Anda di halaman 1dari 5

Proses Pengorganisasian Dalam pengertian pengorganisasian tingkat Puskesmas terkandung kegiatan pengaturan, maka pekerjaan pengorganisasian Puskesmas pada

dasarnya merupakan suatu proses (process). Proses yang dimaksud adalah menyangkut pelaksanaan langkah-langkah yang harus dilakukan sedemikian rupa sehingga semua kegiatan Puskesmas yang dilaksanakan serta tenaga pelaksana yang dibutuhkan mendapat pengaturan yang sebaikbaiknya, serta setiap kegiatan Puskesmas yang akan dilaksanakan tersebut memiliki penanggung jawab pelaksananya. Proses pengorganisasian Puskesmas dilakukan melalui 3 (tiga) langkah sebagai berikut: (1) Pemerin ian seluruh pekerjaan Puskesmas yang harus dilaksanakan untuk men apai tujuan Puskesmas (!) Pembagian beban pekerjaan Puskesmas keseluruhan menjadi kegiatan-kegiatan yang se ara logis dapat dilaksanakan oleh seorang pegawai Puskesmas. Pembagian tugas Puskesmas sebaiknya tidak terlalu berat sehingga tidak dapat diselesaikan, atau terlalu ringan sehingga ada waktu menganggur, tidak e"isien, dan terjadi biaya yang tidak perlu (3) Penyusunan dan pengembangan suatu mekanisme dan tata kerja Puskesmas untuk menguraikan tugas dan "ungsi (#upoksi) dan mengkoordinasikan tugaspegawai Puskesmas menjadi kesatuan yang terpadu dan harmonis. Struktur Organisasi $truktur organisasi menurut Gibson, Ivancehevich, dan Donelly (1%%&) diperlukan guna menjamin manajemen yang e"ekti". $truktur organisasi dihasilkan dari keputusan manajerial mengenai ' (empat) atribut penting dari seluruh organisasi yaitu pembagian pekerjaan, dasar departementasi, ukuran departemen, dan pendelegasian wewenang. $truktur organisasi dipengaruhi oleh "aktor desain pekerjaan dan desain organisasi seperti perbedaan indi(idu, kompetensi tugas, teknologi, ketidakpastian lingkungan, strategi, dan karakteristik pemimpin. )tribut struktur organisasi menentukan seberapa luas organisasi men erminkan dimensi "ormal, kompleksitas, dan sentralisasi. Dimensi inti dari struktur organisasi menurut Robbins (1%%') adalah kompleksitas, "ormalisasi, dan sentralisasi. *ompleksitas merujuk pada tingkat di"erensiasi yang ada di dalam organisasi. Di"erensiasi terdiri atas di"erensiasi (ertikal yaitu merujuk pada kedalaman struktur, di"erensiasi hori+ontal yang mempertimbangkan tingkat pemisahan hori+ontal diantara unit-unit berdasarkan orientasi pada pegawainya, si"at dari tugas yang mereka laksanakan, dan tingkat pendidikan serta pelatihan, dan di"erensiasi spasial yaitu tingkat sejauh mana lokasi "asilitas dan para pegawai

organisasi tersebar se ara geogra"is. ,ormalisasi merujuk pada tingkat sejauhmana pekerjaan di dalam organisasi itu distandarisasikan. -ika suatu pekerjaan sangat di"ormalisasikan, maka pemegang pekerjaan itu hanya mempunyai sedikit kebebasan mengenai apa yang harus dikerjakan, bilamana mengerjakannya, dan bagaimana ia harus melaksanakannya. Dengan demikian "ormalisasi adalah suatu ukuran tentang standarisasi atau dengan kata lain "ormalisasi adalah tingkat sejauh mana peraturan, prosedur, dan komunikasi ditulis. $entralisasi adalah tingkat dimana pengambilan keputusan dikonsentrasikan pada suatu titik tunggal di dalam organisasi atau sentralisasi dinyatakan sebagai tingkat Pimpinan *epala Proyek sejauh mana kekuasaan "ormal dapat membuat kebijaksanaan dikonsentrasikan pada satu indi(idu, sebuah unit, atau suatu tingkat (biasanya pada tingkat tinggi dalam organisasi). .enurut Mintzberg dalam Robbins (1%%'), setiap struktur organisasi mempunyai / (lima) bagian dasar, yaitu: 1. The operating core - Para pegawai yang melaksanakan pekerjaan dasar yang berhubungan dengan produksi dari produk dan jasa0 !. The strategic apex - Pemimpin tingkat pun ak yang diberi tanggung jawab keseluruhan organisasi0 3. The middle line - Pemimpin yang menjadi penghubung operating core dan strategic apex; '. The technostructure - Para analis yang mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan bentuk standarisasi tertentu dalam organisasi0 /. The support sta - Pegawai yang mengisi unit sta" yang mempunyai jasa pendukung tidak langsung kepada organisasi. 1asil akhir dari pengorganisasian Puskesmas adalah struktur organisasi (organization structure) dan tata kerja Puskesmas yang merupakan perpaduan antara kegiatan dan tenaga pelaksana Puskesmas. $truktur organisasi Puskesmas menetapkan bagaimana tugas akan dibagi, siapa melapor kepada siapa, dan mekanisme koordinasi "ormal serta pola interaksi yang akan diikuti. $truktur organisasi atau disain organisasi Puskesmas menunjukan kerangka dan susunan pola hubungan diantara "ungsi-"ungsi, bagian-bagian atau posisiposisi, maupun orang-orang yang menunjukan kedudukan, tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang berbeda dalam organisasi Puskesmas. $truktur organisasi Puskesmas mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja, standarisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pengambilan keputusan dan besaran ukuran unit kerja "ungsional Puskesmas.

)dapun "aktor-"aktor utama yang menentukan peran angan struktur organisasi Puskesmas adalah sebagai berikut : 1. $trategi untuk men apai tujuan Puskesmas. 1asil penelitian !handler dalam 1andoko (!223) menjelaskan hubungan antara strategi dan struktur organisasi. 3a menyimpulkan bahwa struktur mengikuti strategi. $trategi akan menjelaskan bagaimana aliran wewenang dan saluran komunikasi dapat disusun di antara pimpinan dengan pegawai Puskesmas. !. 4kuran organisasi Puskesmas atau jumlah orang yang dipekerjakan oleh Puskesmas. 5esarnya organisasi Puskesmas se ara keseluruhan maupun unit-unit kerja "ungsional akan sangat mempengaruhi struktur organisasi Puskesmas. 6rganisasi ke il seperti Puskesmas, struktur organisasinya sangat sederhana dengan pembagian unit kerja didasarkan atas "ungsi-"ungsi Puskesmas. 3. #ingkat penggunaan teknologi, yaitu tingkat rutinitas penggunaan teknologi oleh Puskesmas untuk memberikan jasa layanan kesehatan Puskesmas. Perbedaan teknologi yang digunakan untuk memberikan pelayanan jasa layanan kesehatan akan membedakan bentuk struktur organisasi. Pada layanan kesehatan dengan menggunakan teknologi tinggi akan memerlukan tingkat standarisasi dan spesialisasi yang lebih tinggi dibanding dengan pelayanan kesehatan dasar. '. #ingkat ketidakpastian lingkungan organisasi Puskesmas. /. Pre"erensi (kesukaan) yang menguntungkan diri sendiri dari indi(idu atau kelompok yang memegang kekuasaan dan kontrol dalam organisasi Puskesmas (pengendalian kekuasaan). 7. Pegawai dan sta"eholder dalam organisasi Puskesmas. *emampuan dan ara berpikir para pegawai dan sta"eholder Puskesmas serta kebutuhan mereka untuk bekerjasama harus diperhatikan dalam meran ang struktur organisasi Puskesmas. *ebutuhan pegawai dan sta"eholder Puskesmas dalam pembuatan keputusan juga akan mempengaruhi saluran komunikasi, wewenang dan hubungan di antara unit-unit kerja "ungsional pada ran angan struktur organisasi Puskesmas. Pelaksanaan proses pengorganisasian Puskesmas yang baik akan membuat organisasi Puskesmas e"ekti". Proses ini akan ter ermin pada struktur organisasi Puskesmas yang men akup aspek-aspek penting, yaitu : (a) besaran organisasi dan bagan organisasi "ormal, (b) departementalisasi atau departementasi ( ) tingkat-tingkat hierarki manajemen, pendelegasian wewenang dan tanggung jawab, serta pen iptaan keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab, (d) pembagian tugas, (d) pola sentralisasi versus desentralisasi dalam pengambilan keputusan, (e) kesatuan arah dan kesatuan perintah, (") rentang manajemen dan rentang kendali, (g) saluran komunikasi, (h) di(ersi"ikasi versus

konsentrasi produk dan8atau jasa, (i) jenis teknologi yang akan diman"aatkan, dan (j) bentukbentuk spesialisasi pengetahuan dan keterampilan para pegawai Puskesmas. Dua aspek utama proses penyusunan struktur organisasi Puskesmas yaitu departementalisasi atau departementasi dan pembagian tugas. Departementasi menurut Robbins (1%%') adalah ara organisasi se ara khas mengkoordinasikan akti(itas yang telah didi"erensiasi se ara hori+ontal. Departemen dapat dibentuk atas dasar angka-angka yang sederhana, "ungsi, produk atau jasa, klien, geogra"i atau proses. Departementasi merupakan pengelompokkan kegiatan agar kegiatan yang sejenis dan saling berhubungan dapat dikerjakan bersama. Departementasi pada organisasi Puskesmas adalah departementasi "ungsional, yaitu pengelompokkan pekerjaan di dalam organisasi Puskesmas dengan menghimpun tugas dan pekerjaan yang sama atau yang berkaitan, sehingga pegawai yang melakukan akti(itas yang sama berada dalam departemen atau unit "ungsional yang sama, seperti unit pen egahan dan pemberantasan penyakit menghimpun upaya pen egahan dan pemberantasan semua penyakit menular dan tidak menular di wilayah kerja Puskesmas. Pembagian tugas (division o labor) Puskesmas yaitu mengurai pekerjaan, tugas, dan "ungsi Puskesmas dalam satuan-satuan tugas yang terspesialisasi sehingga setiap pegawai Puskesmas mengerjakan dan bertanggung jawab melaksanakan seperangkat tugas Puskesmas yang terbatas dan bukan keseluruhan tugas Puskesmas. )gar Puskesmas dapat bertahan dalam lingkungan kompetiti", maka Puskesmas harus membuat pembagian tugas yang e"ekti". Pembagian tugas dilakukan dengan menga u pada tujuan Puskesmas. 5erdasarkan tujuan tersebut, pengorganisasian Puskesmas menentukan tugas-tugas pokok dan spesi"ik untuk dilakukan oleh setiap pegawai dalam unit kerja Puskesmas. Pengorganisasian Puskesmas membagi tugas organisasi ke dalam tugas-tugas yang spesialistis (#ob specialization), yaitu derajat sejauh mana program pokok Puskesmas dibagi ke dalam berbagai tugas. Dengan demikian spesialisasi tugas Puskesmas menunjukan adanya pembagian tugas ke dalam tugas-tugas yang terpisah, terstandarisasi, dan relati" sederhana. Pembagian tugas Puskesmas disebut juga disain pekerjaan (#ob design), yaitu proses pengorganisasian tugas pokok Puskesmas ke dalam tugas-tugas yang diperlukan untuk melaksanakan suatu tugas spesi"ik "ungsional. Dengan spesialisasi tugas Puskesmas, pegawai Puskesmas akan berusaha mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya dalam melaksanakan tugas Puskesmas. Pembagian tugas Puskesmas yang mengarah pada spesialisasi pekerjaan "ungsional perlu dilakukan sebab tidak seorangpun se ara "isik ataupun psikologis mampu melaksanakan seluruh kegiatan Puskesmas yang kompleks, juga tak seorang pun memiliki semua kemampuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk

melaksanakan berbagai tugas Puskesmas. -ika pembagian tugas sudah dilakukan dengan jelas dan sesuai dengan kemapuan pegawai, mereka akan berkembang menjadi kelompok kerja (team $or") yang solid, kompak dan kompeten. Dalam meran ang struktur organisasi Puskesmas penting dipertimbangkan tentang rentang manajemen (span o management) dan rentang kendali (span o control). 9entang manajemen Puskesmas adalah berapa banyak unit kerja atau orang yang dapat dikelola oleh seorang pimpinan Puskesmas se ara e"ekti". $edangkan rentang kendali menetapkan jumlah sta" yang dapat diatur dengan e"ekti" oleh seorang pimpinan atau jumlah pegawai yang melapor se ara langsung kepada seorang pimpinan. -ika rentangnya lebar, pimpinan mempunyai banyak sta" yang melapor kepadanya. -ika rapat, pimpinan hanya mempunyai sedikit sta". 9entang manajemen dan rentang kontrol Puskesmas perlu diperhatikan dalam meran ang sebuah struktur organisasi Puskesmas karena kemampuan dan waktu pimpinan Puskesmas adalah terbatas. )da keterbatasan jumlah orang yang dapat dipimpin dan dikelola se ara e"ekti". Pembatasan rentang manajemen akan mempengaruhi jumlah total unit kerja dan jumlah orang yang ada dalam setiap unit kerja. $truktur organisasi Puskesmas yang akan diterapkan tergantung daripada (isi, misi, tujuan, "ungsi, serta beban kegiatan dan program masing-masing Puskesmas. Penyusunan struktur organisasi Puskesmas dilakukan oleh dinas kesehatan kabupaten8kota yang ditetapkan oleh Peraturan Daerah *abupaten8*ota.

Anda mungkin juga menyukai