Anda di halaman 1dari 45

proses / mekanisme kejadian kecelakaan pada saat sebelum, saat dan sesudah kejadian.

Penting !!!
-

Apa yang terjadi Cedera apa yang mungkin diderita korban

Tipe Kejadian Trauma

Perkiraan Intensitas Energi

Jenis Tabrakan/ Benturan

Trauma Tumpul Trauma Tembus

Klasifikasi

Trauma Termal
Trauma Ledakan (Blast Injury)

Penyebab terbanyak kecelakaan lalu lintas

Benturan (collision)
1.

Primary Collision
Tabrakan depan (frontal) Tabrakan samping (T-Bone) Tabrakan dari belakang Terbalik (roll over)

Cont.. 2. Secondary Collision 3. Tertiary Collision 4. Subsidary Collision

tabrakan

/ benturan dengan benda didepan kendaraan, yang secara tiba-tiba mengurangi kecepatannya, sehingga secara tiba-tiba kecepatannya berkurang.

penderita tanpa sabuk pengaman

akan mengalami beberapa fase

Fase 1

Bagian bawah penderita tergeser kedepan, biasanya lutut akan menghantam dashboard dengan keras yang menimbulkan bekas benturan pada dashboard tersebut.

Kemungkinan cedera yang akan terjadi :

Patah tulang paha karena menahan beban berlebihan Dislokasi sendi panggul karena terdorong kedepan sehingga lepas dari mangkuknya. Dislokasi lutut atau bahkan Patah tulang lutut Karena benturan yang keras pada dash board

Fase 2
Bagian atas penderita turut tergeser kedepan sehingga dada dan

atau perut akan menghantam setir

Kemungkinan cedera yang akan terjadi :


Cedera abdomen sampai terjadinya perdarahan dalam karena terjadinya perlukaan/ruptur pada organ (ex: hati, limpa, lambung dan usus). Cedera dada seperti patah tulang rusuk dan tulang dada.

ancaman terhadap organ dalam rongga


dada seperti paru-paru, jantung, dan aorta.

Fase 3
Tubuh penderita akan naik, lalu kepala membentur kaca mobil

bagian depan atau bagian samping.

Kemungkinan cedera yang akan terjadi : a. Cedera kepala (berat, sedang, ringan) b. Patah tulang leher (fraktur servikal)

Fase 4

Setelah muka membentur kaca, penderita kembali terpental ketempat duduk. Perlu mendapat perhatian khusus apabila kursi mobil tidak tersedia head rest karena kepala akan melenting

dibagian atas sandaran kursi. Kondisi akan semakin parah apabila penderita terpental keluar dari kendaraan

Kemungkinan cedera yang akan terjadi :

Patah tulang belakang

(servikal-koksigis) karena proses duduk yang begitu cepat sehingga menimbulkan beban berlebih pada tulang belakang. Patah tulang leher karena tidak ada head rest Multiple trauma apabila penderita

terpental keluar dari kendaraan.

terjadi

ketika kendaraan berhenti atau pada kendaraan yang

kecepatannya lebih lambat. Terjadi percepatan (akselerasi) kedepan oleh perpindahan energi dari benturannya. Badan penumpang akan terakselerasi ke depan sedangkan kepalanya seringkali tidak terakselerasi sehingga akan mengakibatkan hiperekstensi leher.

Hal ini akan diperparah apabila sandaran kursi


kendaraan tidak memiliki head rest sehingga struktur penunjang

leher mengalami peregangan yang berlebihan dan menyebabkan terjadinya whiplash injury (gaya pecut).

tabrakan / benturan pada bagian samping kendaraan, yang mengakselerasi penumpang menjauhi titik benturan.

Kemungkinan cedera yang akan terjadi :

Fraktur servical Fraktur iga Trauma paru Trauma hati / limpa Trauma pelvis Trauma skeletal

Jenis trauma dapat diprediksi dengan mempelajari titik benturan pada kulit.
Dalam menangani kasus seperti ini harus lebih berhati-hati karena semua bagian bisa mengalami cedera baik yang kelihatan atau tidak kelihatan.

Kemungkinan cedera yang akan terjadi :

Multiple trauma Waspadai kemungkinan cedera tulang belakang dan fraktur servikal

Kemungkinan cedera yang akan terjadi : :

Multiple trauma

Trauma kepala
Trauma organ dalam Fraktur servikal

Organ solid Organ dalam tubuh Organ berrongga

1. Benturan Langsung 2. Decceleration dan acceleration injury 3. Trauma kompresi 4. Trauma karena sabuk pengaman

5. Trauma pada pejalan kaki

Trauma organ dalam terjadi ketika terjadi benturan langsung terhadap pelindung organ tersebut.

decceleration

injury ketika terjadi benturan

organ dalam melaju kedepan (pada tabrakan frontal)


dan robek pada ikatan yang mengikatnya.

acceleration injury contohnya: wiplash injury pada


benturan / tabrakan dari belakang.

Terjadi

bila bagian depan dari badan berhenti

bergerak, sedangkan bagian dalam tetap bergerak kedepan. Organ- organ terjepit dari belakang oleh bagian belakang dinding torakoabdominal dan kulumna vetrebralis, dan didepanoleh struktur yang terjepit.

Tekanan

safety

belt

mengakibatkan rupture organ

jangan melepas sabuk pengaman secara mendadak.

Terdapat 3 fase benturan yang dialami pada saat pejalan kaki tertabrak.

Tinggi bemper versus ketinggian penderita merupakan

faktor kritis dalam trauma yang terjadi.


Pada orang dewasa dengan posisi berdiri, benturan awal

dengan bemper biasanya mengenai tungkai, lutut dan pelvis.


Anak anak lebih mungkin terkena pada bagian abdomen dan dada.

Pada fase ini pejalan kaki melayang diatas mobil dan

kemudian membentur tutup mesin dan kaca depan


kendaraan. Kejadian ini mengakibatkan trauma dada dan kepala dengan tingkat keparahan sesuai dengan kerasnya

benturan.

Benturan

dengan

tanah

mengakibatkan

beberapa trauma yaitu: - fraktur servikal dan tulang belakang,


- trauma kepala - kompresi organ.

Mekanisme trauma yang terjadi meliputi : - Benturan frontal - Benturan lateral - Laying the bike down

- Helm (helmets)

petugas gawat darurat harus berhati-hati dalam melepas helm korban kecelakaan roda dua, terutama pada kecurigaan adanya fraktur

servical

harus

tetap

menjaga

kestabilan

kepala dan tulang belakang.

3 mekanisme kejadian trauma yaitu:


1. 2. 3.

primer, Sekunder, dan tersier.

Cedera ledak primer

Merupakan hasil dari objek-objek yang melayang dan

kemudian menmbentur orang di sekitarnya.

Cedera Ledak Tersier

Senjata dengan energi rendah (Low Energy)

Senjata dengan energi menengah dan tinggi (medium

and high energy)