Anda di halaman 1dari 15

TEORI KEPRIBADIAN MURRAY

Pandangan Murray mengenai kepribadian bersifat sangat holistik. Manusia harus dipahami sebagai kesatuan pribadi yang utuh. Setiap bagian dari tingkah laku manusia harus dipahami dalam hubungannya dengan fungsi lainnya; lingkungan, pengalaman masa lalu, ketidaksadaran dan kesadaran, serta fungsi otaknya. Kesemuanya itu harus ditangkap secara keseluruhan agar dapat dipahami makna dari proses kepribadian seseorang. Menurut Murray, kepribadian adalah abstraksi yang dirumuskan oleh teoritisi dan bukan semata-mata deskripsi tingkah laku orang, karena rumusan itu didasarkan pada tingkah laku yang dapat diobservasi dan faktor-faktor yang dapat disimpulkan dari observasi itu. Salah satu prinsip pokok dari kepribadian Murray adalah adanya proses psikologis yang bergantung kepada proses fisiologis. Di sini Murray sangat menekankan pentingnya menghubungkan proses dan event psikologi dengan struktur dan fungsi otak, walaupun belum dapat dipahami secara persis bagaimana menghubungkan keduanya. Bagi Murray, fenomena yang membangun kepribadian mutlak tergantung kepada fungsi sistem saraf pusat, seperti yang dikemukakannya secara ringkas: Tanpa otak, tak ada kepribadian (No Brain, no personality). Peran otak untuk mengontrol dan memproses semua aspek kepribadian yang eksis di otak; perasaan, kesadaran, ingatan, keyakinan, sikap, ketakutan, nilainilai, dan aspek-aspek lainnya, disebut regnant. Struktur kepribadian yang dikemukakan oleh Murray tidak jauh berbeda dengan yang dikemukakan oleh Freud. Karena Murray sendiri merupakan seorang psikoanalisis, pelopor penelitian pikiran-pikiran psikoanalitik yang berusaha menterjemahkan konsep-konsep Freud dan Jung ke dalam hipotesis yang dapat diuji. Murray banyak memberikan sumbangan berupa temuan empirik yang mendukung konsep dan teori psikoanalitik dan psikoterapi. Salah satu sumbangan pentingnya adalah penekanan pada konsep motivasi yang sangat kompleks. Menurutnya, masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang semuanya mempunyai bobot yang setara dalam menentukan tingkah laku, sehingga motivasi tak sadar menjadi tidak terlalu penting. Konstruk Id-Ego-Superego masih dipakai, namun dengan pengertian yang berbeda, sebagai berikut: Id: seperti Freud, Murray memandang Id sebagai gudang semua kecenderungan impulsif yang dibawa sejak lahir. Id menguasai energi dan mengarahkan tingkahlaku, sehingga menjadi dasar kekuatan motivasi kepribadian. Perbedaannya dengan Freud, id bukan hanya berisi impuls primitif, amoral dan kenikmatan, tetapi juga berisi impuls yang dapat diterima baik dan diharapkan masyarakat seperti empati, cinta dan memahami lingkungan. Ego: Murray memberi peran ego jauh lebih luas dari Freud. Sebagai unsur rasional dari kepribadian, ego bukan hanya melayani, mengubah arah dan menunda impuls id yang tak terima, tetapi ego juga menjadi pusat pengatur semua tingkahlaku, secara sadar merencanakan tingkah laku, mencari dan membuat peluang untuk memperoleh kepuasan id yng positif. Freud memandang ego sebagai pertentangan id dengan superego yang tidak terdamaikan. Menurut Murray pendapat Freud itu hanya terjadi kalau ego lemah. Manakala ego kuat, ia akan dapat efektif mendamaikan id dengan superego. Superego: Murray menekankan pentingnya pengaruh kekuatan lingkungan sosial atau kultur dalam kepribadian. Seperti Freud dia memandang superego sebagai internalisasi nilai-norma-

moral kultural pada usia dini, yang kemudian dipakai untuk mengevaluasi tingkah laku diri dan orang lain. Murray menolak pendapat Freud bahwa superego telah terkristalisasi pada usia 5 tahun. Menurutnya superego terus menerus berkembang sepanjang hayat merefleksi pengalaman manusiayang semakin dewasa semakin kompleks dan canggih.

DINAMIKA KEPRIBADIAN Bagi Murray yang paling penting dalam memahami orang adalah keseluruhan direksionalitas (directionally) atau orientasi tujuan dari aktivitas seseorang, apakah aktivitas itu bersifat internal (dalam pikiran), atau eksternal (dalam ucapan dan tindakan fisik). Perhatiannya kepada maksud dan tujuan orang membuat teorimotivasi dari Murray menjdai sitem yang kompleks. Walaupun pada masa itu ada kecenderungan memakai konsep yang jumlahnya kecil dalam menjelaskan motivasi (misalnya Adler hanya memakai perjuangan mencapai superioritas sebagai sumber motivasi), Murray justru menganggap perlu memakai konsep yang jumlahnya besar karena motivasi manusia sangat kompleks. Usahanya untuk memperoleh definisi empirik dari variabel-variabel motivasinya, menjadi pelopor dalam ranah motivasinya. Dari tiga konsep yang berhubungan dengan motivasi-konsep peredaan pergeangan, konsep kebutuhan, dan konsep tekanan-elaborasi Murray terpusat pada konsep kedua, yakni konsep kebutuhan.

Peredaan Tegangan (Tension Reduction) Seperti Freud, secara umum Murray berpendapat bahwa manakala bangkit need, orang berada pada tension, dan kepuasanlah yang mereduksi tension. Secara bertahap bersama perkembangan anak, anak belajar memperhatikan objek dan melakuakan aksi yang di masa lalu dapat mereduksi tension. Murray menambahkan dua hal. Pertama, orang sering secara aktif berusaha mengembangkan atau menigkatkan tension dalam rangka meningkatkan kenikmatan yang mengikuti tension reduction. Kedua, pada jenis need tertentu, seperti hal yang terlibat dengan permainan drama atau aktivitas artistik, kesenangan yang membarengi kegiatan itu termasuk dalam pemuasan need: jadi kepuasan tidak hanya diperoleh dari tercapainya tujuan, tapi terlibat dalam suatu aktivitas, tidak peduli tension menjadi turun atau malahan naik, dapat memberi kepuasan.

Kebutuhan (Needs) Need adalah konstruk mengenai kekuatan di bagian otak yang mengorganisir berbagai proses seperti persepsi, berfikir dan berbuat untuk mengubah kondisi yang ada dan tidak memuaskan. Need bisa dibangkitkan oleh proses internal, tetapi lebih dirangsang oleh faktor lingkungan. Biasanya need dibarengi dengan perasaan atau emosi khusus dan memiilki cara khusus untuk mengekspresikannya dalam mencari pemecahannya. Ada enam kriteria untuk dapat menyimpulkan adanya kebutuhan. Lima

kriteria merupakan hasil pengamatan yang dilakuakan peneliti, sedang kriteria ke-enam membutuhkan partisipasi orang yang diamati: Hasil akhir dari tingkah laku. Pola-pola khusus dari tingkah laku. Perhatian dan respon yang terjadi terhadap kelompok stimuli tertentu. Ekspresi terhadap suasana emosi tertentu. Ekspresi kepuasan atau ketidakpuasan pada hasil akhir. Ungkapan atau laporan subyektif mengenai perasaan, maksud dan tujuan.

Dengan memakai kriteria itu untuk meneliti sekelompok kecil subjek secara intensif, Murray menyimpulkan ada 20 kebutuhan yang penting. Dari 20 kebutuhan itu, 19 bersifat psychogenic, yakni kebutuhan yang kepuasannya tidak berhubungan dengan proses organik tertentu, sehingga dipandang sebagai kebutuhan murni psikologikal. Satu kebutuhan, yakni kebutuhan seks bersifat fisiologik karena kepuasannya berhubungan dengan proses biologis seksual. Semua kebutuhan itu saling berhubungan satu dengan yang lainnya dalam berbagai cara. Ada kebutuhan tertentu yang membutuhkan kepuasan sebelum kebutuhan lainnya, misalnya orang harus terbebas dari sakit, lapar dan haus sebelum berusaha memuaskan kebutuhan memahami datau bermain. Ada kebutuhan yang berlawanan/konflik dengan kebutuhan lainnya, misalnya kebutuhan otonomi konflik dengan kebutuhan afiliasi. Ada kebutuhan yang cenderung bergabung dengan kebutuhan lain, misalnya agresi mungkin bergabung dengan dominan. Akhirnya kebutuhan juga mungkin menjadi bagian dari kebutuhan lain-beroperasi hanya untuk memudahkan lainnya-misalnya kebutuhan merendah mungkin melayani kebutuhan afiliasi.

Tekanan (Press) Kalau kebutuhan merupakan penentu tingkah laku yang berasal dari dalam diri individu, tekanan adalah bentuk penentu tingkah laku yang berasal dari lingkungan. Suatu sifat atau ciri dari orang lain, objek, atau kondisi lingkungan yang membantu atau menghalangi orang menuju ke tujuan. Tekanan dari suatu objek (bisa berupa manusia, benda, atau situasi) adalah apa yang dapat dilakukan objek itu kepada subjek (penerima tekanan), suatu kekuatan yang dimiliki oleh objek untuk mempengaruhi subjek dengan cara tertentu. Variasi tekanan yang mengenai diri seseorang tak terhingga banyaknya, atau sama dengan jumlah peristiwa yang ditemui orang setiap saat. Murray menyebut berbagai tekanan terpenting yang biasanya dialami anak-anak. Ragam tekanan pada anak-anak mudah dikenali dan diklasifikasi karena variasi pengalaman anak yang masih sempit. Ada dua jenis tekanan; tekana alfa (alfa press): kualitas lingkungan yang muncul dalam kenyataan; dan tekanan beta (Beta Press): kualitas lingkungan sebagaimana teramati oleh individu. Misalnya sepasang suami istri sepulang kerja, suaminya menceritakan rapat yang sangat menekan dengan pimpinannya. Dia melihat isterinya tidak memperhatikannya dan menyimpulkan isterinya tidak mendukung masalahnya, itulah tekanan beta. Kenyataannya, Isteri yang memang hanya mendengar sepintas, bukan karena dia

tidak memperhatikan suaminya tetapi karena terfikir dengan pengumuman di pagi hari oleh prseiden perusahaannya bahwa dirinya dan sejawat eksekutif lainnya akan kena potongan gaji. Pasangan itu sebelumnya sudah pernah menjumlah pendapatan berdua mereka untuk memungkinkan suami mendirikan perusahaan sendiri, dan isteri itu takut memberi berita baru yang buruk kepada suaminya. Isteri perhatiannya terpecah, itulah tekana alfa dalam suasana itu, yang ditangkap suami menjadi tekanan beta: tidak mendukung.

Disposisi Tematis: Integrasi Kebutuhan Pada dasarnya kebutuhan-kebutuhan tidak mempunyai hubungan langsung dengan objek-objek tertentu di lingkungan, namun melalui pengalaman individu kemudian menghubungkan kebutuhankebutuhan dari dalam itu dengan objek tertentu. Hubungan yang dipelajari melalui pengalaman itu mencakup pilihan objek, respon terhadap objek, dan sarana atau proses untuk mendekati atau menjauhi suatu objek. Keadaan inilah yang oleh Murray disebut Integrasi kebutuhan (need integrate): kesatuan antara kebutuhan dengan gambaran atau pikiran tentang objek yang ada di lingkungan., beserta tindakan-tindakan instrumentalnya. Integrasi tematis adalah disposisi tematis-kebutuhan untuk mengadakan bentuk interaksi tertentu dengan objek atau orang tertentu. Konsep ini mungkin menggabungkan minat-sikap-asosiasi menjadi satu kesatuan disposisi. Secara bersama-sama, ketiganya berpengaruh luas dan mendalam terhadap tingkah laku, mencakup pilihan prioritas kebutuhan, perasaan, pola pikiran dan imajinasi, sehingga tingkah laku yang timbul menjadi sangat khusus.

Kunci ke Keunikan: Kesatuan Tema Kesatuan tema adalah tema yang sering muncul, sehingga dapat menjadi kunci untuk memahami keunikan pribadi. Uniti tema merupakan campuran (yang berlangsung tak sadar) antara beberapa kebutuhan kuat yang berhubungan dengan tekanan yang muncul pada peristiwa khusus pada masa awal anak-anak. Kebutuhan-kebutuhan yang bercampur mungkin saling bertentangan, dan peristiwa di masa anak-anak itu mungkin menyenangkan atau sebaliknya, traumatik. Apapun tema campuran yang terjadi, akan cenderung sering muncul sepanjang hidup orang itu. Kesatuan tema beroperasi secara tidak sadar, akan mempengaruhi seluruh tingkah laku individu, sehingga individu itu menjadi pribadi yang unik. Kalau disposisi tematis hanya memberi arahan perasaan, pikiran, dan tingkah laku orang, tidak peduli latar belakang kebuttuhan dan tekanan yang dirasakannya. Misalnya seorang remaja memiliki kesatuan tema kekurangan yang membuatnya menjadi agresif mencari kepuasan. Ibu remaja itu ternyata invalid dan meninggal ketika dia masih kecil. Remaja itu takut dan membenci ayahnya yang tidak berhasil, tidak menunjukkan kasih sayang kepada anaknya, dan selalu meremehkan pendidikan sekolahnya. Remaja itu memutuskan untuk kuliah dan menjadi insinyur. Penelitian mendalam (termasuk memakai TAT) menunjukkan remaja itu dalam perasaan tak sadarnya merasa sangat kekurangan dan sangat membutuhkan bantuan, serta kebutuhan yang kuat untuk

memperoleh apa yang diingkarinya. Perasaan yang tidak disadari itu mempengaruhi seluruh tingkah lakunya. PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN Kompleks-kompleks Anak-anak Teori Murray mengenai perkembangan kepribadian bersifat longitudinal, menekankan pada perkembangan sejarah individu. Pendekatannya mirip teori Freud, dengan elaborasi dan perluasan yang lebih komprehensif. Seperti Freud, dia memusatkan analisisnya pada event/penglaman masa awal anakanak dan pola tingkah laku yang terbentuk selama masa itu. Murray membagi masa anak-anak menjadi lima tahapan, masing-masing ditandai oleh kondisi kepuasan yang dipengaruhi oleh tuntutan lingkungan. Setiap tahap meninggalkan jejak (tanda) dalam kepribadian dalam bentuk kompleks, yakni pola yang dibentuk dari kesan yang mendalam pada setiap tahap, yang secara tidak sadar mengarahkan tingkah laku pada perkembangan berikutnya. Setiap orang mengembangkan lima macam kompleks dalam dirinya, karena semua orang akan melalui lima tahap perkembangan yang sama. Karena itu memiliki kompleks itu normal-normal saja, kecuali kalau itu menjadi ekstrim. Kalau kompleks iru menjadi ekstrim, orang akan terfiksasi pada satu tingkat perkembangan. Kepribadiannya tidak dapat berkembang spontan dan fleksibel, yang akan mempengaruhi pembentukan ego dan superego. Lima kondisi kepuasan atau tahap perkembangan anak dan kompleks yang terlibat, adalah: Kompleks Kaustral Hidup di dalam kandungan sangat aman, terang, dan sangat tergantung, suatu kondisi yang sering kita harapkan untuk dapat kita alami kembali. Ada tiga bentuk kaustral kompleks, pertama dalam bentuk yang sederhana, kompleks ini termanifestasi dalam keinginan untuk berada di tempat yang sempit, hangat, gelap, yang aman dan terasing. Bisa berupa ingin tetap di bawah selimut tidur di pagi hari, memiliki ruang kecil yang kedap suara, atau tempat yang tersembunyi, hidup di biara atau di pulau terpencil, atau senang berada dalam perahu di tengah laut atau di dalam limusin. Kedua, kompleks juga dapat terpusat pada perasaan tak berdaya dan perasaan tidak mendapat bantuan di dalam kandungan, ini akan menyebabkan orang menjadi takut berada di tempat terbuka, takut jatuh, takut tenggelam, takut terbakar, takut gempa bumi, atau situasi perubahan dan kebaruan. Ketiga, kompleks kaustral malahan menjadi kompleks anti-kandungan yang terpusat pada ketakutan kehabisan nafas dan keterkurungan. Oleh Murray ini disebut kompleks agresi, yang maujud dalam pilihan/kesenangan berada di tempat terbuka dan udaranya segar, dan pilihan selalu bergerak, berubah, dan baru. Dalam bentuk yang neurotik bisa menjadi klaustrofobia. Kompleks Oral Seperti kaustral, kompleks oral juga mempunyai tia variasi. Pertama, kompleks oral-kasihan (succorance), adalah kombinasi dari aktivitas mulut, kecenderungan pasif, dan kebutuhan untuk dibantu

dan dilindungi. Wujud tingkah lakunya antara lain menghisap, mencium, makan, minum, dan lapar kasih sayang, simpati, perlindungan, dan cinta. Kedua, kompleks oral agresi, merupakan kombinasi dari kompleks oral dengan aktivitas agresi dalam bentuk menggigit, meludah, membentak, atau dalam bentuk agresi verbal seperti sarkasme. Ketiga, kompleks oral-penolakan (rejection), kompleks yang mencakup muntah, pilih-pilih makanan, makan sedikit, takut ketularan penyakit (akibat berciuman), dan keinginan menyendiri/terasing. Kompleks Anal Ada dua jenis, pertama kompleks anal-ditolak, asyik dengan defekasi, termasuk humor dengan anal, dan senang dengan kotoran atau barang yang mirip kotoran (lumpur, adukan semen, lempung). Agresi sering menjadi bagian dari kompleks ini dan maujud dalam bentuk menjatuhkan atau membanting sesuatu, menembakkan peluru, atau meledakkan bom. Orang ini biasanya kotor dan tidak teratur. Kedua, kompleks anal-retensi yang maujud dalam tingkah laku retentif-menimbun atau mengumpulkan sesuatu, menabung. Biasanya orangnya bersih, rapi, dan teratur. Kompleks Uretral Kompleks ini khas Murray, dan berhubungan dengan ambisi yang berlebihan, kerusakan sistem self, ngompolan, dan sangat mencintai diri sendiri. Juga disebut kompleks Ikarus (Icarus), mengikuti mitos Yunani mengenai seseorang yang membuat sayap dan terbang tinggi mendekati matahari sehingga jatuh karena perekat sayapnya meleleh. Seperti Ikarus, orang dengan kompleks ini memasang tujuan terlalu tinggi, mimpinya itu menjadi berserakan karena kegagalannya. Kompleks Kastrasi Murray tidak setuju dengan Freud yang menganggap ketakutan kastrasi sebagai sumber kecemasan orang dewasa. Dia menginterpretasi kompleks ini dalam bentuk yang lebih sederhana, yaitu adanya fantasi penis mungkin akan dipotong. Ketakutan kastrasi itu berkembang dari masturbasi di usia anakanak yang dibarengi dengan hukuman dari orangtua.

GELOMBANG OTAK DAN TINGKAT KESADARAN


Otak kita setiap saat menghasilkan impuls-impuls listrik. Aliran listrik ini, yang lebih dikenal sebagai gelombang otak, diukur dgn dua cara, yaitu amplitudo dan frekuensi..Amplitudo adalah besarnya daya impuls listrik yg diukur dlm satuan micro volt. Frekuensi adalah kecepatan emisi listrik yg diukur dlm cycle per detik, atau hertz. Frekuensi impuls menentukan jenis gelombang otak, yaitu beta, alfa, theta, delta. Jenis atau kombinasi dari jenis gelombang otak menentukan kondisi kesadaran pada suatu saat. Pandangan keliru yg selama ini ada dlm benak banyak orang adalah otak hanya menghasilkan satu jenis gelombang pada suatu saat. Pandangan itu salah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada suatu saat, pada umumnya, otak kita menghasilkan empat jenis gelombang secara bersamaan, namun dgn kadar yg berbeda..Dalam kondisi tertentu, misalnya meditasi, kita dapat secara sadar mengatur jenis gelombang otak mana yg ingin kita hasilkan. Pola Gelombang Otak Untuk mengukur pola gelombang otak, dapat dilakukan dengan menggunakan alat yaitu EEG (Electroencephalograph). Berikut ini adalah jenis-jenis dari pola gelombang otak : BETA Beta adalah gelombang otak yg frekuensinya paling tinggi. Beta dihasilkan oleh proses berpikir secara sadar. Beta terbagi menjadi tiga, yaitu beta rendah 12-15 Hz, beta 16-20 Hz, dan beta tinggi 21-40 Hz. Kita menggunakan beta untuk berpikir, berinteraksi, dan menjalani kehidupan sehari-hari. Bersama dgn gelombang lainnya, beta sangat dibutuhkan dlm proses kreatif. Tanpa beta, semua kreativitas yg merupakan hasil pikiran bawah sadar akan tetap terkunci di bawah sadar, tanpa bisa terangkat ke permukaan dan disadari oleh pikiran. Walaupun beta merupakan satu komponen yg sangat penting dari kondisi kesadaran kita, bila kita beroperasi semata-mata hanya dengan jenis gelombang ini, tanpa didukung oleh frekuensi yg lebih rendah, maka akan menghasilkan satu kehidupan yg dipenuhi dgn kekhawatiran, ketegangan, dan proses berpikir yg tidak fokus. ALFA Alfa adalah jenis gelombang yg frekuensinya sedikit lebih lambat dibandingkan beta, yaitu 8-12 Hz. Alfa berhubungan dgn kondisi pikiran yg rileks dan santai. Dalam kondisi alfa, pikiran dapat melihat gambaran mental secara sangat jelas dan dapat merasakan sensasi dgn lima panca indera dari apa yg terjadi atau dilihat dlm pikiran. Alfa adalah pintu gerbang bawah sadar. Manfaat alfa yg utama dan paling penting adalah sebagai jembatan penghubung antara pikiran sadar dan bawah sadar. Alfa memungkinkan kita untuk menyadari keberadaan mimpi dan keadaan meditasi terdalam yg kita capai. Tanpa alfa, kita tidak akan dapat mengingat mimpi atau dunia meditasi yg sangat dalam saat kita terbangun atau selesai bermeditasi..

THETA Theta adalah gelombang pada kisaran frekuensi 4-8 Hz, yang dihasilkan oleh pikiran bawah sadar. Theta muncul saat kita bermimpi dan saat terjadi REM (Rapid Eye Movement). Pikiran bawah sadar menyimpan memori jangka panjang kita dan juga merupakan gudang inspirasi kreatif. Selain itu, pikiran bawah sadar juga menyimpan materi yg berasal kreativitas yg ditekan atau tidak diberi kesempatan untuk muncul ke permukaan dan materi psikologis yg ditekan. Meskipun kita dapat masuk ke theta dan mengakses berbagai materi yg disimpan disana, bila tidak dibantu dgn gelombang alfa dan beta, semua materi itu tidak dapat dikenali oleh pikiran sadar. Semua materi yg berhubungan dgn emosi, tersimpan dalam pikiran bawah sadar. Emosi-emosi negatif yg tidak teratasi dgn baik, setelah masuk ke pikiran bawah sadar, akhirnya menjadi beban psikologis yg menghambat kemajuan diri seseorang. Bila kita berhasil masuk ke kondisi theta, kita akan mengalami kondisi meditatif tg sangat dalam. Misalnya keheningan, ketenangan, kedalaman, dan puncak kebahagiaan, dirasakan di dalam theta. Saat komponen gelombang lainnya berada dalam takaran yg pas, bersama dgn theta, kita dapat merasakan pengalaman "ah-ha". Saat kita ingin mengobati dan menyembuhkan tubuh atau pikiran, kita harus masuk ke theta agar dapat mencapai hasil maksimal..

DELTA Delta adalah gelombang otak yg paling lambat, pada kisaran frekuensi 0,1-4 Hz, dan merupakan frekuensi dari pikiran nirsadar (unconscious mind). Pada saat kita tidur lelap, otak hanya menghasilkan gelombang delta agar kita dapat istirahat dan memulihkan kondisi fisik. Pada orang tertentu, saat dalam kondisi sadar, delta dapat muncul bersamaan dgn gelombang lainnya. Dalam keadaan itu, delta bertindak sebagai 'radar' yg mendasari kerja intuisi, empati, dan tindakan yg bersifat insting. Delta juga memberikan kebijakan dgn level kesadaran psikis yg sangat dalam. Gelombang delta sering tampak dalam diri orang yg profesinya bertujuan membantu orang lain, orang yg perlu memahami kondisi mental, psikologis, atau emosi orang lain. Delta muncul tidak hanya saat kita memperhatikan orang lain, namun juga muncul saat kita berusaha mengerti ide atau konsep, objek atau seni, atau apa saja yg membutuhkan kesadaran nirsadar yg sangat dalam. Delta juga disebut dengan orienting response karena berfungsi mengarahkan kita dalam hal waktu dan ruang. Delta berfungsi sebagai sistem peringatan dini untuk merasakan adanya ancaman atau bahaya. Delta memungkinkan kita untuk 'melihat' informasi yg tidak ditangkap oleh pikiran sadar. Dari sudut pandang negatif, delta juga dapat digunakan untuk kondisi berhati-hati yg berlebihan (hypervigilance). Sikap hati-hati yg berlebihan, atau lebih tepat disebut dgn kepekaan, berguna untuk anak yg mengalami abuse untuk memastikan kondisi emosi orangtua nya. Dari pengamatan, anak itu akan tahu apakah orangtua nya akan memukul atau menghukum dirinya. Masalah akan timbul bila anak bertumbuh dgn delta yg berlebihan dan secara terus-menerus 'membaca' kondisi emosi di lingkungan sekitarnya dan berusaha mengendalikan kondisi ini demi keselamatan hidupnya.

Orang dewasa yg terlalu peka, sebagai hasil dari mengembangkan sikap berhati-hati secara berlebihan sejak kecil, dapat secara positif mengarahkan kepekaannya ini pada kemampuan persepsi psikis dan penyembuhan. Hal itu dapat dicapai karena radar delta yg telah sangat berkembang dalam dirinya. Delta juga dihubungkan dengan konsep collective unconscious. Gelombang beta, alfa, theta, dan delta adalah komponen pembentuk kesadaran kita. Keempat gelombang ini beroperasi dalam satu jalinan komposisi rumit yg menentukan kondisi kesadaran kita dalam suatu saat.

Teori & Tokoh Psikologi Kepribadian HARRY STACK SULLIVAN (Teori Interpersonal)

Teori interpersonal Sullivan menekankan pentingnya semua tahap perkembangan mulai dari masa bayi,masa kanak-kanak, masa anak muda, masa praremaja, masa remaja awal, masa remaja akhir dan masa dewasa. Perkembangan manusia yang sehat terletak di atas kemampuan sebuah pribadi dalam membangun keintiman dengan pribadi lain, namun sayangnya kecemasan dapat lahir dari hubunganhubungan antarpribadi yang tidak memuaskan di usia berapapun. Menurut Sullivan tahap perkembangan yang paling krusial tidak terletak pada masa kanak-kanak melainkan pada masa praremaja dimana pada masa itu anak pertama kali memiliki kemampuan untuk menjalin persahabatan yang intim, yang belum sepenuhnya terganggu oleh ketertarikan-ketertarikan hawa nafsu.

CARL GUSTAV JUNG (Teori Analitik)

Carl Gustav Jung, lahir di Swiss, dikenal sebagai salah satu tokoh psikoanalisis. Dimana ia adalah penggagas konsep Archetype, yang sampai sekarang dikembangkan dalam konsep 22 lembar Mayor Arkarna. Karena ayah dari Jung adalah seorang pendeta, maka unsur religius banyak berperan dalam pemikiran-pemikiran ilmiahnya, ia belajar kedokteran di Universitas Basel, lulus 1900. Kemudian ia ditunjuk bekerja di klinik psikiatri Universitas Zurich tahun 1909.

Ia adalah ketua pertama International Psychoanalitic Association tahun 1911. Tahun 1914 ia mengundurkan diri dari posisinya tersebut dan mendirikan analytical psychology. Pada tahun 1920an ia banyak melakukan ekspedisi lapangan ke Afrika dan Amerika Selatan sambil meneliti dan mengembangkan teorinya.

Ekspedisi ini secara signifikan mempengaruhi teori-teorinya yang kental unsur budayanya. Tahun 1948 C.G. Jung Institute didirikan di Zurich untuk mengembangkan teorinya dan teknik terapinya.

Teori Analitik Carl Jung berasumsi bahwa fenomena yang berhubungan dengan kekuatan ghaib atau magis (occult) bisa dan memang berpengaruh pada kehidupan semua manusia. Jung percaya bahwa setiap dari kita termotivasi bukan hanya oleh pengalaman yang ditekan, namun juga oleh pengalaman emosional tertentu yang dipengaruhi oleh para leluhur yang sekarang disebut sebagai ketidaksadaran

kolektif. Adanya ketidaksadaran kolektif pada teori Analitik Jung sekaligus menjadi pembeda paling mendasar terhadap teori Psikoanalisis Sigmund Freud.

Beberapa elemen dari ketidaksadaran kolektif menjadi sangat berkembang kemudian disebut sebagai arketipe arketipe. Pengertian arketipe yang paling meluas adalah gagasan mengenai realisasi diri (self realization), yang hanya bisa dicapai dengan adanya keseimbangan antara dorongan-dorongan kepribadian yang berlawanan. Jadi, teori Jung mengungkapkan mengenai teori-teori yang berlawanan. Kepribadian seseorang meliputi introver dan ekstrover, rasional dan irrasional, laki-laki dan perempuan, kesadaran dan ketidaksadaran, serta didorong oleh kejadian-kejadian di masa laluyang ditarik oleh harapan-harapan di masa depan.

Psikologi Analitik tidak banyak menarik perhatian pengikut-pengikut menjadi praktikan dan ajarannya di Amerika Serikat seperti sistem Freudian yang lebih dominan di masa lalu. Penggunaan simbolisme oleh Jung, dan pendekatannya yang mistis untuk emamhami kepribadian manusia, kurang disenangi oleh suasana materialistis di dunia baru itu. Namu secara tidak langsung, ide-ide Jung telah mempengaruhi sejumlah pengikut aliran Neo-Freudian dan pada tahun-tahun belakangan ini mendapatkan pengikutpengikutnya dengan sikap yang lebih reseptif di kaangan orang-orang Amerika.

SIGMUND FREUD (teori psikoanalitik)

Teori kepribadian menurut Sigmund Freud. Frued membagi struktur ke dalam tiga komponen yaitu, id, ego, dan, superego. Perilaku seseorang merupakan hasil interaksi antara komponen tersebut. Id merupakan komponen kepribadian yang primitf, instinktif (yang berusaha untuk memenuhi kepuasan instink) dan rahim tempat ego dan superego berkembang. Id berorientasi pada prinsip kesenangan (pleasure principle) atau prinsip reduksi ketegangan.

Prinsip kesenangan merujuk kepada pencapaian kepuasan yang segera dari dorongan-dorongan biologis tersebut. Ego merupakan eksekutif atau manejer dari kepribadian yang membuat keputusan (decision maker) tentang instink-instink mana yang akan dipuaskan dan bagaimana caranya atau sebagai sistem kepribadian yang terorganisasi, rasional, dan berorientasi pada prinsip realitas (reality principle). Super ego merupakan komponen moral kepribadian yang terkait dengan standar atau norma masyarakat mengenai baik dan buruk, benar dan salah.

Super ego berfungsi untuk : merintangi dorongan-dorongan id, terutama dorongan seksual dan agresif, karena dalam perwujudannya sangat dikutuk oleh masyarakat, mendorong ego untuk menggantikan tujuan-tujuan realistik dengan tujuan-tujuan moralistik, dan mengejar kesempurnaan (perfection).

W.H. Sheldon (Teori Psikologi Konstitusi) Pokok-Pokok Pemikiran W.H Sheldon Struktur tubuh atau jasmani sangat besar pengaruhnya terhadap tingkah laku manusia. Secara metodologis, Sheldon melakukan pengukuran struktur tubuh secara objektif melalui foto-foto yang telah distandardisasinya. Pengukuran tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan tanda identifikasi biologis, Sheldon menyatakan bahwa faktor genetis dan biologis berperan dalam perkembangan individu dan faktor-faktor itu dapat dikenali melalui sejumlah pengukuran struktur tubuh.

GORDON ALLPORT (Teori Keunikan Individu)

Kepribadian manusia menurut Allport adalah organisasi yang dinamis dari systempsikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik ataukhas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

KemudianAllport juga berpendapat bahwa kepribadian yang neurotis dan kepribadian yang sehat merupakan hal yang mutlak terpisah. Namun dalam hal ini tang menjadi kelebihan Allport adalah tentang antisipasi, Dalam teori Allport antisipasi adalah penting untuk menentukan siapa dan apakah kita ini, dalam membentuk identitas diri kita.

Dalam teori Allport juga memandang bahwa kesehatan psikologis adalah melihat ke depan,tidak melihat ke belakang, dapat dikatakan bahwa seluruh teori yang dikemukakan oleh Allport ini sangat bertentangan dengan teori-teori yang dikemukakan oleh Freud.

Kekurangan Allport pada persamaan formal sehingga tidak memadai untuk banyak penelitian, gagal menunjukkan konsep pokok yaitu fungsi otonomi, mengasumsikan adanya diskontinuitas antara hewanmanusia, masa kanak-kanak dan dewasa, normal dan abnormal, menekankan keunikan kepribadian, memberikan perhatian yang terlalu sedikit pada pengaruh sosial, dan faktor situasioanal, serta menggambarkan manusia pada gambaran terlalu positif.

HENRY A. MURRAY (Teori Personologi) Fokus teorinya terletak pada individu dengan kompleksitasnya. Kemudian oleh muray diringkas dalam personologi. Murray tidak menekankan secara umum, pentingnya fungsi lingkungan tapi secara khusus merepresentasikan daya daya lingkungan tersebut. Dalam pandangan murray : masa lampau / sejarah individu benar benar sama pentingnya seperti keadaan individu dan lingkungannya pada saat ini. Seperti teori psikoanalisa : faktor yang muncul tingkah laku orang dewasa.

Contoh : masalah pada masa kanak-kanak. Kesamaan lain, penekanan pentingnya peranan motivasi tak sadar dan khayalan seseorang. Ciri yang penting dalam teori murray : pembahasan yang sangat rinci tentang adanya motivasi. Struktur kepribadian menurut murray dipengaruhi psikoanalistik meskipun dalam berbagai hal terdapat perbedaan dengan freudian.

Dalam memakai kata struktur murray hati hati karena kata struktur konotasinya sifat itu tetap, teratu r dan tunduk pada hukum. tapi murray berpendapat bahwa kepribadian biasanya berubah ubah. artinya : kepribadian masa kanak dan dewasa mengalami perubahan perkembangan.

ALFRED ALDER (TEORI PSIKOLOGI INDIVIDUAL) STRUKTUR TEORI KEPRIBADIAN ADLER Perjuangan menuju superioritas. Menurut Adler, manusia termotivasi oleh satu alasan utama, alasan tersebut bisa menjadi perasaan inferior dan menjadi superior. Individu memulai hidupnya dengan kelemahan fisik yang menimbulkan perasaan inferioritas. Perasaan inilah yang kemudian menjadi pendorong agar dirinya sukses dan tidak menyerah pada inferioritasnya.

Finalisme yang fiktif. Konsep Adler tentang motivasi manusia sangat berlawanan dengan keyakinan Freud. Menurut konsep Adler, perilaku kita ditentukan oleh persepsi kita tentang apa harapan kita untuk mencapai masa depan, bukan pada apa yang telah kita lakukan, atau apa yang kita peroleh di masa lalu. Fenomena psikologis tidak dapat dijelaskan dengan insting, impuls, pengalaman, trauma, tetapi hanya dapat difahami melalui perspektif (seperti juga fenomena) yang telah diperoleh individu sebelumnya, yang menghubungkan seluruh kehidupan untu mencapai cita-cita. Teori Adler dapat menjadi pemandu perilaku kita dalam mencapai cita-cita. Cita-cita adalah mimpi sebab mereka tidak berdasarkan realita. Mereka adalah gambaran ide-ide kita yang mungkin menjadi dasar interpretasi subjektif kita tentang dunia. Mimpi (cita-cita) bukan wujud dari nasib atau takdir. Kesatuan dan konsistensi dalam diri kepribadian. Adler memilih nama psikologi individu (individual psychology) dengan harapan dapat menekankan keyakinan bahwa setiap orang itu unik dan tidak dapat dipecah-pecah. Psikologi individu menekankan pentingnya unitas kepribadian. Pikiran, perasaan, dan kegiatan semuanya diarahkan ke satu tujuan tunggal dan mengejar satu tujuan. Adler (1956) menemukan beberapa ciri operasi secara keseluruhan dengan kesatuan dan konsistensi diri ini. Ciri pertama disebut dengan dialect organ tubuh, Adler mengatakan bahwa setiap manusia pada dasarnya mempunyai kelemahan organis. Berbeda dengan hewan, manusia tidak dilengkapi dengan alat-alat tubuh untuk melawan alam. Kelemahan-kelemahan organis inilah yang justru membuat manusia lebih unggul dari makhluk-makhluk lainnya, karena mendorong manusia untuk melakukan kompensasi (menutupi kelemahan). Ciri kedua kesatuan kepribadian adalah harmoni diantara perilaku sadar dan perilaku bawah sadarnya. Adler (1956) mendefinisikan alam bawah sadar sebagai bagian yang tidak terumuskan dengan jelas atau tidak sepenuhnya dimengerti individu. Pikiran-pikiran sadar adalah pikiran yang dimengerti dan yang dijadikan individu sebagai bantuan berharga bagi perjuangannya menuju keberhasilan, sementara pikiran-pikiran bawah sadar adalah pikiran yang tidak dapat membantunya secara langsung. Perasaan inferioritas dan kompensasi. Adler termasuk pada Neo freudian, konsep utamanya lebih kepada perilaku kompensasi dari perasaan kekurangan diri yang nyata (inferiority compleks) menjadi kepada suatu kemampuan tertentu. Inferiority kompleks ini akan menjadi masalah jika masuk pada kondisi neurotik, sehingga kompensasinya berlebihan. Rasa rendah diri (inferior) mendorong seseorang untuk superior, sehingga individu terdorong (memiliki motivasi yang besar) untuk secara terus-menerus bergerak dari kurang ke lebih, dari bawah ke atas. Sifat rendah diri menurut Adler, adalah sesuatu yang normal, kita semua berawal sebagai mahluk yang lemah dan kecil. Sifat rendah diri muncul secara konstan ketika kita menemukan tugas yang tidak familier dan baru, yang harus dikuasai. Perasaan ini adalah menjadi penyebab semua perkembangan tingkah laku manusia. Minat sosial (social interest). Adler menggambarkan minat sosial sebagai suatu kepedulian dan perhatian tentang kesejahteraan orang lain yang terus menerus, sepanjang hidup, untuk memandu perilaku seseorang. Minat social menurut Adler adalah tanggung jawab seorang ibu, bagaimana seorang ibu memberi pengalaman pertama kepada anaknya mengembangkan anak memperluas minat atau ketertarikan pada orang lain, jika tidak maka anak tidak siap untuk mengatasi masalah di sekitarnya, dan system pendidikan dapat menjadi pengganti peran orang tua dalam melatih anaknya.

Gaya hidup (style of life). Adler menyatakan bahwa gaya hidup adalah cara unik kita mencapai tujuan yang telah kita tetapkan dalam hidup kita. Masing masing orang akan mengatur gaya hidupnya agar sesuai dan cocok dengan tujuan akhirnya dan menetukan jalan atau cara untuk memperoleh tujuan tersebut. Diri kreatif . Self kreatif merupakan puncak prestasi Adler sebagai teoris kepribadian. Menurut Adler, self kreatif atau diri kreatif adalah kekuatan ketiga yang paling menentukan tingkah laku (kekuatan pertama dan kedua adalah hereditas dan lingkungan).

Daftar Pustaka : S. Hall., Calvin dan Gardner Lindzey, Supratiknya A. (Ed.). 1995. Psikologi Kepribadian 1: Teori-teori Psikodinamik (Klinis). Yogyakarta: Kanisius. Suryabrata, Sumadi. 2011. Psikologi Kepribadian. Jakarta. Rajawali Pers.

Anda mungkin juga menyukai