Anda di halaman 1dari 23

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah kesehatan reproduksi di Indonesia perlu mendapatkan perhatian bersama, dan bukan hanya individu yang bersangkutan, karena dampaknya luas menyangkut berbagai aspek kehidupan dan menjadi parameter kemampuan negara dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Dengan demikian kesehatan alat reproduksi sangat erat hubungannya dengan angka kematian ibu dan angka kematian anak (Manuaba, IBG). Menstruasi dianggap normal jika terjadi interval 22 !" hari, jika lamanya perdarahan kurang dari # hari dan jumlah darah yang hilang kurang dari $% ml. Dis&harge menstruasi terdiri dari &airan jaringan (2% '%( dari total dis&harge), darah ("% $%() dan )ragmen )ragmen endometrium. Gangguan menstruasi paling umum terjadi pada a*al dan akhir masa reprodukti), yaitu diba*ah usia +, tahun (- 2"() dan diatas usia !, tahun (- !"(). Gangguan ini mungkin berkaitan dengan lamanya siklus menstruasi atau jumlah dan lamanya menstruasi (.astra*inata .ulaiman, +,,$). Di dalam peme&ahan masalah tentang gangguan reproduksi, sebagai seorang Bidan dan tenaga kesehatan haruslah ber*a*asan luas dan senantiasa berorientasi tentang teori dan masalah yang ada di masa yang akan datang dan mengenal upaya pen&egahan serta pera*atan dalam masalah kesehatan reproduksi. 1.2 Tujuan /dapun tujuan pembuatan laporan /suhan 0ebidanan ini adalah 1 +.2.+ 2ujuan 3mum Diharapkan mahasis*a /kademi 0ebidanan mempunyai pengalaman nyata dalam melakukan mananjemen kebidanan pada pasien dengan menometrorhagia.

+.2.2

2ujuan 0husus Diharapkan mahasis*a /kademi 0ebidanan mampu 1 +. Melakukan pengkajian terhadap ibu dengan gangguan reproduksi menometrorhagia. 2. Melakukan identi)ikasi masalah. !. Menentukan antisipasi masalah potensial. '. Melakukan identi)ikasi kebutuhan segera. ". Menentukan ren&ana /suhan 0ebidanan. 4. Melakukan ren&ana /suhan 0ebidanan. #. Mengevaluasi kee)ekti)an dari /suhan 0ebidanan yang telah diberikan.

1.3 Batasan Masalah Mengingat *aktu dan kemampuan penulis yang terbatas, maka penulis membatasi penulisan /suhan 0ebidanan Gangguan 5eproduksi pada 6y.787 dengan Menometrorrhagia di 9oli 0andungan 5.3. Bunda 0andangan .urabaya. 1.4 Metode Penul san +.'.+ .tudi 0epustakaan 9enulis membekali diri dengan memba&a literatur literatur yang berkaitan dengan topik menometrorrhagia. +.'.2 9raktek :angsung Melakukan /suhan 0ebidanan pada klien se&ara langsung pada saat praktek di 9oli 0andungan 5.3. Bunda 0andangan .urabaya. +.'.! Bimbingan dan 0onsultasi Dalam menyelesaikan /suhan 0ebidanan ini penyusun melakukan konsultasi dengan pembimbing pendidikan dan pembimbing ruangan.

1.! " ste#at ka Penul san B/B + 986D/;3:3/6 +.+ :atar Belakang +.2 2ujuan +.! Batasan Masalah +.' Metode 9enulisan +." .istematika 9enulisan B/B 2 :/6D/./6 28<5I 2.+ 0onsep Dasar Menometroragia 2.+.+ 2.+.2 2.+.! 2.+.' 2.+." 2.+.4 2.+.# 2.2 0onsep Dasar Menometroragia 8tiologi 9ato)isiologis 2anda dan Gejala Data 9enunjang 9enanganan dan 2herapi 9emeriksaan 9enunjang Menometrorrhagia

0onsep /suhan 0ebidanan dengan Gangguan ;aid Menometrorrhagia

B/B !

2I6=/3/6 0/.3. !.+ 9engkajian !.2 Identi)ikasi Diagnosa atau Masalah 0ebidanan !.! /ntisipasi Diagnosa atau Masalah 9otensial !.' Identi)ikasi 0ebutuhan .egera !." 9engembangan 5en&ana !.4 Implementasi !.# 8valuasi

B/B ' B/B "

98MB/;/./6 9863239 ".+ .impulan

'

".2 .aran D/>2/5 93.2/0/

BAB 2 LANDA"AN TE$%& 2.1 'onse( Dasar Meno#etrorag a 2.+.+ 9engertian Menometroragia adalah perdarahan saat menstruasi yang berlangsung terus atau panjang atau panjang berdarah banyak (Manuaba IBG, 2%%$). Menometroragia adalah perdarahan yang terjadi dalam masa antara 2 haid (.ai)uddin /bdul Bari, 2%%") Menometrorrhagia adalah pengeluaran darah yang terlalu banyak biasanya disertai bekuan darah dimana tidak ada hubungannya dengan haid (di luar siklus haid) (.astra*inata .ulaiman, +,,$) 2.+.2 8tiologi +. .ebab sebab organik 9erdarahan dari uterus, tuba, dan ovarium disebabkan oleh kelainan pada 1 a. .erviks uteri, seperti polipus servisis uteri, erosio porsionis uteri, ulkus pada porsio uteri, karsinoma servisis uteri. b. 0orpus uteri, seperti polip endometrium, abortus imminens, abortus sedang berlangsung, abortus in&ompletus, mola hidatidosa, koriokarsinoma, subinvolusio uteri, karsinoma korporis uteri, sarkoma uteri, mioma uteri. &. 2uba )allopi, seperti kehamilan ektopik terganggu, radang tuba, tumor tuba. d. <varium, seperti radang ovarium, tumor ovarium 2. .ebab sebab )ungsional 9erdarahan dari uterus yang tidak ada hubungannya dengan sebab organik dinamakan perdarahan dis)ungsional. 9erdarahan dis)umgsionala dapat terjadi pada setiap umur antara menar&he dan menopause. 2etapi, kelainan ini lebih

"

sering dijumpai se*aktu masa permulaan dan masa akhir )ungsi ovarium. Dua pertiga dari *anita *anita yang dira*at di rumah sakit untuk perdarahan dis)ungsional berumur di atas '% tahun, dan ! ( di ba*ah 2% tahun. .ebetulnya dalam praktek banyak dijumpai pula perdarahan dis)ungsional dalam masa pubertas, akan tetapi karena keadaan ini biasanya dapat sembuh sendiri, jarang diperlukan pera*atan di rumah sakit (.ai)uddin /bdul Bari, 2%%")

2.+.!

9ato)isiologi ;ipotalamus Gn 5; ;ormon penghambat 9rolaktin

;ipo)isis >.; :; <varium 8strogen 9rogesteron 9erdarahan menstruasi 9erdarahan di luar menstruasi Bersi)at ber&ak dan terus menerus (Derek :ie*ellyn =ones, 2%%2) 9erdarahan di luar haid karena kelainan organik ini karena adanya gangguan atau kelainan pada alat alat reproduksi yang dipengaruhi hormon hormon.

2.+.'

2anda dan Gejala /danya perdarahan pervaginam +. 0ualitas 9enyembuhan perdarahan pervaginam biasanya diberikan kesan adanya suatu komplikasi kehamilan, keganasan )olip )ibroid atau perdarahan dis)ungsional. 2. Durasi Durasi perdarahan dapat membantu membedakan menstruasi normal dari kelainan saluran reproduksi. !. 8pisode 8pisode hipermenorrhoe yang berlangsung dapat menggambarkan suatu siklus ovulasi yang komplikasi oleh &eronmioma atau adenomiasis. 9erdarahan yang lebih berat dari biasanya dapat disebabkan oleh polip endometrium. '. Membantu membedakan perjalanan perdarahan akti) dari suatu proses yang lebih kronis. Darah segar adalah perdarahan akti) yang disebabkan oleh suatu komplikasi kehamilan atau laserasi akut. /danya noda &oklat merupakan suatu indikasi bah*a darah di dalam vagina telah ber&ampur oleh sekresi atau vagina.

2.+."

Data 9enunjang 9emeriksaan darah lengkap dan hapusan darah. 9enentuan hemoglobin dan hematokrit memberikan pengukuran tidak langsung dari kehilangan darah pada dehidrasi. 6ilai tersebut &enderung meningkat se*aktu perdarahan akut hematokrit masih normal sampai terjadi mekanis kompisantonis.

2.+.4

9enanganan dan 2herapy 0adang pengeluaran darah pada perdarahan dis)ungsional sangat banyak. Dalam hal ini penderita istirahat tirah baring dan memberi trans)usi darah.

+.

8strogen dalam dosis tinggi supaya kadarnya dalam darah meningkat dan perdarahan berhenti. Dapat diberikan se&ara dini propianasi ekstradiol dan ben?oat. 8kstradiol atau valeras ekstradiol 2% mg.

2.

9rogesteron 9ertimbangan disini ialah bah*a sebagian besar perdarahan )ungsional anovulator sehingga pemberian progesteron mengimbangi pengaruh estrogen terhadap endometrium. Dapat diberikan kaproas hidroksi progesteron +2" mg se&ara dini atau dapat diberikan per <. sehari, horethidrona +" mg atau asetas medroksi progesteron (movera) +% mg yang dapat dikurangi. 2herapy ini berguna pada *aktu dan masa pubertas. .ebagai tindakan yang terakhir pada *anita dengan perdarahan dis)ungsional terus menerus *alaupun sudah dilakukan kerokan beberapa kali dan yang sudah mempunyai anak &ukup ialah histerektomy. 3ntuk mereka yang sangat keberatan atau ada kontraindikasi terhadap operasi dan sudah lanjut umurnya ('" tahun ke atas) therapy radiasi ovarium dapat dipertimbangkan.

2.+.#

9ada kasus yang dialami oleh para remaja atau gadis 1 +. 2. 0onsultasi dokter ahli. 9engobatan se&ara hormonal.

2.+.$

9ada kasus yang dialami oleh *anita yang telah menikah atau telah memiliki anak 1 +. 2. !. '. 0onsultasi dengan dokter ahli. 9emeriksaan alat kandungan. 9emeriksaan patologi anatomi. 2erapi yang berkelanjutan.

2.+.,

2erapi bedah +. 0uretase sebelum tersedia hormon atau therapy bedah yang lebih baru, kuretase merupakan satu satunya therapy bagi menometrorrhagia, selain histerektomi kuretase dapat mengontrol perdarahan berat dalam jangka *aktu yang singkat tetapi biasanya kambuh dalam ' 4 bulan. 2. /blasia endometrium 0onsep prosedur ini adalah bah*a dengan mengadakan ablasia lapisan basah endometrium, regenerasi endometrium dapat di&egah atau dikurangi dan menometrorrhagia sembut. (Mansjoer, /ri), 2%%%)

2.+.+% 9emeriksaan 9enunjang Menometrorrhagia ;arus dilakukan anamnesis dan pemeriksaan )isik yang &ermat dan dari pemeriksaan ini diminta tes laboratorium spesi)ik. 9emeriksaan ini meliputi pemeriksaan darah lengkap termasuk skrening, koagulasi jika diindikasikan dan kemungkinan test )ungsi tyroid. 2est ini mungkin sudah &ukup untuk menegakkan diagnosa, tetapi jika *anita tersebut di atas !" tahun, la?im dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 2est tambahan tersebut adalah histereskopi dan biopsi endometrium, sampel endometrium, ultrasonogra)i transvaginal dan kuretase diagnostik. +. ;isteroskopi Dengan sebuah histeroskopi, dapat dilihat rongga uterus dan kelainannya, seperti polip endometrium atau dapat dideteksi mioma sub mukosa dan sering dapat pula sekaligus dibuang, disamping itu dapat dilakukan pengambilan sampel endometrium untuk pemeriksaan histologik. ;isteroskopi merupakan suatu prosedur yang dapat dilakukan di tempat praktek dengan atau tanpa anastesi lokal. 2. 9engambilan .ampel (biopsi) 8ndometrium 9engambilan sampel (biopsi) endometrium dilakukan dengan memasukkan kuret biopsi sempit melalui serviks uteri untuk

+%

mendapatkan sampel representative dari endometrium. 9rosedur ini dapat dilakukan di praktek dokter. !. 3ltrasonogra)i 2ransvaginal 9rosedur ini merupakan suatu metode non invasive untuk memotret rongga uterus. Metode ini dapat mendeteksi mioma sub mukosa dan dapat mengukur luasnya endometrium. 8ndometrium dengan lebar lebih dari " mm. 9ada *anita post menopause menunjukkan perlunya kuretase untuk menyingkirkan kemungkinan pathologi endometrium. '. 0uretase Diagnostik 9rosedur ini bersi)at invasive dan dilakukan diba*ah anestesi umum. 9asien perlu masuk ke rumah sakit selama sehari, kuretase dilakukan diantara episode perdarahan. .eluruh endometrium dikuret dan dikirimkan untuk pemeriksaan histologis. Metode ini telah digantikan ole histeroskopi dan pengambilan biopsi endometrium. (IBG Manuaba, +,,$) 2.2 'onse( Asuhan 'e) danan dengan *angguan Ha d Meno#etrorrhag a 2.2.2 9engertian Manajemen kebidanan adalah proses peme&ahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan dalam teori ilmiah, penemuan penemuan, yang logis untuk keterampilan 2%%'). /dapun penerapan manajemen kebidanan dalam bentuk kegiatan praktek kebidanan dilakukan melalui suatu proses manajemen kebidanan yaitu # langkah Barney. I. 9engkajian 9engkajian merupakan langkah a*al proses /suhan 0ebidanan yaitu mengumpulkan data, mengolah dan menganalisis data yang rangkaian@tahapan

pengambilan suatu keputusan yang ber)okus pada klien (990A,

++

diperoleh dalam bentuk data subyekti), obyekti) dan data penunjang yang akan memberikan gambaran keadaan kesehatan klien (Depkes 5I, +,,4). +. Data .ubyekti) a. Biodata 6ama 3mur 1 6ama klien dan suami perlu ditanyakan agar tidak keliru dengan nama klien yang lain. 1 3sia reproduksi yang sehat dan aman untuk kehamilan hingga persalinan adalah 2% !% tahun. 9aritas 1 9aritas 2 ! merupakan paritas paling aman ditinjau dari sudut kematian maternal. 9endidikan 1 Makin rendah pendidikan ibu, kematian bayi makin tinggi 9ekerjaan 1 9ekerjaan suami dan ibu menunjukkan tara) hidup sosial ekonominya /gama 1 9erlu di&atat karena hal ini sangat berpengaruh didalam kehidupan termasuk kesehatan. 9erka*inan 1 Berapa kali menikah dan lama menikah membantu menentukan keadaan alat reproduksi ibu /lamat 1 3ntuk mengetahui tempat tinggal ibu agar tidak sama dengan klien lainnya b. 0eluhan utama /dalah keluhan yang dirasakan oleh klien yang menyebabkan adanya gangguan yang perlu ditanyakan pada klien dengan gangguan reproduksi 1 +) Bagaimana keluhan ibu, lemah, &ukup baik. 2) /pakah ada keluhan seperti pusing, perdarahan yang banyak. &. 5i*ayat kebidanan +) 5i*ayat menstruasi ;al yang perlu ditanyakan sehubungan dengan ri*ayat menstruasi antara lain 1 menar&he umur berapa, siklus

+2

menstruasi, lama menstruasi, banyaknya darah yang keluar, *arna dan bau darah, dismenorhoe, )luor albus, dan ;9;2 perlu ditanyakan ri*ayat haid pada klien sebelumnya. /namnesa haid ini berguna untuk memberikan gambaran tentang )aal alat kandungan. 2) 5i*ayat kehamilan, persalinan dan ni)as yang lalu ;al yang perlu ditanyakan yaitu 1 0ehamilan perka*inan keberapa. Ikhtisar kehamilan. 5i*ayat persalinan, anak hidup atau mati, dan sebab kematian, jenis kelamin, tempat melahirkan atau penolong persalinan, &ara melahirkan, spontan belakang kepala atau dengan tindakan. Masalah atau gangguan yang timbul saat masa ni)as dan laktasinya. keberapa dan dari

d.

5i*ayat kesehatan sekarang Cang perlu dikaji apakah klien mempunyai ri*ayat penyakit keturunan ataupun penyakit menular.

e.

5i*ayat penyakit keluarga Data ini diperlukan untuk mengetahui kemungkinan adanya pengaruh penyakit keluarga, orang tua klien, apakah menderita penyakit keturunan dan penyakit menular.

).

9ola kebiasaan sehari hari +) 6utrisi 9erlu disampaikan bagaimana pemenuhan nutrisi selama ini sudah sesuai kebutuhan. 2) 9ola eliminasi Bagaimana pola B/B nya, konstipasi atau tidak, merupakan salah satu masalah yang berhubungan dengan pen&ernaan, dan pola B/0.

+!

!) ')

9ola istirahat Daktu istirahat - $ jam. 9ersonal hygiene 0ebersihan tubuh merupakan salah satu pokok pokok yang perlu diperhatikan dalam hygiene.

")

/ktivitas Bagi ibu mengerjakan aktivitas rumah tangga membutuhkan energi yang banyak.

g.

:atar belakang sosia, budaya Data ini diperlukan untuk mengetahui kebiasaan keluarga dalam kehidupan sehari hari.

h.

9sikologi dan spiritual Bagaimana hubungan dengan keluarga, keadaan ibu yang menderita sakit lebih sensitive, kehidupan yang harmonis serta menyenangkan sangat dibutuhkan.

2. Data <byekti) 9emeriksaan umum a. 0eadaan umum b. 2anda tanda vital +) 2ekanan darah normal adalah antara ,%@4% mm;g hingga +!%@4% mm;g. 2) 6adi normal - $% +%%E@menit, bila lebih dari +2%E@menit hal ini menunjukkan adanya kelainan. !) 9erna)asan normal +4 2'E@menit, bila lebih dari 2'E@menit menandakan adanya to&hipneu. ') .uhu normalnya ,%%> F ,,,4%> (!4,+%A F !#,4%A) (Doenges, 2%%+)

+'

&. 2inggi badan, berat badan, postur tubuh d. 0epala 5ambut 1 Bersih atau kotor, pertumbuhan, *arna, mudah rontok atau tidak, rambut yang mudah di&abut menandakan kurang gi?i. Mata 1 /pakah bentuknya simetris, &onjungtiva anemis atau tidak, sklera mata i&terus atau tidak, adakah &onjungtivitis (Depkes 5I, 2%%%). ;idung Mulut :eher 1 .imetris, ada polip atau tidak, bagaimana kebersihannya. 1 /dakah saria*an, bagaimana kebersihannya. 1 /pakah ada benjolan, apakah ada pembesaran kelenjar lim)e, apakah ada pembesaran kelenjar thyroid. Genetalia 1 Genetalia, ekstremitas. e. 9emeriksan dalam 9emeriksaan dalam disini se&ara umum untuk dapat dievaluasi keadaan vagina, serviks, dan panggul. ). 9emeriksaan penunjang 9emeriksaan ini meliputi pemeriksaan darah lengkap termasuk skrining koagulasi jika diindikasikan dan kemungkinan test )ungsi typhoid, test test ini mungkin sudak &ukup untuk menegakkan diagnosa, tetapi jika berusia !" tahun ke atas la?im dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, pertambahan tersebut adalah 1 +) 9engambilan sample (biopsy) endometrium. 2) ;isterektomi. !) 3.G transvaginal. ') 0uretase diagnostik.

+"

II.

Identi)ikasi Diagnosa @ Masalah Diagnosa kebidanan adalah hasil analisis dan perumusan masalah yang diputuskan oleh seseorang Bidan sesuai dengan teori dan masalah masalah yang sering terjadi pada ibu dengan gangguan haid.

III. /ntisipasi Masalah 9otensial .ehubungan dengan Menometrorhagia Masalah potensial yang biasanya terjadi adalah potensial terjadinya anemi. /ntisipasinya adalah 1 2rans)usi jika perlu +. Berikan pa&ked &ells 2. =ika dara dapat disentri)ugasi gantung, kantung darah beberapa *aktu sehingga sel darah merah mengendap, berikan sel darah merahnya saja, serum ditinggalkan. !. Beri )oru&&emid '% mg IB untuk setiap unit pa&ked &ells. (.ai)uddin /bdul Bari, 2%%2) IB. Identi)ikasi 0ebutuhan .egera 9ada tahap ini pada pasien menometrorhagia dilakukan kolaborasi dengan dokter dalam pemberian theraphi. B. Menyusun 5en&ana /suhan 9ada langkah ini diren&anakan asuhan menyeluruh yang ditentukan oleh langkah langkah sebelumnya. :angkah ini merupakan kelanjutan penatalaksanaan terhadap masalah atau diagnosa. Diagnosa 1 Ibu dengan menometrorhagia Intervensi +. :akukan pendekatan therapeutik pada klien 5asional 1 Dengan komunikasi therapeutik akan terjalin hubungan kerjasama yang kooperati) antara pasien dengan petugas. 2. =elaskan pada pasien penyebab penyakitnya 5asional 1 Memberi pengetahuan tentang penyebab gangguan haidnya !. =elaskan tentang tindakan yang akan dilakukan

+4

5asional 1 9enjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan dapat meningkatkan rasa per&aya diri klien pada petugas sehingga klien lebih kooperati) dalam melaksanakan tindakan. '. <bservasi 22B 5asional 1 Deteksi dini adanya komplikasi ". Berikan penyuluhan tentang nutrisi dan personal hygiene 5asional 1 Menambah pengetahuan ibu tentang kebutuhan nutrisi dapat mengganti sel sel yang keluar melalui darah, mengurangi terjadinya anemi, personal hygiene dapat menghambat perkembangan kuman. 4. /njurkan klien untuk istirahat 5asional 1 Merelaksasi metabolisme tubuh sehingga keadaan umum ibu membaik. #. =elaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan 5asional 1 3ntuk deteksi adanya kelainan $. 0olaborasi dengan dokter 5asional 1 Menjelaskan )ungsi dependent bidan. BI. Implementasi 9elaksanaan ren&ana asuhan menyeluruh seperti pada langkah ke B ini bisa dilakukan oleh bidan atau sebagian lagi oleh klien atau anggota kesehatan lainnya. +. Melakukan pendekatan therapeutik pada klien. 2. Menjelaskan pada pasien penyebab penyakitnya. !. Menjelaskan tentang tindakan yang akan dilakukan '. Mengobservasi 22B ". Memberikan penyuluhan tentang nutrisi dan personal hygiene 4. Menganjurkan klien untuk istirahat #. Menjelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan $. Melakukan kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therapy. BII. 8valuasi

+#

:angkah ini sebagai pengetahuan apakah ren&ana tersebut e)ekti), jika memang e)ekti) dalam pelaksanaannya dilakukan pendokumentasian asuhan dan ditetapkan dalam bentuk .</9 (990A, 2%%').

+$

BAB 4 PEMBAHA"AN

Menometrorrhagia adalah perdarahan yang terjadi di luar siklus haid dengan penyebab kelainan hormonal dan kelainan organ genetalia. Menometrorrhagia dapat terjadi pada setiap umur pada *anita de*asa, lebih sering pada umur di atas '% tahun, karena pada usia tersebut system hormonal seluruh tubuh mengalami kemunduran dalam mengeluarkan hormonnya sehingga terjadi gangguan keseimbangan hormon yang menyebabkan menstruasi tidak teratur (Manuaba, +,,$ 1 '%!). Masalah yang ada pasien dengan menometrorrhagia yaitu pengeluaran darah banyak, kadang disertai gumpalan, nyeri perut dan pusing hal ini tidak ada hubungannya dengan haid. .edangkan pada kasus 6y.767 keluhan utama didapatkan bah*a pasien menstruasi + bulan belum teratasi, - +% hari terakhir keluar darah banyak dan bergumpal. Dalam hal ini ada kesamaan antara teori dan kenyataan yang ada. 9ada kasus 6y.767 ditemukan diagnosa menometrorrhagia, yang sesuai dengan pengkajian yaitu ibu mengatakan menstruasi + bulan belum terhenti - +% hari terakhir keluar darah banyak dan bergumpal. Dan pada pemeriksaan didapatkan bah*a adanya perdarahan pervaginam - + kotek. Dari diagnosa dan masalah yang ada, bisa terjadi menometrorrhagia pada pasien tersebut dikarenakan system hormonal seluruh tubuh mengalami kemunduran dalam mengeluarkan hormonnya, sehingga terjadi gangguan keseimbangan hormon yang menyebabkan menstruasi tidak teratur, kemudian pasien dilakukan implementasi dan evaluasi sampai pasien merasa tenang dengan keadaannya, hal ini karena adanya kerjasama antara petugas kesehatan dengan klien dan keluarga.

+,

BAB ! PENUTUP

!.1 " #(ulan .elama melakukan /suhan 0ebidanan pada 6y.767 penulis dapat menerapkan kerjasama yang baik dengan klien serta keluarga sehingga penulis dapat 1 +. Dalam melakukan pengkajian dapat mengumpulkan data se&ara menyeluruh dan benar karena adanya kerjasama antara pasien dengan petugas. 2. Identi)ikasi masalah atau diagnosa yang ditemukan yaitu asuhan kebidanan pada 6y.767 dengan gangguan menometrorrhagia. !. /ntisipasi masalah potensial yang ditemukan adalah potensial terjadinya anemi. '. Identi)ikasi kebutuhan segera yang dilakukan adalah kolaborasi dengan dokter <bgyn. ". Menentukan intervensi sesuai dengan diagnosa yang didapat yaitu lakukan pendekatan pada pasien dengan komunikasi therapeutik, jelaskan pada ibu tentang penyebab perdarahan, jelaskan tentang tindakan yang akan dilakukan, kolaborasi dengan dokter untuk pemberian therapy, jelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan, anjurkan pada pasien untuk konsumsi makanan yang bergi?i, anjurkan pasien untuk menjaga personal hygiene. 4. Melaksanakan implementasi sesuai dengan ren&ana tindakan yaitu melakukan pendekatan therapeutik yaitu memperkenalkan diri, mendengarkan keluhan pasien dan memberikan alternati) peme&ahan masalah, menjelaskan pada pasien tentang penyebab perdarahan, menjelaskan kepada pasien tentang tindakan yang akan dilakukan, melakukan kolaborasi dengan dokter dalam pemeriksaan dan pemberian therapy, menjelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan, anjurkan pada

2%

2+

ibu untuk mengkonsumsi makanan bergi?i dan bernutrisi, menganjurkan pasien untuk menjaga personal hygiene. #. 8valuasi dilaksanakan sesuai dengan peren&anaan yang telah ditetapkan dan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tindakan kebidanan. /dapun evaluasi dan asuhan kebidanan yang telah diberikan sebagai berikut 1 pada diagnosa 6y.767 dengan menometrorrhagia, tujuan dapat di&apai dan selama melakukan asuhan kebidanan tidak terjadi kesulitan dan ibu bisa mengerti dan menerima keadaan dirinya. .elama melakukan /suhan 0ebidanan ada )aktor )aktor yang mempengaruhi, yaitu 1 !. >aktor penghambat /danya keterbatasan *aktu dikarenakan pasien periksa di 9oli 0andungan, sehingga petugas tidak bisa memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien. '. >aktor penunjang a. /danya sarana prasarana dan )asilitas yang memadai. b. /danya kerjasama yang baik antara petugas dengan pasien. &. /danya kemampuan dan ketrampilan petugas yang sudah pro)esional. !.2 "aran ".2.+ 9etugas 0esehatan ;endaknya bidan dalam memberikan /suhan 0ebidanan harus se&ara utuh dan berkesinambungan yaitu bio, psiko, sosial dan spiritual, agar pasien mendapatkan /suhan 0ebidanan yang optimal sesuai dengan yang pasien harapkan. ".2.2 Bagi 9asien dan 0eluarga /dapun saran yang dapat diberikan antara lain 1 +. Memberikan dukungan mental dan spiritual pada pasien. 2. /njurkan istirahat yang &ukup dan makan makanan yang bergi?i. !. .egera datang ke petugas kesehatan bila ada kelainan atau komplikasi yang terjadi.

22

".2.!

Bagi :ahan 9raktek +. Diharapkan lahan praktek lebih meningkatkan kelengkapan sarana dan prasarana untuk menunjang pelayanan. 2. Diharapkan lahan praktek mau memberikan kesempatan kepada setiap mahasis*a yang melaksanakan ketrampilan disana.

2!

DA+TA% PU"TA'A

:ie*ellyn, =ones Derek. 2%%2. Dasar-dasar Obstetri dan Ginekologi. =akarta 1 ;ipokrates. Manuaba, IBG. +,,$. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. =akarta 1 8GA. .astra*inata, .ulaiman. +,,$. Obstetri Fisiologi. Bandung 1 >0 369/D. .ai)uddin, /bdul Bari. 2%%2. Buku Panduan Praktis Pelayanan Maternal dan Neonatal. =akarta CB9 .9.