Anda di halaman 1dari 4

Integrasi Numerik untuk Persamaan Newton

Metode Beda Hingga


Sumber : http://www.physics.udel.edu/~bnikolic/teaching/phys660/numerical_ode/ode.html Diterjemahkan secara bebas oleh Rahman (ammanguncen@yahoo.com) Tulisan ini merupakan rangkuman dari beberapa metode yang umum digunakan untuk penyelesaian dari persamaan Newton untuk gerak benda yang dipengaruhi oleh gaya yang kontinu. Keberagaman algoritma yang sering digunakan memberikan informasi bahwa tidak ada algoritma yang menjadikan patokan untuk digunakan dalam menyelesaikan persamaan gerak Newton. Untuk penyederhanaan penulisan maka digunakan kasus pada gerak satu dimensi. Langkah awal dalam menggunakan beberapa variasi skema numerik adalah diawali dari metode Euler untuk menuliskan persamaan Newton untuk gerak benda dalam bentuk pasangan persamaan diferensial orde satu, yaitu

( ) dan

( )

(1)

( ( ) ( ) ). Misalkan dimana ( ) adalah interval waktu antara langkah waktu suksesif dan , , dan adalah nilai percepatan , kecepatan , dan posisi partikel pada ( ). Tujuan dari Metode Beda Hingga adalah saat , contohnya menghitung nilai dan pada saat . Pemilihan haruslah tepat sehingga mendapatkan hasil yang stabil. Jika sistem yang dikaji merupakan sistem yang konservatif, yang dipilih haruslah bernilai kecil sehingga energi totalnya bernilai kekal. Algoritma Integrasi dapat dipahami oleh ekspansi dari ( ) dalam deret Taylor, yaitu ( ) ( ) ( ) dan (2) (3)

Metode Euler
Dasar dari algoritma Euler berdasarkan pada deret Taylor dari persamaan (2) dan (3), yaitu (4) (5) Algoritma Euler sangat terbatas pemakiannya dan seringkali memberikan hasil yang tidak stabil.

Metode Euler-Cromer
Modifikasi sederhana dari persamaan (4) dan (5) yang memberikan hasil yang stabil pada permasalahan gerak harmonis diberikan oleh algoritma Euler-Cromer yang bentuknya (6) (7) Modifikasi ini dituliskan pada tulisan berjudul Stable solutions using the Euler Approximation, American Journal of Physics, 49, 455 (1981). Algoritma ini merupakan modifikasi sederhana dari kekekalan energi untuk masalah gerak harmonis (tidak seperti metode Euler yang memperlihatkan adanya kenaikan energi pada sistem osilasi).

Metoda Titik Tengah dan Setengah Langkah (Midpoint and Half-Step Methods)
Kemungkinan banyak cara untuk mengembangkan metode Euler yang menggunakan kecepatan rata-rata antara kedudukan baru dari partikel. Hubungan metode titik tengah dapat ditulis ( ) (8) Jika dilakukan subsitusi persamaan (8) untuk pada persamaan (8) didapatkan ( ) (9) sehingga, metode titik tengah memberikan keakurasikan berderajat dua untuk posisi benda dan memberikan keakuratan berderajat satu untuk kecepatan. Sesungguhnya pendekatan titik tengah memberikan hasil yang eksak untuk sistem dengan percepatan konstan. Metode yang diguanakan untuk derajat tinggi biasanya adalah metode setengah langkah (halfstep methods). Pada metode ini kecepatan rata-rata selama interval waktu diberikan untuk kecepatan yang berada ditengah-tengah interval. Metode ini dapat dituliskan (10) (11) Catatan bahwa metode setengah langkah bukan metode yang berjalan sendiri, contohnya persamaan 10 tidak dapat menghitung . Masalah ini dapat diatasi dengan mengadopsi algoritma Euler yaitu (12) Metode ini merupakan metode yang stabil sehingga seringkali digunakan pada berbagai buku teks.

Metode Euler-Richardson
Telah dibahas bahwa tidak terdapat penyelesaian numerik yang unik, dan terdapat banyak algoritma yang dapat digunakan untuk persamaan diferensial yang sama dalam batasan . Algoritma Euler-Richardson merupakan gabungan metode yang menggunakan kecepatan ratarata dan metode Euler sederhana. Algoritma ini berguna untuk gaya yang bergantung kecepatan, tetapi berguna juga untuk algoritma sederhan untuk gaya yang tidak bergantung kecepatan. Algoritma ini mengandung metode Euler untuk menentukan posisi antara dan kecepatan . Lalu dihitung gaya ( ) dan percepatan pada saat pada . Posisi baru dan kecepatan ditentukan menggunakan dan . Ringkasan dari algoritma Euler-Richardson adalah sebagai berikut
( )

(13) (14) (15)

(16)

sehingga kecepatan dan posisi partikel diberikan dalam bentuk (17) (18)

Verlet Method
Salah satu algoritma yang umum digunakan untuk algoritma derajat tinggi dibuat oleh Verlet [L. Verlet pada Computer experiments on classical fluids. I. Thermodynamical properties of Lennard-Jones molecules, Physical Review 159, 98 (1967), pada tulisan ini dibahas mengenai metode dan aplikasinya untuk simulasi dinamika molekular]. Ekspansi Taylor untuk dan dalam bentuk yang umum, yaitu ( )

(19) (20) (21) (22) (23)

( ) kemudian persamaan (1) dan (2) dijumlahkan sehingga didapatkan ( ) atau ( ) Pengurangan dengan , menghasilkan

Persamaan (23) dikenal dengan nama bentuk asli Verlet (orginal Verlet) Eror atau galat dari Algoritma Verlet untuk posisi diberikan pada orde ke-tiga dan untuk kecepatan pada orde ke-dua. Dalam literatur analisis numerik, metode Verlet dikenal sebagai metode beda pusat eksplisit. Versi yang sama secara matematis terhadap bentuk asli metode Verlet diberikan oleh ( ) ( ) persamaan (25) dikenal dengan nama kecepatan Verlet (velocity Verlet).

(24) (25)

Persamaan (23) dan (24) dapat diturunkan dari persamaan (21) dan (22) dengan cara persamaan ( ), kemudian subsitusikan bentuk (22) ditulis dalam bentuk ke persamaan (21) dan didapatkan bentuk untuk seperti persamaan (23), kemudian digunakan persamaan (25) untuk bentuk dalam bentuk dan dengan menggunakan persamaan (23) didapatkan hasil ini disubsitusikan untuk bentuk pada persamaan (26) didapatkan Akhirnya, gunakan persamaan (23) untuk mengeliminiasi sehingga didapatkan hasil seperti persamaan (24). ( (26) ) . Jika (27) dari persamaan (26)

Algoritma lain yang berguna yang diturunkan dari bentuk asli algoritma Verlet adalah yang dibuat oleh Beeman dan Schofield, yang dikenal dengan nama algoritma Beeman yang bentuknya ( ( )( ) ) (28) (29)