Anda di halaman 1dari 4

Manifestasi Klinis

Tanda dan gejala pada luka bakar dapat ditentukan berdasarkan klasifikasi luka bakar itu sendiri, diantaranya: A. Klasifikasi Luka Bakar Berdasarkan Kedalaman Semakin dalam luka bakar, semakin sedikit apendises kulit yang berkontribusi pada proses penyembuhan dan semakin memperpanjang masa penyembuhan luka. Semakin panjang masa penyembuhan luka, semakin sedikit dermis yang tersisa, semakin besar respon inflamasi yang terjadi dan akan semakin memperparah terjadinya scar. Luka bakar yang sembuh dalam waktu 3 minggu biasanya tanpa menimbulkan hypertrophic scarring, walaupun biasanya terjadi perubahan pigmen dalam waktu yang lama. Sebaliknya luka bakar yang sembuh lebih dari tiga minggu sering mengakibatkan hypertrophic scars (Schwartz et al, 1999). 1. Luka Bakar Derajat I : Kerusakan terbatas pada lapisan epidermis (superficial) Kulit kering, hiperemik berupa eritema Tidak dijumpai bula Nyeri karena ujung-ujung saraf sensorik teriritasi Penyembuhan terjadi secara spontan dalam waktu 5-10 hari (Moenadjat, 2001)

2. Luka Bakar Derajat II: - Kerusakan terjadi pada seluruh lapisan epidermis dan sebagian lapisan dermis, berupa reaksi inflamasi disertai proses eksudasi. - Dijumpai bula - Nyeri karena ujung-ujung saraf sensorik teriritasi - Dasar luka berwarna merah atau pucat, sering terletak lebih tinggi diatas kulit normal (Moenadjat, 2001) - Pembentukan scar - Nyeri (Schwarts et al, 1999) Dibedakan atas 2 (dua) : a. Derajat II Dangkal (Superficial) Kerusakan mengenai bagian superfisial dari dermis. Organ-organ kulit seperti folikel rambut, kelenjar keringat, kelenjar sebasea masih utuh. (Moenadjat, 2001)

Bula mungkin tidak terbentuk beberapa jam setelah cedera, dan luka bakar pada mulanya tampak seperti luka bakar derajat satu dan mungkin terdiagnosa sebagai derajat dua superfisial setelah 12 sampai 24 jam.

Ketika bula dihilangkan, luka tampak berwarna pink dan basah. Jarang menyebabkan hypertrophic scar. Jika infeksi dicegah maka penyembuhan akan terjadi secara spontan kurang dari 3 minggu. (Schwarts et al, 1999 b. Derajat II Dalam (Deep)

Kerusakan mengenai hampir seluruh bagian dermis Organ-organ kulit seperti folikel rambut, kelenjar keringat, kelenjar sebasea sebagian besar masih utuh.

Penyembuhan terjadi lebih lama, tergantung biji epitel yang tersisa (Moenadjat, 2001). Juga dijumpai bula, akan tetapi permukaan luka biasanya tampak berwarna pink dan putih segera setelah terjadi cedera karena variasi suplai darah ke dermis (daerah yang berwarna putih mengindikasikan aliran darah yang sedikit atau tidak ada sama sekali; daerah yang berwarna pink mengindikasikan masih ada beberapa aliran darah).

Jika infeksi dicegah luka bakar akan sembuh dalam 3 sampai 9 minggu. (Schwarts et al, 1999) 3. Luka Bakar Derajat III (Full Thickness Burn):

Kerusakan meliputi seluruh tebal dermis dan lapisan yang lebih dalam. Tidak dijumpai bula Apendises kuliit rusak Kulit yang terbakar berwarna abu-abu dan pucat. Karena kering, letaknya lebih rendah dibandingkan kulit sekitar.

Terjadi koagulasi protein pada epidermis dan dermis yang dikenal sebagai eskar. Tidak dijumpai rasa nyeri dan hilang sensasi, oleh karena ujung-ujung saraf sensorik mengalami kerusakan / kematian.

Penyembuhan terjadi lama karena tidak ada proses epitelisasi spontan dari dasar luka. (Moenadjat, 2001)

B.

Klasifikasi Luka Bakar Berdasarkan Luasnya

Wallace membagi tubuh atas bagian 9% atau kelipatan 9 yang terkenal dengan namarule of nine atau rule of wallace yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. Kepala dan leher Lengan masing-masing 9% Badan depan 18%, badan belakang 18% Tungkai maisng-masing 18% Genetalia/perineum : 9% : 18% : 36% : 36% : 1%

C. Klasifikasi Luka Bakar Berdasarkan Berat Ringannya Untuk mengkaji beratnya luka bakar harus dipertimbangkan beberapa faktor antara lain : 1. Persentasi area (Luasnya) luka bakar pada permukaan tubuh. 2. Kedalaman luka bakar. 3. Anatomi lokasi luka bakar. 4. Umur klien. 5. Riwayat pengobatan yang lalu. 6. Trauma yang menyertai atau bersamaan. a) American Burn Association membagi dalam : A. Yang termasuk luka bakar ringan (minor) : Tingkat II: kurang dari 15% Total Body Surface Area pada orang dewasa atau kurang dari 10% Total Body Surface Area pada anak-anak. Tingkat III: kurang dari 2% Total Body Surface Area yang tidak disertai komplikasi. Tingkat II: 15% 25% Total Body Surface Area pada orang dewasa atau kurang dari 10% 20% Total Body Surface Area pada anak-anak. Tingkat III: kurang dari 10% Total Body Surface Area yang tidak disertai komplikasi. Tingkat II: 32% Total Body Surface Area atau lebih pada orang dewasa atau lebih dari 20% Total Body Surface Area pada anak-anak.. Tingkat III: 10% atau lebih. Luka bakar yang melibatkan muka, tangan, mata, telinga, kaki dan perineum.. Luka bakar pada jalan pernafasan atau adanya komplikasi pernafasan. Luka bakar sengatan listrik (elektrik). B. Yang termasuk luka bakar sedang (moderate) :

C. Yang termasuk luka bakar kritis (mayor):

Luka bakar yang disertai dengan masalah yang memperlemah daya tahan tubuh seperti luka jaringan linak, fractur, trauma lain atau masalah kesehatan sebelumnya..

b) American college of surgeon membagi dalam: 1) Parah critical: Tingkat II: 30% atau lebih. Tingkat III: 10% atau lebih. Tingkat III pada tangan, kaki dan wajah. Dengan adanya komplikasi penafasan, jantung, fractura, soft tissue yang luas. Tingkat II: 15 30% Tingkat III: 1 10% Tingkat II: kurang 15% Tingkat III: kurang 1%

2) Sedang moderate:

3) Ringan minor: