Anda di halaman 1dari 41

MODEL MODEL PRAKTEK KEPERAWATAN KEPERAWATAN PROFESIONAL (MPKP)

DISAMPAIKAN OLEH Ns. MAIYULIS ABDURROHIM, S.Kep

PELAYANAN KEPERAWATAN

BAGIAN INTEGRAL PELAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT

BERBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MUTU YANKEP DENGAN MENINGKATKAN MUTU ASUHAN KEPERAWATAN: 1.PENDIDIKAN KEPERAWATAN BERKELANJUTAN 2. PEMBENTUKAN KELOMPOK KERJA KEPERAWATAN 3. TIM PENGENDALI MUTU. 4. PENGEMBANGAN MODEL PRAKTEK KEPERAWATAN PROFESIONAL ( MPKP)

NILAI-NILAI PROFESIONAL MPKP HUBUNGAN PROFESIONAL METODA PEMBERIAN ASUHAN KEPERAWATAN PENDEKATAN MANAJEMEN TERUTAMA DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN SISTEM KOMPENSASI & PENGHARGAAN

KOMPONEN MPKP
KETENAGAAN PERAWAT METODA PEMBERIAN ASUHAN KEPERAWATAN DOKUMENTASI KEPERAWATAN

DILANDASI NILAI-NILAI PROFESIONAL BERTANGGUNG JAWAB & BERTANGGUNG GUGAT BAHWA HUBUNGAN PERAWAT PASIEN SUATU KOMITMEN MEMBERIKAN ASUHAN yg BERKUALITAS

JENIS MODEL PRAKTEK KEPERAWATAN PROFESIONAL


MODEL PRAKTEK KEPERAWATAN PROFESIONAL III
Melalui pengembangan MPKP III dapat diberikan asuhan keperawatan profesional tingkat III. Pada ketenagaan terdapat tenaga keperawatan dengan kemampuan doktor dalam keperawatan klinik yang berfungsi untuk melakukan riset dan membimbing para perawat melakukan riset serta memanfaatkan hasil riset dalam memberikan asuhan keperawatan.

Model Praktek Keperawatan Profesional II


Pada model ini, mampu memberikan asuhan keperawatan profesional tingkat II. Pada ketenagaan terdapat tenaga perawat dengan kemampuan spesialis keperawatan yang spesifik untuk cabang ilmu tertentu. Perawat spesialis berfungsi untuk memberikan konsultasi tentang asuhan keperawatan kepada perawat primer pada area spesialisnya. Di samping itu melakukan riset, membimbing para perawat melakukan riset dan memanfaatkan hasil-hasil risest dalam meberikan asuhan keperawatan.

Model Praktek Keperawatan Profesional I


Pada model ini perawat mampu memberikan asuhan keperawatan professional I dan untuk itu diperlukan penataan 3 komponen utama yaitu ketenagaan keperawatan, metoda pemberian asuhan keperawatan dan dokumentasi keperawatan. Pada MPKP ini, metoda yang digunakan adalah kombinasi metoda keperawatan primer dan metoda tim disebut tim primer (primary team)..

Model Praktek Keperawatan Profesional Pemula


Model praktek keperawatan professional pemula (MPKPP), merupakan tahap awal untuk menuju model MPKP. Pada model ini mampu memberikan asuhan keperawatan professional tingkat pemula. Pada model ini terdapat 3 komponen utama yaitu ketenagaan, metoda pemberian asuhan keperawatan dan dokumentasi keperawatan.

Metode Fungsional

Metode kasus

Metode TIM

Metode primer (Primary Nursing)

Primary Team

1. METODE FUNGSIONAL

KARU

PERAWAT OBAT

PERAWAT GANTI VERBAND

PERAWAT KEBERSIHAN

BEBERAPA PASIEN

METODE FUNGSIONAL
MODEL PELAYANAN KEPERAWATAN DILAKSANAKAN BERDASARKAN TUGAS YG DITENTUKAN OLEH KEPALA UNIT KEPERAWATAN ( HEAD NURSE )

Penekanan; dilaksanakan tugas & prosedur. Membagi staf menurut uraian tugas & banyaknya pekerjaan yg harus diselesaikan. Prioritas; pelaksanaan instruksi dokter & berbagai prosedur, pemberian asuhan fisik yg sifatnya rutin. Pemberian tugas bisa terjadi tanpa pertimbangan kondisi pasien atau pengalaman/kemampuan pemberi asuhan. Staf utama pemberi asuhan; perawat praktikal sedikit, 1 2 perawat profesional yg terregistrasi

Keuntungan: - Perawat trampil untuk tugas tertentu - Efisien, memudahkan kepala ruangan untuk mengawasi staf atau peserta didik yang praktek untuk keterampilan tertentu - baik u/ RS kekurangan tenaga. Kerugian: - Pelayanan Keperawatan terpilah-pilah - Sulit membangun hubungan perawat pasien, karena tidak adanya saling percaya - Tidak memberikan kepuasan pd pasien & perawat Tindakan perawat cenderung hanya keterampilan saja

METODE KASUS

KEPALA RUANGAN

PERAWAT

PERAWAT

PERAWAT

PASIEN dg kasus1

PASIEN dg kaasus 2

PASIEN dg kasus 3

Metoda kasus
Metoda ini adalah suatu penugasan yang diberikan kepada perawat profesional untuk memberikan asuhan secara total terhadap seorang atau sekelompok klien sat dia bertugas, satu pasien satu perawat, ps. Akan dirawat Oleh perawat yg berbeda u/ setiap shift. Ex. Hemodialisa, ICU, isolasi

Keuntungan: Asuhan yang diberikan komprehensif, berkesinambungan dan holistik,sistem evalusi > mudah, Kepuasan Ps. Dan perawat,Perawat > mahir kasus perkasus Kerugian: Kurang efisien karena memerlukan perawat profesional dengan keterampilan tinggi dan imbalan yang tinggi, sedangkan masih ada pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh asisten perawat,

3. METODA TIM
KARU

PERAWAT KA. TIM

PERAWAT KA. TIM

PERAWAT KA. TIM

PERAWAT (ANGG TIM)

PERAWAT (ANGG TIM)

PERAWAT (ANGG Tim)

BEBERAPA PASIEN

BEBERAPA PASIEN

BEBERAPA PASIEN

Metoda Tim
MODEL PELAYANAN KEPERAWATAN DIBERIKAN OLEH SEKELOMPOK PERAWAT TERHADAP SEKELOMPOK PASIEN , DIMANA KELOMPOK PERAWAT DIPIMPIN OLEH PERAWAT PROFESIONAL, BERPENGALAMAN SERTA MEMILIKI PENGETAHUAN DALAM BIDANGNYA. TERDIRI 2-4 TIM, SETIAP TIM 6-7 PERAWAT: TERDIRI DARI TENAGA YANG BERBEDA2: T.PROFESIONAL, ASISTEN PERAWAT, TEKNIKAL. PJ. KETUA TIM

Keuntungan: - Memfasilitasi pelayanan Keperawatan Komprehensif - Memberi Kepuasan kepada Ps. & anggota tim. - Mendukung pelaksanan proses keperawatan yg koperehensif - konflik dapat ditekan melalui rapat tim Kerugian: - Akuntabilitas dalam tim kabur - Perawat tidak trampil berlindung pada perawat lain yang trampil - Komunikasi dan koordinasi terganggu karena rapat tim jarang dilakukan pada

4. METODE PRIMER (Primary nursing)


SUMBER DAYA RS

DOKTER

KA RU

PERAWAT PRIMER

PASIEN

PERAWAT ASOSIET PAGI

PERAWAT ASOSIET SORE

PERAWAT ASOSIET MALAM

METODA PRIMER (PRIMARY NURSING) Metoda pemberian asuhan keperawatan dimana seorang perawat teregister bertanggungjawab dan bertanggunggugat untuk memberikan asuhan pasien dalam 24 jam sehari.
KEUNTUNGAN OTONOMI, MOTIVASI, TANGGUNG JAWAB & TANGGUNG GUGAT PERAWAT MENINGKAT. MENJAMIN KONTINUITAS ASUHAN KEPERAWATAN MENINGKATNYA HUBUNGAN ANTARA PERAWAT DAN PASIEN. TERCIPTANYA KOLABORASI YANG BAIK. PENUGASAN PASIEN OLEH SEORANG PERAWAT PRIMER.PERBANDINGAN TENAGA 1:4 KERUGIAN: RUANGAN TIDAK MEMERLUKAN PERAWAT PELAKSANA, HARUS PERAWAT PROFESIONAL. BIAYA YANG DIPERLUKAN TINGGI

Proses asuhan keperawatan yang dilaksanakan di ruang MPKP (Sitorus. R, 1998).


1. Proses asuhan keperawatan dimulai ketika klien masuk ke ruang rawat.

Pasien dan keluarga akan diterima oleh perawat primer kemudian perawat primer mengorientasikan tentang ruangan dan peraturan-peraturan ruang rawat berdasarkan pedoman yang telah ada. Perawat primer bersamasama dengan perawat asosiet yang bertugas saat itu melakukan kontrak dengan pasien. Untuk perawat asosiet lain yang belum melakukan kontrak dengan pasien akan akan melakukannya saat berinteraksi pertama kali dengan pasien.

2. Perawat primer akan melakukan pengkajian secara lengkap, kemudian membuat rencana keperawatan berdasarkan standar asuhan keperawatan (SAK). Selanjutnya perawat primer mengkomunikasikan rencana keperawatan pasien baru tadi dengan perawat asosiet dan perawat asosiet akan melakukan tindakan keperawatan sesuai rencana keperawatan tersebut.

Lanjutan

3. Bila perawat asosiet menerima pasien baru pada sore dan malam hari atau saat hari libur, pengkajian awal dilakukan oleh perawat asosiet sesuai dengan kasus. Perawat asosiet membuat masalah keperawatan yang utama (aktual) dan melakukan tindakan keperawatan dengan terlebih dahulu mendiskusikannya dengan penanggung jawab sore/malam/hari libur (PP/PA). Pada hari selanjutnya saat perawat primer bertugas, pengkajian tersebut akan dilengkapi, kemudian dibuat rencana keperawatan yang lengkap yang selanjutnya akan menjadi panduan bagi perawat asosiet dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien.

LANJUTAN 4. Pada dinas pagi perawat primer bersama perawat asosiet melakukan operan dengan dinas malam (hanya klien yang dirawat oleh tim), selanjutnya dengan perawat asosiet melakukan konferensi tentang permasalahan pasien, pembagian pengelolaan pasien untuk tiap perawat asosiet dan mengkoordinasikan tugas yang harus dilakukan oleh perawat asosiet.

Lanjutan 5. Agar proses kolaborasi berjalan lancar perawat primer melakukan komunikasi Langsung dengan dokter, ahli gizi atau tim kesehatan untuk membahas perkembangan klien dan perencanaan baru yang perlu dibuat.Selain itu mengidentifikasi pemeriksaan penunjang yang telah ada dan yang perlu dilakukan selanjutnya. Bila ada rencana baru atau ada tindakan tertentu yang harus dilakukan, maka perawat primer akan memberitahukan perawat asosiet untuk melaksanakannya. Jika terdapat tindakan spesifik yang mungkin tidak dapat dilakukan oleh perawat asosiet, perawat primer akan melakukan langsung tindakan tersebut. Terutama dalam melakukan pendidikan kesehatan pada klien dan kekuarga, akan dilakukan oleh perawat primer berdasarkan pengkajian pada kebutuhan peningkatan pengetahuan. Pendidikan kesehatan dapat dilakukan mandiri oleh perawat primer atau kolaborasi dengan ahli gizi untuk penjelasan diet.

Lanjutan

6. Selama perawat asosiet melakukan asuhan keperawatan

pada pasien, perawat primer selalu memonitor intervensi yang dilakukan dan memberi bimbingan pada perawat asosiet. Perawat asosiet selama melakukan asuhan keperawatan harus mendokumentasikan semua tindakan yang telah dilakukan pada format format yang terdapat pada papan dokumentasi. Kemudian perawat primer akan memonitor dan mengevaluasi dokumentasi yang dibuat oleh perawat asosiet.

LANJUTAN 7. Setiap hari perawat primer mengevaluasi perkembangan klien dengan mendokumentasikan pada format catatan perkembangan melalui metoda SOAP (Subjektif, Objektif, Analisa, Perkembangan). Catatan perkembangan klien ini bagi perawat asosiet juga menjadi penuntun dalam memberikan asuhan keperawatan. 8. Bila ada klien akan pulang, perawat primer akan membuat rencana pulang yang berisi, masalah masalah klien yang timbul dan masalah yang sudah teratasi, tindakan perawatan yang telah dilakukan dan pendidikan kesehatan yang telah diberikan. Bila klien pindah ke ruang lain perawat primer akan menyusun resume perawatan sebagai informasi tentang asuhan keperawatan yang telah diberikan selama dirawat. 9. Pada pergantian dinas pagi sore dilakukan operan antara perawat asosiet pagi dengan perawat asosiet sore didampingi oleh perawat primer. Komponen utama dalam operan itu antara lain keadaan umum klien, tindakan/intervensi yang telah dilakukan dan atau belum dilakukan, hal hal penting yang harus diperhatikan oleh dinas sore dan malam yang berkaitan dengan perencanaan keperawatan klien yang telah dibuat oleh perawat primer.

5. Primary Team
Kombinasi antara Primary Nurse (PN) dan Team Keperawatan primer tidak digunakan secara murni, karena sebagai perawat primer mpy latar belakang pddk S1 kep (Ns).

Keuntungan menggunakan metoda primary team (Sitorus. R, 1998)


Kontinuitas dan akontabilitas asuhan keperawatan. Perawat primer merasa ada kebanggaan profesional dalam memberikan asuhan keperawatan karena otonomi dan kesempatan untuk mengobservasi / menilai perkembangan klien secara berkesinambungan. Persepsi perawat asosiet menunjukkan bahwa mereka mengetahui tugas lebih jelas dan peningkatan dalam keinginan belajar. Kerjasama antar tim kesehatan (dokter, perawat, ahli gizi, fisioterapis dll lebih baik). Klien merasa lebih diperhatikan. Pada aspek keperawatan profesional adanya apllikasi pengetahuan oleh karena asuhan keperawatan berdasarkan standar (SAK), riset keperawatan dan transmisi pengetahuan belajar perawat primer dan perawat asosiet. Kerugian menggunakan metoda primary-team (Sitorus. R, 1998): Ruangan tidak memerlukan bahwa semua perawat pelaksana harus perawat profesional. Diperlukan biaya yang lebih besar.

DOKUMENTASI KEPERAWATAN DI RUANG MPKP FORMAT PENGKAJIAN BERISIKAN PEMERIKSAAN FISIK, PENUNJANG & DAFTAR MASALAH. STANDAR RENCANA KEPERAWATAN DIBUAT OLEH PERAWAT PP/KETUA TIM.

LANJUTAN :

FORMAT OBSERVASI TINDAKAN KEPERAWATAN & LAPORAN 3 SHIFT. FORMAT CATATAN PERKEMBANGAN SOAP KARDEKS INFORMASI OBAT, DIET, HASIL LAB, VITAL SIGN DLL FORMAT KOMUNIKASI RESUME PASIEN

Tugas dan Tanggung Jawab Kepala Ruang a. Mengatur pembagian tugas pegawai. b. Mengatur dan mengendalikan kebersihan dan ketertiban ruangan. c. Mengatur dan mengendalikan logistik / administrasi ruangan. d. Mengadakan diskusi dengan staf untuk memecahkan masalah e. Mengikuti ronde tim medis f. Mengadakan ronde keperawatan. g. Membimbing siswa / mahasiswa dalam proses keperawatan di ruang rawat. h. Menilai kerja staf ruangan, membuat DP3 dan usulan kenaikan pangkat. i. Melakukan adminisitrasi, membuat jadwal dinas dan surat menyurat j. Memberikan orientasi pada pegawai baru, termasuk kepada residen, mahasiswa kedokteran dan mahasiswa keperawatan yang akan melakukan praktek di ruangan dan melakukan pembinaan tenaga keperawatan k. Menciptakan dan memilihara kerja yang harmonis dengan klien, keluarga dan tim kesehatan lain.

Tugas dan Tanggung Jawab Perawat Primer (PP) a. Bertanggung jawab terhadap pengelolaan asuhan keperawatan klien sejak masuk sampai pulang. b. Serah terima klien setiap pergantian dinas pagi dan melakukan kunjungan keliling (kontrol) sesuai jadwalnya. c. Melaksanakan pembagian klien pada perawat asosiate. d. Menerima klien baru dan memberikan informasi tentang tata tertib rumah sakit dan ruangan, tenaga medis yang merawat serta administrasi. e. Mengkaji kondisi kesehatan klien. f. Membuat diagnosa keperawatan dan rencana keperawatan. g. Mengkomunikasikan rencana keperawatan kepada anggota tim (PA). h. Mengarahkan dan membimbing PA dalam melakukan tindakan keperawatan.

i. Melakukan evaluasi asuhan keperawatan dan membuat laporan.

j. Melakukan tindakan keperawatan tertentu. k. Membuat perencanaan pulang. l. Memeriksa / mengevaluasi laporan keadaan klien yang telah dibuat PA. m. Melakukan penyuluhan kepada klien dan keluarga. n. Menilai hasil pekerjaan anggota kelompok dan mendiskusikan permasalahan yang ada. o. Menciptakan kerjasama yang harmonis. p. Melakukan kolaborasi dengan tim kesehatan lain dan mengikuti visite / ronde medis. q. Mengikuti ronde keperawatan bersama dengan kepala ruangan, pengawas perawatan dan kepala seksi pertama. r. Mengikuti kegiatan ilmiah.

Tugas dan Tanggung Jawab Perawat Asosiet (PA)


a. Mengikuti serah terima klien dari dinas pagi bersama perawat primer, sore dan malam. b. Mengikuti pre conference / post conference dengan perawat primer. c. Melakukan pengkajian awal pada klien baru jika perawat primer tidak ada di tempat. d. Melakukan implementasi pada klien masing-masing berdasarkan rencana asuhan keperawatan yang telah dibuat oleh perawat primer. e. Melakukan evaluasi terhadap tindakan yang telah dilakukan. f. Melakukan pencatatan dan pelaporan berdasarkan format dokumentasi keperawatan yang ada di ruangan. g. Menyiapkan klien untuk pemeriksaan diagnostik / laboratorium, pengobatan dan tindakan.

Lanjutan h. Memberikan penjelasan atas pertanyaan klien / keluarga dengan kalimat yang mudah dimengerti, bersikap sopan dan ramah tamah. i. Berperan serta dalam melakukan penyuluhan kesehatan pada klien dan keluarga. j. Memelihara kebersihan klien, ruangan dan lingkungan ruag rawat. k. Menyimpan, memelihara dan menyiapkan peralatan yang diperlukan sehingga siap dipakai. l. Melakukan dinas rotasi sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat oleh kepala ruang rawat. m. Melaksanakan kebijaksanaan yang ditentukan oleh kepala ruang rawat.

Tugas dan Tanggung jawab Pembantu Keperawatan 1. Membersihkan ruangan dan meja pasien. 2. Menyediakan alat-alat yang diperlukan untuk tindakan keperawatan atau kedokteran. 3. Membantu perawat dalam melakukan asuhan keperawatan. 4. Membersihkan alat-alat yang telah digunakan. 5. Mengurus pemberangkatan dan pemulangan pasien konsul. 6. Mengantar urinal dan pispot ke dan dari pasien.

SISTEM KLASIFIKASI PASIEN


HUBERT ( 1996 ) PENGELOMPOKAN PASIEN SESUAI STANDAR PENGKAJIAN PELAYANAN KEPERAWATAN YANG DIBUTUHKAN. GILLIES ( 1994 ) PENGELOMPOKKAN PASIEN MENURUT JUMLAH DAN KOMPLEKSITAS PELAYANAN YANG DIBUTUHKAN.

Tujuan Sistem Klasifikasi pasien :

1.Menentukan jumlah dan jenis staf yang dibutuhkan. 2.Menentukan sistem penugasan yang efektif. 3.Menentukan anggaran biaya pelayanan keperawatan yang sebenarnya 4.Memberi kemampuan pada manajer keperawatan untuk mengendalikan dan menguasai pelayanan. 5.Keberimbangan produktifitas out put dan in put.

JUMLAH TENAGA PERAWAT

TERGANTUNG JUMLAH PASIEN &

DERAJAT KETERGANTUNGAN PASIEN.


KLASIFIKASI PASIEN ( DOUGLAS, 1984) 1. PERAWATAN MINIMAL MEMERLUKAN WAKTU 1-2 JAM/24 JAM 2. PERAWATAN INTERMIDIET MEMERLUKAN WAKTU 3-4 JAM /24JAM 3. PERAWATAN MAKSIMAL ATAU TOTAL MEMERLUKAN 5-6 JAM /24 JAM

JUMLAH TENAGA PERAWAT YANG DIBUTUHKAN


PADA SATU RUANG RAWAT

JML PA SIEN

KLASIFIKASI PASIEN MINIMAL


PAGI SIANG 0,14 0,28 0,42 MA LAM 0,07 0,14 0,28 PAGI 0,27 0,54 0,81

PARSIAL
SIANG MA LAM 0,15 0,30 0,60 0,10 0,20 0,40 PAGI 0,36 0,72 1,08

TOTAL
SIANG MA LAM 0,30 0,60 0,90 0,20 0,40 0,60

1
2 3

O,17 0,34 0,51

KLASIFIKASI KLIEN BERDASARKAN DERAJAT KETERGANTUNGAN

Kriteria
A. Perawatan Minimal 1. Kebersihan diri, mandi, ganti pakaian dilakukan sendiri 2. Makan dan minum dilakukan sendiri 3. Ambulasi dengan pengawasan 4. Observasi tanda-tanda vital dilakukan setiap shief 5. Pengobatan minimal, status psikologis stabil 6. Persiapan prosedur memerlukan pengobatan B. PERAWATAN INTERMIDIET 1. Kebersihan diri dibantu, makan minum dibantu 2. Observasi tanda-tanda vital setiap 4 jam 3. Ambulasi dibantu, pengobatan lebih dari sekali 4. Volly cateter, intake output dicatat 5. Klien dengan pasang infus, persiapan pengobatan memerlukan prosedur C. PERAWATAN MAKSIMAL ATAU TOTAL 1. Segala diberikan/ dibantu 2. Posisi yang diatur. Observasi tanda-tanda vital setiap 2 jam 3. Makan memerlukan NGT. Intra vena terapi 4. Pemakaian suction 5. Gelisah/ disorientasi JUMLAH TOTAL PASIEN PER HARI

Pasien Perhari sesuai Kriteria


1 2 3 4 5 6 7 8 9 0

LANJUTAN
CONTOH PERHITUNGAN RUANG RAWAT X DIRAWAT 22 PASIEN TERDIRI DARI : PERAWATAN MINIMAL 3 PASIEN PERAWATAN INTERMIDIET 14 PASIEN PERAWATAN TOTAL 5 PASIEN PERAWAT YANG DIBUTUHKAN UNTUK JAGA PAGI ADALAH : 3 X 0,17 = 0,51 14 X 0,27 = 3,78 5 X 0,36 = 1,90 JUMLAH = 6,09 6 ORANG

PETUNJUK PENETAPAN KATEGORI PASIEN


1. DILAKUKAN SATU KALI SEHARI PADA WAKTU YANG SAMA DAN SEBAIKNYA DILAKUKAN OLEH PERAWAT YANG SAMA SELAMA 22 HARI SETIAP PASIEN DINILAI BERDASARKAN KRITERIA KLASIFIKASI KLIEN ( MINIMAL MEMENUHI TIGA KRITERIA ) KELOMPOK PASIEN SESUAI DGN KLASIFIKASI DIBERI TANDA TALLY ( I ) PADA KOLOM YANG TERSEDIA SEHINGGA DALAM WAKTU SATU HARI DAPAT DIKETAHUI BERAPA JML KLIEN YANG ADA DALAM KLASIFIKASI MINIMAL, PARTIAL DAN TOTAL BILA KLIEN HANYA MEMPUNYAI SATU CRITERIA DARI HASIL KLASIFIKASI TERSEBUT MAKA KLIEN DIKELOMPOKKAN PADA KLASIFIKASI DI ATAS

2.

3.

4.