Anda di halaman 1dari 3

Karakter Untuk Kemajuan dan Pembangunan Bangsa Oleh Haris Setiawan, 1306401656

Judul Pengarang

: Kekuatan dan Keutamaan Karakter : Bagus Takwin

Data Publikasi : Buku Ajar 1, Universitas Indonesia, Halaman 1-8 Pada abad modern terdapat banyak pembahasan tentang karakter didalam diskusi dan seminar yang disebabkan oleh karakter manusia saat ini yang sudah buruk. Bagaimana jika pemimpin dalam suatu bangsa memiliki karakter yang buruk? Pertanyaan ini selalu muncul saat seseorang akan memilih pemimpinnya, mereka pasti akan memilih pemimpin yang memiliki karakter yang baik. Namun kebanyakan generasi muda saat ini memiliki karakter yang buruk sehingga program-program pendidikan dari pemerintah banyak memberi penekanan pada pendidikan karakter. Pembentukan ialah kunci untuk kemajuan dan pembangunan suatu bangsa. Bung hatta (1932/1988) telah menekankan tentang pentingnya pembentukan karakter bersama dengan pembangunan rasa kebangsaan dan peningkatan pengetahuan serta keterampilan (Hatta, 1988). Selain Bung Hatta, terdapat Ki Hadjar Dewantara mengatakan bahwa tujuan pendidikan adalah memerdekakan manusia. Manusia yang merdekan adalah manusia dengan karakter yang kuat (Dewantara, 2004). Serta Santosa juga mengatakan bahwa pembentukan karakter juga merupakan isu penting dalam pendidikan mengingat tujuan pendidikan adalah pembentukan watak atau karakter (Santoso, 1979). Ketiga tokoh tersebut telah mengatakan bahwa karakter itu sangat penting untuk seluruh manusia. Karakter seseorang itu biasanya ditinjau dari sisi psikologi, namun karakter dari seseorang tidak terlepas dari spiritual. Dengan spiritualitasnya, manusia mengatasi dan melampaui keterbatasannya sebagai makhluk alamiah. Karakter dan kepribadian memiliki kaitan yang erat namun memiliki definisi yang berbeda. Allport (1937:48) mendefinisikan kepribadian sebagai ...the dynamic

organization witihin the individual of those psychophysical system that determine his

unique adjustment to his environment

(...organisasi dinamis dari keseluruhan

sistem psiko-fisik dalam diri individu yang menentukan penyesuaian dirinya yang unik terhadap lingkungannya). Dengan kata lain, Allport mengatakan bahwa kepribadian itu adalah merupakan sesuatu yang sudah tertanam kuat didalam diri manusia dan kepribadian juga tampil dalam perilaku yang melibatkan aspek fisik manusia seperti berjalan, berbicara dan tindakan-tindakan motorik. Sedangkan Allport (1937) mendefinisikan karakter sebagai kepribadian yang dievaluasi, artinya sesuatu yang dikeluarkan oleh manusia melalui perkataan dan perbuatan, sesuatu yang hanya dapat dilihat dari luar dari seseorang. Setiap orang memiliki kepribadian masing-masing, untuk dapat mengetahui kepribadian seseorang tersebut kita harus mengetahui secara mendalam tentang asal-usul, sejarah hidup, dan memiliki hubungan yang erat. Sedangkan karakter, untuk mengetahui karakter seseorang itu dapat dilakukan dengan cara melihat tampilan fisik dan tingkahlaku orang tersebut. Karakter dan kepribadian didapatkan melalui pengasuhan dan pendidikan. Tapi untuk mendapatkan karakter yang kuat diperlukan serangkaian proses. Peterson dan Seligman (2004) mengemukakan tiga level konseptual dari karakter, yaitu keutamaan, kekuatan, dan tema situasional dari karakter. Keutamaan ialah karakteristik utama dari karakter, dapat diartikan keutamaan itu ialah dasar dari tindakan baik. Kekuatan karakter adalah unsur psikologis atau proses yang mendefinisikan keutamaan. Dengan kata lain bahwa keutamaan dapat dicapai melalui pencapaian kekuatan karakter. Tema situasional dari karakter adalah tingkah laku manusia yang mengkondisikan kekuatan karakter dalam situasi tertentu, sehingga orang tersebut dapat beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya. Tema situasional dapat muncul dalam lingkungan yang meleluasakan individu tampil apa adanya, jujur dan tulus. Peterson dan Seligman (2004) mengemukakan kriteria dari karakter yang kuat, salah satunya ialah karakter yang memberikan sumbangan terhadap pembentukan kehidupan yang baik untuk diri sendiri dan sekaligus untuk orang lain, tidak hanya itu, mereka juga mengatakan bahwa kekuatan karakter terbagi oleh 6 kategori keutamaan, salah satunya ialah kebijaksanaan dan pengetahuan. Kebijaksanaan dan pengetahuan merupakan keutamaan dalam kekuatan karakter yang berkaitan dengan fungsi untuk mendapatkan dan menggunakan pengetahuan.

Ada enam kekuatan dalam keutamaan ini, yaitu kreativitas, rasa ingin tahu, keterbukaan pikiran, mencintai kegiatan belajar, dan perspektif. Jika seseorang memiliki sifat tersebut, pasti orang tersebut memiki kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik. Melalui pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa karakter memegang peran penting dalam pembangunan dan kemajuan bangsa. Oleh karena itu, saat ini Indonesia sedang melakukan perbaikan karakter khususnya untuk generasi muda. Sehingga nantinya generai muda Indonesia dapat memajukan dan merubah Indonesia menjadi lebih baik.