Anda di halaman 1dari 70

PEMERINTAH KOTASURABAYA UNIT LAYANAN PENGADAAN (PROCUREMENT UNIT)

DOKUMEN PENGADAAN

PAKET PEKERJAAN : Pengecatan Marka Jalan dengan Thermoplastik tebal 2 mm (II)

Metode Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi Tahun Anggaran 2014

DAFTAR ISI DAFTAR ISI BAB I UMUM BAB II INSTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG BAB III DATA LELANG (DL) BAB IV DATA KUALIFIKASI (DK) BAB V BENTUK DOKUMEN PENAWARAN BAB VI TATA CARA EVALUASI KUALIFIKASI BAB VII SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK (SSUK) BAB VIII SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK) BAB IX SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR 1 2 3 20 23 26 30 32 51 53

BAB I UMUM A. Dokumen Pengadaan ini disusun berdasarkan Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang terakhir diubah dengan Peraturan Presiden No. 70 Tahun 2012 beserta petunjuk teknisnya serta ketentuan teknis operasional pengadaan barang/jasa secara elektronik. B. Dalam dokumen ini dipergunakan pengertian, istilah dan singkatan sebagai berikut : - Barang : Setiap benda baik berwujud maupun tidak berwujud, bergerak maupun tidak bergerak, yang dapat diperdagangkan, dipakai, dipergunakan atau dimanfaatkan oleh Pengguna Barang; - HPS : Harga Perkiraan Sendiri; - HEA : Harga Evaluasi Akhir; : Kerja sama usaha antar penyedia yang masing-masing pihak - Kemitraan / mempunyai hak, kewajiban dan tanggung jawab yang jelas berdasarkan Kerja Sama perjanjian tertulis; Operasi (KSO) - DL : Data Lelang; - DK : Data Kualifikasi; - Pokja ULP : Kelompok Kerja ULP yang berfungsi untuk melaksanakan Pengadaan Barang / Jasa; - PPK : Pejabat Pembuat Komitmen adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan; - SPPBJ : Surat Penunjukan Penyedia Barang / Jasa; : Surat Pesanan; - SP : Tingkat Komponen Dalam Negeri; - TKDN : adalah Layanan Pengadaan Secara Elektronikyang menyediakan sarana - LPSE dan prasarana penunjang pelaksanaan eProcurement serta memantau kelengkapan persyaratan dokumen pemilihan penyedia barang / jasa dari Unit Layanan Pengadaan (Procurement Unit) ke Portal LPSEyang berfungsi sebagai administrator sistem; : Aplikasi perangkat lunak Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) - Aplikasi SPSE berbasis web yang terpasang di server LPSE yang dapat diakses melalui website LPSE; - Form Isian Elektronik - Form Isian Elektronik Data Kualifikasi C. : Tampilan/antarmuka pemakai berbentuk grafis berisi komponen isian yang dapat diinput oleh pengguna aplikasi : Form isian elektronik pada aplikasi SPSE yang digunakan penyedia barang/jasa untuk menginputkan dan mengirimkan data kualifikasi

Pelelangan Umum dengan pascakualifikasi ini dibiayai dari sumber pendanaan sebagaimana tercantum dalam DL.

D. Pelelangan Umum ini terbuka dan dapat diikuti oleh semua peserta yang berbentuk badan usaha atau kemitraan / KSO.

BAB II INSTRUKSI KEPADA PESERTA A. UMUM 1. Lingkup Pekerjaan

1.1.

Pokja ULP mengumumkan kepada para peserta untuk menyampaikan penawaran atas paket pekerjaansebagaimana tercantum dalam DL. Nama paket dan lingkup pekerjaan sebagaimana tercantum dalam DL. Penyedia yang ditunjuk berkewajiban untuk menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu sebagaimana tercantum dalam DL, berdasarkan syarat umum dan syarat khusus kontrak dengan mutu sesuai spesifikasi teknis dan harga sesuai kontrak.

1.2.

1.3.

2. Sumber Dana

Pengadaan ini dibiayai dari sumber pendanaan sebagaimana tercantum dalam DL. 3.1. Pelelangan Umum ini terbuka dan dapat diikuti oleh semua peserta yang berbentuk badan usaha atau kemitraan / KSO antar badan usaha yang memenuhi kualifikasi, dan memiliki SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan) dan / atau SIUJK (Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi) sebagaimana dalam DK yang masih berlaku pada saat batas akhir pemasukan penawaransampai dengan pembuktian kualifikasi. Penandatanganan kontrak dapat dilaksanakan apabila SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan) pemenang lelang masih berlaku. Dalam hal peserta akan atau sedang melakukan kemitraan / KSO, baik dengan perusahaan nasional maupun asing maka peserta harus memiliki Perjanjian Kemitraan / Kerja Sama Operasi yang memuat persentase kemitraan / KSO dan perusahaan yang mewakili kemitraan / KSO tersebut. Untuk nilai pekerjaan dibawah Rp. 20.000.000.000,00 (dua puluh miliar rupiah) maka kemitraan / KSO harus diwakili oleh perusahaan nasional. Peserta kemitraan / KSO wajib membuat dan menandatangani perjanjian kemitraan / KSO sesuai dengan contoh format SURAT PERJANJIAN KEMITRAAN / KERJA SAMA OPERASI (KSO) yang dibuat oleh LKPP dan menjadi lampiran dari Dokumen Pengadaan ini. Selama proses pelelangan peserta kemitraan / KSO dilarang untuk mengubah Perjanjian Kemitraan / Kerja Sama Operasi Peserta dan pihak yang terkait dengan pengadaan ini berkewajiban untuk mematuhi etika pengadaan dengan tidak melakukan tindakan sebagai berikut: a. Berusaha mempengaruhi anggota Pokja ULP dalam bentuk dan cara apapun, untuk memenuhi keinginan peserta yang bertentangan dengan Dokumen Pengadaan, dan / atau peraturan perundang-undangan; b. Melakukan persekongkolan dengan peserta lain untuk mengatur hasil Pelelangan Umum, sehingga mengurangi / menghambat / memperkecil / meniadakan persaingan yang sehat dan / atau merugikan pihak lain. Indikasi persekongkolan antar peserta adalah: c. Membuat dan / atau menyampaikan dokumen dan / atau keterangan lain yang tidak benar untuk memenuhi persyaratan dalam Dokumen Pengadaan ini. Peserta yang menurut penilaian Pokja ULP terbukti melakukan tindakan sebagaimana dimaksud dalam pasal 4.1 dikenakan sanksi sebagai berikut :

3. Peserta Pelelangan Umum

3.2. 3.3.

3.4.

3.5.

3.6.

4. Larangan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) serta Penipuan

4.1.

4.2.

4.3. 5. Larangan Pertentangan Kepentingan 5.1.

a. Sanksi administratif, seperti digugurkan dari proses Pelelangan Umum atau pembatalan penetapan pemenang; b. Sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam; c. Jaminan Penawarandicairkan dan disetorkan ke kas Negara/Daerah sebagaimana tercantum dalam DL; d. gugatan secara perdata; dan / atau e. Pelaporan secara pidana kepada pihak berwenang Pengenaan sanksi dilaporkan oleh Pokja ULP kepada PA/ KPA. Para pihak dalam melaksanakan tugas, fungsi, dan perannya, menghindari dan mencegah pertentangan kepentingan para pihak terkait, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pertentangan kepentingan sebagaimana dimaksud pada angka 5.1 antara lain meliputi: a. Seorang anggota Direksi atau Dewan Komisaris suatu Badan Usaha tidak boleh merangkap sebagai anggota Direksi atau Dewan Komisaris pada Badan Usaha lainnya yang menjadi peserta pada Pelelangan yang sama; b. pengurus koperasi pegawai dalam suatu K/L/D/I atau anak perusahaan pada BUMN/BUMD yang mengikuti Pengadaan dan bersaing dengan perusahaan lainnya, merangkap sebagai anggota Pokja ULP atau pejabat yang berwenang menetapkan pemenang Pelelangan; c. PPK dan/atau anggota Pokja ULP, baik langsung maupun tidak langsung mengendalikan atau menjalankan perusahaan peserta d. hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan, baik langsung maupun tidak langsung oleh pihak yang sama yaitu lebih dari 50% (lima puluh perseratus) pemegang saham. Pegawai K / L / D / I dilarang menjadi peserta kecuali cuti diluar tanggungan K / L / D / I. Peserta (penyedia barang / jasa) yang menurut penilaian Pokja ULP terbukti melakukan tindakan sebagaimana dimaksud dalam pasal 5.2 dan 5.3 dikenakan sanksi sesuai dengan pasal 4.2. Peserta berkewajiban untuk menyampaikan penawaran yang mengutamakan material/barang produksi dalam negeri. Pengadaan Barang yang terdiri atas bagian atau komponen dalam negeri dan bagian atau komponen yang masih harus diimpor, dilakukan dengan ketentuan: a. Pemilahan atau pembagian komponen harus benar-benar mencerminkan bagian atau komponen yang telah dapat diproduksi didalam negeri dan bagian atau komponen yang masih harus diimpor; b. Pekerjaan pemasangan, pabrikasi, pengujian dan lainnya sedapat mungkin dilakukan di dalam negeri; c. Peserta diwajibkan membuat daftar barang yang diimpor yang dilengkapi dengan spesifikasi teknis, jumlah dan harga yang dilampirkan pada Dokumen Penawaran; d. Semaksimal mungkin menggunakan jasa pelayanan yang ada di dalam negeri, seperti jasa asuransi, angkutan, ekspedisi, perbankan, dan pemeliharaan; Pengadaan barang yang berasal dari luar negeri (impor) dimungkinkan dalam hal : a. Barang tersebut belum dapat diproduksi di dalam negeri; b. Spesifikasi teknis barang yang diproduksi di dalam negeri belum memenuhi persyaratan; dan / atau c. Volume produksi dalam negeri tidak mampu memenuhi

5.2.

5.3.

5.4.

6. Pendayagunaan Produksi Dalam Negeri [Apabila diperlukan]

6.1.

6.2.

6.3.

kebutuhan 6.4. [Atas penggunaan produksi dalam negeri, penawaran peserta diberikan preferensi harga, untuk pekerjaan diatas Rp.5.000.000.000,- (lima milyar rupiah) dan TKDN diatas 25% (dua puluh lima perseratus)].

Setiap peserta, baik atas nama sendiri maupun sebagai anggota Kemitraan/KSO hanya boleh memasukkan satu penawaran untuk satu paket pekerjaan. B. DOKUMEN PENGADAAN 8.1. Dokumen Pengadaan terdiri dari Dokumen Lelang dan Dokumen 8. Isi Dokumen Kualifikasi. Pengadaan 8.2. Dokumen Lelang meliputi : a. Umum b. Instruksi Kepada Peserta; c. Data Lelang; d. Syarat-Syarat Umum Kontrak; e. Syarat-Syarat Khusus Kontrak; f. Spesifikasi Teknis, KAK dan / atau Gambar; g. Daftar Kuantitas dan Harga (apabila dipersyaratkan); h. Dokumen Lain yang dipersyaratkandalam DL; 8.3. Isi Dokumen Kualifikasi meliputi: a. Data Kualifikasi; b. Pakta Integritas[jika berbentuk kemitraan / KSO]; c. Formulir Isian Kualifikasi; d. Tata Cara Evaluasi Kualifikasi; e. Dokumen lain yang dipersyaratkan dalam DK. 8.4. Peserta berkewajiban memeriksa keseluruhan isi Dokumen Pengadaan ini. Kelalaian menyampaikan Dokumen Penawaran yang tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan ini sepenuhnya merupakan resiko peserta. 7. Satu Penawaran Tiap Peserta 9. Bahasa Dokumen Pengadaan 9.1. 9.2. 10. Pemberian Penjelasan 10.1. 10.2. 10.3. Dokumen Pengadaan beserta seluruh korespondensi tertulis dalam proses Pengadaan menggunakan Bahasa Indonesia. Istilah teknis (bahasa asing) dapat digunakan untuk spesifikasi teknis dan gambar. Pemberian penjelasan dilakukan secara online melalui aplikasi SPSE sesuai jadwal dalam aplikasi SPSE. Ketidakikutsertaan peserta pada saat pemberian penjelasan tidak dapat dijadikan dasar untuk menolak / menggugurkan penawaran Dalam pemberian penjelasan pekerjaan, Pokja ULP tidak diwajibkan memaparkan Dokumen Pengadaan, namun cukup memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pertanyaan dan apabila terdapat pertanyaan maka pokja ULP wajib menjawab pertanyaantersebut selama tidak menyimpang dari isi dokumen pengadaan. Apabila dipandang perlu, Pokja ULP dapat memberikan penjelasan lanjutan dengan cara melakukan peninjauan lapangan. Biaya peninjauan lapangan ditanggung oleh peserta. Penjelasan Lanjutan tersebut dapat dibuat Berita Acara Pemberian Penjelasan Lanjutan dan diunggah melalui aplikasi SPSE. Apabila dipandang perlu, Pokja ULP dapat memberikan penjelasan (ulang) Kumpulan tanya jawab pada saat pemberian penjelasan dalam aplikasi SPSE merupakan Berita Acara Penjelasan (BAP).

10.4.

10.5. 10.6.

11. Perubahan Dokumen Pengadaan

11.1. Apabila pada saat pemberian penjelasan terdapat hal-hal/ketentuan baru atau perubahan penting yang perlu ditampung, maka Pokja ULP menuangkan ke dalam Adendum Dokumen Pengadaan yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari Dokumen Pengadaan 11.2. Perubahan rancangan kontrak, spesifikasi teknis, gambardan/atau

11.3.

11.4.

11.5.

11.6. 11.7.

nilai total HPS, harus mendapatkan persetujuan PPK sebelumdituangkan dalam Adendum Dokumen Pengadaan Apabila ketentuan baru atau perubahan penting tersebut tidak dituangkan dalam Adendum Dokumen Pengadaan, maka ketentuan baru atau perubahan tersebut dianggap tidak ada dan ketentuan yang berlaku adalah Dokumen Pengadaan yang awal Setelah Pemberian Penjelasan dan sebelum batas akhir waktu pemasukan penawaran, Pokja ULP dapat menetapkan Adendum Dokumen Pengadaan, berdasarkan informasi baru yang mempengaruhi substansi Dokumen Pengadaan Pokja ULP dapat mengumumkan Adendum Dokumen Pengadaan dengan cara mengunggah (upload) file adendum dokumen Pengadaan melalui aplikasi SPSE paling lambat 2 (dua) hari sebelum batas akhir pemasukan penawaran. Apabila Pokja ULP akan mengunggah (upload) file Adendum Dokumen Pemilihan kurang dari 2 (dua) hari sebelum batas akhir pemasukan penawaran, maka Pokja ULP wajib mengundurkan batas akhir pemasukan penawaran Batas akhir sebagaimana dimaksud pada poin 11.5 adalahhari kerja.. Peserta dapat men-download Adendum Dokumen Pengadaan pada Aplikasi SPSE.

12. Perubahan Waktu

Pokja ULP dapat melakukan perubahan waktu pada setiap tahapan lelang dengan menyertakan alasan perubahanpada Aplikasi SPSE.

C. PENYIAPAN DOKUMEN PENAWARAN 13.1. Peserta menanggung semua biaya dalam penyiapan dan 13. Biaya Dalam penyampaian penawaran. Penyiapan 13.2. Pokja ULP tidak bertanggung jawab atas kerugian apapun yang Penawaran ditanggung oleh peserta. 14. Bahasa Penawaran 14.1. Dokumen Penawaran harus menggunakan Bahasa Indonesia,kecuali spesifikasi teknis dapat menggunakan istilah asing. 14.2. Dokumen penunjangyang terkait dengan Dokumen Penawaran dapat menggunakan Bahasa Indonesia atau bahasa asing. 14.3. Dokumen penunjang yang berbahasa asing disertai terjemahan dalam Bahasa Indonesia.Dalam hal terjadi perbedaan penafsiran, maka yang berlaku adalah penjelasan dalam Bahasa Indonesia Dokumen Penawaran, meliputi : a. Surat penawaran yang didalamnya mencantumkan : 1) Tanggal; 2) Masa berlaku penawaran; 3) Total Harga penawaran; b. Softcopy Hasil pemindaian (scan) Jaminan Penawaran asli (apabila jaminan penawaran dipersyaratkan); c. Daftar kuantitas dan harga, apabila dipersyaratkan; d. [surat perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi (apabila peserta berbentuk Kemitraan/KSO]; e. Dokumen penawaran teknis sebagaimana yang dipersyaratkan dalam DL; dan f. [formulir rekapitulasi perhitungan TKDN apabila dipersyaratkan untuk mendapatkan preferensi harga]; dan g. Data Kualifikasi.

15. Dokumen Penawaran

16. Harga Penawaran

16.1. Harga penawaran ditulis dengan jelas dalam angka dan huruf. 16.2. Untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga satuan dan lumpsum, peserta mencantumkan harga satuan dan harga total untuk tiap mata pembayaran / pekerjaan dalam Daftar Kuantitas dan Harga. Jika harga satuan ditulis nol atau tidak dicantumkan maka pekerjaan dalam mata pembayaran tersebut dianggap telah termasuk dalam harga satuan pekerjaan yang lain dan pekerjaan tersebut tetap harus dilaksanakan. Untuk kontrak lumpsum, peserta mencantumkan harga satuan untuk tiap mata pembayaran / pekerjaan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, apabila dipersyaratkan. 16.3. Biaya overhead dan keuntungan serta semua pajak, bea, retribusi, dan pungutan lain serta biaya asuransi yang harus dibayar oleh penyedia untuk pelaksanaan pengadaan barang ini diperhitungkan dalam total harga penawaran. 16.4. Untuk kontrak yang masa pelaksanaannya lebih dari 12 (dua belas) bulan, penyesuaian harga dapat diberlakukan sebagaimana diatur dalam Syarat-Syarat Umum / Khusus Kontrak. 17.1. Semua harga dalam penawaran harus dalam bentuk mata uang sebagaimana tercantum dalam DL. 17.2. Pembayaran atas pelaksanaan pekerjaan dilakukan sesuai dengan cara sebagaimana tercantum dalam DL dan diuraikan dalam SyaratSyarat Umum / Khusus Kontrak.

17. Mata Uang Penawaran Dan Cara Pembayaran

18. Masa Berlaku Penawaran Dan Jangka Waktu Pelaksanaan

18.1. Masa berlaku penawaran sebagaimana tercantum dalam DL. 18.2. Apabila evaluasi belum selesai dilaksanakan, sebelum akhir masa berlakunya penawaran, Pokja ULP dapat meminta kepada seluruh peserta secara tertulis untuk memperpanjang masa berlakunya penawaran tersebut dalam jangka waktu tertentu. 18.3. Peserta dapat : a. Menyetujui permintaan tersebut tanpa mengubah penawaran; b. Menolak permintaan tersebut dan dapat mengundurkan diri secara tertulis dengan tidak dikenakan sanksi. 18.4. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melebihi jangka waktu sebagaimana tercantum dalam DL.

19. Bentuk Dokumen Penawaran 20. Pakta Integritas

Dokumen Penawaran disampaikan dalam bentuksoftcopy berupa file yang telah dienkripsi.

20.1 Pakta integritas berisi ikrar untuk mencegah dan tidak melakukan kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN). 20.2 Dengan mendaftar sebagai peserta lelang pada suatu paket pekerjaan melalui aplikasi SPSE, maka peserta telah menandatangani Pakta Integritas, kecuali untuk penyedia barang/jasa yang melakukan Kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO), badan usaha yang ditunjuk mewakili Kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO) wajib menyampaikan pakta integritas melalui fasilitas unggahan lainnya pada form isian elektronik data kualifikasi di aplikasi SPSE. 21.1. Peserta berkewajiban untuk menyetujui Pakta Integritas dan mengisi form isian elektronik datakualifikasi dalam aplikasi SPSE. 21.2. Pakta Integritas dan Data Kualifikasi dianggap telah disetujui dan ditandatangani oleh peserta pengadaan, kecuali untuk penyedia barang/jasa yang melakukan Kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO) Pakta Integritas dan Data Kualifikasi

21. Pengisian Dokumen Isian Kualifikasi

ditandatangani oleh pejabat yang menurut perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi berhak mewakili Kemitraan/KSO.
22. Jaminan Penawaran 22.1. Apabila jaminan penawaran dipersyaratkan sebagaimana

tercantum dalam DL, maka disampaikan dalam bentuk softcopy hasil pemindaian (scan) surat jaminan penawran yang dimasukkan dalam dokumen penawaran. 22.2. jaminan penawaran asli disampaikan kepada Pokja ULP pada saat pembuktian kualifikasi.
22.3. Jika calon pemenang tidak memberikan jaminan penawaran asli atau jaminan penawaran tidak dapat dicairkan maka akun SPSE penyedia barang/jasa tersebut di nonaktifkan dan dimasukkan dalam daftar hitam. 22.4. Peserta menyerahkan Surat Jaminan Penawaran dalam mata

uang penawaran dengan nilai nominal tidak kurang sebagaimana tercantum dalam DL.
22.5. Jaminan Penawaran memenuhi ketentuan sebagai berikut : a. Diterbitkan oleh Bank Umum, perusahaan penjaminan atau perusahaan asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (suretyship) sebagaimana ditetapkan oleh Menteri Keuangan; b. Jaminan Penawaran dimulai sejak tanggal terakhir pemasukan penawaran dan masa berlakunya tidak kurang dari waktu sebagaimana tercantum dalam Data Lelang; c. Nama peserta sama dengan nama yang tercantum dalam Jaminan Penawaran; d. Besaran nilai Jaminan Penawaran tidak kurang dari nilai nominal sebagaimana tercantum dalam DL; e. Besaran nilai Jaminan Penawaran dicantumkan dalam angka dan huruf; f. Nama Pokja ULP yang menerima Jaminan Penawaran sama dengan nama Pokja ULP yang mengadakan pelelangan; g. Paket pekerjaan yang dijamin sama dengan paket pekerjaan yang dilelangkan; h. Jaminan Penawaran harus dapat dicairkan tanpa syarat (unconditional) sebesar nilai Jaminan dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja, setelah surat pernyataan wanprestasi dari Pokja ULP diterima oleh Penerbit Jaminan; i. Jaminan Penawaran atas nama perusahaan kemitraan (Kerja Sama Operasi / KSO) harus ditulis atas nama perusahaan kemitraan / KSO. 22.6. Jaminan Penawaran dicairkan dan disetorkan ke Kas

Negara/Daerahsebagaimana tercantum dalam DL apabila


a. Peserta terlibat KKN; b. Calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 tidak bersedia menambah nilai Jaminan Pelaksanaan dalam hal harga penawarannya di bawah 80% HPS; c. Calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 setelah dilakukan evaluasi, tidak hadir dalam klarifikasi dan / atau verifikasi kualifikasi dengan alasan yang tidak dapat diterima; atau d. Calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 mengundurkan diri atau gagal tanda tangan kontrak. e. Jika pada jaminan penawaran terdapat manipulasi atau pemalsuan dalam penerbitan dan atau penandatanganan, maka ULP akan melakukan upaya hukum pidana (Pasal 263 KUHP) maupun perdata (Perbuatan Melawan Hukum).

D. PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN

23. Penyampulan dan Penandaan Sampul Penawaran

23.1. Penyampulan Dokumen Penawaran dengan menggunakan metode 1 (satu) file. 23.2. Dokumen penawaran terdiri dari: a. Penawaran administrasi; b. Penawaran teknis; c. Penawaran harga; dan d. Dokumen isian kualifikasi. 23.3. File disandikan dengan Aplikasi Pengaman Dokumen (APENDO). 23.4. Peserta wajib mengetahui dan mengikuti ketentuan penggunaan APENDO yang tersedia pada aplikasi APENDO. 23.5. Peserta mengirimkan file penawaran yang telah disandikan/dienkripsi melalui aplikasi SPSE. 23.6. Data kualifikasi diinput dan dikirimkan melalui form isian elektronik data kualifikasi pada SPSE. 24.1. Peserta menyampaikan Dokumen Penawaran kepada Pokja ULP dengan ketentuan: a. Pertama-tama, mengirimkan Data Kualifikasi melalui form isian elektronik data kualifikasipada aplikasi SPSE; b. Dilanjutkan dengan mengunggah file penawaran terenkripsi (*.rhs) hanya melalui aplikasi SPSE sesuai jadwal yang ditetapkan. c. Peserta dapat mengirim dokumen isian kualifikasi dan mengunggah file penawaran secara berulang sebelum batas akhir waktu pemasukan Dokumen Penawaran. Dokumen isian kualifikasi dan file penawaran terakhir akan menggantikan dokumen isian kualifikasi dan file penawaran yang telah terkirim sebelumnya 24.2. Setelah File penawaran administrasi, teknis dan harga dienkripsi menggunakan Apendo. 24.3. Peserta mengunggah (upload) file penawaran administrasi, teknis dan harga yang telah terenkripsi (*.rhs) melalui aplikasi SPSE sesuai jadwal yang ditetapkan. 24.4. Peserta dapat mengunggah file penawaran secara berulang sebelum batas akhir waktu pemasukan Dokumen Penawaran. File penawaran terakhir akan menggantikan file penawaran yang telah terkirim sebelumnya

24. Penyampaian Dokumen Penawaran

25.1. Penawaran harus disampaikan secara elektronik melalui aplikasi SPSE kepada Pokja ULP paling lambat pada waktu yang ditentukan oleh Pokja ULP. 25.2. Setelah batas akhir waktu pemasukan penawaran, aplikasi SPSE akan menolak setiap file penawaran yang dikirim. 25.3. Tidak diperkenankan mengubah tempat dan waktu batas akhir pemasukan penawaran kecuali keadaan kahar, atau terjadi gangguan teknis. Apabila terpaksa dilakukan perubahan waktu batas akhir pemasukan penawaran maka Pokja ULP harus menginputkan alasan yang sebenarnya dan dapat dipertanggungjawabkan pada aplikasi SPSE. E. PEMBUKAAN DAN EVALUASI PENAWARAN 26.1. Pada tahap pembukaan penawaran, Pokja ULP mengunduh dan 26. Pembukaan melakukan dekripsi file penawaran dengan menggunakan APENDO Penawaran sesuai waktu yang telah ditetapkan. 26.2. Terhadap file penawaran yang tidak dapat dibuka (didekripsi), Pokja ULP menyampaikan file penawaran tersebut kepada LPSE untuk mendapat keterangan bahwa file yang bersangkutan tidak dapat dibuka. Selanjutnya Pokja ULP menetapkan penawaran tidak memenuhi syarat. Apabila dapat dibuka, maka Pokja ULP akan melanjutkan proses atas penawaran yang bersangkutan. 26.3. Berdasarkan keterangan dari LPSE atau LKPP, apabila file penawaran tidak dapat dibuka/didekripsi maka Pokja ULP dapat menetapkan bahwa file penawaran tersebut tidak memenuhi syarat 25. Batas Akhir Waktu Pemasukan Penawaran

26.4.

26.5. 26.6.

26.7.

sebagai penawaran dan penyedia barang/jasa yang mengirimkan file penawaran tersebut dianggap tidak memasukkan penawaran. Apabila dapat dibuka, maka Pokja ULP akan melanjutkan proses atas penawaran yang bersangkutan. File yang dianggap sebagai penawaran adalah dokumen penawaran yang berhasil dibuka dan dapat dievaluasi yang sekurang-kurangnya memuat harga penawaran, daftar kuantitas dan harga untuk kontrak harga satuan/gabungan, jangka waktu penawaran, dan deskripsi/spesifikasi barang/jasa yang ditawarkan Apabila penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga) maka pelelangan dinyatakan gagal. Pokja ULP tidak boleh menggugurkan penawaran pada waktu pembukaan penawaran kecuali untuk file penawaran yang sudah dipastikan tidak dapat dibuka berdasarkan keterangan LPSE. File yang dianggap sebagai penawaran adalah dokumen penawaran yang berhasil dibuka dan dapat dievaluasi yang sekurang kurangnya memuat: Harga penawaran, daftar kuantitas dan harga untuk kontrak harga satuan / gabungan, jangka waktu penawaran, dan deskripsi / spesifikasi barang / jasa yang ditawarkan.

27. Evaluasi Dokumen Penawaran

27.1. Evaluasi penawaran dilakukan dengan system gugur. 27.2. Sebelum evaluasi penawaran, untuk kontrakharga satuan atau kontrak gabungan hargasatuan dan lumpsum dilakukan koreksiaritmatik dengan ketentuan: a. untuk kontrak Harga Satuan atau kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan pada bagian Harga Satuan : 1) Volume pekerjaan yang tercantum dalamdaftar kuantitas dan harga disesuaikandengan yang tercantum dalam DokumenPengadaan; 2) Apabila terjadi kesalahan hasil perkalian antara volume dengan harga satuan pekerjaan, maka dilakukan pembetulan, dengan ketentuan harga satuan pekerjaan yang ditawarkan tidak boleh diubah; dan 3) Jenis pekerjaan yang tidak diberi harga satuan dianggap sudah termasuk dalam harga satuan pekerjaan yang lain dan harga satuan pada daftar kuantitas dan harga tetap dibiarkan kosong. 4) Jenis pekerjaan yang tidak tercantum dalam daftar kuantitas dan harga (apabila ada) disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan dan harga satuan pekerjaan dianggap nol; dan 5) Hasil koreksi aritmatik pada bagian harga satuan dapat mengubah nilai total harga penawaran sehingga urutan peringkat dapat menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dari urutan peringkat semula;

b. untuk kontrak Gabungan Lump Sumdan Harga Satuan pada bagian Lump Sum : 1) volume dan/atau jenis pekerjaan yang tercantum dalam
daftar kuantitas dan harga (apabila ada) disesuaikan dengan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan; 2) Jenis pekerjaan yang tidak tercantum dalam daftar kuantitas dan harga (apabila ada) disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan; dan 3) Hasil koreksi aritmatik pada bagian lumpsump tidak boleh mengubah nilai total harga penawaran pada bagian lump Sum. 27.3. Penawaran setelah koreksi aritmatik yangmelebihi nilai total HPS dinyatakan gugur. 27.4. Berdasarkan hasil koreksi aritmatik Pokja ULP menyusun urutan dari penawaran terendah. 27.5. Hasil koreksi aritmatik diumumkan melalui website sebagaimana

10

tercantum dalam DL. 27.6. Pelaksanaan evaluasi dengan sistem gugurdilakukan oleh Pokja ULP untuk mendapatkan3 (tiga) penawaran yang memenuhi syaratyang dimulai dengan penawaran terendahsetelah koreksi aritmatik. 27.7. Apabila setelah koreksi aritmatik terdapatkurang dari 3 (tiga) penawar yang menawarharga kurang dari HPS maka proses lelangtetap dilanjutkan dengan melakukan evaluasipenawaran. 27.8. Pokja ULP melakukan evaluasi penawaran yangmeliputi: a. Evaluasi administrasi; b. Evaluasi teknis; dan c. Evaluasi harga. d. Evaluasi kualifikasi 27.9. Ketentuan umum dalam melakukan evaluasisebagai berikut: a. Pokja ULP dilarang menambah, mengurangi,mengganti dan/ atau mengubah isiDokumen Pengadaan ini; b. Pokja ULP dan / atau peserta dilarangmenambah, mengurangi, mengganti,dan/ atau mengubah isi DokumenPenawaran; c. Penawaran yang memenuhi syarat adalahpenawaran yang sesuai dengan ketentuan,syarat-syarat, dan spesifikasi teknis yangditetapkan dalam Dokumen Pengadaan,tanpa ada penyimpangan yang bersifatpenting/ pokok atau penawaran bersyarat; d. Penyimpangan yang bersifat penting / pokokatau penawaran bersyarat adalah: 1) Penyimpangan dari DokumenPengadaan ini yang mempengaruhilingkup, kualitas dan hasil/ kinerjapekerjaan; dan/ atau 2) Penawaran dari peserta denganpersyaratan tambahan yang akanmenimbulkan persaingan usaha tidaksehat dan/ atau tidak adil diantarapeserta yang memenuhi syarat. e. Pokja ULP dilarang menggugurkan penawaran dengan alasan: 1) Ketidakikutsertaan dalam pemberian penjelasan dan/atau pembukaan penawaran; dan/atau 2) kesalahan yang tidak substansial, misalnya kesalahan pengetikan, penyebutan sebagian nama atau keterangan, surat penawaran tidak berkop perusahaan f. Para pihak dilarang mempengaruhi ataumelakukan intervensi kepada Pokja ULPselama proses evaluasi g. Apabila dalam evaluasi ditemukan buktiadanya persaingan usaha yang tidak sehatdan/ atau terjadi pengaturan bersama(kolusi / persekongkolan) antara peserta,Pokja ULP dan/ atau PPK, dengan tujuanuntuk memenangkan salah satu peserta,maka: 1) Peserta yang ditunjuk sebagai calonpemenang dan peserta lain yang terlibatdimasukkan ke dalam Daftar Hitam; 2) Proses evaluasi tetap dilanjutkan denganmenetapkan peserta lainnya yang tidakterlibat (apabila ada); dan 3) Apabila tidak ada peserta lainsebagaimana dimaksud pada angka 2),maka pelelangan dinyatakan gagal. 27.10. Evaluasi Administrasi: a. Evaluasi terhadap data administrasi hanyadilakukan terhadap hal-hal yang tidakdinilai pada saat penilaian kualifikasi; b. Penawaran dinyatakan memenuhipersyaratan administrasi, apabila: 1) Syarat-syarat substansial yang dimintaberdasarkan Dokumen Pengadaan inidipenuhi/ dilengkapi (khusus untukpeserta yang tidak menyampaikanformulir TKDN, maka penawarannyatidak digugurkan dan nilai TKDNnyadianggap nol); 2) Surat penawaran memenuhi ketentuansebagai berikut : a) Jangka waktu berlakunya surat penawaran tidak kurang

11

c. d. e.

f.

g.

dari waktu yang ditetapkan dalam data lelang; dan b) Bertanggal 3) Jaminan Penawaran memenuhiketentuan sebagai berikut: a) Diterbitkan oleh Bank Umum,perusahaan penjaminan atauperusahaan asuransiyang mempunyai program asuransikerugian (suretyship) sebagaimanaditetapkan oleh Menteri Keuangan; b) Jaminan Penawaran dimulai sejaktanggal terakhir pemasukanpenawaran dan masa berlakunyatidak kurang dari waktusebagaimana tercantum dalam DL; c) Nama peserta sama dengan namayang tercantum dalam JaminanPenawaran; d) Besaran nilai Jaminan Penawarantidak kurang dari nilai sebagaimanatercantum dalam DL; e) Besaran nilai Jaminan Penawarandicantumkan dalam angka danhuruf; f) Nama Pokja ULP yang menerimaJaminan Penawaran sama dengannama Pokja ULP yang mengadakanpelelangan; g) Paket pekerjaan yang dijamin samadengan paket pekerjaan yangdilelangkan; h) Jaminan Penawaran harus dapatdicairkan tanpa syarat(unconditional) sebesar nilaiJaminan dalam waktu paling lambat14 (empat belas) hari kerja, setelahsurat pernyataan wanprestasi dariPokja ULP diterima oleh PenerbitJaminan; i) Jaminan Penawaran atas namaperusahaan kemitraan (Kerja SamaOperasi/ KSO) harus ditulis atasnama perusahaan kemitraan/ KSO; j) Substansi dan keabsahan/ keaslianJaminan Penawaran telahdikonfirmasi dan diklarifikasi secaratertulis oleh Pokja ULP kepadapenerbit jaminan; Pokja ULP dapat melakukan klarifikasiterhadap hal-hal yang kurang jelas danmeragukan; Peserta yang memenuhi persyaratan administrasi dilanjutkan dengan evaluasi teknis; apabila dari 3 (tiga) penawaran terendah ada yang tidak memenuhi persyaratan administrasi maka pokja ULP melakukan evaluasi administrasi terhadap penawar terendah berikutnya (apabila ada) Apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peserta yang memenuhi persyaratan administrasi, maka evaluasi tetap dilanjutkan dengan evaluasi teknis; Apabila tidak ada peserta yang memenuhipersyaratan administrasi, maka pelelangandinyatakan gagal.

27.11. Evaluasi Teknis: a. evaluasiteknis dilakukan terhadap peserta yang memenuhi persyaratan administrasi; b. Unsur-unsur yang dievaluasi teknis sesuaidengan yang ditetapkansebagaimana tercantum dalam DL; c. Evaluasi teknis dilakukan dengan sistemgugur dngan ketentuan: 1) Pokja ULP menilai persyaratan teknisminimal yang harusdipenuhi denganmembandingkan pemenuhan persyaratanteknis sebagaimana tercantum dalamDL; 2) Evaluasi persyaratan teknis minimaldilakukan terhadap: a) Spesifikasi teknis barang yang ditawarkan berdasarkan contoh, brosur dan gambar-gambar sebagaimana tercantum dalam BAB mengenai Spesifikasi Teknis Dan Gambar; b) jadwal danjangka waktu pelaksanaan pekerjaan sampai dengan serah terima pekerjaan tidak melebihi jangka

12

d.

e. f.

g. h.

i. j.

waktu sebagaimana tercantum dalam DL; c) Identitas (jenis, tipe dan merek) yang ditawarkan tercantum denganlengkap dan jelas (apabila dipersyaratkan); d) Layanan purnajual (apabila dipersyaratkan); e) Tenaga teknis (apabila dipersyaratkan); f) Bagian pekerjaan yang akan disubkontrakan sebagaimana tercantum dalam DL; dan g) Persyaratan lainnya sebagaimana tercantum dalam DL. [dalam hal evaluasi teknis dengan sistem gugur menggunakan ambang batas nilai teknis, penawaran dinyatakan lulus teknis apabila masing-masing unsur maupun nilai total keseluruhan unsur memenuhi ambang batas minimal yang ditetapkan dalam DL;] Pokja ULP dapat meminta ujimutu/ teknis/ fungsi untuk bahan/ alattertentu sebagaimana tercantum dalamDL; Apabila dalam evaluasi teknis terdapathal-hal yang kurang jelas ataumeragukan, Pokja ULP melakukanklarifikasi dengan peserta. Dalamklarifikasi peserta tidak diperkenankanmengubah substansi penawaran. Hasilklarifikasi dapat menggugurkanpenawaran; Peserta yang dinyatakan lulus evaluasi teknis dilanjutkan ke tahap evaluasi harga; Apabila dari 3 (tiga) penawaran terendah setelah koreksi aritmatik ada yang tidak memenuhi persyartan teknis maka Pokja ULP dapat melakukan evaluasi terhadap penawaran terendah berikutnya (apabila ada) dimulai dari evaluasi administrasi; apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peserta yang lulus evaluasi teknis, maka evaluasi tetap dilanjutkan dengan evaluasi harga; dan Apabila tidak ada peserta yang lulus evaluasi teknis maka pelelangan dinyatakan gagal.

27.12. Evaluasi Harga: a. Unsur-unsur yang perlu dievaluasi adalahhal-hal yang pokok atau penting, denganketentuan: 1) Total harga penawaran atau penawaranterkoreksidibandingkan terhadap nilaitotal HPS: a) Apabila total harga penawaran ataupenawaran terkoreksi aritmatik untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan lump sum dan harga satuan di atas nilai totalHPS, pelelangan dinyatakan gagal; b) Untuk evaluasi dengan sistem nilai atau sistem biaya selama umur ekonomis, pelaksanaan evaluasi penawaran harga dilakukan oleh Pokja ULP terhadap semua penawaran setelah koreksi aritmatik c) Apabila setelah koreksi aritmatik terdapat kurang dari 3 (tiga) penawar yang menawar harga kurang dari nilai total HPS maka proses lelang tetap dilanjutkan dengan melakukan evaluasi penawaran harga 2) Untuk kontrak Harga Satuan atau Kontrak Gabungan Lumpsum dan Harga Satuan pada bagian harga satuan: a) harga satuan penawaran yang nilainya lebih besar dari 110% (seratus sepuluh perseratus) dari harga satuan yang tercantum dalam HPS, dilakukan klarifikasi. Apabila setelah dilakukan klarifikasi, ternyata harga satuan tersebut dinyatakan timpang maka harga satuan timpang hanya berlaku untuk volume sesuai dengan Daftar Kuantitas dan Harga. Jika terjadi penambahan volume, harga satuan yang berlaku sesuai dengan harga dalam HPS; b) mata pembayaran yang harga satuannya nol atau tidak ditulis dilakukan klarifikasi dan kegiatan tersebut harus tetap dilaksanakan. Harganya dianggap termasuk dalam

13

harga satuan pekerjaan lainnya; 3) Untuk kontrak lumpsum: a) Apabila ada perbedaan antarapenulisan nilai harga penawaranantara angka dan huruf maka nilaiyang diakui adalah nilai dalam tulisanhuruf; b) Apabila penawaran dalam angkatertulis dengan jelas sedangkan dalamhuruf tidak jelas, maka nilai yangdiakui adalah nilai dalam tulisanangka; atau c) Apabila penawaran dalam angka danhuruf tidak jelas, maka penawarandinyatakan gugur. b. Dilakukan evaluasi kewajaran hargadengan ketentuan sebagai berikut: 1) Klarifikasi terhadap hasil koreksi aritmatik, apabila ada koreksi/perubahan; 2) [klarifikasi dalam hal penawaran komponen dalam negeri berbeda dibandingkan dengan perkiraan Pokja ULP dan/atau Daftar Inventarisasi Barang/Jasa Produksi Dalam Negeri;] 3) Klarifikasi kewajaran harga apabila hargapenawaran dibawah 80% (delapan puluhperseratus) HPS dengan ketentuan: a) Apabila peserta tersebut ditunjuksebagai pemenang lelang, harusbersedia untuk menaikkan JaminanPelaksanaan menjadi 5% (limaperseratus) dari nilai total HPS; dan b) Apabila peserta yang bersangkutantidak bersedia menaikkan nilaiJaminan Pelaksanaan, makapenawarannya digugurkan danJaminan Penawarandicairkan dan disetorkan ke Kas Negara/Daerah untuk negara serta dimasukkan dalam Daftar Hitam. c. Perhitungan preferensi harga atas penggunaan produksi dalam negeri sesuai ketentuan Pasal 98 Perpres 54Tahun 2010 dan perubahannya.

1) rumus penghitungan sebagai berikut: 1 HEA = HP 1 + KP HEA = Harga Evaluasi Akhir. KP = Koefisien Preferensi (Tingkat Komponen Dalam
Negeri (TKDN) dikali Preferensi tertinggi Barang/Jasa). HP = Harga Penawaran (Harga Penawaran yang memenuhi persyaratan lelang dan telah dievaluasi). 2) dalam hal terdapat 2 (dua) atau lebih penawaran dengan HEA yang sama, penawar dengan TKDN terbesar adalah sebagai pemenang; 3) pemberian Preferensi Harga tidak mengubah Harga Penawaran dan hanya digunakan oleh Pokja ULP untuk keperluan perhitungan HEA guna menetapkan peringkat pemenang pelelangan. d. Apabila dalam evaluasi ditemukan buktiharga tidak wajar akibat terjadinyapersaingan usaha tidak sehat dan / atauterjadi pengaturan bersama(kolusi / persekongkolan), maka pelelangandinyatakan gagal dan peserta yang terlibatdimasukkan dalam Daftar Hitam. e. Dalam hal terdapat 2 (dua) calon pemenang memiliki harga penawaran yang sama, maka Pokja ULP memilih peserta yang mempunyai kemampuan teknis lebih besar dan hal ini dicatat dalam Berita AcaraHasil Pelelangan. f. Dalam hal terdapat 2 (dua) atau lebih penawaran dengan HEA

14

yang sama, penawar dengan TKDN terbesar adalah sebagai pemenang. g. Pokja ULP menyusun urutan 3 (tiga)penawaran sebagai calon pemenang dancalon pemenang cadangan 1 dan 2 (apabilaada). 28. Evaluasi Kualifikasi 28.1. Evaluasi dilakukan terhadap calon pemenanglelang serta calon pemenang cadangan 1 dan 2apabila ada. 28.2. Evaluasi kualifikasi dilakukan denganmenggunakan metode penilaian sistem gugur. 28.3. [Pakta integritas telah diisi dan ditandatangani oleh peserta sebelum pemasukan penawaran (untuk peserta yang melakukan kemitraan/KSO)] 28.4. Tata Cara Evaluasi kualifikasi dilakukan sesuaidengan ketentuan dalam Data Kualifikasi. 28.5. Peserta dinyatakan memenuhi persyaratan kualifikasi apabila: 1) Untuk peserta yang melakukan Kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO) formulir kualifikasi ditandatangani oleh pejabat yang menurut perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi berhak mewakili Kemitraan/KSO; atau 2) memiliki izin usaha sesuai dengan peraturan perundangundangan, kecuali peserta perorangan; 3) perusahaan yang bersangkutan dan manajemennya tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak bangkrut dan tidak sedang dihentikan kegiatan usahanya 4) salah satu dan/atau semua pengurus dan badan usahanya atau peserta perorangan tidak masuk dalam Daftar Hitam 5) memiliki NPWP dan telah memenuhi kewajiban perpajakan tahun pajak terakhir (SPT tahunan) serta memiliki laporan bulanan PPh Pasal 21, PPh Pasal 23 (bila ada transaksi), PPh Pasal 25/Pasal 29 dan PPN (bagi Pengusaha Kena Pajak) paling kurang 3 (tiga) bulan terakhir dalam tahun berjalan. Untuk PPh Pasal 25 dapat diganti PPH Final dengan membuktikan SSP PPh Pasal 4 Ayat 2 yang sudah divalidasi oleh Bank atau Badan Keuangan lainnya. Peserta dapat mengganti persyaratan ini dengan menyampaikan Surat Keterangan Fiskal (SKF), atau dokumen sejenis dari negara asal Penyedia jasa (bila ada). 6) memperoleh paling sedikit 1 (satu) pekerjaan sebagai Penyedia dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir, baik di lingkungan pemerintah maupun swasta termasuk pengalaman subkontrak, kecuali bagi Penyedia Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi Kecil yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun; 7) memiliki kemampuan pada bidang pekerjaan yang sesuai untuk usaha Mikro, Usaha Kecil serta koperasi kecil serta kemampuan pada sub bidang pekerjaan yang sesuai untuk usaha non-kecil; 8) dalam hal peserta akan melakukan Kemitraan/KSO: a) peserta wajib mempunyai perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi yang memuat persentase Kemitraan/KSO dan perusahaan yang mewakili Kemitraan/KSO tersebut; dan b) untuk perusahaan yang melakukan Kemitraan/KSO, evaluasi persyaratan pada huruf (1) sampai dengan huruf (7) dilakukan untuk setiap perusahaanyang melakukan Kemitraan/KSO 9) memiliki Sertifikat Manajemen Mutu ISO, apabila diperlukan. 10) Memenuhi persyaratan lainnya sebagaimana yang tercantum dalam DK. 28.6. Apabila ditemukan hal-hal dan/atau data yang kurang jelas maka dilakukan klarifikasi secara tertulis namun tidak boleh mengubah substansi formulir isian kualifikasi. 28.7. Evaluasi kualifikasi dalam proses pascakualifikasi sudah merupakan ajang kompetisi, maka data yang kurang tidak dapat dilengkapi

15

28.8. Apabila tidak ada calon pemenang yang lulusevaluasi kualifikasi, maka lelang dinyatakangagal.

29. Pembuktian Kualifikasi

29.1. Pembuktian kualifikasi terhadap calon pemenang serta calon pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila ada). 29.2. Pembuktian kualifikasi terhadap peserta yang memenuhi persyaratan kualifikasi dilakukan setelah evaluasi kualifikasi. 29.3. Direktur utama/pimpinan perusahaan atau yang namanya disebutkan dalam Akta Pendirian/Anggaran Dasar harus hadir dalam klarifikasi/pembuktian kualifikasi 29.4. calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2, setelah dilakukan evaluasi dengan sengaja tidak hadir dalam klarifikasi dan/atau pembuktian kualifikasi dalam batas waktu yang telah ditentukan dikenakan sanksi penawarannya digugurkan dan dimasukkan dalam daftar hitam. 29.5. Batas waktu sebagaimana dimaksud pada angka 29.4 adalah 7 hari kalender setelah undangan klarifikasi diterima. 29.6. Pembuktian kualifikasi dilakukan dengan cara melihat dokumen asli atau dokumen yang dilegalisir oleh pihak yang berwenang, dan meminta dokumennya. 29.7. Pokja ULP melakukan klarifikasi dan / atau verifikasi kepada penerbit dokumen, apabila diperlukan. 29.8. Apabila hasil pembuktian kualifikasi ditemukan pemalsuan data, maka peserta digugurkan, badan usaha dan / atau pengurusnya dimasukkan dalam Daftar Hitam. 29.9. Jika terdapat manipulasi atau pemalsuan data, maka ULP akan melakukan upaya hukum pidana (Pasal 263 KUHP) maupun perdata (Perbuatan Melawan Hukum) 29.10. Apabila tidak ada calon pemenang yang lulus pembuktian kualifikasi, maka lelang dinyatakan gagal

30. Klarifikasi Dan Konfirmasi Dokumen Penawaran

30.1. Untuk menunjang penelitian dan evaluasi dokumenpenawaran, Kelompok Kerja dapat melakukanklarifikasi dengan mengundang calon pemenang baiksecara elektronik/tertulis maupun melalui telepon. 30.2. Calon pemenang harus memberikan tanggapan atasklarifikasi yang diminta oleh Kelompok Kerja. Jikacalon pemenang tidak memberikan tanggapan sampai dengan batas waktu yang ditetapkan, makacalon pemenang yang bersangkutan dapat dikenakansanksi penawaran digugurkan. 30.3. Klarifikasi tidak boleh mengubah substansi dan hargapenawaran. Klarifikasi dan tanggapan harusdilakukan secara tertulis. 30.4. Terhadap hal-hal yang diperlukan, Kelompok Kerjadapat melakukan konfirmasi kepada peserta lelangdan pihak-pihak terkait. 30.5. Jika calon pemenang dan calon pemenang cadangan1 (satu) dan 2 (dua), setelah dilakukan evaluasi tidakhadir dalam klarifikasi dan/ atau pembuktian kualifikasimaka pelelangan dinyatakan gagal.

F. PENETAPAN PEMENANG LELANG 31.1. Pokja ULP melakukan penetapan pemenang melalui aplikasi 31.PenetapanPemenang

SPSEsetelah melalui pembahasan internal seluruh anggota Pokja ULP, atau setelah ditetapkan PA secara offline untuk nilai paket di atas Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah). Pokja ULP dapat menetapkan pemenang lebih dari 1 (satu) penyedia sesuai ketentuan yang terdapat dalam pada informasi paket dalam aplikasi SPSE. 31.2. Apabila terjadi keterlambatan dalam menetapkan pemenang dan akan mengakibatkan Surat Penawaran dan Jaminan

16

Penawaran (apabila dipersyaratkan) habis masa berlakunya, maka dilakukan konfirmasi kepada calon pemenang, calon pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila ada) untuk memperpanjang surat penawaran dan jaminan penawaran (apabila dipersyaratkan) secara tertulis sampai dengan perkiraan jadwal penandatanganan kontrak. 31.3. Calon pemenang, calon pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila ada) yang tidak bersedia memperpanjang masa berlaku surat penawaran dan jaminan penawaran (apabila dipersyaratkan) dianggap mengundurkan diri dan tidak dikenakan sanksi.
31. Pengumuman Pemenang Pokja ULP mengumumkan pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila ada) melalui aplikasi SPSE, di website sebagaimana tercantum dalam DL. 32.1. Peserta yang memasukkan penawaran dapat menyampaikan

32. Sanggahan

sanggahan secara elektronik melalui aplikasi SPSE atas penetapan pemenang kepada Pokja ULP dalam waktu yang telah ditetapkan dengan disertai bukti terjadinya penyimpangan dan dapat ditembuskan secara offline (di luar aplikasi SPSE) kepada PPK, PA/KPA dan APIP sebagaimana tercantum dalam DL.
32.2. Sanggahan yang disampaikan melalui aplikasi SPSE wajib disertai sanggahan secara tertulis dan dikirimkan kepada Pokja ULP dengan alamat sesuai yang tercantum pada DL. 32.3. Sanggahan diajukan oleh peserta apabila terjadi penyimpangan prosedur meliputi a. penyimpangan terhadap ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang terakhir diubah dengan Peraturan Presiden No. 70 Tahun 2012 beserta petunjuk teknisnya dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan; b. Rekayasa tertentu sehingga menghalangi terjadinya persaingan usaha yang sehat; dan / atau c. Penyalahgunaan wewenang oleh Pokja ULP dan / atau pejabat yang berwenang lainnya. 32.4. Pokja ULP wajib memberikan jawaban tertulis atas semua sanggahan paling lambat 5 (lima) hari kalendersetelah menerima surat sanggahan. 32.5. Apabila sanggahan dinyatakan benar maka Pokja ULP menyatakan pelelangan gagal. 32.6. Sanggahan yang disampaikan tidak melalui aplikasi SPSE (offline) bukan dikarenakan adanya keadaan kahar atau gangguan teknis atau kepada PA/KPA, PPK, PPK atau bukan kepada Pokja ULP atau disampaikan diluar masa sanggah, dianggap sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti. 33. Sanggahan Banding 33.1. Peserta yang tidak puas dengan jawaban sanggahan dari Pokja ULP, dapat mengajukan sanggahan banding secara tertulis kepada Kepala Daerah/Pejabat yang menerima penugasan menjawab sanggahan banding sebagaimana tercantum dalam DL, paling lambat 5 (lima) hari kalender untuk pelelangan umumsetelah menerima jawaban sanggahan, dengan tembusan kepada PPK, Pokja ULP, dan APIP sebagaimana tercantum dalam LDP. 33.2. Kepala Daerah/Pejabat yang menerima penugasan menjawab sanggahan banding sebagaimana tercantumdalam DL, wajib memberikan jawaban secaratertulis atas semua sanggahan banding palinglambat 15 (lima belas) hari kerja setelah suratsanggahan banding diterima. 33.3. Peserta yang akan melakukan sanggahanbanding harus memberikan JaminanSanggahan Banding sebesar sebagaimanatercantum dalam DL dengan masa berlaku 15 (lima belas) hari kalender sejak tanggal

17

pengajuansanggahan banding. 33.4. Penerima Jaminan Sanggahan Banding adalahPokja ULP. 33.5. Dalam hal substansi sanggahan banding pada pelelangan dinyatakan salah, Jaminan Sanggahan Banding dicairkan dan disetorkan ke kas Negara/Daerah, kecuali jawaban Sanggahan Banding melampaui batas akhir menjawab sanggahan banding 33.6. Sanggahan banding menghentikan prosespelelangan. 33.7. Sanggahan banding yang disampaikan bukankepada Kepala Daerah/Pejabat yang menerima penugasan menjawab sanggahan banding sebagaimanatercantum dalam DL atau disampaikan di luarmasa sanggah banding, dianggap sebagaipengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti. 33.8. Jaminan Sanggahan Banding Diterbitkan oleh Bank Umum, perusahaan penjaminan atau perusahaan asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (suretyship) sebagaimana ditetapkan oleh Menteri Keuangan 33.9. Jaminan Sanggahan Banding harus dapat dicairkan tanpa syarat (unconditional) sebesar nilai Jaminan dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja, setelah surat pernyataan wanprestasi dari Pokja ULP diterima oleh Penerbit Jaminan; G. PENUNJUKAN PEMENANG PENGADAAN 34.1. Pokja ULP menyampaikan Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP) 34. Penunjukan kepada PPK sebagai dasar untuk menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang / Penyedia Barang / Jasa (SPPBJ). Jasa 34.2. PPK menerbitkan SPPBJ apabila pernyataan peserta pada formulir isian kualifikasi masih berlaku, dengan ketentuan : a. Tidak ada sanggahan dari peserta; b. Sanggahan dan / atau sanggahan banding terbukti tidak benar; atau c. Masa sanggah dan / atau masa sanggah banding berakhir. 34.3. Penyedia yang ditunjuk wajib menerima keputusan tersebut, dengan ketentuan : a. Apabila yang bersangkutan mengundurkan diri dan masa penawarannya masih berlaku dengan alasan yang dapat diterima secara obyektif oleh Pokja ULP, maka Jaminan Penawaran yang bersangkutan dicairkan dan disetorkan sebagaimana tercantum dalam DL; b. Apabila yang bersangkutan mengundurkan diri dan masa penawarannya masih berlaku dengan alasan yang tidak dapat diterima secara obyektif oleh Pokja ULP, maka Jaminan Penawaran yang bersangkutan dicairkan dan disetorkan sebagaimana tercantum dalam DL serta dimasukkan dalam Daftar Hitam; atau c. Apabila yang bersangkutan tidak bersedia ditunjuk karena masa penawarannya sudah tidak berlaku, maka Jaminan Penawaran yang bersangkutan tidak boleh dicairkan. 34.4. Apabila pemenang yang ditunjuk mengundurkan diri, maka penunjukan pemenang dapat dilakukan kepada pemenang cadangan sesuai dengan urutan peringkat, selama masa surat penawaran dan Jaminan Penawaran pemenang cadangan masih berlaku atau sudah diperpanjang masa berlakunya. 34.5. Apabila semua pemenang yang ditunjuk mengundurkan diri, maka pelelangan dinyatakan gagal oleh PA / KPA setelah mendapat laporan dari PPK. 34.6. SPPBJ harus diterbitkan paling lambat 6 (enam) hari kalender setelah pengumuman penetapan pemenang, apabila tidak ada sanggahan. 34.7. SPPBJ harus diterbitkan paling lambat 2 (dua) hari kalender setelah semua sanggahan dan sanggahan banding dijawab. 34.8. Dalam SPPBJ disebutkan bahwa penyedia harus menyiapkan Jaminan Pelaksanaan sebelum penandatanganan kontrak.

18

34.9. Dalam hal PPK tidak bersedia menerbitkan SPPBJ karena tidak sependapat atas penetapan pemenang, maka diberitahukan kepada PA / KPA untuk diputuskan dengan ketentuan: a. apabila PA / KPA sependapat dengan PPK, dilakukan evaluasi ulang atau pelelangan dinyatakan gagal; atau b. apabila PA / KPA sependapat dengan ULP, PA / KPA memutuskan penetapan pemenang oleh ULP bersifat final dan PA / KPA memerintahkan PPK untuk mengeluarkan SPPBJ 34.10. Kontrak ditandatangani paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkannya SPPBJ. 35. Kerahasiaan Proses Evaluasi penawaran yang dilaksanakan oleh Pokja ULP bersifat rahasia sampai dengan saat pengumuman pemenang.

H. PELELANGAN GAGAL 36.1. Pokja ULP menyatakan pelelangan gagal, apabila : 36. Pelelangan Gagal a. Jumlah peserta yang memasukan Dokumen Penawaran kurang dari 3 (tiga) peserta; b. Tidak ada penawaran yang lulus evaluasi penawaran; c. Dalam evaluasi penawaran ditemukan bukti / indikasi terjadi persaingan tidak sehat; d. Harga penawaran terendah terkoreksi untuk Kontrak Harga Satuan atau Kontrak gabungan Lumpsum dan Harga Satuan lebih tinggi dari HPS;seluruh harga penawaran yang masuk untuk Kontrak Lumpsum di atas HPS; e. sanggahan dari peserta yang memasukkan Dokumen Penawaran atas pelaksanaan pelelangan yang tidak sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang terakhir diubah dengan Peraturan Presiden No. 70 Tahun 2012 beserta petunjuk teknisnyadan Dokumen Pengadaan ternyata benar; f. Sanggahan dari peserta atas kesalahan substansi Dokumen Pengadaan ternyata benar; atau g. Calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2, setelah dilakukan evaluasi dengan sengaja tidak hadir dalam klarifikasi dan / atau pembuktian kualifikasi. 36.2. PA / KPA menyatakan pelelangan gagal, apabila : a. PA/KPA sependapat dengan PPK yang tidak bersedia menandatangani SPPBJ karena proses Pelelangan tidak sesuai dengan Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang terakhir diubah dengan Peraturan Presiden No. 70 Tahun 2012 beserta petunjuk teknisnya; b. Pengaduan masyarakat adanya dugaan KKN yang melibatkan Pokja ULP dan / atau PPK ternyata benar; c. Dugaan KKN dan / atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan Pelelangan dinyatakan benar oleh pihak berwenang; d. Sanggahan dari Penyedia Barang / Jasa atas kesalahan prosedur yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan ternyata benar; e. Dokumen Pengadaan tidak sesuai dengan Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang terakhir diubah dengan Peraturan Presiden No. 70 Tahun 2012 beserta petunjuk teknisnya; f. Pelaksanaan Pelelangan tidak sesuai atau menyimpang dari Dokumen Pengadaan; atau g. Calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 mengundurkan diri; atau h. pelaksanaan Pelelangan melanggar Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang terakhir diubah dengan Peraturan Presiden No. 70 Tahun 2012 beserta petunjuk teknisnya. 36.3. Walikota sebagaimana tercantum dalam DL menyatakan pelelangan

19

gagal, apabila : a. Sanggahan banding dari peserta atas terjadinya pelanggaran prosedur dalam pelaksanaan pelelangan yang melibatkan PA, KPA, PPK dan / atau Pokja ULP, ternyata benar; atau b. Pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN yang melibatkan PA dan / atau KPA, ternyata benar. 36.4. Setelah pelelangan dinyatakan gagal, maka Pokja ULP memuat informasi tersebutsecara elektronik. 36.5. Setelah pemberitahuan adanya pelelangan gagal, maka Pokja ULP atau Pokja ULP lainnya yang ditugaskan meneliti dan menganalisis penyebab terjadinya pelelangan gagal, menentukan langkah selanjutnya, yaitu melakukan : a. Evaluasi ulang; b. Penyampaian ulang Dokumen Penawaran; c. Pelelangan ulang; atau d. Penghentian proses pelelangan. I. SURAT JAMINAN PELAKSANAAN 37.1. Jaminan Pelaksanaan diberikan Penyedia setelah diterbitkannya 37. Surat Jaminan SPPBJ dan sebelum penandatanganan Kontrak. Pelaksanaan 37.2. Jaminan Pelaksanaan dikembalikan kepada Penyedia setelah: a) penyerahan seluruh pekerjaan; b) penyerahan Jaminan Pemeliharaan sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai Kontrak; atau c) pembayaran termin terakhir/bulan terakhir/sekaligus telah dikurangi uang retensi sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai Kontrak (apabila diperlukan). 37.3. Surat Jaminan Pelaksanaan memenuhi ketentuan sebagai berikut : a. Diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk bank perkreditan rakyat), perusahaan penjaminan atau perusahaan asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (suretyship) yang sebagaimana ditetapkan oleh Menteri Keuangan; b. Masa berlaku Jaminan Pelaksanaan dimulai sejak tanggal penandatanganan kontrak, dan masa berlakunya tidak kurang dari waktu yang ditetapkan dalam DL ditambah dengan 50 (limapuluh) hari kalender; c. Nama penyedia sama dengan nama yang tercantum dalam surat Jaminan Pelaksanaan; d. Besaran nilai Jaminan Pelaksanaan tidak kurang dari nilai jaminan yang ditetapkan; e. Besaran nilai Jaminan Pelaksanaan dicantumkan dalam angka dan huruf; f. Nama PPK yang menerima Jaminan Pelaksanaan sama dengan nama PPK yang menandatangan kontrak; g. Paket pekerjaan yang dijamin sama dengan paket pekerjaan yang tercantum dalam SPPBJ; h. Jaminan Pelaksanaan harus dapat dicairkan tanpa syarat (unconditional) sebesar nilai jaminan dalam jangka waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah surat pernyataan wanprestasi dari PPK diterima oleh penerbit Jaminan; i. Jaminan Pelaksanaan atas nama Kemitraan / KSO harus ditulis atas nama Kemitraan / KSO; dan j. Memuat nama, alamat dan tanda tangan pihak penjamin. 37.4. PPK mengkonfirmasi dan mengklarifikasi secara tertulis substansi dan keabsahan / keaslian Jaminan Pelaksanaan kepada penerbit jaminan. 37.5. Kegagalan penyedia yang ditunjuk untuk menyerahkan Surat Jaminan Pelaksanaan dipersamakan dengan penolakan untuk menandatangani Kontrak.

20

37.6. Ketentuan lebih lanjut mengenai pencairan Surat Jaminan Pelaksanaan diatur dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak. J. PENANDATANGANAN KONTRAK 38.1. Sebelum penandatanganan kontrak PPK wajib memeriksa apakah 38. Penandatanganan pernyataan Dalam Dokumen Isian Kualifikasi masih berlaku. Kontrak Apabila salah satu pernyataan tersebut sudah tidak dipenuhi, maka penandatanganan kontrak tidak dapat dilakukan. 38.2. Penandatanganan kontrak dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkan SPPBJ dan setelah penyedia menyerahkan Jaminan Pelaksanaan, dengan ketentuan: a. Nilai Jaminan Pelaksanaan untuk harga penawaran atau penawaran terkoreksi diatas 80% (delapan puluh perseratus) nilai total HPS adalah sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai penawaran atau penawaran terkoreksi; atau b. Nilai Jaminan Pelaksanaan untuk harga penawaran atau penawaran terkoreksi dibawah 80% (delapan puluh perseratus) nilai total HPS adalah sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai total HPS. c. masa berlaku Jaminan Pelaksanaan sejak tanggal penandatanganan Kontrak sampai serah terima pertama Pekerjaan Konstruksi. 38.3. PPK dan penyedia tidak diperkenankan mengubah substansi Dokumen Pengadaan sampai dengan penandatanganan Kontrak, kecuali perubahan waktu pelaksanaan pekerjaan yang melewati batas tahun anggaran. 38.4. Dalam hal kontrak tahun tunggal perubahan waktu pelaksanaan pekerjaan melewati batas tahun anggaran, penandatanganan kontrak dilakukan setelah mendapat persetujuan kontrak tahun jamak. 38.5. Perubahan waktu pelaksanaan pekerjaan dilakukan setelah mendapat persetujuan kontrak tahun jamak. 38.6. PPK dan penyedia wajib memeriksa konsep Kontrak meliputi substansi, bahasa, redaksional, angka dan huruf serta membubuhkan paraf pada setiap lembar Dokumen Kontrak. 38.7. Menetapkan urutan hirarki bagianbagian Dokumen Kontrak dalam Surat Perjanjian, dengan maksud apabila terjadi pertentangan ketentuan antara bagian satu dengan bagian yang lain, maka berlaku urutan sebagai berikut : a. Adendum Surat Perjanjian; b. Pokok perjanjian; c. Surat penawaran berikut daftar kuantitas dan harga; d. Syarat-syarat khusus kontrak; e. Syarat-syarat umum kontrak; f. Spesifikasi khusus; g. Spesifikasi umum; h. Gambar-gambar; i. daftar kuantitas (apabila ada); dan j. Dokumen lainnya seperti: jaminan-jaminan, SPPBJ, BAHP, BAPP. 38.8. Banyaknya rangkap kontrak dibuat sesuai kebutuhan, yaitu : a. Sekurang-kurangnya 2 (dua) Kontrak asli, terdiri dari : 1) Kontrak asli pertama untuk PPK dibubuhi materai pada bagian yang ditandatangan oleh penyedia; dan 2) Kontrak asli kedua untuk penyedia dibubuhi materai pada bagian yang ditandatangani oleh PPK; b. Rangkap kontrak lainnya tanpa dibubuhi materai, apabila diperlukan. 38.9. [Penandatanganan kontrak yang kompleks dan/atau bernilai di atas Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah) dilakukan setelah draf kontrak memperoleh pendapat ahli hukum kontrak.] 38.10. Pihak yang berwenang menandatangani kontrak atas nama penyedia adalah Direksi yang disebutkan namanya dalam Akta Pendirian /

21

Anggaran Dasar, yang telah didaftarkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 38.11. Pihak lain yang bukan Direksi atau yang namanya tidak disebutkan dalam Akta Pendirian / Anggaran Dasar , dapat menandatangani kontrak, sepanjang pihak tersebut adalah pengurus/karyawan perusahaan/karyawan koperasi yang berstatus sebagai tenaga kerja tetap dan mendapat kuasa / pendelegasian wewenang yang sah dari Direksi atau pihak yang sah berdasarkan Akta Pendirian / Anggaran Dasar untuk menandatangani kontrak.

22

BAB III DATA LELANG(DL) A. LINGKUP PEKERJAAN 1. Pokja ULP : Pokja Paket Pekerjaan Pengecatan Marka Jalan dengan Thermoplastik tebal 2 mm (II) 2. Alamat Pokja ULP :Jl. Sedap Malam No. 1Surabaya 3. Website :www.lpse.surabaya.go.id 4. Nama Paket Pekerjaan : Pengecatan Marka Jalan dengan Thermoplastik tebal 2 mm (II) 5. Uraian Singkat Pekerjaan (Nama Kegiatan) : Pengadaan/Pemeliharaan Perlengkapan Jalan 6. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan : 120 (seratus dua puluh) hari kalendersejak diterbitkannya Penandatangan Kontrak 7. Klasifikasi : Jasa Pemasokan Barang Bidang : Perhubungan Sub Bidang : Alat/peralatan/suku cadang keselamatan angkutan darat/laut/udara (termasuk peralatan untuk SAR). Kualifikasi : Kecil Jenis Kontrak : Harga Satuan Pekerjaan ini dibiayai dari sumber pendanaan : APBD Kota Surabaya Tahun Anggaran 2014 Pemilihan penyedia ini dilaksanakan dengan metode Pelelangan Umum Pascakualifikasi. Tempat : Aplikasi SPSE Waktu : lihat jadwal pengadaan dalam aplikasi SPSE

B. SUMBER DANA C. METODE PEMILIHAN D. PEMBERIAN PENJELASAN DOKUMEN PENGADAAN E. PENINJAUAN LAPANGAN [Apabila diperlukan] F. DOKUMEN PENAWARAN

Tempat : Waktu : -

NO.
1 2
1. 2.

DOKUMEN PENAWARAN
DOKUMEN ADMINISTRASI Jaminan Penawaran Surat Penawaran DOKUMEN TEKNIS
Spesifikasi teknis menyebutkan identitas (merk dan/atau type) bahan marka yang ditawarkan Surat rekomendasi dari DIJENDAT yang masih berlaku sebagai : 1. Aplikator marka jalan bagi peserta lelang (bukan dukungan) 2. Produsen marka jalan bagi peserta lelang/produsen pendukung produk yang digunakan oleh peserta lelang Hasil uji Laboratorium bahan baku (cat thermoplastic dan glass beads) sesuai standart AASTHO M249-79 (Thermoplastik) AASTHO M247-81yang diterbitkan oleh B4T Bandung, tahun 2013/2014 Rencana jadwal pelaksanaan

KETERANGAN
Unggah/ upload dalam dokumen penawaran (*.rhs) Unggah/ upload dalam dokumen penawaran (*.rhs)
Unggah/upload dalam penawaran (*.rhs) Unggah/upload dalam penawaran (*.rhs) dokumen dokumen

3.

Unggah/upload dalam penawaran (*.rhs)

dokumen

4. 5. 6.

Sertifikat ISO 9001 : 2008 bagi produsen / pabrikan cat thermoplastic dan glass beads yang masih berlaku
Surat pernyataan bermaterai sanggup ditinjau lokasi work shop (melampirkan alamat) dan setiap peserta harus mempunyai peralatan (milik sendiri) yang meliputi : a) Mesin aplikator marka kapasitas tangki min. 100 kg,

Unggah/upload dalam penawaran (*.rhs) Unggah/upload dalam penawaran (*.rhs) Unggah/upload dalam penawaran (*.rhs)

dokumen dokumen dokumen

23

7. 8.

minimal 2 (dua) unit Mesin pengaduk yang digerakan oleh motor/mesin (ketel mekanis/mixer mekanis) yang mempunyai kapasitas tangki min. 300 Kg. minimal 2 (dua) unit c) Ketersedian barang untuk thermoplastic minimal 5 (lima) ton, Glass Beed minimal 1 (satu) ton, dan kendaraan operasional jenis truck 4/6 roda minimal 2 (dua) unit Brosur resmi bahan marka jalan (cat thermoplastik dan glass beads) Surat keterangan dari Produsen Cat Thermoplastik /Principal/Distributor/Agen/Dealer yang memuat: a. Ketersediaan barang b. Barang dalam keadaan 100% baru b) Apabila surat keterangan diterbitkan oleh Distributor/Agen/Dealer maka surat tersebut harus dilampiri copy surat penunjukan sebagai Distibutor/Agen/Dealer yang dikeluarkan oleh principal/produsen yang masih berlaku. Surat pernyataan kesanggupan apabila ditunjuk sebagai pemenang akan mengikuti program Jamsostek dengan minimal mengikuti Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) Sertifikat kepesertaan Jamsostek diserahkan pada saat tanda tangan kontrak.

Diserahkan pada saat klarifikasi Bagi pemenang dan diserahkan pada saat klarifikasi

9.

Bagi pemenang dan diserahkan pada saat klarifikasi

Jadwal dan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan DOKUMEN HARGA

- Buat dari Ms. Excel - Unggah/upload dalam dokumen penawaran (*.rhs) - Buat dari Ms. Excel - Unggah/ upload dalam dokumen penawaran (*.rhs)

Daftar Kuantitas dan Harga Satuan Penawaran

G. MATA UANG PENAWARAN DAN CARA PEMBAYARAN H. SURAT PENAWARAN

1. Mata uang yang digunakan Rupiah 2. Pembayaran diatur lebih lanjut dalam kontrak.

1.Surat penawaran ditujukan kepada PokjaPaket PekerjaanPengecatan Marka Jalan dengan Thermoplastik tebal 2 mm (II) 2. Masa berlaku penawaran selama 90 (Sembilan puluh) hari kalender sejak batas akhir waktu pemasukan penawaran. 1. Jaminan Penawaran ditujukan kepada Pokja Paket Pekerjaan Pengecatan Marka Jalan dengan Thermoplastik tebal 2 mm (II) 2. Besarnya Jaminan Penawaran adalah : Rp 17.878.800,00 (Tujuh belas juta delapan ratus tujuh puluh delapan ribu delapan ratus rupiah) [diisi,

I. JAMINAN PENAWARAN

besar nominal antara 1% sampai dengan 3% dari total HPS]


3. Masa berlakunya jaminan penawaran 90 (sembilan puluh) hari kalender sejak batas akhir waktu pemasukan penawaran. 4. Jaminan Penawaran dicairkan dan disetorkan padaKas Daerah sesuai ketentuan pada Perpres No. 70 Tahun 2012. J. PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN K. BATAS AKHIR WAKTU PENYAMPAIAN PENAWARAN L. PEMBUKAAN PENAWARAN (lihat jadwal pengadaan dalam aplikasi SPSE)

(lihat jadwal pengadaan dalam aplikasi SPSE)

(lihat jadwal pengadaan dalam aplikasi SPSE)

24

M. SANGGAHAN, SANGGAHAN BANDING DAN PENGADUAN

1. Sanggahan ditujukan kepada Pokja Paket Pekerjaan Pengecatan Marka Jalan dengan Thermoplastik tebal 2 mm (II) 2. Tembusan sanggahan ditujukan kepada: a. PPK b. PA / KPA c. Inspektorat Pemerintah Kota Surabaya 3. Sanggahan Banding ditujukan kepada Walikota Surabaya 4. Tembusan sanggahan banding ditujukan kepada: a. PPK b. Pokja ULP c. Inspektorat Pemerintah Kota Surabaya 1. Besarnya jaminan sanggahan Banding ditetapkan sebesar 1%(satu perseratus) dari nilai total HPS. 2. Jaminan Sanggahan Banding ditujukan kepada Pokja Paket Pekerjaan Pengecatan Marka Jalan dengan Thermoplastik tebal 2 mm (II) 3. Masa berlakunya jaminan sanggahan banding 15 (limabelas) hari kerjasejak tanggal pengajuan sanggahan banding. 4. Jaminan Sanggahan Banding dicairkan dan disetorkan pada Kas Daerah sesuai ketentuan pada Peraturan Presiden No. 70 tahun 2012 pasal 82. 1. Jaminan Pelaksanaan berlaku sejak tanggal Kontrak sampai serah terima Barang / Jasa lainnya atau serah terima pertama Pekerjaan, dan ditambah dengan 50 (limapuluh) hari kalender. 2. Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan disetorkan pada Kas Daerah sesuai ketentuan pada Peraturan Presiden No. 70 Tahun 2012 pasal 93.

N. JAMINAN SANGGAHAN BANDING

O. JAMINAN PELAKSANAAN

25

BAB IV DATA KUALIFIKASI (DK) A. LingkupKualifikasi Nama Pokja ULP Alamat Pokja ULP Website Nama Paket Pekerjaan : : : : Pokja Paket Pekerjaan Pengecatan Marka Jalan dengan Thermoplastik tebal 2 mm (II) Jl. Sedap Malam No. 1 Surabaya www.lpse.surabaya.go.id Pengecatan Marka Jalan dengan Thermoplastik tebal 2 mm (II)

B. PersyaratanKualifikasi

NO.
1 2 3

DOKUMEN PENAWARAN

KETERANGAN

DOKUMEN KUALIFIKASI Pakta Integritas (Apabila berbentuk Unggah/ upload dalam dokumen penawaran kemitraan / KSO) (*.rhs) Surat Perjanjian Kemitraan / KSO (jika ada) Unggah/ upload dalam dokumen penawaran (*.rhs) Form Isian Penilaian Kualifikasi (yang telah Unggah/ upload Data Kualifikasi dalam aplikasi di up-date sesuai data terakhir) SPSE, terdiri dari : a) Surat Ijin UsahaPerdagangan(SIUP) b) Bukti Pajak : - SPT Tahunan; - Laporan bulanan PPh Pasal 21, PPh Pasal 23 (bila ada transaksi); - PPh Pasal 25/Pasal 29 dan PPN (bagi Pengusaha Kena Pajak) 3 (tiga) bulan terakhir; - Untuk PPh Pasal 25 dapat diganti PPH Final dengan membuktikan SSP PPh Pasal 4 Ayat 2 yang sudah divalidasi oleh Bank atau Badan Keuangan lainnya - Peserta dapat mengganti persyaratan diatas dengan menyampaikan Surat Keterangan Fiskal (SKF), atau dokumen sejenis dari negara asal Penyedia jasa (bila ada) c) Tenaga Ahli SKA/SKT sesuai yang dipersyaratkan (jika disyaratkan) d) Pengalaman e) Pekerjaan Sedang Berjalan f) Peralatan (jika disyaratkan) g) Akta dan Perubahan (apabila ada) h) NPWP (Dokumen Persyaratan Kualifikasi lainnya) Surat pernyataan bahwa badan usaha dan Unggah/ upload dalam dokumen penawaran penanggung jawabnya tidak masuk dalam (*.rhs) Daftar Hitam, tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit, kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan dan / atau direksi yang bertindak untuk dan atas nama perusahaan tidak sedang dalam menjalani sanksi pidana

26

BAB V BENTUK DOKUMEN PENAWARAN

A. BENTUK SURAT PENAWARAN

CONTOH

[KOP SURAT BADAN USAHA]


Nomor : Lampiran : Kepada Yth.: Pokja ___________________ di ______________________________ Perihal : Penawaran Pekerjaan _______________ [nama pekerjaan] _______, _____________ 20___

Sehubungan dengan pengumuman Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi dan setelah kami pelajari dengan saksama Dokumen Pengadaan dan Berita Acara Pemberian Penjelasan [serta adendum Dokumen Pengadaan], dengan ini kami mengajukan penawaran untuk pekerjaan _________________ sebesar Rp. ____________ ( _____________________ ). Penawaran ini sudah memperhatikan ketentuan dan persyaratan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut di atas. Penawaran ini berlaku sejak batas akhir pemasukan dokumen penawaran sampai dengan tanggal____ [Masa berlaku penawaran tidak kurang dari waktu yangditetapkan dalam data lelang]. Sesuai dengan persyaratan, bersama Surat Penawaran ini kami lampirkan: 1. [Softcopy Jaminan Penawaran, apabila dipersyaratkan] 2. [Daftar Kuantitas dan Harga, apabila dipersyaratkan]; 3. [Surat perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi, (apabila peserta berbentuk Kemitraan/KSO); 4. Dokumen penawaran teknis, terdiri dari : a. spesifikasi teknis barang yang ditawarkan dilengkapi berdasarkan contoh, brosur dan gambar-gambar; b. jadwal waktu penyerahan/pengiriman barang; c. identitas (jenis, tipe dan merek) barang ditawarkan tercantum dengan lengkap dan jelas (apabila dipersyaratkan); d. [layanan purnajual (apabila dipersyaratkan)]; e. [asuransi (apabila dipersyaratkan)]; f. [tenaga teknis (apabila dipersyaratkan)]; dan g. [Bagian Pekerjaan yang disubkontrakkan, apabila ada]. 5. [Formulir rekapitulasi perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), apabila dipersyaratkan untuk diberikan preferensi harga]; dan 6. Data Kualifikasi. Dengan disampaikannya Surat Penawaran ini, maka kami menyatakan sanggup dan akan tunduk pada semua ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan.

27

B. BENTUK DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA SATUAN PENAWARAN


CONTOH DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA SATUAN PENAWARAN

NPWP Nama Nama Pekerjaan HPS / OE No. 1 2 3 4 5 Pekerjaan

: : : :

XX.XXX.XXX.X-XXX.XXX (Nama Direktur) Volume Harga Satuan (Rp.) Jumlah (Rp.)

Jumlah Ppn. 10 % Total Dibulatkan JENIS KONTRAK HARGA LUMPSUM NPWP : XX.XXX.XXX.X-XXX.XXX Nama : (Nama Direktur) Nama Pekerjaan : HPS / OE : No. 1 2 3 4 5 Jumlah Ppn.10 % Total Dibulatkan
Catatan : Bentuk Daftar Kuantitas Penawaran Harga mengikuti jenis kontrak sesuai DL

Pekerjaan

Volume

Jumlah (Rp.)

28

C. BENTUK SURAT KUASA CONTOH-1 [Kop Surat Badan Usaha] SURAT KUASA Nomor : ___________________

Yang bertandatangan di bawah ini : Nama : ____________________ Alamat Perusahaan : ____________________ Jabatan : ____________________ [Direktur Utama / Pimpinan Perusahaan] ____________________ [nama PT / CV / Firma] dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama perusahaan berdasarkan Akta Notaris No. _____ [No. Akta Notaris] tanggal __________ [tanggal penerbitan Akta]Notaris __________ [nama Notaris penerbit Akta] yang selanjutnya disebut sebagai Pemberi Kuasa, memberi kuasa kepada : Nama : ____________________ *) Alamat : ____________________ Jabatan : ____________________ yang selanjutnya disebut sebagai Penerima Kuasa. Penerima Kuasa mewakili Pemberi Kuasa untuk : 1) [Menandatangani Surat Penawaran,] 2) [Menandatangani Pakta Integritas,] 3) [Menandatangani Surat Perjanjian,] 4) [Menandatangani Surat Sanggahan,] 5) [Menandatangani Surat Sanggahan Banding.] Surat kuasa ini tidak dapat dilimpahkan lagi kepada orang lain. __________, ____________________ 20___ Penerima Kuasa Pemberi Kuasa

____________________ ____________________ (nama dan jabatan) (nama dan jabatan) *) Penerima kuasa dari direktur utama / pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akta perindian atau perubahannya.

29

CONTOH-2 [Kop Surat Badan Usaha] SURAT KUASA Nomor : ___________________

Yang bertandatangan di bawah ini : Nama : ____________________ Alamat Perusahaan : ____________________ Jabatan : ____________________ [Direktur Utama / Pimpinan Perusahaan / Kepala Cabang / wakil kemitraan (KSO)] ____________________ [nama PT / CV / Firma] dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama [perusahaan / kemitraan] berdasarkan Akta Notaris No. _____ [No. Akta Notaris] tanggal __________ [tanggal penerbitan Akta]Notaris __________ [nama Notaris penerbit Akta] beserta perubahannya atau Perjanjian Kemitraan / Kerja Sama Operasi (KSO) No __________ tanggal __________, yang selanjutnya disebut sebagai Pemberi Kuasa, memberi kuasa kepada : Nama : ____________________ Alamat : ____________________ yang selanjutnya disebut sebagai Penerima Kuasa. Penerima Kuasa mewakili Pemberi Kuasa untuk : 1) [Melakukan pendaftaran dan pengambilan dokumen,] 2) [Menghadiri pemberian penjelasan,] 3) [Menghadiri pembukaan penawaran,] 4) [____________________,dst] Surat kuasa ini tidak dapat dilimpahkan lagi kepada orang lain. __________, ____________________ 20___ Penerima Kuasa Pemberi Kuasa

____________________ (nama dan jabatan)

____________________ (nama dan jabatan)

30

D. BENTUK PERJANJIAN KEMITRAAN / KERJA SAMA OPERASI (KSO) CONTOH SURAT PERJANJIAN KEMITRAAN / KERJA SAMA OPERASI (KSO) Sehubungan dengan pelelangan pekerjaan ____________________ yang pembukaan penawarannya akan dilakukan di ____________________ pada tanggal __________ 20___, maka ___________________ [nama peserta 1]; ___________________ [nama peserta 2]; ___________________ [nama peserta 3]; ___________________ [dan seterusnya]; bermaksud untuk mengikuti pelelangan dan pelaksanaan kontrak secara bersama-sama dalam bentuk kemitraan / Kerja Sama Operasi (KSO). Kami menyetujui dan memutuskan bahwa : 1. Secara bersama-sama : a. Membentuk kemitraan / KSO dengan nama kemitraan adalah ____________________ b. Menunjuk ____________________ [nama peserta 1] sebagai perusahaan utama (leading firm) untuk kemitraan / KSO dan mewakili serta bertindak untuk dan atas nama kemitraan/ KSO. c. Menyetujui apabila ditunjuk sebagai pemenang, wajib bertanggung jawab baik secara bersamasama atau masing-masing atas semua kewajiban sesuai ketentuan dokumen kontrak. 2. Keikutsertaan modal (sharing) setiap perusahaan dalam kemitraan / KSO adalah : ____________________ [nama peserta 1] sebesar _____ % (__________ persen) ____________________ [nama peserta 2] sebesar _____ % (__________ persen) ____________________ [nama peserta 3] sebesar _____ % (__________ persen) ____________________ [dst] 3. Masing-masing peserta anggota kemitraan / KSO, akan mengambil bagian sesuai sharing tersebut pada butir 2. dalam hal pengeluaran, keuntungan, dan kerugian dari kemitraan / KSO. 4. Pembagian sharing dalam kemitraan / KSO ini tidak akan diubah baik selama masa penawaran maupun sepanjang masa kontrak, kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan persetujuan bersama secara tertulis dari masing-masing anggota kemitraan / KSO. 5. Terlepas dari sharing yang ditetapkan di atas, masing-masing anggota kemitraan / KSO akan melakukan pengawasan penuh terhadap semua aspek pelaksanaan dari perjanjian ini, termasuk hak untuk memeriksa keuangan, perintah pembelian, tanda terima, daftar peralatan dan tenaga kerja, perjanjian subkontrak, surat-menyurat, dan lain-lain. 6. Wewenang menandatangani untuk dan atas nama kemitraan / KSO diberikan kepada ___________ [nama wakil peserta] dalam kedudukannya sebagai direktur utama / direktur pelaksana ___________ [nama peserta 1] berdasarkan persetujuan tertulis dari seluruh anggota kemitraan / KSO. 7. Perjanjian ini berlaku sejak tanggal ditandatangani. 8. Perjanjian ini secara otomatis menjadi batal dan tidak berlaku lagi bila pelelangan tidak dimenangkan oleh perusahaan kemitraan / KSO. 9. Perjanjian ini dibuat dalam rangkap __________ (__________) yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama. DENGAN KESEPAKATAN INI semua anggota kemitraan / KSO membubuhkan tanda tangan di __________ pada hari __________ tanggal __________ bulan ___________, tahun __________ [Peserta 1] (__________________) [Peserta 3] (____________________) Disahkan oleh Notari (......................................) (tanda tangan dan cap) Catatan : Surat Perjanjian Kemitraan / Kerja Sama Operasi ini harus dibuat di atas kertas segel. [Peserta 2] (____________________) [dst] (____________________)

31

E. BENTUK FORMULIR REKAPITULASI PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) FORMULIR REKAPITULASI PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) Nilai Gabungan Barang / Jasa TKDN (Rp) Uraian Pekerjaan Total Barang / DN LN Gabungan Ribu % Jasa Rp KDN (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Barang I. Material langsung (Bahan baku) (1A) (1B) (1C) (1D) (1E) (1G) II. Peralatan (Barang jadi) (2A) (2B) (2C) (2D) (2E) (2G) A. Sub Total barang (3A) (3B) (3C) (3D) (3E) (3G) Jasa III. Manajemen proyek dan (4A) (4B) (4C) (4D) (4E) (4G) Perekayasaan IV. Alat Kerja / Fasilitas Kerja (5A) (5B) (5C) (5D) (5E) (5G) V. Konstruksi dan Fabrikasi (6A) (6B) (6C) (6D) (6E) (6G) VI. Jasa Umum (7A) (7B) (7C) (7D) (7E) (7G) B. Sub Total Jasa (8A) (8B) (8C) (8D) (8E) (8G) C. TOTAL Biaya (A + B) Formulasi perhitungan : % TKDN Gabungan Barang dan Jasa Nilai Barang Total 3C Nilai Barang Luar Negeri 3A Nilai Gabungan Barang dan Jasa 9C Nilai Jasa Total 3C Nilai Jasa Luar Negeri 3A Nilai Gabungan Barang dan Jasa 9C ___________ [tempat], _____ [tanggal] __________ [bulan] 20___ [tahun] [tanda tangan] [nama wakil sah badan usaha / kemitraan] (9A) (9B) (9C) (9D) (9E) (9G)

32

F. BENTUK JAMINAN PENAWARAN DARI BANK CONTOH [Kop Bank Penerbit Jaminan] GARANSI BANK Sebagai JAMINAN PENAWARAN No. __________ Yang bertanda tangan dibawah ini : __________ dalam jabatan selaku __________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama __________ [nama bank] berkedudukan di __________[alamat] untuk selanjutnya disebut : PENJAMIN, dengan ini menyatakan akan menbayar kepada : Nama : __________[Pokja ULP] Alamat : __________ Selanjutnya disebut : PENERIMA JAMINAN Sejumlah uang Rp. __________ (terbilang __________) dalam bentuk garansi bank sebagai Jaminan Penawaran atas pekerjaan __________ berdasarkan Dokumen Pengadaan, apabila : Nama : __________[Peserta Pelelangan] Alamat : __________ selanjutnya disebut : YANG DIJAMIN ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini, lalai / tidak memenuhi kewajibannya kepada Penerima jaminan yaitu : a. Yang dijamin menarik kembali penawarannya selama dilaksanakannya pelelangan atau sesudah dinyatakan sebagai pemenang; b. Yang dijamin tidak : 1. menyerahkan Jaminan Pelaksanaan setelah ditunjuk sebagai pemenang; 2. menandatangani Kontrak; atau 3. hadir dalam klarifikasi dan / atau verifikasi sebagai calon pemenang c. Yang dijamin terlibat Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN); Sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pengadaan yang diikuti oleh Yang Dijamin.

Garansi Bankini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Berlaku selama __________ (__________) hari kalender, dari tanggal __________ s.d.
__________ 2. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat

3.

4.

5. 6.

Pernyataan Wanprestasi dari penerima jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagai Jaminan Penawaran sebagaimana tercantum dalam butir 1. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional)setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasarkanSurat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji / lalai tidak memenuhi kewajibannya. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank sebagai Jaminan Penawaran ini, masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri __________
Dikeluarkan di : __________ Pada tanggal : __________
Untuk keyakinan, pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _____[bank]

[Bank] Materai Rp. 6.000 [Nama dan Jabatan]

33

G. BENTUK JAMINAN PENAWARANDARI PENAWARANDARI ASURANSI / PERUSAHAAN PENJAMINAN


CONTOH

[Kop Penerbit Jaminan]


JAMINAN PENAWARAN Nomor Jaminan: __________ Nilai : __________

1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami : ___________ [nama], ___________ [alamat] sebagai Penyedia, selanjutnya disebut TERJAMIN, dan ___________ [nama penebit jaminan], ___________[alamat],sebagai Penjamin, selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN, bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada ___________ [nama Pokja ULP], ___________[alamat]sebagai Pelaksana Pelelangan, selanjutnya disebut PENERIMAJAMINAN atas uang sejumlah Rp ___________ (terbilang ___________) 2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebutdi atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban sebagaimana ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan,pelaksanaan pelelanganpekerjaan ___________ yang diselenggarakan oleh PENERIMA JAMINAN. 3. Surat Jaminan ini berlaku apabila TERJAMIN: a. menarik kembali penawarannya selama dilaksanakannya pelelangan atau sesudah dinyatakan sebagai pemenang. b. tidak: 1) menyerahkan Jaminan Pelaksanaan setelah ditunjuk sebagai pemenang; 2) menandatangani Kontrak; 3) hadir dalam klarifikasi dan / atau verifikasi sebagai calon pemenang; c. terlibat Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). 4. Surat Jaminan ini berlaku selama___________ (___________) hari kalender danefektif mulai dari tanggal ___________ sampai dengan tanggal___________ 5. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat setelah menerima tuntutan penagihan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji / wanprestasi. 6. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntutsupaya harta benda TERJAMIN lebih dahuludisitadan dijual guna dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831KUH Perdata. 7. Tuntutan pencairanterhadap PENJAMINberdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalendersesudahberakhirnya masa berlaku Jaminan ini.
Dikeluarkan di : __________ Pada tanggal : __________
Untuk keyakinan, pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _____[bank]

TERJAMIN

PENJAMIN Materai Rp. 6.000

[Nama dan Jabatan]

[Nama dan Jabatan]

34

H. BENTUKJAMINAN BENTUKJAMINAN SANGGAHAN BANDING DARI BANK


CONTOH

[Kop Bank Penerbit Jaminan]


GARANSI BANK sebagai JAMINAN SANGGAHAN BANDING No. ____________________
Yang bertanda tangan dibawah ini : __________ dalam jabatan selaku __________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama __________ [nama bank]berkedudukan di __________ [alamat] untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN dengan ini menyatakan akan membayar kepada: Nama : __________[Pokja ULP] Alamat :__________ selanjutnya disebut:PENERIMA PENERIMA JAMINAN sejumlah uang Rp __________(terbilang __________) dalam bentuk garansi bank sebagaiJaminan Sanggahan Banding atas pekerjaan __________ berdasarkan Dokumen Pengadaan, apabila: Nama : __________[peserta pelelangan] Alamat : __________ selanjutnya disebut :YANG YANG DIJAMIN ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini, sanggahan banding yang diajukan oleh YANG DIJAMIN dinyatakan tidak benar. Garansi Bankini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Berlaku selama __________ (___________) hari kalender, dari tanggal ___________s.d.__________ 2. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Jawaban Sanggahan Banding yang menyatakan bahwa Sanggahan Banding tidak benar dari __________[Menteri / Pimpinan Lembaga / Kepala Daerah / Pimpinan Institusi Lain]paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1. 3. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional)setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Surat Jawaban Sanggahan Banding yang menyatakan bahwa Sanggahan Banding tidak benar dan pengenaan sanksi akibat Sanggahan Banding yang diajukan Yang Dijamin tidak benar. 4. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. 5. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain. 6. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini, masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri __________
Dikeluarkan di : __________ Pada tanggal : __________
Untuk keyakinan, pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _____[bank]

[Bank] Materai Rp. 6.000 [Nama dan Jabatan]

35

I. BENTUK JAMINAN PELAKSANAAN PELAKSANAAN DARI BANK


CONTOH

[Kop Bank Penerbit Jaminan]


GARANSI BANK sebagai JAMINAN PELAKSANAAN PELAKSANAAN No. ____________________ Yang bertanda tangan dibawah ini : __________ dalam jabatan selaku __________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama __________ [nama bank]berkedudukan di __________ [alamat] untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN dengan ini menyatakan akan membayar kepada : Nama : __________ [nama PPK] Alamat :__________ selanjutnya disebut:PENERIMA PENERIMA JAMINAN sejumlah uang Rp __________ (terbilang __________) dalam bentuk garansi bank sebagai JaminanPelaksanaan atas pekerjaan __________ berdasarkan Surat Penunjukan Penyedia Barang / Jasa (SPPBJ) No. __________ tanggal __________, apabila: Nama : __________[nama penyedia] Alamat : __________ selanjutnya disebut :YANG YANG DIJAMIN ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini, lalai / tidak memenuhi kewajibannya kepada Penerima Jaminan berupa : a. Yang Dijamin tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut pada waktunya dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak; b. Pemutusan kontrak akibat kesalahan Yang Dijamin. sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pemilihan yang diikuti oleh Yang Dijamin.Garansi Bankini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Berlaku selama__________(__________) hari kalender, dari tanggal __________s.d. __________ 2. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1. 3. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji / lalai / tidak memenuhi kewajibannya. 4. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. 5. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini, masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri __________.
Dikeluarkan di :__________ Pada tanggal : __________
Untuk keyakinan, pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _____[bank]

[Bank] Materai Rp. 6.000 [Nama dan Jabatan]

36

J. BENTUK JAMINAN PELAKSANAAN DARI ASURANSI / PERUSAHAAN PENJAMINAN


CONTOH

[Kop Penerbit Jaminan]


JAMINAN PELAKSANAAN Nomor Jaminan : __________ Nilai : __________

1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami : __________[nama], __________ [alamat] sebagai Penyedia, selanjutnya disebut TERJAMIN, dan __________ [nama penebit jaminan],__________ [alamat], sebagai Penjamin, selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN, bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada__________ [nama PPK],__________ [alamat]sebagai Pemilik Pekerjaan, selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah Rp __________ (terbilang __________) 2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebutdi atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban dalam melaksanakan pekerjaan __________sebagaimana ditetapkan berdasarkan Surat Penunjukan Penyedia Barang / Jasa (SPPBJ) No. __________ tanggal __________ untukpelaksanaan pelelanganpekerjaan __________yang diselenggarakan oleh PENERIMA JAMINAN. 3. Surat Jaminan ini berlaku selama __________ (__________) hari kalender danefektif mulai dari tanggal __________ sampai dengan tanggal __________ 4. Jaminan ini berlaku apabila: a. TERJAMIN tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut pada waktunya dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak; b. Pemutusan kontrak akibat kesalahan TERJAMIN. 5. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional)setelah menerima tuntutan pencairan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji. 6. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntutsupaya harta benda TERJAMIN lebih dahuludisitadan dijual guna dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831KUH Perdata. Tuntutan pencairanterhadap PENJAMINberdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan selambatlambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalendersesudahberakhirnya masa berlaku Jaminan ini.
Dikeluarkan di : __________ Pada tanggal : __________
Untuk keyakinan, pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _____[bank]

TERJAMIN

PENJAMIN Materai Rp. 6.000

[Nama dan Jabatan]

[Nama dan Jabatan]

37

K. BENTUK JAMINAN UANG MUKA DARI BANK


CONTOH

[Kop Bank Penerbit Jaminan]


GARANSI BANK sebagai JAMINAN UANG MUKA No. __________ Yang bertanda tangan dibawah ini : __________ dalam jabatan selaku __________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama __________ [nama bank]berkedudukan di __________ [alamat] untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN dengan ini menyatakan akan membayar kepada: Nama : __________ [nama PPK] Alamat :__________ selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN sejumlah uang Rp __________ (terbilang __________) dalam bentuk garansi bank sebagaiJaminanUang Muka atas pekerjaan__________ berdasarkan Kontrak No.__________tanggal__________, apabila : Nama : __________ [nama penyedia] Alamat : __________ selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bankini, YANG DIJAMIN lalai / tidak memenuhi kewajibannya dalam melakukan pembayaran kembali kepada PENERIMA JAMINAN atas uang muka yang diterimanya, sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Kontrak. Garansi Bankini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Berlaku selama __________ (__________) hari kalender, dari tanggal __________s.d.__________ 2. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1. 3. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas atau sisa Uang Muka yang belum dikembalikan Yang Dijamin dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji / lalai / tidak memenuhi kewajibannya. 4. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. 5. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain. 6. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini, masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri __________ Dikeluarkan di : __________ Pada tanggal : __________
Untuk keyakinan, pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _____[bank]

[Bank] Materai Rp. 6.000 [Nama dan Jabatan]

38

L. BENTUK JAMINAN UANG MUKA DARI ASURANSI / PERUSAHAAN PENJAMINAN CONTOH

JAMINAN UANG MUKA Nomor Jaminan : ___________ Nilai : ___________

1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami : ___________[nama],___________ [alamat] sebagai Penyedia, selanjutnya disebut TERJAMIN, dan___________[nama penebit jaminan],___________ [alamat] sebagai Penjamin, selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN, bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada ___________ [nama PPK],___________ [alamat]sebagai Pemilik Pekerjaan, selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah Rp ___________ (terbilang ___________) 2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebutdi atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban dalam melaksanakan pekerjaan ___________ sebagaimana ditetapkan berdasarkan Kontrak No. ___________ tanggal ___________ dari PENERIMA JAMINAN. 3. Surat Jaminan ini berlaku selama ___________ (___________) hari kalender danefektif mulai dari tanggal ___________ sampai dengan tanggal ___________ 4. Jaminan ini berlaku apabila : 5. TERJAMIN tidak memenuhi kewajibannya atau melakukan pembayaran kembali kepada PENERIMA JAMINAN senilai Uang Muka dimaksud yang wajib dibayar menurut Dokumen Kontrak. 6. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN Uang Muka atau Sisa Uang Muka yang belum dikembalikan oleh TERJAMIN dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasarkan Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji. 7. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntutsupaya harta benda TERJAMIN lebih dahuludisitadan dijual guna dapat melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831KUH Perdata. 8. Tuntutan pencairanterhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalendersesudahberakhirnya masa berlaku Jaminan ini.
Dikeluarkan di : __________ Pada tanggal : __________
Untuk keyakinan, pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _____[bank]

TERJAMIN

PENJAMIN Materai Rp. 6.000

[Nama dan Jabatan]

[Nama dan Jabatan]

39

M. JAMINAN PEMELIHARAAN DARI BANK

CONTOH

[Kop Bank Penerbit Jaminan]


GARANSI BANK sebagai JAMINAN PEMELIHARAAN No. __________ Yang bertanda tangan dibawah ini : __________ dalam jabatan selaku __________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama __________[nama bank] berkedudukan di __________

[alamat]
untuk selanjutnya disebut : PENJAMIN dengan ini menyatakan akan membayar kepada : Nama : __________[nama PPK] Alamat :__________ selanjutnya disebut : PENERIMA JAMINAN sejumlah uang Rp __________ (terbilang __________) dalam bentuk garansi bank sebagai JaminanPemeliharaan atas pekerjaan __________ berdasarkan Kontrak No. __________ tanggal __________, apabila: Nama : __________[nama penyedia] Alamat : __________ selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN DIJAMIN ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bankini, lalai / tidak memenuhi kewajibannya kepada Penerima Jaminan berupa:
Yang Dijamin tidak memenuhi kewajibannya melakukan pemeliharaan sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Kontrak.

Garansi Bankini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Berlaku selama __________ (__________) hari kalender, dari tanggal __________s.d.__________ 2. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat 3.
Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional)setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji / lalai / tidak memenuhi kewajibannya. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini, masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri __________. Dikeluarkan di : __________ Pada tanggal : __________
Untuk keyakinan, pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _____[bank]

4. 5. 6.

[Bank] Materai Rp. 6.000 [Nama dan Jabatan]

40

N. JAMINAN PEMELIHARAAN DARI ASURANSI / PERUSAHAAN PENJAMINAN


CONTOH

[Kop Penerbit Jaminan]


JAMINAN PEMELIHARAAN Nomor Jaminan: __________ Nilai: __________

1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami: __________[nama],__________ [alamat] sebagai Penyedia, selanjutnya disebut TERJAMIN, dan__________[nama penerbit jaminan],__________ [alamat] sebagai Penjamin, selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN, bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada __________[nama PPK],__________ [alamat]sebagai Pemilik Pekerjaan, selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah Rp __________(terbilang__________) 2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban dalam melaksanakan pekerjaan__________ sebagaimanaditetapkan berdasarkan Kontrak No. __________tanggal__________ dari PENERIMA JAMINAN. 3. Surat Jaminan ini berlaku selama __________ (__________) hari kalender danefektif mulai dari tanggal __________ sampai dengan tanggal__________ 4. Jaminan ini berlaku apabila: TERJAMIN tidak memenuhi kewajibannya melakukan pemeliharaan sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Kontrak. 5. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional)setelah menerima tuntutan pencairan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji. 6. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata. 7. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan selambatlambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini. Dikeluarkan di : __________ Pada tanggal : __________
Untuk keyakinan, pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _____[bank]

TERJAMIN

PENJAMIN Materai Rp. 6.000

[Nama dan Jabatan]

[Nama dan Jabatan]

41

O. BENTUK PAKTA INTEGRITAS

[Contoh Pakta Integritas Badan Usaha Dengan Kemitraan / KSO]

PAKTA INTEGRITAS
Kami yang bertanda tangan di bawah ini: 1. Nama Jabatan : _____________________[nama wakil sah badan usaha] : __________________________

Bertindak : PT / CV / Firma / Koperasi___________________[pilih yang sesuai dan cantumkan nama] untuk dan atas nama 2. Nama Jabatan : _____________________[nama wakil sah badan usaha] : __________________________

Bertindak : PT / CV / Firma / Koperasi___________________[pilih yang sesuai dan cantumkan nama] untuk dan atas nama 3. ......[dan seterusnya, diisi sesuai dengan jumlah anggota kemitraan / KSO] dalam rangka pengadaan _________ [isi nama paket] pada ________ [isi sesuai dengan K / L / D / I] dengan ini menyatakan bahwa: 1. tidak akan melakukan praktek Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN); 2. akan melaporkan kepada APIP ________ [isi sesuai dengan K / L / D / I] yang bersangkutan dan / atau LKPP apabila mengetahui ada indikasi KKN dalam proses pengadaan ini; 3. akan mengikuti proses pengadaan secara bersih, transparan, dan profesional untuk memberikan hasil kerja terbaik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan; 4. apabila melanggar hal-hal yang dinyatakan dalam PAKTA INTEGRITAS ini, bersedia menerima sanksi administratif, menerima sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam, digugat secara perdata dan / atau dilaporkan secara pidana. __________[tempat], __ [tanggal] __________ [bulan] 20__ [tahun]

[Nama Penyedia][Nama Penyedia][Nama Penyedia] [tanda tangan],[tanda tangan],[tanda tangan], [nama lengkap][nama lengkap][nama lengkap] [cantumkan tanda tangan dan nama setiap anggota Kemitraan / KSO]

42

P. BENTUKSURAT PERNYATAAN TIDAK TERDAPAT HUBUNGAN AFILIASI CONTOH

KOP PERUSAHAAN

SURAT PERNYATAAN
Nomor : / / / 2014 Padahariini :, Tanggal : . Bulan : ..I, Tahun : ., Pukul : .. WIB.Bertempatdi :UnitLayananPengadaan(Procurement Unit)Jl. Sedap Malam No. 1 Surabayayang bertanda tangan dibawah ini : Nama : . Alamat : . Jabatan : . 1. 2. 3. 4. d en g a n i n i men ya t a k a n b a h w a : Pada saat ini kami sedang mengikuti pelelangan ...............padaDinas ........... Kota Surabaya; Terhadap ............... perusahaan yang saya wakili diatas tidak terdapat hubungan afiliasi baik kepemilikan saham maupun kepengurusannya; Bahwa dari . perusahaan yang saya wakili diatas tidak terdapat persekongkolan tender; Jika dikemudian hari ditemukan adanya hubungan afiliasi atau persekongkolan tender oleh .. perusahaan yang saya wakili tersebut, saya menyatakan sanggup untuk mempertanggung jawabkan secara hukum baik perdata maupun pidana.

Demikian Surat Pernyataan ini dibuat dengan sebenarnyauntuk dipergunakan sebagaimana mestinya dan dibuat sebagaipedoman pelaksanaan pengadaan Barang / Jasa selanjutnya.

Mengetahui, .................................................

Materai

(................................)

43

Q. BENTUKSURAT PERNYATAAN KADALUARSA CONTOH

Kop Perusahaan

SURAT PERNYATAAN KADALUARSA


Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Jabatan :

Bertindak untuk dan atas nama


PT / CV Alamat Telepon / Fax
e-mail

: : :
:

Dengan ini kami menyatakan : a. Sanggup mengganti . sampai batas waktu yang diminta (..tahun sejak . diterima), apabila pada saat pengiriman tidak terdapat . dengan batas kadaluarsa sesuai permintaan. b. Sanggup mengganti . yang rusak sebelum batas tanggal kadaluwarsa yang diminta.

Demikian Surat Pernyataan ini kami buat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Surabaya, PT. / CV.......................


Materai

2014

Nama Terang jabatan

44

R. BENTUKSURAT PEMENANG

PERNYATAAN

KESANGGUPAN

DITUNJUK

SEBAGAI
CONTOH

KOP SURAT PERUSAHAAN SURAT PERNYATAAN KESANGGUPAN APABILA DITUNJUK SEBAGAI PEMENANG
Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Jabatan Bertindak untuk dan atas nama Alamat : : : :

Bahwa setelah kami mengikuti Proses Pengadaan pada Dinas ................................ Kota Surabaya pada Putaran .... (............) TA. 2014 (Tgl. ..................... 2014) untuk Paket Pekerjaan : ................................................................................. Maka kami menyatakan kesanggupan / bersedia bilamana ditunjuk sebagai Pemenang pada paket pekerjaan dimaksud, dengan memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 1. Bersedia untuk menaikkan Jaminan Pelaksanaan menjadi 5% (lima persen) dari nilai total HPS/OE (apabila penawaran dibawah 80% HPS/OE); 2. Sanggup melaksanakan paket pekerjaan dimaksud sesuai dengan Spesifikasi Teknis yang telah disyaratkan di dalam Dokumen Pengadaan maupun Addendum Perubahannya; 3. Sanggup melaksanakan paket pekerjaan dimaksud sesuai dengan Rincian Pekerjaan yang tertera dalam Dokumen Pengadaan; 4. Sanggup melaksanakan paket pekerjaan dimaksud sesuai dengan harga yang kami tawarkan di dalam Surat Penawaran (SPH) tanggal ...................... 2014 yaitu sebesar Rp. ...............................................0 (...................................................................................................................................); 5. Sanggup mempertanggung jawabkan kewajaran dan kebenaran harga barang/material yang diambil dari CV. / PT. ......................................... 6. Sanggup melaksanakan paket pekerjaan dimaksud sesuai dengan Jangka Waktu Pelaksanaan yang telah ditentukan di dalam Dokumen Pengadaan maupun Addendum Perubahannya yaitu selama ....... (..............................................) hari kalender. 7. Tidak akan mengalihkan dan/atau mensubkontrakkan sebagian atau seluruh pekerjaan kepada pihak lain, baik secara keseluruhan maupun kesatuan / sebagian dari Pekerjaan Tersebut (untuk kualifikasi kecil). Dan tidak akan mensubkontrakkan sebagian pekerjaan utama kepada penyedia barang/jasa yang bukan spesialis dengan harus memperhatikan persetujuan tertulis dari PPK (untuk kualifikasi Non Kecil); 8. Bersedia dikenakan sanksi bilamana ketentuan butir 1 s/d 7 tidak dapat dipenuhi berupa pemutusan kontrak dan black list sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Demikian Surat Pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan ditandatangani untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. CATATAN: Dilengkapi dengan Kop Surat Perusahaan dan tanda tangan Direktur Utama dan dibubuhi materai 6000. ................= diisi sesuai dengan keterangan yang diminta dalam surat kesanggupan tersebut. Surabaya, .......................... 2014 CV. / PT. ............................

(....................................) Direktur Utama

45

S. BENTUKSURAT PERNYATAAN SURVEY LOKASI


CONTOH

SURAT PERNYATAAN SURVEY LOKASI Yang bertanda tangan dibawah ini Nama : Jabatan : Bertindak dan untuk atas nama PT / CV : Alamat : Telepon / fax : e-mail : Dengan ini menyatakan bahwa perusahaan kami bersedia di survey apabila ditunjukmenjadi pemenang dalam pelelangan ini. Demikian Surat Pernyataan ini kami buat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Surabaya, PT. / CV.......................

2014

Materai

Nama Terang jabatan

46

T. BENTUK SURAT PERNYATAAN TIDAK MASUK DALAM DAFTAR HITAM


CONTOH SURATPERNYATAAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Jabatan Bertindak untuk dan atas nama Alamat : : : : .................................................... .................................................... .................................................... ....................................................

Bahwa pada saat kami mengikuti Proses Pengadaan pada SKPD . Periode .. (.) Tahun Anggaran 2014 untuk Paket Pekerjaan : Maka kami menyatakan : 1. Tidak dalam pengawasan pengadilan; 2. Tidak pailit; 3. Bahwa badan usaha dan penanggungjawab tidak masuk dalam Daftar Hitam; 4. Kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan dan / atau direksi uang bertindak untuk dan atas nama perusahaan tidak sedang dalam menjalani sanksi pidana; 5. Bersedia dikenakan sanksi dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, bilamana pernyataan butir 1 s / d 4 tidak benar. Demikian Surat Pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan ditandatangani untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Surabaya, .. Yang menyatakan,

Materai Rp. 6.000

47

BAB VI TATA CARA EVALUASI KUALIFIKASI A. Dokumen Kualifikasi yang akan dievaluasi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : 1. Memiliki izin usaha sesuai dengan peraturan perundang-undangan; 2. Menyampaikan pernyataan / pengakuan tertulis bahwa perusahaan yang bersangkutan dan manajemennya atau peserta perorangan tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit, kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan dan / atau direksi yang bertindak untuk dan atas nama perusahaan, atau peserta perorangan tidak sedang dalam menjalani sanksi pidana; 3. Salah satu dan / atau semua pengurus dan badan usahanya atau peserta perorangan tidak masuk dalam Daftar Hitam; 4. Memiliki NPWP dan telah memenuhi kewajiban perpajakan tahun pajak terakhir (SPT Tahunan) serta memiliki laporan bulanan PPh Pasal 21, PPh Pasal 23 (bila ada transaksi), PPh Pasal 25 / Pasal 29 dan PPN (bagi Pengusaha Kena Pajak) paling kurang 3 (tiga) bulan terakhir dalam tahun berjalan. Untuk PPh Pasal 25 dapat diganti PPH Final dengan membuktikan SSP PPh Pasal 4 Ayat 2 yang sudah divalidasi oleh Bank atau Badan Keuangan lainnya. Peserta dapat mengganti persyaratan ini dengan menyampaikan Surat Keterangan Fiskal (SKF); 5. Memperoleh paling sedikit 1 (satu) pekerjaan sebagai penyedia dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir, baik di lingkungan pemerintah maupun swasta termasuk pengalaman subkontrak, kecuali bagi peserta Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi Kecil yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun; 6. Memiliki kemampuan pada sub bidang pekerjaan yang sesuai untuk Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi Kecil serta kemampuan pada subbidang pekerjaan yang sesuai untuk usaha non kecil; 7. Dalam hal peserta akan melakukan kemitraan / KSO : a. Peserta wajib mempunyai perjanjian Kerja Sama Operasi / kemitraan yang memuat persentase kemitraan / KSO dan perusahaan yang mewakili kemitraan / KSO tersebut; b. Evaluasi persyaratan pada angka 1 sampai dengan angka 10 dilakukan untuk setiap perusahaan yang melakukan kemitraan / KSO; 8. Memiliki Sertifikat Manajemen Mutu (ISO) dan / atau memiliki Sertifikat Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), apabila disyaratkan. [Untuk badan usaha yang bermitra / KSO, persyaratan ini disyaratkan bagi perusahaan yang melaksanakan pekerjaan yang membutuhkan Sertifikat ISO dan / atau persyaratan Sertifikat K3]. B. Pokja ULP memeriksa dan membandingkan persyaratan dan data isian peserta dalam Dokumen Isian Kualifikasi dalam hal : 1. Kelengkapan Dokumen Isian Kualifikasi; dan 2. Pemenuhan persyaratan kualifikasi. C. Apabila ditemukan hal-hal dan / atau data yang kurang jelas maka Pokja ULP dapat meminta peserta untuk menyampaikan klarifikasi secara tertulis namun tidak boleh mengubah substansi formulir isian kualifikasi. D. Evaluasi kualifikasi sudah merupakan kompetisi, maka data yang kurang tidak dapat dilengkapi.

48

BAB VII SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK (SSUK) A. KETENTUAN UMUM 1. Definisi

Istilah-istilah yang digunakan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak ini harus mempunyai arti atau tafsiran seperti yang dimaksudkan sebagai berikut : 1.1. Barang adalah setiap benda baik berwujud maupun tidak berwujud, bergerak maupun tidak bergerak, yang dapat diperdagangkan, dipakai, dipergunakan atau dimanfaatkan oleh Pengguna Barang. 1.2. Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah Pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran Kementerian / Lembaga / Satuan Kerja Perangkat Daerah atau Pejabat yang disamakan pada Institusi lain Pengguna APBN / APBD. 1.3. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan APBN atau ditetapkan oleh Kepala Daerah untuk menggunakan APBD. 1.4. Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Pengadaan Pekerjaan. 1.5. Panitia / Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan adalah panitia / pejabat yang ditetapkan oleh PA / KPA yang bertugas memeriksa dan menerima hasil pekerjaan. 1.6. Aparat Pengawas Intern Pemerintah atau pengawas intern pada institusi lain yang selanjutnya disebut Inspektorat Pemerintah Kota Surabaya adalah aparat yang melakukan pengawasan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan dan kegiatan pengawasan lain terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi. 1.7. Penyedia adalah badan usaha atau orang perseorangan yang menyediakan Jasa Lainnya. 1.8. Subpenyedia adalah penyedia yang mengadakan perjanjian kerja dengan penyedia penanggung jawab kontrak, untuk melaksanakan sebagian pekerjaan (subkontrak). 1.9. Kemitraan adalah kerja sama usaha antar penyedia baik penyedia nasional maupun penyedia asing, yang masing-masing pihak mempunyai hak, kewajiban dan tanggung jawab yang jelas berdasarkan perjanjian tertulis; 1.10. Surat Jaminan yang selanjutnya disebut Jaminan, adalah jaminan tertulis yang bersifat mudah dicairkan dan tidak bersyarat (unconditional), yang dikeluarkan oleh Bank Umum / Perusahaan Penjaminan / Perusahaan Asuransi yang diserahkan oleh penyedia kepada PPK / ULP untuk menjamin terpenuhinya kewajiban Penyedia. 1.11. Kontrak Pengadaan Barang / Jasa yang selanjutnya disebut Kontrak adalah perjanjian tertulis antara PPK dengan Penyedia Jasa Lainnya dan mencakup Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK) ini dan Syarat-Syarat Khusus Kontrak (SSKK) serta dokumen lain yang merupakan bagian dari kontrak. 1.12. Nilai Kontrak adalah total harga yang tercantum dalam kontrak. 1.13. Hari adalah hari kalender. 1.14. Daftar kuantitas dan harga (rincian harga penawaran) adalah daftar kuantitas yang telah diisi harga satuan dan jumlah biaya keseluruhannya yang merupakan bagian dari penawaran. 1.15. Harga Perkiraan Sendiri (HPS) adalah perhitungan perkiraan biaya pekerjaan yang disusun oleh PPK, dikalkulasikan secara keahlian berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan serta digunakan oleh Pokja ULP untuk menilai kewajaran penawaran termasuk rinciannya. 1.16. Pekerjaan utama adalah jenis pekerjaan yang secara langsung menunjang terwujudnya dan berfungsinya suatu barang sesuai peruntukannya yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. 1.17. Jadwal waktu pelaksanaan adalah jadwal yang menunjukkan

49

1.18.

1.19.

1.20.

1.21.

1.22.

1.23.

kebutuhan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan, terdiri atas tahap pelaksanaan yang disusun secara logis, realistik dan dapat dilaksanakan. Bagian pekerjaan yang disubkontrakkan adalah bagian pekerjaan bukan pekerjaan utama yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan, yang pelaksanaannya diserahkan kepada penyedia lain dan disetujui terlebih dahulu oleh PPK. Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya kontrak ini terhitung sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan serah terima pekerjaan atau masa pemeliharaan berakhir. Tanggal mulai kerja adalah tanggal mulai kerja penyedia yang dinyatakan pada Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), yang diterbitkan oleh PPK. Tanggal penyelesaian pekerjaan adalah tanggal penyerahan pertama pekerjaan selesai, dinyatakan dalam berita acara penyerahan pertama pekerjaan yang diterbitkan oleh PPK. Tempat Tujuan Akhir adalah lokasi yang tercantum dalam Syaratsyarat khusus kontrak dan merupakan tempat dimana Barang akan dipergunakan oleh PPK. Tempat Tujuan Pengiriman adalah tempat dimana kewajiban pengiriman barang oleh Penyedia berakhir sesuai dengan istilah pengiriman yang digunakan

2. Penerapan

SSUK diterapkan secara luas dalam pelaksanaan Pekerjaan ini tetapi tidak dapatbertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalamDokumen Kontrak lain yang lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki dalam Surat Perjanjian. 3.1. Bahasa kontrak harus dalam Bahasa Indonesiakecuali dalam rangka pinjaman/ hibah luarnegeri menggunakan Bahasa Indonesia danbahasa nasional pemberi pinjaman/ hibahtersebut dan/ atau bahasa Inggris. Hukum yang digunakan adalah hukum yang berlaku di Indonesia, kecuali dalam rangka pinjaman / hibah luar negeri menggunakan hukum yang berlaku di Indonesia atau hukum yang berlaku di negara pemberi pinjaman / hibah (tergantung kesepakatan antara Pemerintah dan negara pemberi pinjaman / hibah). Berdasarkan etika pengadaan barang / jasa pemerintah, para pihak dilarang untuk : a. menawarkan, menerima atau menjanjikan untuk memberi atau menerima hadiah atau imbalan berupa apa saja atau melakukan tindakan lainnya untuk mempengaruhi siapapun yang diketahui atau patut dapat diduga berkaitan dengan pengadaan ini; b. mendorong terjadinya persaingan tidak sehat; c. membuat dan / atau menyampaikan dokumen dan / atau keterangan lain yang tidak benar untuk memenuhi persyaratan dalam Dokumen Pemilihan Penyedia menjamin bahwa yang bersangkutan (termasuk semua anggota kemitraan / KSO apabila berbentuk kemitraan / KSO) dan sub penyedianya (jika ada) tidak pernah dan tidak akan melakukan tindakan yang dilarang diatas. Penyedia yang menurut penilaian PPK terbukti melakukan laranganlarangan diatas dapat dikenakan sanksi-sanksi adminsitrastif oleh PPK sebagai berikut : a. Pemutusan Kontrak; b. Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan disetor sebagaimana ditetapkan dalam SSKK. c. Sisa uang muka harus dilunasi oleh Penyedia; dan d. Pengenaan daftar hitam Pengenaan sanksi administratif diatas dilaporkan oleh PPK kepada Walikota. PPK yang terlibat dalam KKN dan penipuan dikenakan sanksi

3. Bahasa dan Hukum

3.2.

4. Larangan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) serta Penipuan

4.1.

4.2.

4.3.

4.4. 4.5.

50

berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 5. Asal Barang 5.1. 5.2. 5.3. Penyedia harus menyampaikan asal material / bahan yang terdiri dari rincian komponen dalam negeri dan komponen impor. Asal barang merupakan tempat barang diperoleh, antara lain tempat barang ditambang, tumbuh, atau diproduksi. Barang diadakan harus diutamakan barang yang manufaktur, pabrikasi, perakitan, dan penyelesaian akhir pekerjaannya dilakukan di Indonesia (produksi dalam negeri). Jika dalam proses pembuatan Barang digunakan komponen berupa barang, jasa, atau gabungan keduanya yang tidak berasal dari dalam negeri (impor) maka penggunaan komponen impor harus sesuai dengan besaran TKDN harus tercantum dalam Daftar Inventarisasai Barang / Jasa produksi Dalam Negeri yang diterbitkan oleh Kementerian yang membidangi perindustrian dan dinyatakan oleh Penyedia dalam Formulir Rekapitulasi Perhitungan TKDN yang merupakan bagian dari Penawaran Penyedia. Semua korespondensi dapat berbentuk surat, email dan / atau faksimili dengan alamat tujuan para pihak yang tercantum dalam SSKK. Semua pemberitahuan, permohonan, atau persetujuan berdasarkan Kontrak ini harus dibuat secara tertulis dalam Bahasa Indonesia, dan dianggap telah diberitahukan jika telah disampaikan secara langsung kepada wakil sah Para Pihak, atau jika disampaikan melalui surat tercatat dan / atau faksimili ditujukan ke alamat yang tercantum dalam SSKK.

5.4.

6. Korespondensi

6.1.

6.2.

7. Wakil Sah Para Pihak

Setiap tindakan yang disyaratkan atau diperbolehkan untuk dilakukan, dan setiap dokumen yang disyaratkan atau diperbolehkan untuk dibuat berdasarkan Kontrak ini oleh PPK atau Penyedia hanya dapat dilakukan atau dibuat oleh pejabat yang disebutkan dalam SSKK. Khusus untuk penyedia perseorangan, Penyedia tidak boleh diwakilkan. Penyedia diharapkan untuk melakukan pencatatan keuangan yang akurat dan sistematis sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini berdasarkan standar akuntansi yang berlaku. Penyedia, Subpenyedia (jika ada), dan Personil yang bersangkutan berkewajiban untuk membayar semua pajak, bea, retribusi, dan pungutan lain yang dibebankan oleh peraturanperpajakan atas pelaksanaan Kontrak ini. Semua pengeluaran perpajakan ini dianggap telah termasuk dalam Nilai Kontrak. 10.1. Penyedia dilarang untuk mengalihkan sebagian atau seluruh Kontrak ini. Pengalihan seluruh Kontrak hanya diperbolehkan dalam hal pergantian nama Penyedia, baik sebagai akibat peleburan (merger) maupun akibat lainnya. 10.2. Penyedia dilarang untuk mensubkontrakkan sebagian / seluruh pekerjaan utama dalam Kontrak ini. 10.3. Subkontrak sebagian pekerjaan utama hanya diperbolehkan kepada Penyedia spesialis setelah persetujuan tertulis dari PPK. Penyedia tetap bertanggung jawab atas bagian pekerjaan yang disubkontrakkan. 10.4. Jika ketentuan di atas dilanggar maka Kontrak diputuskan dan Penyedia dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam SSKK. Jika terjadi pengabaian oleh satu Pihak terhadap pelanggaran ketentuan tertentu Kontrak oleh Pihak yang lain maka pengabaian tersebut tidak menjadi pengabaian yang terus-menerus selama Masa Kontrak atau seketika menjadi pengabaian terhadap pelanggaran ketentuan yang lain. Pengabaian hanya dapat mengikat jika dapat dibuktikan secara tertulis dan

8. Pembukuan

9. Perpajakan

10. Pengalihan dan / atau Subkotrak

11. Pengabaian

51

ditandatangani oleh Wakil Sah Pihak yang melakukan pengabaian. 12. Penyedia Mandiri Penyedia berdasarkan kontrak ini bertanggung jawab penuh terhadap personil dan sub penyedianya (jika ada) serta pekerjaan yang dilakukan oleh mereka. Kemitraan / KSO memberi kuasa terhadap kepada salah satu anggota yang disebut dalam Surat Perjanjian untuk bertindak atas nama Kemitraan / KSO dalam pelaksanaan hak dan kewajiban terhadap PPK berdasarkan Kontrak ini. Selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan, PPKdapat mengawasi pelaksanaan pekerjaan.

13. Kemitraan / KSO

14. Pengawasan Pelaksanaan Pekerjaan

B. PELAKSANAAN, PENYELESAIAN, AMANDEMEN DAN PEMUTUSAN KONTRAK 15. Jadwal Pelaksanaan 15.1. Kontrak ini berlaku efektif pada tanggal penandatanganan Surat Pekerjaan Perjanjian oleh para pihak atau pada tanggal yang ditetapkan dalam SSKK. 15.2. Waktu pelaksanaan kontrak adalah jangka waktu yang ditentukan dalam SSKK dihitung sejak tanggal mulai kerja yang tercantum dalam SPMK. 15.3. Penyedia harus menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal yang ditentukan dalam SSKK. 15.4. Apabila penyedia berpendapat tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal karena keadaan diluar pengendaliannya dan penyedia telah melaporkan kejadian tersebut kepada PPK, maka PPK dapat melakukan penjadwalan kembali pelaksanaan tugas penyedia dengan adendum kontrak. 16. Surat Pesanan 16.1. PPK menerbitkan SP selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sejak tanggal penandatanganan Kontrak. 16.2. SP harus sudah disetujui/ ditandatangani oleh penyedia sesuai dengan yang dipersyaratkan dengan dibubuhi materai selambatlambatnya 7 (tujuh) hari sejak tanggal penerbitan SP. 16.3. Tanggal penandatanganan SP oleh penyedia ditetapkan sebagai tanggal awal perhitungan waktu penyerahan. 17.1. Penyedia berkewajiban untuk menyerahkan program mutu pada rapat persiapan pelaksanaan kontrak untuk disetujui oleh PPK. 17.2. Program mutu disusun paling sedikit berisi: a. Informasi mengenai pekerjaan yang akandilaksanakan; b. Organisasi kerja penyedia; c. Jadwal pelaksanaan pekerjaan; d. Prosedur pelaksanaan pekerjaan; e. Prosedur instruksi kerja; dan f. Pelaksana kerja. 17.3. Program mutu dapat direvisi sesuai dengankondisi lapangan. 17.4. Penyedia berkewajiban untuk memutakhirkanprogram mutu jika terjadi adendum Kontrakdan Peristiwa Kompensasi. 17.5. Pemutakhiran program mutu harus menunjukkan perkembangan kemajuan setiap pekerjaan dan dampaknya terhadap penjadwalan sisa pekerjaan, termasuk perubahan terhadap urutan pekerjaan. Pemutakhiran program mutu harusmendapatkan persetujuan PPK. 17.6. Persetujuan PPK terhadap program mutu tidak mengubah kewajiban kontraktual penyedia. 18.1. Selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak diterbitkannya SPMK dan sebelum pelaksanaan pekerjaan, PPK bersama dengan penyedia, unsur perencanaan, dan unsur pengawasan, harus sudah menyelenggarakan rapat persiapan pelaksanaan kontrak. 18.2. Beberapa hal yang dibahas dan disepakatidalam rapat persiapan

17. Program Mutu

18. Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak

52

pelaksanaan kontrakmeliputi: a. Program mutu; b. Organisasi kerja; c. Tata cara pengaturan pelaksanaanpekerjaan; d. Jadwal pelaksanaan pekerjaan; e. Penyusunan rencana dan pelaksanaan pemeriksaan lokasi pekerjaan (apabila ada). f. Rincian rencana pengiriman dan rencana pabrikasi barang, jika barang yang akan diadakan memerlukan pabrikasi. B.1. Pelaksanaan Pengadaan 19. Lingkup Pekerjaan Barang yang akan diadakan harus sesuai dengan daftar kuantitas dan harga. 20. Standar Penyedia harus menyediakan barang yang memenuhi spesifikasi dan standar yang ditetapkan dalam Spesifikasi Teknis dan Gambar yang disusun berdasarkan standar yang ditetapkan dalam SSKK. 21.1. Apabila diperlukan, pada tahap awal pelaksanaan Kontrak, PPK bersama-sama dengan penyedia melakukan pemeriksaan kondisi lapangan. 21.2. Untuk pemeriksaan bersama ini, PA/ KPA dapat membentuk Panitia/ Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak atas usul PPK. 21.3. Hasil pemeriksaan bersama dituangkan dalam Berita Acara. Apabila dalam pemeriksaan bersama mengakibatkan perubahan isi Kontrak, maka harus dituangkan dalam addendum Kontrak. 22.1. Mobilisasi paling lambat harus sudah mulai dilaksanakan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak diterbitkan SPMK. 22.2. Mobilisasi dilakukan sesuai dengan lingkup pekerjaan, yaitu : a. Mendatangkan peralatan-peralatan terkait yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan; b. Mempersiapkan fasilitas seperti kantor, rumah, gedung laboratorium, bengkel, gudang, dan sebagainya; dan / atau c. Mendatangkan personil-personil. 22.3. Mobilisasi peralatan dan personil dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan. 23.1. Penyedia berkewajiban atas tanggungannya sendiri untuk mengepak Barang sedemikian rupa sehingga Barang terhindar dan terlindungi dari resiko kerusakan atau kehilangan selama masa transportasi atau pada saat pengiriman dari tempat asal Barang sampai ke Tempat Tujuan Akhir. 23.2. Penyedia harus melakukan pengepakan, penandaan, dan penyertaan dokumen identitas Barang di dalam dan di luar paket Barang sebagaimana ditetapkan dalam SSKK 24.1. Penyedia berkewajiban untuk menyelesaikan pengiriman barang sesuai dengan jadwal pengiriman. Dokumen rincian pengiriman dan dokumen terkait lainnya diatur dalam SSKK. 24.2. Sarana transportasi yang dipakai diatur dalam SSKK. 24.3. Untuk barang-barang yang mudah rusak atau berisiko tinggi, penyedia harus memberikan informasi secara rinci tentang cara penanganannya. 25.1. Penyedia harus mengasuransikan barang-barang yang akan diserahkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan ketentuan yang tercantum dalam SSKK; 25.2. Penyedia harus mengasuransikan pengiriman barang-barang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan ketentuan yang tercantum dalam SSKK. 25.3. Barang yang dikirimkan secara CIF (Cost, Insurance and Freight)

21. Pemeriksaan Bersama

22. Inspeksi Pabrikasi

23. Pengepakan

24. Pengiriman

25. Asuransi

53

harus diasuransikan untuk pertanggungan yang tercantum dalam SSKK terhadap kerusakan atau kehilangan yang mungkin terjadi selama pabrikasi atau proses perolehan, transportasi, penyimpanan dan pengiriman sampai dengan Tempat Tujuan Pengiriman. 25.4. Asuransi terhadap Barang harus diteruskan sampai ke Tempat Tujuan Akhir, sebagaimana ditetapkan dalam SSKK 25.5. Penerima manfaat harus dijelaskan dalam dokumen asuransi sebagaimana ditetapkan dalam SSKK. 25.6. Semua biaya penutupan asuransi telah termasuk dalam nilai kontrak 26. Transportasi 26.1. Penyedia bertanggung jawab untuk mengatur pengangkutan Barang (termasuk pemuatan dan penyimpanan) sampai dengan Tempat Tujuan Pengiriman. 26.2. Transportasi Barang harus diteruskan sampai dengan Tempat Tujuan Akhir sebagaimana ditetapkan dalam SSKK. 26.3. Semua biaya transportasi (termasuk pemuatan dan penyimpanan) telah termasuk di dalam Nilai Kontrak. Semua resiko terhadap kerusakan atau kehilangan Barang tetap berada pada Penyedia dan tidak akan beralih kepada PPK sampai dengan Tempat Tujuan Pengiriman. 28.1. PPK berhak untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian atas Barang untuk memastikan kecocokannya dengan spesifikasi dan persyaratan yang telah ditentukan dalam kontrak. 28.2. Pemeriksaan dan pengujian dapat dilakukan sendiri oleh penyedia dan disaksikan oleh PPK atau diwakilkan kepada pihak ketiga. 28.3. Pemeriksaan dan Pengujian dilaksanakan sebagaimana diatur dalam SSKK. 28.4. Biaya pemeriksaan dan pengujian ditanggung oleh Penyedia. 28.5. Pemeriksaan dan pengujian dilakukan di tempat yang ditentukan dalam SSKK, dan dihadiri oleh PPK dan / atau Pejabat / Panitia Penerima Hasil Pekerjaan. Penyedia berkewajiban untuk memberikan akses kepada PPK dan / atau Pejabat / Panitia Penerima Hasil Pekerjaan tanpa biaya. Jika pemeriksaan dan pengujian dilakukan di luar Tempat Tujuan Akhir maka semua biaya kehadiran PPK dan / atau Pejabat / Panitia Penerima Hasil Pekerjaan merupakan tanggungan PPK. 28.6. Jika hasil pemeriksaan dan pengujian tidak sesuai dengan jenis dan mutu Barang yang ditetapkan dalam Kontrak, PPK dan / atau Pejabat / Panitia Penerima Hasil Pekerjaan berhak untuk menolak Barang tersebut dan Penyedia atas biaya sendiri berkewajiban untuk memperbaiki atau mengganti Barang yang tersebut. 28.7. Atas pelaksanaan pemeriksaan dan pengujian yang terpisah dari serah terima Barang , PPK dan / atau Pejabat / Panitia Penerima Hasil Pekerjaan membuat berita acara pemeriksaan yang ditandatangani oleh PPK dan / atau Pejabat / Panitia Penerima Hasil Pekerjaan dan Penyedia. 29.1. Setelah barang dikirim, barang diuji-coba oleh penyedia disaksikan oleh PPK dan / atau Pejabat / Panitia Penerima Hasil Pekerjaan; 29.2. Hasil uji coba dituangkan dalam berita acara; 29.3. Apabila pengoperasian barang tersebut memerlukan keahlian khusus maka harus dilakukan pelatihan kepada PPK oleh penyedia, biaya pelatihan termasuk dalam harga barang; 29.4. Apabila hasil uji coba tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan dalam Kontrak, maka penyedia memperbaiki atau mengganti barang tersebut dengan biaya sepenuhnya ditanggung penyedia.

27. Risiko

28. Pemeriksaan dan Pengujian

29. Uji Coba

30. Waktu Penyelesaian

30.1. Kecuali Kontrak diputuskan lebih awal, penyedia berkewajiban

54

Pekerjaan

menyelesaikan pekerjaan selambat-lambatnya pada tanggal penyelesaian yang ditetapkan dalam SSKK. 30.2. Jika pekerjaan tidak selesai pada tanggal penyelesaian bukan akibat Keadaan Kahar atau Peristiwa Kompensasi atau karena kesalahan atau kelalaian penyedia maka penyedia dikenakan denda. 30.3. Jika keterlambatan tersebut semata-mata disebabkan oleh Peristiwa Kompensasi maka PPK dikenakan kewajiban pembayaran ganti rugi. Denda atau ganti rugi tidak dikenakan jika Tanggal Penyelesaian disepakati oleh Para Pihak untuk diperpanjang. 30.4. Tanggal Penyelesaian yang dimaksud dalam Pasal ini adalah tanggal penyelesaian semua pekerjaan. 31.1. Setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus), penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK untuk penyerahan pekerjaan; 31.2. Serah terima Barang dilakukan di tempat sebagaimana ditetapkan dalam SSKK. 31.3. Dalam rangka penilaian hasil pekerjaan, PPK menugaskan Panitia / Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. 31.4. Pejabat / Panitia Penerima Hasil Pekerjaan melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan oleh penyedia. Apabila terdapat kekurangan-kekurangan dan / atau cacat hasil pekerjaan, Pejabat / Panitia Penerima Hasil Pekerjaan menyampaikan kepada PPK untuk meminta penyedia memperbaiki / menyelesaikannya. 31.5. Pejabat / Panitia Penerima Hasil Pekerjaan berkewajiban untuk memeriksa kebenaran dokumen identitas Barang dan membandingkan kesesuaiannya dengan dokumen rincian pengiriman. 31.6. Jika identitas Barang tidak sesuai dengan dokumen rincian pengiriman Pejabat / PanitiaPenerima Hasil Pekerjaan dapat secara langsung meminta Penyedia melakukan pemeriksaan serta pengujian (jika diperlukan) Barang . 31.7. Jika Barang dianggap tidak memenuhi persyaratan Kontrak maka Pejabat / Panitia Penerima Hasil Pekerjaan berhak untuk menolak Barang tersebut. 31.8. Atas pelaksanaan serah terima Barang, Pejabat / Panitia Penerima Hasil Pekerjaan membuat berita acara serah terima yang ditandatangani oleh Pejabat / Panitia Penerima Hasil Pekerjaan dan Penyedia. 31.9. Jika pengoperasian Barang memerlukan keahlian khusus maka Penyedia berkewajiban untuk melakukan pelatihan (jika ada) sebagaimana tercantum dalam Jadwal Pengiriman dan Penyelesaian kepada PPK atau pihak lain yang ditunjuk oleh PPK. Biaya pelatihan termasuk dalam Nilai Kontrak. 31.10. Penilaian hasil pekerjaan, dilaksanakan oleh Panitia / Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. 31.11. PPK menerima penyerahan pekerjaan setelah: a. seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Kontrak dan diterima oleh Panitia / Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan; dan b. Penyedia menyerahkan sertifikat garansi kepada PPK (apabila diperlukan) 31.12. Jika Barang tidak dikirimkan sesuai dengan Jadwal Pengiriman bukan akibat Keadaan Kahar atau karena kesalahan atau kelalaian Penyedia maka Penyedia dikenakan denda keterlambatan. 32.1. Kecuali diatur lain dalam SSKK maka istilah pengiriman dan implikasinya terhadap hak dan kewajiban Para Pihak diatur berdasarkan Incoterms. 32.2. Istilah-istilah pengiriman EXW, FOB dan CIF yang digunakan dalam Kontrak ini tunduk kepada edisi terbaru Incoterms yang

31. Serah Terima Barang

32. Incoterms

55

tercantum dalam SSKK dan sebagaimana diterbitkan oleh the International Chamber of Commerce. B.2. Garansi dan Layanan Tambahan 33. Jaminan Bebas Cacat 33.1. Penyedia dengan jaminan pabrikan dari produsen pabrikan (jika Mutu / Garansi ada) berkewajiban untuk menjamin bahwa selama penggunaan secara wajar oleh PPK, barang tidak mengandung cacat mutu yang disebabkan oleh tindakan atau kelalaian Penyedia, atau cacat mutu akibat desain, bahan, dan cara kerja. 33.2. Jaminan bebas cacat mutu ini berlaku sampai dengan 12 (dua belas) bulan setelah serah terima barang atau jangka waktu lain yang ditetapkan dalam SSKK. 33.3. PPK akan menyampaikan pemberitahuan cacat mutu kepada Penyedia segera setelah ditemukan cacat mutu tersebut selama Masa Layanan Purnajual. 33.4. Terhadap pemberitahuan cacat mutu oleh PPK, Penyedia berkewajiban untuk memperbaiki atau mengganti Barang dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam pemberitahuan tersebut. 33.5. Jika Penyedia tidak memperbaiki atau mengganti barang akibat cacat mutu dalam jangka waktu yang ditentukan maka PPK akan menghitung biaya perbaikan yang diperlukan, dan PPK secara langsung atau melalui pihak ketiga yang ditunjuk oleh PPK akan melakukan perbaikan tersebut. Penyedia berkewajiban untuk membayar biaya perbaikan atau penggantian tersebut sesuai dengan klaim yang diajukan secara tertulis oleh PPK. Biaya tersebut dapat dipotong oleh PPK dari nilai tagihan atau jaminan pelaksanaan Penyedia. 33.6. Terlepas dari kewajiban penggantian biaya, PPK dapat memasukkan Penyedia yang lalai memperbaiki cacat mutu ke dalam daftar hitam. 34. Pedoman Pengoperasian dan Perawatan 34.1. Penyedia diwajibkan memberikan petunjuk kepada PPK tentang pedoman pengoperasian dan perawatan dalam jangka waktu sebagaimana ditetapkan dalam SSKK. 34.2. Apabila penyedia tidak memberikan pedoman pengoperasian dan perawatan, PPK berhak menahan pembayaran sebesar 5 (lima) persen dari nilai kontrak. Penyedia harus melaksanakan beberapa atau semua layanan lanjutan sebagaimana tercantum dalam SSKK

35. Layanan Tambahan

B.3. Perubahan Kontrak 36. Perubahan Kontrak

36.1. Kontrak hanya dapat diubah melalui adendum kontrak. 36.2. Perubahan Kontrak bisa dilaksanakan apabila disetujui oleh para pihak dan dituangkan melalui Amandemen Kontrak, meliputi: a. Perubahan pekerjaan disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh para pihak dalam kontrak sehingga mengubah lingkup pekerjaan dalam kontrak; b. Perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan; c. Perubahan harga kontrak akibat adanya perubahan pekerjaan, perubahan pelaksanaan pekerjaan dan / atau penyesuaian harga. 36.3. Untuk kepentingan perubahan kontrak, PA / KPA dapat membentuk Panitia / Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak atas usul PPK.

56

37. Perubahan Lingkup Pekerjaan

37.1. Apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara keadaan di lapangan pada saat pelaksanaan dengan gambar (apabila ada) dan spesifikasi yang ditentukan dalam dokumen Kontrak, maka PPK bersama penyedia dapat melakukan perubahan Kontrak yang meliputi antara lain: a. Menambah atau mengurangi volume pekerjaan yang tercantum dalam kontrak; b. Mengurangi atau menambah jenis pekerjaan; c. Mengubah spesifikasi pekerjaan sesuai dengan keadaan di lapangan; dan / atau d. Melaksanakan pekerjaan tambah yang belum tercantum dalam kontrak yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan. 37.2. Pekerjaan tambah harus mempertimbangkan tersedianya anggaran dan paling tinggi 10% (sepuluh perseratus) dari nilai kontrak awal. 37.3. Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh PPK secara tertulis kepada penyedia kemudian dilanjutkan dengan negosiasi teknis dan harga dengan tetap mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam kontrak awal. 37.4. Hasil negosiasi tersebut dituangkan dalam Berita Acara sebagai dasar penyusunan adendum kontrak. 38.1. Perpanjangan waktu pelaksanaan dapat diberikan oleh PPK atas pertimbangan yang layak dan wajar untuk hal-hal sebagai berikut : a. Pekerjaan tambah; b. Perubahan disain; c. Keterlambatan yang disebabkan oleh PPK; d. Masalah yang timbul di luar kendali penyedia; dan / atau e. Keadaan kahar. 38.2. Waktu penyelesaian pekerjaan dapat diperpanjang sekurangkurangnya sama dengan waktu terhentinya kontrak akibat keadaan kahar. 38.3. PPK dapat menyetujui perpanjangan waktu pelaksanaan setelah melakukan penelitian terhadap usulan tertulis yang diajukan oleh penyedia. 38.4. PPK dapat menugaskan Panitia / Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak untuk meneliti kelayakan usulan perpanjangan waktu pelaksanaan. 38.5. Persetujuan perpanjangan waktu pelaksanaan dituangkan dalam adendum kontrak.

38. Perpanjangan Waktu

B.4. Keadaan Kahar 39. Keadaan Kahar

39.1. Yang dimaksud Keadaan Kahar dalam Kontrak ini adalah suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak para pihak dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya, sehingga kewajiban yang ditentukan dalam Kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi. Yang digolongkan KeadaanKahar adalah: a. Bencana alam; b. Bencana non alam; c. Bencana sosial; d. Pemogokan; e. Kebakaran; dan/ atau f. Gangguan industri lainnya sebagaimanadinyatakan melalui keputusan bersamaMenteri Keuangan dan menteri teknisterkait. 39.2. Apabila terjadi Keadaan Kahar, maka penyedia memberitahukan kepada PPK paling lambat 14 (empat belas) hari sejak terjadinya Keadaan Kahar, dengan menyertakan pernyataan Keadaan Kahar dari pejabat yang berwenang. 39.3. Jangka waktu yang ditetapkan dalam Kontrak untuk pemenuhan kewajiban Pihak yang tertimpa Keadaan Kahar harus diperpanjang sekurang-kurangnya sama dengan jangka waktu terhentinya Kontrak akibat Keadaan Kahar. 39.4. Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat Keadaan Kahar yang

57

dilaporkan paling lambat 14 (empat belas) hari sejak terjadinya Keadaan Kahar, tidak dikenakan sanksi. 39.5. Pada saat terjadinya Keadaan Kahar, Kontrak ini akan dihentikan sementara hingga Keadaan Kahar berakhir dengan ketentuan, Penyedia berhak untuk menerima pembayaran sesuai dengan prestasi atau kemajuan pelaksanaan pekerjaan yang telah dicapai. Jika selama masaKeadaan Kahar PPK memerintahkan secara tertulis kepada Penyedia untuk meneruskan pekerjaan sedapat mungkin maka Penyedia berhak untuk menerima pembayaran sebagaimana ditentukan dalam Kontrak dan mendapat penggantian biaya yang wajar sesuai dengan yang telah dikeluarkan untuk bekerja dalam situasi demikian. Penggantian biaya iniharus diatur dalam suatu adendum Kontrak. 40. Bukan Cidera Janji 40.1. Kegagalan salah satu Pihak untuk memenuhi kewajibannya yang ditentukan dalam Kontrak bukan merupakan cidera janji atau wanprestasi jika ketidakmampuan tersebut diakibatkan oleh Keadaan Kahar, dan Pihak yang ditimpa Keadaan Kahar : a. telah mengambil semua tindakan yang sepatutnya untuk memenuhi kewajiban dalam Kontrak; dan b. telah memberitahukan secara terrtulis kepada Pihak lain dalam Kontrak selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sejak terjadinya Keadaan Kahar, dengan menyertakan salinan pernyataan Keadaan Kahar yang dikeluarkan oleh pihak / instansi yang berwenang sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. 40.2. Keterlambatan pengadaan akibat Keadaan Kahar tidak dikenakan sanksi Jangka waktu yang ditetapkan dalam Kontrak untuk pemenuhan kewajiban Pihak yang tertimpa Keadaan Kahar harus diperpanjang sekurangkurangnya sama dengan jangka waktu terhentinya Kontrak akibat Keadaan Kahar Pada saat terjadinya Keadaan Kahar, Kontrak ini akan dihentikan sementara hingga Keadaan Kahar berakhir dengan ketentuan Penyedia berhak untuk menerima pembayaran sesuai dengan prestasi atau kemajuan pelaksanaan pengadaan yang telah dicapai. Jika selama masa Keadaan Kahar, PPK memerintahkan secara tertulis kepada Penyedia untuk meneruskan pengadaan sedapat mungkin maka Penyedia berhak untuk menerima pembayaran sebagaimana ditentukan dalam Kontrak dan mendapat penggantian biaya yang wajar sesuai dengan yang telah dikeluarkan untuk melanjutkan pengadaan dalam situasi demikian.

41. Perpanjangan Waktu

42. Pembayaran

B.5. Penghentian dan Pemutusan Kontrak 43. Pemutusan Oleh 43.1. Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Pejabat Pembuat Hukum Perdata, PPK dapat memutuskan Kontrak ini melalui Komiten pemberitahuan tertulis kepada Penyedia setelah terjadinya hal-hal sebagai berikut: a. Penyedia lalai / cidera janji dalam melaksanakan kewajibannya dan tidak memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan; b. Penyedia gagal mengirimkan Barang sesuai dengan Jadwal Pengiriman dan Penyelesaian. Pemutusan dapat dilakukan hanya terhadap bagian tertentu dari pengadaan yang gagal dikirimkan atau diselesaikan. Dalam hal terjadi pemutusan, PPK dengan caranya sendiri dapat memperoleh pasokan Barang yang gagal dikirimkan atau diselesaikan. Penyedia berkewajiban untuk mengganti selisih biaya (jika ada) yang dikeluarkan oleh PPK di atas Nilai Kontrak ini untuk memasok Barang tersebut. Penyedia tetap berkewajiban untuk meneruskan pelaksanaan bagian lain dari pengadaan dalam Kontrak ini yang tidak diputuskan;

58

c. Penyedia berada dalam keadaan pailit; d. Penyedia tidak mempertahankan keberlakuan Surat Jaminan Pelaksanaan; e. denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat kesalahan Penyedia sudah melampaui 5% (lima perseratus) dari nilai Kontrak; f. Penyedia terbukti melakukan KKN, kecurangan dan / atau pemalsuan dalam proses Pengadaan yang diputuskan oleh instansi yang berwenang; dan / atau g. pengaduan tentang penyimpangan prosedur, dugaan KKN dan / atau pelanggararan persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan dinyatakan benar oleh instansi yang berwenang. 43.2. Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena kesalahan penyedia: a. Jaminan Pelaksanaan dicairkan; b. sisa Uang Muka harus dilunasi oleh penyedia atau Jaminan Uang Muka dicairkan; c. penyedia membayar denda; dan / atau d. penyedia dimasukkan dalam Daftar Hitam.

44. Pemutusan Oleh Penyedia

44.1. Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Penyedia dapat memutuskan Kontrak ini melalui pemberitahuan tertulis kepada PPK apabila PPK tidak menerbitkan SPP untuk pembayaran tagihan angsuran sesuai dengan yang disepakati sebagaimana tercantum dalam SSKK; atau 44.2. Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena PPK terlibat penyimpangan prosedur, dugaan KKN dan / atau pelanggararan persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan, maka PPK dikenakan sanksi berdasarkan perundangundangan. Penghentian Kontrak dapat dilakukan karena pekerjaan sudah selesai atau terjadi Keadaan Kahar Dalam hal Kontrak dihentikan atau diputus, maka PPK wajibmembayar kepada penyedia sesuai dengan prestasipekerjaan yang telah dicapai sampai dengan tanggalberlakunya penghentian / pemutusan kontrak

45. Penghentian Kontrak

46. Pembayaran Setelah Penghentian / Pemutusan

C. HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK 47. Hak dan Kewajiban Hak dan kewajiban Penyedia : Penyedia a. Menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan harga yang telah ditentukan dalam kontrak; b. berhak meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari PPK untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak; c. melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada PPK; d. melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak; e. memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan PPK; f. menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak; dan g. penyedia harus mengambil langkah-langkah yang cukup memadai untuk melindungi lingkungan tempat kerja dan membatasi perusakan dan gangguan kepada masyarakat maupun miliknya akibat kegiatan penyedia. 48. Tanggung Jawab Penyedia berkewajiban untuk memasok Barang sesuaidengan Lingkup Pengadaan, dan Jadwal Pengirimandan Penyelesaian Penyedia tidak diperkenankan menggunakan danmenginformasikan dokumen kontrak atau dokumenlainnya yang berhubungan dengan kontrak

49. Penggunaan Dokumen-Dokumen

59

Kontrak dan Informasi 50. Hak Kekayaan Intelektual

untukkepentingan pihak lain, misalnya spesifikasi teknisdan / atau gambargambar, kecuali dengan ijin tertulisdari PPK. Penyedia wajib melindungi PPK dari segala tuntutanatau klaim dari pihak ketiga yang disebabkanpenggunaan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) olehpenyedia. Penyedia berkewajiban untuk melindungi,membebaskan, dan menanggung tanpa batas PPKbeserta instansinya terhadap semua bentuk tuntutan, tanggung jawab, kewajiban, kehilangan, kerugian, denda, gugatan atau tuntutan hukum, proses pemeriksaan hukum, dan biaya yang dikenakan terhadap PPK beserta instansinya sehubungan dengan klaim yang timbul dari pengadaan Barang yang tidak sesuai dengan spesifikasi dan persyaratan Kontrak ini atas kehilangan atau kerusakan harta benda, dan cidera tubuh, sakit atau kematian pihak ketiga Penyedia berkewajiban untuk mendapatkan lebih dahulu persetujuan tertulis PPK sebelum melakukan tindakan-tindakan berikut: a. mensubkontrakkan sebagian pengadaan Barang ini; b. mengubah atau memutakhirkan program mutu; c. tindakan lain yang diatur dalam SSKK. 53.1. Apabila penyedia yang ditunjuk adalahpenyedia Usaha Mikro, Usaha Kecil dankoperasi kecil, maka dalam kontrak dimuatketentuan bahwa pekerjaan tersebut harusdilaksanakan sendiri oleh penyedia yangditunjuk dan dilarang diserahkan ataudisubkontrakkan kepada pihak lain. 53.2. Apabila penyedia yang terpilih adalah penyediabukan usaha mikro, usaha kecil dan koperasikecil, maka dalam kontrak dimuat: a. Penyedia wajib bekerja sama denganpenyedia Usaha Mikro, Usaha Kecil dankoperasi kecil, antara lain denganmensubkontrakkan sebagian pekerjaannya; b. Dalam melaksanakan kewajiban di ataspenyedia terpilih tetap bertanggungjawabpenuh atas keseluruhan pekerjaan tersebut; c. Bentuk kerjasama tersebut hanya untuksebagian pekerjaan yang bukan pekerjaanutama; dan d. Membuat laporan periodik mengenaipelaksanaan ketetapan di atas. 53.3. Apabila ketentuan tersebut di atas dilanggar,maka penyedia dikenakan sanksi yang diaturdalam SSKK. 54.1. Penyedia yang bukan berstatus Usaha Mikro dan UsahaKecil serta koperasi kecil dapat bekerja sama denganpenyedia Usaha Mikro dan Usaha Kecil sertakoperasi kecil sebagaimanaditetapkan dalam SSKK, yaitudengan mensubkontrakkan sebagianpekerjaan yang bukan pekerjaan utama. 54.2. Bagian pekerjaan yang disubkontrakkan tersebutharus diatur dalam Kontrak dan disetujui terlebih dahulu oleh PPK. 54.3. Penyedia tetap bertanggung jawab atas bagianpekerjaan yang disubkontrakkan tersebut. 54.4. Ketentuan-ketentuan dalam subkontrak harusmengacu kepada Kontrak serta menganutprinsip kesetaraan Penyedia berkewajiban untuk membayar sanksi finansial berupa denda sebagai akibat wanprestasi atau cidera janji terhadap kewajiban-kewajiban Penyedia dalam Kontrak ini. PPK mengenakan denda dengan memotong angsuran pembayaran prestasi pengadaan Penyedia. Pembayaran Denda tidak mengurangi tanggung jawab kontraktual Penyedia. 56.1. Jaminan Pelaksanaan diberikan kepada PPK selambat-lambatnya 14 (empat belas) harikerja setelah diterbitkannya Surat PenunjukanPenyedia Barang / Jasa (SPPBJ) sebelumdilakukan

51. Penanggungan

52. Tindakan Penyedia yang Mensyaratkan Persetujuan PPK

53. Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi Kecil

54. Kerjasama Antara Penyedia dan Sub Penyedia

55. Denda

56. Jaminan

60

56.2.

56.3.

56.4.

56.5. 56.6.

56.7.

penandatanganan kontrak denganbesar: a. 5% (lima perseratus) dari nilai kontrak; atau b. 5% (lima perseratus) dari nilai total HargaPerkiraan Sendiri (HPS) bagi penawaranyang lebih kecil dari 80% (delapan puluhperseratus) HPS. Masa berlakunya Jaminan Pelaksanaan sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan serah terima pekerjaan / [serah terima pertama pekerjaan] dan ditambah 50 (lima puluh) hari kalender. Jaminan Pelaksanaan dikembalikan setelahpekerjaan dinyatakan selesai 100% (seratusperseratus) dan setelah menyerahkan sertifikatgaransi; Jaminan Uang Muka diberikan kepada PPK dalam rangka pengambilan uang muka dengan nilai 100% (seratus perseratus) dari besarnya uang muka (apabila ada); Nilai Jaminan Uang Muka dapat dikurangisecara proporsional sesuai dengan pencapaianprestasi pekerjaan (apabila ada); Masa berlakunya Jaminan Uang Mukasekurang-kurangnya sejak tanggal persetujuanpemberian uang muka sampai dengan tanggalserah terima barang. Besarnya jaminan, bentuk dan masaberlakunya jaminan-jaminan tersebut di atasdisesuaikan dengan ketentuan dalam DokumenPengadaan.

57. Laporan Hasil Pekerjaan

57.1. Pemeriksaan pekerjaan dilakukan selamapelaksanaan Kontrak untuk menetapkan volumepekerjaan atas kegiatan yang telah dilaksanakanguna pembayaran hasil pekerjaan. Hasilpemeriksaan pekerjaan dituangkan dalamlaporan kemajuan hasil pekerjaan. 57.2. Untuk kepentingan pengendalian danpengawasan, dibuat laporan realisasi mengenaiseluruh aktivitas pekerjaan. 57.3. Laporan pelaksanaan pekerjaan dibuat olehpenyedia, apabila diperlukan diperiksa olehkonsultan dan disetujui oleh wakil PPK.

D. HAK DAN KEWAJIBAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN 58. Hak dan Kewajiban PPK mempunyai Hak dan kewajiban : PPK a. mengawasi dan memeriksa pekerjaan yangdilaksanakan oleh penyedia; b. meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan yang dilakukanoleh penyedia; c. membayar pekerjaan sesuai dengan harga yangtercantum dalam kontrak yang telah ditetapkankepada penyedia; dan d. memberikan fasilitas berupa sarana dan prasaranayang dibutuhkan oleh penyedia untuk kelancaranpelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak 59. Fasilitas PPK dapat memberikan fasilitas berupa srana dan prasarana atau kemudahan lainnya untuk kelancaran pelaksanaan pengadaan sebagaimana yang tercantum dalam SSKK. 60.1. Uang muka a. Uang Muka dapat diberikan kepadaPenyedia untuk: 1) pembayaran uang tanda jadi kepadapemasok barang / material; dan / atau 2) persiapan teknis lain yang diperlukanbagi pelaksanaan Pengadaan Barang. b. besaran uang muka ditentukan dalam SSKKdan dibayar setelah penyedia menyerahkanJaminan Uang Muka senilai uang mukayang diterima; c. penyedia harus mengajukan permohonanpengambilan uang muka secara tertuliskepada PPK disertai dengan rencanapenggunaan uang muka untukmelaksanakan pekerjaan sesuai Kontrak; d. PPK harus mengajukan Surat PermintaanPembayaran (SPP)

60. Pembayaran

61

kepada PejabatPenandatangan Surat Perintah Membayar(PPSMP) untuk permohonan tersebut padahuruf c, paling lambat 7 (tujuh) hari kerjasetelah Jaminan Uang Muka diterima; e. Jaminan Uang Muka diterbitkan oleh bankumum, perusahaan penjaminan, atauPerusahaan Asuransi Umum yang memilikiizin untuk menjual produk jaminan(suretyship) ditetapkan oleh MenteriKeuangan; f. pengembalian uang muka harusdiperhitungkan berangsur-angsur secaraproporsional pada setiap pembayaranprestasi pekerjaan dan paling lambat haruslunas pada saat pekerjaan mencapai prestasi100% (seratus perseratus); g. untuk kontrak tahun jamak, nilai JaminanUang Muka secara bertahap dapat dikurangisesuai dengan pencapaian prestasipekerjaan. 60.2. Prestasi pekerjaan a. pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang disepakati dilakukan oleh PPK, denganketentuan: 1) penyedia telah mengajukan tagihan disertai laporan kemajuan hasilpekerjaan; 2) pembayaran dilakukan dengan system bulanan, sistem termin ataupembayaran secara sekaligus, sesuaiketentuan dalam SSKK; 3) pembayaran harus dipotong angsuranuang muka, denda (apabila ada), pajakdan uang retensi; dan 4) untuk kontrak yang mempunyai subkontrak, permintaan pembayaran harusdilengkapi bukti pembayaran kepadaseluruh sub penyedia sesuai denganprestasi pekerjaan. b. Penyelesaian pembayaran hanya dapat dilaksanakan setelah barang dinyatakanditerima sesuai dengan berita acara serahterima barang dan bilamana dianggap perludilengkapi dengan berita acara hasil ujicoba. c. Pembayaran dengan L / C mengikutiketentuan umum yang berlaku di bidangperdagangan. d. PPK dalam kurun waktu 7 (tujuh) hari kerjasetelah pengajuan permintaan pembayarandari penyedia harus sudah mengajukanSurat Permintaan Pembayaran (SPP) kepadaPejabat Penandatangan Surat PerintahMembayar (PPSMP). e. bila terdapat ketidaksesuaiandalam perhitungan angsuran, tidakakan menjadialasan untuk menunda pembayaran. PPKdapat meminta penyedia untukmenyampaikan perhitungan prestasisementara dengan mengesampingkan halhalyang sedang menjadi perselisihan danbesarnya tagihan yang dapat disetujui untukdibayar setinggi-tingginya sesuai ketentuandalam SSKK. 60.3. Denda dan ganti rugi a. denda merupakan sanksi finansial yangdikenakan kepada penyedia karenaterjadinya cidera janji / wanprestasi; b. ganti rugi merupakan sanksi finansial yangdikenakan kepada PPK karena terjadinyacidera janji / wanprestasi; c. besarnya denda yang dikenakan kepada penyedia atas keterlambatan penyelesaianpekerjaan untuk setiap hari keterlambatanadalah: 1) 1) 1 / 1000 (satu perseribu) dari sisa hargabagian kontrak yang belum dikerjakan,apabila bagian pekerjaan yang sudahdilaksanakan dapat berfungsi; atau 2) 1 / 1000 (satu perseribu) dari hargakontrak, apabila bagian pekerjaan yangsudah dilaksanakan belum berfungsi sesuai yang ditetapkan dalam SSKK; d. besarnya ganti rugi yang dibayar oleh PPKatas keterlambatan pembayaran adalahsebesar bunga dari nilai tagihan yangterlambat dibayar, berdasarkan tingkat sukubunga yang berlaku pada saat itu menurutketetapan Bank Indonesia, atau

62

dapatdiberikan kompensasi; e. tata cara pembayaran denda dan / atau gantirugi diatur dalam SSKK; f. ganti rugi dan kompensasi kepada pesertadituangkan dalam adendum kontrak; g. pembayaran ganti rugi dan kompensasidilakukan oleh PPK, apabila penyedia telahmengajukan tagihan disertai perhitungandan data-data. 61. Peristiwa Kompensasi 61.1. Peristiwa Kompensasi dapat diberikan kepada penyedia dalam hal sebagai berikut: a. PPK mengubah jadwal yang dapatmempengaruhi pelaksanaan pekerjaan; b. Keterlambatan pembayaran kepadapenyedia; c. PPK tidak memberikan gambar-gambar,spesifikasi dan / atau instruksi sesuai jadwalyang dibutuhkan; d. Penyedia belum bisa masuk ke lokasi sesuaijadwal dalam kontrak; e. PPK menginstruksikan kepada pihakpenyedia untuk melakukan pengujiantambahan yang setelah dilaksanakanpengujian ternyata tidak ditemukankerusakan / kegagalan / penyimpangan; f. PPK memerintahkan penundaanpelaksanaan pekerjaan; g. PPK memerintahkan untuk mengatasikondisi tertentu yang tidak dapat didugasebelumnya dan disebabkan oleh PPK; h. Ketentuan lain dalam SSKK. 61.2. Jika Peristiwa Kompensasi mengakibatkanpengeluaran tambahan dan / atauketerlambatan penyelesaian pekerjaan makaPPK berkewajiban untuk membayar ganti rugidan / atau memberikan perpanjangan waktupenyelesaian pekerjaan. 61.3. Ganti rugi hanya dapat dibayarkan jikaberdasarkan data penunjang dan perhitungankompensasi yang diajukan oleh penyediakepada PPK, dapat dibuktikan kerugian nyataakibat Peristiwa Kompensasi. 61.4. Perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaanhanya dapat diberikan jika berdasarkan datapenunjang dan perhitungan kompensasi yangdiajukan oleh penyedia kepada PPK, dapatdibuktikan perlunya tambahan waktu akibatPeristiwa Kompensasi. 61.5. Penyedia tidak berhak atas ganti rugi dan / atauperpanjangan waktu penyelesaian pekerjaanjika penyedia gagal atau lalai untukmemberikan peringatan dini dalammengantisipasi atau mengatasi dampakPeristiwa Kompensasi. 62.1. PPK membayar kepada penyedia ataspelaksanaan pekerjaan dalam kontrak sebesarharga kontrak. 62.2. Harga kontrak telah memperhitungkankeuntungan, beban pajak serta biaya overhead. 62.3. [untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga satuan dan lumpsum Rincian harga kontrak sesuai dengan rincian yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harg)]. 63.1. PPK dapat menangguhkan pembayaran setiapangsuran prestasi pekerjaan penyedia jikapenyedia gagal atau lalai memenuhi kewajibankontraktualnya, termasuk penyerahan setiapHasil Pekerjaan sesuai dengan waktu yang telahditetapkan. 63.2. PPK secara tertulis memberitahukan kepadapenyedia tentang penangguhan hakpembayaran, disertai alasan-alasan yang jelasmengenai penangguhan tersebut. Penyediadiberi kesempatan untuk memperbaiki dalamjangka waktu tertentu. 63.3. Pembayaran yang ditangguhkan harusdisesuaikan dengan proporsi kegagalan ataukelalaian penyedia. 63.4. Jika dipandang perlu oleh PPK, penangguhanpembayaran akibat keterlambatan penyerahanpekerjaan dapat dilakukan bersamaan denganpengenaan denda kepada penyedia.

62. Harga Kontrak

63. Penangguhan

63

64. Penyesuaian Harga (untuk Kontrak Harga Satuan atau Kontrak Gabungan Harga Satuan dan LumpSum)

64.1. Harga yang tercantum dalam kontrak dapat berubah akibat adanya penyesuaian harga sesuai dengan peraturan yang berlaku. 64.2. Penyesuaian harga diberlakukan pada Kontrak Tahun Jamak yang masa pelaksanaannya lebih dari 12 (dua belas) bulan dan diberlakukan mulai bulan ke-13 (tiga belas) sejak pelaksanaan pekerjaan. 64.3. Penyesuaian Harga Satuan berlaku bagi seluruh kegiatan / mata pembayaran, kecuali komponen keuntungan dan biaya operasional sebagaimana tercantum dalam penawaran. 64.4. Penyesuaian Harga Satuan diberlakukan sesuai dengan jadwal pelaksanaan yang tercantum dalam kontrak awal / adendum kontrak. 64.5. Penyesuaian Harga Satuan bagi komponen pekerjaan yang berasal dari luar negeri, menggunakan indeks penyesuaian harga dari negara asal barang tersebut. 64.6. Jenis pekerjaan baru dengan Harga Satuan baru sebagai akibat adanya adendum kontrak dapat diberikan penyesuaian harga mulai bulan ke-13 (tiga belas) sejak adendum kontrak tersebut ditandatangani. 64.7. Kontrak yang terlambat pelaksanaannya disebabkan oleh kesalahan Penyedia diberlakukan penyesuaian harga berdasarkan indeks harga terendah antara jadwal awal dengan jadwal realisasi pekerjaan. 64.8. Penyesuaian Harga Satuan, ditetapkan dengan rumus sebagai berikut : Hn = Ho (a+b.Bn / Bo+c.Cn / Co+d.Dn / Do+.....) Hn = Harga Satuan pada saat pekerjaan dilaksanakan; Ho = Harga Satuan pada saat harga penawaran; a = Koefisien tetap yang terdiri atas keuntungan dan overhead; Dalam hal penawaran tidak mencantumkan besaran komponen keuntungan dan overhead maka a = 0,15. b, c, d = Koefisien komponen kontrak seperti tenaga kerja, bahan, alat kerja, dsb; Penjumlahan a+b+c+d+....dst adalah 1,00. Bn, Cn, Dn = Indeks harga komponen pada saat pekerjaan dilaksanakan (mulai bulan ke-13 setelah penandatanganan kontrak). Bo, Co, Do = Indeks harga komponen pada bulan ke-12 setelah penandatanganan kontrak. 64.9. Penetapan koefisien bahan, tenaga kerja dan alat kerja ditetapkan dalam rapat persiapan pelaksanaan kontrak. 64.10. Indeks harga yang digunakan bersumber dari penerbitan BPS. 64.11. Dalam hal indeks harga tidak dimuat dalam penerbitan BPS, digunakan indeks harga yang dikeluarkan oleh instansi teknis. 64.12. Rumusan penyesuaian nilai kontrak ditetapkan sebagai berikut : Pn = (Hn1xV1)+(Hn2xV2)+(Hn3xV3)+.... dst Pn = Nilai Kontrak setelah dilakukan penyesuaian HargSatuan; Hn = Harga Satuan baru setiap jenis komponen pekerjaan setelah dilakukan penyesuaian harga menggunakan rumusan penyesuaian Harga Satuan; V = Volume setiap jenis komponen pekerjaan yang dilaksanakan; 64.13. Pembayaran penyesuaian harga dilakukan oleh PPK, apabila penyedia telah mengajukan tagihan disertai perhitungan dan datadata; 64.14. Penyedia dapat mengajukan secara berkala selambat-lambatnya setiap 6 (enam) bulan. PPK berwenang melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. Apabila diperlukan, PPKdapat memerintahkan kepada pihak ketiga

65. Pengawasan dan Pemeriksaan

64

untukmelakukan pengawasan dan pemeriksaan atas semuapelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan olehpenyedia. E. PENYELESAIAN PERSELISIHAN 66. Penyelesaian Cara penyelesaian perselisihan atau sengketa antarapara pihak dalam Perselisihan Kontrak yang meliputi musyawarah,arbitrase, mediasi, konsiliasi atau pengadilan sesuaidengan ketentuan peraturan perundang-undangan 67. Itikad Baik 67.1. Para pihak bertindak berdasarkan asas salingpercaya yang disesuaikan dengan hak-hak yangterdapat dalam kontrak. 67.2. Para pihak setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak. Apabila selama kontrak, salah satu pihak merasa dirugikan, maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut.

65

BAB VIII SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK) A. KORESPONDENSI Alamat Para pihak sebagai berikut : Satuan Kerja PPK : Nama : ____________________ Alamat : ____________________ Teleks : ____________________ Faksimili : ____________________ Penyedia Jasa Nama Teleks Faksimili B. WAKIL SAH PARA PIHAK : ____________________ : ____________________ : ____________________ : ____________________

Wakil Sah Para Pihak sebagai berikut : Untuk PPK : ____________________ Untuk Penyedia Jasa : ____________________

C. TANGGAL BERLAKU KONTRAK D. WAKTU DIMULAINYA PEKERJAAN E. KERJASAMA ANTARA PENYEDIA DAN SUB PENYEDIA

Kontrak mulai berlaku sejak : __________ s / d __________

Pekerjaan Pengadaan barang mulai dilaksanakanterhitung sejak : ____

1. Penyedia harus bekerja sama dengan penyediaUsaha Mikro dan Usaha Kecil serta koperasikecil (YA / TIDAK) 2. Penyedia dilarang untuk mensubkontrakkanpekerjaan berupa: ______ 3. Penyedia yang melanggar ketentuan tentang pengalihan dan / atau subkontrak, akan dikenakan sanksi ___________ Penyedia harus menyediakan barang yang telah memenuhi standar__________ (isi jenis standar yang dipersyaratkan seperti SNI, dll) PPK bersama-sama dengan penyedia barangmelakukan pemeriksaan kondisi lapangan dalamwaktu__________ hari setelah penandatangankontrak. PPK atau Tim Inspeksi yang ditunjuk PPK melakukaninspeksi atas proses pabrikasi barang / peralatankhusus pada waktu __________ setelah penandatangan kontrak. Pengepakan, penandaan dan penyertaan dokumendalam dan diluar paket Barang harus dilakukansebagai berikut : __________ Rincian pengiriman dan dokumen terkait lainnyayang harus diserahkan oleh Penyedia adalah : __________ Dokumen tersebut diatas harus sudah diterima olehPPK sebelum serah terima Barang. Jika dokumen tidakditerima maka Penyedia bertanggungjawab atas setiapbiaya yang diakibatkannya.

F. STANDAR

G. PEMERIKSAAN BERSAMA

H. INSPEKSI PABRIKASI

I. PENGEPAKAN

J. PENGIRIMAN

K. ASURANSI

1. Pertanggungan asuransi dilakukan sesuaidengan ketentuan Incoterms.Jika tidak sesuai dengan ketentuan Incotermsmaka pertanggungan asuransi harus meliputi : ___________ 2. Jika barang dikirim secara CIF makapertanggungan asuransi terhadap Barang harusdiberikan sampai dengan Tempat Tujuan Akhir [YA / TIDAK]

66

3. Jika barang dikirim secara FOB atau EXW makapertanggungan asuransi terhadap Barang harusdiberikan sampai dengan Tempat Tujuan Akhir [YA / TIDAK] L. TRANSPORTASI 1. Barang harus diangkut sampai dengan TempatTujuan Akhir: [YA / TIDAK] 2. Penyedia menggunakan transportasi __________ [jenis angkutan] untuk pengiriman barang melalui __________ [darat / laut / udara] Serah terima dilakukan pada : [Tempat Tujuan Pengiriman / Tempat Tujuan Akhir] 1. Pemeriksaan dan pengujian yang dilaksanakanmeliputi: ___________ 2. Pemeriksaan dan pengujian dilaksanakan di: ___________ Edisi Incoterms yang digunakan adalah __________ 1. Masa Tanggung Jawab Cacat Mutu / Garansiberlaku selama: _______ 2. Masa layanan purnajual berlaku selama __________ (__________) [hari / bulan / tahun]setelah serah terima barang Pedoman pengoperasian dan perawatan harus diserahkan selambatlambatnya : __________ (___________) hari kalender / bulan / tahun setelah tanggalpenandatanganan Berita Acara penyerahan barang Penyedia harus menyedia layanan tambahan berupa : ___________

M. SERAH TERIMA

N. PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN O. INCOTERMS P. GARANSI

Q. PEDOMAN PENGOPERASIAN DAN PERAWATAN R. LAYANAN TAMBAHAN S. PEMUTUSAN OLEH PENYEDIA JASA

Batas akhir waktu yang disepakati untuk penerbitanSPP oleh PPK untuk pembayaran tagihan angsuranadalah __________ hari kalender terhitung sejak tagihandan kelengkapan dokumen penunjang yang tidakdiperselisihkan diterima oleh PPK. Tindakan lain oleh Penyedia yang memerlukanpersetujuan PPK adalah: ___________

T. TINDAKAN PENYEDIA YANG MENSYARATKAN PERSETUJUAN PPK U. WAKTU PENYELESAIAN PEKERJAAN V. KEPEMILIKAN DOKUMEN

Jangka waktu penyelesaian pekerjaan pengadaanbarang ini adalah selama: __________ (___________) hari [hari / bulan / tahun]

Penyedia diperbolehkan menggunakan salinandokumen dan piranti lunak yang dihasilkan daripekerjaan Barang ini dengan pembatasan sebagaiberikut : __________ PPK akan memberikan fasilitas berupa : __________ Pekerjaan Pengadaan Barang ini dapat diberikan uangmuka [YA / TIDAK]. [jika YA] Uang muka diberikan sebesar __________ % (_________ persen) dari Nilai Kontrak 1. Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukandengan cara: (Termin / Bulanan). 2. Pembayaran berdasarkan cara tersebut di atasdilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: __________ 3. Dokumen penunjang yang dipersyaratkanuntuk mengajukan tagihan pembayaran prestasipekerjaan: __________ 4. Bila terdapat ketidaksesuaian dalamperhitungan angsuran, tidak akan menjadialasan untuk menunda pembayaran. PPK dapatmeminta penyedia untuk menyampaikanperhitungan prestasi sementara

W. FASILITAS X. PEMBAYARAN UANG MUKA

Y. PEMBAYARAN PRESTASI PEKERJAAN

67

denganmengesampingkan hal-hal yang sedang menjadiperselisihan dan besarnya tagihan yang dapat disetujui untuk dibayar setinggitingginyasebesar Rp. __________ (__________) Z. PEMBAYARAN DENDA 1. Denda dibayarkan kepada penyedia apabila : __________ 2. Denda atau ganti rugi dibayarkan kepadapenyedia dengan cara : _____ 3. Denda atau ganti rugi dibayarkan kepada penyedia dalam jangka waktu : __________ 4. Besarnya denda sebesar 1 / 1000 (satuperseribu) dari __________ [sisa harga bagian kontrak yang belum dikerjakan] [harga kontrak, apabila bagian pekerjaan yang sudah dilaksanakan belum berfungsi.] Jaminan dicairkan dan disetorkan ke kasDaerah

AA. PENCAIRAN JAMINAN BB. KOMPENSASI CC. HARGA KONTRAK DD. PENYESUAIAN HARGA

Penyedia dapat memperoleh kompensasi jika ___________ Kontrak Pengadaan barang ini dibiayai dari sumberPendanaan _________ 1. Indeks harga untuk Penyesuaian Harga adalahindeks harga yang dikeluarkan oleh __________ [Badan Pusat Statistik (BPS) / instansi teknis lainnya]. 2. Indeks yang dipergunakan adalah indeks __________ (perdagangan, industri, impor, dll) sebesar __________ 3. Koefisien tetap adalah sebesar __________ 4. Koefisien komponen kontrak adalah sebesar __________ Jika perselisihan Para Pihak mengenai pelaksanaan Kontrak tidak dapat diselesaikan secara damai maka Para Pihak menetapkan lembaga penyelesaian perselisihan tersebut di bawah sebagai Pemutus Sengketa: [Pengadilan Republik Indonesia yang berkompeten / Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI)] [Jika BANI yang dipilih sebagai Lembaga Pemutus Sengketa maka cantumkan klausul arbitrase berikut tepat di bawah pilihan yang dibuat di atas: Semua sengketa yang timbul dari Kontrak ini, akan diselesaikan dan diputus oleh Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) menurut peraturanperaturan administrasi dan peraturan-peraturan prosedur arbitrase BANI, yang keputusannya mengikat kedua belah pihak yang bersengketa sebagai keputusan tingkat pertama dan terakhir. Para Pihak setuju bahwa jumlah arbitrator adalah 3 (tiga) orang. Masing-masing Pihak harus menunjuk seorang arbitrator dan kedua arbitrator yang ditunjuk oleh Para Pihak akan memilih arbitrator ketiga yang akan bertindak sebagai pimpinan arbitrator.]

EE. PENYELESAIAN PERSELISIHAN

68

BAB IX SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR Terlampir

69