Anda di halaman 1dari 17

MORTALITAS

Kelompok 1:
1. 2.

3.
4. 5.

6.
7. 8.

9.
10.

PINTA REZEKI HARAHAP (121000003) DELIMA SAIMA PUTRI (121000004) LILY ARISKA SIREGAR (121000030) RETNO AYU WIDYA CIPTA (121000031) RILA PANDANI RAMBEY (121000050) ASMADA SIREGAR (121000080) NUR SYAKIRAH (121000057) ZURIATINA KHAIRANI (121000088) ELVIANA (121000106) NUR INTAN SIMATUPANG (121000073)

Mati

adalah keadaan menghilangnya semua tanda-tanda kehidupan secara permanen, terjadi setiap saat setelah kelahiran hidup. Lahir mati: artinya tidak pernah hidup sehingga secara demografi tidak dimasukkan ke dalam definisi mati atau hidup. Termasuk lahir mati adalah abortus (lihat teori fertilitas).

Lahir hidup (live birth): (versi UN & WHO) kelahiran bayi tanpa memperhitungkan dalam kandungan, bayi setelah menunjukkan tanda kehidupan (denyut jantung, gerakan dll).

suatu lama lahir nadi,

Lahir mati (still birth): kelahiran bayi dari kandungan yang berumur 28 minggu, tanpa menunjukkan tanda kehidupan. Abortus: kelahiran bayi dari kandungan yang berumur 28 minggu, tanpa menunjukkan tanda kehidupan. (Bisa Abortus disengaja, atau spontan).

Lahir

mati tidak diperhitungkan sebagai penduduk, tetapi menghitung dan menganalisis lahir mati sangat penting terutama dilihat dari aspek medis dan kesehatan. Studi Mortalitas yang banyak dikaitkan dengan kesehatan

Sumber data mortalitas ialah registrasi penduduk. Sumber lain berasal dari data kematian, adalah penelitian (survei). Untuk mengatasi kesulitan dari data kematian, sering dibuat perhitungan berdasarkan data tidak langsung dari data hassil sensus penduduk dan hasil penelitian (survei)

Banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun dibagi jumlah penduduk pada pertengahan tahun tersebut Biasanya CDR dinyatakan untuk tiap 1000 orang atau (0/00) Persamaan CDR :
Jumlah kematian

CDR =
Jumlah penduduk tengah tahun

D
CDR = P x k

Keterangan: D = jumlah kematian dalam satu tahun P = jumlah penduduk pada pertengahan tahun K = konstanta (1000)

Jumlah penduduk tengah tahun Populasi


04 5 39 > 40

A
1500 4000 500 120 40 40 80 10 80 A = 33,3

B
500 5000 500 40 50 40 80 10 80 B = 21,7

C
500 4000 1500 50 20 60 100 5 40 21,7

Jumlah kematian
04 5 39 > 40 ASDR (0/00) 04 5 39 > 40 CDR (0/00) Populasi

Jumlah kematian penduduk umur i ASDR = Jumlah penduduk tengah tahun umur i xk

Di
ASDR = Pi xk

Di : Jumlah kematian penduduk kel. umur i Pi : Jumlah penduduk tengah tahun kel. umur i k : konstanta (1000)

Grafik ASDR mempunyai pola khas yaitu seperti huruf U

CDR adalah jumlah timbangan ASDR yang ditimbang Penimbangnya adalah proporsi jumlah penduduk dalam tiap kelompok umur pada penduduk tengah tahun

Kelompok umur
0 34 > 35 Jumlah

Jumlah penduduk tengah tahun


2000 1000 3000

Jumlah kematian tahun x


40 80 120

Tingkat kematian tahun (0/00)


20 80

40 CDR pada contoh penduduk di atas adalah 40 0/00 (CDR)

Angka ini adalah jumlah dari dua angka kematian menurut umur (ASDR) : 20 dan 80 yang ditimbang

Cara penghitungannya :
2000 CDR = ( x 20 ) + ( 1000 x 80 )

3000
= 40 + 80

3000

3 3 = 40 per 1000 penduduk ( 40 0/00 ) Hubungan di atas dapat dinyatakan dengan persamaan: Pi CDR = ( ) DRi i P

Adalah jumlah kematian bayi dibawah 1 tahun per 1000 kelahiran dalam tahun tertentu.

IMR = jumlah kematian bayi berusia dibawah 1 tahun pada tahun tertentu X 1000 Jumlah kelahiran hidup pada tahun tertentu

Angka kematian bayi merupakan salah satu indicator penting dalam menentukan tingkat kesehatan masyarakat. Angka ini sangat sensitive terhadap perubahan tingkat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Adalah jumlah anak usia di bawah lima tahun selama satu tahun per 1000 anak usia yang sama pada pertengahan tahun tersebut. Jumlah kematian anak berumur < 5 tahun selama 1 tahun pada tahun tertentu X K Jumlah anak berumur < 5 tahun pada pertengahan tahun Angka ini sekaligus mereflesikan tinggi rendahnya angka kematian bayi dan kematian anak.

Sebagaimana telah disebutkan pada bahasan sebelumnya, bahwa banyak variabel yang mempengaruhi angka kematian, antara lain: Umur / komposisi umur Tempat tinggal (desa, kota) Pekerjaan Jenis kelamin (hampir secara universal wanita lebih rendah tingkat kematiannya dari pada pria, hampir pada semua kelompok umur) Status perkawinan (pada umur dewasa, mereka yang kawin lebih rendah tingkat kematiannya dari pada bujangan, janda / duda, dan cerai )

Standarisasi dilakukan untuk menyingkirkan / mengendalikan pengaruh berbagai variabel pada pengukuran angka kematian

Cara standarisasi ada dua yaitu: 1. Standarisasi langsung (Direct standarisation) 2. Standarisasi tak langsung (Indirect standarisation)

Kematian Bayi Endogen Adalah kematian bayi yang disebabkan oleh faktor-faktor anak yang dibawa sejak lahir, diwarisi oleh orang tuanya pada saat konsepsi atau didapat dari ibunya selama kehamilan Kematian Bayi Eksogen Adalah kematian bayi yang disebabkan oleh faktor-faktor yang bertalian dengan pengaruh lingkungan luar.