Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN SEMENTARA PRAKTIKUM TEKNOLOGI BIOPROSES

IDENTITAS PRAKTIKAN Nama NIM Kelompok I. NAMA PERCOBAAN : Moh. Fauzi Hendrawan : 03111003100 : 1 (satu) : Pembuatan Medium

II. TUJUAN PERCOBAAN 1) Dapat membuat media untuk menumbuhkan dan mengembangbiakkan mikroba. 2) Mengetahui bentuk, susunan, dan sifat dari media 3) Mengetahui klasifikasi media pertumbuhan microbial III. DASAR TEORI Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Bioteknologi saat ini telah berkembang dengan pesat. Hal ini berkat dukungan dari ilmu yaitu: 1) Mikrobiologi Mikrobiologi memberikan sumbangan pada sifat-sifat biologi mikroba/ jasad renik, misalnya pada pembiakkan mikroba. 2) Genetika Kemajuan biologi tidak terlepas dari kemajuan genetika. Genetika memberikan pengetahuan tentang pewarisan sifat makhluk hidup dari suatu generasi ke generasi selanjutnya. 3) Biologi sel Biologi sel adalah cabang biologi yang mempelajari tentang sel. Pengetahuan tentang sifat-sifat dan struktur sel menunjang kemajuan biologi pada proses kultur sel, fusi sel, dan transpor materi pada sel 4) Teknik Kimia

5) Enzimologi 6) Biokimia Media adalah suatu substrat yang diperlukan untuk menumbuhkan dan mengembangbiakkan mikroba. Sedang media tersebut sebelum digumakan harus dalam keadaan steril, artinya tidak ditumbuhi oleh mikroba lain yang tidak diharapkan. Dalam menumbuhkan dan mengembangbiakkan mikroba diperlukan suatu substrat yang disebut media. Sedang media tersebut sebelum digunakan harus dalam keadaan steril. Artinya tidak terdapat mikroba yang lain yang tidak diharapkan. Susunan bahan, baik berbentuk bahan alami (seperti tauge, daging, telur, wortel, dan sebagainya) ataupun bahan buatan (berbentuk senyawa kimia, organik ataupun anorganik) yang diperlukan untuk pertumbuhan dan pengembangbiakkan mikroba dinamakan media. Medium merupakan tempat hidup, tempat tumbuh dan tempat berkembangbiaknya mikroba yang fungsinya menentukan isolasi, memperbanyak pengujian dan menghitung berapa banyak mikrobanya. Secara fisik medium mempunyai persyaratan sebagai berikut : 1) Harus mengandung nutrisi yang mudah digunakan mikroba. 2) Harus ada tekanan osmosa, pH, dan tegangan permukaan yang paling sesuai. 3) Medium tidak mengandung zat penghambat pertumbuhan organisme. 4) Medianya harus steril, artinya tidak ditumbuhi mikroba lain yang tidak diharapkan. 5) Media harus mengandung unsur hara untuk pertumbuhan dan

perkembangbiakkan mikroba. Susunan bahan medium dapat terbentuk dari bahan alami, seperti kentang, daging, dan kecambah dan dapat pula dari bahan buatan seperti bahan kimia. Sedangkan susunan, bentuk dan sifat medium itu sendiri ditentukan oleh senyawa penyusun medium, persentase campuran dan tujuan penggunaanya. Bentuk medium ditentukan oleh ada tidaknya penambahan zat pemadat seperti agar-agar, digunakan agar-agar batangan, gelatin dan sebagainya. Susunan medium disesuaikan dengan fungsi fisiolgis msing-masing unsur hara yang terdapat dalam medium.

Pembuatan medium dari agar kentang menggunkan dekstrosa yang fungsinya adalah mengubah senyawa kompleks ( karbohidrat ) menjadi senyawa yang lebih sederhana ( glukosa ).Pembuatan medium agar nutrisi dan agar kentang dekstrosa menggunakan sterilisasi uap air panas dan tekanan yaitu dengan menggunakan alat autoklaf. Tujuan dilakukan sterilisasi adalah untuk

membebaskan media dari kontaminasi mikroba yang tidak diinginkan. Autoklaf digunakan untuk mensterilkan bahan yang tahan pemanasan tinggi yang disertai dengan tekanan, dimana sushu yang dicapai adalah 121oC dan tekanan 15 lbs. Agar-agar yang digunakan adalan agar-agar batangan, dikarenakan agaragar tersebut mengandung bahan kimia lebih sedikit dibandingkan agar-agar bubuk. Bahan kimia yang terkandung dalam agar-agar dapat mempengaruhi laju pertumbuhan mikroba (menghambat). Sesuai dengan tujuannya, yaitu untuk dapat menumbuhkan dan mengembangbiakkan mikroba dengan baik. Untuk dapat melakukan hal tersebut diperlukan suatu substrat yang biasa disebut medium. Biasanya medium tersebut harus dalam keadaan steril sebelum digunakan, artinya medium tersebut tidak ditumbuhi oleh mikroba-mikroba lain yang tidak diharapkan sehingga tidak mengganggu pertumbuhan mikroba itu sendiri. Susunan bahan, baik itu bahan yang berbentuk alami (seperti tauge, daging, telur, wortel dan sebagainya) ataupun bahan buatan (berbentuk senyawa kimia, organik, maupun anorganik) yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan mikroba, dinamakan medium. Agar mikroba dapat tumbuh dan berkembang dengan baik maka didalam media diperlukan persyaratan tertentu yaitu: 1) Bahan didalam media harus terkandung semua unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan dan pengembangbiakkan mikroba. 2) Media harus mempunyai tekanan osmosa, tegangan permukaan dan pH sesauai dengan kebutuhan mikroba. Media harus dalam keadaan steril, artinya sebelum ditanami mikroba yang dimaksud tidak ditumbuhi oleh mikroba lain yang tidak diharapkan.

A. Bentuk, Susunan, Dan Sifat Dari Media a. Bentuk Bentuk, susunan, dan sifat media ditentukan oleh pemadat seperti agaragar, gelatin dan sebagainya, maka bentuk media dikenal ada tiga jenis, yaitu: 1) Media padat Kalau ke dalam media ditambahkan 12-15 gr tepung agar-agar per 1000 ml media. Jumlah tepung agar-agar yang ditambahkan tergantung jenis atau kelompok mikroba yang ditanamkan. Ada yang memerlukan kadar air tinggi, sehingga jumlah tepung agar-agar harus lebih rendah, tetapi ada pula yang memerlukan kandungan air rendah sehingga penambahan tepung agar-agar agak banyak. Media pada umumnya diperlukan ragi, bakteri, jamur dan kadang-kadang diperlukan juga mikroalga. 2) Media cair Kalau kedalam media tidak ditambahkan zat pemadat, biasanya media cair digunakan untuk mengembangbiakkan mikroalga tetapi juga mikroba lainnya juga terutama bakteri dan ragi. 3) Media Semi padat dan Semi cair Kalau penambaha zat pemadat hanya 50% atau kurang dari seharusnya. Ini umumnya diperlukan untuk mikroba yang memerlukan banyak kandungan air dan hidup anaerobik atau fakultatif. b. Susunan Sesuai dengan fungsiologis dari masing-masing unsur hara yang terdapat pada media, maka susuna media pada semua jenis-jenis mempunyai kesamaan isi yaitu: 1) Kandungan air 2) Kandungan nitrogen 3) Kandungan sumber energi/ unsur C 4) Kandungan vitamin Berdasarkan pada persyaratan tersebut susunan media dapat berbentuk: 1) Media Alami : Media yang disusun oleh bahan-bahan alami. Contoh yang paling banyak adalah telur untuk pertumbuhan dan perkembangan virus.

2) Media Semi Sintesis : Media yang tersusun oleh campuran bahan-bahan sintetis dan bahan-bahan alami, misalnya: kaldu nutrisi, tauge agar, wortel agar 3) Media Sintetik : Media yang disusun oleh senyawa kimia seperti media untuk pertumbuhan dan pengembangbiakkan bakteri Clostridium. c. Sifat Penggunaan mikroba bukan hanya pertumbuhan dan pengembangbiakkan mikroba, tetapi juga untuk tujuan lain, yaitu untuk isolasi, seleksi, evaluasi, dan diferensiasi biakkan yang didapatkan. Berdasarkan pada sifat-sifatnya media dibedakan menjadi: 1) Media Umum Media ini digunakan untuk perkembangbiakkan dan pertumbuhan satu atau lebih mikroba secara umum. Seperti kaldu nutrisi untuk bakteri. Contoh: agar nutrisi untuk bakteri, agar tauge atau agar kentang desktrose untuk jamur. 2) Media pengaya Media ini dipergunakan dengan maksud memberi kesempatan kepada suatu jenis mikroba untuk tumbuh dan berkembang lebih cepat dari jenis lainnya yang sama berada dalam satu bahan, misalnya: kaldu lelenit. 3) Media selektif Media yang hanya ditumbuhi oleh satu atau lebih mikroba tertentu tetapi mematikan untuk jenis-jenis lainnya. Contoh : Agar ENDO, agar SS, dan lainlain. 4) Media Diferensiasi Medium yang dapat ditumbuhi semacam organisme dengan memberi ciri tertentu. Mikroorganisme tersebut mampu menguraikan salah satu bahan pembuat medium dimana mikroorganisme lain yang sama-sama tumbuh disitu tidak mampu. Contoh: agar darah, agar cesin, metilen biru dan lainnya. 5) Media Penguji Media untuk pengujian senyawa tertentu dengan bantuan mikroba. 6) Media Perhitungan Media untuk menghitung jumlah mikroba pada suatu bahan.

Mensterilkan cukup dengan cara mendidihkan medium tersebut, selama beberapa jam, maka semua benih kehidupan kan mati. Hal ini dilakukan oleh Spallanzani (1729-1788), untuk membuktikan tidak mungkin abioginesis. Beberapa Cara Untuk Mensterilkan Medium: 1) Tyndalisasi Mendidihkan medium dengan uap dalam beberapa menit. Diamkan selama 1 hari, spora akan tumbuh menjadi bakteri vegetatif dan medium didihkan lagi beberapa menit. Pada hari ketiga medium tersebut didihkan lagi, dengan jalan inilah diperoleh medium steril. 2) Autoklaf Yaitu alat serupa tangki minyak yang diisi uap. Medium yang akan disterikan ditempatkan dalam autoklaf selama 15-20 menit, tergantung banyaknya medium. Medium yang disterilkan sebaiknya diletakkan didalam botol agak kecil, setelah pintu autoklaf ditutup rapat, barulah pipa kran uap dibuka dan temperatur akan naik sampai 121oC. Setelah cukup waktu, kran uap ditutup, suhu mulai turun sedikit demi sedikit. Autoklaf dibuka secara perlahan bila thermometer telah menunjukan angka nol, setelah dingin dikeluarkan dari autoklaf dan setelah stabil disimpan dalam lemari es. 3) Penyaringan (filterisasi) Medium disaring dengan saringan porselin, maka zat organik tidak mengalami penguraian sama sekali, sehabis penyaringan medium masih perlu dipanasi dialam autoklaf meskipun tidak selama 15 menit dan temperature 121oC. Penyaringan dengan saringan yang terbuat dari asbes karena mudah dibersihkan. d. Penyimpanan medium Sebelum digunakan, medium yang sudah disterilkan, baik medium cair maupun medium padat bisa disimpan didalam tabung-tabung gelas berupa Erlenmeyer atau tabung reaksi sebanyak 10-15 ml untuk agar diri nantinya diperlukan untuk mengisi cawan petri, atau sebanyak 5-7 ml untuk membuat agar miring yang nantinya diperlukan untuk menanam biakkan Agar miring dibuat dengan cara memiringkan tabung reaksi yang berisi medium setelah disterilkan sebelum medium menjadi padat.

e. Fungi atau jamur Fungi merupakan organisme yang tidak berklorofil, sehingga bersifat heterotrof. Ada yang satu sel ada pula yang multi sel. Fungi berkembangbiak dengan dua cara yaitu : a. Tidak Kawain (aseksual), dengan spora, didi, fragmentasi, dan dengan konidium. b. Kawin (seksual), dengan konjugasi, askospora atau basidiospora. Fungi termasuk divisi Thallophyta, terbagi atas lima kelas : 1) Myxomycetes (jamur lendir) 2) Phycomyetes 3) Ascomycetes 4) Basidiomycetes 5) Deuteromycetes f. Bakteri Sifat-sifat bakteri: a) Merupakan mahluk hidup bersel satu. b) Tidak mempunyai klorofil, karena itu pada umumnya bakteri bersifat haterotrof. c) Bakteri terdapa di udara, di air, di darat baik sebagai sapropit maupun parasit. d) Inti selnya mempunyai selaput inti atau karioteka dan termasuk filum schyzophyta. e) Berkembang biak dengan cara kawin (membelah diri) dan secara tak kawin (konjugasi). Pengelompokan bakteri berdasarkan bentuknya : 1) Kokus, yaitu bakteri yang berbentuk bulat. Diplokokus Tetrakokus Streptokokus Stafilokokus Sarcina : bila bergandengan dua-dua : bila berbentuk bujur sangkar : bila berbentuk rantai : bila bergerombol : bila bergorombol

2) Basil (Bacillus), yaitu bakteri yang berbentuk batang

Monobasilus Diplobasilus Streptobasilus

: bila hidup satu-satu atau tunggal : bila bergandengan dua-dua : bila membentuk rantai

3) Spiral, yaitu bakteri yang berbentuk bengkok atau lengkung, termasuk yang berbentuk koma (vibrion) Bentuk tubuh / morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, medium dan usia. Oleh karena itu untuk membandingkan bentuk serta ukuran bakteri, kondisinya harus sama. Pada umumnya bakteri yang usianya lebih muda ukurannya relatif lebih besar daripada yang sudah tua. Pengelompokan Bakteri Berdasarkan Cara Hidupnya : 1) Bakteri Heterotrof : Hidupnya tergantung dengan makhluk hidup lain. 2) Bakteri Autotrof : Makanan dengan energi kimia. 3) Fotoautotrof : Makanan dengan cara matahari. g. Contoh aplikasi Media yang banyak digunakan dalam pekerjaan rutin di laboratorium ialah kaldu cair dan kaldu agar. Medium ini tersusun daripada : a) Kaldu bubuk 3 g b) Pepton 5 g c) Air suling 1000 g d) Jika diperlukan medium padat, maka ditambahkan 15 g agar. Jika tidak ada kaldu bubuk, bahan itu dapat diganti dengan rebusan daging yang diperoleh sebagai berikut: ambil barang 0,5 kg daging yang tidak berlemak, rendam dalam 1.000 ml air suling semalam dalam almari es. Paginya buanglah lemak vang mungkin terdapat mengapung di permukaan air. Kemudian saring suspensi lewat kain kasa yang halus. Tambahkan air suling kepada filtrat sehingga volume menjadi 1 liter lagi. Kepada medium ini ditambahkan 5 g pepton dan lainlainnya yang diperlukan, lalu panasi suspensi sampai 100oC selama 20 menit. Akhirnya tuangkanlah suspensi lewat kertas saring, dan tambahkan air suling lagi sehingga volume tetap 1 liter. Medium ini perlu disterilkan dahulu sebelum digunakan untuk memiara bakteri. juga keasaman medium perlu diatur, biasanya pH 7. Mikroba seperti makhluk hidup lainnya memerlukan nutrisi pertumbuhan.

Pengetahuan akan nutrisi pertumbuhan ini akan membantu di dalam mengkultivasi, mengisolasi dan mengidentifikasi mikroba. Mikroba memiliki karakteristik dan ciri yang berbeda-beda di dalam persyaratan pertumbuhannya. Ada mikroba yang bisa hidup hanya pada media yang mengandung sulfur dan ada pula yang tidak mampu hidup dan seterusnya. Karakteristik persyaratan pertumbuhan mikroba inilah yang menyebabkan bermacam-macamnya media penunjang pertumbuhan mikroba. Klasifikasi media pertumbuhan mikrobila terangkum dalam tabel di bawah ini : Tabel 1 : Klasifikasi media pertumbuhan microbial KLASIFIKASI NAMA/SEBUTAN Alamiah Sumber Nutrien Buatan/Artifisial Padat-Ireversibel Campuran zat kimia Serum darah terkoagulasi Keadaan Fisik Padat-Reversibel Setengah padat Cair Agar nutrien Agar lunak Kaldu nutrien CONTOH Susu, kaldu

Kompleks (komposisi unknown) Agar nutrien Komponen Kimiawi penyusun Kimiawi-Sintetik (komposisi known) Enrichment Media (media diperkaya) Persyaratan nutrisi Differential media (Media bakteri diferensial) Selected Media (media terpilih) Test Media (media uji) Agar deoksikolat Media uji Vit B12 Agar Eosin-biru metilen Amonium sulfat, medium garam, glukosa. Kaldu Infusi Jantung

Keterangan : 1) Ireversibel = Sifat tidak dapat kembali lagi ke fase semula. Seperti darah yang telah berkoagulasi (menggumpal) tidak dapat lagi kembali menjadi darah cair. 2) Reversibel = Sifat yang dapat kembali ke fase semula setelah perubahannya. Seperti agar yang dapat memadat apabila didinginkan dan dapat mencair kembali apabila dipanaskan lagi. 3) Enrichment Media = Media yang dapat menunjang pertumbuhan bakteri yang rewel, yaitu bakteri yang memiliki persyaratan untuk tumbuh yang rumit. Bakteri ini tidak dapat tumbuh pada media biasa karena membutuhkan beberapa nutrisi pengaya yang dapat menyokong pertumbuhannya. 4) Differential Media = Media yang digunakan untuk membedakan bentuk dan karakter koloni bakteri yang tumbuh. Beberapa bakteri dapat tumbuh di dalam media ini, tetapi hanya beberapa jenis saja yang mempunyai penampilan pertumbuhan yang khas. Media ini berguna untuk isolasi dan identifikasi bakteri. 5) Selected Media = Media pertumbuhan yang terpilih dan khusus, maksudnya media ini dapat menghambat pertumbuhan tipe mikroba lain namun membiarkan tipe mikroba lain dapat tumbuh. Media ini sangat berguna untuk identifikasi. 6) Test Media = Media yang digunakan untuk mengukur secara kuantitatif suatu vitamin maupun antibiotik.

IV. ALAT DAN BAHAN Alat : a) Tabung reaksi b) Pipet tetes c) Kompor listrik Bahan : a) Kentang yang bagus b) Agar-agar c) Dekstrose d) Air suling V. PROSEDUR PERCOBAAN 1) Agar Kentang Dekstrosa (AKD) / Potato Dekstrose Agar (PDA) untuk menumbuhkan jamur. a) Cucilah kentang kemudian dipotong-potong kecil dan masak selama 1 jam. Volume air dijaga supaya tetap dengan menambahkan air suling. b) Saringlah kentang yang telah dimasak tadi dan masukan dekstrose ke dalam filtrat kentang serta agar-agar sampai larut dengan baik. c) Tuangkan ke dalam tabung sesuai dengan kebutuhan, sumbatkan dengan kapas. d) Sterilkan dalam Autoklaf (121C/ 15 lbs) selama 15 menit 2) Sterilisasi dengan Autoklaf a) Isi autoklaf dengan air suling sebanyak 3 5 liter, panaskan sampai semua udara keluar dari Autoklaf b) Siapkan alat/ bahan yang akan disterilkan dan letakan pada rak dari Autoklaf c) Masukan rak tersebut ke dalam Autoklaf, tutup rapat kecuali klep udara supaya udara yang mungkin masih ada dalam Autoklaf dapat keluar, karena jika dalam Autoklaf masih ada udara sedangkan klep sudah ditutup rapat, maka sterilisasi tidak dapat mencapai suhu dan tekanan yang diharuskan (121C/15 lbs). d) Autoklaf e) Spatula