Anda di halaman 1dari 43

BAB 2 LANDASAN TEORI

2.1 Penyakit Jantung Koroner Penyakit jantung koroner adalah kondisi patologis arteri koroner (aterosklerosis koroner) yang mengakibatkan perubahan struktur dan fungsi arteri dan penurunan aliran darah ke jantung (Smeltzer & Bare, 2002 p !!") #terosklerosis koroner menyebabkan penyempitan lumen

(lubang) arteri dan penyumbatan aliran darah ke jantung, sehingga suplai darah tidak adekuat (iskemia) $anifestasi utama iskemia miokardium adalah nyeri dada (angina), dan iskemia yang lebih berat akan menyebabkan kerusakan sel jantung, yang disebut infark miokardium Sel%sel jantung yang mengalami kerusakan ire&ersibel akan mengalami degenerasi dan kemudian diganti dengan jaringan parut #pabila kerusakan jantung sangat luas, jantung akan mengalami kegagalan, artinya jantung tidak mampu memompakan darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh (gagal jantung) $anifestasi klinis penyakit jantung koroner yang lain adalah berupa perubahan pola elektrokardiografi ('()), disritmia, dan kematian mendadak

2.1.1 Angina #ngina atau angina pektoris adalah suatu sindroma klinis yang ditandai dengan episode nyeri atau perasaan tertekan di dada depan Penyebabnya diperkirakan karena berkurangnya aliran darah koroner (biasanya akibat sumbatan arteri koroner), menyebabkan suplai oksigen ke jantung tidak adek*at Sakit angina adalah khas, yaitu

+ nyeri dada, sesak napas di tengah dada yang bisa menyebar sampai ke leher dan rahang, pundak kiri atau kanan dan lengan, bahkan sampai punggung (adang%kadang angina dirasakan seperti -sulit bernapas. /ama, durasi nyeri berkisar sekitar 01 menit atau lebih lama, dan akan berkurang bila istirahat atau dengan pemberian obat &asodilator, atau faktor pen2etus, presifitasinya dihilangkan Bentuk lain dari angina adalah #ngina tidak stabil (Unstable Angina), yaitu sakit dada yang tiba%tiba terasa pada *aktu istirahat atau terjadi lebih berat se2ara mendadak Unstable angina merupakan simtom yang

menunjukan keadaan buruk sehingga harus ditangani se2ara serius Pada Unstable angina kekurangan oksigen ke otot jantung dapat menjadi parah (acute), sehingga amat berbahaya3 risiko komplikasi terjadinya serangan jantung amat besar Bentuk lain angina adalah Variant Angina, yaitu terjadi bila arteri koroner mengalami spasm (kejang) atau mengerut se2ara mendadak 4ni dapat terjadi pada arteri koroner normal, tetapi yang sering adalah bila di arteri tersebut sudah terdapat plak Pada penelitian ini, indikator, tanda dan gejala angina tidak termasuk yang diteliti, karena data karakteristik nyeri dada yang dirasakan pasien saat serangan, pada umumnya tidak ter2atat dalam status pasien, 2atatan medis (medical record)

2.1.2 Serangan jantung/ infark miocard 4nfark miokardium atau serangan jantung menga2u pada proses rusaknya jaringan jantung akibat suplai darah yang tidak adekuat sehingga aliran darah koroner berkurang ke otot, jaringan jantung )ejala utama 4nfark miokardium adalah nyeri dada yang tiba% tiba dan berlangsung terus menerus (biasanya menetap selama beberapa jam sampai beberapa hari atau tidak akan hilang dengan istirahat maupun pemberian &asodilator), terletak di bagian ba*ah sternum dan perut atas 5asa nyeri yang tajam dan berat, bisa

6 menyebar ke bahu dan lengan kiri '&aluasi diagnostik yang digunakan sebagai petanda infark miokardium adalah7 peningkatan pada nilai enzim jantung ((reatinin kinase, 8() dan isoenzim serum (8(%$B), 9roponin 4 dan 9roponin 9, dipandang sebagai petanda, indikator sensitif dan dapat diper2aya dalam menegakkan diagnosa infark miokardium 9roponin 4 dan 9 yang hanya terdapat pada miosit jantung, saat ini merupakan petanda biokimia yang paling sensitif (gold standard) Pemeriksaan /:; (la2tate

dehydrogenase) dan #S9 jarang dilakukan karena sering memberikan hasil yang positif
th

palsu (<ur ;aryono, 200! pada 9he ! Symposium on 8lini2al 8ardiology & '8) 8ourse) 9anda lain dari terjadinya iskemik otot jantung adalah aritmia, disritmia, yang tampak pada hasil elektrokardiografi ('()) $onitoring '() multi sandapan

direkomendasikan jika pasien mengalami episode baru nyeri dada, triage '() yang terdiri atas7 S9 segmen ele&asi, S9 segmen depresi, dan '() normal :isritmia adalah kelainan denyut jantung yang meliputi gangguan frekuensi atau irama atau keduanya :isritmia dapat diidentifikasi dengan menganalisa gelombang elektrokardiografi ('()) :isritmia dibedakan berdasarkan tempat dan asal impuls dan mekanisme hantaran yang terlibat )angguan mekanisme hantaran yang mungkin terjadi meliputi bradikardia, takikardia, flutter, fibrilasi, denyut prematur, dan lain%lain (Smeltzer & Bare, 2002, p !1"%!"1) (arena keterbatasan peneliti, maka aritmia pada penelitian hanya dilihat dari frekuensi denyut nadi

2.1. !aga" Jantung )agal jantung sering disebut gagal jantung 2ongesti&e (congestive heart failure) adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah yang adekuat untuk memenuhi

00 kebutuhan jaringan akan oksigen dan nutrisi Penyebab gagal jantung yag paling sering adalah kelainan fungsi otot jantung yang disebabkan oleh7 0 #terosklerosis koroner (mengakibatkan terganggunya aliran darah ke otot jantung, sehingga fungsi otot jantung terganggu) 2 ;ipertensi sistemik atau pulmonal (meningkatkan beban kerja jantung dan hipertrofi serabut otot jantung, yang dianggap sebagai mekanisme kompensasi untuk meningkatkan kontraktilitas jantung, namun pada saatnya kondisi hipertrofi otot jantung tersebut dapat menyebabkan fungsi jantung terganggu dan akhirnya terjadi gagal jantung) = Penyakit miokardium degeneratif dan peradangan (se2ara langsung dapat

merusak serabut otot jantung, sehingga menyebabkan kontraktilitas jantung menurun 9anda dominan gagal jantung adalah meningkatnya &olume intra&askuler yang dapat menyebabkan edema dan penambahan berat badan 9anda yang lain adalah peningkatan tekanan &ena pulmonalis yang dapat menyebabkan edema paru ;asil pemeriksaan radiologi pada pasien yang mengalami gagal jantung, umumnya ditemukan pembesaran jantung (kardiomegali) menunjukkan adanya hipertrofi dan atau dilatasi jantung (4gnata&i2ius, et al 0661, p +6>) 5asio besar jantung dengan diameter thora? ( Cardiac Thorax Ratio/ 895) pada orang normal adalah kurang dari 10@, sedangkan pada kardiomegali 895nya adalah lebih dari 10@ 'fek ketidakmampuan jantung memompa darah dengan adek*at menyebabkan 2urah jantung dan perfusi darah ke seluruh jaringan tubuh menjadi menurun, termasuk perfusi ke organ ginjal #pabila perfusi ke ginjal menurun, maka fungsi ginjal juga akan menurun, khususnya dalam mengekskresikan sisa metabolisme tubuh (erusakan,

00 menurunnya fungsi ginjal dapat direfleksikan dengan adanya peningkatan kadar sisa metabolisme tubuh, diantaranya7 blood urea nitrogen (BA<), serum creatinine, dan penurunan nilai creatinine clearance (4gnata&i2ius, et al 0661, p +6=) <ilai kreatinin serum yang normal B 0,1%0,0 mg,dl pada perempuan dan 0,"%0,2 mg,dl pada pria, Areum atau Blood Area <itrogen (BA<) yang normal B 00 % 20 mg,dl3 dan nilai kliren kreatinin (889) normal B 6!%0=! ml,menit pada pria, dan ++%02+ ml,menit pada perempuan (4gnata&i2ius, 0661, pp 2020%202>)

2.2 #aktor Ri$iko Berikut ini diuraikan beberapa faktor resiko terjadinya gangguan kardio&askuler dan gagal ginjal

2.2.1 %i&erten$i ;ipertensi adalah tekanan darah menetap dimana tekanan sistoliknya di atas 0>0 mm;g, dan tekanan diastolik di atas 60 mm;g (Smeltzer & Bare, 2002 p !!", 2002 p +6") ;ipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama untuk terjadinya penyakit jantung koroner (PC() Penelitian di berbagai tempat di 4ndonesia (06!+) mendapatkan pre&alensi hipertensi untuk 4ndonesia berkisar antara "%01@, sedangkan di negara% negara maju seperti misalnya #merika <ational ;ealth Sur&ey menemukan frekuensi yang lebih tinggi yaitu men2apai 01%20@ /ebih kurang "0@ penderita hipertensi tidak terdeteksi, 20@ dapat diketahui tetapi tidak diobati atau tidak terkontrol dengan baik, sedangkan hanya 20@ dapat diobati dengan baik Penyebab kematian akibat hipertensi di #merika adalah kegagalan jantung >1@, miokard infark =1@, 2erebro&as2ular a22ident 01@ dan gagal ginjal 1@ (omplikasi

02 yang terjadi pada hipertensi esensial biasanya akibat perubahan struktur arteri dan arterial sistemik, terutama terjadi pada kasus%kasus yang tidak diobati $ula%mula akan terjadi hipertrofi dari tunika media diikuti dengan hialinisasi setempat dan penebalan fibrosis dari tunika intima dan akhirnya akan terjadi penyempitan pernbuluh darah 9empat yang paling berbahaya adalah bila mengenai miokardium, arteri dan arterial sistemik, arteri koroner dan serebral, serta pembuluh darah ginjal (omplikasi terhadap jantung akibat hipertensi yang paling sering terjadi adalah kegagalan &entrikel kiri, PC( seperti angina pektoris dan miokard infark :ari beberapa penelitian didapatkan D10@ penderita miokard infark menderita hipertensi dan !1@ kegagalan &entrikel kiri penyebabnya adalah hipertensi Perubahan hipertensi khususnya pada jantung disebabkan karena7 0 $eningkatnya tekanan darah Peningkatan tekanan darah merupakan beban yang berat untuk jantung, sehingga menyebabkan hipertrofi &entrikel kiri (faktor miokard) (eadaan ini tergantung dari berat dan lamanya hipertensi 2 $emper2epat timbulnya aterosklerosis 9ekanan darah yang tinggi dan menetap akan menimbulkan trauma langsung terhadap dinding pembuluh darah arteri koronaria, sehingga memudahkan terjadinya aterosklerosis koroner (faktor koroner) ;al ini menyebabkan angina pektoris, insufisiensi koroner dan miokard infark lebih sering didapatkan pada penderita hipertensi dibandingkan orang normal 9ekanan darah sistolik diduga mempunyai pengaruh yang lebih besar (ejadiannya PC( pada hipertensi sering ditemukan dan se2ara langsung berhubungan dengan tingginya tekanan darah sistolik Penelitian Eramingham selama 0+ tahun terhadap

0= penderita berusia >1%!1 tahun mendapatkan hipertensi sistolik merupakan faktor pen2etus terjadinya angina pektoris dan miokard infark Pada penelitian tersebut juga didapatkan penderita hipertensi yang mengalami miokard infark mortalitasnya =? lebih besar daripada penderita yang normotensi dengan miokard infark (ejadian miokard infark 2? 0ebih besar pada kelompok tekanan darah diastolik 60%00 mm;g dibandingkan tekanan darah diastolik (+1 mm;g, sedangkan pada tekanan darah diastolik) 001 mm;g >? lebih besar Penelitian Ste*art (http7,,library usu a2 id,do*nload,fk,gizi%bahri> pdf) juga

memperkuat hubungan antara kenaikan tekanan darah diastolik dengan risiko mendapat miokard infark #pabila hipertensi sistolik dan diastolik terjadi bersamaan maka akan menunjukkan risiko yang lebih besar dibandingkan penderita yang tekanan darahnya normal ;ipertensi sistolik saja ternyata menunjukkan risiko yang lebih tinggi daripada hipertensi diastolik saja A2henster juga melaporkan bah*a kematian PC( lebih berkorelasi dengan tekanan darah sistolik dibandingkan tekanan darah diastolik Pemberian obat yang tepat pada hipertensi dapat men2egah terjadinya miokard infark dan kegagalan &entrikel kiri akan tetapi perlu juga diperhatikan efek samping dari obat% obatan dalam jangka panjang Fleh sebab itu pen2egahan terhadap hipertensi merupakan usaha yang jauh lebih baik untuk menurunkan risiko PC( 9ekanan darah yang normal merupakan penunjang kesehatan yang utama dalam kehidupan dan ada hubungannya dengan faktor keturunan, perilaku dan 2ara kehidupan, kebiasaan merokok dan alkoholisme, diet serta pemasukan <a & ( yang seluruhnya adalah faktor%faktor yang berkaitan dengan pola kehidupan seseorang (esegaran jasmani juga berhubungan dengan tekanan derah sistolik, seperti yang didapatkan pada

0> penelitian Eraser dkk (http7,,library usu a2 id,do*nload,fk,gizi%bahri> pdf) orang%orang dengan kesegaran jasmani yang optimal tekanan darahnya 2enderung lebih rendah

2.2.2 %i&erko"e$tero" ;iperkolesterolemia merupakan masalah yang 2ukup penting karena termasuk salah satu faktor risiko utama PC( di samping hipertensi dan merokok :i #merika pada saat ini 10@ orang de*asa didapatkan kadar kolesterolnya G200 mg,dl dan D 21@ dari orang de*asa umur G20 tahun dengan kadar kolesterol G2>0 mg,dl, sehingga risiko terhadap PC( akan meningkat (olesterol, lemak dan substansi lainnya dapat menyebabkan penebalan dinding pembuluh darah arteri, sehingga lumen dari pembuluh derah tersebut menyempit dan proses ini disebut aterosklerosis Penyempitan pembuluh darah ini akan menyebabkan aliran darah menjadi lambat bahkan dapat tersumbat sehingga aliran derah pada pembuluh derah koroner yang fungsinya memberi F2 ke jantung menjadi berkurang (urangnya F2 akan menyebabkan otot jantung menjadi lemah, sakit dada, serangan jantung bahkan kematian (adar kolesterol darah dipengaruhi oleh makanan yang masuk ke dalam tubuh (diet) Eaktor%faktor lainnya yang dapat mempengaruhi kadar kolesterol darah di samping diet adalah keturunan, umur, jenis kelamin, stress, alkohol dan e?er2ise Beberapa parameter yang dapat dipakai untuk mengetahui adanya risiko PC( dan hubungannya dengan kadar kolesterol darah7

01 2.2.1.1 Ko"e$tero" tota" (adar kolesterol total darah yang sebaiknya adalah kurang dari 200mg,dl, bila lebih dari 200 mg,dl berarti risiko untuk terjadinya PC( meningkat Bila kadar kolesterol darah berkisar antara 200%2=6 mg,dl (risiko sedang), tetapi tidak ada faktor risiko PC( lainnya, maka biasanya tidak perlu penanggulangan yang serius #kan tetapi bila dengan kadar tersebut didapatkan PC( atau 2 faktor risiko PC( lainnya, maka perlu pengobatan yang intensif seperti halnya penderita dengan kadar kolesterol yang tinggi atau G2>0 mg,dl (/eEe&er (ee, Coy2e 066!)

2.2.1.2 LDL ko"e$tero" /:/ (Low ensit! Lipoprotein) kolesterol merupakan jenis kolesterol yang bersifat

buruk atau merugikan (bad 2holesterol)3 karena kadar /:/ kolesterol yang meninggi akan menyebabkan penebalan dinding pembuluh darah (adar /:/ kolesterol lebih tepat sebagai petunjuk untuk mengetahui risiko PC( daripada kadar kolesterol total saja (adar /:/ kolesterol normal adalah H 0=0 mg,dl, bila kadar /:/ lebih G 0=0 mg,dl akan meningkatkan risiko terjadinya PC( (adar /:/ kolesterol yang tinggi ini dapat diturunkan dengan diet

2.2.1. %DL ko"e$tero" ;:/ ("igh ensit! Lipoprotein) kolesterol merupakan jenis kolesterol yang bersifat

baik atau menguntungkan (good 2holesterol)3 karena mengangkut kolesterol dari pembuluh darah kembali ke hati untuk dibuang sehingga men2egah penebalan dinding pembuluh darah atau men2egah terjadinya proses aterosklerosis (adar ;:/ kolesterol yang normal adalah G>1mg,dl $akin rendah kadar ;:/ kolesterol, makin besar

0" kemungkinan terjadinya PC( (adar ;:/ kolesterol dapat dinaikkan dengan

mengurangi berat badan, menambah e?er2ise dan berhenti merokok

2.2.1.' Ra$io ko"e$tero" tota"( %OL ko"e$tero" 5asio kolesterol total7 ;:/ kolesterol sebaiknya H>," pada laki%laki dan H>,0 pada perempuan $akin tinggi rasio kolesterol total7 ;:/ kolesterol, makin meningkat risiko PC( Pada beberapa orang dengan kadar kolesterol total yang normal, dapat menderita PC( juga3 ternyata didapatkan rasio kolesterol total7 ;:/ kolesterol yg meninggi Sebagai 2ontoh penderita dengan kolesterol total 0>0%0+1 mg,dl, ;:/ kolesterol 20%22 mg,dl, maka rasio kolesterol total7 ;:/ kolesterol G ! Cadi tidak hanya kadar kolesterol total yang meninggi saja yang berbahaya, akan tetapi rasio kolesterol total7 ;:/ kolesterol yang meninggi juga merupakan faktor risiko PC(

2.2.1.) Ka*ar trig"i$eri*a 9rigliserida merupakan lemak di dalam tubuh yang terdiri dari = jenis lemak yaitu lemak jenuh, lemak tidak jenuh tunggal dan lemak tidak jenuh ganda (adar trigliserid yang tinggi merupakan faktor risiko untuk terjadinya PC( (adar trigleserida normal pada orang de*asa usia >0%>6 tahun, adalah7 =0%0"0mg,dl, dan kadar normal orang usia G10 tahun adalah >0%060mg,dl (adar trigliserid perlu diperiksa pada keadaan sebagai berikut yaitu bila kadar kolesterol total G 200 mg,dl, ada PC(, ada keluarga yang menderita PC( H11 tahun, ada ri*ayat keluarga dengan kadar trigliserid yang tinggi, ada penyakit :$ & pankreas Pengukuran kadar trigliserid kadang%kadang diperlukan untuk menghitung kadar /:/ kolesterol, karena pemeriksaan laboratorium biasanya langsung dapat mengukur

0! kolesterol total, ;:/ kolesterol dan trigliserid3 sedangkan untuk mendapatkan kadar /:/ kolesterol dipakai rumus sebagai berikut7 /:/ B (olesterol total % ;:/ % 9rigliserid,1

2.2. +erokok Pada saat ini merokok telah dimasukkan sebagai salah satu faktor risiko utama PC( di samping hipertensi dan hiperkolesterolemia Frang yang merokok G 20 batang perhari dapat mempengaruhi atau memperkuat efek dua faktor utama risiko lainnya 'fek rokok adalah menyebabkan beban miokard bertambah karena rangsangan oleh katekolamin dan menurunnya konsumsi 02 akibat inhalasi 8F atau dengan perkataan lain dapat menyebabkan tahikardi, &asokonstruksi pembuluh darah, merubah permeabilitas dinding pembuluh darah dan merubah 1%00@ ;b menjadi 2arboksi%;b :i samping itu rokok dapat menurunkan kadar ;:/ kolesterol tetapi mekanismenya belum jelas $akin banyak jumlah rokok yang diisap, kadar ;:/ kolesterol makin menurun Perempuan yang merokok penurunan kadar ;:/ kolesterolnya lebih besar dibandingkan laki%laki perokok (9ris*anto, 200!, p20)

2.2.' O,e$ita$ Fbesitas adalah kelebihan jumlah lemak tubuh G06@ pada laki%laki dan G 20@ pada perempuan Fbesitas sering didapatkan bersama%sama dengan hipertensi, :$ dan hipertrigliserdemi Fbesitas juga dapat meningkatkan kadar kolesterol total dan /:/ kolesterol 5isiko PC( akan jelas meningkat bila BB mulai melebihi 20@ dari BB ideal Penderita yang gemuk dengan kadar kolesterol yang tinggi dapat menurunkan kadar

0+ kolesterolnya dengan mengurangi BB melalui diet ataupun menambah e?er2ise ($isnadiarly, 200!, p1>)

2.2.) Dia,ete$ :iabetes mellitus (:$) merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia), yang disebabkan kekurangan insulin atau kemampuan tubuh untuk bereaksi terhadap insulin menurun, sehingga tubuh tidak toleran terhadap glukosa (Smeltzer & Bare, 2002, p 0220) 4ntoleransi terhadap glukosa sejak dulu telah diketahui sebagai predisposisi penyakit pembuluh darah Penelitian menunjukkan laki%laki yang menderita :$ risiko PC( 10@ lebih tinggi daripada orang normal, sedangkan pada perempuan risikonya menjadi 2 kali lipat

2.2.- O"a.raga Flahraga atau exercise dapat meningkatkan kadar ;:/ kolesterol dan memperbaiki kolateral koroner sehingga risiko PC( dapat dikurangi '?er2ise bermanfaat karena dapat memperbaiki fungsi paru dan pemberian F2 ke miokard, menurunkan BB sehingga lemak tubuh yang berlebihan berkurang bersama%sama dengan menurunnya /:/ kolesterol, menurunkan kolesterol, trigliserid dan kadar gula darah pada penderita :$, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan kesegaran jasmani

(http7,,library usu a2 id,do*nload,fk,gizi%bahri> pdf)

2.2./ 01ur 9elah dibuktikan adanya hubungan antara umur dan kematian akibat PC( Sebagian besar kasus kematian terjadi pada laki%laki umur =1%>> tahun dan meningkat dengan

06 bertambahnya umur Cuga diadapatkan hubungan antara umur dan kadar kolesterol yaitu kadar kolesterol total akan meningkat dengan bertambahnya umur :i #merika Serikat kadar kolesterol pada laki%laki maupun perempuan mulai meningkat pada umur 20 tahun Pada laki%laki kadar kolesterol akan meningkat sampai umur 10 tahun dan akhirnya akan turun sedikit setelah umur 10 tahun (adar kolesterol perempuan sebelum menopause (>1%"0 tahun) lebih rendah daripada laki%laki dengan umur yang sama Setelah menopause kadar kolesterol perempuan biasanya akan meningkat menjadi lebih tinggi daripada laki%laki (http7,,library usu a2 id,do*nload,fk,gizi%bahri> pdf)

2.2.2 Jeni$ ke"a1in :i #merika Serikat gejala PC( sebelum umur "0 tahun didapatkan pada 0 dari 1 laki laki dan 0 dari 0! perempuan 4ni berarti bah*a laki%laki mempunyai risiko PC( 2%= kali lebih besar daripada perempuan Pada beberapa perempuan pemakaian oral kontrasepsi dan selama kehamilan akan meningkatkan kadar kolesterol Pada *anita hamil kadar kolesterolnya akan kembali normal 20 minggu setelah melahirkan #ngka kematian pada laki%laki didapatkan lebih tinggi daripada perempuan dimana ketinggalan *aktu l0 tahun kebelakang, akan tetapi setelah menopause hampir tidak didapatkan perbedaan dengan laki%laki (http7,,library usu a2 id,do*nload,fk,gizi%bahri> pdf)

2.2.3 Suku Perbedaan risiko PC( antara ras didapatkan sangat menyolok, *alaupun ber2ampur baur dengan faktor geografis, sosial dan ekonomi :i #merika perbedaan antara ras 8au2asia dengan non 8au2asia (tidak termasuk <egro) didapatkan, risiko PC( pada non 8au2asia kira%kira separuhnya (http7,,library usu a2 id,do*nload,fk,gizi%bahri> pdf)

20 2.2.14 Keturunan ;ipertensi dan hiperkolesterolemi dipengaruhi juga oleh faktor genetik Sebagian ke2il orang dengan makanan sehari%harinya tinggi lemak jenuh dan kolesterol ternyata kadar kolesterol darahnya rendah, sedangkan kebalikannya ada orang yang tidak dapat menurunkan kadar kolesterol darahnya dengan diet rendah lemak jenuh dan kolesterol, akan tetapi kelompok ini hanya sebagian ke2il saja Sebagian besar manusia dapat mengatur kadar kolesterol darahnya dengan diet rendah lemak jenuh dan kolesterol (http7,,library usu a2 id,do*nload,fk,gizi%bahri> pdf)

2. Stati$tika Statistika adalah ilmu pengumpulkan, menata, menyajikan, menganalisis, dan menginterpretasikan data menjadi informasi untuk membantu pengambilan keputusan yang efektif (Suharyadi & Pur*anto S (, 200=, p1) #da dua ma2am statistika, yaitu statistika deskriptif dan statistika inferensial 0 Statistika deskriptif berkenaan dengan bagaimana data dapat digambarkan dideskripsikan) atau disimpulkan, baik se2ara numerik (misalnya menghitung rata% rata dan de&iasi standar) atau se2ara grafis (dalam bentuk tabel atau grafik), untuk mendapatkan gambaran sekilas mengenai data tersebut, sehingga lebih mudah diba2a dan bermakna 2 Statistika inferensial berkenaan dengan permodelan data dan melakukan

pengambilan keputusan berdasarkan analisis data, misalnya melakukan pengujian hipotesis, melakukan estimasi pengamatan masa mendatang (estimasi atau prediksi), membuat permodelan hubungan (korelasi, regresi, #<FI#, deret *aktu), dan sebagainya

20 2.' Regre$i #nalisis regresi adalah metode statistik yang digunakan untuk menduga satu atau

lebih &ariabel respons (dependen, tidak bebas) dari sekumpulan &ariabel penduga (independent, bebas) #nalisis regresi juga dapat digunakan untuk menaksir atau melihat pengaruh &ariabel penduga (independent) pada suatu respon (dependent) (Cohnson & Ji2hern, 2002, p=1>) $enurut Sir Eran2is )alton (0+22%0600), persamaan regresi adalah persamaan matematik yang memungkinkan peramalan nilai%nilai atau &ariabel%&ariabel dependen atau &ariabel tak bebas dari nilai%nilai satu atau lebih &ariabel independen atau &ariabel bebas (Jalpole, 0661, p=>0) <ilai &ariabel tak bebas dinyatakan dengan konotasi ! dan nilai &ariabel bebas dengan konotasi x (uat atau tidaknya hubungan antara &ariabel bebas (#) dan &ariabel tak bebas ($) diukur dengan suatu nilai yang disebut dengan koefisien korelasi, sedangkan besarnya pengaruh # terhadap $ diukur dengan koefisien regresi Persamaan regresi juga menggambarkan relasi dari &ariabel%&ariabel yang ada didalamnya (Supranto, 066+, p0!+) :i dalam pemakaiannya, &ariabel tak bebas ( $) ternyata juga dipengaruhi oleh faktor lain selain &ariabel bebas ( #) yang tidak dimasukkan ke dalam persamaan tersebut Fleh karena persamaan dari regresi perlu untuk menggambarkan bentuk dari data dengan tepat, maka dimasukkanlah error ke dalam persamaan regresi tersebut (arena error tidak dapat dihilangkan sama sekali, maka resiko itu akan selalu ada 5esiko hanya bisa diperke2il dengan memperke2il kesalahan (minimi%ed error) 5egresi dikatakan linear apabila hubungan antara &ariabel bebas dan &ariabel tak bebas adalah linear, sedangkan apabila hubungan antara &ariabel bebas dan &ariabel tak bebas tidak linear, maka regresi dikatakan regresi non linear ;ubungan antara &ariabel

22 bebas dan &ariabel tak bebas dapat dikatakan linear apabila diagram pen2ar data dari &ariabel%&ariabel tersebut mendekati pola garis lurus (http7,,en *ikipedia org,*iki,/inearKregression)

2.'.1 Regre$i "inear $e*er.ana 5egresi linear sederhana adalah suatu persamaan regresi dimana &ariabel bebasnya berbentuk skalar dan apabila diagram pen2ar data dari &ariabel%&ariabel tersebut mendekati pola garis lurus (http7,,en *ikipedia org,*iki,SimpleKlinearKregression) 5egresi linear sederhana digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua &ariabel, &ariabel bebas # dan &ariabel tak bebas $ $odel regresi linear sederhana adalah sebagai berikut7 $ = a + b# + (2 0)

dimana $ adalah &ariabel dependen, a adalah inter2ep atau perpotongan dengan sumbu tegak, b adalah gradien, # adalah &ariabel independen, dan adalah error

2.'.2 Regre$i "inear gan*a 5egresi linear ganda adalah regresi yang digunakan untuk meramalkan hubungan antara satu &ariabel tak bebas dengan dua atau lebih &ariabel bebas, dimana akan ditentukan hubungan antara $ dan # , # , , # (Sudjana, 200=, p"6) Bentuk umum
0 2 k

regresi linear ganda $ atas # , # , , # adalah sebagai berikut7


0 2 k

$ = + x + x + + x
0 0 0 2 2 k k

(2 2)

dengan konstanta dan koefisien%koefisien , , , dapat ditaksir berdasarkan n 0 0 2


k

22 bebas dan &ariabel tak bebas dapat dikatakan linear apabila diagram pen2ar data dari &ariabel%&ariabel tersebut mendekati pola garis lurus buah pasang data #0 , # 2 , , # k , $ yang diperoleh dari pengamatan :engan n jumlah

0+ obser&asi &ariabel bebas pada $

dan dihubungkan dengan nilai%nilai x , model


k

regresinya menjadi sebagai berikut7 $0 = 0 + 0 x00 + 2 x02 + + k x0k + 0 x20 + 2 x22 + + k x2 k $ = + x + x + + x n 0 0 n0 2 n2 k nk $2 = 0 (2 =)

:alam notasi matriks, persamaan (2 =) menjadi7


00 $0 0 x $2 0 x 20 =

x02 x22

x0r 0 x2 r 0 x nr r

(2 >)

$ x 0 x n0 n2 n atau = # (n 0) (n (k + 0)) dimana7 $ # & &


((k + 0) 0)

(2 1)

B matriks nilai%nilai &ariabel tak bebas B matriks nilai%nilai &ariabel bebas B matriks parameter model regresi linear ganda

Persamaan (2 1) akan digunakan untuk menghitung koefisien%koefisien regresi linear ganda, dengan 2ara mengalikan dari sebelah kiri dengan # , sehingga diperoleh7 # $ = # #& :engan demikian pendugaan parameter model regresi linear ganda dapat dilakukan berdasarkan rumus berikut7 &L = (# # )0 # $

06 obser&asi &ariabel bebas pada $

dan dihubungkan dengan nilai%nilai x , model


k

(2 ")

20 dimana7 &L B matriks nilai dugaan bagi parameter , # # B in&ers dari matriks B $atriks yang mengandung elemen%elemen jumlah hasil kali antara nilai% nilai &ariabel bebas # dan &ariabel tak bebas $

(# # )
(# $ )

2.'.2.1 0ji ke,erartian regre$i "inear gan*a Aji keberartian regresi linear ganda dilakukan untuk memeriksa apakah persamaan regresi linear yang diperoleh ada artinya bila dipakai untuk membuat kesimpulan mengenai hubungan sejumlah &ariabel yang sedang dipelajari (Sudjana, 200=, p60) :alam menguji keberartian regresi linear ganda diperlukan dua ma2am jumlah kuadrat (C(), yaitu C((5eg) untuk regresi dan C((S) untuk sisa, yang dalam notasi matriks, jumlah kuadrat (C() dinyatakan dalam bentuk7 C((5eg) B C((9:) B &(# $ ) n$ 2 $ $ n$ 2 (2 !)

C((S)

C((9:) C((5eg)

Semua jumlah kuadrat (C() untuk sumber &ariasi seperti dalam rumus (2 !) dapat disajikan dalam sebuah daftar #no&a (Anal!sis of Variance) yang ditunjukkan pada tabel 20 9abel 2 0 memudahkan untuk menguji hipotesis nol bah*a regresi linear ganda berarti mela*an tandingannya yaitu regresi linear ganda tidak berarti Statistik yang

digunakan adalah statistik E B

(9(5eg) (9(S) , dengan dk pembilang B k (banyaknya &ariabel

bebas dalam persamaan regresi) dan dk penyebut B ( n k 0 ) Cika statistik E lebih besar dari harga E yang diperoleh dari tabel distribusi E dengan dk yang sesuai dan taraf nyata yang dipilih, maka keputusannya adalah tolak hipotesis nol (Sudjana, 2002, p6>) Ta,e" 2.1 Sumber (eragaman (oefisien 9otal :ikoreksi (9:) 5egresi (5eg) Sisa (S) 9otal 0 n Ta,e" Ano5a untuk Regre$i Linear !an*a d C ( k ( 9 n$ 2 0 n $ $ n$ 2 & (# $ ) n$ 2 C((9:) C((5eg) $ C((5eg) , k C((S) ,(n k 0) (9(5e g) (9(S E

2.'.2.2 0ji ke,erartian koe6i$ien regre$i "inear gan*a Aji keberartian koefisien regresi linear ganda dilakukan untuk menguji setiap koefisien regresi apakah 2ukup berarti dalam suatu persamaan regresi (Sudjana, 200=, p006)
0 0

:alam
0 2 2

suatu
k k

model

persamaan

regresi

linear

ganda

$ = + x + x + + x

keberartian regresi diuji dengan menggunakan statistik

E dan dinyatakan berarti jika harga E lebih besar dari harga E yang diperoleh dari tabel distribusi E dengan dk yang sesuai dan taraf nyata yang dipilih $eskipun regresi ini berarti, untuk menilai ketepatan ramalan masih perlu dilihat mengenai galat baku ( taksiran $ atas # , # , , # , diberi lambang s untuk menyatakan galat 0 2 k !02 !02
k k

baku taksiran dalam populasi), yang dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut7

s2

= C((S) (n k 0) !02 k

(2 +)

dimana C((S) menyatakan jumlah kuadrat sisa (rumus (2 !)), n menyatakan ukuran sampel, dan k adalah banyaknya &ariabel bebas $akin ke2il s makin baik ramalan !02
k

$ atas # , # , , # yang dibuat melalui regresi $ = + x + x + + x


0 2 0 0 0 2 2 k k

:engan adanya galat baku taksiran

s
!02 k

dapat dihitung galat baku koefisen


i

yang diperlukan untuk menguji keberartian koefisien regresi )alat baku koefisien regresi diberi lambang i s i, dapat dihitung menggunakan rumus7 b s 2
2
i

! 02 k

(2 6)

s =
b

i'2 0 R i2 x

i'

dimana x 2 adalah jumlah hasil kuadrat dari &ariabel #k dan Ri adalah koefisien korelasi ganda antara #i dengan # , # , , #
0 2

,#
i 0 i +0

, , #
k

Antuk menguji hipotesis nol bah*a koefisien regresi yang bertalian dengan &ariabel bebas #i tidak berarti mela*an hipotesis tandingan koefisien itu berarti, digunakan statistik7 t = i b s i (2 00)

(riterianya, tolak hipotesis nol bah*a koefisien regresi yang sesuai dengan &ariabel #i tidak berarti jika t lebih besar dibandingkan dengan t dari tabel distribusi t untuk dk B

( n k 0 ) dengan memperhitungkan taraf nyata yang dipilih (Sudjana, 200=, p000) :alam hal lainnya, hipotesis nol diterima

2.'. Regre$i "inear multivariate 5egresi linear multivariate merupakan suatu model regresi yang menyatakan $ ,$ , $ , dengan sekumpulan hubungan kausal di antara p buah &ariabel tak bebas,
0 2 p

&ariabel bebas yang sama,

# , # , #
0 k 2

((han, 200") Pendugaan model regresi

multivariate pada dasarnya serupa dengan pendugaan m buah model regresi univariate, meskipun demikian pengujian hipotesis tentang parameter model adalah berbeda karena analisis regresi uni&ariate tidak memperhatikan ketergantungan yang ada di antara m buah &ariabel respons atau &ariabel tak bebas, sedangkan analisis regresi multivariate mempertimbangkan hal itu :alam analisis regresi uni&ariate diasumsikan bah*a &ariabel%&ariabel tak bebas $ ,$ , $ adalah saling bebas, sedangkan analisis regresi 0 2 p multivariate mempertimbangkan adanya hubungan ketergantungan di antara $ ,$ , $
0 2 p

()aspersz, 0662, p>!0) Setiap &ariabel tak bebas, $, diasumsikan mengikuti model regresi berikut7 $0 = 00 + 00 #0 + + k0 # k + 0 $2 = 02 + 02 #0 + + k 2 # k + 0 $ = + # + + # +p 0p 0p 0 kp k p dengan menggunakan notasi matriks, maka persamaan (2 00) dapat dinyatakan se2ara singkat, sebagai berikut7 $ = #& + ( dimana $ # B matriks nilai%nilai &ariabel tak bebas B matriks nilai%nilai &ariabel bebas (2 02) (2 00)

21 B matriks parameter model regresi multivariate B matriks nilai%nilai galat (error)

& (

:alam suatu pengamatan dengan n buah data sampel, p buah &ariabel tak bebas, $ ,$ , $ , dan k buah &ariabel bebas, # , # , # , maka matriks yang dimaksud
0 2 p 0 2 k

dalam persamaan (2 02) adalah7 $02 $0 p $00 22 $ $ n $20 2 2p $ = [$(0) M $(2 ) M M $(=) ] B ( n p ) $n0 0 B
( n( k +0))

$np #0k # [ ] 2k = 0 M # M M # (0) (k ) # nk

#00

#02

# 22 0 # 20 # n2 0 # n0 00

&k (( +0) p )

00

02 02

0 p 0p

= (0) M (2 ) M M ( p )

kp 0 p = M M 2p (0) (2 ) np

( n p )

k0 k 2 00 02 22 B 20 n2
n0

]
( p)

2"

<ilai harapan dari $ adalah i'

( ($ ) = #& serta ragam dari $ adalah

V ($ ) = ) ,

dimana ) adalah matriks identitas dan adalah matriks peragam (2o&arian2e matri?), = { }3 i, ' B 0, 2, , p #sumsi yang diperlukan untuk model regresi multivariate

(2 00) atau (2 02) adalah7 ( ( (i' ) ) = 03 2o&( (i ) , ( ' ) ) = i' ) 3 i, ' B 0, 2, ,p

Berdasarkan asumsi tentang nilai%nilai galat yang berdistribusi multi%normal dengan nilai rata%rata nol dan ragam sigma, maka model regresi multivariate (2 02) dapat dituliskan sebagai berikut7 $ = #& (2 0=)

:engan demikian pendugaan parameter model regresi multivariate dapat dilakukan berdasarkan formula berikut7
0 L & = (# # ) # $

(2 0>)

dimana7 &L B matriks nilai dugaan bagi parameter , berukuran (k + 0) p # # , berukuran (k + 0) (k + 0) , B in&ers dari matriks

(# # )

matriks

# # mengandung elemen%elemen jumlah kuadrat dan jumlah hasil kali dari &ariabel%&ariabel bebas #

(# $ )

B $atriks yang mengandung elemen%elemen jumlah hasil kali antara nilai% nilai &ariabel bebas # dan &ariabel tak bebas $* berukuran (k + 0) p

L Penduga & yang didapatkan berdasarkan persamaan (2 0>) bersifat tak bias, dengan nilai harapan dan ragam berikut7 ( &L = & V &L = (# N # )0 #gar dapat menguji hipotesis tentang elemen dari matriks &, maka diasumsikan bah*a setiap baris dari matriks $ berdistribusi multi%normal $odel regresi multivariate dapat pula dibangun dalam bantuk &ariabel baku yang dapat dinyatakan sebagai berikut7 $ = #C + ( (2 01)

( ) ( )

2+ :i sini C adalah matriks koefisien regresi baku yang dapat diduga berdasarkan formula

berikut7 C =R R
0 22 20

(2 0")

dimana7 R 22
0

B in&ers dari matriks

R22 , dimana matriks R22 adalah matriks korelasi di antara

&ariabel bebas O R 20 B $atriks korelasi antara &ariabel bebas # dan &ariabel tak bebas $ (oefisien regresi yang diperoleh dengan rumus (2 0") merupakan koefisien% koefisien regresi baku, sehingga koefisien%koefisien tersebut dapat diperbandingkan se2ara langsung peranannya terhadap &ariabel respons ()aspersz, 0662, p>+0) :alam analisis regresi multivariate, pengujian hipotesis terhadap parameter model regresi dilakukan dengan merumuskan hipotesis berikut7 "+ 7 & =0 ,berarti tidak terdapat hubungan linear antara k &ariabel bebas # dengan p &ariabel respons $ ", 7 &0 , berarti terdapat hubungan linear sebagaimana dispesifikasikan dalam model regresi multivariate Pengujian terhadap hipotesis dilakukan dengan jalan membangun tabel analisis ragam multivariate (-ultivariate Anal!sis of Variance B $#<FI#) berdasarkan pertimbangan berikut7 $atriks jumlah kuadrat dan jumlah hasil kali dari regresi multivariate ditentukan sebagai berikut7 L . h= & N ( # N # ) L & (2 0!)

=0 $atriks jumlah kuadrat dan jumlah hasil kali dari galat ditentukan sebagai berikut7 . = $ N$ &L N ( # N # )&L (2 0+) #nalisis ragam multivariate ($#<FI#) ditunjukan dalam tabel 2 2
e

Ta,e" 2.2 Ana"i$i$ Raga1 Multivariate 7+ANO8A9 untuk Pengujian %o( B : 4 Sumber (eragaman 5egresi 9otal )alat 9otal 0 n : B k+ C( dan C;( .h = &L (# # )&L .e = $ $ .h . = $ $
t

' ((9) + .h %

Antuk menguji hipotesis di atas maka dihitung akar%akar 2iri dari persamaan berikut7 . . = 0 (2 06) h e :ari persamaan determinan (2 06) akan diperoleh akar%akar 2iri s = min(v , p ) = min(k + 0, p ) , di sini
h

, , , , dimana
0 2 s

v =k + 0
h

adalah derajat bebas regresi total,

sedangkan p adalah banyaknya &ariabel respons atau &ariabel tak bebas dalam model regresi multivariate Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji Jilks ;ipotesis ;o7 B B 0 ditolak pada taraf nyata , jika7 Aji Jilks7 .e .e + .h dimana
s

(0 + )0 < U i p ,vh ,ve

(2 20)

i= 0 A pada taraf nyata yang bersesuaian dengan adalah nilai dari tabel

Up ,v ,v h e banyaknya &ariabel tak bebas, p, derajat bebas regresi total, vh = k + 0, dan derajat bebas

=0 $atriks jumlah kuadrat dan jumlah hasil kali dari galat ditentukan sebagai berikut7 . = $ N$ &L N ( # N # )&L (2 0+) galat, ve = n k 0
e

=0 2.) Kore"a$i :alam teori probabilitas dan statistik, korelasi, disebut juga koefisien korelasi,

digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kekuatan dan hubungan dari suatu hubungan linear antara dua &ariabel a2ak (http7,,en *ikipedia org,*iki,8orrelation) Cika nilai%nilai suatu &ariabel menaik sedangkan nilai%nilai &ariabel yang lain menurun, maka kedua &ariabel tersebut mempunyai korelasi negatif Sebaliknya, jika nilai%nilai suatu &ariabel menaik dan diikuti pula dengan menaiknya nilai%nilai &ariabel lain, atau menurunnya nilai suatu &ariabel dan diikuti pula dengan menurunnya nilai &ariabel lain, kedua &ariabel tersebut mempunyai korelasi positif (<azir, 2001, p>10)

2.).1 Kore"a$i 1o1en &ro*uk Pear$on (oefisien korelasi Pearson digunakan untuk men2ari derajat korelasi antar sepasang &ariabel kontinu, # dan $, yang mempunyai korelasi (<azir, 2001, p>10) 5umus untuk koefisien korelasi Pearson adalah7 r= /0 // // x ! (2 20)

dimana7 /0 //
x

B sum of product # dan $ B sums1uare dari &ariabel # B sums1uare dari &ariabel $ B koefisien korelasi

//
!

=2 5umus untuk /0, // , dan //


x !

adalah7 2

( # )( $ )
/0 = #$ // x

( # )
= # 2 2 ) ( $ 2
2

= x ! 2 = x = ! 2 (2 22)

// ! = $ 2 dimana7 2 x !

B Cumlah pengamatan dari masing%masing &ariabel B B

(# # ) ($ $ )

B mean dari &ariabel # # $ B mean dari &ariabel $

:alam menghitung koefisien korelasi perlu diingat beberapa hal, yaitu7 0 Cumlah pengamatan &ariabel # dan $ harus sama, atau kedua nilai &ariabel tersebut harus berpasangan 2 Se2ara relatif, makin besar koefisien korelasi, makin tinggi pula derajat hubungan antara kedua &ariabel Sebaliknya, se2ara relatif makin ke2il koefisien korelasi, makin rendah pula derajat hubungan antara kedua &ariabel = ;ubungan yang terjadi diasumsikan berbentuk linear Cika hubungan yang terjadi adalah hubungan bukan linear, maka peneliti harus menggunakan teknik lain untuk mengukur derajat korelasinya > (oefisien korelasi tidak memperlihatkan adanya hubungan sebab akibat antara &ariabel% &ariabel yang diukur

:alam bentuk matriks, koefisien korelasi Pearson untuk k buah peubah adalah sebagai berikut7 0 r20 0 2 0 r r r0= r2= r0k r 2k r=k 0

P R = r=0 r0 =2 k= rk0 r k 2 R dimana

(2 2=)

P adalah matriks koefisien korelasi

2.).2 Kore"a$i "inear gan*a (orelasi linear ganda atau disingkat korelasi ganda antara $ dan k buah peubah lain # , # , # merupakan alat ukur untuk melihat kadar keterikatan atau pertautan antara 0 2
k

$ dan # , # , # se2ara serempak (orelasi ganda dilihat melalui jalur terjadinya 0 2


k

hubungan 0 0

antara

dan

# , # , #
0 k 2

yaitu

melalui

regresi

linear

ganda

0 2 2 k k $L = b + b # + b # +

+b #

(Sudjana, 200=, p00") Berdasarkan adanya regresi R


! 02 k

linear ganda ini, koefisien korelasi ganda yang biasa diberi simbol

atau sering

disingkat dengan 5, dapat dihitung dengan menggunakan matriks korelasi, matriks yang elemen%elemennya terdiri atas koefisien%koefisien korelasi sederhana r antara # dan i i ' #
'

Cika koefisien%koefisien korelasi sederhana antara

# dan #
i '

ini dilambangkan

oleh r , dihitung dengan 5umus 44(>) misalnya, dan matrik korelasi dinyatakan dengan
i'

R , maka untuk k buah peubah bebas

# 0 , # 2 , # kita peroleh
k

0 r20

P R = r=0 r0 =2 k= rk0 r k 2 dengan 2atatan bah*a

0 2 0 r

r0= r2=

r0k r 2k r=k 0

r00 =r 22 = r== =
i' 'i

= rk k = 0 (terdapat dalam diagonal dari kiri atas

ke kanan ba*ah) dan r = r (i ') R

sehingga matriks RP ini bentuknya simetrik $atriks

P ini mempunyai in&ers Cika matriks in&ers ini dilambangkan oleh matriks in&ers ini berbentuk r r r r 2= r 20 r P 22 R 0 = r =0 r == r =2
k0 00 02 0=

R 0

dengan elemen%elemen

r , maka
i'

r 2 k r r =k r
kk

0k

r k2

r k=

:ari matriks in&ers ini, hanya diperlukan elemen%elemen pada diagonal utamanya, yaitu ini, maka koefisien korelasi ganda R elemen%elemen ii r00 , r 22 , r kk i r Berdasarkan r ii 7 antara #
i

dengan peubah%peubah sisanya, dapat dihitung melalui rumus 0 r = 0 ii

R
2 i

2.- A&"ika$i Piranti Lunak

Perangkat lunak atau piranti lunak adalah program komputer yang berfungsi sebagai sarana interaksi antara penguna dan perangkat keras Perangkat lunak dapat juga

dikatakan sebagai .penterjemah. perintah%perintah yang dijalankan pengguna komputer untuk diteruskan atau diproses oleh perangkat keras Perangkat lunak umumnya digunakan unruk mengontrol perangkat keras, melakukan perhitungan, berinteraksi dengan perangkat lunak lainnya, dan lain%lain Piranti lunak dapat diaplikasikan ke berbagai situasi dimana serangkaian langkah prosedural (seperti algoritma) telah didefinisikan (penge2ualian%penge2ualian yang dapat di2atat pada aturan ini adalah sistem pakar dan perangkat lunak jaringan syaraf ke2erdasan buatan) (andungan (content) informasi dan determinasi merupakan faktor penting dalam menentukan sifat aplikasi perangkat lunak Content mengarah kepada arti dan bentuk dari informasi yang masuk dan yang keluar

2.-.1 Interak$i 1anu$ia *an ko1&uter Sekarang ini, kebanyakan dari program yang dibuat mempunyai sebuah antar muka yang merupakan bagian dari aplikasi yang memungkinkan user untuk berinteraksi dengan program 4nteraksi manusia dan komputer mun2ul pada sekitar pertengahan

tahun 06+0 (onsep utama dari interaksi manusia dan komputer ini sebenarnya adalah bagaimana membuat sistem yang mudah dipelajari dan mudah digunakan Pengertian dari interaksi manusia dengan komputer itu sendiri menurut Shneiderman (066+, p+) adalah ilmu yang berhubungan dengan peran2angan, e&aluasi dan implementasi sistem komputer interaktif untuk digunakan oleh manusia serta studi fenomenaQfenomena besar yang berhubungan dengannya :engan berkembangnya teknologi komputer, sistem ynag interaktif menjadi semakin penting Sistem yang interaktif dan user friendly akan membuat pengguna lebih mudah dan nyaman dalam menjalankan sistem tersebut <amun sebaliknya, apabila sistem

=+ kurang interaktif, maka sistem itu akan sulit digunakan dan mengakibatkan kejenuhan sehingga pengguna akan kurang menyukai sistem tersebut

Shneiderman (066+, p01) mengemukakan lima kriteria yang harus dipenuhi untuk membuat sebuah sistem yang user friendl!, yaitu 7 0 Jaktu belajar Berapa lama *aktu yang dibutuhkan oleh seorang pemakai a*am untuk mempelajari 2ara pengoperasian sistem 2 (e2epatan kinerja Berapa lama *aktu yang dibutuhkan oleh sistem untuk menyelesaikan suatu tugas = 9ingkat kesalahan Berapa banyak kesalahan dan kesalahan apa saja yang dibuat pemakai dalam menggunakan sistem > :aya ingat Bagaimana kemampuan pemakai mempertahankan pengetahuannya dalam jangka *aktu tertentu 1 (epuasan subjektif Bagaimana kesukaan pemakai terhadap aspek sistem

2.-.2 Diagra1 tran$i$i 7State Transition Diagram9 $enurut Jhitten et al (200>) state transition diagram (S9:) digunakan untuk menggambarkan urutan dan &ariasi layar yang dapat mun2ul ketika pengguna sistem mengunjungi terminal

=6 (omponen%komponen utama S9: adalah7 0 /tate, disimbolkan dengan /tate merepresentasikan reaksi yang ditampilkan ketika

suatu tindakan dilakukan #da dua jenis state yaitu7 state a*al dan state akhir /tate akhir dapat berupa beberapa state, sedangkan state a*al tidak boleh lebih dari satu

Arrow, disimbolkan dengan Arrow sering disebut juga dengan transisi state yang diberi label dengan ekspresi

aturan, label tersebut menunjukkan kejadian yang menyebabkan transisi terjadi = Condition dan Action, disimbolkan dengan

!a1,ar 2.1 Kon*i$i *an Ak$i &a*a STD

Antuk melengkapi S9: diperlukan dua hal lagi yaiut condition dan action seperti dapat dilihat pada gambar di atas Conditon adalah suatu event pada lingkungan eksternal yang dapat dideteksi oleh sistem, sedangkan action adalah yang dilakukan oleh sistem bila terjadi perubahan state atau merupakan reaksi terhadap kondisi #ksi akan menghasilkan keluaran atau tampilan

2.-.

Diagra1 A"ir 7Flowchart9

$enurut 5oger S Pressman (2002, p>!") flowchart atau diagram alir merupakan urutan semua proses yang harus dijalankan untuk men2apai tujuan yang diinginkan

>0

>0 dalam sebuah sistem Elo*2hart se2ara gambar sangat sederhana Sebuah kotak

digunakan untuk mengindikasi suatu langkah pemrosesan :iamond (belah ketupat) merepresentasikan suatu kondisi logis, dan anak panah memperlihatkan aliran kontrol, sedangkan input dan output pada proses tersebut digambarkan dengan bentuk jajar genjang

Tuga s perta ma

Kondisi T F

Tugas berikut nya

Urutan

If-then-else !a1,ar 2.2 Kon$truk$i Flowchart

(onstruksi flowchart di atas merupakan sebagian dari seluruh pemrosesan yang digambarkan dengan suatu kondisi dalam proses Pada gambar konstruksi flowchart di atas, urutan direpresentasikan sebagai dua kotak pemrosesan yang disambungkan dengan sebuah garis (anak panah) kontrol (ondisi yang juga disebut sebagai if3then3 else digambarkan sebagai diamond keputusan yang bila bernilai true akan menyebabkan

>2 pemrosesan bagian then, dan bila false akan menyebabkan dikerjakan bagian else

>= 2.-.' Peran;angan "ayar 5an2angan layar digunakan sebagai R2etak%biruS untuk membuat tampilan layar

program yang

sesungguhnya

5an2angan

layar

dibuat

sedemikian

rupa

agar

memudahkan pengguna (user) berinteraksi dengan program aplikasi yang dibuat penulis 8iri utama peran2angan layar yang baik adalah mudah digunakan dan user friendl! (mudah digunakan oleh pengguna bahkan oleh pengguna yang a*am sekalipun) Beberapa pedoman yang disarankan untuk digunakan dalam meran2ang tampilan data yang baik menurut Smith dan $osier yang dikutip oleh Shneiderman (066+, p+0) yaitu7 0 (onsistensi tampilan data, istilah, singkatan, format dan sebagainya harus standar 2 Beban ingatan yang sesedikit mungkin bagi pengguna Pengguna tidak perlu mengingat informasi dari layer yang satu ke layer yang lain = (ompatibilitas tampilan data dengan pemasukan data Eormat tampilan informasi perlu berhubungan erat dengan tampilan pemasukan data > Eleksibilitas kendali pengguna terhadap data Pemakai harus dapat memperoleh informasi dari tampilan dalam bentuk yang paling memudahkan