Anda di halaman 1dari 7

Mekanisme Pernapasan A.

Ventilasi Pulmoner Ventilasi pulmoner adalah proses inhalasi (masuk) dan ekshalasi (keluar) udara juga melibatkan pertukaran udara diantara atmosfer dan alveoli. Ventilasi pulmoner dapat terjadi ketika ada perbedaan tekanan udara antara pulmo dan atmosfer, dan akan mengalir sesuai dengan gradien tekanan (Tortora, 2009). Terdapat tiga tekanan udara yang akan diperhatikan dalam mekanisme pernapasan. Pertama adalah tekanan atmosfir atau barometrik, besarnya tekanan atmosfir adalah sekitar 760 mmHg pada permukaan laut, namun tekanan atmosfir ini akan semakin kecil sesuai dengan ketinggian.Lalu tekanan intraalveolar, tekanan intraalveolar biasanya tergantung keadaan pulmo, jika pulmo akan melakukan inspirasi maka, tekanan intraalveolar sekitar 759 mmHg, sedangkan ketika akan melakukan ekspirasi akan berada di 761 mmHg (Sherwood, 2009). Inhalasi, atau biasa disebut inspirasi merupakan proses memasukan udara ke dalam tubuh, udara akan masuk kedalam tubuh jika tekanan udara di dalam pulmo lebih rendah dibandingkan tekanan udara diatmosfer. Untuk mendapatkan tekanan yang lebih kecil, maka dilakukan usaha untuk membesarkan volume pulmo, dengan cara memperluas rongga dada melalui kontraksi dari otot-otot inspirasi utama seperti diafragma, dan M. Intercostalis Externus. Mekanisme pembesaran volum dengan hubungan tekanan ini sebenarnya sama dengan Hukum Boyle, dimana semakin luas volume, semakin rendah tekanannya, begitu pula sebaliknya (Tortora, 2009).

Gambar 1. Ventilasi pulmoner (inspirasi dan ekspirasi) (Martini, 2012). Ekshalasi atau biasa disebut ekspirasi merupakan suatu proses

mengeluarkan udara dari pulmo ke atmosfer. Proses ini juga membutuhkan perbedaan tekanan udara, namun pada proses ini tekanan di dalam pulmo akan lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan di atmosfir, oleh karena itu udara akan mengalir keluar. Ekshalasi sebenarnya merupakan proses pasif akibat dari elastic recoil dinding thorax dan pulmo (Tortora, 2009).

Gambar 2. Penggunaan otot-otot di daerah ronga thorax untuk ventilasi pulmoner dalam keadaan normal maupun dipaksa (Martini, 2012). Jika diperlukan volume udara yang lebih dari inhalasi dan ekshalasi normal, maka tubuh kita dapat menghirup dan mengeluarkan nafas lebih dengan bantuan otot-otot tambahan. Ketika kita melakukan inspirasi dalam, maka otot-otot tambahan inspirasi seperti M. Sternocleidomastoideus, M. Pectoralis Major, M. Serratus Anterior dan M. Skalenus akan membantu otototot inspirasi utama untuk memasukan udara secara maksimal, inspirasi ini juga ladang disebut forced breathing atau Hiperapneu. Tidak hanya saat inspirasi namun, saat ekspirasi otot-otot tambahan juga dapat membantu proses ekspirasi maksimal. Otot-otot yang aktif saat ekspirasi maksimal adalah M. Transversus Thoracis, M. Intercostalis Internus, dan otot-otot abdominalis (Martini, 2012).

B. Volume Paru dan Kapasitas Paru Udara akan mengalir masuk dan keluar secara terus menerus, maka perlu diketahui juga berapa volume udara yang masuk ke dalam tubuh. Berikut adalah volume dan kapasitas paru (Ganong, 2005):

Gambar 3. Diagram volume paru (Ganong, 2005). 1. Volume Tidal (Tidal Volume) Volume yang keluar dan masuk ke dalam paru dalam keadaan nafas normal. Jumlahnya bervariasi tergantung ras, jenis kelamin, dan besarnya rongga dada. Namun, di beberapa literatur menyebutkan jumlahnya 500 cc. 2. Volume Cadangan Inspirasi (Inspiratory Reserve Volume) Volume udara yang dimasukan dengan usaha maksimal setelah melakukan inspirasi normal. 3. Volume Cadangan Ekspirasi (Expiratory Reserve Volume) Volume udara yang dikeluarkan dengan ekspirasi aktif oleh otot-otot ekspirasi. 4. Volume Residual Fungsional (Residual Volume) Volume udara yang tersisa di dalam paru0paru setelah melakukan usaha ekspirasi maksimal. 5. Ruang Rugi Anatomi (Respiratory Dead Space) Volume udara yang ada di zona konduksi saluran nafas yang tidak ditukarkan di dalam alveoli. 6. Kapasitas Vital (Vital Capacity)

Kapasitas paru yang bisa diekspirasikan setelah melakukan inspirasi maksimal. Sebenarnya kapasitas vital ini merupakan pertambahan antara volume tidal, volume cadangan inspirasi, dan volume cadangan ekspirasi. Biasanya kapasitas ini diukur untuk mengetahui fungsi paru. 7. Forced Expiration in 1 Seconds (FEV1) Fraksi dari kapasitas vital yang diukur pada 1 detik pertama. 8. Kapasitas Inspirasi Kapasitas paru untuk mengetahui jumlah udara dari inspirasi normal dan inspirasi maksimal. 9. Kapasitas Residual Fungsional Jumlah udara yang akan tersisa di dalam pulmo, setelah melakukan ekspirasi maksimal. 10. Kapasitas Total Jumlah udara yang masuk, keluar, dan tetap dalam pulmo, baik saat istirahat, maupun melakukan ventilasi secara aktif. C. Respirasi Eksternal Respirasi Eksternal adalah pertukaran gas antara alveoli dan darah di kapiler pulmo melalui membran respirasi. Pada pertukaran ini gas yang keluar menuju alveoli adalah CO2, sedangkan gas yang masuk ke kapiler darah adalah O2 (Tortora, 2009). Dalam proses ini akan terjadi beberapa proses yaitu ventilasi pulmoner lalu akan terjadi pertukaran gas O2 dan CO2 di dalam alveolus dan darah di dalam kapiler paru. Kecepatan respirasi akan bergantung dengan kebutuhan tubuh, jika proses metabolik cepat maka kecepatan respirasi akan meningkat, namun jika proses metabolik rendah, maka kecepatan respirasi akan berkurang (Sherwood, 2009). D. Respirasi Internal Inspirasi internal merupakan proses pertukaaran gas diantara darah di sistem kapiler dengan sel di jaringan. Pada proses ini O2 akan masuk ke jaringan dan CO2 akan keluar dari jaringan. Didalam sel di jaringan juga akan terjadi respirasi seluler yang akan menghasilkan ATP (Tortora, 2009). E. Fungsi Non Respiratorik Sistem Pernapasan

Walaupun fungsi utama dari sistem respirasi adalah untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan O2, namun sebenarnya sistem pernapasan juga berfungsi untuk beberapa fungsi non resiratorik berikut, seperti (Sherwood, 2009): 1. Rute pengeluaran air dan panas 2. Meningkatkan aliran balik vena 3. Membantu mempertahankan keseimbangan asam-basa di dalam tubuh 4. Memungkinkan kita untuk berbicara 5. Sistem pertahanan benda asing yang masuk melalui saluran napas 6. Mengeluarkan, mengaktifkan, memodifikasi, atau menginaktifkan bahan-bahan yang melewati sirkulasi paru.

DAFTAR PUSTAKA Ganong, William F. 2005. Review of medical Physiology 22nd Edition. New York:McGraw-Hill Companies. Martini, Frederic H., Judi L. Nath dan Edwin F. Bartholomew. 2012. Fundamentals of Anatomy and Physiology 9th Edition.

Philadhelphia:Pearson Education, Inc. Sherwood, Lauralee. 2009. Fisiologi Manusia: dari sel ke sistem. Jakarta:Penerbit Buku Kedokteran EGC. Tortora, Gerard J. dan Bryan H. Derrickson. 2009. Principles of Anatomy and Physiology: Maintenance and Continuity of the Human Body, 12th Edition, Volume 2. Hoboken:John Wiley & Sons, Pte Ltd.