Anda di halaman 1dari 27

SEJARAH KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA Dalam tahun 1760 sebelum Masehi, Raja hammurabi, yang merupakan pendiri

dynasti Babylonia, menyusun kumpulan undang-undang dan peraturan yang kemudian disebut Kode Hammurabi. Kode ini, telah diterima oleh raja dari dewa matahari, Shamash, yang memberikan prosedur mengenai hak-hak milik, hak perorangan, dan hutang-piutang. Ini diberikan antara lain untuk mengatur kerusakan yang disebabkan oleh pengabaian dalam berbagai perdagangan. Sebagai contoh, ini mengatur mengenai hal berikut : Jika seorang pembangun membangun rumah untuk seseorang dan tidak membangunnya secara tepat, kemudian rumah tersebut runtuh dan menewaskan pemiliknya, maka pembangun harus dihukum mati. Jika pembuat kapal membuat perahu untuk seseorang dan tidak membuatnya dengan kuat, jika selama tahun yang sama perahu tersebut rusak, maka pembuat kapal harus memperbaikinya dengan biayanya sendiri. Kapal yang telah diperbaiki tersebut harus diberikan kepada pemiliknya. Peraturan-peraturan ini tampaknya mirip dengan building codes dan OSHA standard mengenai Pekerjaan Galangan Kapal serta persyaratan Workers Compensation. Hippocrates, ahli fisika Yunani yang terkenal, disebut

sebagai bapak pengobatan. Sekitar tahun 400 SM dia berusaha menangani tetanus, membantu memeriksa wabah di sekitar Athena, serta memberikan panduan perawatan cidera di kepala yang disebabkan kecelakaan. Selama awal Abad Pertengahan berbagai bahaya diidentifikasi, termasuk efek-efek paparan timbal dan mercury, kebakaran dalam ruang terbatas, serta kebutuhan alat pelindung perorangan. Namun demikian, tidak ada standard atau persyaratan keselamatan yang terorganisasi dan ditetapkan pada saat itu. Para pekerja biasanya pengrajin independen atau bagian dari toko atau pertanian keluarga dan bertanggung jawab sendiri untuk keselamatan, kesehatan dan kesejahteraannya. Pada awal abad 18 dan pada saat terjadinya Revolusi Industri, Beardini Ramazini menulisDiscourse on Disease of Workers. Dikenal sebagai bapak pengobatan pekerja, dia menggambarkan penyebab dari penyakit akibat kerja yang terjadi pada kimiawan yang bekerja di laboratorium. Namun demikian, perhatiannya yang besar pada kimiawan, membuatnya percaya harus ada perlindungan terhadap profesi mereka jika dia menyarankan intervensi keselamatan. Dia juga menggambarkan rasa sakit yang terjadi di tangan tukang ketik, yang mengawali pengetahuan kita mengenai cidera yang disebabkan gerakan berulang.

Sebagai tambahan pada kuesioner standard sejarah pasien, dia juga menanyakan Apa pekerjaan anda?. Pada akhir tahun 1700an, sistem pabrik memperkenalkan pekerja bahaya baru dan tidak diketahui. Perusahaan tekstil dijalankan dengan mesin pintal, gulungan kapas dan tumpukan benang, bersama dengan resiko yang berhubungan dengan mesin, kebisingan dan debu. Manajemen diperhadapkan dengan keuntungan dan kerugian. Kematian dan cidera diterima sebagai bagian dari bidang industri. Sekarang, mungkin rasa sakit dan kesakitan mungkin diperhatikan sebagai norma dan diterima dalam beberapa pekerjaan industri. Kemudian manajemen keselamatan dan kesehatan, tidak dipertimbangkan atau diperlukan. Buruh sangat banyak dan pekerja senang dengan hanya memperoleh pekerjaan. Pada awal tahun 1800an, Revolusi Industri melanda Amerika Serikat, menekankan pngurangan biaya, dan tenaga kerja menjadi makin banyak dengan buruh imigran dan buruh anak-anak. Undang-undang yang umum pada saat itu menguntungkan para pengusaha dan manajer, dan nyatanya tidak ada kompensasi untuk penyakit atau cidera serta tidak ada standard yang disetujui untuk keselamatan tempat kerja. Namun demikian, ketika cidera semakin meningkat, usaha

pertama terhadap kompensasi dimulai di Massachusetts dengan Employers Liability Law pada tahun 1887. Namun demikian pada banyak kasus, usaha kompensasi ditolak dengan berbagai alasan legal jika pengusaha dapat menunjukkan bahwa pekerja lalai atau memberikan kontribusi terhadap penyebab kecelakaan. Abad duapuluh merupakan awal perhatian keselamatan kerja pada arena politik. Pada tahun 1908, Theodore Roosevelt mengatakan : Jumlah kecelakaan yang menyebabkan kematian pekerja . semakin meningkat. Dalam beberapa tahun, ini meningkat dengan cepat dengan menyebabkan kematian yang lebih besar daripada perang besar. Ini diikuti dengan penetapan persyaratan Workers Compensation secara federal serta di seluruh negara bagian. Pada saat yang sama, standard-standard keselamatan mengenai pelindung mesin dan perusahaan baja serta rel kereta api memulai apa yang kita kenal sekarang sebagai program manajemen keselamatan kerja. Kebakaran pabrik Triangle Shirtwaist yang terkenal pada tahun 1911, yang menyebabkan kematian pekerja garmen sebanyak 146 orang, membantu untuk menggabungkan usaha-usaha ini. National Safety Council dibentuk pada saat itu. Sampai tahun 1931, sebagian besar dari usaha-usaha intervensi keselamatan dan kesehatan diarahkan

langsung untuk meningkatkan kondisi pabrik. Kemudian H.W. Heinrich menerbitkan buku yang berjudul Industrial Accident Prevention. Dia mengusulkan konsep bahwa tindakan-tindakan orang lebih besar menyebabkan kecelakaan daripada kondisi tempat kerja. Dia kadang-kadang disebut sebagai Bapak Safety Modern karena dia yang pertama mengusulkan prinsip-prinsip keselamatan kerja yang terorganisasi. Prinsip-prinsip ini revolusioner pada saat itu. Prinsipprinsip ini mencakup konsep bahwa kecelakaan disebabkan terutama karena unsafe acts dari pekerja, dan bahwa unsafe act yang sama mungkin terjadi lebih dari 300 kali. Dia juga mengusulkan beberapa alasan mengapa orang-orang bertindak unsafe, metodologi dasar untuk mencegah kecelakaan, serta mengusulkan bahwa manajemen bertanggung jawab untuk melakukan pencegahan kecelakaan kerja. Saat Ini Dalam tahun 1970, Occupational Safety and Health Act (OSHA) yang bersejarah disahkan dan menjadi undang-undang federal yang efektif pada tahun 1971. Ini diikuti dengan beberapa kejadian, termasuk pembaharuan pada keselamatan kendaraan dengan buku Ralph Nader yang berjudul Unsafe at Any Speed. Keselamatan dan

kesehatan kerja menjadi elemen penting pada sebagian besar industri manufakturing. Standardstandard telah dimulai dan manajemen telah mengetahui bahwa keuntungan operasi secara langsung terpengaruh ketika pekerja mengalami lost time karena cidera yang disebabkan kerja. Beberapa orang akan membantah bahwa OSHA Act mengubah perhatian manajemen dari pencegahan cidera menjadi mematuhi undang-undang. Namun demikian dengan maksud baik, regulasi pertama keselamatan kerja diadopsi dari dokumen-dokumen lain yang ditetapkan oleh standard yang dihasilkan berbagai organisasi. Dalam banyak kasus, standardstandard tersebut dimaksud untuk digunakan sebagai panduan. Tanggung jawab penerapan dari panduan keselamatan kerja diganti dengan perilaku bagaimana kita sesuai sampai beberapa tingkatan. Selain itu, karena undang-undang difokuskan pada kondisi tempat kerja, mungkin akan menghambat perkembangan perangkat manajemen keselamatan kerja berdasarkan intervensi perilaku. Pendekatan kondisi tempat kerja ini bertentangan dengan prinsip yang diusulkan oleh Heinrich yang mengatakan bahwa sebagian besar kecelakaan disebabkan oleh tindakan manusia. Pada beberapa kejadian, Occupational Safety and Health Act, bersama dengan partner

penelitiannya, National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) dan komite penasehatnya National Advisory Committee on Occupational Safety and Health (NACOSH),menciptakan perhatian baru dan era baru dalam bidang keselamatan dan kesehatan. Undangundang yang memberikan sanksi terhadap ketidaksesuaian dengan persyaratan menyediakan tempat kerja yang bebas dari bahaya yang diketahui cenderung berorientasi pada spesifikasi dan diberikan secara terperinci apa yang perlu dilakukan. Banyak kesenangan yang dibuat sehubungan dengan persyaratan rancangan tempat duduk toilet serta ketinggian letak alat pemadam kebakaran. Peraturan yang baru telah berubah berdasarkan orientasi kinerja, yang dapat mendorong pengesahan alasan dan penerapan tanggung jawab terhadap persyaratan. Suatu contoh mengenai pendekatan ini ditemukan dalam Standard Manajemen Keselamatan Proses, yang mempersyaratkan penakaran resiko sekitar keselamatan pabrik kimia. Sementara sebagian besar perusahaan besar telah mengikuti persyaratan OSHA Act dalam sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerjanya, perusahaan-perusahaan yang progresif telah bergerak lebih maju daripada sekedar kepatuhan. Mereka mengetahui bahwa sekedar mematuhi peraturan safety

tidak cukup. Mereka mengetahui bahwa kondisi tempat kerja, yang menjadi fokus utama peraturan ini, hanya satu aspek dari program yang dikelola secara baik. Peraturan mewakili kriteria minimal dan pendekatan tingkat awal. Off-the-job safety programming oleh beberapa perusahaan mengambil pelajaran dari tempat kerja ke dalam rumah dan keluarga para pekerja. Teknologi keselamatan dan kesehatan sebagian besar telah berkembang menjadi ilmu yang matang. Standard telah tersedia dan metodologi telah dikembangkan untuk keselamatan kerja mekanis, penakaran resiko bahaya kimia, standard keselamatan listrik, standard perlindungan kebakaran, serta standard perlengkapan pelindung perorangan. Teknologi-teknologi ini akan dibahas Bab-bab berikut. Standard sekitar ergonomi tempat kerja menjadi bidang yang berkembang secara cepat. Walaupun awal peraturan dalam bidang ini tidak sukses, sebagian besar perusahaan besar melihat keuntungan dari program ergonomi sebagai bagian dari keseluruhan usaha keselamatan dan kesehatan mereka. Beberapa orang mungkin membantah bahwa kinerja safety aktual telah tercampur karena ditetapkannya OSHA. Statistik dari Bureau of Labor memperlihatkan bahwa tingkat cedera total yang tercatat telah menurun secara perlahan selama 20 tahun terakhir

dari 13.2 cidera dan penyakit per 100 pekerja menjadi 11.6 dalam sektor manufaktur. Cidera dan penyakit yang mengakibatkan lost working time telah menurun pada periode yang sama dari 4.4 menjadi 2.9 persen. Namun demikian sangat sulit dibantah bahwa kondisi tempat kerja aktual telah meningkat secara substansial dari awal industrialisasi. Di dunia Barat, bahaya dari manufaktur berat telah berganti dengan bahaya lain yang tidak segera tampak. Sebagai contoh, perusahaan manufaktur sekarang telah mengalami peningkatan cacat kronis sehubungan dengan trauma kumulatif, penyakit kulit, dan penyakit saluran pernafasan. Beban dari cidera akut sekarang telah muncul pada industri manufakturing di negara Dunia Ketiga. Selama waktu ini, satu dari para penulis yang produktif dalam bidang keselamatan dan kesehatan adalah Dan Petersen. Dia menulis sejumlah buku dan artikel mengenai manajemen keselamatan dan kesehatan. Dia mengembangkan teori Heinrich. Dia mengemukakan lima prinsip keselamatan pada buku Techniques of Safety Management yang diterbitkan pada tahun 1978, yang pertama adalah Unsafe act, unsafe condition dan kecelakaan adalah gejala mengenai kesalahan dalam sistem manajemen. Bukunya Challenge of Change: Creating a New Safety Culture pada tahun 1993, menggambarkan suatu proses untuk menciptakan perubahan dalam

sistem manajemen yang mendorong kinerja keselamatan yang diinginkan.

A piping and instrumentation diagram/drawing (P&ID) is defined by the Institute of Instrumentation and Control as follows: 1. A diagram which shows the interconnection of process equipment and the instrumentation used to control the process. In the process industry, a standard set of symbols is used to prepare drawings of processes. The instrument symbols used in these drawings are generally based on International Society of Automation (ISA) Standard S5. 1. 2. The primary schematic drawing used for laying out a process controlinstallation. P&IDs play a significant role in the maintenance and modification of the process that it describes. It is critical to demonstrate the physical sequence of equipment and systems, as well as how these systems connect. During the design stage, the diagram also provides the basis for the development of system control schemes, allowing for further safety and operational investigations, such as the hazard and operability study (HAZOP). For processing facilities, it is a pictorial representation of

Key piping and instrument details Control and shutdown schemes Safety and regulatory requirements Basic start up and operational information

[edit]List

of P&ID items

Instrumentation and designations

Mechanical equipment with names and numbers All valves and their identifications Process piping, sizes and identification Miscellanea - vents, drains, special fittings, sampling lines, reducers, increasers and swagers Permanent start-up and flush lines Flow directions Interconnections references Control inputs and outputs, interlocks Interfaces for class changes Computer control system input Identification of components and subsystems delivered by others

[edit]Identification

and Reference

Designation
Based on Standard ANSI/ISA S5.1 and ISO 14617-6, the P&ID is used for the identification of measurements within the process. They identification consist of up to 5 letters. The first identification letter is for the measured value, the second is a modifier, 3rd indicates passive/readout function, 4th active/output function, and the 5th is the function modifier. Column Lett 1 (Meas Column er ured 2(Modifier) value) Column 3(Readout/Pa ssive function) Column 4 (Output/p assive function) Column 5(Functi on modifier

) A Analysis Burner, combust ion User's choice (usually conducti vity) User's choice Difference (usually density) Voltage Flow User's choice Ratio Glass/gauge/ viewing Sensor Alarm

User choice

User choice

User choice

Control

Close

Deviatio n

E F

H I J

Hand Current Power Time, time Time rate schedul of change e Level Light Indicate Scan

High

Control station

Low Middle / interme diate

User's choice

User's choice (usually torque) User's choice

User choice

User choice

User choice

Orifice

Open

Pressur e

Point/test connection Totalize/int Totalize/integr egrate ate

Quantity

Radiatio n Speed, frequenc Safety y Temper ature User's choice (usually alarm output) Vibration , mechani cal

Record

Run

Switch

Stop

Transmit

Multifunction

Multifunctio n

Valve or damper

analysis Weight, force User's choice (usually X-axis on-off valve as XV) Event, state, Y-axis presenc e

Well or probe

Accessory devices, unclassified

Unclassified

Unclassi fied

Auxiliary devices

Position, dimensi Z-axis on

Actuator, driver or unclassified final control element

For reference designation of any equipment in industrial systems the standard IEC 61346 (Industrial systems, installations and equipment and industrial products Structuring principles and reference designations) can be applied. For the function Measurementthe reference

designator B is used, followed by the above listed letter for the measured variable. For reference designation of any equipment in a power station the KKS Power Plant Classification System can be applied. [edit]Symbols

of chemical apparatus and

equipment
Below are listed some symbols of chemical apparatus and equipment normally used in a P&ID, according to DIN 30600 and ISO 14617. Symbols of chemical apparatus and equipment Thermal ly insulate d pipe Cooled or heated pipe

Pipe

Jackete d pipe

Jackete d mixing vessel (autocla ve)

Half pipe mixing vessel

Pressuri zed horizont al vessel

Pressuri zed vertical vessel

Pump

Vacuum pump or compre

Bag

Gas bottle

ssor

Fan

Axial fan

Radial fan

Dryer

Packed column

Tray column

Furnace

Cooling tower

Heat exchan ger

Heat exchang er

Cooler

Plate & frame heat exchang er

Double pipe heat exchan ger

Fixed straight tubes heat exchang er

U shaped tubes heat exchang er

Spiral heat exchang er

Covere d gas vent

Curved gas vent

(Air) filte r

Funnel

Steam trap

Viewing glass

Pressur e reducing valve

Flexible pipe

Valve

Control valve

Manual valve

Back draft damper

Needle valve

Butterfly valve

Diaphra gm valve

Ball valve

A sensor (also called detector) is a converter that measures a physical quantity and converts it into a signal which can be read by an observer or by an (today mostlyelectronic) instrument. For example, a mercury-in-glass thermometer converts the measured temperature into expansion and contraction of a liquid which can be read on a calibrated glass tube. A thermocouple converts temperature to an output voltage which can be read by a voltmeter. For accuracy, most sensors are calibrated against knownstandards. Sensors are used in everyday objects such as touch-sensitive elevator buttons (tactile sensor) and lamps which dim or brighten by touching the base. There are also innumerable applications for sensors of which most people are never aware. Applications include cars, machines, aerospace, medicine, manufacturing and robotics. A sensor is a device which receives and responds to a signal when touched. A sensor's sensitivity indicates how much the sensor's output changes when the measured quantity changes. For instance, if the mercury in a thermometer moves 1 cm when the temperature changes by 1 C, the sensitivity is 1 cm/C (it is basically the slope Dy/Dx assuming a linear characteristic). Sensors that measure very small changes must have very high sensitivities. Sensors also have an impact on what they measure; for instance, a room temperature thermometer inserted into a hot cup of liquid cools the liquid while the liquid heats the thermometer. Sensors need to be designed to have a small effect on what is measured; making the sensor smaller often improves this and may introduce other

advantages. Technological progress allows more and more sensors to be manufactured on a microscopic scale as microsensors using MEMS technology. In most cases, a microsensor reaches a significantly higher speed and sensitivity compared with macroscopic approaches.
Contents
[hide]

1 Classification of measurement errors o 1.1 Sensor deviations o 1.2 Resolution 2 Types 3 Sensors in nature 4 Biosensor 5 See also 6 References 7 Further reading 8 External links

[edit]Classification

of measurement errors

Infrared Sensor

A good sensor obeys the following rules:


Is sensitive to the measured property only Is insensitive to any other property likely to be encountered in its application

Does not influence the measured property

Ideal sensors are designed to be linear or linear to some simple mathematical function of the measurement, typically logarithmic. The output signal of such a sensor is linearly proportional to the value or simple function of the measured property. The sensitivity is then defined as the ratio between output signal and measured property. For example, if a sensor measures temperature and has a voltage output, the sensitivity is a constant with the unit [V/K]; this sensor is linear because the ratio is constant at all points of measurement. [edit]Sensor

deviations

If the sensor is not ideal, several types of deviations can be observed:

The sensitivity may in practice differ from the value specified. This is called a sensitivity error, but the sensor is still linear. Since the range of the output signal is always limited, the output signal will eventually reach a minimum or maximum when the measured property exceeds the limits. The full scale range defines the maximum and minimum values of the measured property. If the output signal is not zero when the measured property is zero, the sensor has an offset or bias. This is defined as the output of the sensor at zero input. If the sensitivity is not constant over the range of the sensor, this is called non linearity. Usually this is defined by the amount the output differs from ideal behavior over the full

range of the sensor, often noted as a percentage of the full range.

If the deviation is caused by a rapid change of the measured property over time, there is a dynamic error. Often, this behavior is described with a bode plot showing sensitivity error and phase shift as function of the frequency of a periodic input signal. If the output signal slowly changes independent of the measured property, this is defined as drift (telecommunication). Long term drift usually indicates a slow degradation of sensor properties over a long period of time. Noise is a random deviation of the signal that varies in time. Hysteresis is an error caused by when the measured property reverses direction, but there is some finite lag in time for the sensor to respond, creating a different offset error in one direction than in the other. If the sensor has a digital output, the output is essentially an approximation of the measured property. The approximation error is also called digitization error. If the signal is monitored digitally, limitation of the sampling frequency also can cause a dynamic error, or if the variable or added noise changes periodically at a frequency near a multiple of the sampling rate may induce aliasing errors. The sensor may to some extent be sensitive to properties other than the property being measured. For example, most sensors are influenced by the temperature of their environment.

All these deviations can be classified as systematic errors or random errors. Systematic errors can sometimes be compensated for by means of some kind of calibration strategy. Noise is a random error that can be reduced by signal processing, such as filtering, usually at the expense of the dynamic behavior of the sensor. [edit]Resolution The resolution of a sensor is the smallest change it can detect in the quantity that it is measuring. Often in a digital display, the least significant digit will fluctuate, indicating that changes of that magnitude are only just resolved. The resolution is related to the precisionwith which the measurement is made. For example, a scanning tunneling probe (a fine tip near a surface collects an electron tunneling current) can resolve atoms and molecules. [edit]Types Main article: List of sensors [edit]Sensors

in nature

Further information: Sense All living organisms contain biological sensors with functions similar to those of the mechanical devices described. Most of these are specialized cells that are sensitive to:

Light, motion, temperature, magnetic fields, gravity, humidity, moisture, vibration, pressure, electrical fields, sound, and other physical aspects of the external environment

Physical aspects of the internal environment, such as stretch, motion of the organism, and position of appendages (proprioception) Environmental molecules, including toxins, nutrients, and pheromones Estimation of biomolecules interaction and some kinetics parameters Internal metabolic milieu, such as glucose level, oxygen level, or osmolality Internal signal molecules, such as hormones, neurotransmitters, and cytokines Differences between proteins of the organism itself and of the environment or alien creatures.

[edit]Biosensor Main article: biosensor In biomedicine and biotechnology, sensors which detect analytes thanks to a biological component, such as cells, protein, nucleic acid or biomimetic polymers, are called biosensors. Whereas a non-biological sensor, even organic (=carbon chemistry), for biological analytes is referred to as sensor or nanosensor (such a microcantilevers). This terminology applies for both in vitro and in vivo applications. The encapsulation of the biological component in biosensors, presents with a slightly different problem that ordinary sensors, this can either be done by means of a semipermeable barrier, such as a dialysis membrane or a hydrogel, a 3D polymer matrix, which either physically constrains the sensing

macromolecule or chemically (macromolecule is bound to the scaffold).

Penggerak, dalam pengertian listrik adalah setiap alat yang mengubah sinyal listrik menjadi gerakan mekanis. Biasa digunakan sebagai proses lanjutan dari keluaran suatu proses olah data yang dihasilkan oleh suatu sensor atau kontroler. Terdiri dari 3 jenis pokok : Relai adalah alat yang dioperasikan dengan listrik dan secara mekanis mengontrol penghubungan rangkaian listrik, bermanfaat untuk kontrol jarak jauh dan untuk pengontrolan alat tegangan dan arus tinggi dengan sinyal kontrol tegangan dan arus rendah. Bekerja berdasarkan pembentukan elektromagnet yang menggerakkan elektromekanis penghubung dari dua atau lebih titik penghubung (konektor) rangkaian sehingga dapat menghasilkan kondisi kontak ON atau kontak OFF atau kombinasi dari keduanya. Solenoid adalah alat yang digunakan untuk mengubah sinyal listrik atau arus listrik menjadi gerakan mekanis linear. Terbentuk dari kumparan dengan inti besi yang dapat bergerak, besarnya gaya tarikan atau dorongan yang dihasilkan adalah ditentukan dengan jumlah lilitan kumparan tembaga dan besar arus yang mengalir melalui kumparan. Stepper adalah alat yang mengubah pulsa listrik yang diberikan menjadi gerakan rotor discret (berlainan) yang disebut step (langkah). Satu putaran motor memerlukan 360 derajat dengan jumlah langkah yang tertentu perderajatnya. Ukuran kerja dari stepper biasanya diberikan dalam jumlah langkah per-putaran per-detik. Motor stepper mempunyai kecepatan dan torsi yang rendah namun memiliki kontrol gerakan posisi yang cermat, hal ini dikarenakan memiliki beberapa segment kutub kumparan.

Motor DC adalah alat yang mengubah pulsa listrik menjadi gerak, mempunyai prinsip dasar yang sama dengan motor stepper namun gerakannya bersifat kontinyu atau berkelanjutan. Motor DC dibagi menjadi 2 jenis yaitu ; Motor DC dengan sikat (mekanis komutasi), yaitu motor yang memiliki sikat karbon berfungsi sebagai pengubah arus pada kumparan sedemikian rupa sehingga arah tenaga putaran motor akan selalu sama. Motor DC tanpa sikat , menggunakan semi konduktor untuk merubah maupun membalik arus sehingga layaknya pulsa yang menggerakkan motor tersebut. Biasa digunakan pada sistem servo, karena mempunyai efisiensi tinggi, umur pemakaian lama, tingkat kebisingan suara listrik rendah, karena putarannya halus seperti stepper namun putarannya terusmenerus tanpa adanya step. + Rano