Anda di halaman 1dari 4

Nama NIM Jurusan M.

Kuliah Dosen

: : : : :

Nila Jumiharni C1B111027 Manajemen Manajemen Risiko Sufi Jikrillah S! MM

RISIK" K"R#"R$! Risiko korporat merupakan fluktuasi dari eksposur korporat sebagai akibat keputusan atau kondisi saat ini. Besaran risiko korporat terkait dengan ketidakpastian dari nilai perusahaan dan kekayaan pemegang saham. Untuk perusahaan go publik, besarnya risiko dapat diukur ari fluktuasi harga saham. 1. Risiko keuangan (financial risk) adalah segala macam risiko yang berkaitan dengan keuangan, biasanya diperbandingkan dengan risiko non keuangan, seperti risiko operasional. Berikut adalah jenis-jenis risiko keuangan a. Risiko %asar (market risk) adalah suatu risiko yang timbul karena menurunnya nilai suatu in!estasi karena pergarakan pada faktor-faktor pasar. "mpat faktor standar risiko pasar adalah sebagai berikut Risiko &in'ka& (un'a adalah risiko yang timbul karena nilai relatif akti!a berbunga, seperti pinjaman atau obligasi, akan memburuk karena peningkatan suku bunga. #ecara umum, jika suku bunga meningkat, harga obligasi berbunga tetap akan turun, demikian juga sebaliknya. Risiko nilai &ukar atau risiko mata uang adalah suatu bentuk risiko yang muncul karena perubahan nilai tukar suatu mata uang terhadap mata uang yang lain. Risiko nilai tukar yang terkait dengan instrumen mata uang asing penting diperhatikan dalam in!estasi asing. Risiko ini muncul karena perbedaan kebijakan moneter dan pertumbuhan produkti!itas nyata, yang akan mengakibatkan perbedaan laju inflasi. Risiko komo)i&as adalah potensi penyimpangan ekspektasi pembayaran rupiah karena perusahaan melakukan transaksi komoditas secara for$ard. %ransaksi for$ard adalah

transaksi yang disepakati saat ini mengenai jumlah atau !olume komoditas yang ditransaksikan, harga dan jatuh temponya dan eksekusi dilakukan saat jatuh tempo. Risiko ekui&as adalah potensi penyimpangan hasil oleh karena berfluktuasinya harga atau indeks saham. b. Risiko likui)i&as adalah risiko yang muncul jika suatu pihak tidak dapat membayar ke$ajibannya yang jatuh tempo secara tunai. &eskipun pihak tersebut memiliki aset yang cukup bernilai untuk melunasi ke$ajibannya, tapi ketika aset tersebut tidak bisa dikon!ersikan segera menjadi uang tunai, maka pihak tersebut dikatakan tidak likuid. 'al ini bisa terjadi jika pihak pengutang tidak dapat menjual hartanya karena tidak adanya pihak lain di pasar yang berminat membelinya. 'al ini berbeda dengan penurunan drastis harga akti!a, karena pada kasus penurunan harga, pasar berpendapat bah$a akti!a tersebut tak bernilai. %idak adanya pihak yang berminat menukar (membeli) akti!a kemungkinan hanya disebabkan karena kesulitan mempertemukan kedua belah pihak. (arenanya, risiko likuiditas biasanya lebih besar kemungkinan terjadi pada pasar yang baru tumbuh atau ber!olume kecil. Risiko likuiditas merupakan suatu risiko keuangan karena adanya ketidakpastian likuiditas. #uatu lembaga dapat berkurang likuiditasnya jika peringkat kreditnya turun, mengalami pengeluaran kas yang tak terduga, atau peristi$a lain yang menyebabkan pihak lain menghindari transaksi atau memberikan pinjaman ke lembaga tersebut. #uatu perusahaan juga dapat terpapar terhadap risiko likuiditas jika pasar yang diikutinya mengalami penurunan likuiditas. c. Risiko kre)i& (credit risk) merupakan suatu risiko kerugian yang disebabkan oleh ketidak mampuan (gagal bayar) dari debitur atas ke$ajiban pembayaran utangnya baik utang pokok maupun bunganya atau keduanya. ). Risiko o%erasional adalah suatu risiko kerugian yang disebabkan karena tak berjalannya atau gagalnya proes internal, manusia dan system, serta oleh peristi$a eksternal. a. Risiko sum(er )a*a manusia adalah risiko yang terkait dengan manusianya atau tenaga kerja. %enaga kerja yang merupakan aset yang paling berharga dapat menjadi penyebab kejadian risiko operasional. Risiko ini juga dapat terjadi pada fungsi manajemen risiko, dimana kualifikasi dan keahlian karya$an pada fungsi tersebut merupakan hal yang diutamakan.

b. Risiko %ro)uk&i+i&as adalah risiko produk kesalahan dalam akti!itas berkaitan dengan penyimpangan hasil atau tingkat produkti!itas yang diharapkan karena adanya penyimpangan !ariable yang mempengaruhi produkti!itas kerja. c. Risiko &eknolo'i berupa potensi penyimpangan hasil karena teknologi yang digunakan tidak sesuai lagi dengan kondisi. &isalnya transaksi terhambat karena teknologi perusahaan dengan teknologi klien tidak compatible. *tau karena terjadinya perubahan kualitas dan spesifikasi bahan baku menyebabkan teknologi pengolahan saat ini tidak sesuai. d. Risiko ino+asi adalah potensi penyimpangan hasil karena terjadinya pembaharuan, modernisasi, atau transformasi dalam proses produksi. +enyimpangan positif ( perbaikan kinerja) terjadi apabila ino!asi tersebut membantu proses operasi. #ebaliknya, ino!asi beberapa aspek dapat menyebabkan terjadinya penyimpangan negati!e apabila perusahaan tidak segera melakukkan penyesuaian. e. Risiko sis&em merupakan potensi penyimpangan hasil karena adanya cacat atau ketidak sesuaian sistem dalam operasi perusahaan. f. Risiko %roses adalah risiko mengenai potensi penyimpangan dari hasil yang diharapkan dari proses karena ada penyimpangan atau kesalahan dalam kombinasi sumber daya (#,&, keahlian, metode, peralatan, teknologi dan material) dan karena perubahan lingkungan. -. Risiko s&ra&e'is adalah risiko yang dapat mempengaruhi eksposur korporat dan eksposur strategis (terutama eksposur keuangan) sebagai akibat keputusan strategis yang tidak sesuai dengan lingkungan eksternal dan internal usaha. Risiko strategis ini meliputi a. Risiko ,saha atau risiko (isnis adalah potensi penyimpangan hasil korporat (nilai perusahaan dan kekayaan pemegang saham) dan hasil keuangan karena perusahaan memasuki suatu bisnis tertentu dan lingkungan industri yang khas dan menggunakan teknologi tertentu. .ang dimaksud sebagai hasil perusahaan disini adalah nilai perusahaan itu sendiri dan kekayaan pemegang saham (in!estor). +engukuran risiko usaha dapat dilakukan diantaranya dengan mengukur rasio perubahan laba dengan perubahan penjualan (le!erage operasi)

(.

Risiko le+era'e o%erasi +engukuran risiko usaha dapat dilakukan diantaranya dengan mengukur rasio perubahan laba dengan perubahan penjualan (le!erage operasi) apabila perusahaan memiliki biaya operasi tetap atau biaya modal tetap, maka dikatakan perusahaan menggunakan le!erage. ,engan menggunakan operating le!erage, perusahaan mengharapkan bah$a perubahan penjualan akan mengakibatkan perubahan laba sebelum bunga dan pajak yang lebih besar. &ultiplier effect hasil penggunaan biaya operasi tetap terhadap laba sebelum bunga dan pajak disebut dengan degree of operating le!erage (,/0).

c.

Risiko !ransaksi S&a&e'is adalah potensi penyimpangan hasil korporat maupun strategis sebagai akibat perusahaan melakukan transaksi strategis. %ransaksi yang dikategorikan sebagai transaksi strategis adalah transaksi yang berkaitan dengan restrukturisasi perusahaan.

1. Risiko eks&ernali&as adalah potensi penyimpangan hasil pada eksposur korporat dan strategis dan dapat berdampak pada potensi penutupan usaha karena pengaruh dari faktor eksternal. a. Risiko lin'kun'an adalah potensi penyimpangan hasil, bahkan potensi penutupan perusahaan karena ketidakmampuan perusahaan dalam mengelola polusi dan dampaknya yang ditimbulkan oleh perusahaan. b. Risiko re%u&asi adalah potensi hilangnya atau hancurnya reputasi perusahaan karena penerimaan lingkungan eksternal yang rendah, bahkan dapat terjadi penolakan. c. Risiko hukum adalah kemungkinan penyimpangan hasil karena perusahaan tidak mematuhi peraturan dan norma yang berlaku.

Anda mungkin juga menyukai