambangan, dll. $asalah yang menjadi beban pemerintah sekarang adalah memenuhi jumlah kebutuhan domestik akan berbagai sumber daya alam tersebut. %ontoh nyata adalah beras. Sampai sekarang kita belum mampu mengulang kesuksesan swasembada beras seperti &aman Soeharto. Alternati' instan pemerintah untuk mengatasi kekurangan adangan beras tersebut dengan melakukan impor dari negara!negara tetangga. $enurut B(S )Badan (usat Statistik* pada tahun ini Indonesia telah mengimpor beras dari Negara +ietnam, ,hailand, (akistan, India dan $yanmar. Apabila kita telusuri lebih dalam, ternyata Indonesia mempunyai luas - kali lebih besar dari pada +ietnam. / kali dengan ,hailand. 0 kali dengan (akistan dan 0 kali dengan $yanmar. Sementara India merupakan satu!satunya negara pengekspor yang terlihat layak untuk menjadi pengekspor beras dengan luas wilayah 0 kali lebih besar dari pada Indonesia. (ertanyaan yang mun ul adalah bagaimana bisa negara!negara dengan luas wilayah beberapa kali lebih ke il dari Indonesia sanggup memenuhi kebutuhan penduduknya sendiri bahkan surplus untuk di ekspor1 $engapa kita masih kalah produkti' pada sektor pertanian khususnya beras dibandingkan negara +ietnam, ,hailand, (akistan, India dan $yanmar1 Apa yang perlu &amrud khatulistiwa ini perbaiki1. 2ntuk menjawab pertanyaan pertama sebagai bahan perbandingan, saya terlebih dulu akan menjelaskan kondisi pertanian di beberapa negara langganan impor Indonesia, yaitu Negara +ietnam, ,hailand dan (akistan. +ietnam yang sekarang ini

memegang gelar pengekspor beras terbesar di dunia ternyata belajar dari negara kita saat masa kekuasaan orde baru. +ietnam mendapatkan rumus pertanian (residen Soeharto, yaitu program intensi'ikasi, ekstensi'ikasi dan de3ersi'ikasi pertanian. ,etapi dari ketiga program tersebut, +ietnam menitikberatkan pada usaha untuk terus men etak sawah baru dinegaranya. Ironis memang negara kita sebagai guru ternyata terlampau jauh dengan muridnya sendiri, +ietnam. Selanjutnya saya akan menjelaskan kondisi Negara ,hailand. ,hailand yang hanya sebesar (ulau Sumatera memiliki rahasia!rahasia khusus di sektor pertanian. 4ahasia yang menarik perhatian saya adalah ter apainya kesejahteraan petani dan sistem ber o ok tanam di lahan yang luas tanpa pematang sempit dan terasering seperti di Indonesia. 5ogis memang kesejahteraan para petani di sana ter apai karena harga jual di pasar lokal dapat memberikan petani hidup ukup layak serta dapat membeli barang! barang input seperti pupuk, bibit unggul, dsb. 5ahan tanpa pematang sempit dan terasering di klaim meningkatkan e'isiensi pertanian yang memungkinkan traktor pengolah tanah, mesin penyemai bibit, mesin penebar pupuk dan mesin pemetik hasil tanamam, dapat bekerja se ara optimal. (enjelasan terakhir adalah Negara (akistan. (akistan merupakan produsen beras terbesar ke empat setelah India, +ietnam dan ,hailand. (akistan bertanggung jawab atas 6-7 total ekspor beras dunia. Strategi yang dijalankan adalah perkembangan in'rastruktur di daerah pedesaan, khususnya di daerah (unjab sebagai pusat kegiatan agrikultur terbesar di (akistan. 8itambah 'akta bahwa 9-7 total penduduk (akistan hidup di daerah pedesaan untuk melakukan kegiatan pertanian. $asalah beras di Indonesia sebenarnya bukan sebuah temuan baru yang menjadi trending topic di media tele3isi nasional. :sensi kebutuhan dari bertani sebenarnya adalah lahan, benih, dan pupuk. 8ari esensi tersebut mun ul beberapa akar pengikat yang sangat panjang dan menjalar ke semua sudut kepentingan. 5ahan &amrud di Indonesia sungguh luar biasa subur dan luas, tapi kenapa kita tidak bisa mengulang masa lalu gemilang swasembada beras atau pada tingkat yang lebih tinggi menjadi pengekspor beras terbesar di dunia1 ;elas terdapat kesalahan generasi penerus yang

membohongi public sebagai pembawa perubahan bangsa menuju bangsa yang lebih baik. 5ahan yang subur malah dialih'ungsikan untuk perumahan bersubsidi berkedok menyejahterakan rakyat, walaupun sejatinya masih banyak rakyat dengan tempat tinggal tidak layak. <elaparan juga masih melanda seantero negeri. Negara ini di paksa untuk menjadi korban keserakahan para pemangku amanah sedangkan jati diri bumi pertiwi sendiri seolah!olah di kubur. Akhir!akhir ini saya merasa sakit hati setiap mendengar atau memba a berita impor beras dari beberapa negara tetangga. Sakit hati ini mewakili tangisan &amrud khatulistiwa karena ditopengi oleh penyelenggara negara yang mempermalukan negaranya sendiri. (emerintah seharusnya se ara serius memperhatikan masalah lahan pertanian dengan membuat undang!undang yang bertujuan melakukan ekspansi sekaligus melindungi luas lahan pertanian tiap daerah. 2ndang!undang tersebut harus men antumkan jumlah luas lahan menuju swasembada beras. Artinya, pemerintah melakukan perhitungan berapa luas lahan pertanian yang dibutuhkan untuk men apai swasembada beras untuk jangka waktu beberapa tahun ke depan. <arena sekarang kita kekurangan lahan, maka hal pertama yang harus dilakukan pemerintah dengan keluarnya undang!undang tersebut adalah memperluas lahan pertanian dan memastikan bahwa lahan pertanian yang ada saat ini tidak berkurang. (erluasan lahan pertanian bisa dengan ara meman'aatkan lahan hutan yang tidak digunakan di beberapa pulau luar ;awa walaupun mungkin komoditi lain seperti kepala sawit dan kayu jati lebih menguntungkan. Opsi lain untuk melakukan ekspansi lahan adalah dengan mem'ungsikan lahan tidak terpakai milik masyarakat yang dapat ditanami padi. 2ndang!undang tersebut haruslah bersi'at tegas dengan an aman pidana dan perdata serta menyerahkan otoritas lahan kepada masyarakat. Sehingga pemerintah dalam hal ini hanya bertindak sebagai pelindung lahan. Sebab lain lagi!lagi penyelenggara negara menjadi bintangnya. 2nsur <<N )<orupsi, <olusi dan Nepotisme* men uat ke permukaan ketika kebijakan impor beras mun ul. $asih teringat mundurnya Sta' <husus (residen Bidang (angan pada $ei kemarin penuh dengan aroma u i tangan. Sebenarnya bukti dari sejumlah saksi sudah dapat menggiring aktor dan aktris kasus tersebut menuju bui, tapi entah kenapa hukum

negara ini menjadi tumpul ketika berurusan dengan orang istana. Bangsa ini memang dari dulu dan dari pemun ak tahta pemerintahan mengajarkan korupsi kepada generasi selanjutnya. Saya tidak perlu menjelaskan se ara detail tentang pelaku dan 'akta sejarah sebenarnya karena saya yakin semua orang sudah ha'al betul tentang hal!hal tersebut. Sebenarnya keberadaan <(< sudah sangat membantu memenjarakan para pejabat serakah. ,etapi pemerintah perlu melakukan e3aluasi se ara periodik terhadap para pejabat tingkat pusat maupun daerah terkait pengambilan kebijakan soal pangan nasional. Analisis se ara mendalam harus dilakukan pada setiap kebijakan penting kendati terlihat rasional. Apabila ada indikasi suap segera lakukan pemeriksaan lanjutan dengan mendelegasikan <(<. Saya yakin dengan mengadakan e3aluasi se ara periodik akan membuat para koruptor ber'ikir dua kali untuk melakukan mark up anggaran atau bentuk ke urangan lain pada program pangan nasional. $inimnya kepedulian masyarakat tentang pentingnya pertanian Indonesia semakin memperparah keadaan. 8ewasa ini masyarakat lebih memilih menjual sawahnya kepada pengembang perumahan ketimbang menggarap lahan sawahnya. <epedulian di sini bukan hanya tentang ketersediaan lahan dan pelaku pertanian, tetapi juga menyangkut tentang ino3asi!ino3asi di bidang ilmu pertanian. ,entu kita tidak bisa mengkambinghitamkan masyarakat se ara mutlak, karena hukum sebab!akibat memaksa mereka bertindak demikian. Alasannya adalah tidak ada kesejahteraan yang ukup bagi para petani karena harga dasar gabah selama ini relati' rendah. =alaupun pemerintah beralibi melakukan impor beras untuk pengamanan stok beras nasional dan menstabilkan harga beras dipasaran, tetapi di sisi lain akan memojokkan petani di wilayah surplus. (asalnya impor beras menyebabkan harga dasar gabah tetap rendah. Hal ini membuat banyak petani memaksa gantung angkul dan men ari pekerjaan lain. (ara petani yang bertahan juga dihadapkan pada sulitnya mendapatkan pupuk maupun obat pemberantas hama. Hal yang mengiris dada saya adalah pekerjaan petani di pandang sebelah mata. 8i masyarakat kita akan menemukan teori bahwa pegawai khususnya (NS adalah pekerjaan mentereng, gagah, dsb. 8oktrin sema am ini membuat mental para sarjana pertanian menjadi down dan berakibat pada pekerjaan yang mereka geluti di luar bidang keahlian mereka sebenarnya, seperti bekerja di bank atau kantor pemerintahan. Akibat tersebut juga berimbas pada stagnannya teknologi pangan karena
4

minimnya pelaku i3itas akademika yang serius terjun di bidang pertanian. (emerintah harus segera melakukan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat petani tentang pentingnya pertanian bagi stabilitas pangan nasional. 5angkah lain yang juga harus dilakukan pemerintah adalah memberikan kesejahteraan kepada petani berupa kemudahan mendapatkan input pertanian dan menaikkan harga dasar gabah agar petani dapat hidup layak. 8engan adanya tindakan!tindakan tersebut maka petani akan merasa dihargai dan merasa bersemangat dalam melakukan kegiatan ber o ok tanam. 8ampak yang bisa di lihat dengan jelas adalah akan banyak para sarjana pertanian yang tidak merasa malu terjun langsung ber o ok tanam. 8engan banyaknya para teknologi pertanian Indonesia. Akhirnya, jika boleh saya menggambarkan sebagai pentas teater, memang pemerintah merupakan sutradara dalam pentas teater berjudul Negara Indonesia inilah yang harus banyak melakukan perbaikan. Baik buruknya sebuah negara didasarkan oleh kepada siapa kekuasaan negara tersebut diberikan. (ekerjaan rumah pemerintah dari semua penjelasan saya di atas adalah sediakan lahan, sejahterakan petani, serta bersihkan korupsi dari birokrasi pemerintahan yang berkaitan dengan pertanian. ;ika lahan sudah tersedia, petani diberikan kesejahteraan pantas atas jasanya menyambung hidup hajat orang banyak serta tidak ada ma'ia pangan yang ber okol di atas angin layaknya hama padi, saya sangat yakin beras kita akan melimpah. ;angankan untuk swasembada beras nasional, untuk merebut posisi +ietnam menjadi raksasa beras dunia pun kita sangat berani. Swasembada dan menjadi pengekspor beras terbesar dunia sebenarnya adalah hal yang logis untuk negara subur dan luas ini. Bahkan negara tetangga yang potensi sumber daya alamnya jauh di bawah negara kita bisa menjadi pengekspor beras terbesar di dunia. Intinya pemerintah kini hanya perlu konsisten dalam membenahi dan menyiapkan segala sesuatunya untuk bisa mewujudkan hal yang seharusnya memang kita miliki. i3itas akademika tersebut diharapkan lahir ino3asi!ino3asi baru untuk mengembangkan

Lembar Pernyataan ORISINILITAS KARYA ;udul Naskah :sai Nama Penulis ,empat > ,anggal 5ahir (ekerjaan 8omisili Alamat :mail ,eleponAponsel : Negara Agraris kok Impor Beras : Arie Setiawan : <aranganyar, ?/ September 6@@/ : $ahasiswa : (erum <orpri 4, ?6A 60, <el. (opongan, <e . <aranganyar, <ab. <aranganyar. -BB6: setiaarie60Cgmail. om : ?D-9"/?D-"66

8engan ini saya menyatakan bahwa tulisanAnaskah yang saya ikutkan adalah benar!benar hasil karya saya sendiri dan belum pernah diikutkan dalam segala bentuk perlombaan serta belum pernah di muat dimanapun. Apabila di kemudian hari terjadi tulisanAnaskah saya tidak sesuai dengan pernyataan tersebut di atas, maka serta merta tulisanAnaskah saya di anggap gugur. (ernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

BIODATA ;udul Naskah :sai Nama Penulis ,empat > ,anggal 5ahir Nama (erguruan ,inggi 8omisili Alamat :mail ,eleponA(onsel : Negara Agraris kok Impor Beras : Arie Setiawan : <aranganyar, ?/ September 6@@/ : 2ni3ersitas Sebelas $aret : (erum <orpri 4, ?6A 60, <el. (opongan, <e . <aranganyar, <ab. <aranganyar. -BB6: setiaarie60Cgmail. om : ?D-9"/?D-"66

Nama Eakultas dan ;urusan : Eakultas :konomi dan Bisnis ;urusan 8/ Akuntansi

Anda mungkin juga menyukai