Anda di halaman 1dari 26

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang

Perdarahan merupakan penyebab kematian nomor satu (40%-60%) kematianibu melahirkan di


1

Indonesia. Insidens perdarahan pasca persalinan akibat retensioplasenta dilaporkan berkisar 16%17%. alah satu
2

data an!ka ke"adian retensioplasenta di rumah sakit yan! pernah dilaporkan adalah di # $ %. &amanhuri 'arabai()alimanta
3

n elatan selama * tahun (1++7-1+++) didapatkan 146 kasus ru"ukanperdarahan pasca persalinan akibat retensio plasenta. &ari
4

se"umlah kasus tersebut(terdapat satu kasus (0(6,%) berakhir den!an kematian ibu.
1

Perdarahan pasca persalinan dini "aran! disebabkan


5

oleh retensi poton!anplasenta kecil( tetapi plasenta yan! tersisa serin! menyebabkan perdarahan pada akhirmasa ni-as. Pemeriksaan
6

plasenta setelah proses persalinan harus dilakukan secararutin. .pabila ada ba!ian plasenta yan! hilan!( uterus harus dieksplorasi dan
7

sisaplasenta dikeluarkan.
/

0enurunkan ke"adian perdarahan pasca persalinan akibat retensio plasentatidak hanya men!uran!i
8

risiko kematian ibu( namun "u!a men!hindarkanny a daririsiko kesakitan yan! berhubun!an den!an perdarahan pasca persalinan( seperti
9

reaksitran-usi( tindakan operati-( dan in-eksi. 'ukti berba!ai penelitian mendukun!penata laksanaan aktikala III persalinan (setelah lahirnya
10

bayi dan berakhir den!anlahirnya plasenta) dapat menurunkan risiko perdarahan pasca persalinan sampai 40%.
B. Rumusan Masalah 'erdasarkan latar belakan! di atas maka penulis men!ambil rumusan masalah seba!ai berikut 1 1. /. *. 4. .pa yan! dimaksud den!an #etensio Plasenta2 .pa sa"a penyebab #etensio Plasenta2 'a!aimanakah tanda dan !e"ala #etensio Plasenta2 'a!aimanakah penan!anan #etensio Plasenta2

C. Tujuan Penulisan
11

&iharapkan mahasis3a Pro!ram tudi & III )ebidanan mempunyai 3a3asan yan! lebih dalam dan lebih men!erti den!an apa yan! dimaksud kan den!an #etensio Plasenta( penyebab #etensio Plasenta( 4and dan !e"ala #etensio Plasenta( serta ba!aimana penan!anan #etensio Plasenta.

12

BAB II PEMBAHASAN

A. De enisi Retensi! "lasenta Istilah retensio plasenta diper!unakan "ika plasenta belum lahir 5 "am sesudah anak lahir. ( astra3inata( /00,1174) Pen!ertian tersebut "u!a dikuatkan oleh 6ink"osastro (/0061676) yan! menyebutkan retensio plasenta adalah apabila plasenta belum lahir setan!ah "am setelah "anin lahir. #etensio plasenta adalah belum lepasnya plasenta den!an melebihi 3aktu seten!ah "am. )eadaan ini dapat diikuti perdarahan yan! banyak( artinya hanya seba!ian plasenta yan! telah lepas sehin!!a memerlukan tindakan plasenta manual den!an se!era. 'ila retensio plasenta tidak diikuti perdarahan maka perlu diperhatikan ada kemun!kinan ter"adi plasenta adhesi8e( plasenta akreta( plasenta inkreta( plasenta perkreta. (0anuaba (/0061176). Plasenta inkarserata artinya plasenta telah lepas tetapi tertin!!al dalam uterus karena ter"adi kontraksi di ba!ian ba3ah uterus atau uteri sehin!!a plasenta tertahan di dalam uterus. (0anuaba (/0061176). 'erdasarkan pen!ertian diatas dapat disimpulkan bah3a retensio plasenta ialah plasenta yan! belum lahir dalam seten!ah "am setelah "anin lahir( keadaan ini dapat diikuti perdarahan yan! banyak( artinya hanya seba!ian plasenta yan! telah lepas sehin!!a memerlukan tindakan plasenta manual den!an se!era. Plasenta berbentuk bundar atau hampir bundar den!an diameter 17 sampai /0 cm dan tebal lebih kuran! /.7 cm. 'eratnya rata-rata 700 !ram. 4ali-pusat berhubun!an den!an plasenta biasanya di ten!ah (insertio sentralis). $mumnya plasenta terbentuk len!kap pada kehamilan lebih kuran! 16 min!!u den!an ruan! amnion telah men!isi seluruh ka8um uteri. 'ila diteliti benar( maka plasenta sebenarnya berasal dari seba!ian besar dari ba!ian "anin( yaitu 8ili koriales yan! berasal dari korion( dan seba!ian kecil dari ba!ian ibu yan! berasal dari desidua basalis. &arah ibu yan! berada di ruan! inter8iller berasal dari spiral arteries yan! berada di desidua basalis. Pada sistole darah disemprotkan den!an tekanan 70-,0 mm%! seperti air mancur ke dalam ruan! inter8iller sampai mencapai chorionic plate( pan!kal dari kotiledonkotiledon "anin. &arah tersebut membasahi semua 8ili koriales dan kembali perlahan-lahan den!an tekanan , mm%! ke 8ena-8ena di desidua.
13

Plasenta ber-un!si1 seba!ai alat yan! memberi makanan pada "anin( men!eluarkan sisa metabolisme "anin( memberi 9at asam dan men!eluarkan :; /( membentuk hormon( serta penyalur berba!ai antibodi ke "anin. <enis-"enis retensio plasenta1 a. Plasenta .dhesi8e Implantasi yan! kuat dari "on"ot korion plasenta sehin!!a menyebabkan ke!a!alan mekanisme separasi -isiolo!is b. Plasenta .kreta Implantasi "on"ot korion plasenta hin!!a memasuki seba!ian lapisan miometrium. c. Plasenta Inkreta Implantasi "on"ot korion plasenta yan! menembus lapisan otot hin!!a mencapai lapisan serosa dindin! uterus. d. Plasenta Prekreta Implantasi "on"ot korion plasenta yan! menembus lapisan serosa dindin! uterus hin!!a ke peritonium e. Plasenta Inkarserata 4ertahannya plasenta di dalam ka8um uteri disebabkan oleh konstriksi ostium uteri. ( ar3ono( Pelayanan )esehatan 0aternal dan =eonatal( /00/117,). Perdarahan hanya ter"adi pada plasenta yan! seba!ian atau seluruhnya telah lepas dari dindin! rahim. 'anyak atau sedikitnya perdarahan ter!antun! luasnya ba!ian plasenta yan! telah lepas dan dapat timbul perdarahan. 0elalui periksa dalam atau tarikan pada tali pusat dapat diketahui apakah plasenta sudah lepas atau belum dan bila lebih dari *0 menit maka kita dapat melakukan plasenta manual. #etensio plasenta (Placental Retention) merupakan plasenta yan! belum lahir dalam seten!ah "am setelah "anin lahir. edan!kan sisa plasenta (rest placenta) merupakan tertin!!alnya ba!ian plasenta dalam ron!!a rahim yan! dapat menimbulkan perdarahan postpartum dini (Early Postpartum Hemorrhage) atau perdarahan post partum lambat (Late Postpartum Hemorrhage) yan! biasanya ter"adi dalam 6-10 hari pasca persalinan.

14

B. Eti!l!gi Retensi! Plasenta Penyebab #etentio Plasenta menurut astra3inata (/0061174) adalah1 ecara -un!sional1 1. %is kuran! kuat (penyebab terpentin!) /. Plasenta sukar terlepas karena tempatnya (insersi di sudut tuba)> bentuknya (plasenta membranasea( plasenta anularis)> dan ukurannya (plasenta yan! san!at kecil). Plasenta yan! sukar lepas karena penyebab di atas disebut plasenta adhesi8e. ecara patolo!i ? anatomi1 1. Plasenta akreta /. Plasenta inkreta *. Plasenta perkreta ebab-sebabnya plasenta belum lahir bisa oleh karena1 1. Plasenta belum lepas dari dindin! uterus /. Plasenta sudah lepas( akan tetapi belum dilahirkan. .pabila plasenta belum lahir sama sekali( tidak ter"adi perdarahan> "ika lepas seba!ian( ter"adi perdarahan yan! merupakan indikasi untuk men!eluarkannya. Plasenta belum lepas dari dindin! uterus karena kontraksi uterus kuran! kuat untuk melepaskan plasenta (plasenta adhesi8a)( plasenta melekat erat pada dindin! uterus oleh sebab 8ili korialis menembus desidua sampai miometrium- sampai di ba3ah peritoneum (plasenta akreta-perkreta). Plasenta yan! sudah lepas dari dindin! uterus akan tetapi belum keluar( disebabkan oleh tidak adanya usaha untuk melahirkan atau karena salah penan!anan kala III( sehin!!a ter"adi lin!karan konstriksi pada ba!ian ba3ah uterus yan! men!halan!i keluarnya plasenta (inkarserasio plasenta). 0enurut 0anuaba (/0061*01) ke"adian retensio plasenta berkaitan den!an1 1. @randemultipara den!an implantasi plasenta dalam bentuk plasenta adhesi8e( plasenta akreta( plasenta inkreta( dan plasenta perkreta /. 0en!!an!!u kontraksi otot rahim dan menimbulkan perdarahan #etensio plasenta tanpa perdarahan dapat diperkirakan1 1. &arah penderita terlalu banyak hilan! /. )eseimban!an baru berbentuk bekuan darah( sehin!!a perdarahan tidak ter"adi *. )emun!kinan implantasi plasenta terlalu dalam Plasenta manual den!an se!era dilakukan 1
15

1. /. *. 4.

4erdapat ri3ayat perdarahan postpartum berulan! 4er"adi perdarahan postpartum berulan! Pada pertolon!an persalinan den!an narkosa Plasenta belum lahir setelah menun!!u selama seten!ah "am

C. #enis Dari Retensi! Plasenta <enis dari retensio plasenta adalah tertahannya atau belum lahirnya plasenta hin!!a atau melebihi 3aktu *0 menit setelah bayi lahir (Pra3irohard"o( /00/) <enis retensio plasenta 1 1. Plasenta adhesi8a adalah implantasi yan! kuat dari "on"ot korion plasenta sehin!!a menyebabkan ke!a!alan mekanisme separasi -isiolo!is. /. Plasenta akreta adalah implantasi "on"ot korion plasenta hin!!a memasuki seba!ian lapisan miomentrium. *. 4. Plasenta inkreta adalah implantasi "on"ot korion plasenta hin!!a mencapaiAmemasuki miomentrium. Plasenta akreta adalah implantasi "on"ot korion plasenta yan! menembus lapisan otot hin!!a mencapai lapisan serosa dindin! uterus. 7. Plasenta inkaserata adalah tertahannya plasenta didalam ka8um uteri( disebabkan oleh konstriksi ostium uteri. D. Pat!genesis etelah bayi dilahirkan( uterus secara spontan berkontraksi. )ontraksi dan retraksi otot-otot uterus menyelesaikan proses ini pada akhir persalinan. esudah berkontraksi( sel miometrium tidak relaksasi( melainkan men"adi lebih pendek dan lebih tebal. &en!an kontraksi yan! berlan!sun! kontinyu( miometrium menebal secara pro!resi-( dan ka8um uteri men!ecil sehin!!a ukuran "u!a men!ecil. Pen!ecilan mendadak uterus ini disertai men!ecilnya daerah tempat perlekatan plasenta. )etika "arin!an penyokon! plasenta berkontraksi maka plasenta yan! tidak dapat berkontraksi mulai terlepas dari dindin! uterus. 4e!an!an yan! ditimbulkannya menyebabkan lapis dan desidua spon!iosa yan! lon!!ar memberi "alan( dan pelepasan
16

plasenta ter"adi di tempat itu. Pembuluh darah yan! terdapat di uterus berada di antara seratserat otot miometrium yan! salin! bersilan!an. )ontraksi serat-serat otot ini menekan pembuluh darah dan retaksi otot ini men!akibatkan pembuluh darah ter"epit serta perdarahan berhenti. Pen!amatan terhadap persalinan kala ti!a den!an men!!unakan pencitraan ultrasono!ra-i secara dinamis telah membuka perspekti- baru tentan! mekanisme kala ti!a persalinan. )ala ti!a yan! normal dapat diba!i ke dalam 4 -ase( yaitu1 1) Base laten ditandai oleh menebalnya dindin! uterus yan! bebas tempat plasenta( namun dindin! uterus tempat plasenta melekat masih tipis. /) Base kontraksi ditandai oleh menebalnya dindin! uterus tempat plasenta melekat (dari ketebalan kuran! dari 1 cm men"adi C / cm). *) Base pelepasan plasenta -ase dimana plasenta menyempurnakan pemisahannya dari dindin! uterus dan lepas. 4idak ada hematom yan! terbentuk antara dindin! uterus den!an plasenta. 4erpisahnya plasenta disebabkan oleh kekuatan antara plasenta yan! pasi- den!an otot uterus yan! akti- pada tempat melekatnya plasenta( yan! men!uran!i permukaan tempat melekatnya plasenta. .kibatnya sobek di lapisan spon!iosa. 4) Base pen!eluaran dimana plasenta ber!erak meluncur. aat plasenta ber!erak turun( daerah pemisahan tetap tidak berubah dan se"umlah kecil darah terkumpul di dalam ron!!a rahim. Ini menun"ukkan bah3a perdarahan selama pemisahan plasenta lebih merupakan akibat( bukan sebab. Dama kala ti!a pada persalinan normal ditentukan oleh lamanya -ase kontraksi. &en!an men!!unakan ultrasono!ra-i pada kala ti!a( ,+% plasenta lepas dalam 3aktu satu menit dari tempat implantasinya. 4anda-tanda lepasnya plasenta adalah serin! ada semburan darah yan! mendadak( uterus men"adi !lobuler dan konsistensinya semakin padat( uterus menin!!i ke arah abdomen karena plasenta yan! telah ber"alan turun masuk ke 8a!ina( serta tali pusat yan! keluar lebih pan"an!. esudah plasenta terpisah dari tempat melekatnya maka tekanan yan! diberikan oleh dindin! uterus menyebabkan plasenta meluncur ke arah ba!ian ba3ah rahim atau atas 8a!ina. )adan!kadan!( plasenta dapat keluar dari lokasi ini oleh adanya tekanan inter-abdominal. =amun( 3anita yan! berbarin! dalam posisi terlentan! serin! tidak dapat men!eluarkan plasenta secara spontan. $mumnya( dibutuhkan tindakan arti-isial untuk
17

menyempurnakan persalinan kala IE. 0etode yan! biasa diker"akan adalah den!an menekan secara bersamaan den!an tarikan rin!an pada tali pusat. Baktor--aktor yan! mempen!aruhi pelepasan plasenta adalah )elainan dari uterus sendiri( yaitu anomali dari uterus atau ser8iks> kelemahan dan tidak e-ekti-nya kontraksi uterus( kontraksi yan! kuat dari uterus( serta pembentukan constriction rin!. )elainan dari plasenta( misalnya plasenta letak rendah atau plasenta pre8ia dan adanya plasenta akreta. )esalahan mana"emen kala ti!a persalinan( seperti manipulasi dari uterus yan! tidak perlu sebelum ter"adinya pelepasan dari plasenta menyebabkan kontraksi yan! tidak ritmik( pemberian uterotonik yan! tidak tepat 3aktunya yan! "u!a dapat menyebabkan ser8iks kontraksi dan menahan plasenta> serta pemberian anestesi terutama yan! melemahkan kontraksi uterus. E. Diagn!sa a. .namnesis meliputi pertanyaan tentan! periode prenatal( meminta in-ormasi men!enai episode perdarahan postpartum sebelumnya( paritas( serta ri3ayat multipel -etus dan polihidramnion. erta ri3ayat pospartum sekaran! dimana plasenta tidak lepas secara spontan atau timbul perdarahan akti- setelah bayi dilahirkan. b. c. Pada pemeriksaan per8a!inam( plasenta tidak ditemukan di dalam kanalis ser8ikalis tetapi secara parsial atau len!kap menempel di dalam uterus. Pemeriksaan Penun"an! 1. %itun! darah len!kap1 untuk menentukan tin!kat hemo!lobin (%b) dan hematokrit (%ct)( melihat adanya trombositopenia( serta "umlah leukosit. Pada keadaan yan! disertai den!an in-eksi( leukosit biasanya menin!kat. /. 0enentukan adanya !an!!uan koa!ulasi den!an hitun! Protrombin 4ime (P4) dan .cti8ated Partial 4romboplastin 4ime (.P44) atau yan! sederhana den!an :lottin! 4ime (:4) atau 'leedin! 4ime ('4). Ini pentin! untuk menyin!kirkan perdarahan yan! disebabkan oleh -aktor lain.

18

$. Tan%a %an &ejala Retensi! Plasenta 1. Plasenta .kreta Parsial A eparasi a. )onsistensi uterus kenyal b. 4B$ setin!!i pusat c. 'entuk uterus discoid d. Perdarahan sedan! ? banyak e. 4ali pusat ter"ulur seba!ian -. ;stium uteri terbuka !. h. eparasi plasenta lepas seba!ian yok serin!

/. Plasenta Inkarserata a. )onsistensi uterus keras b. 4B$ / "ari ba3ah pusat c. 'entuk uterus !lobular d. Perdarahan sedan! e. 4ali pusat ter"ulur -. ;stium uteri terbuka !. h. eparasi plasenta sudah lepas yok "aran!

*. Plasenta Inkreta a. )onsistensi uterus cukup b. 4B$ setin!!i pusat c. 'entuk uterus discoid d. Perdarahan sedikit A tidak ada e. 4ali pusat tidak ter"ulur -. ;stium uteri terbuka !. eparasi plasenta melekat seluruhnya h. yok "aran! sekali( kecuali akibat in8ersio oleh tarikan kuat pada tali pusat. (Pra3irohard"o( . /00/ 1 17,)

19

&. Penatalaksanaan Penan!anan retensio plasenta atau seba!ian plasenta adalah1 1. #esusitasi. Pemberian oksi!en 100%. Pemasan!an IE-line den!an kateter yan! berdiameter besar serta pemberian cairan kristaloid (sodium klorida isotonik atau larutan rin!er laktat yan! han!at( apabila memun!kinkan). 0onitor "antun!( nadi( tekanan darah dan saturasi oksi!en. 4rans-usi darah apabila diperlukan yan! dikon-irmasi den!an hasil pemeriksaan darah. /. *. 4. &rips oksitosin (oFytocin drips) /0 I$ dalam 700 ml larutan #in!er laktat atau =a:l 0.+% (normal saline) sampai uterus berkontraksi. Plasenta coba dilahirkan den!an 'randt .ndre3s( "ika berhasil lan"utkan den!an drips oksitosin untuk mempertahankan uterus. <ika plasenta tidak lepas dicoba den!an tindakan manual plasenta. Indikasi manual plasenta adalah1 Perdarahan pada kala ti!a persalinan kuran! lebih 400 cc( retensio plasenta setelah *0 menit anak lahir( setelah persalinan buatan yan! sulit seperti -orsep tin!!i( 8ersi ekstraksi( per-orasi( dan dibutuhkan untuk eksplorasi "alan lahir( tali pusat putus. 7. <ika tindakan manual plasenta tidak memun!kinkan( "arin!an dapat dikeluarkan den!an tan! (cunam) abortus dilan"utkan kureta!e sisa plasenta. Pada umumnya pen!eluaran sisa plasenta dilakukan den!an kuretase. )uretase harus dilakukan di rumah sakit den!an hati-hati karena dindin! rahim relati- tipis dibandin!kan den!an kuretase pada abortus. 6. 7. etelah selesai tindakan pen!eluaran sisa plasenta( dilan"utkan den!an pemberian obat uterotonika melalui suntikan atau per oral. Pemberian antibiotika apabila ada tanda-tanda in-eksi dan untuk pence!ahan in-eksi sekunder. H. '!m"likasi Plasenta harus dikeluarkan karena dapat menimbulkan bahaya 1 1. Perdarahan 4er"adi terlebih la!i bila retensio plasenta yan! terdapat sedikit perlepasan hin!!a kontraksi memompa darah tetapi ba!ian yan! melekat membuat luka tidak menutup. /. In-eksi )arena seba!ai benda mati yan! tertin!!al di dalam rahim menin!katkan pertumbuhan bakteri dibantu den!an port dGentre dari tempat perlekatan plasenta.
20

*.

4er"adi polip plasenta seba!ai massa proli-erati8e yan! men!alami in-eksi sekunder dan nekrosis &en!an masuknya muta!en( perlukaan yan! semula -isiolo!ik dapat berubah men"adi

patolo!ik (displastik-diskariotik) dan akhirnya men"adi karsinoma in8asi-. mikro in8asi8e atau in8asi8e( proses ke!anasan akan

ekali men"adi terus.

ber"alan

el ini tampak abnormal tetapi tidak !anas. Para ilmu3an yakin bah3a beberapa perubahan abnormal pada sel-sel ini merupakan lan!kah a3al dari seran!kaian perubahan yan! ber"alan lambat( yan! beberapa tahun kemudian bisa menyebabkan kanker. )arena itu beberapa perubahan abnormal merupakan keadaan prekanker( yan! bisa berubah men"adi kanker. yok haemora!ik (0anuaba( I@'. 1++, 1 *00) I. Tera"i 4erapi yan! dilakukan pada pasien yan! men!alami retensio plasenta adalah seba!ai berikut 1 1. 'ila tidak ter"adi perdarahan perbaiki keadaan umum penderita bila perlu misal1 in-us atau trans-usi( pemberian antibiotika( pemberian antipiretika( pemberian .4 . )emudian dibantu den!an men!oson!kan kandun! kemih. Dan"utkan memeriksa apakah telah ter"adi pemisahan plasenta den!an cara )lein( )ustner atau trassman. /. 'ila ter"adi perdarahan lepaskan plasenta secara manual( "ika plasenta den!an pen!eluaran manual tidak len!kap dapat disusul den!an upaya kuretase. 'ila plasenta tidak dapat dilepaskan dari rahim( misal plasenta incretaApercreta( lakukan hysterectomia. :ara untuk melahirkan plasenta1 1. /. &icoba men!eluarkan plasenta den!an cara normal 1 4an!an kanan penolon! mere!an!kan tali pusat sedan! tan!an yan! lain mendoron! rin!an. Pen!eluaran plasenta secara manual (den!an narkose) 0elahirkan plasenta den!an cara memasukkan tan!an penolon! kedalam ca8um uteri( melepaskan plasenta dari insertio dan men!eluarkanya. *. 'ila ostium uteri sudah demikian sempitnya( sehin!!a den!an narkose yan! dalam pun tan!an tak dapat masuk( maka dapat dilakukan hysterectomia untuk melahirkan plasentanya. #. Manual Plasenta
21

0anual Plasenta merupakan tindakan operasi kebidanan untuk melahirkan retensio plasenta. 4eknik operasi manual plasenta tidaklah sukar( tetapi harus diperkirakan ba!aimana persiapkan a!ar tindakan tersebut dapat menyelamatkan "i3a penderita. )e"adian retensio plasenta berkaitan den!an 1 1. /. *. @randemultipara den!an implantasi plasenta dalam bentuk plasenta adhesi8e dan plasenta akreta serta Plasenta inkreta dan plasenta perkreta. 0en!!an!!u kontraksi otot rahim dan menimbulkan perdarahan. #etensio plasenta tanpa perdarahan dapat diperkirakan 1 a. &arah penderita terlalu banyak hilan!. b. )eseimban!an baru berbentuk bekuan darah( sehin!!a perdarahan tidak ter"adi. c. )emun!kinan implantasi plasenta terlalu dalam. 0anual Plasenta den!an se!era dilakukan1 1. /. *. 4. 4erdapat ri3ayat perdarahan postpartum berulan!. 4er"adi perdarahan postpartum melebihi 400 cc Pada pertolon!an persalinan den!an narkoba. Plasenta belum lahir setelah menun!!u selama seten!ah "am. 0anual Plasenta dalam keadaan darurat den!an indikasi perdarahan di atas 400 cc dan ter"adi retensio plasenta (setelah menun!!u 5 "am). sehin!!a mendapat pertolon!an yan! adekuat. &alam melakukan ru"ukan penderita dilakukan persiapan den!an memasan! in-use dan memberikan cairan dan dalam persalinan diikuti oleh tena!a yan! dapat memberikan pertolon!an darurat. Pr!se%ur Plasenta Manual )eadaan umum penderita diperbaiki sebesar mun!kin( atau diin-us =a:l atau #in!er Daktat. .nestesi diperlukan kalau ada constriction rin! den!an memberikan suntikan dia9epam 10 m! intramuskular. .nestesi ini ber!una untuk men!atasi rasa nyeri. Penetrasi )e )a8um $teri 1. 'erikan sedati- dan anal!etik melalui karet in-use. /. ebelum men!er"akan manual plasenta( penderita disiapkan pada posisi litotomi. kiri) mere!an! tali pusat( tan!an yan! lain (tan!an kanan) den!an "ari-"ari dikuncupkan membentuk kerucut
22

eandainya masih terdapat

kesempatan penderita retensio plasenta kdapat dikirim ke puskesmas atau rumah sakit

*. ;perator berdiri atau duduk dihadapan 8ul8a den!an salah satu tan!annya (tan!an

4. Dakukan kateterisasi kandun! kemih. a) Pastikan kateter masuk kedalam kandun! kemih den!an benar b) :abut kateter setelah kandun! kemih dikoson!kan. 7. <epit tali pusat den!an kocher kemudian te!akan tali pusat se"a"ar lantai. 6. 7. ,. ecara obstetrik masukkan satu tan!an (pun!!un! tan!an ke ba3ah) kedalam 8a!ina den!an menelusuri tali pusat ba!ian ba3ah. etelah tan!an mencapai pembukaan ser8iks( minta asisten untuk meme!an! kocher kemudian tan!an lain penolon! menahan -undus uteri. ambil menahan -undus uteri( masukan tan!an ke dalam ka8um uteri sehin!!a mencapai tempat implantasi plasenta. +. 'uka tan!an obstetric men"adi seperti memberi salam (ibu "ari merapat ke pan!kal "ari telun"uk). 0ere!an! tali pusat den!an "ari-"ari membentuk kerucut den!an u"un! "ari menelusuri tali pusat sampai plasenta. <ika pada 3aktu mele3ati ser8iks di"umpai tahanan dari lin!karan keke"an!an (constrition rin!)( ini dapat diatasi den!an men!emban!kan secara perlahan-lahan "ari tan!an yan! membentuk kerucut tadi. ementara itu( tan!an kiri diletakkan di atas -undus uteri dari luar dindin! perut ibu sambil menahan atau mendoron! -undus itu ke ba3ah. etelah tan!an yan! di dalam sampai ke plasenta( telusurilah permukaan -etalnya ke arah pin!!ir plasenta. Pada perdarahan kala ti!a( biasanya telah ada ba!ian pin!!ir plasenta yan! terlepas. Mele"as Plasenta %ari Din%ing Uterus a) 4entukan implantasi plasenta( temukan tepi plasenta yan! palin! ba3ah
1.

'ila berada di belakan!( tali pusat tetap di sebelah atas. 'ila diba!ian depan( pindahkan tan!an ke ba!ian depan tal pusat den!an pun!!un! tan!an men!hadap ke atas.

/.

'ila plasenta di ba!ian belakan!( lepaskan plasenta dari tempat implantasinya den!an "alan menyelipkan u"un! "ari di antara plasenta dan dindin! uterus( den!an pun!!un! tan!an men!ahadap ke dindin! dalam uterus.

*.

'ila plasenta di ba!ian depan( lakukan hal yan! sama (dindin! tan!an pada dindin! ka8un uteri) tetapi tali pusat berada di ba3ah telapak tan!an kanan.

b) )emudian !erakan tan!an kanan ke kiri dan kanan sambil ber!eser ke cranial sehin!!a semua permukaan maternal plasenta dapat dilepaskan. $"un! "ari menelusuri tali pusat( tan!an kiri diletakkan di atas -undus. 0elalui celah tersebut( selipkan ba!ian ulnar dari
23

tan!an yan! berada di dalam antara dindin! uterus den!an ba!ian plasenta yan! telah terlepas itu. &en!an !erakan tan!an seperti men!ikis air( plasenta dapat dilepaskan seluruhnya (kalau mun!kin)( sementara tan!an yan! di luar tetap menahan -undus uteri supaya "an!an ikut terdoron! ke atas. &en!an demikian( ke"adian robekan uterus (per-orasi) dapat dihindarkan. :atatan 1 ambil melakukan tindakan( perhatikan keadaan ibu lakukan penan!anan yann! sesuai bila ter"adi penyulit men!eluarkan plasenta. c) ementara satu tan!an masih berada di ka8um uteri( lakukan eksplorasi ulan!an untuk memastikan tidak ada ba!ian plasenta yan! masih melekat pada dindin! uterus. d) Pindahkan tan!an luar ke supra sim-isis untuk menahan uterus 0enarik plasenta ke luar (hindari percikan darah). e) diletakkan plasenta ke dalam tempat yan! telah disediakan. -) Dakukan sedikit pendoron!an uterus (den!an tan!an luar) ke dorsokranial setelah plasentalahir.0en!eluarkan plasenta !) etelah plasenta berhasil dikeluarkan( lakukan eksplorasi untuk men!etahui kalau ada ba!ian dindin! uterus yan! sobek atau ba!ian plasenta yan! tersisa. Pada 3aktu ekplorasi sebaiknya sarun! tan!an di!anti yan! baru. etelah plasenta keluar( !unakan kedua tan!an untuk memeriksanya( se!era berikan uterotonik (oksitosin) satu ampul intramuskular( dan lakukan masase uterus. Dakukan inspeksi den!an spekulum untuk men!etahui ada tidaknya laserasi pada 8a!ina atau ser8iks dan apabila ditemukan se!era di "ahit. <ika setelah plasenta dikeluarkan masih ter"adi perdarahan karena atonia uteri maka dilakukan kompresi bimanual sambil men!ambil tindakan lain untuk men!hetikan perdarahan dan memperbaiki keadaan ibu bila perlu. h) <ika tindakan manual plasenta tidak memun!kinkan( "arin!an dapat dikeluarkan den!an tan! (cunam) abortus dilan"utkan kuret sisa plasenta. Pada umumnya pen!eluaran sisa plasenta dilakukan den!an kuretase. )uretase harus dilakukan di rumah sakit den!an hatihati karena dindin! rahim relati- tipis dibandin!kan den!an kuretase pada abortus. etelah selesai tindakan pen!eluaran sisa plasenta( dilan"utkan den!an pemberian obat uterotonika melalui suntikan atau per oral. Pemberian antibiotika apabila ada tanda-tanda in-eksi dan untuk pence!ahan in-eksi sekunder. i) &ekontaminasi Pasca 4indakan .lat-alat yan! di!unakan untuk menolon! di dekontaminasi( termasuk sarun! tan!an yan! telah di !unakan penolon! ke dalam larutan antiseptic.
24

") :uci 4an!an Pascatindakan 0encuci kedua tan!an setelah tindakan untuk mence!ah in-eksi. Pera(atan Pas)a Tin%akan a) Periksa kembali tanda 8ital pasien( se!era lakukan tindakan dan instruksi apabila masih diperlukan. b) :atat kondisi pasien dan buat laporan tindakan di dalam kolom yan! tersedia. c) 'uat instruksi pen!obatan lan"utan dan hal-hal pentin! untuk dipantau. d) 'eritahukan pada pasien dan keluar!anya bah3a tindakan telah selesai tetapi pasien masih memerlukan pera3atan. <elaskan pada petu!as tentan! pera3atan apa yan! masih diperlukan( lama pera3atan dan apa yan! perlu dilaporkan (&i #umah akit)

25

BAB III PENUTUP A. 'esim"ulan Plasenta berbentuk bundar atau hampir bundar den!an diameter 17 sampai /0 cm dan tebal lebih kuran! /.7 cm. 'eratnya rata-rata 700 !ram. 4ali-pusat berhubun!an den!an plasenta biasanya di ten!ah (insertio sentralis). $mumnya plasenta terbentuk len!kap pada kehamilan lebih kuran! 16 min!!u den!an ruan! amnion telah men!isi seluruh ka8um uteri. 'ila diteliti benar( maka plasenta sebenarnya berasal dari seba!ian besar dari ba!ian "anin( yaitu 8ili koriales yan! berasal dari korion( dan seba!ian kecil dari ba!ian ibu yan! berasal dari desidua basalis. #etensio plasenta adalah belum lepasnya plasenta den!an melebihi 3aktu seten!ah "am. )eadaan ini dapat diikuti perdarahan yan! banyak( artinya hanya seba!ian plasenta yan! telah lepas sehin!!a memerlukan tindakan plasenta manual den!an se!era. B. Saran Penulis menyadari bah3a dalam penulisan dan pembuatan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan-kesalahan yan! perlu di perbaiki. ;leh karena itu kritik dan saran yan! memban!un dari berba!ai pihak san!at diharapkan.

26