Anda di halaman 1dari 3

b.

Makna dan Urgensi Ukhuwah

Makna Ukhuwah

Ukhuwah biasa diartikan sebagai persaudaraan. Berasal dari akar kata yang pada mulanya berarti memperhatikan dan kemudian berkembang artinya menjadi "sahabat, teman" yang secara leksikal menunjuk pada makna "dia bersama di setiap keadaan, saling bergabung antara selainnya pada suatu komunitas." Mungkin karena arti dasar tadi, yakni "memperhatikan", menyebabkan setiap orang yang bersaudara meng-haruskan ada perhatian di antara mereka, dan menyebabkan mereka selalu bergabung (musyarik) dalam banyak keadaan. Masih dalam makna leksikal, kata ukhuwah tersebut pada dasarnya berakar dari akhun ( )yang jamaknnya ikhwatun (), artinya saudara. Kalau saudara perempuan disebut ukhtun (), jamaknya akhwat (). Dari kata ini kemudian terbentuk alakhu, bentuk mutsanna-nya akhwan, dan jamak-nya ikhwan ( )artinya banyak saudara, dan dalam Kamus Bahasa Indonesia kata ini dinisbatkan pada arti orang yang seibu dan sebapak, atau hanya seibu atau sebapak saja. Arti lainnya adalah orang yang bertalian sanak keluarga, orang yang segolongan, sepaham, seagama, sederajat. Jadi tampak sekali bahwa kata akhun tersebut semakin meluas artinya, yakni bukan saja saudara seayah dan seibu, tetapi juga berarti segolongan, sepaham, seagama, dan seterusnya. Berdasar dari arti-arti kebahasaan tadi, maka ukhuwah dalam konteks bahasa Indonesia, memiliki arti sempit seperti saudara sekandung, dan arti yang lebih luas yakni hubungan pertalian antara sesama manusia, dan hubungan kekeraban yang akrab di antara mereka. Berkenaan dengan itulah, M. Quraish Shihab menjelaskan definisi ukhuwah secara terminologis sebagai berikut : Ukhuwah diartikan sebagai setiap persamaan dan keserasian dengan pihak lain, baik persamaan keturunan dari segi ibu, bapak, atau keduanya, maupun dari persusuan,juga mencakup persamaan salah satu dari unsur seperti suku, agama, profesi, dan perasaan. Ukhuwah berarti adanya perasaan simpati dan empati antara dua orang atau lebih. Maisng-masing pihak memiliki satu kondisi atau perasaan yang sama, baik sama suka maupun duka, baik sennag maupun sedih. jalinan perasaan ini menimbulkan sikap timbal

balik untuk saling membantu bila pihak lain mengalami kesulitan, dan sikap saling membagi kesenangan kepada pihak lain bila salah satu pihak menemukan kesenangan. Dalam arti luas, ukhuwah melampaui batas-batas etnik, rasial, agama, latar belakang sosial, keturunan dan sebagainya. Ukhuwah secara hierarki mencari saling pengertian dan membangun kerja sama keduniaan seoptimal mungkin dalam menunaikan tugas-tugas kekhalifahan. Dengan konsep ukhuwah diharapkan ada persaudaraan dan persamaan yang tidak membeda-bedakan umat manusia atas jenis kelamin, asal-usul, etnis, warna kulit, latar belakang historis, sosial, status ekonomi, mengingat umat Nabi Muhammad adalah umat yang satu. Jadi, ukhuwah yang perlu kita jalin bukan hanya internal seagama saja akan tetapi yang lebih penting lagi adalah antar umat beragama.

Pentingnya ukhuwah Ukhuwah menjadi hal yang sangat penting untuk dibangun di tengah kehidupan modern yang cenderung individualistis dan materialistis ini demi terciptanya tatanan masyarakat yang rukun dan damai. Ukhuwah menjadi penting karena : Ukhuwah menjadi pilar kekuatan Islam. Rasulullah SAW bersabda Al-Islamu yalu wala yula alaih yang artinya Islam itu agama yang luhur, dan tidak ada yang lebih luhur dari Islam. Keluhuran dan kehebatan Islam itu akan menjadi realita manakala umat Islam mampu menegakkan ukhuwah terhadap sesamanya, memperbanyak persamaan dan memperkecil perbedaan. Jika umat Islam sering bermusuhan maka Islam akan lemah dan tidak punya kekuatan. Jadi tegaknya ukhuwah dan terjalinnya ukhuwah menjadi syarat utama kekuatan Islam. Bangunan Ukhuwah yang solid, akan memudahkan membangun masyarakat madani. Masyarakt madani adalah masyarakat yang ideal, yang memiliki karakteristik, yaitu menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan, kedamaian, kerukunan, kebersamaan, toleran, kesetaraan, berperadaban tinggi, dan berakhlak mulia. Nilai-nilai tersebut akan mudah terwujud dan menjadi kenyataan manakala manusianya memiliki ketulusan, keikhlasan, dan kemauan yang tinggi untuk merajut dan membangun simpul-simpul ukhuwah yang sudah terkoyak. Ukhuwah merupakan bagian terpenting dari Iman.

Iman tidak akan sempurna tanpa disertai dengan ukhuwah, dan ukhuwah tidak akan bermakna tanpa dilandasi keimanan. Manakala ukhuwah lepas dari iman, maka yang menjadi perekatnya adalah kepentingan pribadi, kelompok, kesukuan, maupun halhal lain yang bersifat materi, yang semuanya itu bersifat semu dan sementara. Ukhuwah merupakan benteng dalam menghadapi musuh-musuh Islam. Orang-orang non Islam yang ada mempunyai misi jahat yaitu memusuhi dan ingin menghancurkan Islam (QS. Al-Baqarah : 120), dan mereka selalu bersama-sama antara yang satu dengan yang lain.

Artinya : Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. Realitanya seperti sekarang ini, Islam selalu diobok-obo dan selalu dikambinghitamkan oleh mereka. Oleh karena itu, kita umat Islam jangan mudah terpengaruh dan jangan mudah terprovokasi oleh mereka, kita harus menghadapi dengan barisan ukhuwah yang rapi dan teratur. Jika kita bermusuhan sendiri maka mereka akan mudah memecah belah dan menghancurkan Islam.