Anda di halaman 1dari 40

PSORIASIS VULGARIS

IDENTITAS
Nama : Tn. Y Usia : 52th Gender : Laki-laki Pekerjaan : Buruh Lepas Status marital : menikah Alamat : Katamso

ANAMNESIS
Keluhan Utama Bercak kemerahan bersisik tebal dengan rasa gatal di kedua tungkai

ANAMNESIS KHUSUS
Sejak 8 bulan SMRS pasien merasakan bercak kemerahan yang gatal. Keluhan tersebut diawali dengan bercak berukuran sekitar 1 cm yang timbul di tungkai bawah. Karena keluhannya pasien menggaruk bercak hingga berdarah dan setelah digaruk bercak semakin banyak.

Sejak 5 bulan yang lalu bercak kemerahan meluas hingga lutut, perut bawah, punggung dan tungkai atas. Bercak tungkai bawah mengalami penebalan sehingga tampak kulit yang bersisik.

Sejak 8 bulan SMRS pasien mengeluhkan stress karena kondisi ekonomi. Riwayat trauma fisik ataupun kontak dengan bahan kimia kuat disangkal. Riwayat demam, sakit gigi dan batuk pilek disangkal pasien. Bercak tersebut diobati oleh pasien menggunakan salep putih yang dibeli di apotik karena tidak mempunyai uang untuk ke dokter. Setelah diobati keluhan semakin memburuk sehingga pasien datang ke dokter.

Bercak kemerahan bersisik tersebut pernah muncul 3 tahun yang lalu, dan menghilang setelah berobat ke dokter spesialis kulit dan kelamin. Riwayat keluhan serupa di keluarga tidak diketahui pasien. Bercak merah bersisik yang menyebar ke seluruh tubuh disangkal pasien. Bengkak dan merah pada persendian jari-jari dirasakan pasien pada kedua kaki.

PEMERIKSAAN FISIK

Status generalis : Compos mentis, sakit ringan Kepala : - Rambut : distribusi normal dan tidak rapuh - Kulit kepala : t.a.k - Wajah : tampak simetris konjungtiva (-) anemis sclera (-) ikterik - Lidah : geographic tongue (-) Leher : tidak ada pembesaran KGB Thoraks : dalam batas normal

: lihat status dermatologikus - Hepar & Lien : tidak teraba Ekstremitas : lihat status dermatologikus - Kuku : yellowish macule (-) pitting nail (-) Onichodistrofi (-) Onicholisis (-)

Abdomen - Inspeksi

STATUS DERMATOLOGIKUS
Distribusi : Regional, Bilateral Ad Regio : Punggung tangan dan sendi jari, siku, perut bagian bawah, punggung, tungkai bawah anterior yang menjalar dari punggung kaki hingga lutut. Karakteristik lesi : Multipel, konfluens, beberapa diskret, irreguler, plakat, batas tegas, menimbul dari permukaan kulit dan kering Efloresensi : Plak eritema, squama psoriaformis,

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Auspitzs sign Kobner fenomenon

DIAGNOSIS BANDING
1. Psoriasis Vulgaris 2. Dermatitis seboroik 3. Dermatitis numularis 4. Tinea Corporis

DIAGNOSA KERJA

Psoriasis Vulgaris

USULAN PEMERIKSAAN
Pemeriksaan darah rutin dan asam urat Pemeriksaan mikroskop pada kerokan kulit dengan menggunakan KOH

PENATALAKSANAAN

Umum Menjelaskan kepada pasien bahwa penyakitnya bersifat kronis dan residif Menghindari faktor pencetus penyakit seperti stres Menyarankan agar pasien tidak menggaruk lesi kulitnya Menjelaskan cara pemakaian obat

Khusus Topikal

: Asam salisilat 3% + tar (LCD 3%) Krim betametason dipropionat

0.05% Sistemik : Metotreksat 3 x 2.5 mg dengan interval 12 jam dalam seminggu dengan dosis total 7.5 mg

PROGNOSIS
- Quo ad vitam : ad bonam - Quo ad fungsionam : dubia ad bonam - Quo ad sanationam : dubia ad bonam

PSORIASIS VULGARIS

PSORIASIS VULGARIS

Psoriasis ialah penyakit kulit yang kronik dan berulang dengan gambaran klinis yang bervariasi. Penyakit kulit kronik, ditandai dengan adanya plak eritematosa, dengan skuama berlapis diatasnya disertai dengan adanya fenomena tetesan lilin, tanda Auspitz dan fenomena Koebner. Epidemiologi : lebih sering pada usia antara 15-30 tahun. Dan puncak kedua ada usia 50 tahun

ETIOPATOGENESIS
1. Genetik Faktor keturunan poligenik yang predisposisi terhadap perkembangan psoriasis. 35% menunjukkan riwayat keluarga, 65% pada kembar monozigot. Mempunyai hubungan erat dengan HLA Cw6, B13 dan B17. 2. Kinetik dan metabolisme epidermis Kadar proliferasi epitel meningkat lebih dari 20 kali lipat pada psoriasis. Waktu pergantian epitel berkurang dari 28 hari menjadi 4 hari. Metabolit asam arakidonat pada epidermis berubah.

Faktor presipitasi : Genetik Trauma Infeksi virus maupun bakteri Faktor endokrin Iklim Stres emosional Alkohol maupun obat-obatan.

PATOGENESIS

Gambar 1. Pembentukan lesi psoriatic.

Jaringan kulit pada pasien psoriasis : - kapiler darah : slight dilated and curvature - peningkatan PMN dan sel Mast

KLASIFIKASI

Psoriasis ringan

: PASI < 8, luas lesi < 5% dari permukaan kulit.

Psoriasis sedang : PASI 8-12, luas lesi 520%.

Psoriasis berat >20%.

: PASI >12, luas lesi

Distribusi dan Predileksi


Guttata

Akut : Menyebar di seluruh tubuh, generalisasi, terutama badan. Kronik Stabil : siku, lutut, regio sakral gluteal, kulit kepala, telapak tangan dan kaki. Pola :Bilateral, biasanya simetris (daerah predileksi)

PREDILECTION SITES OF PSORIASIS.

MANIFESTASI KLINIS
ANAMNESIS Gatal dengan adanya bercak kemerahan disertai sisik pada telapak tangan, kaki, daerah lipatan serta persendian. Pada psoriasis pustulosa atau eritroderma terdapat gejala panas badan, dan menggigil. Pada psoriasis gutata dapat didahului oleh infeksi streptokokus pada saluran nafas atas.

PEMERIKSAAN FISIK

Lesi makula eritem atau plak eritem berbatas tegas dengan skuama tebal berwarna putih keperakan. Predileksi : siku, lutut, kulit kepala berambut, dan lumbosakral. Fenomena Koebner (+) , Tanda Auspitz (+), Fenomena tetesan lilin (+) Pemeriksaan kuku : pitting nail, splinter hemorrhages, oil spots, diskolorasi berwarna kekuningan, onikolisis, subungual hyperkeratosis, onikodistrofi.

DIAGNOSIS BANDING Dermatitis seboroik : skuama berminyak dan kekuningan Dermatitis numularis Tinea korporis Pitiriasis rosea PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratorium : penurunan serum albumin Pemeriksaan faktor rheumatoid

PENATALAKSANAAN PSORIASIS
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Cara Pengobatan 1. Umur: Anak, remaja, dewasa muda, usia pertengahan, >60 tahun 2. Jenis psoriasis: guttata, plak, palmar dan palmopustular, generalized pustular psoriasis, erythrodermic psoriasis 3. Lokasi dan perluasan lesi 4. Pengobatan sebelumnya 5. Penyakit lain yang berhubungan

PENGOBATAN
UMUM Menerangkan kepada pasien mengenai penyakitnya. Mengedukasi pasien tentang pencegahan terhadap faktor pencetus . Memberitahukan agar lesi tidak digaruk karena dapat semakin menyebar. Menerangkan cara pengobatan. Memberitahukan bahwa jika terjadi komplikasi berupa adanya nyeri sendi, bengkak, dan memerah, segera datang ke dokter.

KHUSUS TOPIKAL Kortikosteroid topikal Asam salisilat 3-5% dapat dikombinasikan dengan tar (LCD 3-5%) Vitamin D3 dan analognya (kalsitriol, kalsipotriol, takalsitol) Tazaroten. Antharalin SISTEMIK Metotreksat. Siklosporin. Retinoid (asitretin, isotretinoin) FOTOTERAPI : PUVA dan narrow band UVB

KOMPLIKASI Psoriasis pustulosa Artritis psoriatika Eritroderma psoriatika PROGNOSIS Quo ad vitam : ad bonam Quo ad functionam : ad bonam Quo ad sanationam : ad malam

PEMBAHASAN

Mengapa pada kasus ini pasien didiagnosis psoriasis vulgaris ? Apakah faktor resiko yang menyebabkan rekurensi psoriasis pada kasus ini ? Mengapa pasien diberikan pengobatan tersebut ?

MENGAPA PASIEN DIDIAGNOSIS PSORIASIS VULGARIS ?

Anamnesis : Terdapat keluhan bercah merah bersisik tebal yang dirasakan gatal di daerah predileksi Koebner phenomenon

Pemeriksaan fisik : Terdapat plak eritema dengan skuama tebal berwarna putih-perak yang menimbul dari permukaan kulit dan kering Autzpits sign +

APAKAH FAKTOR RESIKO YANG MENYEBABKAN REKURENSI PSORIASIS PADA KASUS INI ?

Anamnesis : pada saat terjadi rekurensi, pasien mengakui sedang mengalami kondisi stress akibat masalah ekonomi

MENGAPA PASIEN DIBERIKAN PENGOBATAN TERSEBUT?

Asam salisilat 3% digunakan sebagai keratolitik yang bersifat mengurangi proliferasi epitel dan menormalisasi keratinisasi yang terganggu selain itu ia juga meningkatkan absorbsi zat aktif LCD 3% memberikan efek anti pruritus, anti radang, antiakantosis keratoplastik. Cara penggunaan tidak boleh dioleskan ke seluruh tubuh karena memberikan efek toksis terhadap ginjal

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai