Anda di halaman 1dari 19

RUANG LINGKUP PENILAIAN USAHA

|1

RUANG LINGKUP PENILAIAN USAHA

A. PENDAHULUAN Berkembangnya perdagangan dan investasi menyebabkan banyaknya jual-beli yang tidak hanya terbatas pada jual-beli barang dan jasa, melainkan juga jual-beli perusahaan dan saham sahamnya baik melalui tindakan akuisisi, merger, spin off maupun likuidasi. Dalam hal terjadi akuisis perusahaan, berarti harga atau nilai kontrak jual beli perusahaan tersebut pada umumnya akan mencakup harga seluruh perusahaan yang terdiri atas kekayaan seluruh perusahaan yang berbentuk tangible assets seperti gedung, pabrik, barang inventaris seperti mobil, furnitur, jaringan usahanya di luar kantor pusat dan intangible assets seperti seperti goodwill (reputasi perusahaan dan corporate culture-nya) termasuk juga skill yang dimiliki oleh manajemen dan jajaran pega ai di ba ahnya yang disebut sebagai going concern value. Berbeda dengan jual beli di atas, bila investor hanya tertarik untuk membeli sebagian kepemilikan atas perusahaan, maka investor tersebut hanya mengakuisisi sebagian sahamnya sebesar nilai rupiah yang ditanamkan dan setara dengan sejumlah lembar saham yang mempunyai nilai nominal tertentu. !embelian saham perusahaan secara langsung semacam ini yang tidak melalui bursa efek disebut sebagai penyertaan langsung. Dari sudut pandang keuangan, nilai suatu perusahaan atau penyertaan adalah jumlah manfaat ekonomis yang diharapkan di masa yang akan datang oleh pemiliknya, masing masing didiskontokan kembali menjadi nilai sekarang dengan tingkat diskonto yang memadai. Berikut ialah ruang lingkup penilaian usaha, seperti yang ditujukan pada gambar berikut"
PENILAIAN USAHA

!enilaian perusahaan dan penyertaan dalam perusahaan untuk mendukung tindakan korporasi

!enilaian #ktiva tidak ber ujud

!enilaian untuk tujuan khusus

- Common buy-sell transactions - $erger % #kuisisi - Divestasi % privatisasi - IPO & private placement - Partnership dissolution

- Goodwill - arketing related - !uman Capital - "ata processing related - #echnology related - Contract related - Customer related

- $airness opinion - %olvency opinion - "issenting shareholder valuation - &conomics damage valuation - !enciptaan nilai pemegang saham

RUANG LINGKUP PENILAIAN USAHA

|2

&ambar '. (uang )ingkup !enilaian *saha

!enilaian intangible assets bisa bersifat individual ataupun kolektif (going concern value of a business unit, big pot theory of goodwill, nilai dari unsur aktiva tak ber ujud perusahaan yang berjalan). +ilai perusahaan merupakan nilai pasar capital, yaitu nilai utang ditambah dengan nilai ekuitas (nilai pemegang saham) di mana nilai ekuitas merupakan nilai buku ekuitas ditambah dengan nilai tambah menurut nilai pasar. +ilai perusahaan juga disebut nilai pasar dari capital yang diinvestasikan ( arket 'alue of Invested Capital,$-./). B. NILAI DAN PERUSAHAAN (usiness interest (penyertaan,kepemilikan kegiatan usaha) sering diartikan ke dalam dua definisi, yakni business interest dalam pengertian kekayaan atau dalam pengertian sekuritas (kertas berharga). Dalam pengertian sebagai sekuritas, maka yang dimaksud dengan nilai adalah yang berkaitan dengan kepentingan atas kepemilikan tidak langsung suatu perusahaan dalam bentuk seperti saham dan surat utang obligasi dan instrumen ekuitas sebagai la an dari kepemilikan langsung dari kekayaan yang mendasari badan usaha. 0adi seseorang yang memiliki saham perusahaan, tidak berarti secara langsung memiliki kekayaan perusahaan tersebut, melainkan perusahaanlah yang secara langsung menjadi pemilik dari kekayaan dimaksud. 1edangkan yang dimaksudkan dengan ekuitas adalah kepemilikan yang tercermin atau di akili oleh saham. Biasanya diperla ankan dengan modal,capital yang ditanamkan (invested capital) yang mencakup semua ekuitas ditambah dengan utang yang berbunga namun tidak termasuk kas (kas pada umumnya tidak diperhitungkan karena begitu mudahnya diambil dari perusahaan). !ada badan usaha yang berbentuk badan hukum (perseroan terbatas termasuk B*$+, perusahaan perseroan, koperasi dan usaha bersama) di mana ada pemisahan yang tegas antara harta perusahaan dengan harta pribadi pemiliknya, lebih mudah untuk menilai kekayaan perusahaan daripada menilai kekayaan perusahaan yang bukan berbadan hukum. 2leh karena itu, dalam melaksanakan penilaian maka harus ditegaskan terlebih dahulu tentang obyek yang akan dinilai, apakah berupa kekayaan atau sekuritas. Dalam hal kekayaan atau sekutitas, saham maka harus ditegaskan kekayaan atau saham yang mana (minoritas,mayoritas). 1edang apabila kekayaan yang dinilai, apakah yang dinilai termasuk kekayaan yang tidak ber ujud yang tergabung ke dalam pengertian goodwill sebagai suatu kesatuan yang menurut

RUANG LINGKUP PENILAIAN USAHA

|3

big pot theory disebut sebagai going concern value. Dalam hal ini nilai ekuitas adalah nilai aktiva bersih, yaitu nilai revaluasi aktiva tetap ditambah dengan going concern value, dikurangi dengan ke ajiban. 1edangkan yang dimaksud dengan nilai perusahaan adalah nilai seluruh aktiva, baik aktiva ber ujud yang operasional maupun bukan operasional, aktiva yang tidak ber ujud dikurangi dengan non-interest bearing liabilities (ke ajiban yang tidak dibebani bunga). Dihubungkan dengan struktur permodalan perusahaan, maka nilai perusahaan berarti juga nilai dari keseluruhan susunan modal perusahaan, yaitu nilai pasar ajar dari capital yang diinvestasikan ($-./), sebagai la an dari nilai ekuitas. !engertian konsepsual yang secara umum dipakai dengan luas adalah pengertian susunan capital yang mencakup semua ekuitas dan semua utang jangka panjang ()3D, long term debt) termasuk juga utang jangka panjang yang sudah jatuh tempo. *ntuk menilai susunan capital berdasarkan definisi itu bisa menggunakan discounted economic income method, dan untuk keperluan itu harus memasukkan kembali semua bunga atas )3D ke dalam pendapatan yang didiskonto dan memperlakukan bunga yang lain seperti bunga kredit perbankan sebagai beban. #pabila sulit dipisahkan, solusinya ialah memasukkan semua utang sebagai )3D. Singkatnya, Nilai perusahaan 4 nilai pasar ajar capital ( arket value of invested capital, ($-./)) atau dengan istilah lain nilai perusahaan 4 nilai pasar utang 5 ekuitas,nilai pemegang saham. 1edang ekuitas atau nilai pemegang saham adalah nilai buku ekuitas 5 nilai tambah pasar (market value added).

. UNSUR ! UNSUR "UGAS PENILAIAN 3ugas penilaian minimal mencakup unsur unsur sebagai berikut" a. .dentitas klien (nama, alamat dan sebagainya). b. Definisi kepentingan hukum atau kepentingan yang dinilai c. 3anggal dilakukannya penilaian d. 3ujuan dan penggunaan dari penilaian

RUANG LINGKUP PENILAIAN USAHA

|4

e. 1tandar nilai yang digunakan,dapat diterapkan f. +ilai going concern -1 nilai likuidasi g. Deskripsi ciri kepemilikan yang spesifik h. Bentuk dan luas cakupan laporan penilaian i. !ersyaratan khusus serta pembatasan penggunaan nilai 1ering juga tidak mudah untuk merumuskan semua rincian yang relevan dari tugas penilaian. Dalam kondisi semacam itu, mungkin bermanfaat apabila penilai membuat daftar unsur unsur yang dimengerti dan unsur sisa lainnya yang harus dipelajari. /ontoh di ba ah ini menunjukkan daftar pengecekan tugas penilaian. '. +ama perusahaan 6. Bentuk badan usaha " a) !erseroan terbatas (!3), b) perusahaan perseroan, c) koperasi, d) perseroan komanditer (/-), f) firma. 7. 3empat kedudukan (domisili) badan usaha 8. !enilaian dilakukan berdasarkan " a. 1aham, b. #set. 9. 3ujuan dari penilaian :. 1tandar nilai yang diterapkan ;. 3anggal penilaian <. +ama klien =. +ama penilai '>. Bentuk dan luas cakupan laporan penilaian ''. 3anggal penyelesaian penilaian '6. Besarnya biaya penilaian Daftar pengecekan itu mungkin bisa dinilai terbatas namun akan berkembang dengan sendirinya se aktu penilaian dilaksanakan. Dengan dicantumkan nama klien dan nama

RUANG LINGKUP PENILAIAN USAHA

|5

penilai maka akan menjadi jelas pihak pihak yang bertanggung ja ab membayar jasa penilaian dan penilai yang bertanggung ja ab menyelesaikan pekerjaan penilaian. !erumusan kepentungan kepemilikkan secara tegas yang akan dinilai dan investasi tertentu yang menghubungkan dengan mempertimbangkannya dengan kepentingan kepemilikan dapat mempunyai dampak yang material terhadap metodologi penilaian yang dipakai dan kesimpulan akhir. /iri ciri utama kepentingan kepemilikan yang perlu untuk dikemukakan dalam hampir setiap penilaian usaha adalah berkenaan dengan" '. #pakah penilaian itu berdasarkan penilaian saham kontrol (pengendali),mayoritas atau saham minoritas. !erbedaan itu tidak harus tegas dan nyata. 6. 3entang degree of marketability. *ntuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang cakupan bah a ciri kepentingan atas kepemilikan itu telah disepakati di antara para pihak pemegang saham yang ada, agar dinyatakan dalam penugasan penilaian dengan didukung oleh dokumen yang menjadi sumbernya. Dalam banyak kejadian maka penilai harus berkonsultasi dengan penasihat hukum perusahaan ataupun notaris untuk menentukan ciri kepemilikan perusahaan mana yang memadai sehingga diperoleh keterangan yang jelas tentang besarnya kepentingan kepemilikan perusahaan saham minoritas ataukah mayoritas. Saha# #in$ritas %an saha# #ay$ritas &'$ntr$l( ?ak untuk mengontrol atau mengendalikan perusahaan menambah nilai atau harga saham, khususnya membuat saham saham itu lebih berarti dibandingkan dengan saham minoritas. 3ingkat kepemilikan atau penugasan atau kontrol yang dicerminkan dalam kepentingan yang dinilai sering tidak menjadi suatu hal yang penting. 3ingkat untuk mengontrol atau tidak adanya kemampuan untuk mengontrol tergantung kepada persentase kepemilikan, pembagian kepentingan kepemilikan yang lain, dan peraturan perundangan yang berlaku berkenaan dengan berbagai persentase kepentingan kepemilikan dalam kaitannya dengan situasi penilaian saat itu. Dalam banyak situasi penilaian, tingkat kontrol perusahaan dapat dinyatakan secara tegas, namun dalam beberapa kasus penilaian tingkat penguasaan yang dicerminkan dalam kepentingan yang dinilai menjadikan hal yang bersifat kontroversial. Degree of marketability

RUANG LINGKUP PENILAIAN USAHA

|6

arketability sering diartikan sebagai kemampuan untuk mengubah kekayaan menjadi uang tunai secara cepat dengan biaya yang rendah dan dengan suatu tingkat kepastian yang tinggi dari realisasi suatu jumlah yang diantisipasi dari pendapatan,hasil. @ang digunakan sebagai acuan untuk me akili Afull marketabilityB adalah saham yang aktif diperdagangkan dari suatu perusahaan publik, yang mana pemilik dapat menjual pada harga atas harga yang mendekati harga transaksi yang telah dilaporkan, dikurangi dengan biaya komisi yang besarnya relatif kecil melalui hubungan telepon dengan pialang dan kemudian menerima uang tunai pembayaran dalam 6 atau 7 hari kerja. #pabila faktor lain tidak mengalami perubahan, maka para investor biasanya lebih suka memiliki sesuatu yang dapat mereka jual secepatnya tanpa adanya penurunan nilai dari sesuatu yang sulit, memakan aktu dan berbiaya tinggi dalam penjualannya. 1esuatu yang bukan tidak biasa bah a terjadi suatu pemotongan harga yang nilainya bisa mencapai 9>C dan bahkan dalam beberapa kejadian bisa lebih tinggi lagi. Dampak dari marketability ini secara sah bisa disetujui oleh para pihak yang terlibat. 2leh karena itu akan sangat fatal apabila penilai dalam melakukan penilaian tidak memperhatikan masalah ini dalam penilaian yang mereka lakukan. "anggal Penilaian 3anggal penilaian pada tanggal atau aktu mana kegiatan usaha itu dinilai merupakan hal yang sangat aktu yang lain dan tanggal penilaian secara langsung

penting karena keadaan sekitar dapat menyebabkan nilai berubah secara material dari suatu aktu ke tanggal atau mempengarugi tersedianya data untuk kepentingan penilaian. !emerhati yang mengamati pasar saham publik baik di bursa efek 0akarta, 1urabaya ataupun )ew *ork %tock &+change melihat adanya perubahan yang mendadak dan sangat besar dalam nilai suatu saham perusahaan publik tertentu. #dapun penyebabnya datang dari luar (eksternal) ataupun dari dalam (internal) perusahaan itu sendiri. $isalnya perubahan pendapatan perusahaan secara mendadak terutama yang tidak pernah diduga sebelumnya dapat mempunyai dampak yang besar terhadap nilai. Demikian juga nilai penyertaan bisa berubah dengan perubahan pada biaya kapital (termasuk tingkat bunga perbankan), suatu faktor yang di luar jangkauan kendali dari setiap orang. !eristi a besar seperti persetujuan, penandatanganan atau pengakhiran kontrak dengan klien besar juga dapat berpengaruh besar dan mempunyai dampak yang segera terhadap nilai.

RUANG LINGKUP PENILAIAN USAHA

|7

Dalam banyak penilaian usaha, opini atas nilai akan berdasarkan paling tidak sebagian yang lain, yakni transaksi yang serupa, seperti harga harga di mana saham berada pada satu industri atau industri yang berkaitan bertransaksi di pasar relatif atas pendapatannya, kekayaan, dividen atau variabel relevan yang lain bila data dimaksud tersedia. #kan sangat penting untuk mengetahui tanggal penilaian sehingga data transaksi perusahaan dapat dikumpulkan pada tanggal penilaian ketika menggunakan metode guidelines company dalam penilaian sehingga data transaksi perusahaan dapat dikumpulkan pada tanggal penilaian atau tanggal yang berdekatan bila memang mungkin secara praktis itu mungkin. 1ering pula ada lebih dari satu tanggal penilaian. $isal dalam hal kasus perceraian, para pihak mungkin berkepentingan pada perubahan nilai yang terjadi selama perka inan. Dalam kasus litigasi, tanggal penilaian sendiri merupakan hal yang harus diputuskan oleh pengadilan. Dalam keadaan demikian, penilai harus siap dengan pendapatnya tentang penilaian pada beberapa tanggal yang berbeda, dan kadang kadang tanpa diketahuinya sampai dengan keputusan di ambil yang mana pengadilan memutuskan tanggal yang dianggap relevan. Darena pemilihan tanggal penilaian merupakan materi hukum, jaksa atau hakim kepada siapa penilai harus bersaksi atau memberikan keterangan harus bertanggung ja ab sebagai bagian dari perumusan penugasan penilaian, dengan mempertimbangkan semua kemungkinan tanggal penilaian yang potensial tersedia dan memerintahkan penilai bersiap memberikan penilaian setiap tanggal yang diminta. "u)uan penilaian 3idak satu metode penilaian secara universal tersedia bagi semua tujuan penilaian. ?ubungan di dalam mana penilaian itu digunakan merupakan suatu faktor yang bersifat kritis. !erbedaan peraturan perundangan yang mengatur penilaian usaha berlaku pada berbagai yuridiksi yang berbeda bagi keperluan yang beraneka macam. Banyak penilai usaha yang gagal memberikan definisi nilai yang memadai karena penilai usaha gagal menerapkan metode penilaian yang cocok dengan tujuan penilaian untuk mana itu harus dilakukan. 0/ Bonbright dalam bukunya #he 'aluation of Property mengatakan bah a" It is imposible to intelligently discuss methods of valuation without reference to some assumed definition of value. ?asil dari penilaian seperti itu bisa juga tidak memadai bila klien berupaya menggunakan kesimpulan penilaian bagi beberapa tujuan lain selain yang dimaksudkan sebelumnya. 2leh karena itu, laporan penilaian harus mencantumkan kondisi yang membatasi digunakannya hasil penilaian, antara lain adalah dengan menyatakan" penilaian hanya berlaku

RUANG LINGKUP PENILAIAN USAHA

|8

pada tanggal penilaian atau tanggal tanggal yang dinyatakan secara tegas dalam laporan dan laporan hanya berlaku bagi tujuan penilaian atau tujuan yang dinyatakan dalam laporan. 3idak ada tujuan lain yang dimaksudkan disimpulkan. 3ujuan penilaian mencakup penggunaan terhadap mana pekerjaan penilaian yang diharapkan dilaksanakan. Desimpulan penilaian yang disiapkan untuk satu tujuan bisa tidak cocok bagi tujuan lain. 3ujuan penilaian sering menentukan standar nilai yang tersedia, yaitu definisi dari nilai yang diminta dan hamper selalu mempengaruhinya. Stan%ar Nilai @ang harus dicermati ialah apakah tujuan dari penilaian untuk mendapatkan estimasi nilai pasar ajar, nilai pasar, nilai ajar, nilai investasi, nilai asuransi, nilai buku, nilai penggunaan, nilai jaminan atau nilai yang lainE 1eorang penilai professional dengan kliennya harus merumuskan pengertian nilai itu sesuai dengan tujuan dilakukannya penilaian. +ilai standar adalah suatu pengertian dan atau definisi dari suatu jenis nilai yang dicari, yang bisa nilai pasar ajar, nilai pasar, dan sebagainya (lihat dalam bagian sebelumnya). 1ebagai sumber hukum untuk menentukan merumuskan standar nilai yang tersedia, harus melihat pada ketentuan undang undang yang ada, yurisprudensi atau keputusan hakim yang ada, hukum administrasi +egara, dokumen perusahaan, perjanjian yang dibuat para pihak, hasil diskusi dengan para hakim atau fat a mahkamah agung, pengalaman penilaian dan sebagainya. Bentuk Lap$ran 3ujuan laporan akan menentukkan bentuk dari laporan penilaian sebagai hasil dari penugasan penilaian. Darena laporan merupakan komunikasi yang dibuat antara penilai dengan kliennya, maka laporan penilaian bisa berbentuk lisan, tertulis atau kombinasi dari keduanya. )aporan penilaian bisa dengan melalui telepon atau dari suatu pertemuan lengkap yang lama dengan berbagai pihak yang terlibat. Demikian juga laporan tertulis bisa hanya selembar saja atau berhelai helai atau ratusan halaman. *ntuk keperluan penuntutan misalnya, laporan bisa saja dalam bentuk lisan dan baru kemudian disusul dengan laporan tertulis. 1edang bila tujuannya adalah untuk menyiapkan studi kelayakan, maka klien biasanya memerlukan opini singkat dalam suatu surat pendek saja.

RUANG LINGKUP PENILAIAN USAHA

|9

)aporan penilaian umumnya mencakup hal hal sebagai berikut" a. 2pini tentang nilai dan ringkasan prosedur penilaian serta kesimpulan penilaian b. Beberapa ringkasan tentang teori penilaian yang relevan, metodologi, prosedur, analisis dan kesimpulan. c. 1intesis penilaian dan kesimpulan d. )ampiran yang memperlihatkan ringkasan analisis penilaian baik secara kuantitatif maupun kualitatif. e. Daftar data dan dokumen yang digunakan f. !ernyataan tentang penggunaan laporan dan pembatasannya g. 1ertifikasi penilaian h. Dualifikasi profesi dan atau kompetensi penilai utama.

Pen)a%*alan 1alah satu alat pengendali pekerjaan yang penting dalam melaksanakan penilaian usaha agar cermat dan tepat meremehkan aktu adalah pembuatan skedul bekerja secara benar. Dlien sering aktu yag digunakan dalam penilaian yang menyeluruh dan hati hati untuk

mendapatkan opini yang professional. $asalah penjad alan sering menjadi penghambat karena klien menunda proyek yang menjadi tugas pekerjaan dengan mengharapkan bah a masalah penilaian akan hilang dengan sendirinya. Detika harapan itu tidak menjadi kenyataan, maka aktu yang tersedia tinggal sedikit. $asalah lain yang bisa timbul adalah dengan adanya perubahan besar yang harus menjadi perhatian karena akan mempengaruhi nilai yang dihasilkannya. !ekerjaan penilaian harus mencantumkan kapan penilaian itu diharapkan telah selesai. Dan juga harus dijelaskan bah a penilai dapat memenuhi jad al yang ditentukan apabila semua bahan yang diperlukan dapat diperoleh pada aktunya, untuk keperluan itulah penilai harus membuat daftar dokumen aktu, penilai sering yang diminta atau diperlukan kepada klien dan minta agar dokumen itu dapat disediakan pada aktu yang ditentukan di situ. Dalam banyak hal apabila dikejar

RUANG LINGKUP PENILAIAN USAHA

| 10

diminta untuk memberikan laporan hasil penilaian secara lisan dan selengkapnya secara tertulis diberikan beberapa aktu kemudian. D. FAIRNESS OPINION Di samping tugas penilaian, maka penilai usaha menyediakan jasa untuk mengkaji apakah suatu transaksi, tindakan korporasi atau pertimbangan serta persyaratan yang digunakan dalam melakukan transaksi itu adil atau tidak. !engkajian selain dilakukan atas term and condition, juga didasarkan kepada keadaan perekonomian saat itu, kondisi pasar, faktor finansial serta kondisi kondisi dan informasi lain yang terkait pada saat pengkajian dilakukan. Berdasarkan kajian yang dilakukan itu maka penilai usaha mengeluarkan surat yang menyatakan bah a dari sudut pandang finansial dan faktor faktor lain maka transaksi yang terjadi antara !3 # dengan !3 B dinyatakan sebagai fair, dan sebagainya. !ertimbangan atau permintaan opini dan penilai usaha ini diperlukan dalam hal" '. 3ransaksi antar suatu perusahaan dengan pihak lain yang terkait, 6. Diperlukan oleh penjual dalam penjualan saham atau juga spin off atas suatu asset yang material atau 1B* 7. Diperlukan oleh pembeli pada suatu strategic ac,uisition atau penjualan suatu perusahaan 8. Diperlukan oleh pembeli dalam hal terjadi buyback outstanding securities 9. Diperlukan oleh limited partners berkenaan dengan kontribusi terhadap partnership ataupun penjualan suatu asset oleh partner :. Diperlukan oleh instansi !embina penga as dalam kasus konversi suatu organisasi dari nonprofit organi-ation menjadi profit organi-ation dan sebagainya. (uang lingkup analisis dapat dibedakan kedalam" a. #nalisis transaksi, yaitu analisis yang mencakup analisis para pihak terkait, persyaratan transaksi dan hubungan antara para pihak terkait. !ara pihak yang melakukan transaksi harus dianalisis identitasnya dan hubungan diantara mereka. 1elanjutnya dikaji juga cara penyerahan barang (delivery modes) dan pembayarannya. !erlu juga dikaji risiko

RUANG LINGKUP PENILAIAN USAHA

| 11

yang mungkin terjadi terutama yang bisa timbul dari persyaratan transaksi yang disetujui oleh para pihak. b. !ertimbangan analisis yang dibagi ke dalam pertimbangan kualitatif seperti alasan transaksi, track record dari business interest yang menjadi target dan pertimbangan kuantitatif seperti potensi, proyeksi, nilai tambah yang mungkin diperoleh dan sebagainya. #rack record perusahaan harus dikaji dengan melihat sejarahnya, sifat alami dan operasi perusahan serta kultur perusahaan dengan melakukan interviu maupun melihat fasilitas yang dimiliki (facility tour), juga harapan di masa depan serta lingkungannya. *ntuk melihat potensi income, nilai aset, ke ajiban dan keseluruhan kondisi keuangannya kita harus menghitung atau menilai terhadap performance perusahaan pada periode sebelumnya, melihat proyeksi serta melakukan ratios analysis. 1elanjutnya dikaji nilai tambah yang dihasilkan oleh adanya transaksi. c. #nalisis harga yaitu mengacu kepada penilaian fair market value. Dalam mengkaji mendapatkan estimasi nilai pasar pendekatan pasar. 1ebagai akhir dari penugasan yang diterima oleh penilai usaha, dikirimkanlah laporan yang mencakup" tanggal surat laporan, alamat yang dituju (yaitu alamat pemberi tugas), ringkasan transaksi yang menjadi obyek pengkajian, uraian tugas yang dilakukan oleh penilai usaha, penjelasan tentang faktor yang menjadi pertimbangan serta langkah atau prosedur yang dilakukan dalam menjalankan tugas pekerjaannya itu, pernyataan tentang ruang lingkup dan pembatasan penugasan, pernyataan opini, pembatasan penggunaan laporan dan tanda tangan penilai usaha. E. SPIN OFF @ang dimaksudkan dengan spin off adalah transaksi untuk memisahkan sebuah lini produksi, divisi, unit usaha atau anak perusahaan. 1elain itu, spin off juga merupakan sebuah transaksi di mana perusahaan membagikan secara prorata seluruh saham yang dimilikinya kepada pemegang sahamnya dan akan terbentuk sebuah perusahaan baru dengan kepemilikan yang sama dengan perusahaan induk. @ang melatarbelakangi sebuah transaksi spin off seringkali transaksi ini merupakan bagian dari suatu strategi yang lebih besar sehingga ke ajarannya harus dilihat dalam perspektif ajar ini kita dapat menerapkan berbagai pendekatan penilaian yang tersedia, seperti pendekatan pendapatan, pendekatan asset ataupun

RUANG LINGKUP PENILAIAN USAHA

| 12

yang lebih luas lagi. ?al tersebut juga disebabkan oleh adanya deregulasi atau perubahan peraturan perundangan atau dalam rangka meningkatkan kinerja atau efisiensi operasi perusahaan dan efisiensi keuangan. #dapun peraturan perundangan yang mengatur tentang fairness opinion ini adalah " '. Deputusan Detua Bapepam +o. DF!->9,!$,6>>> tanggal '7 $aret 6>>>, khususnya ketentuan +o .G.F.6 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha utama. 6. Deputusan Detua Bapepam +o. DF!-<:,!$,'==: tanggal 66 0anuari '==:, Detentuan +o. G.D.' tentang keterbukaan informasi yang harus segera diumumkan kepada public. 7. Deputusan Detua Bapepam +o. Dep-76,!$,6>>> tanggal 66 #gustus 6>>> ketentuan +o. .G.F.' tentang benturan kepentingan transaksi tertentu.
LOKASI JAKARTA YOGYAKARTA SURABAYA ME AN LOKAS I

$nt$h spin $++,

SEBELU- SPIN .//


SHAREHOL ERS

SEGMEN USAHA MANU!AKTUR PER AGANGAN RETAIL JASA KEUANGAN

SE"ELAH SPIN .//


SHAREHOLD ERS MANU!AKTU R PT "Y#

OTHERS SHAREHOLDER

PT$ K

!erdagangan

PT$ L Distributor

PT$ M

0asa Deuangan

1ebagai bahan pertimbangan yang digunakan dalam menentukkan apakah transaksi spin off itu ajar atau tidak, aspek yang diperhitungkan adalah"

RUANG LINGKUP PENILAIAN USAHA

| 13

#spek keuangan, yaitu yang berkaitan dengan penilaian aktiva dan nilai pemegang saham

#spek akuntansi terutama mengenai laporan keuangan proforma, !1#D 7< mengenai akuntansi restrukturisasi entitas sepengendali, earning pershare and book value versus fair value, serta

#spek perpajakan #spek operasional yaitu berkaitan dengan efisiensi, sinergi dan manajemen resiko #spek hukum dan periHinan

#dapun transaksi spin off ini bermanfaat dalam hal" '. $eningkatkan shareholders value, baik untuk pemegang saham mayoritas maupun minoritas 6. $enciptakan nilai tambah pada aktiva yang underutili-ed dan 7. $eningkatkan efisiensi atau kinerja operasi dan keuangan Dalam pelaksanaannya memang seringkali mengalami hambatan karena adanya keterbatasan pada" a. Data historis divisi yang di-spin off tidak tersedia atau tidak dapat dipisahkan dengan data induk b. #spek manajemen dan tenaga kerja yang menuntut haknya juga perlu diperhatikan c. Dampak perpajakan yakni dikenakannya pajak atas transaksi ini d. $anfaat spin off pada jangka teralisir aktu pendek untuk kasus tertentu belum langsung dapat

/. MERGER DAN AKUISISI $erger atau penggabungan usaha adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh ' perseroan atau lebih untuk menggabungkan diri dengan perseroan lain yang telah ada dan selanjutnya perseroan yang menggabungkan diri menjadi bubar. $erger juga bisa berarti peleburan usaha

RUANG LINGKUP PENILAIAN USAHA

| 14

yang diartikan sebagai perbuatan hukum yang dilakukan oleh dua perseroan atau lebih untuk meleburkan diri dengan cara membentuk satu perseroan baru dan masing masing perseroan menjadi bubar. Dikenal dengan adanya beberapa jenis merger" a. Conglomerate merger, yakni penggabungan usaha yang bergerak di bidang usaha yang berlainan b. "ownstairs merger, yakni merger yang terjadi ketika perusahaan induk merger dengan anak perusahan c. !ori-ontal merger yakni penggabungan perusahaan yang bergerak di bidang usaha yang sama d. 'ertical merger, yakni suatu merger di mana salah satu perusahaan yang melakukan itu berada dalam industri yang sama namun berada pada fase produksi yang berbeda. $etode penilaian yang digunakan dalam proses akuisisi adalah metode penilaian usaha yang biasa digunakan seperti "iscounted Cash $low ethod, Capitali-ation &arning, dan sebagainya. Berdasarkan ketentuan Bapepam maka penilaian ini berlaku untuk '<> hari. 1edang metode penilaian merger dilakukan berdasarkan analisis industri dan kinerja perusahaan, dan terhadap setiap perusahaan yang akan merger dilakukan penilaian sendiri sendiri secara terpisah. Di samping itu harus dilakukan analisis tentang keuntungan dan biaya dari merger. 2leh Darena itu, harus dilakukan penilaian post merger dan membandingkan nilai investasi antara post dengan pra merger. #dapun nilai tambah yang diperoleh perusahaan merger adalah" #danya sinergi dalam manajemen perusahaan Dilaksanakannya sinergi dalam operasional perusahaan yang bisa bersifat cross subsidy sehingga akan menurunkan operating cost perusahaan (efisiensi) 3erbentuknya sinergi secara financial sehingga efektivitas dan mekanisme kerja di bidang keuangan bisa lebih disederhanakan Carry over ta+ loses dan atau ta+ credit.

/ontoh analisis fairness opinion kasus merger" !ra merger .ndikasi nilai

RUANG LINGKUP PENILAIAN USAHA

| 15

!3 D !3 ) !3 D dan !3 ) bergabung menjadi !3 $ 1etelah merger" !emegang saham di !3 $ !emegang saham lama !3 D !emegang saham lama !3 ) +ilai !3 $ sesudah merger" +ilai estimasi dari sinergi

#ntara (p :> $ s.d (p <> $ #ntara (p 6> $ s.d (p 8> $

antara :>C s.d <>C antara 8>C s.d 6>C

(p 6> $

+ilai !3 $ 4 antara (p '>> $ (:>56>56>) s.d. (p '8> $ (<>58>56>) $id value" (p '6> $ !emegang saham lama !3 D nilai investasinya 4 (p ;6 $ (:>C I '6>) s.d. (p =: $ (<>C I '6>). +ilai !3 D sebelum merger antara (p :> $ s.d. (p <> $ Desimpulan" (atio kepemilikan berada di dalam kisaran dan merger telah menciptakan nilai bagi pemegang saham (shareholders) sehingga merger dinilai fair. G. "RANSAKSI CROSS SELLING Definisi transaksi cross selling adalah transaksi jual beli saham yang dilakukan antara pemegang saham pada minimal dua perusahaan yang sebagian atau seluruh sahamnya dimiliki oleh para pemegang saham tersebut dengan tujuan untuk menghilangkan kepemilikan saham silang atau cross ownership di perusahaan yang bersangkutan. /ontoh " Se0elu# transaksi,
AB + P% R

L&'( ) *&'(

L&'( ) *&'(

RUANG LINGKUP PENILAIAN USAHA

| 16

79C

8>C

7>C

79C

79C

7>C

a. !erusahaan D memilik 79 C saham di perusahaan #B/ dan 79 C saham di perusahaan !J( b. !erusahaan ) memiliki 8>C saham di perusahaan #B/ dan 79 C saham di perusahaan !J(. c. !emegang saham lainya memiliki 7>C saham di perusahaan #B/ dan 7>C saham di perusahaan !J(. "ransaksi 'r$ss selling,
K $enjual kepemilikannya di perusahaan #B/ (79C) kepada L

membayar D

,L

menjual kepemilikannya di perusahaan !J( (79C) kepada

membayar )

Sesu%ah transaksi,
AB + P% R

;>C
L

7>C
L&'( ) *&'(

;>C
K

7>C
L&'( ) *&'(

a. !erusahaan D memiliki ;> C saham di perusahaan !J( b. !erusahaan B memiliki ;> C saham di perusahaan #B/ c. !emegang saham lainnya memiliki 7> C di perusahaan #B/ dan 7> C saham di perusahaan !J(. #dapun manfaat dari transaksi cross selling yakni" (asionalisasi asset perusahaan

RUANG LINGKUP PENILAIAN USAHA

| 17

$eniadakan kendala yang bersifat monopolistic $eningkatkan efisiensi kinerja manajemen perusahaan dengan berkonsentrasi lebih penuh pada satu perusahaan sebagai pemegang saham utama

!enjualan asset yang serupa (redundant asset) dan atau yang bersaing (competing asset. dari perusahaan yang bidang kegiatannya serupa.

$eningkatkan struktur persaingan industri

Delemahannya" 3imbulnya kepemilikan yang bersifat mayoritas yang memungkin terjadinya pengambilan keputusan tanpa mempertimbangkan kepentingan pemegang saham minoritas. !emegang saham minoritas kemungkinan akan bersikap resistance terhadap pemegang saham mayoritas sehingga kestabilan perusahaan bisa terganggu !ihak manajemen mungkin juga akan bersikap resistance terhadap pemegang saham mayoritas. Kaktor faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan penilaian" '. $etode penilaian (D/K, multiple dan sebagainya) 6. Durs mata uang asing apabila penilaian dan nilai transaksi dinyatakan dalam mata uang yang berbeda 7. !otensi jangka pendek dan jangka panjang atas kinerja perusahaan 8. !remi atas pengendali atau control premium apabila sesudah transaksi cross selling salah satu pihak menjadi pemilik mayoritas pada perusahaan tersebut 9. Dondisi ekonomi, keuangan, peraturan perundangan, politik dan kondisi pasar pada saat dilakukannya penilaian tersebut.

RUANG LINGKUP PENILAIAN USAHA

| 18

H. SUR1EI DAN PENGU-PULAN, SER"A ANALISIS DA"A !engumpulan data dapat berupa pengumpulan data internal dan eksternal. !engumpulan data internal meliputi" a. !engumpulan data yang berkaitan dengan eksistensi perusahaan dalam pengumpulan data di sini penilai harus mencari data yang berkaitan dengan sejarah pendirian perusahaan, pemilik, kepemilikan saham, jenis kegiatannya apakah bergerak di bidang manufacturing atau jasa serta jenis industrinya. b. Data internal berikutnya adalah data yang relevan (data yang lalu), data faktual, data proyeksi dan potensial, dana yang bersifat positif atau negatif yang dapat mempengaruhi kinerja dan nilai perusahaan. c. .nterviu dengan berbagai kalangan dalam perusahaan, baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun ataupun keluar dari perusahaan. .nterviu harus selalu diakhiri dengan pertanyaan kepada narasumber sebagai berikut" apakah masih ada informasi yang diketahuinya yang belum disampaikan dan dapat berpengaruh terhadap nilai perusahaan. d. Bagian akhir dari pekerjaan pengumpulan data adalah tour facilities yaitu penilai harus melihat sendiri berbagai fasilitas yang dimiliki oleh perusahaan. 1edang pengumpulan data eksternal dapat diklasifikasikan ke dalam pengumpulan data perusahaan lain yang bersifat comparable dan data industri serta survei ekonomi. !erusahaan yang dinilai harus dibandingkan dengan kinerja dari perusahaan lain yang sejenis dan kita teliti posisinya di antara perusahaan sejenis. #nalisis tren juga dipakai agar dapat mengkaji bagaimana perusahaan yang dinilai, apakah sama atau berbeda. Dondisi ekonominya perlu diperhatikan dan dikaji pada saat itu serta pengaruhnya terhadap perusahaan. Data eksternal berfokus pada hubungan timbal balik antara kondisi kondisi tersebut dengan pengaruhnya terhadap kinerja perusahaan. 3ahapan analisis data dilakukan recasting terhadap financial statement dan melakukan analisis value drivers berdasarkan pada kinerja perusahaan, perusahaan pembanding, industri ekonomi dan terhadap strategic plan yang disusun oleh perusahaan. !eningkatan riset dan

RUANG LINGKUP PENILAIAN USAHA

| 19

pengembangan serta peningkatan capital perusahaan biasanya memberikan nilai tambah kepada perusahaan alaupun jumlah dividen yang dibagikan oleh perusahaan menurun. !ada tahapan penilaian, maka dilakukan pendekatan dan metode yang relevan. !rinsip prinsip yang paling relevan dengan metode pengembangannya yakni" '. !rinsip antisipasi dalam hubungannya dengan valuasi financial (menjadi dasar metode pendapatan). 1uatu nilai suatu business interest adalah sama dengan jumlah dari manfaat ekonomi (pendapatan) yang dihasilkannya pada masa mendatang. 6. !rinsip substansi yang menjadi dasar dalam valuasi relatif (pendekatan pasar). +ilai adalah sama dengan nilai pasar business interest lain yang sejenis, sepadan, dan sebanding. 7. !rinsip biaya atau akuntansi dalam hubungannya dengan valuasi campuran (pendekatan asset). +ilai suatu business interest adalah sama dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh business interest tersebut saat penilaian dan nilai ekuitas sama dengan nilai bersih perusahaan atas dasar nilai yang telah disesuaikan.