Anda di halaman 1dari 21

Analisis Jurnal Penentuan Status Gizi dengan Metode Statistik Vital Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Pneumonia

Pada Balita Di Wila a! Kerja Puskesmas Jatila"ang Kabu#aten Ban umas$

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Penentuan Status Gizi

%le! & 'oidatu 'a(!ma"ati PSG Kelas A ))*))+)+)+,*

-AK./0AS K1S1HA0A2 MAS3A'AKA0 .24V1'S40AS J1MB1' 0AH.2 *+)5

KA0A P12GA20A'

Segala puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan hidayah dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan analisis jurnal penentuan status gizi dengan metode statistik vital yang berjudul Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Jatila ang Kabu!aten Banyumas"# nalisis ini tidak mungkin ter!ujud tanpa adanya komitmen dan kerjasama yang harmonis di antara pihak-pihak yang terlibat" #leh karena itu, dalam kesempatan ini kami selaku penulis menyampaikan u$apan terima kasih terutama kepada pihak-pihak sebagai berikut% &" *" ," 'osen (enentuan Status )izi #rang tua kami, atas segala restu dan dukungannya+ Teman-teman -akultas .esehatan Masyarakat /niversitas 0ember dan semua pihak yang telah membantu terselesaikannya analisis ini yang penulis tidak dapat sebutkan satu persatu" khirnya, tiada suatu usaha yang akan berhasil tanpa dimulai dari usaha yang ke$il" Semoga analisis jurnal ini dapat berman1aat, terutama bagi seluruh mahasis!a -.M /niversitas 0ember dan bagi para pemba$a umumnya" Sebagai penulis, kami sangat mengharapkan kritik, saran, dan masukan untuk perbaikan serta penyempurnaan lebih lanjut bagi karya tulis kami selanjutnya"

0ember, 23 Maret *2&4

(enyusun

DA-0A' 4S4
KATA PENGANTAR..............................................................................................i DAFTAR ISI..........................................................................................................ii BAB I. PENDAHULUAN........................................................................................1 1.1 Latar Belakang............................................................................................1 1.2 Rumu an !a ala".......................................................................................2 1.# Tu$uan.........................................................................................................2 1.% !an&aat.......................................................................................................2 BAB II. TIN'AUAN PUSTAKA...............................................................................# 2.1 Stati tik (ital................................................................................................# 2.2 Pneum)nia................................................................................................11 BAB III. PE!BAHASAN......................................................................................1* BAB I(. PENUTUP.............................................................................................1+ %.1 Ke im,ulan................................................................................................1+ %.2 Saran.........................................................................................................1+ Da&tar Pu taka....................................................................................................1-

ii

BAB 46 P12DAH./.A2

)6) /atar Belakang Status gizi adalah ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi untuk anak yang diindikasikan oleh berat badan dan tinggi badan anak" Status gizi juga dide1inisikan sebagai status kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara kebutuhan dan masukan nutrien" (embangunan nasional dibidang kesehatan diantaranya pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat" 'alam hubungannya dengan kebijakan kesehatan, juga diamanatkan bah!a upaya perbaikan kesehatan masyarakat terus ditingkatkan antara lain melalui pen$egahan dan pemberantasan penyakit menular, penyehatan lingkungan pemukiman, perbaikan gizi, penyediaan air bersih, penyuluhan kesehatan, serta pelayanan kesehatan ibu dan anak" )izi buruk sebagai salah satu 1aktor tingginya angka mortalitas dan morbiditas pada pneumonia hubungannya adalah akibat daya tahan tubuh balita yang rendah" (eningkatan Status )izi harus dimulai sejak dini, terutama masa balita" Masa balita adalah masa dimana tumbuh kembang anak dalam masa penting atau disebut !eriode emas" 0ika pada masa ini balita kekurangan gizi maka akan berakibat buruk pada pertumbuhan dan kehidupan selanjutnya yang sulit diperbaiki" Saat ini pneumonia masih ter$atat sebagai masalah kesehatan utama pada anak di negara berkembang" (neumonia merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak balita" Menurut survei kesehatan nasional 5S.N6 *22&,*7,89 kematian bayi dan **,:9 kematian balita di ;ndonesia disebabkan oleh penyakit sistem respiratori, terutama pneumonia" 'engan adanya penelitian status gizi dan analisis, nantinya dapat meningkatkan dan membantu masyarakat serta pemerintah untuk menanggulangi adanya )izi buruk yang disebabkan karena angka kesakitan terhadap penyakit pneumonia" #leh karena itu, maka kami akan menganalisis jurnal yang terkait dengan (enentuan Status )izi dengan metode statistik vital yang berjudul Hubungan
1

Status Gizi Dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Jatila ang Kabu!aten Banyumas"# )6* 'umusan Masala! pakah jurnal yang berjudul Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Jatila ang Kabu!aten Banyumas"sesuai dengan teori penentuan status gizi dengan metode statistik vital atau tidak< )67 0ujuan Menganalisis jurnal yang berjudul Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Jatila ang Kabu!aten Banyumas" dengan teori penentuan status gizi dengan metode statistik vital yang ada" )65 Man8aat 'apat menganalisis jurnal yang berjudul Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Jatila ang Kabu!aten Banyumas" dengan teori penentuan status gizi dengan metode statistik vital"

BAB 446 042JA.A2 P.S0AKA *6) Statistik Vital *6)6) De8inisi Statistik merupakan metode untuk men$atat, mengatur, mengolah, menyajikan dan mengambil kesimpulan dari data" (engukuran status gizi dengan statistik vital adalah dengan menganalisis data beberapa statistik kesehatan seperti angka kematian berdasarkan umur, angka kesakitan dan kematian akibat penyebab tertentu dan data lainnya yang berhubungan dengan gizi 5Supariasa et#al#, *22&6" Statistik vital adalah statistik mengenai kesehatan dan bertujuan mempublikasikan data kesehatan yang berguna sekali bagi evaluasi aktivitas, peren$anaan, dasar tindak lanjut suatu pemantauan dan penelitian" Statistik vital merupakan salah satu teknik untuk menilai status kesehatan masyarakat dalam kesatuan populasi tertentu" Statistik vital menghasilkan ukuran dalam pena1siran akan 1akta kesehatan dan statistik kesehatan yang menghasilkan ukuran tentang kejadian dalam kehidupan manusia dari konsepsi sampai mati" *6)6* -ungsi Statistik Vital a" Menilai dan membandingkan tingkat kesehatan masyarakat" b" Menentukan masalah dan penyebab masalah kesehatan masyarakat" $" Menentukan kontrol dan pemeliharaan selama pelaksanaan program kesehatan" d" Menentukan prioritas program kesehatan suatu daerah" e" Menentukan keberhasilan program suatu daerah" 1" Mengembangkan prosedur, klasi1ikasi, indeks dan teknik evaluasi seperti sistim pen$atatan dan pelaporan" g" Menyebarluaskan in1ormasi tentang situasi kesehatan dan program kesehatan *6)67 Sumber Statistik Kese!atan a" ;nstitusi-institusi kesehatan

(en$atatan data-data yang berasal =umah Sakit, puskesmas, apotik, poliklinik, rumah sakit bersalin dll" b" (rogram-program khusus (elayanan kesehatan di sekolah, pemberantasan penyakit menular, dll" $" Survei epidemiologi ;n1ormasi yang diperoleh dari lapangan atau langsung dari masyarakat d" Survei kesehatan rumah tangga 5household survey6 Survey yang diadakan pada periode !aktu tertentu, misalnya tiap , tahun, 4 tahun atau 3 tahun" e" ;nstitusi-institusi ysng mengumpulkan data dengan tujuan-tujuan khusus Seperti perusahaan asuransi, tempat-tempat pen$atatan kelahiran dan kematian di kelurahan, ./ *6)65 untuk pen$atatan perka!inan dan per$eraian, tempat karantina penyakit-penyakit menular" 4n8ormasi untuk Menganalisis Keadaan Gizi di Suatu "ila a! Salah satu $ara untuk mengetahui gambaran keadaan gizi suatu !ilayah adalah dengan $ara menganalisis statistik kesehatan" 'engan menggunakan statistik kesehatan, dapat dipertimbangkan penggunaanya sebagai bagian dari indikator tidak langsung pengukuran status gizi" 0elli1e 5&>:>6 memberikan gambaran tentang beberapa in1ormasi yang dijadikan pegangan untuk menganalisis keadaan gizi di suatu !ilayah" ;n1ormasi tersebut adalah a" angka kematian pada kelompok umur tertentu 5age s!esi$i% mortality rates6 b" angka kesakitan dan kematian akibat penyebab tertentu 5%ause s!esi$i% morbidily and mortality rates6 $" statistik pelayanan kesehatan 5health ser&i%e statisti%6 d" penyakit in1eksi yang berhubungan dengan gizi 5 nutritionally rele&ant in$e%tion rates6 5Supariasa et#al#, *22&6" *6)69 Angka Kematian Berdasarkan .mur ngka kematian berdasarkan umur adalah jumlah kematian pada kelompok umur tertentu terhadap jumlah rata-rata penduduk pada kelompok umur tersebut" ?iasanya disajikan sebagai per &222 penduduk" Man1aat data ini adalah untuk mengetahui tingkat dan pola kematian menurut golongan umur dan penyebabnya 5Supariasa, *22&6"
%

?eberapa keadaan kurang gizi mempunyai insidens yang tinggi pada umur tertentu, sehingga tingginya angka kematian pada umur tersebut dapat dihubungkan dengan kemungkinan tingginya angka keadaan kurang gizi" ngka kematian anak balita perlu dianalisis pada setiap distribusi umur" 'engan demikian, dapat diketahui bah!a pada umur yang sama terdapat kejadian tertinggi dari penyakit tertentu" pabila data setiap umur tidak tersedia, maka analisis dapat dilakukan pada tiga periode, yaitu umur * sampai 3 bulan, & sampai 4 tahun, dan umur * tahun 5Supariasa et#al#, *22&6" a6 ngka .ematian /mur * @ 3 ?ulan (eriode umur ini merupakan periode dengan status gizi seesorang anak yang dapat tergantung pada praktik pemberian makanan, terutama apakah disusui atau tidak" a" ?eri-beri in1antil b" 'e1isiensi vitamin ?&* atau asam 1olat $" =iketsia .etiga hal itu bisa terjadi jika konsumsi vitamin ?&, ?&* dan vitamin ' pada ibu pada saat kehamilan atau pada saat menyusui kurang 5Supariasa et#al#, *22&6" b6 ngka .ematian /mur & @ 4 Tahun ngka kematian bayi adalah jumlah kematian anak umur kurang dari stu tahun dalam tahun tertentu terhadap jumlah kelahiran hidup pada tahun yang sama yang disajikan sebagai &"222 kelahiran hidup" 'i negara berkembang, kesakitan dan kematian pada anak umur &-4 tahun banyak dipengaruhi oleh keadaan gizi" (engaruh keadaan gizi pada umur itu lebih besar dari pada umur kurang dari satu tahun" 'engan demikian, angka kesakitan dan kematian pada periode ini dapat dijadikan in1ormasi yang berguna mengenai keadaan kurang gizi di masyarakat 5Supariasa et#al#, *22&6" (eriode umur ini sering disebut dengan umur prasekolah" (ada periode ini anak ra!an terhadap masalah gizi, penyakit in1eksi, dan tekanan emosi atau stres" Aal ini terjadi karena asupan makanan anak yang tidak men$ukupi, sedangkan penyakit in1eksi serig disebabkan oleh praktik pemberian makanan
*

da tiga keadaan de1isiensi gizi yang sering dihubungkan

dengan periode umur ini pada bayi yang disusui yaitu%

dan kontak yang lebih luas dengan dunia luar dan stres emosional yang dihubungkan dengan masa-masa penyapihan 5Supariasa et#al#, *22&6" (ada periode umur ini seorang anak tumbuh dengan $epat sehingga kebutuhan akan zat gizi juga meningkat" .eadaan kurang gizi yang sering dihubungkan dengan masa ini adalah kurang energi protein 5.E(6, dan kekurangan vitamin pada periode umur ini" " .eadaan de1isiensi ini yang menimbulkan kematian nemia zat gizi besi juga sering terjadi karena in1eksi

parasit dan kebutuhan zat gizi yang meningkat 5Supariasa et#al#, *22&6" Data ang Perlu Diestimasi dan Di#ertimbangkan a" nalisis Baporan .elahiran dan .ematian Catatan kelahiran dapat diperoleh dari pimpinan masyarakat, seperti .epala 'esa, .epala 'usun, dan tokoh-tokoh masyarakat" 0ika tersipan dengan lengkap dan akurat, data tersebut dapat digunakan untuk menghitung kematian bayi dan angka kematian umur &-4 tahun" Masalah yang mungkin ada dengan data adalah umur tidak tepat dan penyebab penyakit yang tidak diketahui" b" (erhitungan Aasil Sensus Aal ini dapat dilakukan jika sensus di suatu daerah dilakukan dengan baik dan teratur" .ondisi itu biasanya sulit dilaksanakan karena berma$am-ma$am alasan seperti sulitnya mendapatkan umur yang tepat dan akurat serta terjadi imigran yang gelap" $" (endataan di Tingkat 'esa (endataan dilakukan dengan !a!an$ara terhadap ibu mengenai jumlah anak yang pernah dilahirkan, jumlah anak yang pernah meninggal, dan !aktu meninggal" (enyebab kematian mungkin dapat dinyatakan dengan menanyakan kejadian-kejadian yang spesi1ik, misalnya men$ret dan kejang-kejang 5Supariasa et#al#, *22&6" Pen ajian Hasil ngka kematian dapat disajikan dengan berbagai $ara, yaitu% a" (resentase kematian anak balita terhadap kematian semua umur"
.

b"

ngka kematian tahunan anak umur &-4 tahun"

$" (ersentase kematian masa anak-anak yang terjadi pada umur &-4 tahun" d" =asio ngka .ematian anak &-4 tahun terhadap angka kematian bayi &-&* bulan 5Supariasa et#al#, *22&6" sumsi yang diperlukan untuk penyajian hasil adalah% &" (enyakit in1eksi dan ketepatan pen$atatan kelahiran adalah sama untuk kedua kelompok umur" *" Malnutrisi terutama banyak terjadi pada kelompok umur ini 5Supariasa et#al#, *22&6" 'alam menginterpretasikan data-data tersebut perlu pula mempertimbangkan 1aktor-1aktor di ba!ah ini% &" (engetahuan mengenai pola penyakit lokal pada umur dini, terutama mengenai bentuk .E( dan de1isiensi vitamin tahun" ," nalisis 1aktor lingkungan yang mempengaruhi terjadinya malnutrisi 5Supariasa et#al#, *22&6" $6 ngka .ematian /mur &, @ *4 ?ulan ngka kejadian .E( pada umur ini sering terjadi, karena pada periode umur ini merupakan umur periode penyapihan" nak yang disapih mengalami masa transisi pada pola makannya" .eadaan ini mengakibatkan asupan makanan berkurang" Masa ini disebut masa transisi tahun kedua 5 se%untrant6 yaitu se%ond year transisional" )ordon 5&>876 menegaskan, angka kematian pada umur &, @ *4 bulan memberikan in1ormasi yang lebih berman1aat bagi beberapa negara, karena pada kelompok umur tersebut mudah menderita .E( dan de1isiensi zat gizi lainnya 5Supariasa et#al#, *22&6" *6)6, Angka Kesakitan dan Kematian Akibat Pen ebab 0ertentu ngka penyebab penyakit dan kematian pada umur &-4 tahun merupakan in1ormasi yang penting untuk menggambarkan keadaan gizi di suatu masyarakat" (erlu disadari bah!a angka tersebut terkadang kurang menggambarkan masalah gizi yang sebenarnya" ?esarnya proporsi kematian balita dapat disebabkan oleh
+

pada umur tertentu"

*" .ejadian penyakit in1eksi bakterial dan parasit pada bayi dan anak &-4

penyakit diare, parasit, #neumonia: atau penyakit-penyakit in1eksi lainnya seperti $ampak dan batuk rejan 5Supariasa et#al#, *22&6" 'emikian pula halnya pada pen$atatan penyebab penyakit" .eadaan kekurangan gizi yang menyertai penyakit lainnya tidak terekan sebagai penyakit penyerta" Seharusnya kalau suatu penyakit dianggap sebagai penyebab kematian akibat k!ashiorkor dan marasmus, maka kedua penyakit tersebut harus di$atat dalam pelaporan dan bukan hanya salah satu saja 5Supariasa et#al#, *22&6" 'engan mengetahui penyebab kesakitan terhadap penyakit tertentu yang disertai penyakit kekurangan gizi, atau terhadap penyakit kurang gizi yang disertai penyakit lainnya, dapat dilakukan intervensi yang lebih komprehensi1" ;ntervensi tidak saja dilakukan pada penyebab utama tetepi juga terhadap penyakit penyerta 5Supariasa et#al#, *22&6" *6)6; Statistik /a anan Kese!atan ?erbagai statistik layanan dapat dilihat dari tempat layanan kesehatan itu berada" Tempat layanan kesehatan yang bisa dijangkau antara lain (osyandu, (uskesmas, dan =umah Sakit 5Supariasa et#al#, *22&6" Puskesmas (uskesmas sebagai lembaga mempunyai berma$am-ma$am aktivitas" ktivitas ini ada yang dilaksanakan di dalam gedung 5di (uskesmas sendiri6 dan di luar gedung (uskesmas termasuk kegiatan (osyandu" Salah satu kegiatan (uskesmas adalah dalam bidang gizi seperti /saha (erbaikan )izi .eluarga 5/().6 dan (ojok )izi 5(#D;6 5Supariasa et#al#, *22&6" Meningkatnya kasus keadaan gizi kurang yang dihadapi (uskesmas dapat merupakan isyarat tentang insidens keadaan kekurangan gizi di suatu daerah" (engalaman membuktikan bah!a penjaringan kasus gizi kurang di lapangan relati1 sulit" Selain masyarakat tidak mau dikatakan anaknya kurang gizi hal itu juga disebabkan keadaan geogra1is, dalam hal ini tempat masyarakat yang mengalami keadaan gizi buruk sulit dijangkau oleh petugas (uskesmas 5Supariasa et#al#, *22&6" 'ata mengenai angka kesakitan dan penyebabnya yang tersedia di (uskesmas dapat juga dijadikan isyarat tentang kondisi kesehatan di !ilayah kerja (uskesmas tersebut" 'ata kejadian gizi kurang umumnya lebih rendah dari yang
-

sebenarnya" .ejadian ini ibarat gunung es, yang sebenarnya jauh lebih banyak dan serius 5Supariasa et#al#, *22&6" 'uma! Sakit Statistik layanan kesehatan yang juga penting adalah rumah sakit" Meningkatnya kunjungan kasus gizi kurang yang dihadapi oleh rumah sakit juga meningkatkan isyarat adanya kekurangan gizi masyarakat" 'ata mengenai meningkatnya kunjungan kasus gizi itu dapat dihubungkan dengan berbagai 1aktor, seperti masalah kemiskinan, harga-harga yang meningkat dan kejadiankejadian alam seperti kekeringan 5Supariasa et#al#, *22&6" 'ata-data dari rumah sakit ini dapat memberikan gambaran tentang keadaan gizi di dalam masyarakat, baik dari segi angka kematian maupun penyebabnya" pabila masalah pen$a$atan dan pelaporan rumah sakit kurang baik, data ini tidak dapat memberikan gambaran yang sebenarnya" #leh karena itu, pen$a$atan dan pengkodean angka kematian dan penyebabnya di rumah sakit harus dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya 5Supariasa et#al#, *22&6" *6)6< 4n8eksi ang 'ele=an dengan Keadaan Gizi .aitan penyakit in1eksi dengan keadaan gizi kurang merupakan hubungan timbal balik, yaitu merupakan hubungan sebab-akibat" (enyakit in1eksi dapat memperburuk keadaan gizi dan keadaan gizi yang jelek dapat mempermudah keadaan in1eksi" (enyakit yang umumnya terkait dengan masalah gizi antara lain diare, tuber$ulosis, $ampak, dan batuk rejan 5!hooping $ough6 5Supariasa et#al#, *22&6"

.ematian

.eterlambatan Tumbuh .embang

(roduktivitas Menurun

)ejala dan Tanda Malnutrisi

M BN/T=;S;

)angguan /tilitas ?iologik

.ebutuhan

.onsumsi =endah

;N-E.S;

noreksia

Sanitasi Ekonomi ?udaya (endidikan .epadatan (enduduk .eadaan (olitik


Bagan )6 4nteraksi Berbagai'istribusi -aktor ang 0erkait dengan Malnutrisi dan 4n8eksi E (engadaan Makanan >Sumber& Asmuni 'a(!mat: )??): Over View Epidemiology Gizi@6

'i negara yang sedang berkembang penyebab kematian a!al banyak diakibatkan oleh penyakit in1eksi" Salah satu penyakit in1eksi tersebut adalah diare" (enyebab diare umumnya sangat kompleks, berbeda dari satu daerah dengan daerah lainnya" (enyebab utamanya sering terjadi se$ara bersamaan dan saling mempengaruhi antara yang satu dengan yang lainnya" ?erdasarkan adanya kenyataan ini, ditambah dengan praktik pemberian makanan bayi yang keliru, maka data kesakitan dan kematian yang disebabkan oleh diare dapat dijadikan petunjuk se$ara tidak langsung mengenai keadaan malnutrisi di suatu masyarakat 5Supariasa et#al#, *22&6" .eadaan malnutrisi juga sering dikaitkan dengan penyakit $ampak yang dikenal sebagai 1aktor pen$etus terjadinya 'ero$talmia dan k ashiorkor" #leh karena itu, perlu dianalisis kejadian penyakit $ampak, sehingga dapat diperoleh gambaran mengenai keadaan kekurangan gizi 5Supariasa et#al#, *22&6" *6)6? Kelema!an Statistik Vital untuk Menggambarkan Keadaan Gizi ?erbagai kelemahan statistik vital dalam menggambarkan keadaan gizi se$ara tidak langsung banyak" #leh karena itu, kaang-kadang gambaran yang
10

diberikan tidak memperlihatkan keadaan yang sebenarnya" .elemahan-kelemahan tersebut antara lain% a" 'ata tidak akurat b" Tidak akuratnya data disebabkan oleh karena kesulitan dalam mengumpulkan data, khususnya di negara-negara yang sedang berkembang" .esulitan mendapatkan data yang sahih mun$ul karena beberapa data $enderung ditutuptutupi atau disembunyikan oleh pemerintah karena alasan politik" .etidakakuratan data juga disebabkan oleh tenaga pengumpul data yang tidak mengerti tentang bagaimana mengumpulkan data handal dan sahih" $" .emampuan untuk melakukan interpretasi se$ara tepat, terutama pada saat terdapat 1aktor-1aktor lain yang mempengaruhi keadaan gizi seperti tingginya kejadian penyakit in1eksi, dan 1aktor sosial ekonomik lainnya" ?erdasarkan hal tersebut, perlu juga dipikirkan untuk melakukan interpretasi berdasarkan ka!asan, musim, jenis kelamin, kelompok umur, dan lain-lain 5Supariasa et#al#, *22&6" 'engan melihat kelemahan tersebut, statistik vital tetap dapat digunakan se$ara tidak langsung untuk menilai keadaan gizi di suatu masyarakat" Menilai keadaan gizi dengan statistik vital ini membutuhkan tenaga yang pro1esional, terutama dalam hal interpretasi data dan pemahaman konsep-konsep yang berhubungan dengan masalah gizi 5Supariasa et#al#, *22&6"

*6* Pneumonia *6*6) De8inisi Pneumonia (neumonia adalah salah satu bentuk in1eksi saluran napas ba!ah akut 5;SN? 6 yang tersering" (neumonia merupakan peradangan yang mengenai parenkim paru, distal dari bronkiolus terminalis yang men$angkup bronkiolus respiratorius, dan alveoli, serta menimbulkan konsolidasi jaringan paru dan gangguan pertukaran udara setempat" (neumonia adalah peradangan parenkim paru dimana asinus terisi dengan $airan dan sel radang, dengan atau tanpa disertai in1iltrasi sel radang ke dalam dinding alveoli dan rongga intestinum" ;stilah pneumonia lazim dipakai bila peradangan

11

terjadi oleh proses in1eksi akut yang merupakan penyebab tersering, sedangkan istilah pneumonitis sering dipakai untuk proses non in1eksi" Sebagian besar pneumonia disebabkan oleh mikroorganisme 5virusFbakteri6 dan sebagian ke$il disebabkan oleh hal lain seperti aspirasi dan radiasi" 'i negara berkembang, pneumonia pada anak terutama disebabkan oleh bakteri" ?akteri yang sering menyebabkan pneumonia adalah Stre!to%o%%us !neumoniae( Haemo!hilus in$luenzae( dan Sta!hylo%o%%us aureus" *6*6* 1tiologi /sia pasien merupakan 1aktor yang memegang peranan penting pada perbedaan dan kekhasan pneumonia anak, terutama dalam spektrum etiologi, gambaran klinis dan strategi pengobatan" Spektrum mokroorganisme penyebab pada neonatus dan bayi ke$il 5G *2 hari6 meliputi Stre!to%o%%us grup ? dan bakteri gram negati1 seperti )# *oli( Pseudomonas s!( atau Klebsiella s!# (ada bayi yang lebih besar 5, minggu @ , bulan6 dan anak balita 54 bulan @ 3 tahun6, pneumonia sering disebabkan oleh in1eksi Stre!to%o%%us !neumoniae( Haemo!hillus in$luenza tipe ?, dan Sta!hylo%o%%us aureus( sedangkan pada anak yang lebih besar dan remaja, selain bakteri tersebut, sering juga ditemukan in1eksi My%o!lasma !neumoniae# *6*67 -aktor 'isiko Meskipun terdapat berbagai mekanisme pertahanan dalam saluran pernapasan, selalu terdapat 1aktor risiko" Sehingga hal ini menyebabkan individu rentan terhadap in1eksi" Menurut Hilson B"M", bayi dan anak ke$il rentan terhadap penyakit pneumonia karena respon imunitas bayi dan anak ke$il masih belum berkembang dengan baik" adalah% &6 ;n1eksi pernapasan oleh virus" *6 (enyakit asma dan kistik 1ibrosis" ,6 Sakit yang parah dan menyebabkan kelemahan 46 .anker 5teutama kanker paru6" 36 Tirah baring yang lama" 86 =i!ayat merokok" 76 lkoholisme"
12

dapun 1aktor risiko yang lain se$ara umum

:6 (engobatan dengan imunosupresi1" >6 Malnutrisi" *6*65 Patogenesis dan Pato8isiologi /mumnya mikroorganisme penyebab terhisap ke paru bagian peri1er melalui saluran resporatori" pneumonia, yaitu % &" Stadium hepatisasi merah" Mula-mula terjadi edema akibat reaksi jaringan yang mempermudah proli1erasi dan penyebaran kuman ke jaringan sekitarnya" ?agian paru yang terkena mengalami konsolidasi, yaitu terjadi serbukan sel (MN, 1ibrin, eritrosit, $airan edema, dan ditemukannya kuman di alveoli" *" Stadium hepatisasi kelabu" Selanjutnya, deposisi 1ibrin semakin bertambah, terdapat 1ibrin dan leukosit (MN di alveoli dan terjadi proses 1agositosis yang $epat" ," Stadium resolusi Setelah itu, jumlah makro1ag meningkat di alveoli, sel akan mengalami degenerasi, 1ibrin menipis, kuman dan debris menghilang" Sistem bronkopulmoner jaringan paru yang tidak terkena akan tetap normal" *6*69 4munologi Mukosa Sistem imunitas mukosa merupakan bagian sistem imunitas yang penting dan berla!anan si1atnya dari sistem imunitas yang lain" Sistem imunitas mukosa lebih bersi1at menekan imunitas dengan alasan mukosa berhubungan langsung dengan lingkungan luar dan berhadapan dengan banyak antigen yang terdiri dari bakteri komensal, antigen makanan dan virus dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan sistem imunitas sistemik" ntigen-antigen tersebut sedapat mungkin di$egah agar tidak menempel pada mukosa dengan $ara diikat oleh ;g , dihalangi barier 1isik dan kimia!i dengan ma$am-ma$am enzim mukosa" ;munoglobulin banyak ditemukan pada permukaan mukosa saluran $erna dan saluran na1as" 'ua molekul imunoglobulin bergabung dengan komponen sekretori membentuk ;g sekretori 5s;g 6" -ungsi utama s;g adalah men$egah melekatnya kuman patogen
1#

da , stadium dalam pato1isiologi penyakit

pada dinding mukosa dan menghambat perkembangbiakan kuman di dalam saluran $erna serta saluran na1as"" *6*6, Mani8estasi Klinis ?eberapa 1aktor yang mempengaruhi gambaran klinis pneumonia pada anak adalah imaturitas anatomik dan imunologik, mikroorganisme penyebab yang luas, gejala klinis yang kadang-kadang tidak khas terutama pada bayi, terbatasnya penggunaan prosedur diagnostik invasi1, etiologi non in1eksi yang relati1 lebih sering, dan 1aktor patogenesis" )ambaran klinis pneumonia pada bayi dan anak bergantung pada berat-ringannya in1eksi, tetapi se$ara umum adalah sebagai berikut % &6 )ejala in1eksi umum, yaitu demam, sakit kepala, gelisah, malaise, penurunan na1su makan, keluhan );T seperti mual, muntah atau diare% kadang-kadang ditemukan gejala in1eksi ekstrapulmoner" *6 )ejala gangguan respiratori, yaitu batuk, sesak napas, retraksi dada, takipnea, napas $uping hidung, air hunger, merintih, dan sianosis" *6*6; Diagnosis 'itegakkan berdasarkan ri!ayat penyakit dan pemeriksaan 1isis yang sesuai dengan gejala dan tanda yang diuraikan sebelumnya, disertai pemeriksaan penunjang" 'iagnosis etiologi dibuat berdasarkan pemeriksaan mikrobiologi dan atau serologi" ?erdasarkan pedoman diagnosis dan tatalaksana pneumonia yang diajukan oleh HA# di dalam buku Mansjoer, dkk 5*22:6, pneumonia dibedakan atas % &6 (neumonia sangat berat % bia ada sianosis dan tidak sanggup minum, harus dira!at di =S dan diberi antibiotik" *6 (neumonia berat % bila ada retraksi, tanpa sianosis, dan masih sanggup minum, harus dira!at di =S dan diberi antibiotik" ,6 (neumonia % bila tidak ada retraksi tapi napas $epat % a6 I 82JFmenit pada bayi G * bulan b6 I 32JFmenit pada anak * bulan @ & tahun $6 I 42JFmenit pada anak & @ 3 tahun ?ukan pneumonia % hanya batuk tanpa tanda dan gejala seperti di atas, tidak perlu dira!at, tidak perlu antibiotik"
1%

BAB 4446 P1MBAHASA2 'ari jurnal tentang penentuan status gizi dengan metode statistik vital yang berjudul Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Jatila ang Kabu!aten Banyumas" menurut saya sudah sesuai dengan teori yang ada" Aal itu dikarenakan dalam menentukan status gizi sudah disesuaikan berdasarkan dengan adanya angka kesakitan" (enelitian ini dilakukan di !ilayah kerja (uskesmas 0atila!ang .abupaten ?anyumas 0a!a Tengah selama periode pril @ Mei *22:, yaitu tentang hubungan antara status gizi dengan kejadian pneumonia pada balita" Selain itu, dalam jurnal ini menjelaskan bah!a Malnutrisi sebagai salah satu bentuk keadaan gizi kurang dapat mempengaruhi morbiditas dan mortalitas beberapa jenis penyakit pada berbagai golongan umur, sehingga angka statistik yang diperoleh dari berbagai jenis penyakit dapat menggambarkan keadaan status gizi" 'alam jurnal melakukan penelitian tentang hubungan status gizi yang disesuaikan dengan teori, dan sudah melakukan survei langsung dan pengambilan data dalam hal menentukan status gizi" 0urnal ini mengatakan bah!a balita yang mempunyai status gizi baik mempunyai ke$enderungan untuk masuk dalam kategori bukan pneumonia yaitu sebesar ,3 orang 548,796 dibandingkan dengan status gizi kurang yaitu sebesar &> orang 5*3,,96" dapun balita yang terkena pneumonia paling besar mempunyai status gizi kurang sebesar &4 orang 5&:,796" Salah satu 1ungsi statistik vital yaitu menentukan masalah dan penyebab masalah kesehatan masyarakat" 'alam jurnal ini dapat menjelaskan bah!a 1aktor resiko yang meningkatkan morbiditas dan mortalitas pneumonia antara lain umur kurang dari * tahun, gizi kurang, ??B=, tidak mendapat vitamin S; memadai, polusi udara, kepadatan tempat tinggal, imunisasi yang tidak memadai, dan de1isiensi " )izi buruk sebagai salah satu 1aktor tingginya mortalitas dan morbiditas, hal ini berhubungan dengan daya tahan balita yang rendah jika balita kekurangan zat gizi untuk daya tahan dari berbagai penyakit termasuk pneumonia" Sesuai dengan hasil penelitian status gizi kurang pada balita sebesar ,49 berarti ada hubungannya dengan kejadian pneumonia, !alaupun masih ada pengaruh 1aktor yang lain"

1*

Aasil penelitian yang ada di dalam jurnal ini mengidenti1ikasi 1aktor yang mempengaruhi mortalitas dan morbiditas pneumonia pada balita diantaranya adalah gizi kurang" Status gizi balita yang kurang salah satunya bisa disebabkan karena asupan makanan yang kurang, ada beberapa 1aktor yang mempengaruhi asupan makanan pada balita kurang diantaranya lingkungan keluarga, media massa, teman sebaya dan penyakit" (enyakit akut maupun kronis dapat menurunkan na1su makan anak" 0urnal ini juga mengatakan bah!a status gizi balita yang kurang salah satunya bisa disebabkan karena asupan makanan yang kurang, ada beberapa 1aktor yang mempengaruhi asupan makanan pada balita kurang diantaranya lingkungan keluarga, media massa, teman sebaya dan penyakit" (enyakit akut maupun kronis dapat menurunkan na1su makan anak" Aal tersebut, peneliti menyesuaikan dengan hasil Susenas &>>* yang menyatakan bah!a di ;ndonesia gizi sedang dan kurang pada balita sebesar 42,*49 dan gizi buruk *,&*9" nak dengan gizi buruk lebih mudah diidenti1ikasikan, tetapi anak dengan gizi kurang sering kali luput dari pengamatan, karena orang tua atau bahkan tenaga kesehatan tidak menganggap masalah" (adahal kondisi seperti itu merupakan 1aktor resiko untuk mendapatkan penyakit, bahkan mempunyai angka kematian yang lebih tinggi" Sehingga, dalam penelitian tersebut penulis jurnal mengatakan bah!a Terdapat hubungan antara status gizi dengan pneumonia, dan dapat dibuktikan kemaknaanya se$ara stastistik" Maka semakin baik status gizi balita, semakin ke$il untuk terkena pneumonia" 0adi menurut saya, jurnal ini sudah sesuai dengan teori penentuan status gizi dengan metode statistik vital dan teori yang lainnya"

1.

BAB 4V6 P12.0.P 56) Kesim#ulan 'apat dikatakan bah!a jurnal tentang penentuan status gizi dengan metode statistik vital yang berjudul Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Jatila ang Kabu!aten Banyumas" menurut sudah sesuai dengan teori yang ada" .arena terdapat hubungan antara status gizi dengan angka kejadian pneumonia pada balita sehingga metode statistik vital dapat digunakan dalam menentukan status gizi" Tetapi hanya terdapat kelemahan seperti dalam pengambilan dan pengumpulan data" 56* Saran 'iharapkan peneliti selanjutnya dapat meminimalisir kelemahan seperti teliti dalam mengumpulkan data untuk metode statistik vital karena berhubungan dalam menentukan status gizi agar data lebih akurat"

1+

Da8tar Pustaka Mu$htadi, '"*22>"Pengantar +lmu Gizi"?andung% l1a ?eta 'ahlan D" *227" Pneumonia" Buku ,jar +lmu Penyakit Dalam# 0ilid ;; Edisi ;K" 0akarta % (usat (enerbitan 'epartemen ;lmu (enyakit 'alam -./;" Supariasa, ; 'e!a Nyoman, dkk" *22&" Penilaian Status Gizi" 0akarta% (enerbit ?uku .edokteran E)C" Supariasa, ; 'e!a Nyoman, dkk" *22*" Penilaian Status Gizi" 0akarta% (enerbit ?uku .edokteran E)C"

1-