Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PBL CIDERA KEPALA SEDANG

KELOMPOK 2

1. Ida Faridha 2. Iis Dewantari !. I"awati #. I"ha$ &. Indah Larasati ). Indri * "andari ,. Inne Ra+h$adini -. Intan . "ianti /. Isna A$0arwati 11. 2 an3

11. Kartika Indah I 12. K rniawan Dwi C 1!. Lidhia Okta"ina 1#. Me"%ana Cher%nasari 1&. Mer%ta N'(ia R 1). Mi+he""e N'(a N 1,. Mita Irani 1-. M rt%ah 1/. Nitha Kristanti

PROGRAM PENDIDIKAN DIII KEPERA*A4AN S4IKES K5S5MA 65SADA S5RAKAR4A 211#


CIDERA KEPALA SEDANG

TAHAP 1 1. Vulnus laserasi : luka robekan 2. Peri orbital : pelipis mata kiri 3. Heacting : menjahit pada luka robekan 4. ubdural hematom : perdarahan diantara durameter dan aradnoid karena pembuluh darah ke otak pecah !. "anitol : cairan untuk menurunkan kadar air dalam otak TAHAP 2 1. #erapa $% pada pasien &'.( ) 2. (aktor resiko pada &'.() 3. Penatalaksanaan pada &'.( ) 4. Pada sistem organ apa saja 'ang mempengaruhi pada saat terjadi pada %* ) !. Pemeriksaan diagnostik apa saja 'ang terjadi pada %* ) +. Pada %* ini apa bisa terjadi perdarahan) ,. Prioritas d-) .. *omplikasi %* ) /. Tanda dan gejala pada %* ) 10. #eda %* denga %*# saat muntah) 11. "engapa pada %* 11 dangkal)

2a3aban TAHAP 2 1. 44 "4 V3 2. #enturan5 kecelakaan5 perdarahan 3. "edis : %T can5 "165 (oto thora-5 pemberian analgesik5 terapi oksigen5 pembedahan

*epera3atan : obser7asi TTV5 pertahankan tirah baring5 hentikan perdaran jika ada5 obser7asi status neurologi5 heacting5 obser7asi adan'a suspek s'ok5hitung balace cairan 4. *epala 5 tergantung lokasi pada benturan dan perdarahan. 2ika pada pasien &'.( terjadi pada subdural !. %T can5 "165 (oto thora+. #isa5 ada perdarahan pada subdural ,. $angguan per8usi serebral .. %idera otak sekunder5 edeme serebral /. Pusing5 mual5 muntah5 pusing5 kesadaran menurun5 terjadi perdarahan pada subdural 10. Tergantung pada penekanan PT6* 11. *arena terdapat gangguan aliran darah 'ang memba3a oksigen ke otak

TAHAP 4

#enturan5 kecelakaan

Trauma kepala

7ulnus laserasi periontal sinistra

Perdarahan pada subdural 9uka terbuka "asa di dalam kranial bertambah Port de entri PT6*

"*: &'eri

bacterial

uplai darah ke otak menurun

"*: 1esiko in8eksi

"* : gangguan per8usi jaringan serebral

uplai :2 ke otak menurun

"untah

Hipoksia

"* : &utrisi kurang dari kebutuhan

Penurunan kesadaran

11 meningkat ;dangkal<

tidak bisa berakti7itas

Akumulasi sekret

"* : pola na8as tidak e8ekti8

"* : intoleransi TAHAP ! akti7itas

"* : #ersihan jalan na8as tidak e8ekti8

T= : "engetahui konsep dan asuhan kepera3atan T* : a. "engetahui de8inisi

b. "engetahui etiologi c. "engetahui mai8estasi klinis d. "engetahui pato8isiologi e. "engetahui penatalaksanaan 8. "engetahui komplikasi g. "engetahui diagnosa h. "engetahui inter7ensi

A&A96 A >ATA Tanggal >ata (okus 13?02? > : *eluarga pasien 2014 mengatakan pasien Problem $angguan per8usi jaringan cerebral 4tiologi Trauma kepala Ttd *el. 2

kecelakaan lalu lintas >::Pasien muntah 5 pasien han'a mengerang saat di tan'a dan terdapat gambaran subdural hematom 8rontal TTV : T> : 140@/!mmHg5 11 : 2/-@menit5 H1 : +0-@menit 13?02? 2014 > :? >:: uara na8as pasien dangkal dengan hasil pemeriksaan TTV : T> : 140@/!mmHg5 11 : 2/-@menit5 H1 : 13?02? 2014 +0-@menit > :? >:: pada bagian peri orbital sinistra pasien terdapat 7ulnus laserasi dengan hasil pemeriksaan TTV : T> : 140@/!mmHg5 11 : 2/-@menit5 H1 : +0-@menit 1esiko kerusakan integritas kulit (aktor mekanik ; 7ulnus laserasi< *el. 2 *etidake8ekti8an pola na8as uplai oksigen ke otak berkurang *el. 2

>6A$&: A *4P41AAATA& 1. $angguan per8usi jaringan cerebral berhubungan dengan trauma kepala

2. *etidake8ekti8an pola na8as berhubungan dengan suplai oksigen ke otak berkurang 3. 1esiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan 8aktor mekanik ; 7ulnus laserasi <

6&T41V4& 6 T$9 13? 02? 2014 &o. >1 Tujuan dan *H etelah dilakuka tindakan kepera3atan selama 30 menit diharapkan gangguan per8usi jaringan dapat teratasi dengan *H : 1. Pasien tidak muntah lagi 2. Perdaraha n pasien pada subdural berkurang 3. uara pasien jelas dan bisa dimengert 6nter7ensi 1. "onitor dan catat neurologis pasien dengan $% 2. "onitor tanda? tanda 7ital setiap 30 menit 3. Pertahankan posisi kepala 'ang sejajar dan tidak menekan 4. *olaborasi dengan dokter untuk pemberian obat? obatan 'ang di indikasikan benar dan tepat ;diuritik< 1asional ? "enentukan kemampuan berespon terhadap stimulus ektsernal dan indikasi keadaan kesadaran pasien ? "engetahui peningkatan sistolik dan penurunan diastolik serta penurunan kesadaran dan tanda?tanda peningkatan tekanan intra kranial ? Perubahan kepala pada satu sisi dapat menimbulkan penekanan pada Ttd *el. 2

i oleh pera3at

7ena jugularis dan menghambat aliran darah ke otak5 untuk itu dapat meningkatakn tekanan intrakrania ? "embantu menurunkan tekanan intra kranial secara biologi atau kimia ? =ntuk mengetahui apakah ada gangguan pertukaran gas pada paru pasien ? "encegah terjadin'a alkaliosis respiratori dan perna8asan lambat dan mencegah adan'a asidosis respiratori ? "emberikan 7entilasi 'ang adekuat dalam pemberian tidal 7olume ? "embantu

13? 02? 2014

etelah dilakukan 1. :bser7asi ratio tindakan kepera3atan selama 30 menit diharapkan pola na8as kembali e8ekti8 dengan *H: 1. uara na8as sudah tidak dangkal lagi 2. Perna8asan mulai kembali normal dengan rentan normal 11 : 1+?24-@menit 3. Tekanan darah sistol dan diastol kembali 4. inspirasi dan ekspirasi 2. Hitung perna8asan pasien dalam satu menit 3. %ek pemasangan tube pada pasien iapkan ambubag tetap pada di dekat pasien

*el. 2

normal

memberikan 7entilasi 'ang adekuat pada pasien bila ada gangguan pada 7entilator =ntuk menetapkan adan'a kelecetan pada bagian kulit ? "engetahui pada daerah mana saja 'ang terjadi kelecetan 'ang di alami pasien ? "encegah terjadin'a kerusakan integritas kulit 4. #erikan pera3atan kulit pada daerah 'ang lecet ? pada daerah lainn'a "empercepat pengeringan luka pasien dan mencegah terjadin'a in8eksi

13? 02? 2014

etelah dilakukan 1. *aji 8ungsi tindakan kepera3atan selam a 30 menit diharapkan resiko kerusakan integritas kulit tidak terjadi dengan *H : 1. 9uka jahitan kering 2. Tidak ada rasa gatal 3. Tidak ada kelembapan pada luka motorik dan sensorik pasien dan sirkulasi peri8er 2. *aji kulit pasien setiap . jam 3. Pertahankan kebersihan dan kekeringan luka pasien

*el. 2

TAHAP + K'nse7 7en%akit

A. >e8inisi %edera *epala sedang adalah suatu trauma 'ang men'ebabkan *ehilangan kesadaran dan amnesia lebih dari 30 menit tetapi kurang dari 24 jam dapat mengalami 8raktur tengkorak dengan $% /?12.

a. 4tiologi 1. Trauma tumpul A. *ecepatan tinggi : tabrakan motor dan mobil #. *ecepatan rendah : terjatuh atau dipukul 2. Trauma tembus luka tembus peluru dari cedera tembus lainn'a 3. 2atuh dari ketinggian 4. %edera akibat kekerasan !. %edera otak primer adan'a kelainan patologi otak 'ang timbul segera akibat langsung dari trauma. >apat terjadi memar otak dan laserasi. +. cedera otak sekunder

kelainan patologi otak disebabkan kelainan biokimia metabolisme5 8isiologi 'ang timbul setelah trauma.

b. "ani8estasi klinis 1. *eadaan kulit kepala dan tulang tengkorak. %. Trauma kepala tertutup >. Trauma kepala terbuk 2. Trauma pada jaringan otak
1< *onkosio : di tandai adan'a kehilangan kesadaran sementara tanpa adan'a kerusakan

jaringan otak5 terjadi edema serebral.


2< *ontosio : di tandai oleh adan'a perlukaan pada permukaan jaringan otak 'ang

men'ebabkan perdarahan pada area 'ang terluka5 perlukaan pada permukaan jaringan otak ini dapat terjadi pada sisi 'ang terkena ; coup< atau pada permukaan sisi 'ang berla3anan ;contra coup<.
3< 9aserasi : ditandai oleh adan'a perdarahan ke ruang subaraknoid5 ruang epidural atau

subdural.Perdarahan 'ang berasal dari 7ena men'ebabkan lambatn'a pembentukan hematome5 karena rendahn'a tekanan. 9aserasi arterial ditandai oleh pembentukan hematome 'ang cepat karena tinggin'a tekanan. 3. Hematom epidural : Perdarahan anatara tulang tengkorak dan duramater. 4. Hematom subdural. Perdarahan antara duramater dan arachnoid. #iasan'a pecah 7ena B akut5 sub akut5 kronis. Akut : $ejala 24 C 4. jam. ering berhubungan dnegan cidera otak D medulla oblongata. PT6* meningkat. akit kepala5 kantuk5 re8lek melambat5 bingung5 re8lek pupil lambat.

ub Akut :

4. #erkembang , C 10 hari5 kontosio agak berat5 adan'a gejal T6* meningkat B kesadaran menurun. *ronis : 1ingan 5 2 minggu C 3 C 4 bulan. Perdarahan kecil?kecil terkumpul pelan dan meluas. $ejala sakit kepala5 letargi5 kacau mental5 kejang5 dis8agia .

!. Hematom +. intrakranial. Perdarahan intraserebral E 2! cc atau lebih.

c. Patho8isiologi :tak dapat ber8ungsi dengan baik bila kebutuhan oksigen dan glukosa dapat terpenuhi. 4nergi 'ang dihasilkan didalam sel?sel sara8 hampir seluruhn'a melalui proses oksidasi. :tak tidak mempun'ai cadangan oksigen5 jadi kekurangan aliran darah ke otak 3alaupun sebentar akan men'ebabkan gangguan 8ungsi. >emikian pula dengan kebutuhan oksigen sebagai bahan bakar metabolisme otak tidak boleh kurang dari 20 mg F5 karena akan menimbulkan koma. *ebutuhan glukosa seban'ak 2! F dari seluruh kebutuhan glukosa tubuh5 sehingga bila kadar glukosa plasma turun sampai ,0 F akan terjadi gejala?gejala permulaan dis8ungsi cerebral. Pada saat otak mengalami hipoksia5 tubuh berusaha memenuhi kebutuhan oksigen melalui proses metabolik anaerob 'ang dapat men'ebabkan dilatasi pembuluh darah. Pada kontusio berat5 hipoksia atau kerusakan otak akan terjadi penimbunan asam laktat akibat metabolisme anaerob. Hal ini akan men'ebabkan asidosis metabolik. >alam keadaan normal cerebral blood 8lo3 ;%#(< adalah !0 C +0 ml @ menit @ 100 gr. jaringan otak5 'ang merupakan 1! F dari cardiac output. Trauma kepala me'ebabkan perubahan 8ungsi jantung sekuncup akti7itas at'pical? m'ocardial5 perubahan tekanan 7askuler dan udem paru. Perubahan otonom pada 8ungsi

7entrikel adalah perubahan gelombang T dan P dan disritmia5 8ibrilasi atrium dan 7ebtrikel5 takikardia. Akibat adan'a perdarahan otak akan mempengaruhi tekanan 7askuler5 dimana penurunan tekanan 7askuler men'ebabkan pembuluh darah arteriol akan berkontraksi . Pengaruh persara8an simpatik dan parasimpatik pada pembuluh darah arteri dan arteriol otak tidak begitu besar.

d. Pemeriksaan Penunjang a. %T? can ;dengan@ tanpa kontras< mengidenti8ikasi adan'a hemoragik5 menentukan ukuran 7entrikuler5 pergeseran jaringan otak. b. Aniogra8i %erebral "enunjukkan kelainan sirkulasi serebral5 seperti pergeseran jaringan otak akibat edema5 perdarahan5 trauma. c. G?1a' "engidenti8ikasi atau mendeteksi perubahan struktur tulang ;8raktur<5 perubahan struktur garis ;perdarahan@ edema<. d. A$> ;Analisa $as >arah< "endeteksi 7entilasi atau masalah pernapsan ;oksigenisasi< jika terjadi peningkatan intrakranial. e. 4lektrolit =ntuk mengkoreksi keseimbangan elektrolit sebgai akibat peningkatan tekanan intrakranial

e.

Penatalaksanaan "edis 1< *onser7ati8: #edrest total Pemberian obat?obatan :bser7asi tanda?tanda 7ital ;$% dan tingkat kesadaran<

2< :bat?obatan :

>e-amethason@kalmethason sebagai pengobatan anti edema serebral5 dosis sesuai dengan berat ringan'a traumTerapi hiper7entilasi ;trauma kepala berat<5 untuk mengurnagi 7asodilatasi.

Pengobatan anti edema dnegan larutan hipertonis 'aitu manitol 20 F atau glukosa 40 F atau gliserol 10 F.

Antibiotika 'ang mengandung barrier darah otak ;penisillin< atau untuk in8eksi anaerob diberikan metronidasol.

"akanan atau cairan5 Pada trauma ringan bila muntah?muntah tidak dapat diberikan apa?apa5 han'a cairan in8us de-trosa ! F5 amni8usin5 amino8el ;1. jam pertama dari terjadin'a kecelakaan<5 2 C 3 hari kemudian diberikan makanan lunak.

Pada trauma berat. *arena hari?hari pertama didapat penderita mengalami penurunan kesadaran dan cenderung terjadi retensi natrium dan elektrolit maka hari?hari pertama ;2?3 hari< tidak terlalu ban'ak cairan. >e-tosa ! F . jam pertama5 ringer de-trosa . jam kedua dan de-trosa ! F . jam ketiga. Pada hari selanjutn'a bila kesadaran rendah makanan diberikan melalui nasogastric tube ;2!00 C 3000 T*TP<. Pemberian protein tergantung nilai ure nitrogen.

Pembedahan.

8.

*omplikasi a< %edera otak sekunder akibat hipoksia dan hipotensi. b< 4dema %erebral : Terutama besarn'a massa jaringan di otak di dalam rongga tulang tengkorak 'ang merupakan ruang tertutup. c< d< Peningkatan tekanan intrakranial : terdapat perdarahan di selaput otak 6n8eksi

e< Hidrose8alus

B. AS56AN KEPERA*A4AN 1. Pengkajian a. $ejala : "erasa lemah5 lelah5 kaku5 hilang Akti7itas@6stirahat keseimbangan. Tanda : Perubahan kesalahan5 letargi5 hemisparase5 Huadriplegia5 ataksia cara berjalan tak tegap5 masalah dalam keseimbangan5 cedera ;trauma< ortopedi5 kehilangan tonus otot5 otot spastik. b. irkulasi $ejala : Perubahan tekanan darah atau normal ;Hipertensi<5 perubahan 8rekuensi jantung ;bradikardia5 takikardia5 'ang diselingi dengan bradikardia5 distritmia<. c. 6ntegritas 4go $ejala : Perubahan tingkah laku atau kepribadian ;tenang atau dramatis<. Tanda : %emas5 mudah tersinggung5 >elirium5 Agitasi5 bingung5 depresi dan impulsi8. d. 4liminasi $ejala : 6nkontinensia kandung kemih@usus atau mengalami gangguan 8ungsi. e. $ejala : "ual@muntah dan mengalami perubahan selera. Tanda : "untah ;mungkin pro'ektil<5 gangguan menelan ;batuk5 air liur keluar5 dispagia<5 berkeringat5 penurunan berat badan5 penurunan massa otot@lemak subkutan. 8. &eurosensori $ejala : *ehilangan kesadaran sementara5 Amnesia seputar kejadian5 Vertigo5 inkope5 tinnitus5 kehilangan pendengaran5 tingling5 baal pada ekstrimitas5 perubahan pola dalam penglihatan seperti ketajamann'a5 diplopia5 kehilangan sebagian lapang pandang5 8oto8obia5 gangguan pengecapan dan penciuman Tanda : Perubahan kesadaran bisa sampai koma5 perubahan status mental5 perubahan pupil ;respon terhadap caha'a simetris@de7iasi pada mata5 ketidakmampuan mengikuti<. *ehilangan pengindraan seperti pengecapan5 penciuman dan pendengaran5 3ajah tidak simetris5 genggaman lemah5 tidak seimbang5 re8le- tendon dalam tidak ada atau "akanan@%airan

lemah5 apraksia5 Huadriplegia5 kejang5 sangat sensiti8 terhadap sentuhan dan gerakan5 kehilangan sensasi sebagian tubuh. g. $ejala : &'eri@ken'amanan akit kepala intensitas dan lokasi 'ang berbeda5 biasan'a lama. Tanda : Aajah men'eringai5 respon menarik pada rangsangan n'eri 'ang hebat5 gelisah tidak dapat beristirahat5 merintih. h. Perna8asan Tanda : Perubahan pola na8as ;apnoe 'ang diselingi oleh hiper7entilasi<5 na8as berbun'i stridor5 tersedak5 ronkhi5 mengi positi8. ;kemungkinan adan'a aspirasi<. i. $ejala : Trauma baru@trauma karena kecelakaan. Tanda : (raktur@dislokasi5 gangguan penglihatan. *ulit : laserasi5 abrasi5 perubahan 3arna5 seperti Iraccoon e'eJ tanda battle disekitar telinga ;merupakan tanda adan'a telinga@hudung ;% tubuh. j. 6nteraksi osial Tanda : A8asia motorik atau sensorik5 berbicara tanpa arti5 bicara berulang?ulang5 disartria. k. Pen'uluhan@pembelajaran $ejala : Penggunaan alkohol atau obat lain. 1encana pemulangan : membutuhkan bantuan pada pera3atan diri5 ambulasi5 transportasi5 men'iapkan makan5 belanja5 pera3atan5 pengobatan5 tugas?tugas rumah tangga5 perubahan tata ruang5 dan peman8aatan 8asilitas lainn'a di rumah sakit. trauma<5 adan'a aliran ;drainage< dari <5 gangguan kogniti85 gangguan rentang gerak5 tonus otot hilang5 *eamanan

kekuatan secara umum mengalami pralisis5 demam dan gangguan dalam regulasi suhu

2.

>iagnosa *epera3atan a. Tidak e8ekti8n'a pola napas sehubungan dengan depresi pada pusat napas di otak.

b. Tidake8ekti8n'a kebersihan jalan napas sehubungan dengan penumpukan sputum. c. $angguan per8usi jaringan otak sehubungan dengan udem otak d. e. *eterbatasan akti8itas sehubungan dengan penurunan kesadaran ;soporos C coma< 1esiko tinggi gangguan integritas kulit sehubungan dengan immobilisasi5 tidak adekuatn'a sirkulasi peri8er.

3.

6nter7ensi *epera3atan a< 4idak e8ekti8n%a 7'"a na7as seh 0 n3an den3an de7resi 7ada 7 sat na7as di 'tak. Tujuan : "empertahankan pola napas 'ang e8ekti8 melalui 7entilator. *riteria e7aluasi : Penggunaan otot bantu napas tidak ada5 sianosis tidak ada atau tanda?tanda hipoksia tidak ada dan gas darah dalam batas?batas normal. 1encana tindakan : Hitung pernapasan pasien dalam satu menit. pernapasan 'ang cepat dari pasien dapat menimbulkan alkalosis respiratori dan pernapasan lambat meningkatkan tekanan Pa %o2 dan men'ebabkan asidosis respiratorik. %ek pemasangan tube5 untuk memberikan 7entilasi 'ang adekuat dalam pemberian tidal 7olume. :bser7asi ratio inspirasi dan ekspirasi pada 8ase ekspirasi biasan'a 2 - lebih panjang dari inspirasi5 tapi dapat lebih panjang sebagai kompensasi terperangkapn'a udara terhadap gangguan pertukaran gas. Perhatikan kelembaban dan suhu pasien keadaan dehidrasi dapat mengeringkan sekresi @ cairan paru sehingga menjadi kental dan meningkatkan resiko in8eksi. %ek selang 7entilator setiap 3aktu ;1! menit<5 adan'a obstruksi dapat menimbulkan tidak adekuatn'a pengaliran 7olume dan menimbulkan pen'ebaran udara 'ang tidak adekuat. iapkan ambu bag tetap berada di dekat pasien5 membantu membarikan 7entilasi 'ang adekuat bila ada gangguan pada 7entilator. 09 4idak e8ekti8n%a ke0ersihan :a"an na7as seh 0 n3an den3an 7en $7 kan s7 t $. Tujuan : "empertahankan jalan napas dan mencegah aspirasi

*riteria 47aluasi : uara napas bersih5 tidak terdapat suara sekret pada selang dan bun'i alarm karena peninggian suara mesin5 sianosis tidak ada.

1encana tindakan :

*aji dengan ketat ;tiap 1! menit< kelancaran jalan napas. :bstruksi dapat disebabkan pengumpulan sputum5 perdarahan5 bronchospasme atau masalah terhadap tube. 47aluasi pergerakan dada dan auskultasi dada ;tiap 1 jam <. Pergerakan 'ang simetris dan suara napas 'ang bersih indikasi pemasangan tube 'ang tepat dan tidak adan'a penumpukan sputum. 9akukan pengisapan lendir dengan 3aktu kurang dari 1! detik bila sputum ban'ak. Pengisapan lendir tidak selalu rutin dan 3aktu harus dibatasi untuk mencegah hipoksia. 9akukan 8isioterapi dada setiap 2 jam. "eningkatkan 7entilasi untuk semua bagian paru dan memberikan kelancaran aliran serta pelepasan sputum. +9 Gan33 an 7er8 si :arin3an 'tak seh 0 n3an den3an de$ 'tak Tujuan : "empertahankan dan memperbaiki tingkat kesadaran 8ungsi motorik. *riteria hasil :Tanda?tanda 7ital stabil5 tidak ada peningkatan intrakranial. 1encana tindakan : ? ? ? ? "onitor dan catat status neurologis dengan menggunakan metode $% . 1e8leks membuka mata menentukan pemulihan tingkat kesadaran. 1espon motorik menentukan kemampuan berespon terhadap stimulus eksternal dan indikasi keadaan kesadaran 'ang baik. 1eaksi pupil digerakan oleh sara8 kranial oculus motorius dan untuk menentukan re8leks batang otak. Pergerakan mata membantu menentukan area cedera dan tanda a3al peningkatan tekanan intracranial adalah terganggun'a abduksi mata. ? "onitor tanda?tanda 7ital tiap 30 menit. Peningkatan sistolik dan penurunan diastolik serta penurunan tingkat kesadaran dan tanda?tanda peningkatan tekanan intrakranial. Adan'a pernapasan 'ang irreguler indikasi terhadap adan'a peningkatan metabolisme sebagai reaksi terhadap in8eksi. =ntuk mengetahui tanda?tanda keadaan s'ok akibat perdarahan. Pertahankan posisi kepala 'ang sejajar dan tidak menekan.

Perubahan kepala pada satu sisi dapat menimbulkan penekanan pada 7ena jugularis dan menghambat aliran darah otak5 untuk itu dapat meningkatkan tekanan intrakranial. Hindari batuk 'ang berlebihan5 muntah5 mengedan5 pertahankan pengukuran urin dan hindari konstipasi 'ang berkepanjangan. >apat mencetuskan respon otomatik penngkatan intrakranial. *ejang terjadi akibat iritasi otak5 hipoksia5 dan kejang dapat meningkatkan tekanan intrakrania. #erikan oksigen sesuai dengan kondisi pasien. #erikan obat?obatan 'ang diindikasikan dengan tepat dan benar ;kolaborasi<. "embantu menurunkan tekanan intrakranial secara biologi @ kimia seperti osmotik diuritik untuk menarik air dari sel?sel otak sehingga dapat menurunkan udem otak5 steroid ;de-ametason< untuk menurunkan in8lamasi5 menurunkan edema jaringan. :bat anti kejang untuk menurunkan kejang5 analgetik untuk menurunkan rasa n'eri e8ek negati8 dari peningkatan tekanan intrakranial. Antipiretik untuk menurunkan panas 'ang dapat meningkatkan pemakaian oksigen otak.

? ?

:bser7asi kejang dan lindungi pasien dari cedera akibat kejang.

d9 Keter0atasan akti8itas seh 0 n3an den3an 7en r nan kesadaran ;s'7'r's < +'$a 9 Tujuan : *ebutuhan dasar pasien dapat terpenuhi secara adekuat. *riteria hasil :*ebersihan terjaga5 kebersihan lingkungan terjaga5 nutrisi terpenuhi sesuai dengan kebutuhan5 oksigen adekuat. 1encana Tindakan : #erikan penjelasan tiap kali melakukan tindakan pada pasien. #eri bantuan untuk memenuhi kebersihan diri. #erikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan. 2elaskan pada keluarga tindakan 'ang dapat dilakukan untuk menjaga lingkungan 'ang aman dan bersih. #erikan bantuan untuk memenuhi kebersihan dan keamanan lingkungan. Tujuan : *ecemasan keluarga dapat berkurang *riteri e7aluasi : 4kspresi 3ajah tidak menunjang adan'a kecemasan 1encana tindakan : #ina hubungan saling perca'a. e9 Ke+e$asan ke" ar3a seh 0 n3an keadaan %an3 kritis 7ada 7asien.

#eri penjelasan tentang semua prosedur dan tindakan 'ang akan dilakukan pada pasien. #erikan kesempatan pada keluarga untuk bertemu dengan klien.

#erikan dorongan spiritual untuk keluarga.

89 Resik' tin33i 3an33 an inte3ritas k "it seh 0 n3an den3an i$$'0i"isasi= tidak adek atn%a sirk "asi 7eri8er. Tujuan : $angguan integritas kulit tidak terjadi 1encana tindakan : *aji 8ungsi motorik dan sensorik pasien dan sirkulasi peri8er untuk menetapkan kemungkinan terjadin'a lecet pada kulit. *aji kulit pasien setiap . jam : palpasi pada daerah 'ang tertekan. #erikan posisi dalam sikap anatomi dan gunakan tempat kaki untuk daerah 'ang menonjol. $anti posisi pasien setiap 2 jam Pertahankan kebersihan dan kekeringan pasien : keadaan lembab akan memudahkan terjadin'a kerusakan kulit. "assage dengan lembut di atas daerah 'ang menonjol setiap 2 jam sekali. Pertahankan alat?alat tenun tetap bersih dan tegang. *aji daerah kulit 'ang lecet untuk adan'a eritema5 keluar cairan setiap . jam. #erikan pera3atan kulit pada daerah 'ang rusak @ lecet setiap 4 C . jam dengan menggunakan H2:2.

>A(TA1 P= TA*A

%ecil' 9# D 9inda A .Buku Saku Keperawatan Pediatrik. 4disi 3. 2akarta: 4$%K 2000. uriadi D 1ita Luliani.Asuhan Keperawatan Pada Anak5 4disi 6. 2akarta: %V agung etoK 2001. uManne % D #renda $#.Buku Ajar Medikal Bedah.4disi ..Volume 3. 2akarta: 4$%K 1///. 'a8udin5A"*. Anatomi 8isiologi untuk mahasis3a kepera3tan5 4disi 3.2akarta: 4$%K 2003. http:@@dentingberdetak.blogspot.com@2011@0,@askep?klien?dengan?trauma?kepala.html http:@@kosmo.7i7ane3s.com@ne3s@read@2/30!!?riset?obat?8lu?percepat?pemulihan?cedera?otak http:@@ainicaha'amata.3ordpress.com@nursing?onl'@kepera3atan?medikal?bedah?kmb@askep? cedera?kepala@