Anda di halaman 1dari 3

BE-3202 PERANCANGAN BIOREAKTOR Nama : Widya Pratiwi NIM : 11211032 / Reakayasa Hayati Topik : Penggunaan bioreaktor pada plant

cell Stirred Tank Bioreactor pada Tumbuhan Azadirachta indica

11 Februari 2014

Bioreaktor merupakan suatu sistem dimana menghasilkan konversi dari agen biologis, termasuk enzim, mikroorganisme, sel hewan dan sel tumbuhan. Model reaktor kimia juga dapat digunakan untuk reaksi biologis termasuk pada berbagai kultur sel tumbuhan yang diklasifikasikan berdasarkan jenis agitasi/pengadukannya. Seperti pada stirred-tank reactors yang dapat meminimalisasi shear forces; plug-flow reactors; ebullized-bed ( misalnya bubbling dan boiling) reactors; dan fluidizedbed reactors. [1]. Bioreaktor diketahui dapat menaikan produksi metabolit sekunder pada tumbuhan, mengkontrol tumbuhan , scale up dan sebagainya. Desain bioreaktor didasari dengan pengoptimalan lingkungan yang efektif pada pertumbuhan sel dan hasil metabolit. Penggunaan bioreaktor pada sel tumbuhan sudah banyak diteliti dan di modelkan oleh scientist dan engineer. Salah satu contohnya adalah pada tumbuhan Azadirachta indica. Azadirachta indica diketahui menghasilkan senyawa azadirachtin terutama pada rambut akarnya, yang berfungsi sebagai bio-pestisida [2]. Tahapan kultivasi sel tumbuhan pada Azadirachta indica dalam bioreaktor terbagi atas 2 tahap yaitu tahap experiment (penelitian) dan perancangan operasi model bioreaktor yang tepat. Dalam tahap eksperimen, sel A. Indica dikultur dalam suspensi dengan medium yang berisi nutrisi tertentu. Selanjutnya dilakukan batch cultivation pada sel dalam stirred tank bioreactor. Bioreaktor melakukan pengadukan pada laju tertentu (dalam hal ini 125 rpm), temperatur serta pH tertentu. Sampel kemudian di panen setiap 2 hari dan dianalisis berat sel kering, kandungan azadirachtin, glukosa sisa, konsenterasi nitrat dan phospat untuk melihat dan menentukan laju pertumbuhan dan kinetika pada produksi dalam bioreaktor. Pada tahap simulator model operasi, perlu dipilih parameter tertentu dalam dijalankannya simulasi dengan kondisi awal untuk simulasi model saat time t=0. Setelah memasukkan parameter, simulasi dapat dijalankan dengan menghasilkan grafik dan tabel untuk Product (P), Substrat (S), biomass (X) vs waktu. Hasilnya dapat diplotkan dalam grafik yang menjelaskan profil kinetik dari berbagai kondisi.

Didapatkanlah persamaan model :

Sedangkan bioreaktor yang dipakai pada A. Indica adalah seperti pada gambar berikut, stirred tank bioreactor

Dalam jurnal lain [3], ternyata reaktor yang dapat digunakan pada rambut akar A. Indica dibagi menjadi dua tipe yang keduanya memiliki fungsi sendiri yaitu liquid phase sperti pada stirred tank reactor diatas, bubble column reactor, nutrient spray bioreactor, yang digunakan ketika menginginkan keterbatasan pada mass transfer; dan gas-phase reactor, dimana gas-phase dapat mengurangi kekurangan oksigen pada akar dan menyediakan shear stress yang rendah pada lingkungan.

Bubble column reactor

Nutrient spray bioreactor setup

Dari penjelasan di atas, sudah terlihat bahwa bioreactor memang sudah diterapkan dalam memproduksi senyawa pada plant cell. Hasil produksi bioactive pada kultur rambut akar misalnya, dipengaruhi oleh sistem bioreaktor yang tepat dengan berbagai kondisi parameter tertentu baik physical maupun chemical.

Daftar Pustaka, [1] Williams, John. 2002. Keys to Bioreactor Selection. South Bend: Environtmental & Production Solution. Halaman 34-41. [2] Srivastava, Smita dan A.K. Srivastava. 2012. Azadirachtin Production by Hairy Root Cultivation of Azadirachta indica in a Modified Stirred Tank Reactor.New Dehli: Springer-Verlag [3] Srivastava, Smita dan A.K. Srivastava. 2012. In Vitro Azadirachtin Production by Hairy Root Cultivation of Azadirachta indica in Nutrient Mist Bioreactor.Appl Biochem Biotechnol SpringerVerlag 166. Halaman 365-378. [4] Celiktas, Ozlem Yesil dkk. 2010. Large Scale Cultivation of Plant Cell and Tissue Culture in Bioreactors. Departement of Bioengineering, Faculty of Engineering Ege University. Halaman 1-54. [5] http://iitd.vlab.co.in diakses tanggal 10 Februari 2014 pukul 20.12 WIB.