Anda di halaman 1dari 28

2.1 Skenario B Blok X Duta, anak laki-laki, usia 5 tahun datang ke puskesmas karena sering batuk pilek.

Sejak kecil, Duta sudah mengalami batuk pilek, namun menjadi lebih sering dari pada biasanya sejak 1 tahun terakhir. Perawakan tubuh Duta lebih kecil dari teman seusianya, padahal nafsu makan seperti biasa. Duta tampak cepat lelah bila sedang bermain. Duta lahir dengan berat badan 3 kg, cukup bulan, lahir langsung menangis. Pertumbuhannya normal hanya sampai usia 3 tahun, dan menjadi lebih lambat setelahnya. Perkembang Duta normal. Pemeriksaan Fisik : Keadaan Umum : baik Keadaan vital : nadi : 100 x/menit, reguler, isi cukup, pernapasan 22x/menit, suhu ; 36,8 C BB : 15 kg, TB ; 95 cm Kepala : konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/Leher : pembesaran KGB (-) , JVP 5+0 cm H2O Thoraks : simetris, retraksi intercostal -/Pulmo : vesikuler normal, ronkhi -/-, wheezing -/Cor : BJ wided fixed split, murmur ejeksi sistolik grade 3/6 di ICS 2-3 linea parasternalis sinistra, murmur mid diastolik grade 3/6 di ICS 4-5 linea parasternalis sinistra. Abdomen : dalam batas normal Ekstremitas : edema -/-, sianosis -/-, jari tubuh -/Pemeriksaan Penunjang : Foto rongent thoraks : kesan kardiomegali dengan peningkatan corakan vaskular paru, pulmonal prominen, EKG : kesan hipertrofi ventrikel kanan , IRBB.

2.2 Seven Jumps Step

2.2.1 Klarifikasi Istilah

1.

Batuk

: ekfulsi udara dari dalam paru yang tiba-tiba sambil mengeluarkan suara yang berisik

2.

Pilek

penyakit infeksi saluran pernapasan atas yang peling sering terjadi.

3.

Pertumbuhan

: proses kenaikan volume yang berfisat ireversibel (tidak dapat balik) yang terjadi karena adanya pertambahan sel

4.

Perkembangan

proses perubahan yang berlangsung secara teratur dan terus menerus baik perubahn bertambah jumlah / ukuran maupun

perubahan karena tu

5.

Murmur : Bunyi auskultasi terutama bunyi periodik berdurasi singkat berasal dari jantung/

6.

Perawakan

pembuluh darah.

: Bentuk tubuh, sikap badan 7. Sklera

: lapisan luar bola mata yang putih dan keras yang menutupi sekitar 5/6 perm bagi 8. Retraksi belakangnya ke anterior

9.

Vesikuler

: tindakan menarik kembali / keadaan tertarik

kembali : 10. Wided fixed split bunyi nafas normal pada paru selama

ventilasi, memiliki frekuensi yang rendah.

11. Wheezing

: bunyi yang lebar yang tidak di pengaruhi oleh respirasi

12. IRRB : jenis bunyi kontiyu seperti bersiul

13. Kardiomegali

14. Hipertropi

: pembesaran jantung yang abnormal. : kelainan sistem konduksi jantung sebelah kanan.

: pembesaran / pertumbuhan berlebihan dari organ / bagian akibat penaikan ukuran se, pembentuknya

Identifikasi Masalah

1. Duta, anak laki-laki, usia 5 tahun datang ke puskesmas karena sering batuk pilek. 2. Sejak kecil, Duta sudah mengalami batuk pilek, namun menjadi lebih sering dari pada biasanya sejak 1 tahun terakhir 3. Perawakan tubuh Duta lebih kecil dari teman seusianya, padahal nafsu makan seperti biasa. Duta tampak cepat lelah bila sedang bermain. 4. Duta tampak cepat lelah bila sedang bermain. 5. Duta lahir dengan berat badan 3 kg, cukup bulan, lahir langsung menangis.

6. Pertumbuhannya normal hanya sampai usia 3 tahun, dan menjadi lebih lambat setelahnya. Perkembang Duta normal.

7. Pemeriksaan Fisik : Keadaan Umum : baik Keadaan vital : nadi : 100 x/menit, reguler, isi cukup, pernapasan 22x/menit, suhu ; 36,8 C BB : 15 kg, TB ; 95 cm Kepala : konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/Leher : pembesaran KGB (-) , JVP 5+0 cm H2O Thoraks : simetris, retraksi intercostal -/Pulmo : vesikuler normal, ronkhi -/-, wheezing -/Cor : BJ wided fixed split, murmur ejeksi sistolik grade 3/6 di ICS 2-3 linea parasternalis sinistra, murmur mid diastolik grade 3/6 di ICS 4-5 linea parasternalis sinistra. Abdomen : dalam batas normal Ekstremitas : edema -/-, sianosis -/-, jari tubuh -/8. Pemeriksaan Penunjang : Foto rongent thoraks : kesan kardiomegali dengan peningkatan corakan vaskular paru, pulmonal prominen, EKG : kesan hipertrofi ventrikel kanan , IRBB.

Analisis Masalah 1. a. Sistem apa saja yang terlibat pada kasus ini? (egyd, rizky, wiyah) b. Bagaimana anatomi dan fisiologi dari sitem yang terlibat? (adit, yola, mitra) jawab :

a. Sistem respirasi Anatomi a) Rongga hidung dan nasal Hidung eksternal, terdapat: 1. Septum Nasi, yang membagi hidung menjadi sisi kiri dan kanan 2. Naris 3. Tulang hidung, terdiri dari tulang nasal, vomer dan palatum

4. Konka (nasalis superior, medial dan inferior), yang menonjol pada sisi medial dinding lateral rongga nasal 5. Sinus, berfungsi untuk memberi area permukaan tambahan pada saluran nasal untuk menghangatkan dan melembabkan udara yang masuk Membran mukosa nasal Berfungsi untuk menyaring partkel kecil, penghangat dan pelembab udara yang masuk. b) Faring 1. Nasofaring, bagian posterior rongga nasal yang terdapat eustachius dan amandel 2. Orofaring 3. Laringofaring Mengelilingi mulut esofagus dan laring yang merupakan gerbang untuk sistem respiratori selanjutnya c) Laring (kotak suara) Tabung pendek yang ditopang oleh sembilan kartilago,tiga berpasangan (kartilago eritenoid, kartilago kornikulata, kartilago kuneifrom) dan tiga tidak berpasangan (kartilago tiroid, kartilago krikoid, epiglotis) d) Trakea Tuba dengan panjang 10-12 cm yang merentang dari laring pada area vertebra cervicalis ke-6 sampai area vertebra thoraks ke-5. e) Bronkus Bronkus primer kanan berukuran lebih pendek, lebih tebal dan lebih lurus dibandingkan bronkus primer kiri . setiap bronkus primer bercabang 9 12 kali untuk membentuk bronki sekunder. f) Paru-paru Organ berbentuk piramid seperti spons terletak didalam thorax. Paru kanan memiliki tiga lobus sedangkan paru kiri memiliki dua lobus. Pleura merupakan membran penutup yang membungkus setiap paru. (sloane, 2004) Fisiologi

Sistem respirasi adalah kumpulan organ yang berfungsi mensuplai oksigen ke dalam darah dan mengeluarkan karbondioksida dari darah. Oksigen selanjutnya dibawa oleh darah ke seluruh tubuh. Proses fisiologis respirasi dimana oksigen dipindahkan dari udara kedalam jaringan dan karbondioksida dikeluarkan ke udara ekspirasi dapat dibagi menjadi 3 stadium : Stadium pertama adalah ventilasi, yaitu masuknya campuran gas-gas ke dalam dan keluar paru-Paru Stadium kedua adalah transportasi, yang terdiri dari beberapa aspek yaitu difusi gas antara alveolus dan kapiler paru-paru (respirasi ekterna) dan antara daerah sistemik dan sel-sel serta distribusi darah dalam sirkulasi pulmoner dan penyesuaiannya dengan distribusi udara dalam alveolus-alveolus, reaksi kimia dan fisik dari oksigen dan karbondioksida dengan darah Respirasi sel atau respirasi interna merupakan stadium akhir dari respirasi, selama respirasi ini metabolit dioksidasi untuk mendapatkan energi dan karbondioksida terbentuk sebagai sampah proses

metabolisme sel dan dikeluarkan oleh paru-paru.

Proses fisiologi pernapsan yaitu proses O2 dipindahkan dari udara ke dalam jaringan2 dan Co2 dikeluarkan ke udara ekspirasi, dapat dibagi menjadi tiga stadium. Yaitu : a) Ventilasi Proses masuknya udara dari luar ke dalam paru-paru. 1. Inspirasi Otot yang membantu proses inspirasi adalah: m. intercostalis eksterna ( lateral ), diafragma (kontraksi), m.

sternocleidomastoideus (superior), m. seratus (superior) Thorax membesar kearah anteroposterior, lateral dan inferior akibat kontaksi otot otot diatas Tekanan pleura menurun Paru paru

yang bertujuan untuk menarik paru-paru mengembang 2. Ekspirasi oksigen dapat masuk

Otot yang membantu proses ekspirasi adalah: m. intercostalis internus, otot-otot abdomen, diafragma (relaksasi)

Thorax mengecil

Tekanan pleura naik

Paru paru

mengempis Karbondioksida keluar b) Difusi 1. Difusi eksternal Pernapasan luar merupakan pertukaran gas di dalam paru-paru. Oleh karena itu, berlangsung difusi gas dari luar masuk ke dalam aliran darah. Dengan kata lain, pernapasan luar merupakan pertukaran gas (O2 dan CO2) antara udara dan darah. Pada pernapasan luar, darah akan masuk ke dalam kapiler paruparu yang mengangkut sebagian besar karbon dioksida sebagai ion bikarbonat (HCO3) dengan persamaan reaksi seperti berikut. (H+) + ( HCO3) H2 CO3

Sisa karbon dioksida berdifusi keluar dari dalam darah dan melakukan H2CO3 reaksi H2O + CO2 sebagai berikut.

Ketika reaksi berlangsung, hemoglobin melepaskan ion - ion hidrogen yang telah diangkut; HHb menjadi Hb. Selanjutnya, hemoglobin mengikat oksigen dan menjadi oksihemoglobin (HbO2). Hb + O2 HbO2

Selama pernapasan luar, di dalam paru-paru akan terjadi pertukaran gas yaitu CO2 meninggalkan darah dan O2 masuk ke dalam darah secara difusi. Terjadinya difusi O2 dan CO2 ini karena adanya perbedaan tekanan parsial. Tekanan udara luar sebesar 1 atm (760 mmHg), sedangkan tekanan parsial O2 di paru-paru sebesar 160 mmHg. Tekanan parsial pada kapiler darah arteri 100 mmHg, dan di vena 40 mmHg. Hal ini menyebabkan O 2 dari udara berdifusi ke dalam darah. Sementara itu, tekanan parsial CO2 dalam vena 47 mmHg, tekanan parsial CO2 dalam arteri 41 mmHg, dan tekanan parsial CO2 dalam alveolus 40 mmHg. Adanya perbedaan

tekanan parsial tersebut menyebabkan CO2 dapat berdifusi dari darah ke alveolus. 2. Difusi internal Pada pernapasan dalam (pertukaran gas di dalam jaringan tubuh) darah masuk ke dalam jaringan tubuh, oksigen meninggalkan hemoglobin dan berdifusi masuk ke dalam cairan jaringan tubuh. Reaksinya sebagai berikut. HbO2 Hb + O2

Difusi oksigen keluar dari darah dan masuk ke dalam cairan jaringan dapat terjadi, karena tekanan oksigen di dalam cairan jaringan lebih rendah dibandingkan di dalam darah. Hal ini disebabkan karena sel-sel secara terus menerus menggunakan oksigen dalam respirasi selular. Dari proses pernapasan yang terjadi di dalam jaringan menyebabkan terjadinya perbedaan komposisi udara yang masuk dan yang keluar paru-paru. Tekanan parsial O2 pada kapiler darah nadi 100 mmHg dan tekanan parsial O2 dalam jaringan tubuh kurang dari 40 mmHg. Sebaliknya tekanan karbon dioksida tinggi, karena karbon dioksida secara terus menerus dihasilkan oleh sel-sel tubuh. Tekanan parsial CO2 dalam jaringan 60 mmHg dan dalam kapiler darah 41 mmHg. Hal inilah yang menyebabkan O2 dapat berdifusi ke dalam jaringan dan CO2 berdifusi ke luar jaringan

c) Respirasi sel atau respirasi interna, yaitu fase dimana zat-zat dioksidasi untuk mendapatkan energi dan co2 terbentuk sebagai sampah proses metabolisme sel dan dikeluarkan melalui proses ekspirasi (Silvia. 2006) Histologi a. Saluran pernapasan konduksi (ekstrapulmonal) : trakea, bronkus,

bronkiolus dilapisi oleh epitel bertingkat semu silia (epithelium pseudostratificatum ciliatum) mengandung banyak sel goblet.

b. Saluran pernapasan respirasi (intrapulmonal)

bronkioulus

respiratorius, ductus alveolaris, dan saccus alveolaris oleh sel epitel selapis gepeng. Tidak ditemukan sel goblet dalam alveoli c. Trakea dilapisi oleh epitel bertingkat semu silindris bersilia dengan sel goblet. Dinding terdiri dari mukosa, submukosa, cartilago, dan adventisia. d. Laring dilapisi oleh epitel bertingkat semu silindris bersilia

Jantung

Jantung terletak dalam ruang mediastinum rongga dada,yaitu diantara paru. Perikardium yang meliputi jantung terdiri dari dua lapisan : 1) Lapisan dalam (perikardium viseralis) melekat secara langsung pada permukaan jantung. 2) Lapisan luar (perikardium parietalis) melekat kedepan pada sternum,kebelakang pada columna vertebralis, dan ke bawah pada diafragma.

Jantung terdiri dari 3 lapisan : 1) epikardium

2) miokardium 3) endokardium Ruang jantung dibagi dua, yaitu : 1) Bagian atas : o atrium dextra: berfungsi sebagai tempat penyimpanan darah, dan sebagai penyalur darah dari vena-vena sirkulasi sistemik yang mengalir ke ventrikel kanan. o atrium sinistra: menerima darah teroksigenisasi dari paru-paru melalui ke empat vena pulmonalis. Antara vena pulmonalis dan atrium sinistra tidak terdapat katup sejati.

2) Bagian bawah : o ventrikel dextra: berbentuk bulan sabit yang unik,guna menghasilkan kontraksi bertekanan rendah yang cukup untuk mengalirkan darah kedalam a.pulmonalis. o ventrikel sinistra: menghasilkan tekanan yang cukup tinggi untuk mengatasi tahanan sirkulasi sistemik, dan mempertahankan aliran darah ke jaringan perifer.

- Katup-katup jantung ada 2 valvula semilunaris (aorta dan pulmonalis), mencegah arus balik darah kembali ke ventrikel. - Valvula atrioventricularis (AV valves), mencegah arus balik darah kembali ke atrium. - Sirkulasi sistemik ada 5 kategori berdasarkan anatomi dan fungsinya : 1) Arteria 2) Arteriola 3) Kapiler 4) Venula 5) vena Pembuluh darah Pembuluh darah terdiri atas lapisan-lapisan sebagai berikut:

1) Tunika intima (tunika interna) terdiri atas selapis sel endotel yang membatasi permukaan dalam pembuluh. Di bawah endotel adalah lapisan subendotel, terdiri atas jaringan penyambung jarang halus yang kadang-kadang mengandung sel otot polos yang berperan untuk kontraksi pembuluh darah. 2) Tunika media terdiri dari sel-sel otot polos yang tersusun melingkar (sirkuler). Pada arteri, tunika media dipisahkan dari tunika intima oleh suatu membrane elastik interna. Membran ini terdiri atas elastin, biasanya berlubang-lubang sehingga zatzat dapat berdifusi melalui lubang-lubang yang terdapat dalam membran dan memberi makan pada sel-sel yang terletak jauh di dalam dinding pembuluh. Pada pembuluh besar, sering ditemukan membrana elstika externa yang lebih tipis yang memisahkan tunika media dari tunika adventitia yang terletak di luar. 3) Tunika adventitia terdiri atas jaringan penyambung dengan serabut-serabut elastin. Pada pembuluh yang lebih besar, vasa vasorum (pembuluh dalam pembuluh) bercabang-cabang luas dalam adventitia. 4) Vasa vasorum memberikan metabolit-metabolit untuk

adventitia dan tunika media pembuluh-pembuluh besar, karena lapisan-lapisannya terlalu tebal untuk diberi makanan oleh difusi dari aliran darah.

Gambar: lapisan pembuluh darah

Aorta: pembuluh darah yang langsung keluarg dari jantung 1. Tunica intima o Endothelium : sel berbentuk poligonal selapis o subendothelium :serabut elastis, kolagen, fibroblast, selsel otot polos. o Serabut elastic membentuk membrana elastica interna, tidak sejelas pada arteri ukuran medium, dan terlihat berlubang-lubang. 2. Tunica media: membrana fenestrate. dibentuk oleh serabut elastis, sel-sel otot polos tampak pada jaringan ikat diantara membrana fenestrata. 3. Tunica adventitia: jaringan ikat longgar tipis vasa vasorum

Arteri Berdasarkan ukurannya, arteri dapat diklasifikasikan menjadi: 1) Arteri besar (arteri elastin) termasuk aorta dan cabang-cabang besarnya. Arteri jenis ini mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:

o Intima, dibatasi oleh sel-sel endotel. Pada arteri besar membrana basalis subendotel kadang-kadang tidak terlihat. Membrana elastika interna tidak selalu ada. o Lapisan media terdiri atas serangkaian membran elastin yang tersusun konsentris. o Tunika adventitia tidak menunjukkan membrana

externa, relatif tidak berkembang dan mengandung serabut-serabut elastin dan kolagen. 2) Arteri ukuran sedang dan kecil memiliki lapisan muskuler yang tebal. Sel-sel ini bercampur dengan sejumlah serabut elastin serta kolagen dan proteoglikan. 3) Arteriola merupakan pembuluh arteri yang paling kecil (halus), bergaris tengah kurang dari 0,5 mm dan relatif mempunyai lumen yang sempit. Memiliki tunika intima dengan tanpa lapisan subendotel dan umumnya tidak mempunyai membrana elastik interna. Lapisan media adalah lapisan sel-sel otot polos yang tersusun melingkar. Lapisan adventitia tipis, tidak berkembang dengan baik dan tidak menunjukkan adanya membrana elastik externa.

Vena 1. Tunica intima o endothelium, selnya pipih selapis o subendothelium, jaringan ikat tipis langsung

berhubungan dengan tunica adventitia. 2. 3. Tunica media: terdiri atas otot polos. Tunica adventitia: jaringan ikat longgar dengan serabut colagen yang membentuk berkas-berkas longitudinal, sel fibroblast tampak diantaranya. Sel sel otot polos tampak pula.

Vena biasanya digolongkan menjadi: 1. Venula, garis tengah 0,2 1 mm, ditandai oleh tunika intima yang terdiri atas endotel, tunika media tebal yang terdiri atas lapisan sel otot polos, dan lapisan adventitia merupakan lapisan

yang paling tebal, terdiri atas jaringan penyambung yang kaya akan serabut-serabut kolagen. 2. Vena ukuran kecil atau sedang dan mempunyai garis tengah 1 9 mm. Tunika intima biasanya mempunyai lapisan subendotel yang tipis, tetapi hal ini padasuatu saat mungkin tidak ada. Tunika media terdiri atas berkas-berkas kecil otot polos yang bercampur dengan serabut-serabut kecil kolagen dan jala-jala halus serabut elastin. Lapisan kolagen adventitia berkembang dengan baik. 3. Vena besar mempunyai tunika intima yang berkembang dengan baik. Tunika media jauh lebih kecil, dengan sedikit sel-sel otot polos dan banyak jaringan penyambung. Tunika adventitia adalah lapisan yang paling tebal dan pada pembuluh yang paling besar dapat mengandung berkas-berkas longitudinal otot polos. Di samping perbedaan lapisan ini, vena ukuran-kecil atau sedang menunjukkan adanya katup-katup di dalamnya. Struktur ini terdiri atas 2 lipatan semilunaris dari lapisan dalam pembuluh yang menonjol ke dalam lumen. Mereka terdiri atas jaringan penyambung elastin dan dibatasi pada kedua sisinya oleh endotel. Katup-katup khususnya banyak pada vena anggota badan (lengan dan tungkai). Mereka mendorong darah vena ke arah jantung berkat kontraksi otot-otot rangka yang terletak di sekitar vena.

Gambar: Perbedaan Arteri dan Vena

- Kapiler Kapiler tersusun atas selapis sel endotel yang berasal dari mesenkim, melingkar dalam bentuk tabung, mengelilingi ruang silindris, garis tengah ratarata kapiler berkisar dari 7 sampai 9 m. Kapiler dapat dikelompokkan dalam 3 jenis menurut struktur dinding sel endotel. 1. 2. Kapiler kontinu. Susunan sel endotel rapat. Kapiler fenestrata atau perforata ditandai oleh adanya pori-pori diantara sel endotel. Kapiler perforata biasanya ditemukan dalam jaringan-jaringan dimana terjadi pertukaran-pertukaran zat dengan cepat antara jaringan dan darah, seperti yang terdapat pada ginjal, usus, dan kelenjar endokrin. 3. Kapiler sinusoid, berkelok-kelok dan garis tengahnya sangat besar (30-40 m), sirkulasi darah lambat, tidak memiliki dinding yang dibatasi kontinu oleh sel-sel endotel, tetapi terbuka pada ruangruang antara sel, dan adanya sel dengan dinding bulat selain sel endotel yang biasa dengan aktivitas fogositosis. Kapiler sinusoid terutama ditemukan pada hati dan

organ-organ hemopoetik seperti sumsum tulang dan limpa. Struktur ini diduga bahwa pada kapiler sinusoid pertukaran antar darah dan jaringan sangat dipermudah, sehingga cairan darah dan makromolekul dapat berjalan dengan mudah bolakbalik antara kedua ruangan tersebut.

Kapiler-kapiler beranastomosis (berhubungan satu dengan lainnya) membentuk jala-jala antar arteri-arteri dan vena-vena kecil. Arteriol bercabang menjadi pembuluh-pembuluh kecil yang mempunyai lapisan otot polos yang tidak kontinu, yang disebut metarteriol. Metarteriol bercabang menjadi

kapiler-kapiler yang membentuk jala-jala. Konstriksi metarteriol membantu mengatur, tetapi tidak menghentikan sama sekali sirkulasi dalam kapiler, dan mempertahankan perbedaan tekanan dalam dua sistem. Suatu cincin sel-sel otot polos yang disebut sfinkter, terdapat pada tempat asal kapiler dari metarteriol.Sfinkter prekapiler ini dapat menghentikan sama sekali aliran darah dalam kapiler. Seluruh jala-jala tidak berfungsi semua secara serempak, dan jumlah kapiler yang berfungsi dan terbuka tidak hanya tergantung pada keadaan kontraksi metarteriol tetapi juga pada anastomosis arteriovenosa yang memungkinkan metarteriol langsung mengosongkan darah kedala vena-vena kecil. Antar hubungan ini banyak sekali pada otot rangka dan kulit tangan dan kaki. Bila pembuluh-pembuluh anastomis arteriovenosa berkontraksi, semua darah harus berjalan melalui jala-jala kapiler. Bila ia relaksasi, sebagian darah mengalir langsung ke vena bukan mengalir ke dalam kapiler. Sirkulasi kapiler diatur oleh rangsang saraf dan hormon. Tubuh manusia luas permukaan jala-jala kapiler mendekati 6000 m. Garis tengah totalnya kira-kira 800 kali lebih besar daripada garis tengah aorta. Suatu unit volume cairan dalam kapiler berhubungan dengan luas permukaan yang lebih besar daripada volume yang sama dalam bagian sistem lain. Aliran darah dalam aorta rata-rata 320mm/detik; dalam kapiler sekitar 0,3 mm/detik. Sistem kapiler dapat dimisalkan dengan suatu danau di mana sungai-

sungai masuk dan keluar. dindingnya yang tipis dan alirannya yang lambat, kapiler merupakan tempat yang cocok untuk pertukaran air dan solut antara darah dan jaringan-jaringan.

Morfologi Dasar Permeabilitas Kapiler Tempat pertukaran zat-zat antara darah dan jaringan dan sebaliknya. Permeabilitas kapiler dalam berbagai organ berbeda bermakna. Misalnya, pada glomerulus ginjal, mereka kira-kira 100 kali lebih permeabel daripada kapilerkapiler jaringan otot. Pada keadaan-keadaan abnormal, seperti

peradangan, penyuntikan bisa ular atau lebah, dan sebaginya, permeabilitas kapiler sangat sel-sel meningkat. Keadaan ini jelas merubah permeabilitas hubungan antara endotel. Dalam keadaan seperti ini, zat-zat koloid setebal elektron

dapat ditemukan berjalan dari lumen kapiler dan venula kecil masuk ke jaringan sekitarnya dengan menembus hubungan sel-sel endotel. Leukosit dapat pergi dari aliran darah dengan lewat antara sel-sel endotel, dan masuk ruang jaringan dengan proses yang dinamakan diapedesis. (Benson, 2009)

c. Apa hubungan usia dan jenis kelamin pada kasus ini? (gaya, mia, bunga) jawab : Prevalensi : Sekitar 5-10% dari semua kelainan jantung congenital Lebih sering pada wanita dibanding laki-laki dengan perbandingan 1 : 2

d. Mengapa Duta mengalami batuk pilek? (sul, egyd, kiki) e. Mengapa Duta lebih sering mengalami batuk pilek sejak 1 tahun terakhir? (wiyah, adit, yola) jawab : Infeksi saluran napas berulang. Gejala ini timbul akibat meningkatnya aliran darah ke paru sehingga mengganggu sistem pertahanan paru. Sering pasien dirujuk ke ahli jantung anak karena anak sering menderita demam, batuk dan pilek. Sebaliknya tidak sedikit pasien PJB yang sebelumnya sudah diobati sebagai tuberkulosis sebelum di rujuk ke ahli jantung anak.

2. a. Mengapa Duta lebih sering mengalami batuk pilek sejak 1 tahun terakhir?( mitra, gaya, mia) b. Apa kemungkinan kondisi yang diderita Duta yang sering mengalami batuk pilek sejak 1 tahun terakhir? (bunga, sul, egyd)

3. a. Bagaimana gambaran perawakan tubuh normal anak usia 5 tahun? (Kiki, wiyah,adit) b. Apa faktor yang mempengaruhi perawakan tubuh seseorang? (yola, mitra, gaya) c. Mengapa perwakan tubuh Duta kecil padahal nafsu makannya seperti biasa? (mia, bunga, sul) 4. a. Mengapa Duta cepat lelah bila sedang bermain? (sul, bunga, mia) jawab : Gejala mudah lelah disebabkan kurangnya perfusi pada otot rangka karena menurunya curah jantung.18 Kurangnya oksigen membuat produksi adenisin tripospat (ATP) sebagai sumber energy untuk kontaksi otot berkurang. Gejala dapat diperberat oleh ketidakseimbangan cairan dan elektrolit sehingga dapat disertai kegelisahan dan kebingungan.

b. Bagaimana patofisiologi dari Duta yang cepat mengalami lelah?(gaya, mitra, yola)

5. Berapa nilai normal : (adit, wiyah, kiki) Berat badan

Klasifikasi berat badan bayi baru lahir dapat dibedakan atas (Prawirohardjo, 2002) : a. Bayi dengan berat badan normal, yaitu > 2500 gram. b. Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), yaitu antara 1500 gram 2500 gram. c. Bayi dengan berat badan sangat rendah (BBLSR), dimana berat lahirnya adalah 1000-1500 gram d. Bayi dengan berat lahir ekstrem rendah (BBLER), dimana berat lahirnya adalah < 1000 gram.

Panjang badan Berdasarkan masa kehamilan Kongres Europian Perinatal Medicine II (London) 1. Bayi Cukup Bulan (BCB: Bayi Aterm) Bayi lahir pd masa kehamilan mulai 37 42 minggu (259-293 hari) 2. Bayi Kurang Bulan (BKB: Bayi Preterm) Bayi lahir pd masa kehamilan < 37 minggu (< 259 hari) 3. Bayi Lebih Bulan (BLB: Bayi Post term) Bayi lahir pd masa kehamilan > 42 minggu ( >293 hari)

Dari bayi yang baru lahir.

6. a. Apa perbedaan antara pertumbuhan dan perkembangan? (Egyd, sul, bunga) jawab :

Tabel 1. Perbedaan pertumbuhan dan perkembangan

PERTUMBUHAN
Proses pertambahan jumlah, bentuk, ukuran serta fungsi sel akibat adanya pembelahan sel (mitosis).

PERKEMBANGAN
Proses diferensiasi sel-sel tubuh untuk membentuk struktur dan fungsi tertentu, merupakan proses menuju kedewasaan (kematangan pada sel). Bersifat kualitatif : tidak dapat diukur dengan suatu alat.

Bersifat Kuantitatif : dapat diukur dengan alat ukur tertentu (fisik) Auksanometer alat untuk mengukur pertumbuhan pada tumbuhan Irreversibel : tidak dapat kembali ke keadaan semula. Tubuh orang dewasa tidak dapat kembali menjadi bayi Ditandai dengan : Manusia & hewan: bertambah tinggi & berat badan Tumbuhan : bertambah tinggi dan besar batang

Reversibel : dapat kembali ke keadaan semula

Ditandai dengan : Manusia & hewan : berfungsinya alat-alat reproduksi Tumbuhan : keluarnya bunga serta buah.

b. Bagaimana tahapan perkembangan anak usia 0-5tahun? ( mia, gaya, mitra) c. Bagaiamana tahapan perkembangan anak usia 0-5 tahun? (yola, adit, wiyah) jawab :

Tabel Berat Badan Ideal


Tinggi Badan Umur Pria 1 bulan 3 bulan 6 bulan 9 bulan 1 tahun 2 tahun 55 cm 61 cm 68 cm 72 cm 76 cm 87 cm Wanita 53 cm 59 cm 65 cm 70 cm 74 cm 86 cm Pria 4.5 kg 5.9 kg 7.8 kg 9.1 kg 10 kg 12.6 kg Wanita 4 kg 5.3 kg 7.2 kg 8.5 kg 9.5 kg 11.9 kg Berat Badan

3 tahun 4 tahun 5 tahun 6 tahun 7 tahun 8 tahun 9 tahun 10 tahun 11 tahun 12 tahun 13 tahun 14 tahun 15 tahun 16 tahun 17 tahun 18 tahun

96.5 cm 102 cm 109 cm 116 cm 121 cm 126 cm 132 cm 137 cm 143 cm 149 cm 156 cm 162 cm 168 cm 173 cm 176.2 cm 176.7 cm

95 cm 101 cm 108 cm 114 cm 120 cm 126 cm 132 cm 138 cm 145 cm 151 cm 156 cm 160 cm 161 cm 162.3 cm 162.5 cm 163.5 cm

14.6 kg 16.6 kg 18.5 kg 20.5 kg 22.8 kg 25.2 kg 28.1 kg 31.4 kg 35.6 kg 40 kg 45.2 kg 50.4 kg 56.6 kg 62.4 kg 66.6 kg 69 kg

13.9 kg 15.6 kg 17.5 kg 19.5 kg 21.9 kg 24.7 kg 28.1 kg 32.3 kg 37.1 kg 41.1 kg 46.2 kg 50.4 kg 53.7 kg 55.7 kg 56.6 kg 56.7 kg

d. Bagaimana hubungan pertumbuhan yang lambat dengan embriogenesis? (kiki, egyd, sul) jawab :
Perkembangan Janin Minggu ke-9

Pada minggu ini bila jenis kelaminnya laki-laki, di usia ini sudah bisa jelas dipastikan, sementara perempuan masih sesekali meragukan. Mulut dan hidung janin sudah terlihat dengan jelas. Tungkai dan lengan mulai tumbuh. Janin sudah bisa membuka dan menutup mulutnya, dan ia mulai berlatih melakukan gerakan menelan dan menghisap. Aktivitas menelan janin, rata-rata sebanyak 25 kali dalam satu jam. Tangan janin pun mulai bergerak bebas. Dalam arti, tak lagi tergantung pada gerakan

tubuh. Sebentuk kuku pada setiap jari tangan dan kakinya muncul di minggu ini. Pada minggu ini janin memiliki panjang sekitar 39 mm dengan berat 20 gram. Pada minggu ini perut dan rongga dada sudah terpisah dan otot mata dan bibir atas terbentuk. Pembentukan kulit dan fungsinya berkembang menuju penyempurnaan. Perkembangan Janin Minggu ke-10 Pada minggu ini jenis kelamin perempuan dapat teridentifikasi dengan jelas. Tulang sudah menggantikan kartilago (tulang muda). Diafragma memisahka jantung dan paru-paru dari perut. Otot leher terbentuk. Otak berkembang cepat dalam bulan terakhir ini sehingga proporsi kepala lebih besar dari pada tubuh. Sistem otot dan saraf sudah mencapai tingkat kematangan. Selain telah mampu pula mengirim dan menerima pesan dari otak. Dengan mulai berfungsinya sistem saraf, janin sudah mampu melakukan gerak refleks. Bahkan kaki sudah mampu melakukan gerakan menendang. Pembentukan telinga berakhir. Janin telah mampu menekuk tangannya menjadi setengah kepalan. Perkembangan Janin Minggu ke-11 Panjang tubuhnya mencapai sekitar 6,5 cm. Baik rambut, kuku jari tangan dan kakinya mulai tumbuh. Sesekali di usia ini janin sudah menguap. Organ seks luar sudah terbentuk, juga folikel-folikel rambut dan gigi. Bayi sudah dapat menelan cairan amnion dan mengeluarkannya kembali (kencing). Mata sudah terbentuk lengkap, jaringan tangan dan kaki tumbuh, meskipun belum disatukan oleh jaringan kulit. Gerakan demi gerakan janin kaki dan tangan, termasuk gerakan menggeliat, meluruskan tubuh dan menundukkan kepala, sudah bisa dirasakan ibu. Bahkan, janin kini sudah bisa mengubah posisinya dengan berputar, memanjang, bergelung, atau malah jumpalitan yang kerap terasa menyakitkan sekaligus memberi sensasi kebahagiaan tersendiri. Perkembangan Janin Minggu ke-12 Ukuran Janin sekarang sekitar 8 cm. semua organ vital bayi sudah terbentuk. Dengan signal dari otak, otot akan merespons dan bayi sudah dapat menendang. Akhir trimester pertama, organ-organ tubuh bayi sudah terbentuk. rasa mual dan lelah anda biasanya sudah berkurang atau hilang. perkembangan selanjutnya akan terlihat pertumbuhan bayi (dan juga anda) yang semakin membesar. Janin usia tiga bulanakan mengalami cegukan,yang normal terjadi. Cegukan terjadi dengan frekuensi hingga 90 kaki cegukan dalam satu jam. Cegukan pada janin berfungsi untukmemperkuat otot-otot pada bagian organ pernafasan. Bila diinginkan, di minggu ini pun bisa diagnosa penyakit keturunan semisal thalassemia dan sindroma Down, yang bisa dilakukan lewat pemeriksaan Chorion Villus (CVS) guna memastikan adatidak kerusakan pada kromosom. Caranya dengan mengambil sampel sel-sel plasenta yang bisa dilakukan secara transabdominal melalui perut atau leher rahim/transervikal. Kelainan kromosom dapat terjadi karena ada kelainan kromosom pada orang tua. Atau akibat pengaruh virus, bakteri, penyakit maupun zat berbahaya lain yang menyerang sel-sel embrio.

Bulan Ke-3 (Ketiga) - Jantung terbentuk sempurna - Bagian tubuh kaki dan tangan terbentuk - Jari - jemari yang tadinya lengket menyatu jadi terpisah - Organ-organ vital terbentuk di akhir bulan - Telinga mulai terlihat.

e. Bagaimana hubungan pertumbuhan normal Duta yang hanya sampai pada usia 3 tahun ? (wiyah, adit, mia) f. Bagaimana patofisiologi dari pertumbuhan Duta yang lambat? (egyd, sul, gaya)

7. a. Bagaimana interpretasi dan patofisiologi dari pemeriksaan fisik? (yola, mitra, kiki) b. Bagaimana mekanisme dari sistolik dan diastolik? (bunga, wiyah adit) jawab : mekanisme murmur sistolik : murmur sistolik terjadi selama periode sistolik ventrikel. Aliran ke depan yang melewati katup aorta atau pulmonal,atau aliran regurgitasi dari katup mitral atau trikuspid dapat menimbulkan murmur sistolik. Katup jantung dapat normal atau abnormal. Kelainan jantung yang umum dijumpai dengan murmur sistolik adalah insufisiensi mitral,insufisiensi trikuspid,stenosis aorta,stenosis pulmonal,dan defek septum interventrikuler. Darah arterial dari atrium kiri masuk ke atrium kananpembebanan pada ventrikel kanan dan A.pulmonalis kapiler paru, dan atrium kiritekanan menjadi meningkat, tahanan katup a.pulmonalis naikperbedaan tekanan sebesar 15-25 mmHgtimbul suatu bising sistolik. Penambahan beban terus menerus pada ventrikel kananmenaikkan tahanan pada a.pulmonaliskenaikan tekanan vemtrikel kanan yg permanen (tetapi ini terjadi sangat lambat)

Mekanisme pembentukan murmur diastolik : 1. katup aorta atau pulmonal yang inkompeten. Selama periode diastol ventrikel,tekanan dalam ventrikel lebih kecil daripada tekanan dalam aorta atau a.pulmonalis. jika katup aorta atau pulmonal inkompeten maka darah akan beregurgitasi kembali ke ventrikel. Bunyi terus-menerus yang disebabkan oleh regurgitasi ini disebut murmur diastolik. 2. Stenosis mitral atau trikuspid. Selama fase pengisian cepat pada periode diastol ventrikel,jika darah dipaksa masuk ke dalam ventrike melalui katup yang stenotik maka terjadi murmur diastolik. 3. Peningkatan aliran darah yang melalui katup mitral atau trikuspid. Jika vol atau kecepatan aliran darah yang melalui katup mitral atau trikuspid meningkat selama diastol ventrikel maka tejadi murmur diastolik.

c. Bagaimana mekanisme terjadinya murmur? (mia, egyd, sul) d. Bagaimana lokasi proyeksi dari pemeriksaan murmur?(gaya, yola, mitra) e. Apa saja jenis murmur?(kiki, bunga, wiyah) jawab : Jenis jenis bunyi murmur B. Murmur sistolik. Suatu murmur yang terjadi antara bunyi jantung I dan II (lubmurmur-dub, lub-murmur-dub). Terdapat 2 macam murmur sistolik yaitu : 1.Tipe ejeksiTimbul akibat aliran darah yang di pompakan melalui bagian yang menyempit danmengisi sebagian fase sistolik, misalnya pada stenosis aorta2. 2. Tipe pansistolikTerjadi akibat aliran balik yang melalui bagian jantung yang masih terbuka dan mengisiseluruh fase sistolik, misalnya pada insufisiensi mitral.

B. Murmur diastolic Suatu murmur yang terjadi antara bunyi jantung II dan I (lub-dubmurmur, lub-dub-murmur)merupakan murmur diastolik. Macammacam murmur diastolic yaitu 1.Mid-diastolik : terdengar pada pertengahan fase diastolic 2.Early diastolic : terdengar segera sesudah bunyi jantung II, timbul akibat aliran balikpada katup aorta 3.Pre-sistolik : terdengar pada akhir fase diastolic, tepat sebelum bunyi jantung

8. a. Bagaimana interpretasi dan patofisiologi dari pemeriksaan penunjang? (bunga,kiki,mitra) b. Bagaimana cara pemeriksaan foto rontgen? (yola, sul, gaya) jawab : Foto thorax atau sering disebut chest x-ray (CXR) adalah suatu proyeksi radiografi dari thorax untuk mendiagnosis kondisi-kondisi yang mempengaruhi thorax, isi dan strukturstruktur di dekatnya. Foto thorax menggunakan radiasi terionisasi dalam bentuk x-ray. Dosis radiasi yang digunakan pada orang dewasa untuk membentuk radiografi adalah sekitar 0.06 mSv. Foto thorax digunakan untuk mendiagnosis banyak kondisi yang melibatkan dinding thorax, tulang thorax dan struktur yang berada di dalam kavitas thorax termasuk paru-paru, jantung dan saluran-saluran yang besar. Pneumonia dan gagal jantung kongestif sering terdiagnosis oleh foto thorax. CXR sering digunakan untuk skrining penyakit paru yang terkait dengan pekerjaan di industri-industri seperti pertambangan dimana para pekerja terpapar oleh debu. Secara umum kegunaan Foto thorax/CXR adalah : untuk melihat abnormalitas congenital (jantung, vaskuler) untuk melihat adanya trauma (pneumothorax, haemothorax) untuk melihat adanya infeksi (umumnya tuberculosis/TB)

untuk memeriksa keadaan jantung untuk memeriksa keadaan paru-paru

Pada beberapa kondisi, CXR baik untuk skrining tetapi buruk untuk diagnosis. Pada saat adanya dugaan kelainan berdasarkan CXR, pemeriksaan imaging thorax tambahan dapat dilakukan untuk mendiagnosis kondisi secara pasti atau mendapatkan bukti-bukti yang mengarah pada diagnosis yang diperoleh dari CXR. Gambaran yang berbeda dari thorax dapat diperoleh dengan merubah orientasi relatif tubuh dan arah pancaran X-ray. Gambaran yang paling umum adalah posteroanterior (PA), anteroposterior (AP) dan lateral. 1. Posteroanterior (PA) Pada PA, sumber X-ray diposisikan sehingga X-ray masuk melalui posterior (back) dari thorax dan keluar dari anterior (front) dimana X-ray tersebut terdeteksi. Untuk mendapatkan gambaran ini, individu berdiri menghadap permukaan datar yang merupakan detektor X-ray. Sumber radiasi diposisikan di belakang pasien pada jarak yang standard, dan pancaran X-ray ditransmisikan ke pasien. 2. Anteroposterior (AP) Pada AP posisi sumber X-ray dan detector berkebalikan dengan PA. AP chest X-ray lebih sulit diinterpretasi dibandingkan dengan PA dan oleh karena itu digunakan pada situasi dimana sulit untuk pasien mendapatkan normal chest x-ray seperti pada pasien yang tidak bisa bangun dari tempat tidur. Pada situasi seperti ini, mobile X-ray digunakan untuk mendapatkan CXR berbaring (supine film). Sebagai hasilnya kebanyakan supine film adalah juga AP. 3. Lateral Gambaran lateral didapatkan dengan cara yang sama dengan PA namun pada lateral pasien berdiri dengan kedua lengan naik dan sisi kiri dari thorax ditekan ke permukaan datar (flat). Abnormalitas atau kelainan gambaran yang biasa terlihat dari CXR adalah : 1. Nodule (daerah buram yang khas pada paru)

Biasanya disebabkan oleh neoplasma benign/malignan, granuloma (tuberculosis), infeksi (pneumoniae), vascular infarct, varix, wegeners granulomatosis, rheumatoid arthritis. Kecepatan pertumbuhan, kalsifikasi, bentuk dan tempat nodul bisa membantu dalam diagnosis. Nodul juga dapat multiple. 2. Kavitas Yaitu struktur lubang berdinding di dalam paru. Biasanya disebabkan oleh kanker, emboli paru, infeksi Staphyllococcus. aureus, tuberculosis, Klebsiella pneumoniae, bakteri anaerob dan jamur, dan wegeners granulomatosis. 3. Abnormalitas pleura. Pleural adalah cairan yang berada diantara paru dan dinding thorax. Efusi pleura dapat terjadi pada kanker, sarcoid, connective tissue diseases dan lymphangioleiomyomatosis. Walaupun CXR ini merupakan metode yang murah dan relatif aman namun ada beberapa kondisi thorax yang serius yang mungkin memberikan hasil CXR normal misalnya pada pasien infark miokard akut yang dapat memberikan gambaran CXR yang normal.

9. Bagaimana cara mendiagnosis kasus ini? (egyd, mia, adit) 10. DD (wiyah, bunga, kiki) 11. Apa saja pemeriksaan penunjang pada kasus ini? (mitra, yola, sul) 12. WD(gaya, egyd,mia) 13. Epidemiologi(adit,wiyah, bunga) Jawab : Bayi baru lahir yang dipelajari adalah 3069 orang, 55,7% laki- laki dan 44,3% perempuan, 28 (9,1 per-1000) bayi mempunyai PJB. Patent Ductus Arteriosus (PDA) ditemukan pada 12 orang bayi (42,9%), 6 diantaranya bayi prematur. Ventricular Septal Defect (VSD) ditemukan pada 8 bayi (28,6%), Atrial Septal Defect (ASD) pada 3 bayi (19,7%), Complete Atrio Ventricular Septal Defect (CAVSD) pada 3,6% bayi, dan kelainan katup jantung pada bayi yang mempunyai penyakit jantung sianotik (10,7%), satu bayi Transposition of Great Arteries (TGA), dua lain dengan kelainan jantung kompleks sindrom sianotik. (Harimurti, 2009)

14. Etiologi (gaya, sul, yola)

15. Patofisiologi (mitra, kiki, bunga) 16. Komplikasi (wiyah, adit, mia) 17. Tatalaksana(egyd,gaya, sul) 18. Prognosis(yola, mitra, kiki) 19. KDU(semua) 20. PI(semua Hipotesis Duta seorang laki-laki usia 5 tahun mengalami batuk pilek dan gangguan pertumbuhan akibat kongenital heart disease. Kerangka konsep Gangguan Pada Waktu Embriogenesis

Kongenital Heart Disease

Gangguan Pertumbuhan

Cepat Lelah

BJ2 Wided Fixed Split

Murmur Sistolik dan Mid Sistolik