Anda di halaman 1dari 10

http://syont.wordpress.

com

Perhitungan Bertahap Analisa Pondasi


Tumpuan Pegas Hanya Tekan
Pondasi seperti gambar, akan terjadi tegangan tarik pada tanah jika momen yang bekerja cukup besar.
Hal ini dikarenakan eksentrisitas yang terjadi diluar bidang kern (1/6 B) dari titik tumpuan kolom.
Tanah tidak mampu menerima tegangan tarik.

P
M

Dimensi pelat pondasi, B = 2,0 m


L = 1,0 m
Tebal, t = 300 mm
Jumlah pias, n = 20
Beban P = 600 kN (termasuk berat pondasi)
M = 300 kN.m

Check tegangan tanah akibat eksentrisitas


M
e= = 300/600 = 0,5 m
P
bidang kern, ek = 1/6*B = (1/6)*2 = 0,34 m
e > ek maka terjadi tegangan tarik pada tanah (not ok)

Karena pada umumnya program analisa struktur adalah linear maka keadaan tersebut tidak dapat
dianalisa secara langsung. Perlu tahapan / iterasi, dengan dilakukan peninjauan hasil analisa pada
bagian titik mana kekakuan pegas mengalami tarik. Kemudian titik pegas yang mengalami tarik
tersebut dijadikan kekakuannya samadengan nol (dihilangkan).

Tegangan tanah
P M
= ±
 B⋅L 1/6⋅L⋅B2 

σmaks = 300 + 450 = 750 kN/m2


σmin = -150 kN/m2 < 0 (tegangan tarik, not ok)

Tahap 1
Nilai Ks = 12.000 kPa/m
Lebar tributary area, Bt,in = 2,0/20 = 0,1 m
Bt,out = 0,1/2 = 0,05 m

Catatan Program Analisa Struktur – Suyono Nt., 2007 hal 1 dari 10


http://syont.wordpress.com

Kekakuan pegas, ks,in = 0,1*1,0*12000 = 1200 kN/m'


ks,out = 0,05*1,0*12000 = 600 kN/m'
Material Beton Ec = 25000 MPa

Catatan Program Analisa Struktur – Suyono Nt., 2007 hal 2 dari 10


http://syont.wordpress.com

σmaks = 742 kN/m2


σmin = -152 kN/m2

Dari hasil analisa diatas dapat diketahui pada tahap ini ada 4 titik pegas (bagian kiri) yang mengalami
gaya tarik. Posisi titik netral dimana tegangan tanah samadengan nol (4*0,1)+(1,5/(4,5/0,1)) = 0,433 m
dari sisi kiri.

Catatan Program Analisa Struktur – Suyono Nt., 2007 hal 3 dari 10


http://syont.wordpress.com

Tahap 2
4 titik pegas (bagaian kiri) dihilangkan.

Catatan Program Analisa Struktur – Suyono Nt., 2007 hal 4 dari 10


http://syont.wordpress.com

σmaks = 786 kN/m2


σmin = -43 kN/m2

Dari hasil analisa diatas dapat diketahui pada tahap ini ada 1 titik pegas (bagaian kiri) yang masih
mengalami gaya tarik. Posisi titik netral dimana tegangan tanah samadengan nol
(4*0,1)+(4,3/(5,3/0,1)) = 0,48 m dari sisi kiri.

Catatan Program Analisa Struktur – Suyono Nt., 2007 hal 5 dari 10


http://syont.wordpress.com

Tahap 3
1 titik pegas (bagian kiri) dihilangkan.

Catatan Program Analisa Struktur – Suyono Nt., 2007 hal 6 dari 10


http://syont.wordpress.com

σmaks = 792 kN/m2


σmin = 1 kN/m2

Dari hasil analisa diatas dapat diketahui pada tahap ini ada 1 titik pegas (bagian kiri) yang masih
mengalami gaya tarik. Posisi titik netral dimana tegangan tanah samadengan nol
(5*0,1)+(0,1/(5,4/0,1)) = 0,502 m dari sisi kiri.

Catatan Program Analisa Struktur – Suyono Nt., 2007 hal 7 dari 10


http://syont.wordpress.com

Tahap 4
1 titik pegas (bagaian kiri) dihilangkan.

Catatan Program Analisa Struktur – Suyono Nt., 2007 hal 8 dari 10


http://syont.wordpress.com

σmaks = 792 kN/m2


σmin = 0 kN/m2

OK, tidak ada tegangan tarik.

Catatan Program Analisa Struktur – Suyono Nt., 2007 hal 9 dari 10


http://syont.wordpress.com

Perbanding Momen
311
310
309
308
307
306
305
304
303
302
301
300
299
1 2 3 4

Dari hasil analisa struktur, momen yg terjadi cukup besar tebal pelat tidak memenuhi sehingga perlu
diperbesar (misal 600 mm). Tanah tidak diperbolehkan menerima tegangan tarik, pondasi perlu
direncanakan ulang. Perhitungan disini hanya ditujukan untuk mensimulasikan tahapan perhitungan
non-linear tumpuan pegas pondasi yang hanya dapat menerima gaya tekan. Konvergensi tercapai
hanya dengan beberapa tahapan/iterasi perhitungan saja.

Catatan Program Analisa Struktur – Suyono Nt., 2007 hal 10 dari 10