Anda di halaman 1dari 9

NAMA : UMI KALSUM NIM : L221 12 251 BUDIDAYA PERAIRAN.

Membuat sebuah usaha yan di dalamnya terdapat pengooranisasian ,

pengawasan , starting, dan PENGARAHAN. Rencana kerja atau usaha yang ingin saya buat ialah tentang usaha perikanan yan bergerak pada bidang pakan ikan. Alasan saya dalam pengambilan bidang ini ialah karna pada usaha periakanan khususnya budidaya ikan ini sangat membutuhkan pakan karna dari pakan nilai nutrisi pada ikan akn terpenuhi. Dalam budidaya, nilai pengeluaran yang paling tinggi ialah pakan hampir 70%- 75 % biaya pengeluaran habis digunakan untuk pemenuhan nutrisi pada ikan yang di budidayakan.

1. PENGOORGANISASIAN Suatu organisasi perlu untuk mengalokasikan dan menugaskan kegiatan diantara para anggotanya agar tujuan dari organisasi tersebut dapat tercapai dengan efisien. Oleh karena itu, didalam Usaha ini akan diungkapkan mengenai bermacam-macam aspek proses

pengorganisasian yang tentu saja berkenaan dengan pencapaian tujuan organisasi. Pengorganisasian (Organizing) merupakan proses penyusunan

struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber dayasumber daya yang dimilikinya, dan lingkungan yang melingkupinya. Dua aspek utama proses penyusunan struktur organisasi adalah departementalisasi, yaitu merupakan pengelompokan kegiatan-kegiatan kerja suatu organisasi agar kegiatan-kegiatan yang sejenis yang saling berhubungan dapat dikerjakan bersama. Hal ini akan tercermin pada struktur formal suatu organisasi, dan tampak atau ditunjukkan oleh suatu bagan organisasi. Pembagian kerja adalah pemerincian tugas pekerjaan agar setiap individu dalam organisasi bertanggung jawab untuk dan melaksanakan sekumpulan kegiatan yang terbatas. Kedua aspek ini merupakan dasar proses pengorganisasian suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efisien dan efektif Dalam usaha pakan ini saya ingin memyusun struktur organisasi seperti di bawah ini :

Disini presiden bertindak sebagai panutan dalam pengelolaan usaha pakan yang baik. Pemimpin usaha disini yang bertindak sbagai pemberi contoh para pegawai yang ada di bawahannya, disamping menanggung tanggung jawab Kepemimpinan mengarahakan kegiatan yang berhubungan dengan tugas anggota atau kelompok organisasi. KONSULTATIF, yaitu yang meminta pendapat dari bawahan, tujuan digariskan, perintah umum di keluarkan setelah diskusi dengan bawahan. Manejer produksi Disini dia sebagai pengontrol dalam bidang merupakan proses mempengaruhi dan

pengoorganisasian di bidang produksi. Banyak perusahaan besar,

dengan banyak jenis produk, diorganisasikan menurut struktur organisasi divisional. Bila departementalisasi perusahaan menjadi terlalu komplek dan tidak praktis bagi struktur fungsional, manajer perlu membentuk divisi-divisi semi otonomi, dimana setiap divisi merancang, memproduksi dan memasarkan produknya sendiri. Organisasi divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar peralatan. Struktur organisasi divisional atas dasar produk. Setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk). Divisionalisasi produk adalah pola logik yang dapat diikuti bila jenis-jenis produk mempunyai teknologi pemrosesan dan metoda-metoda pemasaran yang sangat berbeda satu dengan yang lain dalam organisasi (lihat gambar 6.2). Dalam gambar terlihat bahwa perusahaan diorganisasikan atas dasar produk pada tingkat manajer umum, dan pada tingkat selanjutnya menggunakan pendekatan fungsional. Produksi pemasaran Lebih kpada bagaimana pemasannya di masyarakat.. teknik-teknik nya pun berbeda .. produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau

Ada yan menggunakan internet sebaai srana , adapun yang menggunakan fungsi pasar. Struktur Organisasi divisional atas dasar wilayah. Departementalisasi wilayah, kadang-kadang juga disebut departementalisasi daerah, regional atau geografis, adalah pengelompokan kegiatan-kegiatan menurut tempat dimana operasi berlokasi atau dimana satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya. Faktor-faktor lokasi yang terutama menjadi

pertimbangan adalah sumber bahan mentah, pasar dan tenaga kerja. Perusahaan yang menjual produknya diberbagai wilayah yang tersebar luas, dapat membaginya menjadi kelompokkelompok wilayah dengan manajer tersendiri (area manager) untuk setiap wilayah. Perusahaan-perusahaan jasa, perbankan dan peruahaan-perusahaan bukan manufakturing lainnya lazin

diorganisasikan atas dasar wilayah, dengan membuka kantorkantor cabang Departementalisasi fungsional mengelompokkan fungsi-fungsi yang sama atau kegiatan-kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi. Semua individu-individu yang melaksanakan fungsi yang sama dikelompokkan bersama, seperti seluruh

personalia penjualan, akuntansi, programmer komputer, dan sebagainya. Organisasi fungsional ini barangkali merupakan bentuk yang paling umum dan bentuk dasar departementalisasi. Gambar 6.1 menunjukkan departementalisasi fungsional yang digunakan pda tingkatan manajemen puncak dalam membagi empat fungsi utama bisnisproduksi, pemasaran, keuangan dan personalia (kepegawaian). Kebaikan pendekatan fungsional. Kebaikan utama pendekatan fungsional adalah bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi-fungsi utama, menciptakan efisiensi melalui spesialisasi, memusatkan keahlian organisasi, dan memungkinkan pengawasan manajemen puncak lebih ketat terhadap fungsifungsi. Pendekatan ini cocok untuk lingkungan yang stabil serta memerlukan koordinasi internal yang minimum, membutuhkan lebih sedikit ketrampilanketrampilan dasar pribadi, dan meminimumkan duplikasi personalia dan peralatan dari segi biaya.

PENGARAHAN; dasar pengarahan itu : 1. Sumbangan individu terhadap tujuan organisasi tergantung pada komunikasi antara yang diarahkan dan yang mengarahkan. 2. Harmonisasi antara tujuan individu dengan tujuan organisasi 3. Pengarahan harus efesien untuk mencapai tujuan 4. Kesatuan perintah 5. Teknik pengarahan yang tepat 6. Komunikasi yang baik 7. Kemampuan memimpin yang baik 8. Supervisi langsung 9. Tarap pengertian yang tinggi 10. Informasi yang disampaikan secara langsung 11. Pemanfaatan organisasi tak formal

PEMBERIAN PERINTAH Perintah Adalah : Suatu instruksi resmi dari seorang atasan kepada bawahan untuk mengerjakan atau tidak melakukan sesuatu guna merealisasikan tujuan (Perusahaan) Jadi : Dari batasan ini, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa unsur dari perintah sebagai berikut : 1. Instruksi Resmi 2. Atasan dan bawahan 3. Mengerjakan atau tidak mengerjakan kegiatan 4. Realisi Tujuan Sehingga ; perintah itu harus memiliki prinsip, sebagai berikut : 1 Perintah harus jelas 2. Perintah harus positif 3. Perintah harus diberikan kepada orang yang tepat

4. Perintah diberi X dijabarkan satu persatu 5. Perintah harus bersifat motivasi