Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN KASUS FRAKTUR IMPRESI TEMPOROPARIETAL SINISTRA DAN INTRASEREBRAL HEMORAGIC SINISTRA

Oleh: Fahmi anshori H A !!" ! #

Pem$im$in%: &r' Bam$an% Pri(an)o* S+'BS

DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITERAAN KLINIK MAD,A BAGIAN - SMF BEDAH RUMAH SAKIT UMUM PRO.INSI NTB FAKULTAS KEDOKTERAN UNI.ERSITAS MATARAM

/!

HALAMAN PENGESAHAN

Judul Laporan kasus

:Fraktur Impresi Temporoparietal Sinistra Dan Intraserebral Hemoragic Sinistra

Nama Mahasis a NIM Fakultas

: Fahmi !nshori : H"!##$#"% : &edokteran 'N(!M

Laporan kasus ini telah diterima sebagai salah satu s)arat untuk mengikuti u*ian &epaniteraan &linik Mad)a pada +agian, SMF +edah (umah Sakit 'mum -ro.insi Nusa Tenggara +arat, Fakultas &edokteran 'ni.ersitas Mataram

Mataram/ #0 Desember 2#"" Dosen -embimbing

Dr1 +ambang -ri)anto Sp1+S

LAPORAN KASUS

A' I&en)i)as Pasien a1 Nama b1 Jenis &elamin c1 'mur d1 !lamat e1 -eker*aan 21 Tanggal M(S : an1 alma : perempuan : $ tahun : babakan : -ela*ar : % oktober 2#""

g1 Tanggal pemeriksaan : 3 4ktober 2#"" h1 (M : 256$"6%%

' Anamnesa Kel0han U)ama : n)eri kepala : 4s datang dengan keluhan n)eri kepala setelah

Ri1a(a) Pen(a2i) Se2aran%

terkena lemparan batu1 N)eri kepala dirasakan berkurang bila os berbaring dan bertambah bila os duduk atau berdiri1 Setelah di ru*uk ke (S'- NT+1 Setelah ke*adian itu pasien diketahui sempat pingsan 7 " *am dan tidak ingat ke*adian/ perdarahan akti2 keluar dari luka di kepalan)a diba a ke puskesmas/ di*ahit dan diperbolehkan pulang1 &arena perdarahan masih akti2 penderita diba a kembali ke puskesmas dan diru*uk ke (S' kota Mataram/ dan diru*uk ke (S'- NT+ dan penderita muntah6muntah1 Muntah berisi cairan dan makanan/ darah disangkal1 Tidak ada demam maupun ke*ang setelah ke*adian1 +aru keesokan harin)a pasien diru*uk di (S'- NT+1 MOI : pasien terkena lemparan batu langsung mengenai kepalan)a1 8

Ri1a(a) Pen(a2i) Dah0l0

:1 (i a)at trauma kepala sebelumn)a disangkal

oleh keluarga pasien1 +ila os terluka biasan)a luka cepat men)embuh1 (i a)at pen)akit asma 96:/ ri a)at pen)akit *antung ba aan 96:/ ri a)at alergi 96: Ri1a(a) Pen(a2i) Kel0ar%a : (i a)at pen)akit tekanan darah tinggi 96:/

epilepsi 96:/ perdarahan )ang sulit sembuh 96:1

/' Pemeri2saan Fisi2 I' S)a)0s Generalis &eadaan umum &esadaran ;<S Tekanan darah Nadi (espirasi Suhu : sedang : gelisah : =8>8M$ : ""#,3# mmHg : ""#?,menit/ irama teratur/ kuat angkat : 23?,menit : %$/@A<

II' Pemeri2saan Fisi2 Um0m a' Ke+ala 6 Ke+ala :

6 Tampak .ulnus appertum pada regio 2rontoparietal sinistra dengan ukuran 7 %?" cm/ serpihan tulang 96:/ cairan <SS 96:/ parenkim otak 96: luka kotor dengan perdarahan akti2/ pada palpasi didapatkan cekungan di daerah luka/ de2ormitas 96:1 6 Ma)a : kon*ungti.a anemis 6,6/ sklera ikterik 6,6/ re2leks pupil B,B/ 5

isokor/ bentuk regular/ +rill hematom 6,6/ edema palpebra superior 6,6 6 Hi&0n% 6 Telin%a b1 Leher 3' Thora2s : de2ormitas 96:/ rhinorrhea 96: : otorrhea 6,6/ : *e*as 96:/ pembesaran &;+ 96:/ kaku kuduk 96: :

6 ins+e2si : pergerakan dinding dada kanan dan kiri simetris/ iktus kordis tampak/ 6 +al+asi : pergerakan dinding dada kanan dan kiri simetris/ n)eri tekan 96:/ krepitasi 96:/ iktus kordis teraba pada I<S > linea midkla.ikula sinistra 6 +er20si : sonor pada kedua lapang paru $a)as 4an)0n%: kanan : I<S I>6> linea parasternalis de?tra kiri : I<S > linea midkla.ikularis sinistra

atas : I<S II ba ah : I<S > 6 a0s20l)asi : <or S"S2 tunggal regular/ murmur 96:/ gallop 96: -ulmo suara napas .esikuler B,B/ rhonki B,6/ heeCing 6,6 &' A$&omen : 6 ins+e2si : distensi 96:/ massa 96:/ hematom 96:/ 6 a0s20l)asi : bising usus 9B: normal/ bising aorta 96: 6 +al+asi : supel/ de2ans muskuler 96:/ n)eri tekan 96:/ massa 96:/ hepar dan

lien tidak teraba/ pemeriksaan bimanual gin*al tidak teraba 6 +er20si : timpani

e' E2s)remi)as 6 edema 96: 6 akral hangat 9B: 6 pergerakan 9B:/ de2ormitas 96:/ a1radialis teraba kuat angkat/ !1dorsalis pedis teraba kuat angkat1 5' s)a)0s ne0rolo%is ner.us I : normal ner.us II : normal .isus 4DS $,$# bed side "1 re2leks pupil : isokor 4DS 5,5 mm/ bentuk reguler 21 persepsi arna : ischihara test : normal %1 lapang pandang : test kon2rontasi : normal Ner.us III/ I>/ >I : normal Ner.us III le.ator palpebra : normal

Ner.us > i1 Sensibilitas : N>" : normal N>2 : normal N>% : normal ii1 re2leks kornea : B iii1 Motorik : palpasi mukulus temporalis : normal -alpasi muskulus buccinator : normal Ner.us >II : motorik : m12rontalis m1orbikularis okuli m1orbikularis oris istrahat normal 3 normal normal

mimik

normal

normal

normal

Sensorik : pengecap 2,% lidah bagian depan : normal 6 Ner.us >III : pendengaran : normal Fungsi .estibularis : sde 6 Ner.us DI : memalingkan leher dengan,tanpa tekanan : normal Mengangkat bahu dengan,tanpa tekanan : normal 6 Ner.us ID,D : 9glossopharingeus,.agus: o -osisi arkus 2aring 9istirahat,mengeluarkan suara: : normal di tengah o o o o (e2leks menelan,muntah : positi2 (e2leks pengecap ",% bagian belakang :sde Suara : positi2 Takikardi,bradikardi : negati2

6 Ner.us DII o o o o o De.iasi lidah : saat istirahat 96:/ saat men*ulur 96: !tro2i : 96: Tremor : 96: Fasciculasi : 96: Disartria 9B:

6 Leher : kaku kuduk 96:/ kernig sign 96: (e2leks 2isiologis @

o +iseps : B ,B o Triseps : B ,B o &-( : B ,B o !-( : B,B

(er2leks patologis o +abinks) : 6,6 o <haddok : 6,6 o 4ppenheim : B,6 o Scae2er : B,6 o ;ordon : B,6 Motorik Superior De?tra -ergerakan &ekuatan otot Tonus otot +entuk otot Normal 8 Normal Normal Sinistra Normal 5 Normal Normal In2erior De?tra Normal 8 Normal Normal Sinistra Normal 5 Normal Normal

Sensorik

(aba halus : B normal -ropiosepti2 : B normal Diskriminasi : B normal -emeriksaan 2ungsi luhur o (eaksi emosi : terganggu o Intelegensia : baik o Fungsi bicara : baik o Fungsi psikomotorik : baik o Fungsi psikosensorik : baik

B' Res0me -asien perempuan umur $ tahun alamat babakan datang dengan keluhan n)eri kepala/ n)eri kepala muncul paska terkena lemparan batu/ pasien *uga mengeluhkan keluar darah dari luka trauma dan cukup ban)ak1 Mual muntah paska trauma *uga dikeluhkan pasien seban)ak 8 kali dan disertai tidak sadarkan diri paska trauma sekitar 7 " *am1 -asien *uga mengalami amnesia retrograd1 Dari hasil pemeriksaan 2isik didapatkan .ulnus appertum dengan ukuran %?" cm regio 2rontoparietal sinistra dengan perdarahan akti2 paska trauma1 Dari pemeriksaan 2isik didapatkan ;<S =8>8M$1 Ner.us I6DII dalam batas normal1 (e2leks 2isiologis kanan 9B: meningkat dan re2leks patologis kanan 9B:/ dari pemeriksaan motorik didapatkan hemiparese dekstra/ 2ungsi bicara didapatkan a2asia motorik parsial1 Sensorik pasien dalam batas normal

C' Dia%nosis

"#

<4S >ulnus appertum regio 2rontoparietal sinistra D' Dia%nosis Ban&in% 6 Fraktur depresi 6 =pidural hematom 6 Subdural hematom 6 Subarachnoid hemorrhage 6 Intracerebral hemorrhage 6 Higroma subdural

E' Plannin% "1 Diagnostik 6 Foto (Entgen kepala 6 <T6scan kepala 6 -emeriksaan darah lengkap 21 Terapi 6 menurunkan tekanan intrakranial: manitol #/56" g,kg++ bolus dan rumatan #/25 gr,kg++ 6 cairan: (L 2# tpm 6 antibiotik : ce2tria?on "## mg,kg++

6 neuroprotektor : piracetam @# mg,kg++,hari 6 &utoin "#62# mg,kg++, ""

6 4perati2 : craniotom)

%1 Monitoring 6 keluhan/ .ital sign/ status neurologis/ dan luka post &LL F' Pro%nosis Dubia ad bonam

G' Hasil CT6s3an 2e+ala

"2

TIN7AUAN PUSTAKA

PERDARAHAN INTRASEREBRAL 8 FRAKTUR IMPRESI

A' De5inisi intraserebral atau intraparenkim hematoma adalah area perdarahan )ang homogen dan kon2luen )ang terdapat di dalam parenkim otak 9sade o dkk/ 2#"":1 Fraktur impresi adalah 2raktur dengan penekanan ke rongga dalam otak )ang diakibatkan oleh adan)a kontak bentur pada kepala 9sat)anegara/ 2#"#:1

B' e)iolo%i intraserebral hematoma bukan disebabkan oleh benturan antara parenkim otak dengan tulang tengkorak/ tetapi disebabkan oleh ga)a akselerasi dan deselerasi akibat trauma )ang men)ebabkan pecahn)a pembuluh darah )ang terletak lebih dalam/ )aitu di parenkim otak atau pembuluh darah kortikal dan subkortikal 2raktur impresi tulang kepala ter*adi akibat benturan dengan tenaga besar )ang langsung mengenai tulang kepala pada area )ang kecil1 Fenomena kontak bentur di

"%

sini lebih ter2okus dan lebih padat serta melebihi kapasitas elastisitas tulang tengkorak 9sat)anegara/ 2#"#:1

Ana)omi "1 &ulit kepala &ulit kepala terdiri atas lima lapisan/ )aitu: a1 &ulit 9Skin: b1 Jaringan ikat pen)ambung 9Connective tissue: c1 ;alea aponeurotika 9Aponeurosis: d1 Jaringan ikat longgar 9Loose areolar tissue: e. Pericranium 21 <ranium <ranium merupakan tulang pen)usun kepala1 Terdapat dua bagian cranium/ )aitu neurocranium dan viscerocranium1 Neurocranium terdiri atas cal.aria dan basis cranii1 +agian eksternal basis cranii terdiri atas arcus al.eolaris os ma?illa/ processus palatina os ma?illa/ os palatum/ os sphenoidalis/ .omer/ temporal/ dan os occipital1 +agian internal basis cranii terdiri atas tiga 2ossa cranial/ )aitu 2ossa anterior/ 2ossa media/ dan 2ossa posterior1 Fossa anterior terdiri atas os 2rontalis pada bagian anterior dan lateral/ os ethmoidalis pada bagian tengah/ dan os sphenoidalis pada bagian posterior1 +agian terbesar pada 2ossa anterior dibentuk oleh orbital plates os 2rontalis/ )ang men)okong lobus 2rontal cerebri dan membentuk atap orbita1 Fossa media terdiri atas sella tursica )ang terletak pada permukaan atas corpus os sphenoidalis1 Fossa posterior merupakan 2ossa cranii )ang terbesar dan terdalam1 Di dalamn)a terdapat cerebellum/ pons/ dan medulla oblongata1 Fossa posterior sebagian besar terdiri atas os occipital dan sebagian kecil dibentuk oleh os sphenoidalis dan os temporalis1 -ada 2ossa posterior terdapat lekukan )ang dilalui oleh sinus sigmoid dan sinus "8

trans.ersus1 -ada bagian tengah 2ossa posterior terdapat 2oramen magnum 9Moore/ 2##2:1 %1 Meningen 4tak diliputi oleh tiga membran atau meninges/ )aitu dura mater/ arachnoidea mater/ dan pia mater1 -aling luar/ dura mater/ mempun)ai si2at )ang tebal dan kuat sehingga ber2ungsi untuk melindungi *aringan sara2 )ang ada di ba ahn)a1 Secara kon.ensional/ dura mater digambarkan terdiri dari dua lapis/ )aitu lapisan endosteal dan lapisan meningeal1 Lapisan tersebut bersatu dengan erat/ kecuali pada garis6garis tertentu/ tempat berpisah untuk membentuk sinus .enosus1 Lapisan endosteal merupakan periosteum )ang menutupi permukaan dalam tengkorak1 Lapisan endosteal melekat paling kuat pada tulang6tulang di atas basis cranii1 Lapisan meningeal adalah lapisan dura mater )ang sebenarn)a/ merupakan membran 2ibrosa )ang kuat dan padat )ang meliputi otak 9Snell/ 2##$:1 !rachnoidea mater merupakan membran impermeabel )ang lebih tipis dan meliputi otak secara longitudinal1 !rachnoidea mater dipisahkan dari dura mater oleh ruang potensial )aitu ruang subdural )ang terisi oleh selapis cairan1 (uangan di antara arachnoidea dan pia mater )aitu spatium subarachnoideum diisi oleh cairan serebrospinalis1 -ia mater merupakan suatu membran .askular )ang melekat dengan erat serta men)okong otak 9Snell/ 2##$:1 81 +atang otak +atang otak dibentuk oleh medulla oblongata/ pons/ dan mesencephalon serta menempati 2ossa cranii posterior di dalam tengkorak1 +atang otak mempun)ai tiga 2ungsi utama/ )aitu sebagai pen)alur tractus ascendens dan descendens )ang menghubungkan medulla spinalis dengan berbagai pusat )ang lebih tinggi/ pusat re2leks penting )ang mengatur control sistem respirasi dan kardio.askular serta berhubungan dengan kendali tingkat kesadaran/ dan mengandung nuclei sara2 cranial III sampai DII 9Snell/ 2##$:1 51 <erebellum

"5

<erebellum terletak di 2ossa cranii posterior dan di bagian superior ditutupi oleh tentorium cerebelli1 <erebellum merupakan bagian terbesar rhombencephalon dan terletak di posterior .entriculus Fuadratus/ pons/ dan medulla oblongata1 <erebellum menerima in2ormasi a2eren )ang berkaitan dengan gerakan .olunter dari corte? cerebri dan dari otot/ tendon/ dan sendi1 <erebellum *uga menerima in2ormasi keseimbangan dari ner.us .estibularis dan mungkin *uga in2ormasi penglihatan dari tractus tectocerebellaris 9Snell/ 2##$:1

;ambar 21 Susunan struktur kepala

C' Pa)o5isiolo%i -atogenesis dari perdarahan intraserebral belum diketahui secara *elas tetapi diduga disebabkan oleh de2ormasi dan pecahn)a pembuluh darah intrinsik 9tunggal atau multipel: pada aktu cedera ter*adi1 &erusakan dari beberapa pembuluh darah kecil "$

men)ebabkan penggabungan dari ban)ak perdarahan )ang kecil6kecil1 Hematoma )ang besar berperan men*adi lesi desak ruang dan men)ebabkan peningkatan tekanan intrakranial dan menghasilkan herniasi transtentorial1 9relil) and bullock/ 2##5: -erdarahan intraserebral dapat berdiri sendiri atau sebagai bagian dari komplek perdarahan intradural1 -erdarahan intraserebral )ang terisolasi lebih sering muncul pada orang tua1 Mekanisme perkembangan dari traumatik perdarahan intraserebral adalah sama dengan perdarahan spontan intraserebral dimana arteri atau arteriol pecah oleh kekuatan hantaman atau ruptur secara spontan/ men)ebabkan darah di ba ah tekanan arteri keluar ke parenkim otak1 -erdarahan berhenti ketika tekanan *aringan sekitar bekuan darah mencapai tekanan )ang sama dengan tekanan arteri )ang pecah1 +ekuan darah dapat tetap berada didalam parenkim otak atau keluar ke dalam .entrikel/ daerah subdural atau area subarakhnoid1 Terdapat <incin dari daerah iskemia sekitar hematoma/ dimana akan men*adi daerah penumbra )ang dimana secara 2ungsional tidak ber2ungsi tetapi potensial sebagai *aringan )ang dapat diperbaiki 9relil) and bullock/ 2##5: <edera kepala primer mencakup : 2raktur tulang/ cedera 2okal dan cedera otak di2usa )ang dimana masing6masing memiliki mekanisme etiologis dan pato2isiologi )ang unik1 Fraktur tulang kepala dapat disertai atau tanpa kerusakan otak/ namun biasan)a *e*as ini bukan pen)ebab utama timbuln)a kecacatan neurologis1 <edera otak pada umumn)a merupakan akibat trauma langsung pada .askular atau sara2/ atau sebagai akibat langsung dari adan)a de2ek massa1 <edera 2okal merupakan akibat kerusakan setempat )ang biasan)a didapatkan pada kira6kira setengah dari kasus cedera kepala berat1 &elainan ini mencakup kontusi kortikal/ hematoma subdural/ epidural dan intraserebral )ang secara makroskopis tampak dengan mata telan*ang sebagai suatu kerusakan )ang berbatas tegas1 <edera otak di2usa secara prinsip berbeda dengan cedera 2okal/ dimana keadaan ini berkaitan dengan dis2ungsi otak )ang luas/ serta biasan)a tidak tampak secara makroskopis1 Mengingat keban)akan melibatkan akson6akson/ maka cedera ini *uga dikenal dengan nama cedera aksonal di2usa1 9sat)anegara/ 2#"#: Hematoma intraserebral traumatika )ang besar *arang di*umpai1 Mengingat bah a "3

keadaan ini kerap berkaitan dengan kontusi kortikal )ang luas/ maka keban)akan tampak sebagai suatu kontusi )ang melibatkan disrupsi pembuluh darah )ang lebih luas dan lebih dalam1 Hematoma )ang lebih kecil biasan)a tidak berhubungan dengan kontusi/ dan mungkin lebih ban)ak disebabkan oleh kumpulan gelombang hantaman )ang ditimbulkan oleh benturan atau cedera *aringan bagian dalam akibat akselerasi 9sat)anegara/ 2#"#: &erusakan otak sekunder paling sering disebabkan oleh hipoksia dan hipotensi/ hipoksia dapat timbul akibat dari adan)a aspirasi/ obstruksi *alan na2as/ atau cedera thoraks )ang bersamaan dengan cedera kepala1 Hipotensi pada penderita cedera kepala biasan)a han)a sementara )aitu sesaat setelah kontusi atau merupakan tahap akhir dari kegagalan meduler )ang berkaitan dengan herniasi serebral1 Jarang sekali akibat cedera kepalan)a sendiri atau dengan kata lain adan)a s)ok pada penderita cedera kepala perlu diperiksa dengan cermat untuk mencari perdarahan diluar kepala1 =dema otak traumatika merupakan keadaan dan ge*ala patologis/ radiologis maupun gambaran intraoperati2 )ang sering di*umpai pada penderita cedera kepala/ dimana keadaan ini mempun)ai peranan )ang sangat bermakna pada ke*adian pergeseran otak 9brain shi2t: dan peningkatan tekanan intrakranial1 =dema serebral )ang mencapai maksimal pada hari ketiga pasca cedera dapat menimbulkan suatu de2ek massa )ang bermakna 9sat)anegara/ 2#"#: Fraktur impresi pada tulang kepala dapat men)ebabkan penekanan atau laserasi pada duramater dan *aringan otak 9sade o dkk/ 2#"":1 D' Ge4ala ;e*ala klinis )ang ditimbulkan oleh I<H antara lain penurunan kesadaran/ dera*at penurunan kesadaran dipengaruhi oleh mekanisme dari energi trauma )ang dialami1 Sedangkan ge*ala klinis dari cedera kepala di2usa sebagai lan*utan dari perdarahan intraserebral adalah sangat ber.ariasi bergantung pada luas cedera dan lokasi1 Gang paling ringan bisa berupa gangguan sara2 kranial/ kelumpuhan anggota gerak/ gangguan otonom/ ge*ala peningkatan tekanan intrakranial hingga penderita *atuh kondisi koma 9sade o dkk/ 2#"":1 E' Pemeri2saan +en0n4an% "@

"1 Foto polos tengkorak 9skull D6ra): Mengingat han)a sedikit in2ormasi )ang didapat dari pemeriksaan ini )ang dapat mengubah alternati2 pengobatan )ang diberikan pada penderita cedera kepala/ maka pemeriksaan ini sudah mulai ditinggalkan dan digantikan dengan pemeriksaan )ang lebih canggih seperti <T6scan dan M(I1 In2ormasi )ang bisa kita dapatkan dari pemeriksaan ini adalah Fraktur tulang kepala/ diharapkan dapat diperoleh in2ormasi mengenai lokasi dan tipe 2raktur/ baik bentuk linear/ stelata atau depresi !dan)a benda asing -neumocephalus +rain shi2t/ kalau kebetulan ada kalsi2ikasi kelen*ar pineal

21 <T6scan -emeriksaan ini merupakan metode diagnostik standar terpilih Hgold standardI untuk kasus cedera kepala mengingat selain prosedur ini tidak in.asi2 *uga memiliki kehandalan )ang tinggi/ dalam hal ini dapat diperoleh in2ormasi )ang lebih *elas tentang lokasi dan adan)a perdarahan intrakranial/ edema/ udara/ benda asing intrakranial/ serta pergeseran struktur dalam otak 9sat)anegara/ 2#"#: -ada <T6scan dengan perdarahan akut maka akan terlihat suatu area dengan peningkatan atenuasi atau hiperdens 9putih: dengan dikelilingi daerah hipodens 9gelap: )ang edema1 &etika bekuan darah muncul seiring aktu/ edema meningkat lebih ban)ak dalam 8 hari dan bekuan darah men*adi area isodens dalam beberapa minggu1 +atas cairan dalam hematoma mengindikasikan koagulapati dan pencairan dari bekuan darah/ atau terkait pencairan *aringan serebral )ang ekstensi2 dan sebagai prognosis )ang buruk 9relil) and bullock/ 2##5:1 Impresi 2raktur dianggap bermakna apabila tabula eksterna segmen )ang

"0

impresi 9misaln)a kontusio serebri atau intraserebral hematoma: masuk diba ah tabula interna segmen tulang )ang sehat 9J " diploe: 9sade o dkk/ 2#"":1 Indikasi operasi pada 2raktur impresi adalah apabila 2raktur impresi lebih dari " diploe atau terdapat lesi intrakranial diba ah segmen )ang impresi 9misaln)a kontusio serebri atau intraserebral hematoma: atau terdapat de2isit neurologis )ang sesuai dengan daerah )ang impresi 9sade o dkk/ 2#"":1

F' Tera+i ' Tera+i 2onser9a)i5 -engobatan )ang laCim diberikan pada cedera kepala adalah obat6obatan golongan de?amethason 9dengan dosis a al "# mg kemudian dilan*utkan 8 mg setiap $ *am:/ mannitol 2#K )ang bertu*uan untuk mengatasi edema serebri1 tetapi kedua *enis obat tersebut hingga saat ini masih kontro.ersial pendapat mana )ang terbaik untuk dipilih1 Dan *uga diberikan obat6obatan anti ke*ang seperti 2enitoin )ang dimana dian*urkan diberikan sebagai terapi pro2ilaksis sedini mungkin 9dalam 28 *am pertama: untuk mencegah timbuln)a 2okus epiletogenik/ untuk penggunaan *angka pan*ang dapat dilan*utkan dengan karbamaCepin 9sat)anegara/ 2#"#:1 -ada 2raktur impresi terbuka/ tindakan pertama )ang harus dilakukan oleh dokter di ruang ga at darurat adalah segera membersihkan dan mencuci dengan cairan Na<l #/0K steril kemudian dilakukan pen*ahitan luka *ika penemuan kasus dilakukan dengan golden period1 Hal ini bertu*uan untuk mengurangi resiko in2eksi karena terdapat hubungan dunia luar dengan ruang intrakranial1 Selan*utn)a dilakukan pemeriksaan penun*ang dan segera dikonsulkan ke rumah sakit )ang memiliki pela)anan bedah sara2 9sade o dkk/ 2#"#:

2#

/' Tera+i o+era)i5 &riteria paling sederhana )ang dipakai sebagai indikasi tindakan operati2 adalah adan)a lesi massa intrakranial dengan pergeseran garis tengah L 5 mm1 &asus kasus dengan lesi massa intrakranial )ang mempun)ai indikasi operasi/ berkaitan dengan predileksi lokasi khususn)a di lobus 2rontal bagian in2erior dan lobus/ biasan)a insisi kulit/ biasan)a insisi kulit )ang kerap dilakukan dalam tindakan kraniotomi adalah berbentuk Htanda tan)aI1 +ila ada penurunan kesadaran,perburukan klinis )ang progresi2/ perlu dilakukan tindakan operasi dekompresi berupa kraniektomi untuk mengurangi tekanan batang otak dan kemungkinan ter*adin)a herniasi tentorial 9sat)anegara/ 2#"#:1 Tindakan operasi pada cedera kepala terbuka agak berbeda dengan cedera kepala tertutup1 -ada cedera kepala terbuka )ang men*adi tu*uan adalah debridemant *aringan otak nekrotik/ mengangkat 2ragmen tulang atau korpus alienum/ menghentikan perdarahan/ e.akuasi hematoma dan penutupan duramater dan kulit )ang kedap air1 -embukaan kranial disini cenderung terbatas : berupa insisi linear huru2 HSI atau 2lap berbentuk H'I dan dilan*utkan dengan kraniektomi atau kraniotomi kecil 9sat)anegara/ 2#"#:

2"

DAFTAR PUSTAKA

Moore &1L1/ !gur !1M1(1 2##21 Essential Clinical Anatomy1 -hiladelphia: Lippincott Milliams N Milkins1 (eill)/ -eter L !nd +ullock/ (oss1 2##51 Head Injury-Pat op ysiolo!y And "ana!ement. 4?2ord 'ni.ersit) -ress : Ne 6Gork Sade o dkk1 2#""1 Sinopsis Ilmu #eda Sara$. -enerbit F&'I : Jakarta Sat)negara1 2#"#1 Ilmu #eda Sara$ Edisi I%1 -T ;ramedia : Jakarta1

22

Beri Nilai