Anda di halaman 1dari 13

STORYBOARD

Pengertian Storyboard Storyboard adalah penyusun grafik seperti sekumpulan ilustrasi atau gambar yang ditampilkan secara berurutan untuk tujuan visualisasi grafik bergerak atau urutan media interaktif, termasuk interativitas website. Sejarah Storyboard Proses membuat storyboard, pertamanya dikembangkan oleh studio Walt Disney pada awal 1930, setelah beberapa tahun dari proses yang sama digunakan di Walt Disney dan studio animasi lainnya. Menurut John Canemaker, storyboard pertama di Disney berasal dari buku komik seperti sketsa cerita yang diciptakan pada tahun 1920 untuk mengilustrasikan konsep untuk subjek pendek kartun animasi. Tetapi menurut Christopher Finch, Disney meminta animator Webb Smith dengan menciptakan ide menggambar scene pada lembar kertas yang terpisah dan meggantungkannya pada papan buletin untuk menceritakan sebuah cerita secara berurutan, dan akhirnya memunculkan storyboard yang pertama. Storyboard sekarang lebih banyak digunakan untuk membuat kerangka pembuatan websites dan proyek media interaktif lainnya seperti iklan, film pendek atau games ketika dalam tahap perancangan/desain. Penggunaan Storyboard Film Sebuah storyboard film adalah bagian penting dalam film sebelum diproduksi untuk membantu sutradara, sinematografer dan klien iklan komersial televisi memvisualisasi scene dan mencari masalah potensial sebelum terjadi. Dalam membuat sebuah gambar bergerak, sebuah storybard menyediakan tampilan visual dari kejadian yang akan terlihat melalui lensa kamera. Dalam proses membuat storyboard, kebanyakan detail teknis dimasukkan dalam merangkai film atau proyek media interaktif yang dapat secara efisien dijelaskan dalam gambar atau teks tambahan. Animatics Dalam pekerjaan animasi dan efek khusus, tahap membuat storyboard mungkin diikuti istilah sederhana yang disebut animatics untuk memberikan ide yang lebih bagus tentang bagaimana sebuah scene terlihat dengan gerakan dan timing (waktu). Secara sederhana, sebuah animatic adalah serangkaian gambar tidak bergerak yang diletakkan bersama dan ditampilkan secara berurutan. Seringkali storyboards dianimasikan dengan pembesaran sederhana dan disesuaikan untuk mensimulasikan gerakan kamera (biasanya menggunakan perangkat lunak non-linear editing). Bisnis Storyboard diadaptasi dari industri film ke bisnis, diawali oleh Howard Hughes dari Hughes Aircraft. Sekarang digunakan oleh industri untuk merencanakan kampanye, komersial, sebuah proposal atau proyek lain yang digunakan untuk meyakinkan atau dimungkinkan untuk dilakukan. Media Interaktif Baru-baru ini istilah storyboard telah digunakan dibidang pengembangan web, pengembangan perangkat lunak dan perancangan instruksi untuk mempresentasikan dan menjelaskan kejadian interaktif seperti suara dan gerakan biasanya pada antarmuka pengguna, halaman elektronik dan layar presentasi. Sebuah storyboard media interaktif dapat digunakan dalam antarmuka grafik pengguna untuk rancangan rencana desain sebuah website atau proyek interaktif sebagaimana alat visual untuk perencanaan isi. Sebaliknya, sebuah site map (peta) atau flow chart (diagram alur) dapat lebih bagus digunakan untuk merencanakan arsitektur informasi, navigasi, links, organisasi dan pengalaman pengguna, terutama urutan kejadian yang susah diramalkan atau pertukaran audiovisual kejadian menjadi kepentingan desain yang belum menyeluruh.

Kelebihan Storyboard Salah satu keuntungan menggunakan storyboard adalah dapat membuat pengguna untuk mengalami perubahan dalam alur cerita untuk memicu reaksi atau ketertarikan yang lebih dalam. Kilas balik, secara cepat menjadi hasil dari pengaturan storyboard secara kronologis untuk membangun rasa penasaran dan ketertarikan. Proses dari pemikiran dan perencanaan visual membuat sekelompok orang untuk merevisi bersama, meletakkan ide mereka pada storyboard dan kemudian mengaturnya pada didinding. Hal ini memicu lebih banyak ide dalam kelompok tersebut. Storyboard Animasi Storyboard animasi adalah gambaran pertama tentang seperti bagaimana sebuah kartun atau animasi akan terlihat. Storyboard animasi kelihatan seperti serangkaian jalur komik, dengan gambar individual dari alur cerita, scene, karakter dan emosi mereka dan bagian utama dari film. Gambar akan merefleksikan ide awal

tentang bagaimana sebuah karakter akan terlihat, bagaimana latar belakangnya dan dialog, emosi dan sebuah kesan umum dari proses animasi. Gambar 1 Contoh storyboard (Menentukan syarat Storyboard) Storyboard sangatlah penting, karena mereka membentuk dasar dari pekerjaan yang akan diwujudkan ke film, menjelaskan sebagian besar keadaan plot dan perkembangannya. Storyboard animasi juga mengkoordinasi jalannya film, menggantikan naskah dan membiarkan tim bekerja pada aspek dan scene yang berbeda di film.Film yang telah selesai tidak selalu mencakup semua aspek dari storyboard, tetapi akan mendokumentasikan pengembangan awal yang juga sering merupakan langkah awal dari proses animasi. Sekilas Tentang Pembuat Storyboard Pembuat storyboard menginterpretasikan dan mensketsa idenya untuk membuat storyboard. Mereka bekerja dekat dengan sutradara, dan mungkin juga dengan penulis naskah, produser, klien atau supervisor storyboard untuk memvisualisasikan dan menceritakan ceritanya. Seorang pembuat storyboard adalah sebuah profesi yang khusus di bidang pembuatan storyboard untuk agen periklanan dan produksi film. Seorang pembuat storyboard mampu memvisualisasikan cerita apapun dengan sketsa singkat pada kertas kapanpun dengan gambaran pensil dan spidol warna yang merupakan teknik tradisional, meskipun sekarang ini Flash, Photoshop dan aplikasi storyboard lainnya telah menggantikan hal ini. Aplikasi storyboard yang paling sering digunakan adalah Corel Painter dan Adobe Photoshop. Beberapa pembuat storyboard sekarang ini memulai dan menyelesaikan kerja mereka di komputer dengan perangkat lunak menggambar dan pensil digital seperti Wacom (Graphic tablet) yang juga menghemat waktu dimana hal ini juga merupakan suatu prioritas bagi seorang pembuat storyboard. Pembuat storyboard mempunyai metode dan target yang berbeda: Di periklanan, pembuat storyboard tidak hanya harus menciptakan representasi yang akurat bagaimana iklan TV akan terlihat tetapi juga membuat seni jual yang dapat menarik klien untuk membeli konsep tersebut. Biasanya, ketika seorang pembuat storyboard direkrut oleh perusahaan film, pembuat storyboard harus memisahkan scene untuk diambil gambarnya sehingga dapat difilmkan. Oleh karena itu, pembuat storyboard harus mengetahui semua teknologi mengenali pembuatan film sebagaimana menjadi seorang seniman yang baik. Kadang-kadang, perusahaan perfilman akan merekrut seorang pembuat storyboard untuk membuat pekerjaan seni yang indah yang dapat digunakan oleh produser eksekutif untuk mendapat nilai jutaan dolar/ Pada kasus ini, pembuat storyboard haruslah seorang seniman atau ilustrator komersial. Latar belakang pembuatan film tidaklah penting. Dan beberapa pembuat storyboard juga harus mampu menciptakan storyboard yang sepenuhnya akurat dengan frame/bingkai untuk perencanaan tepat pada pengambilan gerakan gambar. Kasus ini gambar 2D masih kurang bagus. Pembuat storyboard harus mampu bekerja dengan perangkat lunak animasi 3D atau program visualisasi awal 3D yang khusus dirancang untuk simulasi gambar bergerak kamera pada set gambar model 3D. Di keadaan ini, pembuat storyboard mungkin tidak akan menggambar apapun tetapi lebih menggunakan program 3D untuk mengerjakan semua penggambaran. Tanggung Jawab Pembuat storyboard mengilustrasikan narasi, rencana pengambilan gambar, dan mengambar panel untuk mendemonstrasikan gerakan dan menjaga kelanjutan antara tiap scene. Mereka akan perlu merevisi dan meng-update kerja mereka untuk merefleksikan perubahan naskah atau komentar dari sutradara, produser, klien dan yang lainnya. Pembuat storyboard mungkin perlu untuk mempersiapkan storyboard untuk produksi, termasuk indikasi dari dialog, penampilan karakter dan gerakan kamera dan akan diminta untuk mengerjakan gambaran kasar atau detail, tergantung keperluan dari produksi biasa. Pembuat storyboard harus memperhatikan teknik yang berhubungan atau pembatasan budget yang berhubungan dengan produksi dan mereka akan bertanggung jawab untuk menyelesaikannya sesuai dengan jadwal. Ketrampilan Seorang pembuat storyboard harus mampu menceritakan sebuah cerita yang bagus. Untuk mencapainya, mereka harus mengetahui berbagai film, dengan pengertian tampilan yang bagus, komposisi, gambaran berurut dan editing. Mereka harus mampu untuk bekerja secara sendiri atau dalam sebuah bagian tiam. Mereka harus mampu menerima arahan dan juga bersiap membuat perubahan terhadap hasil kerja mereka.Untuk proyek tertentu, pembuat storyboard memerlukan ketrampilan menggambar yang bagus dan kemampuan beradaptasi terhadap gaya yang bermacam. Mereka harus mampu untuk mengikuti desain yang telah dikeluarkan dan menghasilkan kerja konsisten, yang digambar pada model.

Pekerjaan Dalam Produksi Animasi Animator adalah sebutan untuk orang yang terlibat di dalam proses pembuatan animasi. Mereka menggunakan gambar-gambar bergerak untuk menyampaikan maksud sebuah cerita. Bagaimana orang tersebut pada akhirnya menghasilkan sebuah animasi bergantung pada bidang di mana dia bekerja. Beberapa bidang yang tengah berkembang pesat dan banyak membutuhkan tenaga animator di antaranya adalah motion picture, televisi, video game, internet, dan advertising. Seperti layaknya ilustrator, tugas utama seorang animator adalah menggambar. Bedanya, media gambar mereka tidak lagi hanya berupa kertas lusuh di atas meja dengan penerang seadanya. Hampir seluruh proses kerja animator di masa sekarang, mulai dari membuat sketsa, memberi tekstur warna atau merangkai adegan, dilakukan dengan komputer. Peranti komputer dengan spesifikasi terbaru memang menjadi salah satu senjata seorang animator. Namun selain penguasaan teknikal berupa software animasi, kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh semua animator yaitu dapat membuat ilusi pergerakan. Kemampuan ini memang lebih cenderung bergantung pada bakat artistik sang animator. Atau dapat juga diasah melalui jam terbang, yaitu dengan semakin banyak berlatih sehingga bisa mendapatkan feel yang sesuai. Kunci lain untuk memasuki dunia animasi yang kompetitif adalah dengan memiliki show reel atau portfolio yang menarik hati. Show reel adalah rekaman film animasi pendek hasil karya sendiri yang bisa ditunjukkan kepada perusahaan musik, stasiun televisi, komisi animasi, atau agen periklanan. Meskipun dapat ditawarkan ke berbagai perusahaan yang bergerak di bidang animasi, namun lebih baik jika target sesuai dengan animasi yang ditunjukkan dalam show reel. Dan pastikan juga prototype animasi ini tidak terlalu panjang dan langsung menonjok. Maksudnya, lima detik pertama harus digunakan sebaik-baiknya sehingga perusahaan bisa segera membuat keputusan setelah menonton selama satu menit. Selain bakat yang pastinya tercermin pada show reel, kandidat animator yang potensial juga akan dinilai berdasarkan communication skill yang baik, jaringan yang dimiliki, dan komitmen terhadap proyek yang dapat dilihat dari pengalaman kerjanya. Keikutsertaan dalam festival atau kompetisi animasi juga akan menjadi nilai tambah. Animator biasanya juga dituntut dapat flexibel untuk menangani beberapa proyek sekaligus. Seorang animator ada yang bekerja dengan animasi 2D (misalnya film kartun), animasi 3D yang lebih spesifik untuk membuat model, dan animasi computer generated. Animator juga terbagi menjadi dua kategori spesialisasi, yaitu: 1. Character Animator Animator karakter memiliki spesialisasi tugas dalam hal pergerakan karakter sehingga tokoh yang dibuat tampak benar-benar hidup dan bernyawa. Sebagai pelengkap, animator juga membuat dialog untuk proses pengisian suara. Animasi karakter merupakan bidang yang sangat unik jika dibandingkan dengan bidang animasi lainnya. Di sini animator tidak hanya membuat pergerakan fisik, tetapi juga harus mampu menampilkan emosi dan pikiran tokoh yang dilukisnya. 2. Special Effects Animator Jika animasi hanya dilakukan oleh tokoh-tokoh dalam cerita, tentu film yang kita tonton akan terasa aneh atau membosankan. Nah, di sinilah special effect animator berperan. Segala sesuatu yang bergerak, selain tokoh cerita, dalam sebuah film animasi menjadi tanggung jawab para animator ini. Tugas mereka misalnya membuat animasi mobil, kereta, mesin, atau fenomena-fenomena alam seperti hujan, salju, dan air. Dalam membuat efek spesial, animator tidak melulu hanya menggambar atau rendering. Mereka juga dapat melakukan teknik lain seperti memanipulasi video hasil syuting langsung menjadi elemen yangmereka butuhkan. Walaupun komputer memiliki banyak variasi efek, beberapa studio animasi enggan meninggalkan efek-efek yang digambar dengan tangan. Keuntungan efek yang masih digambar dengan tangan adalah dimungkinkannya stylization efek, yaitu gambaran efek-efek yang bisa disesuaikan dengan gaya artistik arahan sutradara atau art director film tersebut. Tim dan Susunannya Dalam proses pengerjaan sebuah animasi, animator tentu saja tidak bekerja sendirian, bahkan orangorang yang dilibatkan tidak sedikit jumlahnya. Mereka bekerja sama dalam sebuah tim. Ada dua departemen besar dalam pembuatan animasi, yaitu departemen animasi dan departemen clean-up. Di bawah ini merupakan hierarki/jabatan dalam dunia animasi. Animator pemula biasanya ditempatkan sebagai inbetweener. 1. Director/Sutradara Sutradara bertanggung jawab untuk mengawasi seluruh proses pembuatan animasi dari awal hingga akhir. Jadi seorang sutradara tidak hanya harus bekerja dengan aktor dan aktris pengisi suara, penulis cerita, penggubah lagu, layout artist, animator, cleanup staff, ink and paint staff, serta musisi, tetapi juga mengawasi setiap frame dari animasi yang akan diproduksinya. Sutradara juga berhak dan bertanggung jawab dalam pembuatan tiap adegan dan menyetujui atau tidak sketsa awal (biasanya masih berupa sketsa pensil) yang memuat keseluruhan gambar sebelum dianimasikan. 2. Pembuat Storyboard/ Storyboard Artist Storyboard artist adalah orang yang bertugas membuat panel-panel adegan (storyboard) berdasarkan skrip cerita. Storyboard ini akan membantu penyusunan konsep dan alur gambar-gambar dalam animasi. Biasanya storyboard dapat dibuat seperti cerita bergambar atau komik sederhana.

Storyboard artist memang membuat adegan berdasarkan skrip cerita awal, tetapi juga berhak membuat perubahan-perubahan yang perlu dilakukan sehingga gambar-gambar tersebut memiliki nilai hiburan yang lebih tinggi. Jadi ide-ide seperti lelucon yang lucu atau adegan dramatis sebagian besar dimulai dari sini. 3. Pembuat Layout / Layout Artist Setelah storyboard selesai, layout artist menerjemahkan setiap panel menjadi adegan-adegan yang menarik termasuk komposisi dan pencahayaan yang sesuai. Mereka juga menyusun hubungan antar karakter dan membangun lingkungan cerita melalui background serta properti-properti pendukung lainnya. Layout artist juga bertanggung jawab menentukan ukuran bidang (dalam hal ini area yang dilihat oleh kamera/ angle kamera) dan perubahannya dalam sebuah adegan. Ketika animasi kasar telah selesai, tim ini kemudian menyiapkan sketsa background yang akan dipercantik oleh background painter. 4. Editorial Tim ini bertanggung jawab memutuskan frame awal dan akhir dalam sebuah adegan sebelum adegan tersebut memasuki proses produksi. Bidang editorial juga bertugas membaca dialog-dialog para tokoh untuk menentukan musik yang perlu disisipkan pada sebuah adegan. Staf editorial bekerja dengan adegan-adegan yang masih terpisah sampai menjadi sebuah film. Untuk mensinkronisasikan soundtrack, mereka harus menghitung panjang setiap adegan dan waktu transisinya. Departemen Animasi 1. Lead/Supervising Animator Supervising animator diangkat oleh sutradara dan mer upakan tingkatan tertinggi dalam urusan gambar dan animasi. Dia bertugas merancang karakter, yang bisa dibuat sesuai style-nya, tetapi juga harus disesuaikan dengan bentuk film yang diinginkan oleh sutradara dan, jika ada, art director. Supervising animator dapat memberi masukan untuk cerita dan proses layout, terutama mengenai bagaimana langkah terbaik membangun sebuah adegan serta bagaimana karakternya harus dilukiskan. 2. Animator Animator bertanggung jawab terhadap perencanaan dan pengaturan tempo untuk adegan-adegan yang diserahkan kepadanya. Gayanya beranimasi harus sesuai dengan karakter yang telah dibuat oleh supervising animator, dengan konteks cerita, dan gaya film secara keseluruhan. Hasil animasinya harus cocok dengan background, serta harus digambar dengan sangat jelas sehingga tidak membingungkan bagian yang menangani hasil kerja mereka selanjutnya dan maksud yang ingin disampaikan melalui gambar-gambar dapat dimengerti. 3. Ruff Inbetweener Ruff inbetweener adalah orang yang bertugas membantu animator dengan melengkapi aksi-aksi untuk memperhalus animasi, dan dengan tingkat kesulitan yang lebih mudah. Hal ini dikarenakan animator perlu berkonsentrasi penuh terhadap tugas spesialisasi mereka, seperti karakter atau efek spesial. Gambar-gambar yang dihasilkan oleh ruff inbetweener harus sesuai dengan rencana yang telah dibuat oleh animator. Departemen Clean-up 1. Clean-up Artist Jabatan ini memiliki nama yang terus berubah. Seperti sekarang, cleanup artist lebih populer disebut sebagai final animator. Cleanup artist merupakan bagian utama yang menangani hasil animasi yang telah diselesaikan oleh animator. Para pekerja di bagian ini membutuhkan kemampuan menggambar secara konstruksional yang baik dan cukup kemampuan membuat animasi untuk menjaga kualitas hasil kerja animator selagi mereka memperindah gambar-gambar tersebut dengan beraneka warna. Memeriksa animasi untuk setiap adegan dan menambahkan elemen yang terlupakan oleh animator bukanlah tanggung jawab mereka. Seorang cleanup artist yang baik bisa membuat adegan terlihat sungguh-sungguh bagus dan menarik hati. 2. Senior artist Senior artist ini bertugas memastikan karakter-karakter dalam animasi tampak konsisten di sepanjang film. Biasanya satu orang lead key assistant bertanggung jawab penuh terhadap satu karakter. Mereka membetulkan gambar yang kurang sesuai dengan desain awal (karena dikerjakan oleh beberapa animator) serta menjaga keutuhan animasi. Lead key assistant harus mampu bekerja dengan bermacam-macam gaya menggambar (line style). Mereka bekerja sama dengan lead animator dan sutradara untuk mendesain karakter-karakter dalam animasi. Tentu saja mereka juga yang mengkoordinir staf clean-up yang bekerja di bawah mereka, serta menyiapkan dan mendistribusikan hasil kerja mereka kepada key assistant. 3. Key Assistant Key assistant akan mengambil adegan dari lead key assistant dan menyiapkannya untuk assistant animator. Mereka bertugas membuat garis kunci dari sketsa kasar yang telah dibuat oleh animator menurut model karakter dan kualitas garis yang telah ditetapkan. Key assistant harus memiliki keampuan membuat animasi yang cukup baik untuk meniru gambar supaya dapat mengikuti perubahan model, jika ada, yang ditentukan oleh lead key assistant, sekaligus menyesuaikannya juga dengan penempatan, pengaturan tempo, dan akting yang dibuat oleh animator.

4. Assistant Animator Tugas utama assistant animator adalah menyelesaikan model karater yang telah dibuat oleh animator dengan selalu memperhatikan konsistensi. 5. Breakdown Artist Breakdown artist bertugas mengikuti rencana dan jarak yang telah dibuat oleh animator. Mereka merupakan satu dari dua bidang yang mengerjakan finishing sebuah animasi. Breakdown artist memiliki cukup kemampuan untuk mengikuti jejak dari gambar yang telah dibuat oleh animator dengan jarak yang terbatas selagi menjaga konsistensi dalam konstruksi gambar dan kualitas garis. 6. Inbetweener Inbetweener bertanggung jawab untuk membuat gambar final yang menghaluskan aksi para karakter yang telah dilukis oleh animator. Pekerjaan ini bukan merupakan tugas yang mudah. Satu kesalahan kecil saja dapat merusak sebuah adegan secara keseluruhan dan yang tentu mempengaruhi kualitas produk jadinya nanti. Inbetweener merupakan posisi awal bagi orang yang ingin berkecimpung di dalam dunia ini. Secara umum, mereka tidak perlu terlalu berpengalaman dalam menggambar. Sebelum memulai suatu proyek, hendaklah dibuat suatu pertemuan menggambarkan konsep awal sehingga produk animasi yang ingin dibuat dapat dibahas bersama sehingga tercapai syarat yang diinginkan. 1. Membuat konsep awal Apa, Kenapa dan Bagaimana. Beberapa aturan yang harus diikuti : 1. Mengumpulkan ide sebanyak-banyaknya tanpa kritik dan penilaian. 2. Mengembangkan ide dari pendapat orang lain. 3. Tulislah ide di papan sehingga tim kerja semua dapat melihat. 4. Atur batas waktu untuk pengenalan konsep awal misalnya 30 menit. 2. Tahap awal konsep (contoh: Automobile) o Mengembangkan pelatihan kursus automobiles. Apa yang harus difokuskan pada isi? o Tipe mobil, bagian mobil, pembuatan mobil, jenis mobil, bagaimana cara kerja mobil o Biarkan tiap orang membacakan idenya satu persatu dan dituliskan semua di papan 3. Membuat pemilihan akhir o Setelah semua ide ditulis, kombinasikan tetapi dengan persetujuan pemberi ide. Misalnya tipe mobil dan jenis mobil artinya sama jadi jenis mobil dihilangkan. o Tiap anggota tim memberi suara untuk ide yang ada 4. Mendaftar peran masing-masing anggota tim Dianjurkan membuat daftar tiap tugas anggota tim dan mengkoordinasikan tim sesuai dengan peranan. Seorang pemimpin tim harus mampu menjaga keharmonisan tim dan dapat menjaga komunikasi dengan anggotaanggotanya. Perencanaan Keuangan Ketika kita sedang mengerjakan proyek profesional ataupun pribadi, maka sangat dianjurkan untuk merencanakan anggaran biaya produksi. Dalam proyek professional, rencana anggaran biaya berguna untuk mengamankan keuangan perusahaan. Tanpa anggaran biaya yang terencana, dan hanya mengandalkan spekulasi, maka persentase kerugian akan menjadi besar. Rencana anggaran biaya meliputi gaji untuk kita, rekan kerja, aktor dan talent lainnya (jika pada produksi video, film atau iklan :effect specialist, graphics designer, musisi, narator, dan animal trainers), begitu pula dengan pembelian kaset DV, biaya sewa lokasi, kostum, properties, sewa peralatan, catering dan yang lainnya. Contoh : Judul : "Menjumput senarai mentari" Tanggal: 2/2/07 Produser: Akhirul Abad Tipe : Film pendek Jumlah Concept/Scriptwriting: Producer RFP Content Writing Production: Director Accountant Artist Narrator Administrative: Equipment Rental Consulting Fees 1 --1 1 2 1 -3 Jam 80 10 15 65 8 50 4 30 12 Total... Unit 65 --65 20 30 10 -40 Total Biaya 5,200 1,740 900 4,225 160 1,500 40 430 480 14,675 (dalam juta Rupiah)

Buatlah Batas Waktu untuk Proyek Perencanaan akan sangat penting untuk keberhasilan penyelesaian proyek. Ketika tahap pertama dimulai, alur waktu harus selalu dijaga dan dipantau untuk perencanaan lanjut. Disarankan yang direncanakan dapat diselesaikan lebih cepat dari yang dijadwalkan. Kemudian buatlah jurnal singkat tentang rencana dan yang telah dicapai. Contoh bagan yang untuk penjadwalan: Aktivitas Februari 2007 Maret 2007 ...... Narasi Menggambar animasi ..... ....... 21 22 23 24 ... ,.. 30 1 2 3 4 5 6

Contoh jurnal : Minggu pertama, 22 Januari 2007 Rapat pertama Pengembangan konsep Tema dan topik Minggu kedua, 29 Januari 2007 Minggu ketiga, 5 Februari 2007 Minggu keempat, 12 Februari 2007 Menjual konsep, menulis proposal diajukan ke studio dan presentasi (tidak diperlukan jika bukan untuk diterbitkan umum) Minggu kelima, 19 Februari 2007 Minggu keenam, 26 Februari 2007 Minggu ketujuh, 4 Maret 2007 Tahap produksi, jika memakai studio harus membawa dan memperlihatkan semua dokumentasi dan staf studio akan membantu dalam pemilihan dan perencanaan kedepannya Minggu kedelapan,11 Maret 2007 Minggu kesembilan, 18 Maret 2007 Minggu kesepuluh, 25 Maret 2007 Minggu kesebelas, 1 April 2007 Minggu keduabelas, 8 April 2007 Minggu ketigabelas, 15 April 2007 Minggu keempatbelas, 22 April 2007 Minggu kelimabelas, 29 April 2007 Minggu keenambelas, 6 April 2007 Dirilis

Cakupan storyboard direncanakan dalam: Outline rincian naskah. Detail grafik dan visual dalam naskah. Batasan produksi. Rincian dapat dimulai dengan menuangkan ide dikertas kemudian dirangkai dan dibuat menjadi flowchart. Membuat flowchart awal (dari contoh membuat iklan automobile)

Beberapa detail dan visualisasi dari ide ditulis sehingga diingat dan dapat dikembangkan lagi pada tahap selanjutnya. Terakhir batasan produksi dijabarkan untuk menetapkan lingkup produksi apa yang ingin dilakukan, film, animasi, iklan, kartun dan lain sebagainya. Syarat-syarat dan standarisasi storyboard disepakati dengan personil yang sesuai. Dengan adanya standar maka dapat dicapai keseragaman dalam produksi sehingga memudahkan kerja sama dan penghasilan tujuan yang ideal. 1. mengumpulkan orang-orang terkait untuk menghasilkan ide-ide awal. 2. mengikuti pertemuan awal untuk menetapkan konsep awal sesuai dengan syarat animasi storyboard. 3. memperkirakan biaya pengeluaran dan membuat anggaran keuangan 4. ide-ide awal digambarkan singkat dan jelas, kemudian detail ditambahkan 5. menetapkan standar dan standar untuk storyboard sehingga semua format sama. Membuat Storyboard Sebelum membuat storyboard, disarankan untuk membuat cakupan storyboard terlebih dahulu dalam bentuk rincian naskah yang kemudian akan dituangkan detail grafik dan visual untuk mempertegas dan memperjelas tema. Batasan produksi terakhir akan dijelaskan supaya sesuai dengan jenis produksi yang ditentukan, misalnya storyboard akan digunakan untuk film, iklan, kartun ataupun video lain. Untuk mempermudah membuat proyek, maka kita harus membuat sebuah rencana kasar sebagai dasar pelaksanaan. Outline dijabarkan dengan membuat point-point pekerjaan yang berfungsi membantu kita mengidentifikasi material apa saja yang harus dibuat, didapatkan, atau disusun supaya pekerjaan kita dapat berjalan. Outline dapat disusun dengan rekan kerja atau dengan klien kita, supaya kita dapat menghasilkan sebuah visi dan persepsi yang sama tentang langkah pelaksanaan proyek yang akan dibuat. Dengan

menggunakan outline saja sebenarnya sudah cukup untuk memulai tahapan pelaksanaan produksi, tetapi dalam berbagai model proyek video, seperti iklan televisi, company profile, sinetron, drama televisi, film cerita dan film animasi tetap membutuhkan skenario formal yang berisi dialog, narasi, catatan tentang setting lokasi, action, lighting, sudut dan pergerakan kamera, sound atmosfir, dan lain sebagainya. Apabila kurang cukup dengan outline dan skenario, maka kita dapat pula menyertakan storyboard dalam rangkaian perencanaan proses produksi kita. Storyboard merupakan coretan gambar/sketsa seperti gambar komik yang menggambarkan kejadian dalam film. Di dalam gambar tersebut juga berisi catatan mengenai adegan, sound, sudut dan pergerakan kamera, dan lain sebagainya. Penggunaan storyboard jelas akan mempermudah pelaksanaan dalam proses produksi nantinya. Format apapun yang dipilih untuk storyboard, informasi berikut harus dicantumkan: Sketsa atau gambaran layar, halaman atau frame. Warna, penempatan dan ukuran grafik, jika perlu Teks asli, jika ditampilkan pada halaman atau layar Warna, ukuran dan tipe font jika ada teks Narasi jika ada Animasi jika ada Video, jika ada Audio, jika ada Interaksi dengan penonton, jika ada Dan hal-hal yang perlu diketahui oleh staf produksi

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Daftar cek storyboard : Harus ada storyboard untuk tiap halaman, layar atau frame. Tiap storyboard harus dinomori. Setiap detail yang berhubungan (warna, grafik, suara, tulisan, interativitas, visual dicantumkan). Setiap teks atau narasi dimasukkan dan diperiksa sesuai dengan nomor storyboard yang berhubungan. Setiap anggota produksi harus mempunyai salinan atau akses yang mudah ke storyboard.

ISTILAH-ISTILAH YANG SERING DIPAKAI DALAM STORYBOARD : Extreme Close Up (ECU) atau Big Close Up (BCU) atau Tight Close Up (TCU) merupakan bidikan kamera lebih ekstrem dari Close Up. Close Up (CU) adalah bidikan kamera (shot) sangat dekat pada orang atau obyek. Medium Close Up (MCU) merupakan bidikan kamera cukup dekat pada subyek tetapi mencakup juga obyek lain yang dekat. Medium Shot (MS) adalah bidikan kamera pada sudut lebar pada subyek, tetapi bukan latar belakang keseluruhan. Long Shot (LS) adalah bidikan kamera sangat jauh, pandangan penuh dari adegan untuk memberikan efek jarak. Very Long Shot (VLS) adalah bidikan kamera jauh sekali. Point Of View (POV) adalah bidikan kamera dari titik pandang yang dilihat seseorang yang berada dalam gambar (video) atau bidikan kamera dari titik pandang subyek dan melihat sesuatu dengan cara subyek yang melihatnya. Two Shot adalah bidikan kamera pada dua karakter yang biasanya dekat dengan kamera. Apabila menggunakan tiga karakter disebut Three Shot. Cut adalah perubahan secara langsung dari adegan satu ke adegan lain tanpa adanya transisi atau perintah untuk mengakhiri adegan. Cut Away (CA) adalah cara untuk memotong waktu sebuah kejadian. Interior (INT) adalah bagian dari gambar yang diambil di dalam ruangan. Exterior (EXT) adalah bagian dari gambar yang diambil di luar ruangan. PAN adalah membidik dari sisi satu ke sisi lain, diawali dan diakhiri dengan bidikan statis. Lock Down (LD) adalah mengaktifkan kamera pada tripod. Dolly In (DI) / Track In (TI) adalah menggerakkan kamera ke depan. Dolly Out (DO) / Track Out (TO) adalah menggerakkan kamera ke belakang. Crab Left (DL) / Track Left (TF) adalah menggerakkan kamera ke kiri. Crab Right (DR) / Track Right (TR) adalah menggerakkan kamera ke kanan. Tilt Up (TU) adalah menggerakkan kamera ke atas. Tilt Down (TD) adalah menggerakkan kamera ke bawah. Fade In (FI) adalah efek optis yang merupakan perubahan dari latar belakang gelap kemudian muncul gambar. Fade Out (FO) adalah efek optis yang merupakan perubahan gambar menuju latar belakang gelap. Wipe adalah efek optis yang menyebabkan perubahan secara gradual dengan cara gambar kedua menghapus gambar pertama sampai seluruh gambar pertama berganti dengan gambar kedua. Dissolve (DISS) adalah efek optis yang merupakan perubahan gambar satu yanng mulai menghilang secara

bertahap kemudian muncullah gambar kedua. Slide adalah efek optis yang merupakan perubahan dengan cara gambar kedua menutup gambar pertama secara bertahap. Iris adalah efek optis yang merupakan perubahan dari gambar satu yang membuka dan akhirnya muncullah gambar kedua. Morp adalah efek optis yang merupakan perubahan bentuk dari gambar satu ke gambar lain. Zoom adalah efek optis yang merupakan perubahan dari gambar satu mengecil dan kemudian tampaklah gambar kedua atau munculnya gambar kedua dari kecil kemudian membersar dan akhirnya menutup gambar pertama. Push adalah efek optis yang merupakan perubahan dari gambar satu didorong oleh gambar kedua sehingga gambar satu bergeser digantikan gambar kedua. Stretch adalah efek optis yang merupakan perubahan gambar kedua yang direntangkan pada gambar pertama dan akhirnya menutup gambar pertama. Stretch terdiri dari Basis Stretch, Cross Stretch, Stretch In, dan Stretch Over. Spiral Boxes adalah efek optis yang merupakan perubahan dari gambar pertama mengecil seperti kotak sprial, kemudian muncullah gambar kedua. Pinwheel adalah efek optis yang merupakan perubahan dari gambar pertama menghilang dengan cara model ktiiran, kemudian muncullah gambar kedua. Split adalah efek optis yang merupakan perubahan dari gambar pertama dengan cara membelah, kemudian muncullah gambar kedua. Split terdiri dari Basic Split dan Center Split. Swirl adalah efek optis yang merupakan perubahan dari gambar pertama dan muncullah gambar kedua dari kecil berputar menjadi besar seperti angin berputar kemudian menutup gambar pertama. Peel adalah efek optis yang merupakan perubahan dari gambar pertama dengan cara mengelupas dan kemudian muncullah gambar kedua. Peel terdiri dari Center Peel, Page Peel, dan Peel Back. Superimposed (SUPER) adalah meletakkan satu gambar ke gambar lain, biasanya untuk titling. Swing In (SI) adalah efek optis yang merupakan perubahan dari gambar pertama menutup seperti pintu dari dalam dan kemudian muncullah gambar kedua. Swing Out (SO) adalah efek optis yang merupakan perubahan dari gambar pertama menutup seperti pintu dari luar dan kemudian muncullah gambar kedua. Roll Away (RA) adalah efek optis yang merupakan perubahan dari gambar pertama dengan cara menggulung dan kemudian muncullah gambar kedua. Venetian Blind (VB) adalah efek optis yang merupakan perubahan dari gambar pertama menghilang seperti kerai dan kemudian muncullah gambar kedua. Spin adalah efek optis yang merupakan perubahan dari gambar pertama menghilang dengan cara berputar dan kemudian muncullah gambar kedua. VoiceOver (VO) adalah menampilkan pengisi suara dari seorang tokoh atau narasi, yang merupakan suara di luar kamera. Sound Effect (SFX) adalah menampilkan efek suara yang berasal dari berbagai macam suara, selain suara manusia dan musik. Down and Under (DAU) adalah efek suara "fade" sebagai suara yang datang. Up and Over (UAO) adalah fade suara sebagai efek suara yang datang.

CONTOH STRYBOARD

10

11

SCRIPT/NASKAH

12

13

Anda mungkin juga menyukai