Anda di halaman 1dari 4

15

BAB I
PENDAHULUAN





1.1 Latar Belakang

Perawatan saluran akar merupakan salah satu upaya untuk mempertahankan
gigi selama mungkin di dalam mulut. Tujuan dari perawatan saluran akar adalah
mengeliminasi sumber infeksi dan inflamasi akibat penyakit pulpa dan periapeks.
Keberhasilan perawatan saluran akar sangat dipengaruhi oleh Triad Endodontic
yaitu : preparasi akses (endo access), preparasi saluran akar (cleaning and
shaping), serta pengisian saluran akar (obturation).
1

Preparasi akses merupakan tahap paling penting dari aspek-aspek teknis
perawatan saluran akar. Akses adalah kunci dalam memaksimalkan prosedur
preparasi dan pengisian saluran akar.
2
Preparasi akses adalah preparasi kamar
pulpa yang mempunyai tujuan untuk membersihkan dan membentuk kavitas
kamar pulpa untuk mendapatkan jalan ke saluran akar dengan membuang seluruh
atap pulpa, dan bila perlu sebagian dinding kamar pulpa yang menghalangi
masuknya alat selama preparasi saluran akar.
3
Hasil yang diharapkan dari
preparasi akses adalah dapat menentukan jumlah dan letak orifis pada dasar
kamar pulpa. Namun hal ini akan sangat sulit didapat jika gigi yang dirawat
mengalami malposisi, terkalsifikasi atau sudah ter-restorasi sebelumnya.
4
Untuk
itu, pengetahuan tentang variasi morfologi kamar pulpa, dasar kamar pulpa serta
variasi letak dan jumlah orifis sangat dibutuhkan untuk mendukung preparasi
akses.
Preparasi saluran akar dilakukan setelah akses diperoleh. Prinsip preparasi
saluran akar yang dikemukakan oleh Black (modifikasi Ingle) antara lain bentuk
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia
16
ragangan (outline form), bentuk konvenien, pembersihan saluran akar, bentuk
retensi dan resistensi.
5
Beberapa metode digunakan, diantaranya teknik step-back
dan teknik crown-down untuk menghasilkan bentuk corong yang merupakan
bentuk ideal untuk menerima pengisian tiga dimensi yang hermetis pada seluruh
saluran akar. Namun pada kenyataannya, bentuk saluran akar sangat bervariasi
pada masing-masing jenis gigi. Menurut Omar Gani dan Carmen Visvisian,
klasifikasi bentuk saluran akar berdasarkan diameter mesiodistal dan bukolingual
terbagi menjadi tiga yaitu : circular, oval dan flat.
6
Bentuk saluran akar ini sangat
bervariasi pada daerah 1/3 servikal, 1/3 tengah dan 1/3 apikal akar. Menurut
penelitian Ingle, saluran akar pada 1/3 servikal mayoritas berbentuk oval, pada
1/3 tengah berbentuk oval atau bulat dan pada 1/3 apikal berbentuk bulat.
5

Variasi bentuk ini nantinya akan menentukan jenis instrumen serta metode
instrumentasi yang digunakan dalam preparasi saluran akar.
Pengisian saluran akar merupakan tahap yang sangat kritis dan merupakan
salah satu faktor yang menentukan keberhasilan perawatan saluran akar.
Pengisian saluran akar harus dilakukan secara hermetis dalam tiga dimensi baik
kearah apikal, lateral, maupun koronal untuk menghindari kebocoran yang dapat
menyebabkan gagalnya perawatan saluran akar. Untuk itu, bahan pengisi tidak
hanya harus memadati saluran akar utama tetapi juga harus dapat masuk kedalam
saluran akar tambahan, saluran lateral, isthmus dan foramen aksesori. Isthmus
paling sering ditemukan diantara dua saluran akar yang ada dalam satu akar.
Namun, keberadaan isthmus seringkali terlupakan oleh operator karena isthmus
sering tidak tampak pada radiograf pre-operatif. Idealnya, isthmus juga harus
dipreparasi, diirigasi dan diisi dengan bahan pengisi saluran akar untuk
menghindari kegagalan perawatan saluran akar dikemudian hari.
7
Syngcuk Kim
menyatakan, banyaknya kegagalan endodontic microsurgery juga disebabkan
oleh tidak terdeteksinya isthmus.
8
Oleh karena itu, pengetahuan mengenai
isthmus juga harus dikuasai oleh operator.
Berdasarkan seluruh pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan
tentang morfologi saluran akar sangat dibutuhkan demi keberhasilan perawatan
saluran akar. Richard E. Walton dan Frank J . Vertucci menyatakan, sebagai
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia
17
penyebab kegagalan perawatan, kurangnya pengetahuan tentang anatomi pulpa
menduduki urutan kedua setelah kesalahan diagnosis dan rencana perawatan.
9

Selain mengetahui morfologi saluran akar normal, sama pentingnya mengetahui
variasi yang mungkin terjadi. Pengetahuan tentang morfologi saluran akar harus
secara tiga dimensi, baik secara longitudinal (dari mahkota ke foramen apeks)
maupun dalam penampang melintangnya.
9
Pengetahuan tentang morfologi
saluran akar pada penampang melintang seringkali dilupakan. Pada 1/3 servikal,
variasi jumlah orifis sangat mempengaruhi keberhasilan preparasi akses. Pada 1/3
tengah dan 1/3 apikal akar, jumlah dan bentuk saluran akar pada penampang
melintang serta keberadaan isthmus mempengaruhi preparasi dan pengisian
saluran akar. J ika operator tidak memperhatikan hal tersebut, kegagalan
perawatan saluran akar bisa saja terjadi.
Bertolak pada pemikiran diatas, peneliti tertarik untuk meneliti variasi
morfologi saluran akar gigi insisif, caninus, premolar dan molar pada penampang
melintang untuk mengetahui variasi yang ada pada gigi masyarakat Indonesia.

1.2 Rumusan Masalah

Uraian ringkas dalam latar belakang masalah di atas memberikan dasar bagi
peneliti untuk merumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut :

1. Bagaimana variasi jumlah orifis pada gigi insisif, caninus, premolar
dan molar yang tampak pada penampang melintang 1/3 servikal ?
2. Bagaimana variasi jumlah saluran akar dan bentuk saluran akar pada
gigi insisif, caninus, premolar dan molar yang tampak pada
penampang melintang 1/3 tengah akar ?
3. Bagaimana variasi jumlah saluran akar dan bentuk saluran akar pada
gigi insisif, caninus, premolar dan molar yang tampak pada
penampang melintang 1/3 apikal akar ?
4. Bagaimana variasi bentuk isthmus yang dapat ditemukan pada gigi
insisif, caninus, premolar dan molar ?
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia
18
1.3 Tujuan Penelitian

Merujuk pada rumusan masalah tersebut, maka tujuan yang ingin dicapai
melalui penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui variasi jumlah orifis pada gigi insisif, caninus,
premolar dan molar yang tampak pada penampang melintang 1/3
servikal.
2. Untuk mengetahui variasi jumlah saluran akar dan bentuk saluran akar
pada gigi insisif, caninus, premolar dan molar yang tampak pada
penampang melintang 1/3 tengah akar.
3. Untuk mengetahui variasi jumlah saluran akar dan bentuk saluran akar
pada gigi insisif, caninus, premolar dan molar yang tampak pada
penampang melintang 1/3 apikal akar.
4. Untuk mengetahui variasi bentuk isthmus yang dapat ditemukan pada
gigi insisif, caninus, premolar dan molar.

1.4 Manfaat Penelitian

Secara Teoritis
1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kepustakaan
pendidikan kedokteran gigi, khususnya mengenai variasi morfologi
saluran akar pada penampang melintang.

Secara Praktis
1. Memberi informasi kepada dokter gigi mengenai variasi morfologi
saluran akar pada penampang melintang.
2. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut.



Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia

Anda mungkin juga menyukai