Anda di halaman 1dari 6

II.2.2.6. Kistadenoma Ovarii Serosum Kistadenoma serosum mencakup sekitar 15-25% dari keseluruhan tumor jinak ovarium.

Usia penderita berkisar antara 20-50 tahun. Pda 12-50% kasus, kista ini terjadi pada kedua ovarium (bilateral). Ukuran kista berkisar antara 5-15 cm dan ukuran ini lebih kecil dari rata-rata ukuran kistadenoma musinosum. Kista berisi cairan serosa, jernih kekuningan. Proliferasi fokal pada dinding kista menyebabkan proyeksi papilomatosa ke tengah kista yang dapat bertransformasi menjadi kistadeno fibroma. Proyeksi papilomatosa ini harus diperhatikan secara seksama dalam upaya membedakan dengan proliferasi atipik. II.2.2.6.1. Gambaran Klinik Kista denoma serosum ditemukan pada usia 20-30 thaun digolongkan sebagai neoplasma potensi rendah untuk transformasi ganas dan hal ini bertolak belakang dengan penderita pada usia peri atau pascamenopause yang memiliki potensi anaplastik yang tinggi. Seperti dengan sebagian besar tumor epitelial ovarium, tidak dijumpai gejala klinik khusus yang dapat menjadi petanda kista denoma serosum. Pada sebagian besar kasus, tumor ini ditemukan secara kebetulan saat dilakukan pemeriksaan rutin. Pada kondisi tertentu, penderita akan mengeluhkan rasa tidak nyaman dalam pelvis, pembesaran perut, dan gejala ascites.1 II.2.2.6.2. Terapi Pengobatan terpilih untuk kistadenoma serosum adalah tindakan pembedahan (eksisi) dengan eksplorasi menyeluruh pada organ intrapelvik dan abdomen. Untuk itu, jenis insisi yang dipilih adalah mediana karena dapat memberikan cukup akses untuk tindakan eksplorasi. Sebaiknya, dilakukan pemeriksaan PA selama operasi sebagai antisipasi terhadap kemungkinan adanya keganasan.1 II.2.2.7. Kistadenoma Ovarii Musinonsum Kistadenoma ovarii musinosum mencakup 16-30% dari total tumor jinak ovarium dan 85% diantaranya adalah jinak. Tumor ini bilateral pada 5-7 kasus. Tumor ini pada umumnya adalah multiokuler dan lokulus bilateral yang berisi cairan musinosum tampak berwarna kebiruan di dalam kapsul yang dinding-dindingnya tegang. Dinding tumor dari epitel kolumner tinggi dengan inti sel berwarna gelap terletak dibagian basal. Dinding kistadenoma

musinosum ini, pada 50% kasus mirip dengan struktur epitel endoserviks dan 50% lagi mirip dengan struktur epitel kolon dimana cairan musinosum di dalam lokulus kista mengandung sel-sel goblet. Perlu untuk memilih sampel pemeriksaan PA dari beberapa tempat karena sebaran area-area dengan gambaran jinak, potensi ganas, atau ganas adalah sangat variatif.1 II.2.2.7.1. Gambaran Klinik Tumor musin ini merupakan tumor dengan ukuran terbesar dari tumor dalam tubuh manusia. Terdapat 15 laporan yang menyebutkan berat tumor diatas 70 kg (150 lbs). Sebagai konsekuensi, semakin besar ukuran tumor diovarium, semakin besar pula kemungkinan diagnosanya adalah kistadenoma ovarii musinosum. Tumor ini juga asimptomatik dan sebagian besar pasien hanya merasakan pertambah berat badan atau rasa penuh di perut. Pada kondisi tertentu, perempuan pascamenopause dengan tumor ini dapat mengalami hiperplasia atau perdarahan pervaginam karena stroma sel tumor nemgalami proses luteinisasi sehingga dapat mengasilkan hormon (terutama estrogen). Bila hal ini terjadi pada perempuan hamil, maka dapat terjadi pertumbuhan rambut yang berlebihan (virilisasi) pada penderita. Cairan musin dari kistoma ini dapat mengalir ke kavum pelvik atau abdomen melalui stroma ovarium sehingga terjadi akumulasi cairan musin intreperitoneal dan hal ini dikenal sebagai pseudomiksoma peritonii. Hal yang serupa, dapat pula disebabkan oleh kistadenoma pada apendiks.1 II.2.2.7.2. Terapi Apabila ternyata stroma kistadenoma ovarii ke kavum pelvik musinosum mendiseminasi cairan musin ke rongga peritoneum (pseudomixoma) dan hal ini ditemukan pada saat melakukan tindakan laparotomi, maka sebaiknya dilakukan salpingo-ooforektomi unilateral. Untuk mengosongkan cairan musin dari kavum peritoneum, encerkan terlebihdahulu musin dengan larutan dekstrose 5-10% sebelum dilakukan pengisapan.1 II.2.2.4. Kista Ovarium Neoplastik5 II.2.2.4.1. Kistoma Ovarii Simpleks Kista ini mempunyai permukaan rata dan halus, biasanya bertangkai, seringkali bilateral dan dapat menjadi besar. Dinding kista tipis dan cairan di dalam kista tampak jernih, serous dan berwarna kuning. Pada dinding kista tampak lapisan epitel kubik. Berhubung dengan adanya tangkai, dapat terjadi torsi (putar tangkai) dengan gejala-gejala mendadak.

Diduga bahwa kista ini suatu jenis kistaadenoma serosum, yang kehilangan epitel kelenjarnya berhubungan dengan tekanan cairan dalam kista.5 II.2.2.4.2. Kistoma Ovarii Musinosum5 Asal tumor ini belum diketahui dengan pasti. Menurut Meyer, ia mungkin berasal dari suatu teratoma dimana dalam pertumbuhannya satu elemen mengalahkan elemen-elemen yang lain. Ada penulis berpendapat bahwa tumor berasal dari lapisan germinativum, sedang penulis lain berpedapat bahwa tumor ini mempunyai asal yang sama dengan tumor Brenner. Gambaran klinik tumor lazimnya berbentuk multiokuler, oleh karena itu permukaan berlobus. Kira-kira 10% dapat mencapai ukuran yang amat besar, lebih-lebih pada penderita yang datang dari pedesaan. Pada tumor yang besar tidak lagi dapat ditemukan jaringan ovarium yang normal. Tumor biasanya unilateral, akan tetapi dapat juga ditemui bilateral.5 Kista menerima banyak darah melalui suatu tangkai; kadang-kadang dapat terhadi torsi yang mengakibatkan gangguan sirkulasi. Gangguan ini dapat menyebabkan perdarahan dalam kista dan perubahan degeneratif, yang memudahka timbulnya perlekatan kista dengan omemtum, usus-usus dan peritoneal parietale.5 Dinding kista agak tebal dan berwarna putih keabuan, yang terakhir ini khususnya bila terjadi perdarahan atau perubahan degeneratif di dalam kista. Pada pembukaan terdapat cairan lendir yang khas, kental seperti gelatin, melekat da berwarna kuning sampai coklat tergantung pencampurannya dengan darah.5 Pada pemeriksaan mikroskopik tampak dinding kista dilapisi oleh epitel torak tinggi dengan inti pada dasar sel; terdapat diantaranya sel-sel yang membundar karena terisi lendir (goblet cells). Sel-sel epitel yang terdapat dalam satu lapisan memiliki potensi untuk tumbuh seperti struktur kelenjar; Kelenjar-kelenjar menjadi kista baru, yang menyebabkan kita menjadi multiokuler. Jika terjadi sobekan pada dinding kista, maka sekresinya menyebabkan pseudomiksoma peritonei. Akibat pseudomiksoma peritonei ialah perlekatan. Akhirnya, penderita meninggal karena illeus dan atau inanisi. Pada kista kadang-kadang dapat ditemukan daerah padat, dan pertumbuhan papiler. Tempat- tempat tersebut perlu diteliti dengan seksama oleh karena disitu dapat ditemukan tanda-tanda ganas. Keganasan ini terdapat dalam kira-kira 5-10% dari kistadenoma musinosum.5 II.2.2.4.3. Kistadenoma Ovarii Serosum

Pada umumnya, para penulis berpendapat bahwa kista ini berasal dari epitel permukaan ovarium (germinal epitelium). Pada umumnya, gambaran klinik kista jenis ini tak mencapai ukuran yang amat besar dibandingkan dengan kistadenoma musinosum. Pada permukaan tumor biasanya licin, akan tetapi dapat pula berlobus karena kista serosum dapat berbentuk multiokuler. Meskipun lazimnya berongga satu. Warna kista putih keabuan. Ciri khas kista ini adalah potensi pertumbuhan papiler ke dalam rongga kista sebesar 50%, dan keluar pada permukaan kista sebesar 5%. Isi kista cair, kuning dan kadang-kadang coklat karena campuran darah. Tidak jarang kistanya sendiri kecil, tetapi permukaanya penuh dengan pertumbuhan papiker (solid papilloma). Pada umumnya dapat dikatakan bahwa tidak mungkin membedakan gambaran makroskopik kistadenoma serosum papiliferum yang ganas dari yang jinak, bahkan pemeriksaan mikroskopik pun tidak memberi kepastian. Pada pemeriksaan mikroskopik terdapat dinding kista yang dilapisi oleh epitel kubik atau epitel torak yang rendah, dengan sitoplasma eosinofil dan intinya sel yang besar dan gelap warnanya. Karena tumor ini berasal dari epitel permukaan ovarium (germinal epithelium), maka bentuk epitel pada papil dapat beraneka ragam tetapi sebagian besar epitelnya terdiri atas epitel bulu getar, seperti epitel tuba. Pada jaringan papiler dapat ditemukan pengendapan kalsium dalam stromanya yang dinamakan psamoma. Adanya psamoma biasanya menunjukkan bahwa kista adalah kistadenoma ovarii serosum papiliferum, tetapi tidak bahwa tumor itu ganas. Perubahan ganas apabila ditemukan pertumbuhan papiler, prolierasi dan stratifikasi epitel, serta anaplasia dan mitoss pada sel-sel, ksitadenoma serosum secara mikroskopik digolongkan ke dalam kelompok tumor ganas. Akan tetapi, garis pemisah antara kistaadenoma ovarii papiliferum yang jelas ganas kadang-kadang sukar ditentukan. Oleh karena itu, tidaklah heran bahwa potens kegaasan yang dilaporkan sangat berbeda-beda. Walaupun demikian, dapat dikatakan bahwa 30-35% dari kistadenoma serosum mengalami perubahan keganasan. Bila pada suatu kasus tersebut menurut pengalaman harus dianggap sebagai neoplasma ovarium yang ganas (clinically malignant).5 II.2.2.4.4. Kista Endometroid

Kista ini biasanya unilateral dengan permukaan licin; pada dinding dalam terdapat satu lapisan sel-sel, yang menyerupai lapisan epitel endometrium. Kista ini yang ditemukan oleh Sartesson dalam tahun 1969, tidak ada hubungannya dengan endometriosis ovarii.5 II.2.2.4.5. Kista dermoid Sebenarnya kista dermoid ialah suatu teratoma kistik yang jinak dimana struktur ektodermal dengan diferensasi sempurna, seperti epitel kulit, rambut, gigi dan produk glandula sebasea berwarna putih kuning menyerupai lemak nampak lebih menonjol daripada elemen-elemen entoderm dan mesoderm. Tentang histogeness kista dermoid, teori yang paling banyak dianut ialah bahwa tumor berasal dari sel telur melalui proses pertenogenesis. Gambaran klinik tidak ada ciri-ciri yang khas pada kista dermoid. Dinding kista kelihatan putih, keabu-abuan dan agak tipis. Konsistensi tumor sebagian kistik kenyal, dibagian lain padat. Sepintas lalu kelihatan seperti kista berongga satu, akan tetapi bila dibelah, biasanya nampak satu kista besar dengan ruang-ruang kecil dalam dindingnnya. Pada umumnya terdapat satu daerah pada dinding bagian dalam yang menonjol dan padat. Tumor mengandung elemen-elemen ektodermal, mesodermal dan entodermal. Maka dapat ditemukan kulit, rambut, kelenjar sebasea, gigi (ektodermal), tulang rawan, serat otot, jaringan ikat (mesodermal) dan mukosa traktus gastrointestinalis, epitel luar saluran pernapasan, dan jaringan tiroid (entodermal). Bahkan yang terdapat dalam rongga kista ialah produk dari kelenjar sebasea berupa masa lembek seperti lemak, bercampur dengan rambut. Rambut ini terdapat beberapa serat saja, tetapi dapat pula merupakan gelondongan seperti konde. Pada kista dermoid dapat terjadi torsi tangkai dengan gejala nyeri mendadak di perut bagian bawah. Ada kemungkinan pula terjadinya sobekan dinding kista dengan akibat pengeluaran isi kista dalam rongga peritoneum. Perubahan kegaasan agak jarang, kira-kira dalam 1,5% dari semua kista dermoid dan bisanya pada wanita lewat menopause. Yang tersering adalah karsinoma epidermoid yang tumbuh dari salah satu elemen ektodermal. Ada kemungkinan pula bahwa salah satu elemen tumbuh lebih cepat dan menyebabkan terjadinya tumor yang khas, termasuk : 1. Struma ovarium

Tumor ini terutama terdiri atas jaringan tiroid, dan kadang-kadang dapat menyebabkan hipertiroid. 2. Kistadenoma ovarii musinosum dan kistadenoma ovarii serosum Kista-kista dapat dianggap sebagai adenoma yang berasal dari satu elemen dari epitelium germinatifum. 3. Koriokarsinoma Tumor ganas ini jarang ditemukan dan untuk diagnosis harus dibuktikan adanya hormon koriogonadotropin.

Kista dermoid adalah salah satu teratoma yang kistik. Umumnya, teratoma solid merupakan suatu tumor ganas, akan tetapi biarpun jarang dapat juga ditemukan teratoma solid yang jinak.5

Anda mungkin juga menyukai