Anda di halaman 1dari 15

RENCANA PENGOLAHAN BATUBARA

Ir. Awang Suwandhi, M.Sc

1. Tujuan proses pengolahan


Dikaitannya dengan rencana pemasaran dan operasi penambangan batubara, maka pengadaan proses pengolahan batubara (Coal Processing Plant/CCP) bertujuan untuk mengolah batubara menjadi produk batubara (product area) yang sesuai dengan permintaan pasar.

Ruang lingkup proses sebagai berikut: Melakukan reduksi ukuran (size reduction) melalui penggerusan (crushing) Melakukan pemisahan (clasification) melalui pengayakan (screening) Melakukan pencampuran (blending) batubara Melakukan penimbunan/penumpukan batubara (sitockpilling) Melakukan penanganan limbah air (water pollution treatment).

Kapasitas produksi
Kapasitas produksi pengolahan batubara harus mampu mencapai atau memenuhi target produksi optimum yang direncanakan PT. Indocoal Pratama Jaya, yaitu 2.000.000 ton per tahun dengan kapasitas stockpile sebesar 200.000 ton/2 bulan. Berdasarkan target tahunan tersebut dapat dihitung kapasitas unit pengolahan yang beroperasi 2 shift/hari (8 jam/shift), 28 hari/bulan dan efisiensi kerja 80% sebagai berikut: T = 0,80 x 16 jam/hari x 28 hari/bulan x 12 bulan/tahun = 4300 jam/tahun K= 2.000.000 ton/jam 4300 ton/tahun = 465 jam/tahun

Loses factor = 8% = 0,08 x 465 = 37 ton/jam Kterpasang = 465 + 37 = 502 ton/jam

Kualitas produksi

Kualitas produksi hasil proses pengolahan batubara harus dapat memenuhi persyaratan yang diinginkan pasar.

Prosedur pengolahan batubara

Persiapan pengumpanan (feeding) Pengayakan dengan Grizzly Peremukan tahap awal (primary crusher) Pengayakan (screening) tahap-1 Peremukan sekunder (secondary crushing) Pengayakan tahap-2

Proses penyampuran batubara (blending)


Faktor penting yang harus diperhatikan dalam proses blending adalah: Kuantitas batubara yang ada di stockpile Parameter apa yang menjadi tolok ukur blending, biasanya kalori Variasi parameter batubara yang akan di blending Peralatan blending yang memadai Kapasitas stockpile harus mencukupi

Persamaan umum yang digunakan untuk blending sebagai berikut:

di mana: Qb = Kualitas blending Qn = Kualitas variasi tumpukan batubara-1, 2, 3, , n Nn = Berat batubara yang diambil dari tumpukan batubara-1, 2, 3,,n

Kolam pengendap (settling pond)


Kolam pengendap perlu direncanakan dibangun di lokasi pengolahan batubara. Air hujan yang melewati tumpukan batubara di areal stockpile berpeluang mencemarkan lingkungan, baik secara fisik maupun kimia. Secara fisik terjadi ketika aliran air hujan yang melewati tumpukan batubara akan membawa partikel batubara halus keluar dari tumpukan yang membuat aliran air tersebut menjadi berwarna hitam. Dengan adanya kolam pengendap, maka partikel halus di dalam air limbah atau buangan yang keluar dari lokasi pengolahan batubara akan diendapkan dan sekaligus dinetralkan kembali menggunakan gamping (lime).

Tata letak di unit pengolahan dan sekitarnya


Untuk mendapatkan luas lahan minimum bagi lokasi pengolahan dan sekitarnya perlu dipertimbangkan beberapa faktor antara lain: Jumlah dan luas stockpile untuk timbunan raw batubara agar memenuhi target; Jumlah dan luas produk akhir (finished product) batubara yang siap diangkut ke konsumen; Luas pabrik pengolahan atau processing area; Luas perkantoran dan sekitarnya; Sarana penunjang lain, misalnya jalan angkut, panjang konveyor, area maneuver alat muat (loader) dan water treatment.

Tata letak di unit pengolahan dan sekitarnya


a. Geometri dan luas raw coal stockpile. b. Geometri dan luas product coal stockpile c. Dampak timbunan batubara terhadap subsidence