Anda di halaman 1dari 55

MekanismePerpindahan kalor

1. Konduksi
1. Luas permukaan tetap dinding
2. Luas permukaan berubah silinder
2. Konveksi
3. Radiasi
4. Gabungan 1 - 3
dx
dT
kA q =
Persamaan Umum Konduksi
q : jumlah kalor yang dipindahkan, Watt
k : konduktivitas kalor, W m
-1
k
-1

dT : perbedaan suhu, C atau K
dx : tebal media perpindahan kalor, m
pada keadaan tunak q tetap
tidak boleh lupa menyertakan satuan
hasil perhitungan tanpa disertai satuan adalah salah
.. (1)
Konduksi pada permukaan datar
Asumsi:
temperatur di seluruh permukaan
pada jarak yang sama adalah tetap

maka

kalor hanya mengalir
searah sumbu x
x
2
x
1

q
1
q
2
T
1
T
2

A
Ax
dx
dT
kA q =
Jika : k dan A tetap
diselesaikan dengan mengintegralkan
dT A k dx q =
Konduksi pada permukaan datar
Keadaan tunak: q
1
= q
2
= q
.. (1)

Persamaan
diferensial
}
=
}
2
1
2
1
T
T
x
x
dT kA dx q
q (x
2
x
1
) = - k A (T
2
T
1
)
(2)
) kA / x (
T
q
A
A
=
.. (3)
tahanan R
kA
X
= =
A
x
2
x
1

q
1
q
2
T
1
T
2

A
Ax
Contoh 1:
Atap sebuah kamar terbuat dari beton (concrate) yang
luasnya 20 m
2
memiliki tebal tebal 15 cm. Konduktivitas
termal beton 0,762 W/m.K. Jika temperatur permukaan atas
beton 38
o
C dan temperatur permukaan bawah beton 28
o
C,
hitung kalor yang mengalir di seluruh permukaan atap beton
tersebut.
Ax
T
2

T
1

q
) x (x
) T (T
A k q
1 2
1 2

=
0, 15
38) (28
20) x (0, 762

=
= 1016 Watt
Soal Latihan 1:
Dari soal pada contoh 1, tentukan temperatur di dalam beton
pada kedalaman 4 cm dari permukaan sebelah atas.
T
2

T
1

Ax
q
T
3

4 cm
Penyelesaian contoh 1 menghasilkan kalor yang mengalir,
q = 1016 watt.
Gunakan kembali persamaan (3) :
Soal Latihan 2:
Salah satu dinding sebuah kamar terbuat dari batu
bata yang luasnya 48 m
2
memiliki tebal tebal 15 cm.
Konduktivitas termal dinding dianggat tetap 0,52
W/m.K. Temperatur permukaan luar dinding 30
o
C.
Untuk mendinginkan ruangan akan dipasang
penyejuk udara. Jika diinginkan suhu ruangan dapat
mencapai 16 C, berapa besar kalor yang harus
diserap oleh penyejuk udara. Anggap bahwa suhu
ruangan sama dengan suhu dinding bagian dalam.
Ax
T
2
T
1

q
Konduksi pada permukaan berubah
q
r
1

r
2

q
L
Luas permukaan bagian dalam silinder, A
1
= 2 t L r
1

Luas permukaan bagian luar silinder, A
2
= 2 t L r
2

Secara umum ditulis : A = 2 t L r

perpindahan kalor berlangsung ke arah radial
Maka perpindahan kalor berlangsung pada
permukaan yang luasnya berubah karena:
L
q
r
1

r
2

q
Substitusikan A = 2 t L r ke persamaan (1) dan arah
perpindahan sumbu x diganti menjadi arah radial (r)
dr
dT
k
rL 2
q
=
t
dT k
r
dr
L 2
q
=
t
}
=
}
2
T
1
T
2
r
1
r
dT k
r
dr
L 2
q
t
) T T ( k
r
r
ln
L 2
q
1 2
1
2
=
|
|
.
|

\
|
t
( )
) T T (
r / r ln
L 2
k q
1 2
1 2
=
t
atau
L
q
r
1

r
2

q
Menggunakan luas (A) rata-rata logaritmik
( )
) T T (
r / r ln
L 2
k q
1 2
1 2

t
=
( )
|
.
|

\
|


=
1 2
1 2
1 2
1 2
r r
T T

A / A ln
A A
k q
|
.
|

\
|

=
1 2
1 2
LM
r r
T T
A k q .. (3)
Sebuah pipa yang memiliki radius dalam 2 in (5,08 cm) dan tebal
1/8 in (0,3175 cm), digunakan untuk mengalirkan kukus 100 C.
Suhu permukaan dalam pipa dianggap sama dengan suhu kukus.
Hitung kalor yang hilang tiap 1 m panjang pipa, jika suhu
permukaan luar pipa 42 C dan diketahui konduktivitas termal
pipa 12 W/m.K.
Contoh 2
1 m
q
r
1

r
2

q
r
1
= 0,0508 m
r
2
= 0,0508 m + 0,003175 m = 0,0532 m
T
1
= 100 C
T
2
= 42 C.
L = 1 m
k = 12 W/m.K.
Penyelesaian Contoh 2
1 m
q
r
1

r
2

q
100 C
42 C
A
1
= 2t r
1
L = 2t (0,0508) (1) = 0,3190 m
2

A
2
= 2t r
2
L = 2t (0,0532) (1) = 0,3341 m
2

Penyelesaian Contoh 2
1 m
q
r
1

r
2

q
( ) ( )
3265 , 0
3190 , 0 / 3341 , 0 ln
3190 , 0 3341 , 0

A / A ln
A A
A
1 2
1 2
LM
=

=
m
2

|
.
|

\
|

= |
.
|

\
|

=
0508 , 0 0532 , 0
100 42
) 3265 , 0 ( 12
r r
T T
kA q
1 2
1 2
LM
q = 94685 Watt
Kalor yang hilang tiap m panjang pipa = 94685 Watt
Sebuah pipa yang digunakan untuk mengalirkan kukus
memiliki diameter dalam 5 in (12,7 cm) dan tebal 1/8 in
(0,3175 cm). Pipa tersebut digunakan untuk mengalirkan kukus
120 C. Suhu permukaan dalam pipa dianggap sama dengan
suhu kukus. Hitung jumlah kukus yang mengembun tiap 1 m
panjang pipa, jika suhu permukaan luar pipa 42 C dan
diketahui konduktivitas termal pipa 12 W/m.K dan kalor
pengembunan kukus pada 120 C adalah 2201,6 kJ/kg kukus.
Petunjuk: kalor yang dihasilkan pada pengembunan kukus
sama dengan kalor yang hilang melalui dinding pipa.

Soal Latihan 3
Penyelesaian Latihan 3
1 m
q
r
1

r
2

q
d
1
= 12,57 cm = 0,1257 m
d
2
= 0,1257 m + 2(0,003175) m = 0,13335 m
T
1
= 120 C
T
2
= 42 C.
L = 1 m
k = 12 W/m.K.
120
o
C
-
-
42
o
C
Konduksi pada permukaan rangkap
q
T
1
T
2
T
3
T
4
Luas permukaan
perpindahan kalor

A

Ax
I
Ax
II
Ax
III
R
T
q
A
=

A
=
R
T
q
q

q

q

tunggal

rangkap

III
III
II
II
I
I
R
T
R
T
R
T
q
A
=
A
=
A
=

A
=
R
T
A k
x
R
I
I
I
A
=
A k
x
R
II
II
II
A
=
A k
x
R
IIII
III
III
A
=
Contoh 3
Dinding sebuah ruang pendingin terdiri dari 13 mm kayu pinus;
102 mm gabus dan 76 mm beton. Temperatur dinding bagian
dalam 255 K dan bagian luar beton 297 K. Konduktivitas panas
kayu pinus 0,151 W/m.K, gabus 0,0433 W/m.K dan beton 0,762
W/m.K. Hitung kalor yang mengalir untuk tiap m
2
dinding dan
tentukan suhu antara lapisan kayu dan gabus.
254 K
297 K
13 102 mm 76 mm
q
Penyelesaian Contoh 3
W / K 084 , 0
) 1 ( 151 , 0
013 , 0
A k
x
R
I
I
I
= =
A
=
K/W 346 , 2
) 1 ( 043 , 0
102 , 0
A k
x
R
II
II
II
= =
A
=
K/W 1 , 0
) 1 ( 762 , 0
076 , 0
A k
x
R
III
III
III
= =
A
=
ER = R
I
+ R
II
+ R
III
= 2,530 K/W
W 48 , 16
530 , 2
255 297
R
T T
q
4 1
=

=
255 K
297 K
13 102 mm 76 mm
q
Soal Latihan 4
900 C
X
ins
244 mm
q
Dinding sebuah tungku tebalnya 0,244 m dan konduktivitas
termalnya 1,30 W/m.K. Suhu permukaan dalam dinding 900
o
C.
Dinding tersebut akan diinsulasi dengan bahan yang memiliki
kondukstivitas termal 0,346 W/m.K. Suhu permukaan luar
insulasi diharapkan 40
o
C. Tentukan tebal insulasi minimal agar
kalor yang hilang maksimal 3000 W/m
2
.

40 C
T
3

r
1

r
2

r
3

k
I

k
II

T
1

T
2

q
|
.
|

\
|

=
1 2
1 2
I , LM I
r r
T T
A k q
Konduksi pada Silinder Rangkap
|
.
|

\
|

=
2 3
2 3
II , LM II
r r
T T
A k q

A
=
R
T
q
II , LM II
II
I , LM I
I
A k
x
A k
x
R
A
+
A

=
Contoh 4
Sebuah pipa stainless steel (I) yang memiliki k = 21,63 W/m
2
.K,
diameter dalamnya 0,0508 m dan diameter luarnya 0,1016 m,
diinsulasi dengan asbes (II) yang memiliki konduktivitas termal
0,34 W/m.K setebal 0,0254 m. Temperatur permukaan dinding
bagian dalam pipa 811 K dan temperatur permukaan luar asbes
310,8 K. Bila panjang pipa 2 m, hitung kalor yang hilang (q) dan
temperatur antara logam dan asbes (T
2
).
Penyelesaian Contoh 4
( ) ( )
4602 , 0
3190 , 0 / 6380 , 0 ln
3190 , 0 6380 , 0
A / A ln
A A
A
1 2
1 2
I , LM
=

=
( ) ( )
7868 , 0
6380 , 0 / 9571 , 0 ln
6380 , 0 9571 , 0
A / A ln
A A
A
2 3
2 3
II , LM
=

=
m
2

m
2

) 7868 , 0 ( 34 , 0
0254 , 0
) 4602 , 0 ( 63 , 21
0254 , 0
A k
x
A k
x
R
II , LM II
II
I , LM I
I
+ =
A
+
A

=
A
1
= t d
1
L = t (0,0508) (2) = 0,3190 m
2

A
2
= t d
2
L = t (0,1016) (2) = 0,6380 m
2

A
3
= t d
3
L = t (0,1524) (2) = 0,9571 m
2

= 0,0975 K/W
W 5130
0975 , 0
8 , 310 811
R
T
q =

A
=
Sebuah pipa yang digunakan untuk mengalirkan kukus memiliki
diameter dalam 5 in (12,7 cm) dan tebal 1/8 in (0,3175 cm). Pipa
tersebut digunakan untuk mengalirkan kukus 120 C. Suhu
permukaan dalam pipa dianggap sama dengan suhu kukus. Hitung
jumlah kukus yang mengembun tiap 1 m panjang pipa, jika pipa
tersebut diinsulasi menggunakan asbes setebal 2,54 cm sehingga
suhu permukaan luar asbes 42 C. Diketahui konduktivitas termal
pipa 12 W/m.K, konduktivitas termal asbes 0,36 W/m.K dan kalor
pengembunan kukus pada 120 C adalah 2201,6 kJ/kg kukus.

Soal Latihan 5
Konveksi
Berlangsung bersama-sama dengan konduksi
Persamaan pendinginan Newton
q = h.A (T
w
T
f
)
h : koefisien konveksi, W/m
2
.K
T
w
: suhu permukaan padatan
T
f
: suhu ruah fluida
T
w
-T
f

q
T
w

T
f

q
q = h.A (T
f
T
w
)
Gabungan Konveksi-Konduksi
T
1

Ax
A

h
o

h
i

T
2

T
3

T
4

Lapisan (maya)
antar muka padatfluida
A h
1
R
i
i
=
kA
x
R
p
A
=
A h
1
R
o
o
=


ER = R
i
+ R
p
+ R
o

o p i
4 1
o p i
4 3 3 2 2 1
R R R
T T
R R R
) T T ( ) T T ( ) T T (
+ +

=
+ +
+ +
=

A
=
R
T
q
Dinding sebuah tungku tebalnya 0,244 m (Ax
B
) dan
konduktivitas termalnya 1,30 W/m.K (k
B
). Dinding tersebut
akan diinsulasi dengan bahan yang memiliki konduktivitas
termal 0,346 W/m.K (k
A
). Suhu fluida di dekat permukaan
dinding dalam tungku 900
o
C (T
1
) dan suhu di dekat permukaan
luar insulasi 40
o
C (T
5
). Tentukan tebal insulasi (Ax
A
) minimal
agar kalor yang hilang maksimal 1830 W/m
2
(q). Koefisien
konveksi di permukaan dalam tungku 200 W/m.K (h
i
) dan
koefisien konveksi di permukaan luar insulasi 150 W/m
2
.K (h
o
).
Contoh 5
Penyelesaian Contoh 5
T
1

Ax
B

h
o
h
i

T
2

T
5

T
3

T
4

q
Ax
A

q = 1830 W/m
2

berarti: jika A = 1 m
2
, maka q = 1830 W
K/W 005 , 0
) 1 ( 200
1
A h
1
R
i
i
= = =
K/W 1877 , 0
) 1 ( 30 , 1
244 , 0
A k
x
R
B
B
B
= =
A
=
K/W 0067 , 0
) 1 ( 150
1
A h
1
R
o
o
= = =
) 1 ( 346 , 0
x
R
A
A
A
=
Penyelesaian Contoh 5
T
1

Ax
B

h
o
h
i

T
2

T
5

T
3

T
4

q
Ax
A

q
T T
R
4 1
tot

= K/W 4699 , 0
1830
40 900
=

=
R
tot
= R
i
+ R
B
+ R
A
+ R
o

) 1 ( 346 , 0
x
R
A
A
A
=
R
A
= R
tot
- R
i
- R
B
- R
o

= 0,4699 0,005 0,1877 0,0067
= 0,2705
Ax
A
= 0,346 (0,2705) = 0,094 m
Tebal insulasi yang diperlukan adalah 9,4 cm
Kukus jenuh 130
o
C dialirkan dalam pipa berdiameter dalam
2,093 cm dan diameter luar 2,667 cm. Pipa diinsulasi asbes
setebal 3,8 cm. Koefisien konveksi di permukaan dalam pipa
h
i
= 1000 W/m
2
.K dan di bagian luar asbes h
o
= 100 W/m2.K.
Konduktivitas termal pipa k
B
= 26 W/m.K dan asbes k
A
= 0,37
W/m.K. Tentukan kalor hilang pada pipa sepanjang 5 m, jika
temperatur udara sekitar 40 C.
Soal Latihan 6
Soal Latihan 6
d
1
t
1
t
1
d
2
d
3
t
2
t
2
r
1
t
1
r
2
r
3
t
2
Penyelesaian Latihan 6
r
1
r
2
r
3
q

Untuk panjang pipa 5 m:
A
1
= (3,14)(0,02093)(5) =
A
2
= (3,14)(0,02667)(5) =
A
3
= (3,14)(0,10267)(5) =
=

=
) A / A ln(
A A
A
i 2
i 2
I , LM
=

=
) A / A ln(
A A
A
2 o
2 o
II , LM
...
A h
1
R
i i
i
= = ...
A k
r r
R
I , LM I
i 2
I
=

= ...
A k
r r
R
II , LM II
2 o
II
=

= ...
A h
1
R
o o
o
= =
R = R
i
+ R
I
+ R
II
+ R
o
=
...
R
T T
q
o i
=

=
o o II , LM II
II
I , LM I
I
i i o o i i
A h
1
A k
r
A k
r
A h
1
A U
1
A U
1
+
A
+
A
+ = =
Koefisien Perpindahan Kalor Keseluruhan
U
i
: koefisien perpindahan kalor keseluruhan berdasarkan Ai
U
o
: koefisien perpindahan kalor keseluruhan berdasarkan A
o

i o o i II , LM II
II
i I , LM I
I
i i
A / A h
1
A / A k
r
A / A k
r
h
1
U
1
+
A
+
A
+ =
o o II , LM II
II
o I , LM I
I
o i i o
h
1
A / A k
r
A / A k
r
A / A h
1
U
1
+
A
+
A
+ =
T
1

Ax
I

h
o
h
i

T
2

T
5

T
3

T
4

q
Ax
II

Soal Latihan 8
Sebuah pipa berdiameter dalam 2,093 cm dan diameter luar
2,667 cm diinsulasi asbes setebal 3,8 cm. Koefosien konveksi di
permukaan dalam pipa h
i
= 1000 W/m
2
.K dan di bagian luar asbes
h
o
= 100 W/m2.K. Konduktivitas termal pipa k
B
= 26 W/m.K dan
asbes k
A
= 0,37 W/m.K. Tentukan koefisien perpindahan kalor
keseluruhan U
i
dan U
o
pada pipa sepanjang 5 m.
T
1

T
1
T
2

T
2

T
1

T
2

T
2

AT
2
AT
1

T
1

Jarak
AT
HEAT EXCHANGER
) T / T ln(
T T
T
1 2
1 2
LM
A A
A A
= A
T
1

T
1
T
2

T
2

T
2

T
1

T
1

AT
1

AT
2

T
2

Jarak
AT
Neraca Energi seputar HE
Kalor yang dilepaskan fluida lebih panas
q = m c
p
(T
1
T
2
)
Kalor yang diterima fluida lebih dingin
q = m c
p
(T
2
T
1
)
T
1

T
1

T
2

T
2

Kalor yang dipindahkan melalui dinding
q = U A AT
LM
Suatu campuran reaksi yang memiliki C
pm
= 2,85 kJ/kg.K
sebanyak 7260 kg/jam didinginkan dari 105
o
C menjadi 71
o
C.
Laju alir air pendingin masuk adalah 4536 kg/jam dengan suhu
25
o
C. Kapasitas panas air pendingin C
p,air
= 4,2 kJ/kg.K.
U
o
= 653 W/m.K. Tentukan luas permukaan perpindahan kalor
yang diperlukan A
o
jika digunakan HE cangkang dan buluh single
pass.
searah
berlawanan arah
Asumsi: tidak ada kalor yang hilang pada cangkang
Soal 4.5-3
Penyelesaian soal 4.5-3
Searah
105
o
C
? 71
o
C
25
o
C
AT
1
AT
2
Kalor yang dilepaskan fluida lebih panas
q
camp
= q
air

m
c
c
pm
(T
1
T
2
) = m
a
c
pa
(T
2
T
1
)
7620 (2,85)(105 71) = 4536 (4,2) (T
2
25)
T
2
= 63,8 C
AT
1
= 80 C AT
2
= 71 63,8 = 6,8 C
7 , 29
) 8 , 6 / 80 ln(
8 , 6 80
) T / T ln(
T T
T
1 2
1 2
LM
=

=
A A
A A
= A
C
Kalor yang dipindahkan melalui dinding q = U A AT
LM
87 , 10
3600
1000
x
) 7 , 29 ( 635
) 71 105 )( 85 , 2 ( 7620
T U
q
A
LM o
o
=

=
A
=
m
2

? 105
o
C
71
o
C 25
o
C
AT
1
AT
2
Berlawanan arah
Kalor yang dilepaskan fluida lebih panas
q
camp
= q
air

m
c
c
pm
(T
1
T
2
) = m
a
c
pa
(T
2
T
1
)
7620 (2,85)(105 71) = 4536 (4,2) (T
2
25)
T
2
= 63,8 C
AT
1
= 71 25 = 46 C
AT
2
= 105 63,8 = 41,4 C
7 , 43
) 4 , 41 / 46 ln(
4 , 41 46
) T / T ln(
T T
T
1 2
1 2
LM
=

=
A A
A A
= A
C
Kalor yang dipindahkan melalui dinding q = U A AT
LM
39 , 7
3600
1000
x
) 7 , 43 ( 635
) 71 105 )( 85 , 2 ( 7620
T U
q
A
LM o
o
=

=
A
=
m
2

Penyelesaian soal 4.5-3
T
bk

T
bm

T
ck

T
cm

HE 1 shell pass 2 tube pass (HE 1-2)
) T T /( ) T T ln[(
) T T ( ) T T (
T
bm ck bk cm
bm ck bk cm
LM


= A
|
|
.
|

\
|
+ + +
+ +

+
=
) 1 R ( 1 R [ S 2
) 1 R ( 1 R [ S 2
ln ) 1 R (
)] RS 1 /( ) S 1 ln[( ) 1 R (
F
2
2
2
T
bm bk
ck cm
T T
T T
R

=
bm cm
bm bk
T T
T T
S

=
AT = F
T
AT
LM
(t
2
) (T
1
)
(T
2
) (t
1
)
Penukar kalor Cangkang dan buluh 1-2 digunakan
untuk memanaskan 2,52 kg/s air dari 21
o
C
menjadi 54
o
C. Fluida panas masuk pada
temperatur 115
o
C dan keluar pada 49
o
C. Luas
permukaan luar pipa, A
o
= 9,3 m
2
. Tentukan AT
m

dan U
o
. Fluida yang dipanaskan dialirkan dalam
buluh
Contoh 6
T
cm
= 115
o
C T
ck
= 49
o
C C
p
= 4187 J/kg
T
bm
= 21
o
C T
bk
= 54
o
C
Penyelesaian Contoh 6
T
cm
= 115
o
C T
ck
= 49
o
C C
p
= 4187 J/kg
T
bm
= 21
o
C T
bk
= 54
o
C A
o
= 9,3 m
2

AT
m
= ? U
o
= ?
) T T /( ) T T ln[(
) T T ( ) T T (
T
bm ck bk cm
bm ck bk cm
LM


= A
) 21 49 /( ) 54 115 ln[(
) 21 49 ( ) 54 115 (


= = 42,4
o
C
0 , 2
21 54
49 115
T T
T T
R
bm bk
ck cm
=

=
35 , 0
21 115
21 54
T T
T T
S
dm pm
dm dk
=

=
0 , 2
21 54
49 115
T T
T T
R
bm bk
ck cm
=

=
35 , 0
21 115
21 54
T T
T T
S
bm cm
bm bk
=

=
F
T
= 0,75
Penyelesaian Contoh 6
AT
m
= F
T
x AT
LM

= 0,75 x 42,4 = 31,8
o
C
q = m c
p
(T
dk
T
dm
) = 2,52 (4187)(54 21) = 348,2 kW
q = U
o
A
o
AT
m

) 8 , 31 ( 3 , 9
) 1000 ( 2 . 348
T A
q
U
m o
o
=
A
=
= 1177,4 W/m
2
.K
HE 2 shell pass 4 tube pass (HE 2 4)
Suatu campuran reaksi yang memiliki C
pm
= 2,85 kJ/kg.K
sebanyak 7260 kg/jam didinginkan dari 105
o
C menjadi 71
o
C.
Laju alir air pendingin masuk adalah 4536 kg/jam dengan suhu
25
o
C. Kapasitas panas air pendingin C
p,air
= 4,2 kJ/kg.K.
U
o
= 653 W/m.K. Tentukan luas permukaan perpindahan kalor
yang diperlukan A
o
jika digunakan HE cangkang dan buluh
1 shell pass 2 tube pass
2 shell pass 4 tube pass
Asumsi: tidak ada kalor yang hilang pada cangkang
Lanjutan Soal 4.5-3
rasio laju perpindahan kalor aktual terhadap laju
perpindahan kalor maksimum yang mungkin jika
digunakan luas permukaan perpindahan kalor tak
berhingga.
Efektivitas Penukar Kalor
* digunakan jika suhu kedua aliran keluar
tidak diketahui
* tidak memerlukan suhu aliran keluar dari
penukar kalor
Neraca kalor untuk aliran fluida lebih panas (P) dan
lebih dingin (D):
q = (m c
p
)
P
(T
pm
T
pk
) = (m c
p
)
D
(T
dk
T
dm
)
Didefinisikan:
(m c
p
)
P
= C
P
dan (m c
p
)
D
= C
D

Jika C
P
> C
D
C
D
= C
min

Jika A = T
dk
= T
pm

Jika fluida lebih panas yang minimum:
q = c C
min
(T
pm
T
dm
)
Didefinisikan jumlah satuan perpindahan (NTU):
min
C
UA
NTU=
NTU NTU
c
c
Aliran berlawanan Aliran searah
Air pada 308 K mengalir ke dalam penukar kalor dengan laju
0,667 kg/s, berlawanan arah dengan fluida pemanas yang
masuk pada suhu 373 K dengan laju alir 2,85 kg/s. Kapasitas
kalor fluida pemanas c
p
= 1,89 kJ/kg.K. Luas permukaan
pemindah kalor, A = 15,0 m
2
. Koefisien perpindahan kalor
keseluruhan, U = 300 W/m
2
.K. Hitung laju perpindahan kalor
dan suhu air keluar.
Contoh
Penyelesaian
dari gambar 1.25
diperoleh c = 0,71
Suhu air keluar diasumsikan 370 K.
Suhu rata-rata air yang dipanaskan:
(308 + 370)/2 = 339 K
c
p
air pada suhu rata-rata adalah 4,192 kJ/kg.K (Apendiks A.2,
Geankoplis)
C
P
= 2,85 (1890) = 5387 W/K
C
D
= 0,667 (4192) = 2796 W/K C
min

C
min
/C
maks
= 2796/5387 = 0,519
NTU = UA/C
min
= 300 (15,0)/2796 = 1,607

Penyelesaian
dengan NTU = 1,607
dan C
min
/C
maks
= 0,519
Dari Gambar diperoleh c = 0,71
q = c C
min
(T
pm
T
dm
)
= 0,71 (2796)(383 308) = 148.900 W
q = 148 900 = 2796 (T
dk
308) T
dk
= 361,3 K
T
dk
diasumsikan 370 K, hanya untuk menentukan kapasitas kalor
fluida dingin.
Factor Fouling
* Permukaan pemindah kalor pada prakteknya tidaklah bersih.
* Endapan dapat terbentuk pada kedua sisi permukaan tube
* Endapan akan menambah tahanan terhadap aliran kalor
* Selisih suhu yang besar dapat menghasilkan banyak endapan
* Dapat diperkecil menggunakan inhibitor kimiawi atau tahanan
fouling

Contoh jenis endapan
* pengolahan minyak bumi karbon
* industri fermentasi Jasad renik
* mineral
* produk korosi
do o
i
o o
i
A , LM A
i i o
di i
h A
A
h A
A
A k
A ) r r (
h
1
h
1
i
1
U
+ + + +
=

h
di
: koefisien fouling di sisi dalam tube, W/m
2
.K
h
do
: koefisien fouling di sisi luar tube, W/m
2
.K
Jenis fluida U (W/m
2
.K)
Air ke air
Air ke air laut
Air ke cairan organik
Air ke kukus yang mengembun
Air ke gasoline
Air ke minyak gas
Air ke minyak sayur
Minyak gas ke minyak gas
Kukus ke air mendidih
Air ke udara
Bahan organik ringan ke ringan
Bahan organik berat ke berat
1.140 1.700
570 1.1400
570 1.1400
1.420 2.270
340 570
140 340
110 285
110 285
1.420 2.270
110 230
230 425
55 230
Typical koefisien perpindahan kalor keseluruhan
Jenis fluida h
d
(W/m
2
.K)
Air distilasi dan air laut
Air perkotaan
Air berlumpur
Gas
Cairan diuapkan
Minyak sayur dan gas
11.350
5.680
1990 2840
2840
2840
1990
Typical koefisien fouling